Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PENDAHULUAN DIABETES MELITUS A. Konsep Dasar 1.

Definisi Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan tanda tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh, gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. ( Askandar, 2000). Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang se ara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Diabetes mellitus terbagi atas 2 tipe, yaitu! " " " " Diabetes mellitus yang mengandung insulin (DM#$) atau DM tipe $ Diabetes mellitus yang tidak mengandung insulin (DM##$) atau DM tipe $$$ DM sekunder DM gestasional DM adalah %ekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia &angren adalah proses atau keadaan yang ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis, namun se ara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. ( Askandar, 200' ). &angren (aki Diabetik adalah luka pada kaki yang merah kehitam" hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai. ( Askandar, 200'). 2. Anatomi isio!o"i )ankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang panjangnya kira kira '* m, lebar * m, mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata rata +0 ,0 gram. #erbentang pada -ertebrata lumbalis ' dan 2 di belakang lambung.

)ankreas merupakan kelenjar endokrin terbesar yang terdapat di dalam tubuh baik he.an maupun manusia. /agian depan (kepala) kelenjar pankreas terletak pada lekukan yang dibentuk oleh duodenum dan bagian pilorus dari lambung. /agian badan yang merupakan bagian utama dari organ ini merentang ke arah limpa dengan bagian ekornya menyentuh atau terletak pada alat ini. Dari segi perkembangan embriologis, kelenjar pankreas terbentuk dari epitel yang berasal dari lapisan epitel yang membentuk usus. )ankreas terdiri dari dua jaringan utama, yaitu ! ('). Asini sekresi getah pen ernaan ke dalam duodenum. (2). )ulau 0angerhans yang tidak tidak mengeluarkan sekretnya keluar, tetapi menyekresi insulin dan glukagon langsung ke darah. )ulau pulau 0angerhans yang menjadi sistem endokrinologis dari pamkreas tersebar di seluruh pankreas dengan berat hanya ' 1 2 dari berat total pankreas. )ulau langerhans berbentuk o-oid dengan besar masing"masing pulau berbeda. /esar pulau langerhans yang terke il adalah *0 , sedangkan yang terbesar 100 , terbanyak adalah yang besarnya '00 22* . 3umlah semua pulau langerhans di pankreas diperkirakan antara ' 2 juta. )ulau langerhans manusia, mengandung tiga jenis sel utama, yaitu ! ('). %el sel A ( alpha ), jumlahnya sekitar 20 40 2 5 memproduksi glikagon yang manjadi faktor hiperglikemik, suatu hormon yang mempunyai 6 anti insulin like a ti-ity 6. (2). %el sel / ( betha ), jumlahnya sekitar +0 70 2 , membuat insulin. (1). %el sel D ( delta ), jumlahnya sekitar * '* 2, membuat somatostatin. Masing masing sel tersebut, dapat dibedakan berdasarkan struktur dan sifat pe.arnaan. Di ba.ah mikroskop pulau"pulau langerhans ini nampak ber.arna pu at dan banyak mengandung pembuluh darah kapiler. )ada penderita DM, sel beha sering ada tetapi berbeda dengan sel

beta yang normal dimana sel beta tidak menunjukkan reaksi pe.arnaan untuk insulin sehingga dianggap tidak berfungsi. $nsulin merupakan protein ke il dengan berat molekul *707 untuk insulin manusia. Molekul insulin terdiri dari dua rantai polipeptida yang tidak sama, yaitu rantai A dan /. (edua rantai ini dihubungkan oleh dua jembatan ( perangkai ), yang terdiri dari disulfida. 8antai A terdiri dari 2' asam amino dan rantai / terdiri dari 10 asam amino. $nsulin dapat larut pada p9 4 : dengan titik isoelektrik pada *,1. %ebelum insulin dapat berfungsi, ia harus berikatan dengan protein reseptor yang besar di dalam membrana sel. $nsulin di sintesis sel beta pankreas dari proinsulin dan di simpan dalam butiran berselaput yang berasal dari kompleks &olgi. )engaturan sekresi insulin dipengaruhi efek umpan balik kadar glukosa darah pada pankreas. /ila kadar glukosa darah meningkat diatas '00 mg;'00ml darah, sekresi insulin meningkat epat. /ila kadar glukosa normal atau rendah, produksi insulin akan menurun. %elain kadar glukosa darah, faktor lain seperti asam amino, asam lemak, dan hormon gastrointestina merangsang sekresi insulin dalam derajat berbeda"beda. <ungsi metabolisme utama insulin untuk meningkatkan ke epatan transport glukosa melalui membran sel ke jaringan terutama sel sel otot, fibroblas dan sel lemak. #. Etio!o"i a. Diabetes Melitus DM mempunyai etiologi yang heterogen, dimana berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi insulin, tetapi determinan genetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas DM. )embagian Dm ada 2 yaitu 5 #ipe $ ! Diabetes mellitus yang mengandung insulin (DM#$) #ipe $$ ! Diabetes mellitus yang tidak mengandung insulin (DM##$) atau DM tipe $$$ Dm sekunder

