Anda di halaman 1dari 5

PENENTUAN KADAR KLORIDA

Disusun oleh: AISAH 1112016200010

Kelompok 4: Dini wulandari Dita khoerunnisa Fitri Ramadhiani Ahmad Yandi RF 1112016200004 1112016200030 1112016200022 1112016200026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

ABSTRAK Klorida merupakan salah satu anion yang sangat penting berperan dalam asam hidroklorida ataupun pengaturan keseimbangan asam-basa. Pada percobaan ini bertujuan untuk

menerapkan gravimetri dalam penentuan kadar klorida dan juga menentukan kadar klorida dalam sampel.Penentuan kadar klorida menggunakan titrasi argentometri dan setelah itu mengunakan metode gravimetri.Metode analisis gravimetri adalah suatu metode analisis yang didasarkan pada pengukuran berat, yang melibatkan: pembentukan, isolasi dan pengukuran berat dari suatu endapan. Berdasarkan dari data hasil perhitungan gravimetri diperoleh kadar klorida sebesar 2,1% dan faktor gravimetrinya yaitu 0,25.

PENDAHULUAN Analisa gravimetri atau analisa kuantitatif berdasarkan bobot, adalah prosesisolasi serta penimbangan suatu unsur atau suatu senyawaan tertentu dari unsur tersebut, dalam bentuk yang semurni mungkin. Unsur atau senyawan ini dipisahkan dari suatu porsi zat yang sedang diselidiki, yang telah ditimbang. Sebagian besar penetapan-penetapan pada analisis gravimetri menyangkut pengubahan unsur atau radikal yang akan ditetapkan menjadi sebuah senyawaan yang murni dan stabil, yang dapat dengan mudah diubah menjadi satu bentuk yang sesuai untuk ditimbang. (Vogel, 1994) Klorida merupakan anion terbesar dalm cairan ekstraseluler sangat sedikit ditemukan dalam cairan intraseluler. Kadar klorida normal dalam serum adalah 95-105 mEq/L. Klorida sangat penting dalam produksi asam hidroklorida (HCL) di lambung. Seperti halnya natrium, klorida berperan dalam mempertahankan tekanan osmotik darah. Selain itu, klorida penting dalam pengaturan keseimbangan asam-basa. Dalam hal ini, klorida berperan sebagai buffer pada proses pertukaran oksigen dan karbondioksida didalam darah merah ( Anas, 2004). Pengendapan dilakukan sedemikian rupa sehingga memudahkan proses pemisahannya, misal: Ag diendapkan sebagai AgCl, dikeringkan pada suhu 1300 C kemudian ditimbang sebagai AgCl atau Zn diendapkan sebagai Zn(NH4)PO4 6H2Oselanjutnya ditimbang dan dibakar sebagai ZnP2O7. Aspek yang penting dan perlu diperhatikan pada metode tersebut adalah endapannya mempunyaikelarutan yang kecil sekali dan dapat dipisahkan secara filtrasi. Sifat fisik endapan sedemikian rupa, sehingga mudah dipisahkan dari larutannya

dengan filtrasi, dapat dicuci untuk menghilangkan pengotor, ukuran partikelnya cukup besar serta endapan dapat diubah menjadi zat murni dengan komposisi kimia tertentu. Tingkat pengendapan = k (khopkar, 1990). Terbentuknya endapan dimulai dari terbentuknya larutan lewat jenuh (super saturated solution). Nukleasi, sejumlah partikel (ion, atom atau molekul) membentuk inti mikroskopik dari fasa padat, semakin tinggi derajat lewat jenuh, semakin besar laju nukleasi. Pembentukan nukleasi dapat secara langsung atau dengan induksi( widiarto, 2009). Mencuci endapan adalah menghilangkan kontaminasi pada permukaan. Komposisi larutan pencuci tergantung pada kecenderungan terjadinya peptisasi. Untuk pencucian digunakan larutan elektrolit kuat, dan dia harus mengandung ion sejenis dwngan endapan untuk mengurangi kelarutan endapan. Larutan tersebut juga harus mudah menguap agar mudah untuk menimbang endapannya (khopkar, 1990). Endapan mungkin mengandung air akibat adsorbsi, oklusi, penyerapan dan hidrasi. Temperatur pembakaran ditentukan berdasarkan pada sifat kimia zat. Pemanasan harus diteruskan sampai beratnya tetap dan seragam (khopkar, 1990). dan juga p =

