Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Belajar adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada diri individu yang belajar. Perubahan tingkah laku terjadi karena usaha individu yang bersangkutan (Depdiknas, 2004:3). Belajar juga diartikan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 1995:2). Pembelajaran merupakan suatu usaha penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Pembelajaran fisika adalah suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar fisika. Fisika adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), merupakan salah satu mata pelajaran inti di semua jenjang pendidikan sekolah (dari tingkat SD hingga sekolah menengah). Fisika adalah bidang ilmu yang banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran mental seseorang yang kuat. Dengan demikian penjelasan fisika sering tidak dapat dipahami dengan mudah oleh siswa. Oleh karena itu, sarana Bantu (Media, atau Alat Peraga) untuk mempermudah dalam mengkomunikasikan materi fisika dalam

pembelajaran sangat diperlukan. Taman Pintar adalah bangunan yang berada dipusat kota yogyakarta, tepatnya taman ini dibangun di sekitar kawasan Shopping Center. Disebut Taman Pintar, karena pada kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materimateri pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Di dalam taman yang digagas oleh Wali kota Yogyakarta, Herry Zudianto, SE.Akt, MM, dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi ini, terdapat enam zona

dengan bermacam wahana bermain dan belajar yang disertai Alat Peraga atau Media iptek, tidak terkecuali media-media fisika. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung dapat langsung menyaksikan dan mencoba hasil karya inovasi teknologi dan permainan dari berbagai wahana tersebut. Sehingga tidak salah bila dikatakan bahwa Taman Pintar menjadi salah satu wahana yang dapat membantu proses pembelajaran khususnya pembelajaran fisika. Setelah melihat secara seksama uraian diatas maka Laporan ini diberi judul Analisis Manfaat Penggunaan Media Fisika pada Taman Pintar dalam Pembelajaran Fisika.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas, maka permasalahan dalam penulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apa saja manfaat penggunaan media pada Taman Pintar dalam pembelajaran fisika ? 2. Bagaimana mekanisme pengaruh penggunaan media pada Taman Pintar terhadap pembelajaran fisika ?

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui manfaat penggunaan media pada Taman Pintar dalam pembelajaran fisika. 2. Untuk mengetahui mekanisme pengaruh penggunaan media pada Taman Pintar terhadap pembelajaran fisika

1.4 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penulisan ini adalah: 1) Bagi penulis, merupakan pengalaman untuk dijadikan bekal dalam melaksanakan pembelajaran yang lebih baik. 2) Bagi guru, untuk memberikan salah satu alternatif dalam memilih metode pembelajaran serta pendekatan pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran dikelas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada diri individu yang belajar, perubahan tingkah laku terjadi karena usaha individu yang bersangkutan (Depdiknas, 2004:3). Belajar juga diartikan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interak si dengan lingkungannya (Slameto, 1995: 2). Belajar selalu melibatkan tiga hal pokok yaitu: adanya perubahan tingkah laku, sifat perubahannya relatif tetap, serta perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan (Depdiknas, 2004: 4). Belajar diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya, penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kepribadian seutuhnya (sardiman, 2000: 20). Pembelajaran merupakan suatu proses mengatur, mengorganisasi kegiatan menuju terbentuknya

lingkungan yang ada di sekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan dorongan anak didik melakukan proses belajar (Djamarah dan Zain, 1995: 45), pembelajaran juga diartikan sebagai suatu usaha penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar, sistem belajar ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa komponen yang masing-masing saling mempengaruhi (Sardiman, 2000: 25)

2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran Syah (2003:132) mengungkapkan secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam (1) faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/ kondisi jasmani rohani siswa (2) faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan disekitar siswa, faktor eksternal terdiri dari dua macam, yakni: faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial (3) faktor pendekatan belajar (approach to

learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembalajaran materi-materi pelajaran. Faktor-faktor diatas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain.

