Anda di halaman 1dari 8

Curah Hujan Curah Hujan Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama

periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi (mm) di atas permukaan horizontal bila tidak terjadi evaporasi, runoff dan infiltrasi. Satuan CH adalah mm, inch.

terdapat beberapa cara mengukur curah hujan. Curah hujan (mm) merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan ! (satu) millimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. Curah hujan kumulatif (mm) merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang "aktu kumulatif tersebut. #alam periode musim, rentang "aktunya adalah rata$rata panjang musim pada masing$ masing #aerah %rakiraan &usim (#%&). Sifat Hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang "aktu yang ditetapkan (satu periode musim kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata$rata selama '( tahun periode !)*!$ +(((). Sifat hujan dibagi menjadi ' (tiga) katagori, yaitu a. #iatas ,ormal (-,) jika nilai curah hujan lebih dari !!./ terhadap rata$ratanya. b. ,ormal (,) jika nilai curah hujan antara 0./$$!!./ terhadap rata$ratanya. c. #iba"ah ,ormal (1,) jika nilai curah hujan kurang dari 0./ terhadap rata$ratanya.

A. Hujan Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang ber"ujud cairan. %resipitasi sendiri dapat ber"ujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embundan kabut). Hujan

terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari a"an. 2idak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. 3embaban dari laut menguap, berubah menjadi a"an, terkumpul menjadi a"an mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula. 4umlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer. 5a dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan datar, dan diukur kurang lebih (.+.mm. Satuan curah hujan menurut S5 adalah milimeter, yang merupakan penyingkatan dari liter per meter persegi. -ir hujan sering digambarkan sebagai berbentuk 6lonjong6, lebar di ba"ah dan menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. -ir hujan kecil hampir bulat. -ir hujan yang besar menjadi semakin leper, seperti rotihamburger7 air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. -ir hujan yang besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil. 1eberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah menciptakan pelbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. 1anyak orang juga lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan. 1iasanya hujan memiliki kadar asam pH8. -ir hujan dengan pH di ba"ah .,8 dianggap hujan asam. 1anyak orang menganggap bah"a bau yang tercium pada saat hujan dianggap "angi atau menyenangkan. Sumber dari bau ini adalah petrichor, minyak atsiri yang diproduksi oleh tumbuhan, kemudian diserap oleh batuan dan tanah, dan kemudian dilepas ke udara pada saat hujan.

B. Jenis-jenis hujan

9ntuk kepentingan kajian atau praktis, hujan dibedakan menurut terjadinya, ukuran butirannya, atau curah hujannya. 4enis$jenis hujan berdasarkan terjadinya !. Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar. +. Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan -ngin %asat 2imur 3aut dengan -ngin %asat 2enggara. :emudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan$gumpalan a"an di sekitar ekuator yang berakibat a"an menjadi jenuh dan turunlah hujan. '. Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. -ngin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. 2erjadilah hujan di sekitar pegunungan. ;. Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. 2empat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. :arena lebih berat massa udara dingin lebih berada di ba"ah. #i sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal. .. Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena -ngin &usim (-ngin &uson). %enyebab terjadinya -ngin &uson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan &atahari antara <aris 1alik 9tara dan<aris 1alik Selatan. #i 5ndonesia, hujan muson terjadi bulan =ktobersampai -pril. Sementara di ka"asan -sia 2imur terjadi bulan &ei sampai-gustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujandan musim kemarau.

C. Hujan buatan > Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. &aka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada a"an. %erlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian a"an (cloud-seeding). > Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam a"an. %roses fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan ( collision dan coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). 4adi jelas bah"a hujan buatan sebenarnya tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. 9ntuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya a"an yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. > 1ahan yang dipakai dalam hujan buatan dinamakan bahan semai.

D. Pengaruh curah hujan terhadap lingkungan Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografi dan perputaran pertemuan arus udara. ?aktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. -pabila tanaman ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan.&enurut Sutarno at all (!))*) Studi tentang perilaku kejadian tiap organisme atau tumbuhan dalam hubungannya dengan perubahan$ perubahan iklim disebut dengan fenologi. 9ntuk faktor iklim yang dipergunakan dalam penelitian fenologi pada umumnya adalah curah hujan hal ini adalah karena curah hujan secara

langsung atau tidak langsung penting untuk pengaturan "aktu dan ruang dalam pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan tropis. &enurut -shari (+((8) sedikitnya ada + unsur yang mempengaruhi hal tersebut, yaitu !. Curah hujan dan distribusi hujan +. 2inggi tempat dari permukaan laut. Selain unsur iklim di atas, menurut <uslim (+((*) %roduksi tanaman juga dipengaruhi oleh @adiasi &atahari dan Suhu. %ertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh lingkungan. :ondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan menghasilkan benih. :ebanyakan speises tidak akan memasuki masa reproduktif jika pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang matang untuk berbunga, sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan. Aang menyebabkan perubahan itu terjadi, yaitu suhu dan panjang hari (&ugnisjah dan Setia"an, !)).). #i"ilayah dengan empat musim, pengaruh suhu berlaku ganda. %ada "aktu a"al pertumbuhan suhu harus cukup tinggi agar pertumbuhan tidak terhambat. 2etapi bagi kebanyakan tanaman terutama tanaman tahunan, suhu sebelum perubahan fase pertumbuhan itu terjadi sangat penting. Cekaman (stress) air yang diikuti oleh hujan sering merangsang pembungaan tanaman tahunan tropika. ?aktor lain yang memicu pembungaan adalah panjang hari, atau panjang periode selama setiap +; jam. 2anaman berhari pnjang tidak akan berbunga jika ditanam di "ilayah tropika (&ugnisjah dan Setia"an,!)).). 4ika bunga telah berkembang tahap berikutnya adalah menjamin sedapat mungkin agar penyerbukan berlangsung dengan baik. Cuaca pada saat penyerbukan adalah penting. 9mumnya serbuk sari tidak dapat tahan hidup jika hujan lebat, dan suhu yang terlalu dapat menyebabkan

