Anda di halaman 1dari 17

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN

Disusun oleh : ADJI RINALDI ANDRI AN&GRAH FIKRI HIDAYAT ( ! " # ( ! " # $% '%

( ! " # $'%

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAK&LTAS EKONOMI &NIVERSITAS S&MATERA &TARA

(A( I PENDAH&L&AN )*) L+,+- (el+.+n/ Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia sering kita dengar dalam dunia kerja di perusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi pendidikan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekrja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan. Tidak terlalu jauh dalam instansi pendidikan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kerja pendidikan yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalarn pendidikan. Secara deskripsi tertentu potensi para pekerja pendidikan mungkin sudah memenuhi syarat administarasi pada pekerjaanya, tapi secara aktual para pekerja pendidikan harus mengikuti atau mengimbangi perkembangan pendidikan sesuai dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong pihak instansi pendidikan untuk memfasilitasi pelatihan dan pengembangan karir para tenaga kerja pendidikan guna mendapatkan hasil kinerja yang baik, efektif dan efisien. Salah satu fungsi manajemen surmberdaya manusia adalah training and development artinya bahwa untuk mendapatkan tenaga kerja pendidikan yang bersumberdaya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini sebagal upaya untuk mempersiapkan para tenaga kerja pendidikan untuk menghadapi tugas pekerjaan jabatan yang dianggap belum menguasainya. Management thought yang dikernukakan Taylor, bahwa tenaga kerja membutuhkan latihan kerja yang tepat. Teori ini sangat tepat untuk menghindari kemungkinan terburuk dalam kemampuan dan tanggungjawab bekerja, sehingga dalam menyelesaikan tugas jabatan lebih efektif dan efisien sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Dalam instansi pendidikan biasanya para tenaga kerja yang akan menduduki jabatan baru yang tidak didukung dengan pendidikannya atau belum mampu melaksanakan tugasnya, biasanya upaya yang ditempuh adalah dengan melakukan pelatihan dan pengembangan karir. Dengan melalui pelatihan dan pengembangan, tenaga kerja akan mampu mengerjakan, meningkatkan, mengembangkan pekerjaannya. oyalitas merupakan tekad dan kesanggupan untuk mentaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. !aryawan yang loyal sangat dihargai oleh perusahaan karena perusahaan sangat membutuhkan karyawan"karyawan yang loyal untuk kelangsungan perusahaanya dalam menentukan maju

mundurnya perusahaan di masa mendatang. #anyak faktor yang menjadikan seorang karyawan menjadi loyal, diantaranya kepuasan kerja, kompensasi atau insentif, komunikasi yang efektif, motivasi yang diberikan oleh perusahaan, tempat kerja yang nyaman, pengembangan karir, pengadaan pelatihan dan pendidikan karyawan, partisipasi kerja, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja, serta hubungan dengan karyawan lain. oyalitas karyawan yang rendah akan berakibat pada penurunan produktivitas dan kedisiplinan kerja karyawan, serta akan terjadi peningkatan jumlah absensi dan turnover karyawan, sehingga bila hal ini terjadi secara terus"menerus akan menurunkan tingkat kinerja perusahaan. $gar masalah tersebut tidak terjadi, maka dibutuhkan suatu program pemeliharaan karyawan yang dapat meningkatkan loyalitas karyawan. %leh karena itu, program pemeliharaan karyawan merupakan hal sangat penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pihak manajemen perusahaan dalam menunjang tercapainya tujuan. Selain itu, karyawan merupakan kekayaan &asset' utama perusahaan, sehingga harus dipelihara dengan baik.