2.3 Media Pembelajaran Fisika Fisika merupakan bagian dari Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan proses dan produk tentang pengkajian gejala alam (Sund dan Trowbridge, 1973). Proses ( process or methods) adalah kegiatan yang meliputi: 1) identifikasi dan merumuskan masalah (stating the problem); 2) merumuskan hipotesis (formulating a hypothesis); 3) merancang eksperimen (designing and experiment); 4) melakukan pengamatan (making observation); 5) mencatat data eksperiment (recording data from the experiment); 6) uji hipotesis (cenferming the hypothesis); 7) membuat kesimpulan (forming conclusions) (baybee & trowbridge, 1990). Produk adalah hasil proses yang berbentuk: fakta, konsep, prinsip, teori, hukum, dan sebagainya. Fisika sebagai ilmu proses, yang melibatkan kegiatan dari merumuskan masalah hingga menarik kesimpulan, sehingga banyak melibatkan aktivitas, pengukuran, pendataan, analisis, dan sejenisnya. Dengan demikian, fisika dapat dikatagorikan sebagai ilmu yang bersifat induktif, yaitu ilmu yang dibangun atas dasar penyimpulan dari kejadian-kejadian khusus di alam. Belajar fisika yang baik sekurang-kurangnya adalah dengan cara memverifikasi (melalui kegiatan pengulangan dalam pengamatan, pengukuran, pendataan, analisis, dan sejenisnya) untuk mencocokkan hasil temuan fisika (produk fisika) yang telah dipelajarinya. Menurut White (dalam Fensh, 1994), materi fisika mempunyai sifat: abstrak (misalnya:arus listrik, gaya, energi, dan lin-lain) atau konkret (misalnya: gelombang tali, atom, electron, dan lain-lain); mudah (misalnya: sifat elastis, kasar/halus, dan lain-lain); atau sulit (misalnya teori relativitas, dualisme

gelombang); baru (misalnya: fisika modern, fisika kuantum, dan lain-lain) atau lama (misalnya: gerak, gelombang, muatan). Fisika adalah bidang ilmu yang banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran mental seseorang yang kuat. Dengan demikian penjelasan fisika sering tidak dapat dipahami dengan mudah oleh siswa. Oleh karena itu, sarana Bantu (Media, Alat Peraga) untuk mempermudah dalam mengkomunikasikan materi fisika dalam pembelajaran sangat diperlukan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi Penelitian Pada metode penelitian dapat saya uraikan tentang tempat dan waktu penelitian atau observasi, desain penelitian/observasi, data dan sumber data, teknik dan alat perolehan data, dan teknik penyajian dan analisis data. 3.1.1 Tempat dan Waktu Tempat yang saya kunjungi dalam praktek kerja lapangan adalah Yogyakarta tepetnya di taman pintar, karena bidang studi fisika dan fisika membutuhkan media pembelajaran dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya maka taman pintar yang tepat untuk dikunjungi. PKL dilaksanakan tanggal 25-28 Juli 2010. Saat berkunjung di taman pintar pada tanggal 27 Juli 2010 jam sekitar 11.00 setelah kunjungan dari BATAN. 3.1.2 Desain Penelitian Langkah yang saya tempuh dalam melakukan observasi ke taman pintar yaitu : 1. Masuk ke taman pintar 2. Melakukan pengamatan pada media pembelajaran yang ada di dalam taman pintar 3. Memotret media pembelajaran yang berhubungan dengan fisika serta mencatat keterangan yang tercantum pada media tersebut.

3.1.3 Data dan sumber data Data dan sumber data yang saya peroleh merupakan data primer karena secara langsung dari objek penelitian yaitu berupa benda atau media. Lalu saya mengambil 6 contoh media pembelajaran fisika dari beberapa media yang ada di taman pintar yang mungkin berpengaruh pada pembelajaran fisika di kelas baik SMP dan SMA. 3.1.4 Teknik dan alat perolehan data Teknik yang saya pakai untuk mendapatkan data adalah dengan mencatat dan memotret dengan alat yang saya pakai memotret adalah handphone. Selain handphone bisa dipakai untuk telpon dan sms, juga ada yang berfungsi untuk memotret karena dengan teknologi yang canggih maka dimodifikasi dengan memasang kamera pada handphone tersebut. 3.1.5 Teknik penyajian dan analisis data Teknik penyajian data yang saya lakukan adalah pengeditan pada hasil potretan dan merancang catatan menjadi lebih teratur. Teknik analisis data menggunakan analisis secara kualitatif dimana terdiri dari : 1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan 2. Mengumpulkan, mengklasifikasikan 3. Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna.