Dm &estasional ! Dm yang berhubungan dengan keadaan atau sindron lain <aktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu ! '. (elainan sel beta pankreas, berkisar dari hilangnya sel beta sampai kegagalan sel beta melepas insulin. 2. <aktor faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta, antara lain agen yang dapat menimbulkan infeksi, diet dimana pemasukan karbohidrat dan gula yang diproses se ara berlebihan, obesitas dan kehamilan. 1. &angguan sistem imunitas. %istem ini dapat dilakukan oleh autoimunitas yang disertai pembentukan sel sel antibodi antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan sel " sel penyekresi insulin, kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh -irus. 4. (elainan insulin. )ada pasien obesitas, terjadi gangguan kepekaan jaringan terhadap insulin akibat kurangnya reseptor insulin yang terdapat pada membran sel yang responsir terhadap insulin. b. &angren (aki Diabetik <aktor faktor yang berpengaruh atas terjadinya gangren kaki diabetik dibagi menjadi endogen dan faktor eksogen. <aktor eksogen ! a. #rauma b. infeksi . obat <aktor endogen ! a. &enetik, metabolik b. Angiopati diabetik . =europati diabetik

Diabetes mellitus berma am"ma am, meskipun berbagai lesi dengan jenis yang berbeda akhirnya akan mengarah pada insufisiensi insulin, tetapi determinan genetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas penderita DM. $ndi-idu yang peka se ara genetik tampaknya memberikan respon terhadap kejadian"kejadian pemi u yang diduga berupa infeksi -irus, dengan memproduksi antibodi terhadap sel"sel beta, yang akan mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin yang diran ang oleh glukosa. Manifestasi klinik dari DM terjadi

jika lebih dari ,0 2 sel"sel beta menjadi rusak. /ukti untuk determinan genetik dari DM#$ adalah adanya kaitan dengan tipe"tipe histokompatibilitas (92A) spesifik. #ipe dari gen histokompatibilitas yang berkaitan dengan DM#$ adalah yang memberi kode kepada protein"protein yang berperanan penting dalam interaksi monosit" limfosit. )rotein"protein itu mengatur respon sel # yang terganggu akan berperanan penting dalam patogenesis perusakan sel"sel pulau 0angerhans. (ejadian pemi u yang menentukan proses autoimun pada indi-idu yang peka se ara genetik dapat berupa infeksi -irus o>sar hie /4. )asien dengan DM##$, penyakitnya mempunyai pola familial yang kuat. DM##$ ditandai dengan kelainan dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin. )ada pasien dengan DM##$ terdapat kelainan pada pengikatan insulin dengan reseptor. Akibatnya, terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan sistem transport glukosa. %ekitar 70 2 pasien DM##$ mengalami obesitas. (arena obesitas berkaitan dengan resistensi insulin, maka kemungkinan besar gangguan toleransi glukosa dan Diabetes mellitus yang pada akhirnya terjadi pada pasien"pasien DM##$ merupakan akibat dari obesitasnya. DM tipe $ " <aktor genetik 90A ! indifidu yang memiliki tipe antigen 90A tertentu. merupakan kumpulan gen yang bertanggung ja.ab atas ! respon abnormal dimana antibodi terarah pada tubuh dengan ara bereaksi dengan jaringan

antigen trasplantasi dan proses imun lainnya "<aktor imunologi jaringan abnormal

tersebut yang dianggap sebagai jaringan asing "<aktor lingkungan ! meskipun kejaringan yang mengalami destruksi sel beta tidak dimengerti sepenuhnya namun kenyataannya bah.a kerentanan genetik merupakan faktor dasar yang melandasi proses terjadinya

"DM tipe $ "?sia ( +* tahun keatas ) "@besitas "8i.ayat keluarga "(elompok etnik $. Manifestasi K!inis (elainan kulit, gatal, bisul"bisul (elainan ginekologis, keputihan (esemutan (elemahan tubuh;somnolens 0uka atau bisul yang tidak sembuh"sembuh $nfeksi saluran kemih )oliuri, polidipsi, polifaAia. Makroangiopati Mikroangiopati! =ifropati diabetik Diabetik ketoasidosis " 8etinopati diabetik

%. Komp!i&asi -

'. Patofisio!o"i a. Diabetes Melitus %ebagian besar gambaran patologik dari DM dapat dihubungkan dengan salah satu efek utama akibat kurangnya insulin berikut! '. /erkurangnya pemakaian glukosa oleh sel sel tubuh yang mengakibatkan naiknya konsentrasi glukosa darah setinggi 100 '200 mg;dl. 2. )eningkatan mobilisasi lemak dari daerah penyimpanan lemak yang menyebabkan terjadinya metabolisme lemak yang abnormal disertai dengan endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah. 1. /erkurangnya protein dalam jaringan tubuh.

)asien pasien yang mengalami defisiensi insulin tidak dapat mempertahankan kadar glukosa plasma puasa yang normal atau toleransi sesudah makan. )ada hiperglikemia yng parah yang melebihi ambang ginjal normal ( konsentrasi glukosa darah sebesar '+0 '70 mg;'00 ml ), akan timbul glikosuria karena tubulus tubulus renalis tidak dapat menyerap kembali semua glukosa. &lukosuria ini akan mengakibatkan diuresis osmotik yang menyebabkan poliuri disertai kehilangan sodium, klorida, potasium, dan pospat. Adanya poliuri menyebabkan dehidrasi dan timbul polidipsi. Akibat glukosa yang keluar bersama urine maka pasien akan mengalami keseimbangan protein negatif dan berat badan menurun serta enderung terjadi polifagi. Akibat yang lain adalah astenia atau kekurangan energi sehingga pasien menjadi epat telah dan mengantuk yang disebabkan oleh berkurangnya atau hilangnya protein tubuh dan juga berkurangnya penggunaan karbohidrat untuk energi. 9iperglikemia yang lama akan menyebabkan arterosklerosis, penebalan membran basalis dan perubahan pada saraf perifer. $ni akan memudahkan terjadinya gangren. b. &angren (aki Diabetik Ada dua teori utama mengenai terjadinya komplikasi kronik DM akibat hiperglikemia, yaitu teori sorbitol dan teori glikosilasi. '. #eori %orbitol 9iperglikemia akan menyebabkan penumpukan kadar glukosa pada sel dan jaringan tertentu dan dapat mentransport glukosa tanpa insulin. &lukosa yang berlebihan ini tidak akan termetabolisasi habis se ara normal melalui glikolisis, tetapi sebagian dengan perantaraan enBim aldose reduktase akan diubah menjadi sorbitol. %orbitol akan tertumpuk dalam sel ; jaringan tersebut dan menyebabkan kerusakan dan perubahan fungsi. 2. #eori &likosilasi