(A( II

PERMASALAHAN #*) Pel+,ih+n #*)*) Pen/e-,i+n Pel+,ih+n Pelatihan &training' merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenga kera. &Simamora()**+(),-'. .enurut pasal / ayat 0 undang"undang 1o.2- Tahun )**-. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Pelatihan /ebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SD. organisasi yang berkaitan dengan jabtan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini & current job oriented'. Sasaran yang ingin dicapai dan suatu program pelatihan adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsi saat ini. lstilah pelatihan dan pengembangan merujuk pada struktur total dan program di dalam dan luar pekerjaan karvawan yang dimanfaatkan perusahaan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, utamanya untuk kinerja pekerjaan dan promosi karir. #iasanya pelatihan merujuk pada pengembangan ketrampilan bekerja &vocational' yang dapat digunakan dengan segera. &Sjafri ()**-( 2-3'. Pelatihan memiliki peran penting dalam menentukan efektifitas, efisiensi perusahaan serta kinerja karyawan. Simamora &)**-(-40' mengemukakan manfaat pelatihan, yaitu ( 2'menciptakan sikap loyalitas dan kerjasama yang lebih menguntungkan meningkatkan kuantitas dan kualitas produktifitas )'mengurangi waktu belajar yang diperlukan karyawan agar mencapai standar"standar kinerja yang dapat diterima -'membantu dalam meningkatkan dan pengembangan pribadi karyawan 4'memenuhi kebutuhan"kebutuhan perencanaan sumber daya manusia. Setiap organisasi mengadakan pelatihan mempunyai alasan tertentu yang mana akan mendidik setiap karyawan atau anggotanya agar menjadi lebih trampil sehingga dapat memberikan keunggulan bagi organisasi dan karyawan tersebut. .angkunegara &)**3(2+0' mengemukakan beberapa alasan terjadinya pelatihan, yaitu( 2' menyesuaikan dengan peraturan"peraturan dan standar yang ada )'perubahan"perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja dan tenaga kerja -'pegawai yang baru direkrut sering kali belum

memahami secara benar bagaimanan melakukan pekerjaan 4'meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas. #*# Pen/e01+n/+n #*# Pen/e-,i+n Pen/e01+n/+n !aryawan yang telah diterima kemudian ditempatkan memerlukan program pengembangan karyawan. Pengembangan karyawan ditujukan baik kepada karyawan baru maupun lama agar karyawan dapat mengikuti tuntutan organisasi dan berperan serta dalam organisasi secara nyata sehingga karyawan mampu menyelesaikan kinerja terbaik bagi organisasinya. Simamora &)**-( )+5' mendefinisikan pengembangan karyawan sebagai aktivitas pengembangan karir karyawan terhadap organisasi, penyediaan landasan bagi karyawan agar dapat berprestasi secara efektif dan menghasilkan prestasi baru dalam lingkungan perusahaan. Pengembangan karyawan dalam pelaksanaannya seringkali dilakukan untuk membantu karyawan memasuki dunia kerja yang kompetitif yang berbeda dari kondisi kehidupan sebelumnya. Pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahhan individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipai perubahan yang mungkin terrjadi tanpa direncanakan&unplened change' atau perubahan yang direncanakan &planed change'. & !aryawan yang akan mengikuti program pengembangan adalah karyawan baru agar memahami, terampil, dan ahli dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan karyawan lama supaya mereka lebih memahami technical skill, human skill, conceptual skill, dan managerial skill. Handoko &)**2(2*4' mengemukakan bahwa pengembangan karyawan dimaksudkan untuk menyiapkan karyawan untuk memegang tanggung jawab pekerjaan di masa yang akan datang. Pengembangan karyawan bisa dilakukan secara formal maupun informal. Secara formal berarti karyawan ditugaskan oleh perusahaan. Sedangkan secara informal berarti karyawan melatih dan mengembangkan dirinya atas keinginan dan inisiatif sendiri tanpa ditugaskan oleh perusahaan. Program pengembangan karyawan akan membuat karyawan semakin produktif sehingga memungkinkan organisasi atau perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan pengembangan karir karyawan, menurut 1awawi &)**5()0)' pengembangan karyawan memiliki alternatif yaitu 2'organisasi mempertahannya pada jabatan semula dalam jangkan

