Anda di halaman 1dari 27

A.

DEFINISI Diare adalah feses dengan konsistensi lunak atau cair, sering dengan atau tanpa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh efek-efek kemoterapi pada apitelium (Tucker, 1998). Diare adalah ge ala kelainan pencernaan, absorbsi, dan fungsi sekresi (!ong, "##1). Diare adalah kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui tin a ($ehrman, 1999). Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih dari tiga kali pada anak, konsistensi feses cair, dapat ber%arna hi au atau dapat pula bercampur lendir atau darah, atau lendir sa a (&gastiyah, 199'). Diare mengacu pada kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang ter adi dengan bagian feses tidak berbentuk (&ethina, "##1). (enurut pengertian di atas, dapat disimpulkan bah%a diare adalah ge ala kelainan sistem pencernaaan, absorbsi, maupun fungsi sekresi dimana pasien mengalami kehilangan cairan dan elektrolit melalui tin a dengan frekuensi buang air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih dari tiga kali pada anak dengan konsistensi feses cair, dapat ber%arna hi au bercampur lendir atau darah, atau lendir sa a. Diare dibagi men adi dua, yaitu) 1. Diare *kut Diare akut dikarakteristikkan oleh perubahan tiba-tiba dengan frekuensi dan kualitas defekasi. *kan hilang dalam %aktu '" am dari onset. ". Diare +ronis Diare kronis yaitu diare yang lebih dari dua minggu. Dehidrasi adalah kehilangan cairan dari aringan tubuh yang berlebihan. Dehidrasi merupakan gangguan yang umum ter adi pada bayi dan anak-anak ketika haluaran cairan total melebihi asupan cairan total. $erdasarkan tipenya, dehidrasi terdiri dari tiga tipe, yaitu) isotonic, hipertonik, dan hipotonik.

1. Dehidrasi isotonis dicirikan dengan defisit air dan elektrolit yang ter adi dalam proporsi seimbang. ,sotonis merupakan enis dehidrasi yang paling sering ter adi (sekitar '#- kasus dehidrasi dihubungkan dengan diare pada bayi). ". Dehidrasi hipertonik dicirikan dengan kehilangan cairan melebihi kehilangan elektrolit. .al ini ter adi pada sekitar "#- kasus dehidrasi akibat diare berat pada bayi. /. Dehidrasi hipotonik dicirikan dengan kehilangan se umlah elektrolit melebihi kehilangan cairan. 0ada bayi, sebanyak 1#- kasus dehidrasi yang ter adi akibat diare berat. (enurut banyaknya cairan yang hilang, dera at dehidrasi dapat dibagi berdasarkan) a. +ehilangan berat badan Dehidrasi ringan dicirikan dengan kehilangan 1- dari berat badan sebelum sakit. Dehidrasi sedang dicirikan dengan kehilangan lebih dari 1- sampai 1#- dari berat badan sebelum sakit. Dehidrasi berat dicirikan dengan kehilangan lebih dari 1#- berat badan sebelum sakit. b. 2kor (a3rice +ing $agian tubuh 4ang diperiksa +eadaan umum # 2ehat &ilai untuk ge ala yang ditemukan 1 " 8elisah, cengeng *patis, ngantuk +ekenyalan kulit (ata 5bun-ubun besar (ulut Denyut nadi6mata +eterangan =ika mendapat nilai #-" dehidrasi ringan =ika mendapat nilai /-> dehidrasi sedang &ormal &ormal &ormal &ormal +uat 71"# 2edikit kurang 2edikit cekung 2edikit cekung +ering 2edang (1"#-19#) (engigau, koma, atau syok 2angat kurang 2angat cekung 2angat cekung +ering : sianosis ;emas <9#

=ika mendapat nilai '-1" dehidrasi berat

c. 8e ala klinis 8e ala klinis +eadaan umum +esadaran ?asa haus 2irkulasi &adi ?espirasi 0ernapasan +ulit 5ub *gak cekung *gak cekung $iasa &ormal &ormal @ekung @ekung *gak kurang Bliguri *gak kering @ekung sekali @ekung sekali +urang sekali *nuri +ering6asidosis $iasa *gak cepat +usC maull $aik (@() A & (1"#) 8elisah AA @epat *patis-koma AAA @epat sekali ?ingan 8e ala klinis 2edang $erat

