Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Batubara merupakan salah satu jenis sumber daya alam yang sangat

diperlukan dalam industri Indonesia. Keberadaan batubara sendiri banyak tersebar di wilayah Indonesia, sehingga komposisi dan kualitas batubara tersebut akan berbeda-beda. Untuk mengatasi perbedaan komposisi dan kualitas batubara tersebut, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pencampuran batubara (coal blending). Tetapi proses pencampuran ini tidaklah mudah seperti yang dibayangkan, karena banyak parameter yang harus diperhatikan untuk mendapat batubara dengan kualitas tertentu, diantaranya Total Sulfur, Total Moisture, Inherent Moisture, Ash Content, dan Calorific Value. Selain itu, faktor yang akan memengaruhi adalah proses pencampuran, peralatan yang digunakan, perhitungan (coal blending calculation) dan stockpile management. Perhitungan kalkulasi untuk coal blending sangatlah penting, karena apabila tidak teliti maka akan adanya ketidaksesuaian kualitas batubara yang didapatkan serta jumlah tonase batubara yang seharusnya dapat digunakan lebih banyak tetapi aktualnya tonasenya menjadi berkurang ataupun sebaliknya. Karena suatu perusahaan pastinya berkeinginan agar produk batubaranya dapat digunakan lebih banyak dalam coal blending daripada produk dari perusahaan lain, tetapi hal yang harus lebih diperhatikan tentunya kualitas yang dihasilkan dari hasil coal blending tersebut apakah sudah sesuai dengan standar permintaan pasar (Total Moisture 13.0%, Ash 13.0%, Total Sulfur 1.00%, dan Calorific Value (ar) 6,250 kcal/kg). Apabila suatu produk hasil blending mempunyai kualitas yang tidak sesuai permintaan pasar maka biasanya pihak perusahaan akan mendapatkan penalti dari pihak buyer atau produk tersebut akan di-reject yang tentunya akan menimbulkan kerugian. Hal inilah yang melatarbelakangi keinginan saya untuk melakukan pengamatan dan penelitian lebih lanjut mengenai pencampuran batubara, dengan judul Evaluasi Pencapaian Target Barging Batubara di PT. Kadya Carakamulia, Kec. Simpang Empat, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

1.2

Rumusan Masalah Permasalahan yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah :

1. Tidak tercapainya target barging produk batubara PT. Kadya Carakamulia yang sesuai dengan permintaan pasar. 2. Penggunaan produk batubara PT. Kadya Carakamulia yang tidak mencapai target sebesar 1.000 ton/barge untuk satu kali barging. 3. Ada beberapa kualitas batubara yang berada di barge tidak sesuai dengan permintaan pasar.

1.3

Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada pembahasan masalah sebagai berikut :

1. Mengamati proses kegiatan coal blending di Port Stockpile. 2. Mengamati proses pengambilan sample untuk uji kualitas batubara. 3. Menganalisa kualitas batubara yang berada di Port Stockpile dan Barge. 4. Mengamati dan menghitung tonase batubara yang masuk ke Port Stockpile dan Barge. 5. Mengamati kegiatan stockpile management di Buffer Stockpile dan Port Stockpile. 6. Melakukan simulasi coal blending calculation yang paling optimal.

1.4

Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui target batubara yang di barging dan secara teoritis. 2. Mengetahui kualitas aktual batubara hasil barging dan kualitas yang tidak sesuai permintaan pasar. 3. Mengetahui penggunaan produk batubara yang berada di bawah target permintaan pasar secara aktual dan teoritis. 4. Melakukan simulasi produk batubara PT. Kadya Carakamulia yang dapat digunakan untuk blending secara maksimum dengan cost minimum. 5. Melakukan rekomendasi pencapaian target barging produk batubara PT. Kadya Carakamulia yang didapat paling optimal.

1-2

1.5

Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Peneliti Peneliti dapat mengetahui bagaimana proses coal blending yang tepat dan dapat mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi penurunan target barging dan kualitas batubara. Selain itu, dapat mengetahui proses kegiatan stockpile management yang baik. 2. Perusahaan Manfaat penelitian bagi perusahaan adalah dapat mengetahui permasalahan yang terjadi pada proses coal blending dan memberikan masukan tentang proses coal blending yang tepat untuk menghasilkan kualitas batubara yang memenuhi permintaan konsumen serta dapat meningkatkan coal blending ratio on barging.

1-3