Akibat

hiperglikemia

akan

menyebabkan

terjadinya

glikosilasi pada semua protein, terutama yang mengandung senya.a lisin. #erjadinya proses glikosilasi pada protein membran basal dapat menjelaskan semua komplikasi baik makro maupun mikro -askular. #erjadinya (aki Diabetik ((D) sendiri disebabkan oleh faktor faktor disebutkan dalam etiologi. <aktor utama yang berperan timbulnya (D adalah angiopati, neuropati dan infeksi. =europati merupakan faktor penting untuk terjadinya (D. Adanya neuropati perifer akan menyebabkan terjadinya gangguan sensorik maupun motorik. &angguan sensorik akan menyebabkan hilang atau menurunnya sensasi nyeri pada kaki, sehingga akan mengalami trauma tanpa terasa yang mengakibatkan terjadinya ulkus pada kaki gangguan motorik juga akan mengakibatkan terjadinya atrofi otot kaki, sehingga merubah titik tumpu yang menyebabkan ulsetrasi pada kaki pasien. Angiopati akan menyebabkan terganggunya aliran darah ke kaki. Apabila

sumbatan darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih besar maka penderita akan merasa sakit tungkainya sesudah ia berjalan pada jarak tertentu. Manifestasi gangguan pembuluh darah yang lain dapat berupa ! ujung kaki terasa dingin, nyeri kaki di malam hari, denyut arteri hilang, kaki menjadi pu at bila dinaikkan. Adanya angiopati tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan asupan nutrisi, oksigen (Bat asam ) serta antibiotika sehingga menyebabkan luka sulit sembuh ( 0e-in,',,1). $nfeksi sering merupakan komplikasi yang menyertai (D akibat berkurangnya aliran darah atau neuropati, sehingga faktor angiopati dan infeksi berpengaruh terhdap penyembuhan atau pengobatan dari (D. %. K!asifi&asi Cagner ( ',71 ) membagi gangren kaki diabetik menjadi enam tingkatan , yaitu !

Derajat 0 ! #idak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti 6 la., allus 6. Derajat $ Derajat $$ Derajat $$$ ! ?lkus superfisial terbatas pada kulit. ! ?lkus dalam menembus tendon dan tulang. ! Abses dalam, dengan atau tanpa osteomielitis. selulitis. Derajat D ! &angren seluruh kaki atau sebagian tungkai. %edangkan /rand (',7+) dan Card (',7:) membagi gangren kaki menjadi dua golongan ! '. (aki Diabetik akibat $skemia ( (D$ ) Disebabkan penurunan aliran darah ke tungkai akibat adanya makroangiopati ( arterosklerosis ) dari pembuluh darah besar ditungkai, terutama di daerah betis. &ambaran klinis (D$ ! - )enderita mengeluh nyeri .aktu istirahat. - )ada perabaan terasa dingin. - )ulsasi pembuluh darah kurang kuat. - Didapatkan ulkus sampai gangren. 2. (aki Diabetik akibat =europati ( (D= ) #erjadi kerusakan syaraf somatik dan otonomik, tidak ada gangguan dari sirkulasi. (linis di jumpai kaki yang kering, hangat, kesemutan, mati rasa, oedem kaki, dengan pulsasi pembuluh darah kaki teraba baik. A. Dampak masalah Adanya penyakit gangren kaki diabetik akan mempengaruhi kehidupan indi-idu dan keluarga. Adapun dampak masalah yang bisa terjadi meliputi ! a. )ada $ndi-idu

Derajat $D ! &angren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa

)ola dan gaya hidup penderita akan berubah dengan adanya penyakit ini, &ordon telah mengembangkan '' pola fungsi kesehatan yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan tersebut. '. )ola persepsi dan tata laksana hidup sehat )ada pasien gangren kaki diabetik pengetahuan tentang dampak terjadi perubahan persepsi dan tata laksana hidup sehat karena kurangnya gangren kaki diabetuk sehingga menimbulkan persepsi yang negatif terhadap dirinya dan ke enderungan untuk tidak mematuhi prosedur pengobatan dan pera.atan yang lama, oleh karena itu perlu adanya penjelasan yang benar dan mudah dimengerti pasien. 2. )ola nutrisi dan metabolisme Akibat produksi insulin tidak adekuat atau adanya defisiensi insulin maka kadar gula darah tidak dapat dipertahankan sehingga menimbulkan keluhan sering ken ing, banyak makan, banyak minum, berat badan menurun dan mudah lelah. (eadaan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan nutrisi dan metabolisme yang dapat mempengaruhi status kesehatan penderita. 1. )ola eliminasi Adanya hiperglikemia menyebabkan terjadinya diuresis osmotik yang menyebabkan pasien sering ken ing (poliuri) dan pengeluaran glukosa pada urine ( glukosuria ). )ada eliminasi al-i relatif tidak ada gangguan. 4. )ola tidur dan istirahat Adanya poliuri, nyeri pada kaki yang luka dan situasi rumah sakit yang ramai akan mempengaruhi .aktu tidur dan istirahat penderita, sehingga pola tidur dan .aktu tidur penderita mengalami perubahan. *. )ola akti-itas dan latihan