BBV LE MT EMB

il

Dari pengamatan yang saya lakukan di taman pintar saya memili beberapa alat media pembelajaran fisika yang mungkin unik dan bermanfaat bagisiswa SM dan SM terutama SM . Karena fisika tanpa praktek atau alat peraga sulit

jika hanya dibayang-bayangkan saja. Berikut beberapa alat media pembelajaran fisika :

4.1.1 GENERA OR VAN DE GRAAF

Generat r Van de Graaf merupakan suatu alat peraga yang didesain untuk menghasilkan listrik statis. Salah satu eksperimen dari alat ini yaitu membuat bulu rambut kita bisa berdiri. Hal ini dikarenakan bila suatu benda digosok-gosokkan benda lain maka akan terjadi kelebihan muatan negatif (electron) dari benda tersebut. Ketika generator Van de Graaf bekerja terjadi gesekan antara karpet dengan kawat pada bola

logam, sehingga bola logam kelebihan electron. Bila telapak tangan kita menempel pada bola logam tersebut maka electron akan mengalir pada tubuhkita. Karena muatannya sejenis maka pada bagian rambut elektron-elektron tersebut akan saling tolak menolak. Hal inilah yang menyebabkan rambut kita berdiri.

4.1.2 TV CUBE

Kelihatan sekilas TV tersebut berbentuk kotak. Tapi sebenarnya tidak,TV aslinya diletakkan sejajar sehingga membentuk persegi dari depan. Berbentuk kotak itu karena efek cermin yang dipasang dengan sudut kemiringan tertentu. Pantulan dari cermin tersebut yang menyebabkan TV terlihat seperti bentuk kotak.

4.1.3 PAPAN LISTRIK

Papan listrik adalah sebuah papan yang terlihat didalamnya kilatan-kilatan listrik berwarna biru. Ketika tangan atau logam didekatkan pada papan tersebut maka kilatan-kilatan listrik tersebut akan mengikuti tangan kita. Papan listrik memancarkan cahaya karena pancaran spontan yaitu setiap ion atom atau molekul yang memiliki tingkatan atau energi dari stabil menjadi tidak stabil. Partikel-partikel tersebut memancarkan foton, dengan pelepasan foton tersebut partikel menjadi stabil dan memulai kembali setiap partikel yang pindah dari beda potensial yang tinggi ke rendah. Foton yang sama akan dipancarkan. Warna pancaran cahaya yang disebabkan oleh gas yang ada didalam papan listrik antara lain : Gas Helium Gas Karbondioksida Gas Nitrogen Gas Argon Gas Crypton : Putih : Putih Biru : Pink, orange, terang : Violet, layender :

4.1.4 DISTALASI SEDERHANA

Distalasi atau penyulingan adalah proses pemisahan komponen-komponen campuran dari dua atau lebih cairan, berdasarkan perbedaan tekanan uap dari masing-masing komponen. Contoh dari distalasi ini banyak sekali misalnya pada

10

distalasi tradisional proses pemisahan minyak atsiri dari bahan baku yang dapat menghasilkan minyak atsiri seperti daun nilam, kenanga, cengkeh, dll. Untuk modern pada proses pemisahan minyak bumi menjadi bermacam bahan bakar dan bahan industri.

4.1.5 PUTARAN TURBULENSI

Pergerakan atau mekanika fluida merupakan disiplin ilmu yang mempelajari fluida. Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida static dan fluida dinamik. Fluida static mempelajari fluida yang diam sedangkan fluida dinamik mempelajari fluida yang bergerak. Secara mekanis, fluida adalah sebuah substansi yang mampu menahan tekanan tangensial. Hal ini menyebabkan keadaan fluida saat diam berbentuk sesuai dengan bentuk wadahnya. Dalam dunia penerbangan, seorang pilot harus siap menghadapi putaran udara yang umumnya tidak dapat dilihat atau sering dikenal dengan nama turbulensi udara. Turbulensi udara dapat terjadi apabila langit cerah dan ada perubahan tekanan secara tiba-tiba tanpa diprediksi sebabnya. Jika tidak hati-hati, maka pesawat yang melewati turbulensi akan mengalami masalah atau dapat meremukkan pesawat tersebut.

11

Turbulensi dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya : a) Suhu. Pemanasan dari matahari yang menembus partikel udara dapat menyebabkan massa udara panas naik dan massa udara dingin turun. Turbulensi semacam ini disebut t l n it e is.

b) Jet stream. Merupakan pergerakan arus udara yang sangat cepat pada ketinggian tertinggi dan mempengaruhi udara sekitarnya. c) Pegunungan. Mssa udara yang melewati gunung atau daerah pegunungan dapat mengakibatkan turbulensi. Ketika pesawat terbang diatasnya, pada sisi lain akan terjadi turbulensi. Turbulensi ini disebut t lensi me nis.

d) Permukaan yang dilewati pesawat. Turbulensi ini terjadi dekat dengan permukaan yang dilewati pesawat atau disebut wake t lence.