Tubuh dalam keadaan normal terdiri dari ># - air dan 9# - Cat padat seperti protein, lemak dan mineral. 0ada anak pemasukan dan pengeluaran harus seimbang, bila terganggu harus dilakukan koreksi mungkin dengan cairan parentral, secara matematis keseimbangan cairan pada anak dapat di gambarkan sebagai berikut ) +ebutuhan 5mur $erat $adan Total6"9 am @airan6+g $$6"9 am / hari 1# hari / bulan /.# /." 1.9 "1#-/## 9##-1## '1#-81# 8#-1## 1"1-11# 19#-1>#

>bulan 9 bulan 1 tahun " tahun 9 tahun > tahun 1# tahun 19 tahun 18 tahun

'./ 8.> 9.1 11.8 1>." "#.# "8.' 91.# 19.#

91#-11## 11##-1"1# 111#-1/## 1/1#-11## 1>##-18## 18##-"### "###-"1## "###-"'## ""##-"'##

1/#-111 1"1-1>1 1"#-1/1 111-1"1 1##-11## 9#-1## '#-81 1#-># 9#-1#

!haley and !ong (199') (enurut &gestiyah (199'), .aroen &.2, 2uraatma a dan 0.B *snil

(1998),2uharyono, *s%itha, .alimun (1998) dan $agian ,lmu +esehatan anak D+ 5, (1988), menyatakan bah%a umlah cairan yang hilang menurut dera at dehidrasi pada anak di ba%ah " tahun adalah sebagai berikut ) Dera at Dehidrasi ?ingan 2edang $erat 0!; 1# '1 1"1 &!; 1## 1## 1## @!; "1 "1 "1 =umlah 1'1 "## "1#

+eterangan ) 0!; ) 0re3ious !ater loss (ml6kg $$) &!; ) &ormal !ater losses (ml6kg $$) @!; ) @oncomitant !ater losses (ml6kg $$)

B. ETIOLOGI (enurut &gastiyah (199'), penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu) 1. Daktor infeksi a) ,nfeksi enteral (erupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi) ,nfeksi bakteri) Eibrio, F.@oli, 2almonella, 2higella, @ampylobacter, 4ersinia, *eromonas. ,nfeksi 3irus) Fntero3iru, *deno3irus, ?ota3irus. *stro3irus. ,nfeksi parasit) @acing (*scaris, Trichuris, BGyuris, strongyloides)H 0rotoCoa (Ftamoba histolytica, 8iardia lamblia, Trichomonas hominis)H amur (@andida albicans). b) ,nfeksi parenteral ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti otitis media akut (B(*) tonsilitis6 tonsilofaringits, bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. +eadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur diba%ah dua (") tahun. ". Daktor malaborsi a) (alabsorsi karbohidrat Disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). ,ntoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. b) (alabsobsi lemak c) (alabsorbsi protein. /. Daktor makanan (akanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. 9. Daktor psikologis ?asa takut dan cemas. Dehidrasi dapat disebabkan oleh kehilangan air yang tidak disadari pada kulit dan saluran pernapasan, peningkatan eksresi cairan pada gin al dan gastrointestinal (8,), atau penurunan asupan cairan. +emungkinan penyebab dehidrasi) muntah dan diare yang berlebihan, asupan cairan yang tidak cukup, ketoasidosis deabetik, luka bakar berat, demam tinggi berkepan angan, hiper3entilasi.

C. PATOFISIOLOGI (ekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau Cat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga ter adi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan ter adi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selan utnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Ketiga gangguan motalitas usus, ter adinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selan utnya dapat menimbulkan diare pula. 2elain itu diare uga dapat ter adi, akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil mele%ati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut ter adi hipersekresi yang selan utnya akan menimbulkan diare. 2edangkan akibat dari diare akan ter adi beberapa hal sebagai berikut) 1. +ehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi ter adi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab ter adinya kematian pada diare. ". 8angguan keseimbangan asam basa (metabolik asidosis) .al ini ter adi karena kehilangan &a-bicarbonat bersama tin a, adanya kaosis kelaparan. (etabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, ter adinya penimbunan asam laktat karena adanya anoreGia aringan. 0roduk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh gin al (ter adi oliguria6anuria) dan ter adinya pemindahan ion &a dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler. /. .ipoglikemia .ipoglikemia ter adi pada "-/- anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita ++0. .al ini ter adi karena adanya gangguan