Adanya luka gangren dan kelemahan otot otot pada tungkai ba.ah menyebabkan penderita tidak mampu melaksanakan akti-itas sehari"hari se ara maksimal, penderita mudah mengalami kelelahan. +. )ola hubungan dan peran 0uka gangren yang sukar sembuh dan berbau menyebabkan penderita malu dan menarik diri dari pergaulan. :. )ola sensori dan kognitif )asien dengan gangren enderung mengalami neuropati ; mati rasa pada luka sehingga tidak peka terhadap adanya trauma. 7. )ola persepsi dan konsep diri Adanya perubahan fungsi dan struktur tubuh akan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada gambaran diri. 0uka yang sukar sembuh, lamanya pera.atan, banyaknya biaya pera.atan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami ke emasan dan gangguan peran pada keluarga ( self esteem ). ,. )ola seksual dan reproduksi Angiopati dapat terjadi pada sistem pembuluh darah di organ reproduksi sehingga menyebabkan gangguan potensi sek, gangguan kualitas maupun ereksi, serta memberi dampak pada proses ejakulasi serta orgasme. '0. )ola mekanisme stres dan koping 0amanya .aktu pera.atan, perjalanan penyakit yang kronik, perasaan tidak berdaya karena ketergantungan berupa marah, menyebabkan reaksi psikologis yang negatif

ke emasan, mudah tersinggung dan lain lain, dapat menyebabkan penderita tidak mampu menggunakan mekanisme koping yang konstruktif ; adaptif. ''. )ola tata nilai dan keper ayaan

Adanya perubahan status kesehatan dan penurunan fungsi tubuh serta luka pada kaki tidak menghambat penderita dalam melaksanakan penderita. b. Dampak pada keluarga Dengan adanya salah satu anggota keluarga yang sakit dan dira.at di rumah sakit akan mun ul berma am ma am reaksi psikologis dari kelurga, karena masalah kesehatan yang dialami oleh seorang anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Caktu pera.atan yang lama dan biaya yang banyak akan mempengaruhi keadaan ekonomi keluarga dan perubahan peran pada keluarga karena salah satu anggota keluarga tidak dapat menjalankan perannya. B. As()an &epera*atan Dalam memberikan asuhan kepera.atan pada pasien gangren kaki diabetik hendaknya dilakukan se ara komperhensif dengan menggunakan proses kepera.atan. )roses kepera.atan adalah suatu metode sistematik untuk mengkaji respon manusia terhadap masalah"masalah dan membuat ren ana kepera.atan yang bertujuan untuk mengatasi masalah masalah tersebut. Masalah"masalah kesehatan dapat berhubungan dengan klien keluarga juga orang terdekat atau masyarakat. )roses kepera.atan mendokumentasikan kontribusi pera.at dalam mengurangi ; mengatasi masalah"masalah kesehatan. )roses kepera.atan terdiri dari lima tahapan, yaitu ! pengkajian, diagnosa kepera.atan, peren anaan, pelaksanaan, dan e-aluasi. 1. Pen"&a+ian )engkajian merupakan langkah utama dan dasar utama dari proses kepera.atan yang mempunyai dua kegiatan pokok, yaitu ! a. )engumpulan data ibadah tetapi mempengaruhi pola ibadah

)engumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu dalam menentukan status kesehatan dan pola pertahanan penderita , mengidentifikasikan, kekuatan dan kebutuhan penderita yang dapt diperoleh melalui anamnese, pemeriksaan '. Anamnese a. $dentitas penderita Meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, status perka.inan, suku bangsa, nomor register, tanggal masuk rumah sakit dan diagnosa medis. b. (eluhan ?tama Adanya rasa kesemutan pada kaki ; tungkai ba.ah, rasa raba yang menurun, adanya luka yang tidak sembuh sembuh dan berbau, adanya nyeri pada luka. . 8i.ayat kesehatan sekarang /erisi tentang kapan terjadinya luka, penyebab terjadinya luka serta upaya yang telah dilakukan oleh penderita untuk mengatasinya. d. 8i.ayat kesehatan dahulu Adanya ri.ayat penyakit DM atau penyakit penyakit lain yang ada kaitannya dengan defisiensi insulin misalnya penyakit pankreas. Adanya ri.ayat penyakit jantung, obesitas, maupun arterosklerosis, tindakan medis yang pernah di dapat maupun obat"obatan yang biasa digunakan oleh penderita. e. 8i.ayat kesehatan keluarga Dari genogram keluarga biasanya terdapat salah satu anggota keluarga yang juga menderita DM atau penyakit keturunan yang dapat menyebabkan terjadinya defisiensi insulin misal hipertensi, jantung. f. 8i.ayat psikososial fisik, pemerikasaan laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya.

