Anda di halaman 1dari 5

Benny Haposan Sianipar 511-333-1004

Pengetian Relay Proteksi ada Generator Relay proteksi merupakan sebuah perangkat yang bekerja secara otomatis mengatur atau

memutuskan sebuah rangkaian listrik akibat adanya gangguan yang terjadi pada generator. Relay proteksi dipasang dengan tujuan mencegah kecelakaan perorangan/personil, meminimalisir terjadinya gangguan yang terjadi pada bagian sistem dan memberikan peringatan secara otomatis yang berfungsi untuk mengisolir gangguan atau kondisi yang tidak normal, seperti overload, under voltage, reserve power dan kondisi tidak normal lainnya. Selain itu, relay dipasang dengan tujuan melokalisir dampak dari gangguan dengan memisahkan peralatan yang terganggu dari sistem karena dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan lain yang berada pada sistem tersebut. Dengan begitu peralatan yang mengalami kerusakan dapat terlepas secara cepat sehingga stabilitas sistem tetap terjaga, dan kontinuitas serta pelayanan sistem juga tetap terjaga dengan baik. Sistem proteksi merupakan suatu alat pengaman dini yang digunakan untuk menjaga stabilitas sebuah sistem yang akan dilindungi agar dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Alat proteksi merupakan relay dengan komponen yang cukup sederhana, namun dalam aplikasinya sangat efektif yang dapat difungsikan pada perangkat yang ingin dilindungi. Bagian Relay Proteksi Relay proteksi memiliki 6 bagian utama, yakni: Penggerak mula, generator, transformator generator, trafo pembantu utama, trafo pembantu cadangan atao trafo start, motor-motor pemakai sendiri. Relay proteksi dalam sebuah pembangkit terdiri dari beberapa jenis, yakni: 1. Proteksi rotor ground fault. Proteksi ini berfungsi untuk mendeteksi secara cepat gangguan yang terjadi dikarenakan putusnya rangkaian medan magnet yang dapat menimbulkan panas dan percikan api. Dan untuk mendeteksi ketika salah satu atau semua fase terhubung ke tanah.

# Prinsip Dasar Relay

Benny Haposan Sianipar 511-333-1004

2. Proteksi under eksitasi. Proteksi ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan eksitasi yang tidak stabil akibat dari gangguan AVR, sistem kendali trafo yang tidak berfungsi, atau generator beroperasi dengan bahan kapasitif. 3. Proteksi over current. Proteksi yang difungsikan untuk mendeteksi stress thermal pada generator yang diakibatkan oleh lebihnya arus. 4. Proteksi rise in voltage. Proteksi yang berfungsi mendeteksi adanya kenaikan beban ataupun penurunan beban sistem yang mengakibatkan kenaikan putaran pada turbin generator. 5. Proteksi load under balance. Proteksi yang bertujuan mendeteksi adanya salah satu jarinngan yang terhubung dengan ground. 6. Proteksi under frekuensi. Proteksi yang berfungsi untuk mendeteksi adanya gangguan yang diakibatkan turunnya frekuensi jaringan luar interkoneksi.

Didalam suatu sistem proteksi terdiri dari perangkat-perangkat yang harus diperhatikan adalah: 1. Relay. 2. PMT/PMB (pemutus tenaga/pemutus beban). 3. Power Supply (baterai). 4. Pengawatan (wiring). 5. Trafo tegangan dan trafo arus (parameter).

# Prinsip Dasar Relay

Benny Haposan Sianipar 511-333-1004

Jenis-Jenis Relay Proteksi 1. Berdasarkan Besaran Input Arus (I) : Relay Arus lebih (OCR) Relay Arus kurang (UCR) Tegangan (U) : Relay tegangan lebih Relay tegangan kurang (UVR) Frekuensi (f) : Relay frekuensi lebih (OFR) Relay frekuensi kurang (UFR) Daya (P;Q) : Relay daya Max / Min Relay arah / Directional Relay Daya balik Impedansi (Z) : Relay jarak (Distance) Beda Arus : Relay diferensial

2. Berdasarkan Karakreristik Waktu Kerja Seketika (Relai instant / Moment /high speed) Penundaan waktu [ time delay ] : Definite time relay. Inverse time relay Kombinasi instant dengan tunda waktu

3. Berdasarkan Jenis Kontak Relai dengan kontak dalam keadaan normal terbuka [ normally open contact]

# Prinsip Dasar Relay

Benny Haposan Sianipar 511-333-1004

Relai dengan kontak dalam keadaan normal tertutup [ normally close contact]

4. Berdasarkan Prinsip Kerja I. Tipe Elektromekanis a. Tarikan magnit tipe Plunger bila kumparan diberi arus melebihi nilaipick upnya, maka plunger akan

bergerak keatasdan terjadi penutupankontak. gaya yang yang ditimbulkansebanding dengan kwadratarus pada kumparan .relai ini mempunyai waktukerja yang cepat , sehingga banyak digunakan sebagairelai instantaneous . tipe hinged armature bila kumparan diberi arus,maka lengan akan tertariksehingga ujung lengan yanglain akan menggerakan kontak .gaya elektromagnitik jugasebanding dengan kwadrat arus kumparan .tipe ini banyak digunakansebagai relai bantu, karenadapat mempunyai kontakyang banyak dan kontaknyamempunyai kapasitas pemutusan arus yang lebihbesar . tipe tuas seimbang tipe ini terdiri dari dua kumparan yaitu kumparan kerja dan penahan. dalam keadaan seimbang dimana gaya pegas diabaikan maka i1 / i2 = k [ konstante ] bila i1 / i2 lebih besar dari k maka relai akan menutup kontak bila i1 / i2 lebih kecil dari k maka relai akan buka kontak tipe ini banyak digunakan sebagai relai diferensial dan relai jarak . b. Indikasi tipe shaded pole terjadi beda sudut fasa antara fluk [2] dengan fluk [1] kedua fluk ini akan menginduksikan arus pusar pada piringan interaksi antara kedua fluk tersebut akan menimbulakan torsi dan menggerakan piringan karena kontak gerak dipasng pada poros maka kontak akan menutup tipe KWH interaksi antara fluk u dan terhadap fluk yang diperoleh dari arus

pusar yang diinduksikan pada piringan akan mengerakan piringan untuk berputar

# Prinsip Dasar Relay

Benny Haposan Sianipar 511-333-1004 putaran ini akan menutup kontak umumnya karakteristi k tunda waktunya adalah inverse tipe mangkok { Induction Cup ] prinsipnya sama seperti motor induksi. terdapat rotor aluminium berbentuk silinder yang di tengahnya inti magnitik sehingga silinder tersebut dapat berputar pada silinder dipasang kontak gerak dan dapat menutup kontak ke kiri atau ke kanan . II. Tipe Thermis Relay Temperatur mendeteksi kenaikan temperatur belitan sisi primer/sekunder dan minyak, biasa disebut winding temprature dan oil temprature. III. Tipe gas relai buccholz Rele bucholz dipasang pada pipa dari maintank ke konservator. Rele ini gunanya untuk mengamankan trafo dari gangguan internal trafo yang menimbulkan gas dimana gas tersebut timbul akibat adanya hubung singkat didalam trafo atau akibat busur didalam trafo.

# Prinsip Dasar Relay

Anda mungkin juga menyukai