penyimpanan6penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa. 8e ala hipoglikemia akan muncul ika kadar glukosa darah menurun hingga 9# mgpada bayi dan 1#- pada anak-anak. 9. 8angguan giCi Ter adinya penurunan berat badan dalam %aktu singkat, hal ini disebabkan oleh) (akanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat. !alaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama. 1. (akanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik. 8angguan sirkulasi 2ebagai akibat diare dapat ter adi ron atan (shock) hiperolemik, akibatnya perfusi aringan berkurang dan ter adi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal. D. MANIFESTASI KLINIS 1. (ula-mula anak6bayi cengeng gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang. ". 2ering buang air besar dengan konsistensi tin a cair atau encer, kadang disertai %ial dan %iata. /. !arna tin a berubah men adi kehi au-hi auan karena bercampur empedu. 9. *nus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tin a men adi lebih asam akibat banyaknya asam laktat. 1. Terdapat tanda dan ge ala dehidrasi, turgor kulit elas (elistitas kulit menurun), ubunubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan. >. 0erubahan tanda-tanda 3ital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut antung cepat, pasien sangat lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora komatus) sebagai akibat hipo3okanik.

'. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria). 8. $ila ter adi asidosis metabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan dalam. (+usmaul). Diare dibagi men adi dua, yaitu) 1. Diare akut *kan hilang dalam %aktu '" am dari onset Bnset yang tak terduga dari buang air besar encer, gas-gas dalam perut, rasa tidak enak, nyerri perut ". &yeri pada kuadran kanan ba%ah disertai kram dan bunyi pada perut Demam

Diare kronik 2erangan lebih sering selama "-/ periode yang lebih pan ang 0enurunan $$ dan nafsu makan Demam indikasi ter adi infeksi Dehidrasi tanda-tandanya hipotensi takikardi, denyut lemah

Bentuk klinis diare Diagnose Diare cair akut Didasarkan ada keadaan a. Diare lebih dari / kali sehari berlangsung kurang dari 19 hari +olera b. Tidak mengandung darah a. Diare air cucian beras yang sering ada banyak dan cepat menimbulkan dehidrasi berat, atau b. Diare dengan dehidrasi berat selama ter adinya +;$ kolera, atau c. Diare dengan hasil kultur tin a positif untuk E cholers #1 Disentri atau #1/9 a. Diare berdarah (dilihat atau dilaporkan)

Diare persisten Diare

a. Diare yang berlangsung selama 19 hari atau lebih

dengan a. Diare apapun yang disertai giCi buruk

giCi buruk Diare terkait a. (endapa pengobatan antibiotic oral spectrum luas

antibiotika (*ntibiotic *ssociated Diarrhea) ,n3aginasi a. Dominan darah dan lender dalam tin a b. (assa intra abdominal (abdominal mass) c. Tangisan keras dan kepucatan pada bayi

Klasi!ikasi tingkat de"idrasi anak dengan diare Klasi!ikasi Dehidrasi berat Tanda#tanda atau ge$ala Terdapat " atau lebih tanda) a. ;etargis6tidak sadar b. (ata cekung c. Tidak bisa minum atau malas minum d. @ubitan perut kembali sangat lambat (I " detik) Dehidrasi ringan atau Terdapat " atau lebih tanda) sedang a. ?e%el gelisah b. (ata cekung c. (inum dengan lahap atau haus d. @ubitan kulit kembali dengan lambat a. $eri anak dengan Pengo%atan $eri cairan untuk diare dengan dehidrasi berat

cairan dengan makanan untuk dehidrasi ringan b. 2etelah nasehati rehidrasi, ibu untuk

penangan dirumah dan

Tanpa dehidrasi

kapan kembali segera Tidak terdapat cukup tanda untuk a. $eri cairan dan diklasifikasikan sebagai dehidrasi ringan atau berat makanan menangani untuk diare

dirumah b. &asehati c. +un ungan tidak membaik ibu kapan ulang kembali segera dalam %aktu 1 hari ika

E. PEME&IKSAAN PEN'N(ANG Pe)eriksaan enun$ang diare akut* Tes darah) hitung darah lengkapH anemia atau trombositosis mengarahkan dengan adanya penyakit kronis. *lbumin yang rendah bisa men adi patokan untuk tingkat keparahan penyakit namun tidak spesifik. +ultur tin a bisa mengidentiffikasi organisme penyebab. $akteri C. Difficile ditemukan pada 1- orang sehatH oleh karenanya diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya ge ala disertai ditemukannya toksin, bukan berddasarkan ditemukannya organisme sa a. Doto polos abdomen) bisa menun ukkan gambaran kolitis akut