Meliputi informasi mengenai prilaku, perasaan dan emosi yang dialami penderita sehubungan dengan penyakitnya serta tanggapan keluarga terhadap penyakit penderita. 2. )emeriksaan fisik a. %tatus kesehatan umum Meliputi keadaan penderita, kesadaran, suara bi ara, tinggi badan, berat badan dan tanda tanda -ital. b. (epala dan leher (aji bentuk kepala, keadaan rambut, adakah pembesaran pada leher, telinga kadang"kadang berdenging, adakah gangguan pendengaran, lidah sering terasa tebal, ludah menjadi lebih kental, gigi mudah goyah, gusi mudah bengkak dan berdarah, apakah penglihatan kabur ; ganda, diplopia, lensa mata keruh. . %istem integumen #urgor kulit menurun, adanya luka atau .arna kehitaman bekas luka, kelembaban dan shu kulit di daerah sekitar ulkus dan gangren, kemerahan pada kulit sekitar luka, tekstur rambut dan kuku. d. %istem pernafasan Adakah sesak nafas, batuk, sputum, nyeri dada. )ada penderita DM mudah terjadi infeksi. e. %istem kardio-askuler )erfusi jaringan menurun, nadi perifer lemah atau berkurang, takikardi;bradikardi, hipertensi;hipotensi, aritmia, kardiomegalis. f. %istem gastrointestinal #erdapat polifagi, polidipsi, mual, muntah, diare, konstipasi, dehidrase, perubahan berat badan, peningkatan lingkar abdomen, obesitas. g. %istem urinary

)oliuri, retensio urine, inkontinensia urine, rasa panas atau sakit saat berkemih. h. %istem muskuloskeletal )enyebaran lemak, penyebaran masa otot, perubahn tinggi badan, epat lelah, lemah dan nyeri, adanya gangren di ekstrimitas. i. %istem neurologis #erjadi penurunan sensoris, parasthesia, anastesia, letargi, mengantuk, reflek lambat, ka au mental, disorientasi. 1. )emeriksaan laboratorium )emeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah ! a. )emeriksaan darah )emeriksaan darah meliputi ! &D% E 200 mg;dl, gula darah puasa E'20 mg;dl dan dua jam post prandial E 200 mg;dl. b. ?rine )emeriksaan didapatkan adanya glukosa dalam urine. )emeriksaan dilakukan dengan ara /enedi t ( reduksi ). 9asil dapat dilihat melalui perubahan .arna pada urine ! hijau ( F ), kuning ( FF ), merah ( FFF ), dan merah bata ( F FFF ). . (ultur pus Mengetahui jenis kuman pada luka dan memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis kuman. b. Analisa Data Data yang sudah terkumpul selanjutnya dikelompokan dan dilakukan analisa serta sintesa data. Dalam mengelompokan data dibedakan atas data subyektif dan data obyektif dan berpedoman pada teori Abraham Maslo. yang terdiri dari ! '. (ebutuhan dasar atau fisiologis 2. (ebutuhan rasa aman 1. (ebutuhan inta dan kasih sayang

4. (ebutuhan harga diri *. (ebutuhan aktualisasi diri Data yang telah dikelompokkan tadi di analisa sehingga dapat diambil kesimpulan penyebab, tentang yang masalah kepera.atan dalam dan kemungkinan diagnosa dapat dirumuskan bentuk

kepera.atan meliputi aktual, potensial, dan kemungkinan. 2. Dia"nosa &epera*atan Diagnosa kepera.atan adalah penilaian klinis tentang respon indi-idu, keluarga atau komunitas terhadap proses kehidupan; masalah kesehatan. Aktual atau potensial dan kemungkinan dan membutuhkan tindakan kepera.atan untuk meme ahkan masalah tersebut. Adapun diagnosa kepera.atan yang mun ul pada pasien gangren kaki diabetik adalah sebagai berikut ! '. &angguan perfusi jaringan berhubungan dengan melemahnya ; menurunnya aliran darah ke daerah gangren akibat adanya obstruksi pembuluh darah. 2. &angguan integritas jaringan berhubungan dengan adanya gangren pada ekstrimitas. 1. &angguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan iskemik jaringan. 4. (eterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan rasa nyeri pada luka. *. &angguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan yang kurang. +. )otensial terjadinya penyebaran infeksi ( sepsis ) berhubungan dengan tingginya kadar gula darah. :. Gemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. 7. (urangnya pengetahuan tentang proses penyakit, diet, pera.atan dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi. ,. &angguan gambaran diri berhubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh.

'0. &anguan pola tidur berhubungan dengan rasa nyeri pada luka di kaki. #. Peren,anaan %etelah merumuskan diagnosa kepera.atan, maka inter-ensi dan akti-itas kepera.atan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan, dan men egah masalah kepera.atan penderita. #ahapan ini disebut peren anaan kepera.atan yang meliputi penentuan prioritas, diagnosa kepera.atan, menetapkan sasaran dan tujuan, menetapkan kriteria e-aluasi dan merumuskan inter-ensi dan akti-itas kepera.atan. a. &angguan perfusi berhubungan dengan melemahnya;menurunnya aliran darah ke daerah gangren akibat adanya obstruksi pembuluh darah. #ujuan ! mempertahankan sirkulasi perifer tetap normal. (riteria 9asil ! " Denyut nadi perifer teraba kuat dan reguler " Carna kulit sekitar luka tidak pu at;sianosis " (ulit sekitar luka teraba hangat. " @edema tidak terjadi dan luka tidak bertambah parah. " %ensorik dan motorik membaik 8en ana tindakan ! '. Ajarkan pasien untuk melakukan mobilisasi 8asional ! dengan mobilisasi meningkatkan sirkulasi darah. 2. Ajarkan tentang faktor"faktor yang dapat meningkatkan aliran darah ! #inggikan kaki sedikit lebih rendah dari jantung ( posisi ele-asi pada .aktu istirahat ), hindari penyilangkan kaki, hindari balutan ketat, hindari penggunaan bantal, di belakang lutut dan sebagainya. 8asional ! meningkatkan melan arkan aliran darah balik sehingga tidak terjadi oedema. 1. Ajarkan tentang modifikasi faktor"faktor resiko berupa ! 9indari diet tinggi kolestrol, teknik relaksasi, menghentikan kebiasaan merokok, dan penggunaan obat -asokontriksi.