4.1.6 PIPA BERBUNYI

Pada pipa yang lebih pendek terdengar intensitas bunyi yang tinggi, sedangkan pada pipa yang lebih panjang intensitas bunyinya rendah. Bunyi termasuk gelombang longitudinal, intensitas gelombang merupakan besarnya energi gelombang yang melewati suatu permukaan. Intensitas memiliki hubungan antara daya yang dipancarkan sumber bunyi dengan luas bidang. Secara matematis dapat ditulis :

12

Dimana : I = intensitas gelombang (watt/m2) P = daya yang dipancarkan sumber bunyi (watt) A = luas bidang (m2) r = jarak (m) Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa jika gelombangnya berupa bunyi, intensitas bunyi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber bunyi tersebut ke bidang pendengaran. Jika jarak sumber bunyi semakin dekat maka intensitasnya besar dan kebalikannya.

4.2 Pembahasan 4.2.1 Taman Pintar Taman pintar merupakan tempat wisata yang bisa dijadikan untuk belajar dan mengetahui lebih banyak mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tempat itu dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dan terletak di Jl Pangeran Senopati dan bersebelahan dengan Benteng Vredeburg, Peresmian dilangsungkan pada bulan Mei tahun 2006 dimana Hari Pendidikan Nasional diperingati. Tepatnya tanggal 20 Mei 2006 telah diresmikan Taman Pintar oleh Dirjen Dikdasmen Depkdikan Prof Suyanto PhD dan dijadikan program percontohan science center di Indonesia. Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan wisata, yang menggunakan landasan filosofis yang diadopsi dari ajaran Ki Hajar Dewantoro yaitu Niteni (memahami/mengingat), Niroake (menirukan) dan Nambahi (mengembangkan). Sehingga sangat tepat dijadikan lokasi Taman Pintar yang nantinya akan dijadikan sebagai ikon kota Yogya. Pembangunan taman pintar dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pembangunan Gedung Haritage yang di dalamnya ada taman bermain

13

(playground) dan tempat pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagian barat dan timur. Di playground tersedia berbagai fasilitas bermain seperti ayunan, papan seluncur, dan lain sebagainya. Fasilitas selanjutnya yang masih dalam tahap pembangunan adalah Gedung Oval yang berisi akuarium, hutan buatan, serta berbagai perangkat pengenalan IPTEK. Gedung Oval mulai beroperasi sejak Oktober 2006. dan selanjutnya, dibangun juga Gedung Kotak yang ditujukan sebagai tempat eksebisi, internet cafe, laboratorium komputer dan zona-zona IPTEK. Gedung Kotak baru beroperasi tahun 2007. 4.2.2 Manfaat Penggunaan Media Pada Taman Pintar Dalam

Pembelajaran Fisika Pembelajaran merupakan suatu usaha penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Pembelajaran fisika adalah suatu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar fisika. Fisika adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), merupakan salah satu mata pelajaran inti di semua jenjang pendidikan sekolah (dari tingkat SD hingga sekolah menengah). Fisika adalah bidang ilmu yang banyak membahas tentang alam dan gejalanya, dari yang bersifat riil (terlihat secara nyata) hingga yang bersifat abstrak atau bahkan hanya berbentuk teori yang pembahasannya melibatkan kemampuan imajinasi atau keterlibatan gambaran mental seseorang yang kuat. Dengan demikian penjelasan fisika sering tidak dapat dipahami dengan mudah oleh siswa. Oleh karena itu, sarana Bantu (Media, atau Alat Peraga) untuk mempermudah dalam mengkomunikasikan materi fisika dalam

pembelajaran sangat diperlukan. Taman pintar merupakan obyek wisata pendidikan keluarga di kota Yogyakarta yang menawarkan wahana belajar sekaigus rekreasi yang komplit untuk anak-anak, mulai dari usia pra sekolah hingga tingkat sekolah menengah. Di dalam taman yang digagas oleh Wali kota Yogyakarta, Herry Zudianto, SE.Akt, MM, dan dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi ini, terdapat enam zona dengan bermacam wahana bermain dan belajar yang disertai Alat Peraga 14

atau Media iptek, tidak terkecuali media-media fisika. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung dapat langsung menyaksikan dan mencoba hasil karya inovasi teknologi dan permainan dari berbagai wahana tersebut. Sehingga tidak salah bila dikatakan bahwa Taman Pintar menjadi salah satu wahana yang dapat membantu proses pembelajaran khususnya pembelajaran fisika. Jadi dapat dikatakan bahwa pemanfaatan media pada taman pintar sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran (pematangan konsep).