Pe)eriksaan enun$ang diare kronis* 0emeriksaan penun ang yang akan dilakukan harus dipilih berdasarkan prioritas diagnosis klinis yang paling mungkin. Tes darah) secara umum dilakukan hitung darah lengkap, ;FD, biokimia%i darah, tes khusus dilakukan untuk mengukur albumin serum, 3itamin $1" dan folat. Dungsi tiroid. *ntibodi endomisial untuk penyakit siliaka. (ikroskopik dan kultur tin a (G/)) hasil kultur negatif belum menyingkirkan giardiasis. ;emak dan tin a) cara paling sederhana adalah pe%arnaan sampel tin a dengan 2udan black kemudian diperiksa di ba%ah mikroskop. 0ada kasus yang lebih sulit, kadar lemak tin a harus diukur, %alaupun untuk pengukuran ini dibutuhkan diet yang terstandardisasi.

Doto polos abdomen) pada foto polos abdomen bisa terlihat klasifikasi pankras, sebainya diperiksa dengan (F?@0) dan6atau @T pankreas. endoscopic retrograde cholangiopancreatography

Fndoskopi, aspirasi duodenum, dan biopsi) untuk menyingkirkan penyakit seliaka dan giardiasis.

+olonoskopi dan biopsi) endoskopisaluran pencernaan bagian ba%ah lebih menguntungkan dariada pencitraan radiologi dengan kontras karena, bahkan ketika mukosa terlihat normalpada biopsi bisa ditemukan kolitis mikroskopik (misalnya kolistik limfositik, kolitis kolagenosa).

Hydrogen breath test: untuk hipolaktasia (laktosa) atau pertumbuhan berlebihan bakteri pada usus halus (laktulosa).

Pencitraan usus halus: bisa menun ukkan di3ertikulum e uni, penyakit @rohn atau bahkan struktur usus halus.

Berat tinja 24 jam diulang saat puasa!: %alaupun sering ditulis di urutan terakhir daftar pemeriksaan penun ang pemeriksaan ini tetap merupakan cara paling tepat untuk membedakan diare osmotik dan diare sekretorik.

Hormon usus puasa: ika ada dugaan tumor yang mensekresi hormonharus dilakukan pengukuran kadar hormon puasa. (enurut (?ubebsten dkk, "##') ika merupakan episode akut tunggal dan belum

mereda setelah 1-' hari, maka hurus dilakukan pemeriksaan berikut) a. 0emeriksaan darah lengkap untuk mencari anemia dan kultur darah untuk "alminella typhi# ". Paratyphi# dan ". $nteritidid# khususnya bila ada ri%ayat per alanan ke luar negeri. b. 0emeriksaan laboratorium tin a untuk mencari kista, telur, dan parasit (ameba, %iardia! dan kultur (tifoid dan paratifoid, Campylobacter# Clostridium difficile!. c. 2igmoidoskopi, khususnya pada dugaan kolistis ulseratif atau kangkaer (atau kolitis ameba). $iopsi dan histologi bisa memiliki nilai diasnostik.

F. PAT+,Agas ,nfeksi (akanan 0sikologi

8. $erkembang di usus

Toksik tidak dapat diserap

Ansietas

.ipersekresi air : elektrolit

,si usus

..

.iperperistaltik

0enyerapan makanan di usus

Diare

Drekuensi $*$

Distensi abdomen

(ual muntah .ilang cairan : elektrolit ,. berlebihan &afsu makan 8angguan keseimbangan =. cairan dan elektrolit Dehidrasi Kerusakan integritas kulit Ketidaksei)%angan nutrisi* kurang dari ke%utu"an tu%u"

+.

Kekurangan .olu)e ;. /airan

?esiko syok (hipo3olemik)

G. PENATALAKSANAAN MEDIS 0enatalaksanaan diare akut pada anak) 1. ?ehidrasi sebagai prioritas utama terapi. 2. Dietetik 3. Bbat-obatan

