Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN SINGKAT WAKAF1

Disusun oleh: Iqbal Fahri (Abu Akif)

MAKNA WAKAF

Wakaf ialah menahan suatu barang dan mengambil manfaatnya guna diberikan di
2
jalan kebaikan (Tahbiisul Ashl Wa Tasbiilul Manfa’ah) . Allah ‘Azza Wa Jalla
berfirman: “ dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (QS. Al-
Hajj: 77), dalam ayat yang lain Allah ‘Azza Wa Jalla juga menegaskan: ”Kamu sekali-
kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan
sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali-Imran: 92). Dalam sejarah Islam, wakaf baru
dikenal sejak masa Rasulallah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Wakaf disyariatkan setelah
Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berada di Madinah, yaitu pada tahun kedua Hijriah.
Dalam masalah ini, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

”Sesungguhnya Umar Radiyallaahu ’Anhu telah mendapatkan sebidang tanah di


Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.,
”Apakah perintahmu kepadaku yang berhubungan dengan tanah yang aku dapat
ini?” Jawab Beliau, ”Jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan engkau
sedekahkan manfaatnya.” Maka dengan petunjuk Beliau Shallallaahu ‘Alaihi
Wasallam itu lalu Umar Radiyallaahu ’Anhu sedekahkan manfaatnya dengan
perjanjian tidak boleh dijual tanahnya, tidak boleh diwariskan, dan tidak boleh
dihibahkan.”3

1
Naskah disusun oleh Iqbal Fahri (Abu Akif), disampaikan pada acara Pelatihan Kepengurusan Yayasan
Ibnu Umar Bogor, Puri Alam Kencana II, Nanggewer Mekar, Cibinong, Bogor.
2
Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Muhammad, Panduan Wakaf, Hibah dan Wasiat dalam Al-Qur’an dan As-
Sunnah, Penerjemah; Abu Hudzaifah, Penerbit: Pustaka Iman Syafi’i, 2008. dan Rasyid, H. Sulaiman,
Fiqih Islam (Hukum Fiqh Islam), Penerbit Sinar Baru Algensindo, Cetakan ke-34, 2001.
3
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab “Asy-Syuruuth”, Bab ”As-Syuruut fil Waqf,” (no. 2737) dan
Muslim Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”al-Waqf” (no. 1633) dari Ibnu Umar Radiyallahu anhuma.
Ini adalah wakaf pertama di dalam Islam. Imam Syafi’i berkata, ”Sesudah itu 80 (delapan
puluh) orang sahabat di Madinah terus mengorbankan harta mereka dijadikan
wakaf pula.”4

HIKMAH DAN KEUTAMAAN WAKAF

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu, ”Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘Alaihi


Wasallam telah bersabda, Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya
kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf)5, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh
yang mendoakan ibu bapaknya.”6

Dari hadits tersebut jelaslah bahwa wakaf bukan hanya seperti sedekah biasa,
tetapi lebih besar ganjaran dan manfaatnya terhadap diri yang berwakaf. Karena ganjaran
wakaf itu terus menerus mengalir selama barang wakaf itu masih berguna. Wakaf bagi
masyarakat, dapat menjadi washilah (jalan) untuk kemajuan ummat yang seluas-luasnya.
Bahkan, ummat Islam terdahulu dapat berkembang dan maju dikarenakan dari hasil
wakaf sebagian kaum muslimin. Berkembangnya agama Islam seperti yang kita lihat
sekarang ini diantaranya adalah karena hasil wakaf dari kaum muslimin. Bangunan-
bangunan masjid, mushalla (surau), madrasah, pondok pesantren, panti asuhan dan
sebagainya hampir semuanya berdiri diatas tanah wakaf. Bahkan banyak pula lembaga-
lembaga pendidikan Islam, majelis taklim, madrasah, dan pondok-pondok pesantren yang
kegiatan operasionalnya dibiayai dari hasil tanah wakaf.