ALAT DAN METODE Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu 1 buah Labu erlennmeyer, 2 buah Kertas saring, statif , klem dan ring, 1 buah Corong, 1 buah batang pengaduk, 1 buah tang krus, Water bath, 1 buah cawan porselen, Neraca analitik, Oven, dan Desikator. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu AgNO3 0,5 M, HNO3 0,05 M, HCL 0,1 M. Metode Metode yang digunakan dalam percobaan ini yaitu pertama siapkan larutan hasil titrasi argentometri pada percobaan sebelumnya. Kemudian larutan dipanaskan pada penangas air dengan temperatur 500 C sambil diaduk selama 5 menit. Setelah itu, diamkan selama 2-3
3

menit sampai terpisah antara filtrat dan endapannya. Endapan diuji dengan menambahkan 3 tetes AgNO3 0,5. Simpan ditempat yang gelap selama 20 menit. Endapan disaring dan dicuci menggunakan HNO3 0,05 M 10 ml sampai bebas AgNO3 (di cek menggunakan HCL 0,1 M). Endapan dipindahkan ke dalam cawan porselen yang telah dipanaskan dan ditimbang sebelumnya. Panaskan cawan porselen beserta isinya selama 10 menit di dalam oven dengan temperatur 1050 , lalu dinginkan didalam desikator selama 20 menit. Ulangi langah tersebut sampai masa konstan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil pengamatan: Berat cawan porselen + kertas saring + sampel 1 = 64,9946 g Berat cawan porselen + kertas saring + sampel 2 = 62,8412 g Berat cawan porselen + kertas saring + sampel 3 = 62,8343 g Berat cawan porselen + kertas saring + sampel 4 = 62,8325 g Berat rata-rata = Berat sampel = Molaritas MgCl2 berdasarkan percobaan argentometri = 2,225 M

% Cl =

x 100 %

Sebelum masuk ke tahap penentuan kadar klorida, pertama harus melakukan titrasi argentometri. Argentometri merupakan suatu metode analisis volumetri yang digunakan untuk menentukan kandungan senyawa halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3) pada suasana tertentu. Pada tahap ini terjadi proses pengendapan dan endapan yang terbentuk berwarna ungu. Hasil Endapan yang didapatkan dari tahap titrasi argentometri digunakan untuk menetukan kadar klorida. Dalam hal ini endapan dicuci dengan HNO3 yang bertujuan untuk membebaskan ion Ag pada endapan. Setelah itu, endapan di panaskan dalam oven sampai beratnya konstan. Dan dari hasil pengamatam berdasarkan perhitungan gravimetri dengan menggunakan faktor gravimetri kadar klorida yang diperoleh yaitu 2,1% sedangkan faktor gravimetrinya adalah 0,25.

KESIMPULAN Dalam penentuan kadar klorida menggunakan dua tahap, pertama dengan titrasi argentometri. Pada proses ini menghasilkan endapan yang berwarna ungu. Terakhir yaitu dengan metode gravimetri, pada prsoses ini endapan yang diperoleh disaring dan kemudian dilakukan pemanasan dan dari percobaan ini berdasarkan perhitungan gravimetri diperoleh kadar klorida yaitu 2,1%.

DAFTAR PUSAKA

Basset, J dkk. 1994. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Khopkar, S.M. 1990. Konsep dasar kimia analitik. Universitas indonesia: UI-press Tamsuri, Anas. 2004. Klien gangguan keseimbangan cairan & elektrolit. Jakarta: Buku kedokteran EGC Widiarto, Sonny. 2009. http://www.repository.usu.ac.id. Universitas Sumatera Utara
5