waktu tertentu )'organisasi perlu memindahkan pekerja pada jabatan atau posisi lain secara hori6ontal -'organisasi perlu mempromosikan pekerja secara vertikal. Hal"hal yang mempengaruhi keefektivitasan suatu program pelatihan dan pengembangan adalah 1. Pelatih memahami bahwa perannya akan membantu karyawan untuk mendapat tambahan pengetahuan. 2. !aryawan termotivasi untuk belajar mereka harus sadar bahwa tingkat keterampilan atau pengetahuan atau perilaku mereka perlu ditingkatkan jika mereka akan melaksanakan pekerjaan mereka dan kepuasan lain. 3. !aryawan diberi bimbingan tentang yang harus mereka pelajari dan umpan balik atas apa yang mereka sedang lakukan. 4. Pelajaran adalah suatu proses aktif. 5. Pelatih mendengarkan karyawan untuk memahami apa yang mereka inginkan dan perlukan. 6. Pelatihan mengadopsi suatu pendekatan bersifat membangun, berdasarkan kekuatan dan pengalaman. 7. Pengembangan karyawan meningkatkan kinerja organisasi, tim dan individu. 8. %rganisasi dapat menunjukkan bahwa pengembangan karyawan telah meningkatkan kinerja organisasi, tim dan individu. 9. !aryawan memahami dampak dari program pengembangan terhadap kinerja organisasi, tim, dan individu.

$dapun perbedaan pelatihan dan pengembangan menyangkut loyalitas adalah( Pelatihan.

Tujuan( Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan saat ini. Sasaran( Peningkatan kinerja jangka pendek. %rientasi( !ebutuhan jabatan sekarang. 7fek terhadap loyalitas( !eterkaitan dengan loyalitas menyangkut keakraban peserta pelatihan dan pemimpin Pengembangan.

Tujuan( Peningkatan kemampuan individu bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran( Peningkatan kinerja jangka panjang. %rientasi( !ebutuhan perubahan terencana atau tidak terencana.

7fek terhadap loyalitas( !eterkaitan dengan loyalitas menyangkut pengembangan karirnya di perusahaan tersebut. #*2 Lo3+li,+s #*2*) Pen/e-,i+n Lo3+li,+s Ke-4+ Dalam melaksanakan kegiatan kerja karyawan tidak akan terlepas dari loyalitas dan sikap kerja, sehingga dengan demikian karyawan tersebut akan selalu melaksanakan pekerjaan dengan baik. !aryawan merasakan adanya kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan Hasibuan &)**2', mengemukakan bahwa loyalitas kerja atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi. !esetiaan ini dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela organisasi di dalam maupun di luar pekerjaan dari rongrongan orang yang tidak bertanggungjawab. oyalitas para karyawan dalam suatu organisasi itu mutlak diperlukan demi kesuskesan organisasi itu sendiri. .enurut 8eichheld, semakin tinggi loyalitas para karyawan di suatu organisasi, maka semakin mudah bagi organisasi itu untuk mencapai tujuan"tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemilik organisasi &9tomo, )**), p.0'. Sedangkan untuk sebaliknya, bagi organisasi yang loyalitas para karyawannya rendah, maka semakin sulit bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuan"tujuan organisasinya yang telah ditetapkan sebelumnya oleh para pemilik organisasi. Perusahaan atau pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawannya kepada perusahaannya. Dalam perkembangannya, arti kata loyalitas sering dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin tanpa memperhatikan kebutuhan karyawannya. Perusahaan atau pengusaha melakukannya karena meyakini bahwa karyawan tidak memiliki posisi tawar yang seimbang. Dalam hal ini, perusahaan atau pengusaha tadi menganggap hubungannya dengan karyawan tidak sebagai partner, tetapi sebagai majikan dan pegawai, yang memberi upah dan yang meminta upah. Sebuah paradigma yang masih tersisa dari era perbudakan. Perusahaan pun akan dengan mudah memberi label :tidak loyal; kepada karyawannya jika karyawannya tersebut tidak mengikuti apa yang diperintahkan oleh

