Anda di halaman 1dari 6

PENGENALAN TEKNIK DASAR MIKROBILOGI (Metode Aseptik) I. Tujuan Percobaan a.

Menentukan banyak nya koloni yang terbentuk pada setiap media dan metode yang digunakan (Jarum Ose dan Batang L) Teori Dasar Sudah menjadi suatu keharusan metode aseptic digunakan jika ingin bekerja dengan kultur murni agar tidak terkontaminasi oleh organisme lain seperti, mikroorganisme. Organisme tersebut dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi lingkungan sehingga mikroorganisme merupakan kontaminan tertinggi yang hanya dapat dicegah dengan metode aseptic. Metode aseptic ini juga merupakan cara yang aman untuk bekerja dengan mikro organisme. III. Data Pengamatan Prosedur Pengamatan Penyiapan Terkontaminasi media padat pada cawan petri

II.

Hasil

Menggunak an jarum ose

Tumbuh koloni dan tidak terkontaminasi

Menggunak an batang L

Muncul kontaminan

Aqudes

Muncul kolonikoloni

Air Keran

Kedua-duanya menghasilkan koloni

IV.

Pembahasan Metode aseptik sangat di butuhkan jika kita bekerja dengan mikroorganisme. Sasarannya adalah pada saat menumbuhkan bakteri yang tumbuh hanyalah bakteri yang kita inginkan tanpa munculnya bakteri lain. Pada percobaan ini salah satu metode aseptic yang digunakan adalah autoclave. Metode tersebut dilakukan untuk mensucihamakan (sterilisasi) berbagai peralatan kerja yang akan digunakan dalam percobaan dengan. Sterilisasi dilakukan dengen memberikan tekanan sebesar 2 atm dan suhu sebesar 121oC. Tekanan dan suhu yang tinggi tersebut mampu mengancurkan sel-sel mikroorganisme lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan pemanasan biasa pada udara terbuka. Jika tekanan 1 atm di atas permukaan laut air akan mendidih pada 100 C maka dengan suhu 121 C dan tekanan 2 atm semua organisme bisa dipastikan akan mati. Ada beberapa peralatan yang tidak mungkin di sterilisasi dengan menggunakan autoclacve seperti meja kerja, tangan dan beberapa peralatan lainnya. Alat-alat tersebut bisa disterilisasi dengan menggunakan alcohol 70%. Alcohol 70% tersebut dapat mendenaturasi protein dan mikroorganisme pengganggu sperti kuman serta dapat menghambat pertumbuhan jamur. Keuntungannya menggunakan alhokol 70% ini adalah mudah didapat dan harganya terjangkau, kekurangannnya adalah alcohol mudah menguap dan mudah terbakar. Percobaan pertama yang dilakukan adalah penyiapan media padat pada cawan petri. Setelah di inkubasi pada 37 c selama satu hari muncul kontaminasi sperti jamur. Kontaminasi tersebut dapat terjadi akibat kondisi kerja yang belum steril. Misalnya angan yang belum tersucihamakan secara sempurna dengan alcohol 70%. Idealnya waktu inkubasi itu sekitar 16-18 jam agar dipastikan semua mikroorganisme dapat tumbuh. Percobaann selanjutnya yaitu menggunakan jarum ose untuk penumbuhan bakteri E.Coli pada agar miring. Jarum ose memiliki kesamaan bentuk dengan kawat Ni-Cr dengan ujung berbentuk lingkaran. Agar miring merupakan media padat pada tabung reaksi kimia yang saat pendinginan nya di miringkan. Karena luar tabung reaksi yang kecil maka agar dibuat miring agar luas permukaan menjadi lebih luas untuk pertumbuhan bakteri. Teknik yang digunakan adalah streaking atau pengoresan bakteri yang akan ditumbuhkan ke agar miring. Sebelum penggunaan, jarum ose harus dicelupkan pada etanol dan dipanaskan dengan api hingga membara agar tidak ada kontaminan yang muncul pada agar miring. Bakteri yang akan ditumbuhkan kemudian dicongkel dengan jarum ose lalu di goreskan ke agar miring secara zigzag agar semakin banyak bakteri yang tumbuh. Dari hasil percobaan, berhasil ditumbuhkan bakteri E.coli pada agar miring . Metode yang digunakan selanjutnya adalah menggunakan batang L pada media padat di cawan petri. Teknik yang digunakan pada penggunaan batang L adalah spreading atau penyebaran. Keuntungan dari metode ini adalah luas bidang pertumbuhan bakteri lebih tinggi. Sebelum digunakan, batang L dicelup di etanol dan dibakar dengan api. Penempatan sampel air dilakukan dengan pipet mikro sedangkan yang tangan cukup di totolkan saja. Dari hasil percobaan, semua

media menghasilkan koloni-koloni baik jamur maupun bakteri. Pada sampel tangan yang telah di beri alcohol pun muncul koloni-koloni bakteri. Hal ini bisa disebabkan oleh proses pembersihan tangan yang kurang sempurna. Semua pengerjaan diatas dilakukan didekat api. Diusahakan api yang digunakan berwarna biru. Hal ini bertujuan agar tidak ada kontaminan-kontaminan yang tidak diinginkan muncul pada media padat.

V.

VI.

Kesimpulan a. Pada pembuatan media padat terdapat 1 buah kontaminan (1 koloni) Pada penggunaan Jarum ose, agar miring berhasil di tumbuhi koloni bakteri yng cukup banyak. Pada penggunaan Batang L : Sampel Aquades : 5 koloni Sampel Air keran : Banyak Koloni Tangan tanpa dan dengan alcohol : muncul Koloni Daftar Pustaka Hadioetomo,R.S.1993.Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.Granedia,Jakarta