Anda di halaman 1dari 2

Asam hialuronat disebut juga HA, atau sodium hialuronat.

Merupakan glikosamoniglikan yang terdapat secara alamiah didalam tubuh manusia, di jaringan ikat, juga merupakan unsur utama cairan synovial, Whartons jelly tali pusat, badan virerus mata, kartilago dan jaringan ikat longgar. Sifatnya menahan air dalam jumlah besar dan mengisi ruangan sehingga menjadi bantalan atu pelumas struktur lain (Lesson, 1996 ; Murray et al, 2003) Asam hialuronat terdiri atas unit rantai disakarida berulang dan mengandung glucoronic dan N-acetylglucoisamine. Komponen antar sel pada jaringan ikat terdiri atas : 1. Serabut atau serat : serabut kolagen, retikular dan elastis 2. Substansi dasar , merupakan gel amorf yang transparan yang terdiri dari glikoprotein dan glukosaminoglikan, yaitu polisakarida yang mengandung gula amino. Sebagian besar glikosaminoglikan terikat secara kolagen dengan protein sebagai proteoglikan. Proteoglikan terpenting dalam jaringan ikat adalah asam hialuronat. 3. Sel-sel, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu sel tetap atau yang terdapat pada jaringan dimana diemukan sel tersebut, seperti : sel mesenkimal, fibroblast, sel retikular, serta sel adiposa dan kelompok yang lainnya adalah sel yang bermigrasi, biasanya dari pembuluh darah atau tulang (bone marrow), contohnya : mast sel. Makrofag, sel plasma, dan sel derivatepembuluh darah lainnya (Van Rensburg, 1995 ; Paulsen, 1993 ; Junqueira 1992 ) Matriks ekstrasel mempengaruhi secara nyata pertumbuhan dan fungsi sel. Matrik ekstrasel terdiri dari protein structural fibrosa ( misalnya kolagen ) dan glikoprotein adesif yang terbenam dalam gel proteoglikan serta hialuronan. Makromolekul ini terikat menjadi suatu matriks interstisial yang terdapat di dalam ruang antar sel atau menjadi membran basalis yang berdekatan dengan membrane plasma sel (mitchell,2009) Komponen matrik ekstrasel ini memiliki sebuah protein inti yang terikat pada satu atau lebih polisakarida yang disebut glikosaminoglikan, yaitu suatu polimer yang panjang dari disakarida yang sudah termodifikasi (misal heparin sulfat). Proteoglikan dapat pula berupa protein membran yang integral (misalnya sindekan). Sedangkan hialuronat merupakan molekul protein berukuran besar dengan banyak ulangan disakarida, molekul protein ini berfungsi sebagai ligan untuk reseptor pemukaan sel dan protein inti lainnya. Hialuronat akan mengikat sejumlah besar air sehingga memberikan turgornya kepada matriks ekstrasel dan kemampuan untuk bertahan terhadap kompresi (Mitchell, 2009) Asam hialuronat mudah berikatan dengan air, hal ini penting untuk pertukaran bahan antar sel jaringan dan plasma darah. Asam hialuronat dihidrolisis oleh enzim hialuronidase, yang mengurangi viskositas bahan tersebut (Lesson et al, 1996).

Asam hialuronat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kolagen pada jaringan ikat. Protein penghubung secara nonkovalen mengikat protein inti proteoglikan secara elektrostatik berikatan pada serabut kolagen sehingga membentuk matriks berikatan silang (Murray et al, 2003) Asam hialuronat ini disekresi selama perbaikan jaringan. Produksi asam hialuronat oleh fibroblast selama tahap proleferasi dapat merangsang penyembuhan luka, migrasi dan mitosis dari fibriblas dan sel epitel (MacKay, 2003) Di dalam sel asam hialuronat di bentuk di bagian yang bernama badan golgi. Selain berfungsi mengemas molekul di dalam sel, badan golgi berfungsi untuk menghasilkan kaarbohidrat yang tidak di produksi di dalam retikulum endoplasma. Karbohidrat yang di maksud adalah Asam hialuronat

Gel asam hialuronat terdapat di semua organ, tetapi lebih banyak di jaringan mesnkimal, seperti jaringan ikat, pembuluh darah dan pembuluh limfe. Bahan-bahan yang beredar melewati darah dan sel jaringan harus berdifusi melalui gel ini, yang tidak merintangi lewatnya bahan anorganik kecil, air, glukosa dan asam amino, tetapi merupakan penghalang untuk molekul yang lebih besar seperti protein, benda asing, bakteri dan virus. Enzim hialuronidase dapat mempercepat penyebaran bahan-bahan tersebut dengan menghidrolisis asam hialuronat (Topazian, 2002). Protein penghubung secara nonkovalen mengikat protein inti proteoglikan pada molekul linier asam hialuronat. Rantai samping kondrotin sulfat proteoglikan secara elektrostatik berikatan pada serabut kolagen, sehingga membentuk matriks berikatan silang (Muray et al, 2006) Asam hialurnat berperan penting dalam mempengaruhi kecepatan migrasil selsel proses penutupan luka, inflamasi, angiogenesis, r eepitelialisasi dan poliferasi sel-sel (Gomes, 2003)