perusahaan, misalnya tidak mau kerja lembur atau tidak mengikuti suatu kegiatan yang diminta oleh perusahaan meski pekerjaan<kegiatan tersebut diluar jam kerja. Pada perkembangannya pengertian semakin bergeser menjadi :kepatuhan bawahan terhadap apapun yang diperintahkan atasan;. Dan ini seringkali menjebak bawahan untuk berubah menjadi seorang karyawan yang =7S"man, $sal #oss Senang, dalam kata"kata yang lebih tegas bisa disebut penjilat. $khirnya tercipatalah pengertian baru dari kata loyalitas, yaitu menjilat. Seorang akan disebut memiliki loyalitas yang tinggi jika bisa menyenangkan atasannya dengan cara menjilat, cari muka. oyalitas menurut karyawan atau para professional adalah kesetiaan pada pekerjaan atau profesi. Sementara perusahaan hanya dipandang sebagai tempat bekerja, dan kewajiban karyawan hanyalah bekerja dan mengikuti peraturan yang berlaku di perusahaan tersebut, dan tentu saja harus mendapatkan hak"nya sesuai kesepakatan. >ika ada kewajiban lain yang harus dilakukan dan diluar kesepakatan, maka harus ada kompensasi atau benefit tambahan, misalnya jika harus bekerja lembur maka harus mendapatkan upah tambahan. Dari sudut pandang ini, karyawan berharap mereka dianggap sebagai partner oleh perusahaan dan bersama dengan stake holder<pemilik kepentingan lainnya &customer, supplier, pemegang saham, lingkungan dan masyarakat sekitar' dianggap sama dan penting. !aryawan hanya akan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja jika menemukan kenyamanan dan rasa aman. Dia merasa nyaman dengan lingkungannya, dengan sikap atasan atau rekan kerjanya, merasa aman dengan masa depannya, karir dan pekerjaannya. 8asa nyaman ini dengan sendirinya akan menumbuhkan kedekatan, kebahagiaan dan rasa memiliki. Sementara bekerja dan memiliki pekerjaan adalah salah satu cara untuk mendapatkan rasa aman. >ika kedua hal tersebut ada, maka dengan sendirinya loyalitas karyawan akan meningkat. !edua pemahaman arti kata loyalitas tersebut tentu saja berbeda dan bersebrangan. Perusahaan, termasuk juga karyawan pengambil kebijakan perusahaan yang &merasa' mewakili perusahaan, memahami loyalitas adalah kepatuhan pada perusahaan &atasan, peraturan' tanpa syarat. Sementara karyawan memahami arti kata loyalitas sebagai kesetiaan terhadap profesi dan pekerjaan, bukan pada atasan atau perusahaan. Dengan realita yang terjadi di /ndobesia, bahwa kurangnya loyalitas dan komitmen pegawai terhadap perusahan. !arena, pegawai mengukur loyalitas dan

komitmen melalu tingkat upah yang diberikan oleh perusahan. Selain itu, kita bias a melihat dengan apa yang terjadi saat ini, bahwa sangat banyak perusahan yang kurang pedulih terhadap pegawai yang tidak memiliki loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan. padahal, loyalitas dan komitmen sangat berpengaruh terhadapa kinerja suatu perusahaan. Diantar indikasinya adalah? pertama, minimnya kesadaran para pegawai tentang betapa pentingnya membangun loyalitas dan membangun komitmen terhadap suatu perusahaan, walaupun ada pembelajaran tentang loyalitas dan komitmen, tapi kurang dipedulikan oleh perusahaan maupun para pegawai itu itu sendiri. !edua, kurangnya pelatihan"pelatihan yang diadakan oleh perusahaan untuk meningkatkan loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan. !etiga, kurangnya kesadaran yang oleh para pegawai tentang betapa pentingnya memiliki loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan. Dengan kurangnya loyalitas dan komitmen terhadap suatu perusahaan yang berimbas ke kinerja suatu perusahaan yang kurang maksimal. Selain itu, banyak faktor"faktor yang mempengaruhi kurangnya komitmen dan loyalita kariawan terhadap suatu perusahaan salasatunya adalah menolak Sistem >aminan Sosial 1asional yang mewajibkan rakyat mengiur untuk menikmati manfaat jaminan sosial. .ereka menuntut pemerintah agar bertanggung jawab. .ereka menilai, 9ndang"9ndang 1omor 4* Tahun )**4 tentang S>S1 dan 9ndang"9ndang 1omor )4 Tahun )*22 tentang #P>S melanggar Pasal )5 99D 2043. .ereka meminta Presiden agar segera bersikap dalam dua minggu. #uruh juga menuntut pemerintah menuntaskan berbagai masalah ketenagakerjaan, seperti alih daya, upah, dan penegakan hukum. %leh sebab itu, sangat pentingnya loyalitas dan komitmen dalam suatu perusahaan karena menentukan hasil kinerja pada perusahaan. #etapa pentingnya laporan ini saya buat untuk menyadarkan perusahaan maupun para pegawai tentang loyalita dan komitmen untuk dibangun demi kepentingan perusahaan terkait. Salah satu yang dapat menjadi penyebab rendahnya loyalitas karyawan adalah tidak tersedianya jenjang karir yang jelas bagi karyawannya. >alan keluarnya adalah pihak management bersama dengan pihak H8D harus mulai merumuskan jenjang karir bagi setiap posisi yang ada di perusahaan tersebut dan segeralah lakukan sosialisasi kepada karyawan, sehingga karyawan tidak menjadi resah dan merasa tidak ada masa depan bagi mereka. 9sahakan tidak ada satu pun posisi yang tidak memiliki jenjang karir. Selain itu buatlah program pelatihan bagi setiap posisi guna mengembangkan setiap karyawan.