8asional ! kolestrol tinggi dapat memper epat terjadinya arterosklerosis, dari stres. 4. (erja sama dengan tim kesehatan lain dalam pemberian -asodilator, pemeriksaan gula darah se ara rutin dan terapi oksigen ( 9/@ ). 8asional ! pemberian -asodilator akan meningkatkan dilatasi pembuluh darah sehingga perfusi jaringan dapat diperbaiki, sedangkan pemeriksaan gula darah se ara rutin dapat mengetahui perkembangan dan keadaan pasien, 9/@ untuk memperbaiki oksigenasi daerah ulkus;gangren. b. &anguan integritas jaringan berhubungan dengan adanya gangren pada ekstrimitas. #ujuan ! #er apainya proses penyembuhan luka. (riteria hasil ! './erkurangnya oedema sekitar luka. 2. pus dan jaringan berkurang 1. Adanya jaringan granulasi. 4. /au busuk luka berkurang. 8en ana tindakan ! '. (aji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan. 8asional ! )engkajian yang tepat terhadap luka dan proses penyembuhan akan membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya. 2. 8a.at luka dengan baik dan benar ! membersihkan luka se ara abseptik menggunakan larutan yang tidak iritatif, angkat sisa balutan yang menempel pada luka dan nekrotomi jaringan yang mati. 8asional ! mera.at luka dengan teknik aseptik, dapat menjaga kontaminasi luka dan larutan yang iritatif akan merusak jaringan merokok dapat menyebabkan terjadinya -asokontriksi pembuluh darah, relaksasi untuk mengurangi efek

granulasi tyang timbul, sisa balutan jaringan nekrosis dapat menghambat proses granulasi. 1. (olaborasi dengan dokter untuk pemberian insulin, pemeriksaan kultur pus pemeriksaan gula darah pemberian anti biotik. 8asional ! insulin akan menurunkan kadar gula darah, pemeriksaan kultur pus untuk mengetahui jenis kuman dan anti biotik yang tepat untuk pengobatan, pemeriksaan kadar gula darahuntuk mengetahui perkembangan penyakit. . &anguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan iskemik jaringan. #ujuan ! rasa nyeri hilang;berkurang (riteria hasil ! '.)enderita se ara -erbal mengatakan nyeri berkurang;hilang . 2. )enderita dapat melakukan metode atau tindakan untuk mengatasi atau mengurangi nyeri . 4. )ergerakan penderita bertambah luas. *. #idak ada keringat dingin, ##D dalam batas normal.( % ! 1+ 1:,* 0G, =! +0 70 > ;menit, # ! '00 '10 mm9g, 88 ! '7 20 > ;menit ). 8en ana tindakan ! '. (aji tingkat, frekuensi, dan reaksi nyeri yang dialami pasien. 8asional ! untuk mengetahui berapa berat nyeri yang dialami pasien. 2. 3elaskan pada pasien tentang sebab"sebab timbulnya nyeri. 8asional ! pemahaman pasien tentang penyebab nyeri yang terjadi akan mengurangi ketegangan pasien dan memudahkan pasien untuk diajak bekerjasama dalam melakukan tindakan. 1. Giptakan lingkungan yang tenang. 8asional ! 8angasanga yang berlebihan dari lingkungan akan memperberat rasa nyeri. 4. Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.

8asional ! #eknik distraksi dan relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien. *. Atur posisi pasien senyaman mungkin sesuai keinginan pasien. 8asional ! )osisi yang nyaman akan membantu memberikan kesempatan pada otot untuk relaksasi seoptimal mungkin. +. 0akukan massage dan kompres luka dengan /CG saat ra.at luka. 8asional ! massage dapat meningkatkan -askulerisasi dan pengeluaran pus sedangkan /CG sebagai desinfektan yang dapat memberikan rasa nyaman. :. (olaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. 8asional ! @bat obat analgesik dapat membantu mengurangi nyeri pasien. d. (eterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan rasa nyeri pada luka di kaki. #ujuan ! )asien dapat men apai tingkat kemampuan akti-itas yang optimal. (riteria 9asil ! '. )ergerakan paien bertambah luas 2. )asien dapat melaksanakan akti-itas sesuai dengan kemampuan ( duduk, berdiri, berjalan ). 1. 8asa nyeri berkurang. 4. )asien dapat memenuhi kebutuhan sendiri se ara bertahap sesuai dengan kemampuan. 8en ana tindakan ! '. (aji dan identifikasi tingkat kekuatan otot pada kaki pasien. 8asional ! ?ntuk mengetahui derajat kekuatan otot"otot kaki pasien. 2. /eri penjelasan tentang pentingnya melakukan akti-itas untuk menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal. 8asional ! )asien mengerti pentingnya akti-itas sehingga dapat kooperatif dalam tindakan kepera.atan.