0. &e"idrasi se%agai rioritas uta)a tera i. *da 9 hal yang penting diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat, yaitu) 1) =enis cairan yang hendak digunakan. 0ada saat ini cairan ?inger ;aktat merupakan cairan pilihan karena tersedia cukup banyak di pasaran meskipun umlah kaliumnya rendah bila dibandingkan dengan kadar kalium tin a. $ila ?; tidak tersedia dapat diberiakn &a@l isotonik (#,9-) yang sebaiknya ditambahkan dengan 1 ampul &abik ',1- 1# ml pada setiap satu liter &a@l isotonik. 0ada keadaan diare akut a%al yang ringan dapat diberikan cairan oralit untuk mencegah dehidrasi dengan segala akibatnya. ") =umlah cairan yang hendak diberikan. 0ada prinsipnya umlah cairan pengganti yang hendak diberikan harus sesuai dengan umlah cairan yang keluar dari badan. =umlah kehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan cara6rumus) Mengukur B( Plas)a +ebutuhan cairan dihitung dengan rumus) $= 0lasma J 1,#"1 ---------------------- G $$ G 9 ml #,##1 Metode Pier/e $erdasarkan keadaan klinis, yakni) K diare ringan, kebutuhan cairan K diare sedang, kebutuhan cairan K diare ringan, kebutuhan cairan L 1- G kg $$ L 8- G kg $$ L 1#- G kg $$

Metode Per%andingan BB dan ')ur Total $$ (kg) 5mur 0!; &!; @!; +ehilangan @airan

7/ /-1# 1#-11 11-"1

7 1 bln 1 bln-" thn "-1 thn 1-1# thn

11# 1"1 1## #8#

1"1 1## #8# #"1

"1 "1 "1 "1

/## "1# "#1 1/#

2umber) &gastiyah (199') +eterangan) 0!; ) 0re3ius !ater ;ose (ml6kg$$) L cairan muntah &!;) &ormal !ater ;ose (ml6kg$$) L cairan diuresis, penguapan, pernapasan @!;) @oncomitant !ater ;ose (ml6+g$$) L cairan diare dan muntah yang terus menerus 1) @airan per oral 0ada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa cairan yang bersifat &a@l dan &a.@B / dan glukosa. 5ntuk diare akut dan kolera pada anak diatas > bulan kadar &atrium 9# mFg6l. 0ada anak diba%ah umur > bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 1#-># mFg6l. Dormula lengkap disebut oralit, sedangkan larutan gula garam dan ta in disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung &a@l dan sukrosa. ") @airan parentral Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat, dengan rincian sebagai berikut) 5ntuk anak umur 1 bl -" tahun berat badan /-1# kg ) 1 am pertama ) 9# ml6kg$$6menitL / tts6kg$$6mnt (infusset berukuran

1 mlL11 tts atau 1/ tts6kg$$6menit (set infus 1 mlL"# tetes). ' am berikutnya ) 1" ml6kg$$6menitL / tts6kg$$6mnt (infusset

berukuran 1 mlL11 tts atau 9 tts6kg$$6menit (set infus 1 mlL"# tetes). 1> am berikutnya ) 1"1 ml6kg$$6 oralit 5ntuk anak lebih dari "-1 tahun dengan berat badan 1#-11 kg

1 am pertama ) /# ml6kg$$6 am atau 8 tts6kg$$6mnt (1 mlL11 tts atau 1# tts6kg$$6menit (1 mlL"# tetes). 5ntuk anak lebih dari 1-1# tahun dengan berat badan 11-"1 kg " am pertama ) "# ml6kg$$6 am atau 1 tts6kg$$6mnt (1 mlL11 tts atau '

tts6kg$$6menit (1 mlL"# tetes). ' am berikut ) 1# ml6kg$$6 am atau ",1 tts6kg$$6mnt (1 mlL11 tts atau / tts6kg$$6menit (1 mlL"# tetes). 1> am berikut ) 1#1 ml6kg$$ oralit per oral. 5ntuk bayi baru lahir dengan berat badan "-/ kg +ebutuhan cairan) 1"1 ml A 1## ml A "1 ml L "1# ml6kg6$$6"9 am, enis cairan 9)1 (9 bagian glukosa 1- A 1 bagian &a.@B/ 1M -. +ecepatan ) 9 am pertama ) "1 ml6kg$$6 am atau > tts6kg$$6menit (1 ml L 11 tts) 8 tts6kg6$$6mt (1mtL"# tts). 5ntuk bayi berat badan lahir rendah +ebutuhan cairan) "1# ml6kg6$$6"9 am, enis cairan 9)1 (9 bagian glukosa 1#- A 1 bagian &a.@B/ 1M -). 1. Dietetik 5ntuk anak diba%ah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari ' kg, enis makanan) 2usu (*2,, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak enuh. (akanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim) 2usu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak enuh. 2tandar &utrisi parenteral untuk anak diare adalah didasarkan atas kebutuhan kalori, kebutuhan asam amino, dan kebutuhan mikronutrien. +ebutuhan kalori

1. ". /. 9. 1.