Hubungan antara pelatihan dan pengembangan dengan loyalitas karyawan dapat dilihat dimana didalam pelatihan karyawan diberikan materi yang menyangkut tugasnya kelak dan jika materi pelatihan yang disiapkan dengan baik, materi ini akan membuat karyawan tersebut menjadi nyaman untuk melakukan pekerjaannya dan menjadi terbiasa dan mengurangi tingkat kesalahan yang akan dilakukannya. Dalam hubungannya dengan pengembangan, diharapkan akan membantu karyawan lebih meningkatkan kinerja, prestasi, dan kejelasan pengembangan karier dari perusahaan. Program pengembangan karyawan akan membuat karyawan semakin produktif sehingga memungkinkan organisasi atau perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan pengembangan karir karyawan, sehingga jika ada kejelasan perkembangan karier, karyawan akan loyal terhadap perusahaan yang mempunyai kejelasan karier. #aik karyawan maupun perusahaan sekarang ini mempunyai pilihan untuk memilih hubungan kerja jangka panjang yang bersifat lebih dinamis. !ita perlu yakin bahwa masa kerja yang panjang tidak selamanya berdampak pada kejenuhan dan turunnya produktivitas karyawan. !arena itulah,tawaran rekrutmen perusahaan juga perlu menjanjikan pengembangan karir yang fantastis,seperti kesempatan memimpin,bermitra,pelatihan yang serius,dan keterbukaan komunikasi.

#*2*# As5e.6+s5e. Lo3+li,+s Ke-4+ oyalitas kerja tidak terbentuk begitu saja dalam perusahaan, tetapi ada aspek"aspek yang terdapat didalamnya yang mewujudkan loyalitas kerja. .asing"masing aspek merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang berkaitan dengan karyawan maupun perusahaan. $spek"aspek loyalitas kerja yang terdapat pada individu dikemukakan oleh Siswanto &Trianasari, )**3', yang menitik beratkan pada pelaksanaan kerja yang dilakukan karyawan antara lain. ( 2. Taat pada peraturan. Setiap kebijakan yang diterapkan dalam perusahaan untuk memperlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas oleh manajemen perusahaan ditaati dan dilaksanakan dengan baik. !eadaan ini akan menimbulkan kedisiplinan yang menguntungkan organisasi baik intern maupun ekstern. ). Tanggung jawab pada perusahaan. !arakteristik pekerjaan dan pelaksanaan tugasnya mempunyai konsekuensi yang dibebankan karyawan. !esanggupan karyawan untuk