penyerbukan yang jelek. Serangga terutama lebah, tidak akan bekerja dengan baik dalam kondisi cuaca yang sangat basah. 1. Curah Hujan .

:epentingan tanaman terhadap besarnya curah hujan sudah dirasakan sejak panen. -dapun titik yang kritis adalah saat pembungaa. -pabila saat pembungaan banyak hujan turun, maka proses pembungaan akan terganggu. 2epung sari menjadi busuk dan tidak mempunyai viabilitas lagi. :epala putik dapat busuk karena kelembaban yang tinggi. Selain itu,aktivitas serangga penyerbuk juga berkurang saat kelembaban tinggi.apabila trjadi kerusakan pada tepung sari dan kepala puti berarti penyerbukan telah gagal. Hal ini juga berarti bah"a pembuahan dan selanjutnya,panen, telah gagal dan harus menunggu tahun berikutnya (-shari +((8). &ungkin ini karena pengaruh adaptasi tanaman. 2idak ada jenis tanaman yang memerlukan iklim mutlak seperti pada table !.!. #engan kata lain, ada penyesuaian atau adaptasi tanaman terhadap lingkungannya. 9ntuk itu pada table !.+ di ba"ah ini diperlihatkan contoh jenis tanaman bebuahan yang sesuai dengan kriteria di atas. 2. Tinggi Tempat dari Permukaan aut

2inggi tempat dari permukaan laut menentukan suhu udara dan intensitas sinar yang diterima oleh tanaman.&enurut <uslim (+((*) Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah suhu tempat tersebut. #emikian juga intensitas matahari semakin berkurang. Suhu dan penyinaran inilah yang nantinya kan digunakan untuk menggolongkan tanaman apa yang sesuai untuk dataran tinggi atau dataran rendah. :etinggian tempat dari permukaan laut juga sangat menentukan pembungaan tanaman. 2anaman berbuahan yang ditanam di dataran rendah berbunga lebih a"al dibandingkan dengan yang ditanam pada dataran tinggi (-shari,+((8).

!.

"uhu

Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif, induksi bunga, pertumbuhan dan differensiasi perbungaan (inflorescence), mekar bunga, munculnya serbuk sari, pembentukan benih dan pemasakan benih. 2anaman tropis tidak memerlukan keperluan vernalisasi sebelum rangsangan fotoperiode terhadap pembungaan menjadi efektif. 2etapi, pengaruh suhu terhaadap induksi bunga cukup kompleks dan bervariasi tergantung pada tanggap tanaman terhadap fotoperiode yang berbeda. Suhu malam yang tinggi mencegah atau memperlambat pembungaan dalam beberapa tanaman. #. Panjang Hari

2erdapat tiga penggolongan tanaman yang lazim, yaitu tanaman berhari pendek ( short day),tanaman berhari panjang (long day), dan tanaman berhari netral (day netral) (&ugnisjah dan Setia"an, !)).). &enurut -shari (+((;) respon pembungaan tanaman terhadap lamanya penyinaran berbeda. 2anaman yang digolongkan tanaman hari pendek (short day) adalah tanaman yang baru berbunga apabila periode gelap lebih lamaB panjang dari kritisnya (misalnya !+ jam). Sebaliknya, tanaman hari panjang ( long day) adalah golongan tanaman yang hanya mau berbunga apabila periode gelap kurangB diba"ah dari periode kritisnya. %entingnya variasi panjang hari dalam menentukan "aktu pembungaan nyata berkaitan dengan latitud7 sebagai contoh, tanaman berhari pendek yang memiliki fotoperiode kritikal lebih dari !+ jam berbunga jauh lebih dini di latitud yang lebih tinggi daripada latitud yang rendah. %anjang hari dilaporkan berkorelasi dengan nisbah bunga jantanB betina dalam tanaman berhari$ pendek (&ugnisjah dan Setia"an,!)).). $. %adiasi &atahari

@adiasi matahari berhubungan dengan laju pertumbuhan tanaman, fotosintesis, pembukaan (reseptivitas) bunga, dan aktivitas lebah penyerbuk. %embukaan bunga dan aktivitas lebah ditingkatkan oleh radiasi matahari yang cerah, "ilayah yang sering bera"an berpotensi kurang untuk produksi benih. %ermukaan lahan ekuator sering menerima total radiasi yang kurang dari lahan berlatitude !($+( mdpl (<uslim,+((*).

Beri Nilai