$$;? ) 11# +kal6 +g $$ $$; @) 1"# +kal6 +g $$6bulan $$ #- 1# +g ) 1##+kal6 +g $$ $$ 11- "# +g ) 1### +kal A 1# +kal G ($$ -1#) $$ < "# +g ) 11## +kal A "# +kal G ( $$ J "#)

+ebutuhan *sam amino 1. ". /. $$;? ",1 J /6 +g $$ 5sia # -1 tahun ) ",1 g6 +g $$ 5sia " -1/ tahun 1,1 -"g6 kg $$

+ebutuhan (ikronutrien 1. ". +alium 1,1 J ",1 meN6 kg $$ &atrium ",1 J /,1 meN6 kg $$

2alah satu contoh makanan untuk anak dengan diare adalah bubur tempe yang bertu uan untuk memberikan diet kepada anak dengan diare. *dapun sasaran dan kegunaannya adalah untuk meringankan ker a usus bagi penderita diare dan diberikan kepada anak usia > -1" bulan dan anak usia 1 -1 tahun. *dapun bahan yang dibutuhkan adalah tepung beras /# gram, tempe 1# gram, margarine 1# gram dan gula pasir "# gram, serta air "## ml. *dapun caranya ada " yaitu cara pertama) tempe di blender ditambah "# cc, campurkan tempe yang sudah diblender dengan tepung beras, gula pasir, margarine dan air sebanyak "## cc, aduk hingga rata, lalu mask diatas api sampai mengental dan siap disa ikan. Cara &edua) tempe direbus lalu dihaluskan, campur tempe , tepung beras, margarine, gula pasir dengan sisa rebusan tempe sebanyak "## cc. (asak diatas api sampai mengental kemudian disaring dan siap untuk disa ikan. 2. O%at#o%atan Bbat-obatan yang diberikan pada anak diare adalah) 1) ") /) Bbat anti sekresi (asetosal, klorpromaCin) Bbat spasmolitik (papa3erin, ekstrakbelladone) *ntibiotik (diberikan bila penyebab infeksi telah diidentifikasi)

+. ANALISA DATA &o. Data (asalah kepera%atan 1. $atasan karakteristik 1. 0erubahan status mental ". 0enurunan darah /. 0enurunan tekanan nadi 9. 0enurunan turgor kulit 1. 0eurunan haluaran urine >. (embran kering '. +ulit kering 8. 0eningkatan hematokrit 9. 0eningkatan suhu tubuh 1#. 0eningkatan nadi 11. 0eeningkatan konsentrasi urine 1". 0enurunan berat badan 1/. .aus 19. +elemahan ". 1. +ram abdomen ". &yeri abdomen /. (enghindari makanan 9. $erat badan "#- atau 8angguan nutrisi ,ntake kurang kebutuhan tubuh tidak adekuat 8angguan dari kebutuhan frekuensi mukosa tekanan +ekurangan 3olume cairan Butput berlebih Ftiologi Diagnosa +epera%atan +ekurangan 3olume cairan berhubungan dengan output berlebih

dari makanan yang nutrisi kurang

lebih di ba%ah berat badan ideal 1. +erapuhan kapiler >. Diare '. +ehilangan rambut berlebihan 8. $ising usus hiperaktif 9. +urang makanan 1#. +urang informasi 11. 0enurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat 1". (embran mukosa pucat 1/. +etidakmampuan memakan makanan 19. Tonus otot menurun 11. (engeluh gangguan sensasi rasa 1>. @epat kenyang setelah makan 1'. 2aria%an rongga mulut 18. +elemahan otot pengunyah 19. +lemahan otot untuk /. menelan 1. +errusakan lapisan kulit (dermis) ". 8angguan permukaan kulit (epidermis) /. ,nfasi struktur tubuh +erusakan integritas kulit

tubuh berhubungan dengan intake makanan yang tidak adekuat

+erusakan integritas kul

I. &ENCANA KEPE&A,ATAN &o Diagnosa Tu uan dan kriteria hasil ,nter3ensi

. 1. +ekurangan 3olume berhubungan dengan berlebih output diharapkan cairan dan cairan 2etelah tindakan dilakukan 'luide management kepera%atan 1. Timbang popok6pembalut ika am, diperlukan

selama " G "9

kebutuhan ". 0ertahankan catatan intake dan elektrolit output yang akurat

status hidrasi dalam tubuh pasien dapat /. (onitor (kelembaban membran teratasi dengan kriteria mukosa, nadi adekuat, tekanan hasil) ,nput cairan seimbang. (enun ukkan membran dan ortostatik), ika diperlukan output 9. (onitor 3ital sign elektrolit 1. +olaborasikan cairan ,E >. (onitor status nutrisi '. Dorong masukan oral

mukosa 8. +olaborasi dengan dokter. Hypo(olemia )anagement 1. (onitor status cairan termasuk intake dan output cairan ". (onitor tingkat .$ dan hematokrit /. (onitor respon pasien terhadap penambahan cairan 9. (onitor berat badan dilakukan *utrition mangement

lembab dan turgor aringan normal.