melaksanakan tugas sebaikbaiknya dan kesadaran akan setiap resiko pelaksanaan tugasnya akan memberikan pengertian tentang keberanian dan kesadaran bertanggungjawab terhadap resiko atas apa yang telah dilaksanakan. -. !emauan untuk bekerja sama. #ekerja sama dengan orang"orang dalam suatu kelompok akan memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh orang"orang secara invidual. 4. 8asa memiliki, adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas demi tercapainya tujuan perusahaan. 3. Hubungan antar pribadi, karyawan yang mempunyai loyalitas kerja tinggi mereka akan mempunyai sikap fleksibel ke arah tata hubungan antara pribadi. Hubungan antara pribadi ini meliputi ( hubungan sosial diantara karyawan, hubungan yang harmonis antara atasan dan karyawan, situasi kerja dan sugesti dari teman kerja. +. !esukaan terhadap pekerjaan, Perusahaan harus dapat menghadapi kenyataan bahwa karyawannya tiap hari datang untuk bekerjasama sebagai manusia seutuhnya dalam hal melakukan pekerjaan yang akan dilakukan dengan senang hati sebagai indikatornya bisa dilihat dari ( keunggulan karyawan dalam bekerja, karyawan tidak pernah menuntut apa yang diterimanya diluar gaji pokok. Pambudi juga menambahkan bahwa lima &3' faktor yang menjadi tolak ukur sumber daya manusia mempunyai loyalitas atau komitmen &dikutip dalam 9tomo, )**), p.2,' yaitu( a. !aryawan tersebut berada di perusahaan tertentu? b. !aryawan tersebut mengenal seluk"beluk bisnis perusahaannya maupun para pelanggan dengan baik c. !aryawan tersebut turut berperan dalam mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan bagi perusahaannya d. !aryawan tersebut merupakan aset tak berwujud yang tidak dapat ditiru oleh para pesaing

e. !aryawan tersebut mempromosikan perusahaannya, baik dari sudut produk, layanan, sebagai tempat kerja yang ideal maupun keunggulan kinerja dan masa depan yang lebih baik. $spek"aspek loyalitas di atas, yang merupakan proses psikologis individu akan sering mempengaruhi untuk membentuk loyalitas, yaitu dorongan yang kuat untuk tetap menjadi anggota perusahaan, kepercayaan yang pasti, penerimaan penuh atas nilai"nilai perusahaan perusahaan, taat pada peraturan yang berlaku rasa tanggung jawab yang tinggi dan sikap kerja yang positif. $pa bila hal"hal tersebut dapat terpenuhi dan dimiliki oleh karyawan, maka niscaya karyawan tersebut akan memiliki loyalitas yang tinggi sesuai dengan harapan perusahaan. @aktor"faktor yang mempengaruhi oyalitas !erja oyalitas kerja akan tercipta apa bila karyawan merasa tercukupi dalam memenuhi kebutuhan hidup dari pekerjaannya, sehingga mereka betah bekerja dalam suatu perusahaan. =uliandri &dalam !adarwati, )**-' menegaskan bahwa faktor"faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan adalah adanya fasilitas"fasilitas kerja, tinjauan kesejahteraan, suasana kerja serta upah yang diterima dari perusahaan. Selanjutnya Steers dan Porter &dalam !usumo, )**+' menyatakan bahwa timbulnya loyalitas kerja dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu( 2. !arakteristik pribadi, meliputi usia, masa kerja, jenis kelamin, tingkat pendidikan, prestasi yang dimiliki, ras dan beberapa sifat kepribadian. ). !arakteristik pekerjaan, berupa tantangan kerja, job stress, kesempatan berinteraksi sosial, job enrichment, identifikasi tugas, umpan balik tugas dan kecocokan tugas. -. !arakteristik desain perusahaan, menyangkut pada intern perusahaan itu yang dapat dilihat dari desentralisasi, tingkat formalisasi, tingkat keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, paling tidak telah menunjukkan berbagai tingkat asosiasi dengan tanggung jawab perusahaan, ketergantungan fungsional maupun fungsi kontrol perusahaan. 4. Pengalaman yang diperoleh dalam pekerjaan, meliputi sikap positif terhadap perusahaan, rasa percaya pada sikap positif terhadap perusahaan, rasa aman. #erdasarkan faktor"faktor yang telah diungkap di atas dapat dilihat bahwa masing"masing faktor mempunyai dampak tersendiri bagi kelangsungan hidup perusahaan, sehingga tuntutan loyalitas yang diharapkan oleh perusahaan baru dapat terpenuhi apabila karyawan memiliki karakteristik seperti yang diharapkan dan perusahaan sendiri telah mampu