4
Rasyid, H. Sulaiman, Fiqih Islam (Hukum Fiqh Islam), Penerbit Sinar Baru Algensindo, Cetakan ke-34,
2001.
5
Sabiq, Sayyid, Fiqih Sunnah (IV/282), Bab ”al-Waqf”, Pentahqiq: Syaikh Muhammad Naashiruddin
Al-Albani, Penerbit: Daarul Fath, Cetakan Kedua, Tahun 1419 H/1999 M. Sayyid Sabiq berkata: dan
yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah wakaf.
6
Diriwayatkan oleh Muslim (III/ 1255) dalam Kitab “al-Washiyyah”, Bab “Maa Yalhaqul Insaan minast
tsawaabi ba’da wa faatihi”, Abu Daud (III/300) dalam Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”Ash-shadaqatu ’anil
mayyit”, An-nasa’i (VI/251) dalam Kitab ”al-Washiyyah”, Bab ”Fadhlush shadaqah ’anil mayyit”, At-
Tirmidzi (III/651) dalam Kitab ”Al-Ahkaam”, Bab ”Fil Waqf” dan At-Tirmidzi berkata : Hadits Hasan
Shahih.
Karena itulah, maka Islam sangat menganjurkan bagi orang-orang yang kaya agar
mau mewariskan sebagian harta atau tanahnya guna kepentingan Islam. Hal ini dilakukan
atas persetujuan bersama serta atas pertimbangan kemaslahatan ummat dan dana yang
lebih bermanfaat bagi perkembangan ummat. Dengan demikian, manfaat wakaf tidak
hanya dapat dirasakan oleh ummat Islam saat ini, akan tetapi dapat juga dirasakan
manfaatnya bagi generasi ummat Islam pada masa-masa yang akan datang.

Adapun hikmah wakaf adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan perintah Allah ‘Azza Wa Jalla untuk selalu berbuat baik. Firman
Allah ‘Azza Wa Jalla: “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah
kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat
kemenangan.” (QS Al Hajj : 77)
2. Memanfaatkan harta atau barang tempo yang tidak terbatas.

Kepentingan diri sendiri sebagai pahala sedekah jariah dan untuk kepentingan
masyarakat Islam sebagai upaya dan tanggung jawab kaum muslimin atas kaum
muslimin lainnya. Mengenai hal ini, Rasulallah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda dalam salah satu haditsnya:

“...Barangsiapa yang peduli terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah selalu


peduli terhadap kebutuhannya.. ” 7

3. Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

Wakaf (biasanya dapat) diberikan kepada badan hukum yang bergerak dalam
bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini sesuai dengan kaidah usul fiqih yaitu;
“Kemaslahatan umum harus didahulukan daripada kemaslahatan yang khusus.”

Tujuan wakaf dapat tercapai dengan baik, apabila faktor-faktor pendukungnya ada
dan berjalan. Misalnya nadir atau pemelihara barang wakaf. Wakaf yang
diserahkan kepada badan hukum biasanya tidak mengalami kesulitan. Karena

7
Muttafaqun ’alaih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (V/97, Al-fath) dan Muslim (2580) dari sahabat Ibnu
Umar Radiyallaahu ‘Anhuma.
mekanisme kerja, susunan personalia, dan program kerja telah disiapkan secara
matang oleh yayasan penanggung jawabnya.8

Adapun manfaat wakaf bagi orang yang menerima atau masyarakat adalah:

a. Mampu menghilangkan kebodohan dan mencerdaskan ummat.


b. Mampu menghilangkan atau mengurangi tingkat kemiskinan.
c. Mampu menghilangkan atau mengurangi kesenjangan sosial sehingga laju
ekonomi tidak terpusat pada kelompok masyarakat ekonomi kelas atas saja.
d. Mampu menstimulus kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan ummat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

8
www. hbis.wordpress.com, tentang: Ketentuan-Ketentuan Wakaf oleh Badan Hukum.