1. Anjurkan pasien untuk menggerakkan;mengangkat ekstrimitas ba.ah sesui kemampuan. 8asional ! ?ntuk melatih otot otot kaki sehingg berfungsi dengan baik. 4. /antu pasien dalam memenuhi kebutuhannya. 8asional ! Agar kebutuhan pasien tetap dapat terpenuhi. *. (erja sama dengan tim kesehatan lain ! dokter ( pemberian analgesik ) dan tenaga fisioterapi. 8asional ! Analgesik dapat membantu mengurangi rasa nyeri, fisioterapi untuk melatih pasien melakukan akti-itas se ara bertahap dan benar. e. &angguan pemenuhan nutrisi (kurang dari) kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan yang kurang. #ujuan ! (ebutuhan nutrisi dapat terpenuhi (riteria hasil ! '. /erat badan dan tinggi badan ideal. 2. )asien mematuhi dietnya. 1. (adar gula darah dalam batas normal. 4. 8en ana #indakan ! '. (aji status nutrisi dan kebiasaan makan. 8asional ! ?ntuk mengetahui tentang keadaan dan kebutuhan nutrisi pasien sehingga dapat diberikan tindakan dan pengaturan diet yang adekuat. 2. Anjurkan pasien untuk mematuhi diet yang telah diprogramkan. 8asional ! (epatuhan terhadap diet dapat men egah komplikasi terjadinya hipoglikemia;hiperglikemia. 1. #imbang berat badan setiap seminggu sekali. 8asional ! Mengetahui perkembangan berat badan pasien ( berat badan merupakan salah satu indikasi untuk menentukan diet ). 4. $dentifikasi perubahan pola makan. #idak ada tanda"tanda hiperglikemia;hipoglikemia.

8asional ! Mengetahui apakah pasien telah melaksanakan program diet yang ditetapkan. *. (erja sama dengan tim kesehatan lain untuk pemberian insulin dan diet diabetik. 8asional ! )emberian insulin akan meningkatkan pemasukan glukosa ke dalam jaringan sehingga gula darah menurun,pemberian diet yang sesuai dapat memper epat penurunan gula darah dan men egah komplikasi. f. )otensial terjadinya penyebaran infeksi ( sepsis) berhubungan dengan tinggi kadar gula darah. #ujuan ! #idak terjadi penyebaran infeksi (sepsis). (riteria 9asil !'. #anda"tanda infeksi tidak ada. 2. #anda"tanda -ital dalam batas normal ( % ! 1+ 1:,*0G ) 1. (eadaan luka baik dan kadar gula darah normal. 8en ana tindakan ! '. (aji adanya tanda"tanda penyebaran infeksi pada luka. 8asional ! )engkajian yang tepat tentang tanda"tanda penyebaran infeksi dapat membantu menentukan tindakan selanjutnya. 2. Anjurkan kepada pasien dan keluarga untuk selalu menjaga kebersihan diri selama pera.atan. 8asional ! (ebersihan diri yang baik merupakan salah satu ara untuk men egah infeksi kuman. 1. 0akukan pera.atan luka se ara aseptik. 8asional ! untuk men egah kontaminasi luka dan penyebaran infeksi. 4. Anjurkan pada pasien agar menaati diet, latihan fisik, pengobatan yang ditetapkan. 8asional ! Diet yang tepat, latihan fisik yang ukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh, pengobatan yang tepat,

memper epat

penyembuhan

sehingga

memperke il

kemungkinan terjadi penyebaran infeksi. *. (olaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotika dan insulin. 8asional ! Antibiotika dapat menbunuh kuman, pemberian insulin akan menurunkan kadar gula dalam darah sehingga proses penyembuhan. g. Gemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. #ujuan ! rasa emas berkurang;hilang. (riteria 9asil ! ke emasan. 2. Hmosi stabil., pasien tenang. 1. $stirahat ukup. 8en ana tindakan ! '. (aji tingkat ke emasan yang dialami oleh pasien. 8asional ! ?ntuk menentukan tingkat ke emasan yang dialami pasien sehingga pera.at bisa memberikan inter-ensi yang epat dan tepat. 2. /eri kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan rasa emasnya. 8asional ! Dapat meringankan beban pikiran pasien. 1. &unakan komunikasi terapeutik. 8asional ! Agar terbina rasa saling per aya antar pera.at"pasien sehingga pasien kooperatif dalam tindakan kepera.atan. 4. /eri informasi yang akurat tentang proses penyakit dan anjurkan pasien untuk ikut serta dalam tindakan kepera.atan. 8asional ! $nformasi yang akurat tentang penyakitnya dan keikutsertaan pasien dalam melakukan tindakan dapat mengurangi beban pikiran pasien. '. )asien dapat mengidentifikasikan sebab

*. /erikan keyakinan pada pasien bah.a pera.at, dokter, dan tim kesehatan lain selalu berusaha memberikan pertolongan yang terbaik dan seoptimal mungkin. 8asional ! %ikap positif dari timkesehatan akan membantu menurunkan ke emasan yang dirasakan pasien. +. /erikan kesempatan pada keluarga untuk mendampingi pasien se ara bergantian. 8asional ! )asien akan merasa lebih tenang bila ada anggota keluarga yang menunggu. :. Giptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. 8asional ! lingkung yang tenang dan nyaman dapat membantu mengurangi rasa emas pasien. h. (urangnya pengetahuan tentang proses penyakit, diet, pera.atan, dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi. #ujuan ! )asien memperoleh informasi yang jelas dan benar tentang penyakitnya. (riteria 9asil ! '. )asien mengetahui tentang proses penyakit, diet, pera.atan dan pengobatannya dan dapat menjelaskan kembali bila ditanya. 2. )asien dapat melakukan pera.atan diri sendiri berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. 8en ana #indakan ! '. (aji tingkat pengetahuan pasien;keluarga tentang penyakit DM dan gangren. 8asional ! ?ntuk memberikan informasi pada pasien;keluarga, pera.at perlu mengetahui sejauh mana informasi atau pengetahuan yang diketahui pasien;keluarga. 2. (aji latar belakang pendidikan pasien. 8asional ! Agar pera.at dapat memberikan penjelasan dengan menggunakan kata"kata dan kalimat yang dapat dimengerti pasien sesuai tingkat pendidikan pasien.