memenuhi harapan"harapan karyawan, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi loyalitas tersebut meliputi ( adanya fasilitas"fasilitas kerja, tunjangan kesejahteraan, suasana kerja upah yang diterima, karakteristik pribadi individu atau karyawan, karakteristik pekerjaan, karakteristik disain perusahaan dan pengalaman yang diperoleh selama karyawan.

(A( III PEME7AHAN MASALAH Survey menunjukkan bahwa sepertiga atau lebih profit sebuah perusahaan dihasilkan oleh karyawan mereka yang loyal. $pakah $nda sebagai seorang Pemimpin Perusahaan atau Top .anajemen melihat kondisi ini dalam organisasi $ndaA >angan terkejut dengan beberapa hasil penelitian bahwa lebih dari +*B karyawan bukan kategori %=$ dan tengah aktif mencari pekerjaan baru di tempat lain. Seorang ahli mengatakan jika $nda membayar 2**B kepada orang yang tidak loyal dalam artian bekerja setengah hati maka $nda akan mengklaim kerugian sebesar 3*B dari biaya gaji yang dikeluarkan. Sangat menyesakkan ketika $nda mengetahui hal ini dan makin menyakitkan ketika $nda mengalaminya dalam unit organisasi. $nda sebagai pimpinan tinggi sebuah perusahaan harus membangun suasana kondusif dalam mempertahankan karyawan terbaik dan meminimalisir jumlah karyawan yang tidak loyal. #erikan penghargaan positif untuk menyemangati dan membuat mereka semakin engaged terhadap perusahaan. #uatlah program keterlibatan karyawan dalam membangun inisiatif dan perbaikan disetiap lini organisasi. Cara demikian lebih efektif membangun oyalitas !aryawan terhadap Perusahaan $nda sebagaimana dapat dijabar berikut( Program pengembangan berkelanjutan #erkelanjutan

Program ppengembangan karyawan untuk membangun oyalitas ini tidak mungkin hanya berlangsung sekali saja, namun merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dan terus dengan tekun dilakukan. Coba $nda pikirkan bentuk kegiatan pengembangan yang /mpresif dan $ktif dalam membuat karyawan $nda oyal. !ejelasan karier di perusahaan

!ejelasan karier di dalam perusahaan dapat mempengaruhi loyalitas karyawan. Hendaknya perusahaan memberi kesepatan promosi kepada karyawan yang telah menjalani pengembangan agar karyawan merasa dirinya dihargai dan adanya transparansi dala perusahaan .enjaga kenyamanan kerja

Di dalam pelatihan dan pengembangan hendaknya dimasukkan juga pengenalan terhadap perusahaan, pengenalan terhadap karyawan lain sehingga mengurangi konflik antar karyawan, dan hal lain yang dapat mengurangi kecemasan karyawan di saat bekerja seperti keselamatan karyawan tersebut. !esuksesan senior yang produktif

!esuksesan seorang senior dalam meniti karier dan membangun perekonomian akan mempengaruhi semengat junior untuk tetap setia pada perusahaan. Secara

umum setiap karyawan baru mempunyai harapan masa depan terhadap perusahaan. #ila harapan itu tidak terpenuhi maka mereka akan mereview harapan tersebut, termasuk kelangsungan bekerja. Tidak sedikit karyawan yang kecewa karena perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan karyawan. .embangun nilai kekeluargaan

/ni bisa dilakukan dengan cara makan siang bersama dengan pemimpin" pemimpin perusahaan disaat mengadakan pelatihan dan pengembangan. Hal ini membantu nilai kekeluargaan tertanam di dalam perusahaan dan karyawan itu sendiri, dari sini akan terbangun keakraban antara karyawan dan pemimpin. Dalam kondisi ini secara tidak sadar akan terlontar pembicaraan non"formal yang akan menyebabkan suasana menjadi santai dan akrab. Sehingga karyawan akan merasa memiliki dan meningkatkan loyalitas karena mereka merasa nyaman. .enganalisa kebutuhan karyawan