4.2.3 Mekanisme Pengaruh Penggunaan Media pada Taman Pintar terhadap Pembelajaran Fisika

Pembelajaran fisika di sekolah tidak jarang yang pelaksanaannya tanpa dilengkapi kegiatan demonstrasi atau kegiatan laboratorium, sehingga banyak menimbulkan miskonsepsi fisika pada siswa. Pandangan ini menggambarkan bahwa pembelajaran fisika tanpa memperhatikan adanya bentuk pengetahuan fisik dalam fisika dan tidak merealisasikannya dalam pembelajaran akan

mengakibatkan kesalahan dalam pembelajaran fisika.

Dengan demikian

pembelajaran IPA-Fisika yang baik perlu dilengkapi dengan kegiatan demonstrasi atau kegiatan labolatorium atau secara umum pembelajaran fisika perlu media untuk membantu memperjelas pemahaman tentang produk (fakta, konsep, prinsip, hukum, dan lainnya) pada siswa. Pembelajaran fisika untuk menanamkan pengetahuan logiko-matematika tidak jarang dapat menimbulkan miskonsepsi fisika pada siswa. Melihat uraian di atas nampak jelas bahwa pembelajaran fisika yang baik adalah bila tidak hanya melakukan kegiatan fisika di kelas atau hanya melibatkan proses dan produk yang selanjutnya hanya dapat menghasilkan penguasaan fisika pada ranah kognitif dan psikomotor, tetapi lebih dari itu perlu ditambah dengan pemberian contoh-contoh kejadian atau manfaat fisika di lingkungan, termasuk tempat kerja atau perlu didukung sarana yang dapat difungsikan untuk lebih memahamkan makna fisika.

15

Pembelajaran fisika dalam pendidikan formal dilakukan di sekolah dilaksanakan dalam KBM Fisika di kelas. KBM banyak melibatkan kegiatan komunikasi. Mengkomunikasikan materi yang bersifat abstrak perlu melibatkan media atau alat peraga. Dengan melakukan observasi atau praktik langsung terhadap suatu masalah tertentu yang sesuai dengan materi di kelas maka materi itu akan lebih tahan lama di pahami oleh siswa. Dengan melakukan pembelajaran yang bervariasi (terkadang keluar) tidak sering berada di dalam kelas maka ras bosan yang dialami oleh siswa akan sedikit demi sedikit teratasi.

16

BAB I KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan 1. Media yang ada di Taman Pintar dapat digunakan untuk memperlancar proses belaar mengajar fisika karena banyak materi fisika yang pembahasan memerlukan daya imajinasi tinggi sehingga diperlukan media dan alat-alat peraga. 2. Mekanisme pengaruh media yang ada di Taman Pintar terhadap pembelajaran fisika adalah dengan menggunakan media anak merasa nyaman dan rileks yang akhirnya akan membawa anak pada kondisi benarbenar siap menerima materi, sehingga materi lebih mudah di serap dan lebih tahan lama.

6.2 Saran 1. Para guru hendaknya dalam memberikan materi fisika tidak hanya di dalam kelas (menjelaskan), tetapi sekali waktu perlu untuk melakukan terobosan baru antara lain melaku praktikum, media, alat peraga, dan lainlain. 2. Perlu dilakukannya penelitian yang lebih lanjut mengenai formula yang terbaik dalam mengkombinasikan antar pemberi materi di kelas dan praktikum di Laboratorium.

17

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.tamanpintar.com/taman/index.php?option=com_content&task=vi ew&id=16&Itemid=33 [3 Agustus 2010]. 2. http://www.jogjatrip.com/id/128/taman-pintar [3 Agustus 2010]. 3. http://semangatbelajar.com/taman-pintar-yogyakarta/ [3 Agustus 2010]. 4. http://www.scribd.com/doc/11340467/Belajar-Dan-Pembelajaran [4 Agustus 2010]. 5. http://ebimbel.net/bimbingan-belajar/298-Pengertian-Belajar-DanPembelajaran [4 Agustus 2010]. 6. http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/ [5 Agustus 2010]

18

19