1. 3elaskan tentang proses penyakit, diet, pera.atan dan pengobatan pada pasien dengan bahasa dan kata"kata yang mudah dimengerti. 8asional ! Agar informasi dapat diterima dengan mudah dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. 4. 3elasakan prosedur yang kan dilakukan, manfaatnya bagi pasien dan libatkan pasien didalamnya. 8asional ! Dengan penjelasdan yang ada dan ikut se ra langsung dalam tindakan yang dilakukan, pasien akan lebih kooperatif dan emasnya berkurang. *. &unakan gambar"gambar dalam memberikan penjelasan ( jika ada ; memungkinkan). 8asional ! gambar"gambar dapat membantu mengingat penjelasan yang telah diberikan. i. &angguan gambaran diri berhubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh. #ujuan ! )asien dapat menerima perubahan bentuk salah satu anggota tubuhnya se ar positif. (riteria 9asil ! '. )asien mau berinteraksi dan beradaptasi dengan #anpa rasa malu dan rendah diri. 2. )asien yakin akan kemampuan yang dimiliki. 8en ana tindakan ! '. (aji perasaan;persepsi pasien tentang perubahan gambaran diri berhubungan dengan keadaan anggota tubuhnya yang kurang berfungsi se ara normal. 8asional ! Mengetahui adanya rasa negatif pasien terhadap dirinya. 2. 0akukan pendekatan dan bina hubungan saling per aya dengan pasien. 8asional ! Memudahkan dalm menggali permasalahan pasien. 1. #unjukkan rasa empati, perhatian dan penerimaan pada pasien. lingkungan.

8asional ! )asien akan merasa dirinya di hargai. 4. /antu pasien untuk mengadakan hubungan dengan orang lain. 8asional ! dapat meningkatkan kemampuan dalam mengadakan hubungan dengan orang lain dan menghilangkan perasaan terisolasi. *. /eri kesempatan kepada pasien untuk mengekspresikan perasaan kehilangan. 8asional ! ?ntuk mendapatkan dukungan dalam proses berkabung yang normal. +. /eri dorongan pasien untuk berpartisipasi dalam pera.atan diri dan hargai peme ahan masalah yang konstruktif dari pasien. 8asional ! ?ntuk meningkatkan perilaku yang adiktif dari pasien. j. &angguan pola tidur berhubungan dengan rasa nyeri pada luka di kaki. #ujuan ! &angguan pola tidur pasien akan teratasi. (riteria hasil ! '. )asien mudah tidur dalam .aktu 10 40 menit. 2. )asien tenang dan .ajah segar. 1. )asien mengungkapkan dapat beristirahat dengan ukup. 8en ana tindakan ! '. Giptakan lingkungan yang nyaman dan tenang. 8asional ! 0ingkungan yang nyaman dapat membantu meningkatkan tidur;istirahat. 2. (aji tentang kebiasaan tidur pasien di rumah. 8asional ! mengetahui perubahan dari hal"hal yang merupakan kebiasaan pasien ketika tidur akan mempengaruhi pola tidur pasien. 1. (aji adanya faktor penyebab gangguan pola tidur yang lain seperti emas, efek obat"obatan dan suasana ramai. 8asional ! Mengetahui faktor penyebab gangguan pola tidur yang lain dialami dan dirasakan pasien. 4. Anjurkan pasien untuk menggunakan pengantar tidur dan teknik relaksasi .

8asional ! )engantar tidur akan memudahkan pasien dalam jatuh dalam tidur, teknik relaksasi akan mengurangi ketegangan dan rasa nyeri. *. (aji tanda"tanda kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur pasien. 8asional ! ?ntuk mengetahui terpenuhi atau tidaknya kebutuhan tidur pasien akibat gangguan pola tidur sehingga dapat diambil tindakan yang tepat. $. Pe!a&sanaan )elaksanaan adalah tahap pelaksananan terhadap ren ana tindakan kepera.atan yang telah ditetapkan untuk pera.at bersama pasien. $mplementasi dilaksanakan sesuai dengan ren ana setelah dilakukan -alidasi, disamping itu juga dibutuhkan ketrampilan interpersonal, intelektual, teknikal yang dilakukan dengan ermat dan efisien pada situasi yang tepat dengan selalu memperhatikan keamanan fisik dan psikologis. %etelah selesai implementasi, dilakukan dokumentasi yang meliputi inter-ensi yang sudah dilakukan dan bagaimana respon pasien. %. E-a!(asi H-aluasi merupakan tahap terakhir dari proses kepera.atan. (egiatan e-aluasi ini adalah membandingkan hasil yang telah di apai setelah implementasi kepera.atan dengan tujuan yang diharapkan dalam peren anaan. )era.at mempunyai tiga alternatif dalam menentukan sejauh mana tujuan ter apai! '. /erhasil ! prilaku pasien sesuai pernyatan tujuan dalam .aktu atau tanggal yang ditetapkan di tujuan. 2. #er apai sebagian ! pasien menunujukan prilaku tetapi tidak sebaik yang ditentukan dalam pernyataan tujuan. 1. /elum ter apai. ! pasien tidak mampu sama sekali menunjukkan prilaku yang diharapakan sesuai dengan pernyataan tujuan.