".

8angguan kurang kebutuhan berhubungan dengan makanan

nutrisi 2etelah dari tubuh intake diharapkan yang tindakan

kepera%atan 1. +a i adanya alergi makanan am, ". +olaborasi dengan ahli giCi untuk menentukan umlah kebutuhan kalori dan nutrisi yang

selama " G "9

tidak adekuat

nutrisi

pasien

dapat

dibutuhkan pasien /. *n urukan pasien untuk meningkatkan intake ,E 9. *n urkan pasien untuk

teratasi dengan kriteria hasil) 1. $erat badan ". Tidak ada tanda-tanda malnutrisi /. (enun ukan peningkatan pengecapan menelan 9. Tidak penurunan ter adi berat fungsi dari badan ideal

meningkatkan protein dan 3itamin @ 1. $erikan substansi gula >. (onitor umlah nutrisi dan kandungan kalori '. $erikan informasi tentang kebutuhan nutrisi *utrition )onitoring 1. $$ pasien dalam batas normal ". (onitor adanya penurunan berat badan /. (onitor tipe dan umlah akti3itas yang biasa dilakukan 9. (onitor interaksi anak atau orang tua selama makan 1. (onitor lingkungan selama makan >. =ad%alkan pengobatan dan tindakan tidak selama am makan '. (onitor kulit kering dan perubahan pigmentasi 8. (onitor turgor kulit 9. (onitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah 1#. (onitor kadar albumin, total protein, .$, dan kadar .T

sesuai dengan tinggi

badan yang berarti

11. (onitor pertumbuhan dan perkembangan 1". (onitor pucat, kemerahan, dan kekeringan aringan /. +erusakan integritas kulit 2etelah tindakan kon ungti3a dilakukan Pressure )anagement kepera%atan am, 1. *n urkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar ". =aga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering /. (obilisasi pasien ( ubah posisi pasien) setiap " am sekali 9. Bleskan lotion atau minyak6baby oil pada daerah tertekan 1. (onitor akti3itas dan mobilisasi pasien >. (emandikan pasien dengan sabun dan air hangat

selama " G "9 diharapkan integritas dapat

kerusakan kulit pasien dengan

teratasi

kriteria hasil) 1. ,ntegritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi) ". Tidak ada luka atau lesi pada kulit /. 0erfusi aringan baik 9. (enun ukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan mencegah ter adinya cidere berulang 1. (ampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan

pera%atan alami

Da!tar Pustaka $aughman, Diane @. "###. Kepera+atan )edi&al , Bedah : Bu&u "a&u untu& Brunner dan "uddarth. =akarta ) F8@ $ehrman, ?ichard F, dkk. 1999. -lmu Kesehatan dan .na& *elson# /olume 2. $disi 01. .lih Bahasa .. "ami& 2ahab. =akarta ) F8@. @or%in, FliCabeth =. "##'. Bu&u "a&u Patofisiologi# $d. 34 .lih Bahasa# *i&e Budhi "ube&ti. =akarta) F8@. Da3ey 0atrick."##/.)edicine at a %lance. Frlangga) =akarta. +ee, =oyce ;.199>. 'arma&ologi : Pende&atan Proses Kepera+atan. =akarta) F8@ (uscari, (ary F. "##1. Panduan Belajar: Kepera+atan Pediatri&4 .lih Bahasa# .ifrina Hany. =akarta) F8@. &ethina, 2andra, (. "##1. Pedoman Pra&te& Kepera+atan. .lih Bahasa oleh "etia+an# d&&. =akarta ) F8@. &urarif, *min .uda dan +usuma, .ardhi. "#1/. .pli&asi .suhan Kepera+atan Berdasar&an Diagnosa )edis 5 *.*D. *-C6*7C 8ilid - dan --. 4ogyakarta) (edi*ction 0ublishing. ?ubenstein Da3id, dkk."##1. 9ecture *otes: Kedo&teran Klinis.Frlangga)=akarta Tucker, 2usan (artin, dkk. 1998. "tandar Pera+atan Pasien : Proses Kepera+atan# Diagnosis# dan $(aluasi. ed. 1!. .lih Bahasa :asmin .sih#d&&. =akarta ) F8@. !ong, Donna ;. dan Faton, (. .O(et all). "##1. 2ong;s $ssentials of Pediatric *ursing. (Fd. >). (issouri ) (osby.

