Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KE-1

MATA KULIAH NILAI AWAL SYARAT BATAS


Kelompok:
1. Kiki Rizky Widyastini (060469)
2. Siti Muslihah (060481)

PERSAMAAN INTEGRAL LEGENDRE


Sekelompok integrasi numerik atau formula kuadratur dikenal sebagai
persamaan Ne wton-Cotes. Satu karakteristik formula ini adalah perkiraan
integral, yang didasarkan pada harga – harga fungsi berspasi genap
Konsekuensinya, letak titik – titik basis yang dipakai telah ditentukan atau
tetap.
Misalnya, seperti dijelaskan, aturan trapesium didasarkan pada
pengambilan luas dibawah garis lurus yang menghubungkan harga – harga
fungsi pada kedua ujung interval integrasi. Formula yang dipakai untuk
mencari luas ini adalah :
f (b) + f (a )
I ≈ (b − a ) (1)
2
di mana a dan b adalah batas – batas integrasi, dan b – a adalah lebar interval
integrasi. Karena aturan trapesium harus melewati titik – titik ujung, dimana
formula tersebut menghasilkan suatu kesalahan yang besar.
Sekarang misalkan kendala dari titik – titik basis yang tetap ini
diperbaiki dan kita bebas untuk me ngevaluasi luas dibawah suatu garis lurus
yang me nghubungkan sembarang dua titik p-ada kurva. Dengan menempatkan
titik – titik ini secara bijaksana, dapat didefinisikan suatu garis lurus yang akan
mengimbangi kesalahan positif dan negatif. Jadi akan tiba pada suatu
perkiraan integral yang diperbaiki.
Kuadratur gauss adalah nama untuk suatu jenis teknik guna
melaksanakan strategi. Formula kuadratur gauss tertentu yang dije laskan
dalam pasal ini disebut formula Gauss-Legendre, sebelum menjelaskan
pendekatan ini, akan diperlihatkan bagaimana formula integrasi numerik, seperti
aturan trapesium, dapat diturunkan dengan mempergunakan metode koefisien
tidak tertentu. Metode ini kemudian akan dilaksanakan untuk mengembangkan
formula Gauss-Legendre.

1. Metode Koefisien Tidak Tertentu


Diatas telah dijelaskan bahwa penurunan aturan trapesium
menggunakan integrasi suatu polinomial interpolasi linier dan dengan pengertian
geometrik. Metode koefisien tidak tertentu menawarkan suatu pendekatan ketiga
yang juga mempunyai manfaat dalam menurunkan teknik integrasi lainnya, seperti
kuadrat gauss.
Untuk menggambarkan pendekatan yang demikian, persamaan (1)
dinyatakan sebagai:
c1 f ( a ) + c 2 f (b) (2)
dimana setiap c adalah konstanta. Sekarang disadari bahwa aturan trapesium akan
mengandung hasil – hasil yang eksak, jika fungsi yang tengah diintegrasikan adalah
sebuah konstanta atau sebuah garis lurus. Dua persamaan sederhana yang
memperlihatkan hal ini adalah y = 1 dan y =x. Jadi, kesepadanan di bawah ini dapat
di pegang:
( b −a ) / 2

c1 f ( a ) +c 2 f (b) = ∫1dx
−( b −a ) / 2
dan

( b −a ) / 2

c1 f (a ) + c 2 f (b) = ∫ xdx
−( b −a ) / 2

Atau dengan mengevaluasi integral:


c1 f (a ) + c 2 f (b) = b − a dan

( b −a ) / 2

c1 f ( a ) +c 2 f (b) = ∫1dx
−( b −a ) / 2

keduanya adalah persamaan – persamaan dengan dua yang tidak diketahui yang
dapat diselesaikan untuk:
b−a
c1 = c 2 =
2
dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam persamaan (2),memberikan
b −a b −a
I = f (a ) + f (b)
2 2
yang ekuivalen dengan aturan trapesium.