Dengan menganalisa keadaan karyawan pemimpin akan tahu kondisi dan tingkat kebutuhan karyawan. Setiap karyawan mempunyai tingkat kebutuhan berbeda"beda. Dalam memenuhi kebutuhan karyawan tidak bisa disama ratakan, setiap karyawan mempunyai tingkat kebutuhan berbeda"beda. Tingat kebutuhan karyawan berusia ))" )3 tahun, di mana mereka baru lulus kuliah dan belum menikah berbeda dengan karyawan berusia -*"-3 tahun. !aryawan berusia ))")3 tahun mempunyai sifat ingin belajar dan tingkat kebutuhan terhadap materi masih kecil. !aryawan pada level ini lebih cocok jika berikan learning center atau pendidikan tambahan. Pendidikan tambahan akan menjadi bekal pengembangan karier. #erbeda dengan karyawan berusia -*"-3 tahun. Diusia ini mereka sudah mempunyai rencana untuk menikah. 9ntuk kelangsungan pernikahan, mereka membutuhkan dana pernikahan. !aryawan seperti ini lebih senang bila gajinya dinaikan. #egitu juga dengan karyawan, berusia 4* tahun ke atas. !eryawan berusia diatas 4* tahun sudah mulai sakit"sakitan dan anak sudah mulai sekolah. !aryawan ini lebih senang, bila uang kesejahtraan keluarga dinaikan.

(A( IV PEN&T&P 8*) Kesi05ul+n Dari hasil survey, loyalitas karyawan yang tinggi dapat meningkatkan profit perusahaan dimana karyawan yang loyal akan bekerja produktif sehingga dapat menaikkan profit. $da banyak hal yang mengakibatkan karyawan tidak loyal misalnya ketidak jelasan karier dan lingkungan kerja yang tidak nyaman. 9ntuk itu perusahaan harus memberikan kejelasan karier dengan transparan kepada karyawan sehingga mereka dapat merencanakan kariernya dengan baik dan tidak perlu mengubah rencana kariernya. Perusahaan juga harus dapat menghilangkan lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karyawan seperti konflik antar karyawan dan ketidakjelasan keselamatan yang dapat mengakibatkan mereka cemas dan mulai memandang perusahaan lain. Hal ini dapat di atasi dengan menanamkan nilai kekeluargaan antara semua karyawan mulai dari atas sampai bawah dan dari karyawan lama dan karyawan baru. Hubungan antara pelatihan dan pengembangan dengan loyalitas karyawan dapat dilihat dimana didalam pelatihan karyawan diberikan materi yang menyangkut tugasnya kelak dan jika materi pelatihan yang disiapkan dengan baik, materi ini akan membuat karyawan tersebut menjadi nyaman untuk melakukan pekerjaannya dan menjadi terbiasa dan mengurangi tingkat kesalahan yang akan dilakukannya. Dalam hubungannya dengan pengembangan, diharapkan akan membantu karyawan lebih meningkatkan kinerja, prestasi, dan kejelasan pengembangan karier dari perusahaan. Program pengembangan karyawan akan membuat karyawan semakin produktif sehingga memungkinkan organisasi atau perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan pengembangan karir karyawan, sehingga jika ada kejelasan perkembangan karier, karyawan akan loyal terhadap perusahaan yang mempunyai kejelasan karier.

#aik karyawan maupun perusahaan sekarang ini mempunyai pilihan untuk memilih hubungan kerja jangka panjang yang bersifat lebih dinamis. !ita perlu yakin bahwa masa kerja yang panjang tidak selamanya berdampak pada kejenuhan dan turunnya produktivitas karyawan. !arena itulah,tawaran rekrutmen perusahaan juga perlu menjanjikan pengembangan karir yang fantastis,seperti kesempatan memimpin,bermitra,pelatihan yang serius,dan keterbukaan komunikasi.