+F$5T5.*& @*,?*& T5$5. *&*+ 1. 7 1# +g L 1## cc6kg$$6hari ". 7"#+g L1###cc A ($$-1#)G1#cc 6 hari /. 7/#kg L11##cc A ($$-"#)G"#cc 6 hari $*;*&@F @*,?*& $alance @airan L ,ntake (minumAinfusAmakan)- output (,!;A5rineABn 8oing ;oss) J< B8;) feses dan muntah 0erhitungan ,!; 71thnL1#cc6kg$$6hr 1-/thnL9#cc6kg$$6h r/-1thnL/#cc6kg$$6hr <1thnL"#cc6kg$$6hr 0erhitungan Diuresis) =umlah urine cc6$$G am 1. Peningkatan suhu tubuh b/d proses peradangan usus halus Tujuan : Suhu tubuh kembali normal Criteria hasil ; - tidak demam - tanda-tanda vital dalam batas normal a. Observasi tanda-tanda vital terutama suhu tubuh tiap ! " jam. #/ : $engetahui keadaan umum pasien b. %erikan kompres dingin. #/: $engurangi peningkatan suhu tubuh &. 'tur suhu ruangan (ang n(aman. #/ : $emberikan suasana (ang men(enangkan dan menghilangkan ketidakn(amanan. d. 'njurkan untuk ban(ak minum air putih #/: Peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan sehingga perlu diimbangi dengan asupan &airan (ang ban(ak e. )olaborasi pemberian antiviretik* antibiotik #/: $emper&epat proses pen(embuhan* menurunkan demam. Pemberian antibiotik menghambat pertumbuhan dan proses in+eksi dari bakteri . ,angguan pola eliminasi b/d proses peradangan pada usus halus Tujuan : Pola eliminasi sesuai dengan kebiasaan sehari-hari Criteria hasil : konsistensi normal a. )aji pola eliminasi pasien #/ : -ntuk mengetahui output dan dapat ditentukan intake (ang sesuai b. %erikan minuman oralit #/ : -ntuk men(eimbangkan elektrolit &. )olaborasi dengan dokter dalam obat #/ : -ntuk mengetahui dosis (ang tepat menghentikan diare d. 'uskultasi bising usus #/: Penurunan menunjukkan adan(a obstruksi statis akibat in+lamasi* penumpukan +ekalit e. Selidiki keluhan n(eri abdomen #/: %erhubungan dengan distensi gas

+. Observasi gerakan usus* perhatikan .arna* konsistensi* dan jumlah +eses #/: /ndikator kembalin(a +ungsi ,/* mengidenti+ikasi ketepatan intervensi g. 'njurkan makan makanan lunak* buah-buahan (ang merangsang %'% #/: $engatasi konstipasi (ang terjadi h. )olaborasi %erikan pelunak +eses* supositoria sesuai indikasi #/: $ungkin perlu untuk merangsang peristaltik dengan perlahan 0. ,angguan rasa n(aman n(eri berhubungan dengan proses peradangan Tujuan : n(eri hilang/berkuran )riteria hasil : - Tidak ada keluhan n(eri - 1ajah tampak tampak rileks - TT2 dalam batas normal a. )aji tingkat n(eri* lokasi* si+at dan laman(a n(eri #/: Sebagai indikator dalam melakukan intervensi selanjutn(a dan untuk mengetahui sejauh mana n(eri dipersepsikan. b.%erikan posisi (ang n(aman sesuai keinginan klien. #/: Posisi (ang n(aman akan membuat klien lebih rileks sehingga merelaksasikan otot-otot. &. 'jarkan tehnik na+as dalam #/: Tehnik na+as dalam dapat merelaksasi otot-otot sehingga mengurangi n(eri d. 'jarkan kepada orang tua untuk menggunakan tehnik relaksasi misaln(a visualisasi* aktivitas hiburan (ang tepat #/: $eningkatkan relaksasi dan pengalihan perhatian e. )olaborasi obat-obatan analgetik #/: 3engan obat analgetik akan menekan atau mengurangi rasa n(eri