2. Penurunan Formula Dua Titik Gauss-Legendre


Seperti halnya penurunan aturan trapesium di atas, tujuan kuadratur gauss
adalah untuk menentukan koefisien – koefisien suatu persamaan dalam bentuk:
I ≈ c1 f ( x1 ) + c 2 f ( x 2 ) (3)
di mana setiap c adalah koefisien yang ridak diketahui. Akan tetapi bertentangan
dengan aturan trapesium yang menggunakan titik – titik tetap pada ujung a dan b,
argumen – argumen fungsi x1 dan x2 tidak tetap pada titik – titik ujung, kecuali yang
tidak diketahui. Jadi, dipunyai sejumlah empat yang tidak diketahui dan harus
dievaluasikan, serta konsekuensinya, memerlukan empat kondisi untuk menentukan
secara eksak.
Sebagaimana halnya aturan trapesium, dapat diperoleh dua dari kondisi ini
dengan menganggap bahwa persamaan (3) cocok untuk integral sebuah konstanta
dan sebuah fungsi linier secara tepat. Kemudian, untuk sampai pada kondisi lainnya,
kita memperluas penalaran ini secara gamblang dengan menganggap bahwa ia juga
cocok untuk integral sebuah fungsi parabola (y = x2). Dengan melakukan ini.kita
menentukan keempat buah harga yang tidak diketahui dan dalam penawaran
menurunkan sebuah formula integrasi dua titik linier yang eksak untuk kubik. Empat
persamaan yang akan diselesaikan tersebut adalah:
1
c1 f ( x1 ) + c 2 f ( x 2 ) = ∫1dx = 2 (4)
−1

1
c1 f ( x1 ) + c 2 f ( x 2 ) = ∫ xdx = 0 (5)
−1

1
2
c1 f ( x1 ) + c 2 f ( x 2 ) = ∫ x 2 dx = (6)
−1
3
1
c1 f ( x1 ) + c 2 f ( x 2 ) = ∫ x 3 dx = 0 (7)
−1

Persamaan (4) sampai (7) dapat diselesaikan secara simultan untuk:


c1 = c 2 = 1
1
Jelas: x1 = − = −0,577350269 ....
3
1
x1 = = 0,577350269 ....
3
yang dapat dimasukkan kedalam persamaan (3) agar memenuhi formula Gauss-
Legendre dua titik:
1  1 
I ≈ + f   (8)
3  3
Jadi, kita tiba pada hasil yang menarik bahwa penambahan sederhana harga –harga
fungsi pada x =1 / 3 dan −1 / 3 mengandung suatu perkiraan integral yang akurat
sampai orde ketiga.
Perhatikan, batas integrasi dalam persamaan (4) sampai (7) adalah dari 1
sampai 1. Ini dilakukan guna mempermudah aritmetika dan membuat formulasi
seumum mungkin. Suatu perubahan variable sederhana dapat dipakai untuk
menerjemahkan batas lain integrasi ke dalam bentuk ini. Ini dilakukan dengan
menganggap bahwa sebuah variable baru xd dihubungkan dengan variable semua x
dalam suatu bentuk linier, seperti pada:
X = a0 + a1xd (9)
Kalau batas terbawah, x = a, bersesuaian terhadap xd = -1, harga – harga ini dapat
dimasukkan ke dalam persamaan (9) agar memenuhi :
a = a0 + a1(-1). (10)
sama halnya, batas teratas, x = b, bersesuaian terhadap xd = -1, untuk memberikan:
b = b0 + b1(-1). (11)
persamaan (10) dan (11) dapat diselesaikan secara simultan untuk :
b+a
a0 = (12)
2
dan
b+a
a0 = (13)
2
yang dapat dimasukkan kedalam persamaan (9) sehingga :
(b + a ) + (b − a ) x d
x= (14)
2
Persamaan ini dapat dideferensiasikan dan memberikan :
b −a
dx = dx d
2
harga x dan dx dari persamaan – persamaan (13) dan (14) masing – masing dapat di
masukkan ke dalam persamaan tersebut untuk diintegrasikan. Subsitusi ini secara
efektif memindahkan interval integrasi tanpa mengubah harga integral.