Anda di halaman 1dari 28

Rhesus Darah, Macam, Penentu dan Pegaruhnya pada Kehamilan

http://indahkeluargaku.blogspot.com/2012/03/rhesus-darah-macam-penentu-dan.html

Rhesus darah merupakan salah satu metode penggolongan darah. Memang penggolongan darah berdasarkan rhesus memang jarang dijumpai di Indonesia. enggolongan darah di Indonesia sering kali dibedakan menjadi ! golongan utama dan "aktor penentu penggolongan darah berdasarkan pemberian aglutinogen atau anti penggumpalan darah# $aitu:

%olongan darah &# apabila darah menggumpal bila diberikan aglutinogen '. %olongan darah (# apabila darah menggumpal bila diberikan aglutinogen ). %olongan darah &(# apabila darah menggumpal bila diberikan aglutinogen ) dan '. %olongan darah *# apabila darah sama sekali tidak menggumpal bila diberikan aglutinogen ) dan '.

+edangkan macam penggolongan darah berdasar ada tidakn$a protein atau antigen dalam permukaan darah# jarang sekali digunakan. ,al ini digunakan sebagai "aktor penentu macam rhesus seseorang# $aitu rhesus positi" -./ atau rhesus negati" --/# $aitu:

&pabila seseorang memiliki protein di permukaan sel darahn$a# maka orang tersebut diidenti"ikasikan rhesus positi" -./. &pabila seseorang tidak memiliki protein di permukaan sel darahn$a# maka orang tersebut diidenti"ikasikan rhesus negati" --/.

Istilah rhesus darah diambil dari suatu spesies kera Macaca mulatta $ang ban$ak dijumpai di India dan 0iongkok. Rhesus negati"# ban$ak dijumpai pada penduduk 1ropa# &ustralia dan &merika# sedangkan rhesus positi" ban$ak dijumpai pada penduduk &sia dan &"rika. *leh karena penduduk Indonesia ma$oritas memiliki rhesus positi"# dan han$a 22 $ang memiliki rhesus negati"# perlu persiapan pemeriksaan golongan darah khusus bagi 3anita $ang merencanakan kehamilan. +iapa tahu calon ibu memiliki rhesus negati"# sehingga membaha$akan janin $ang dikandungn$a. &pabila janin memiliki rhesus positi"# tubuh calon ibu akan membuat produk antirhesus $ang akan men$erang janin# namun apabila janin memiliki rhesus negati" dan calon ibu memiliki rhesus positi"# tidak akan membaha$akan janin $ang dikandung..

1. Rhesus 4enis penggolongan darah lain $ang cukup dikenal adalah dengan meman"aatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. 5ama ini diperoleh dari mon$et jenis Rhesus $ang diketahui memiliki "aktor ini pada tahun 16!0 oleh 7arl 8andsteiner. +eseorang $ang tidak memiliki "aktor Rh di permukaan sel darah merahn$a memiliki golongan darah Rh-. Mereka $ang memiliki "aktor Rh pada permukaan sel darah merahn$a disebut memiliki golongan darah Rh.. 4enis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan &(*. %olongan darah *. adalah $ang paling umum dijumpai# meskipun pada daerah tertentu golongan & lebih dominan# dan ada pula beberapa daerah dengan 902 populasi dengan golongan darah (. 7ecocokan "aktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misaln$a donor dengan Rh. sedangkan resipienn$a Rh-/ dapat men$ebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh-:/ $ang mengakibatkan hemolisis. ,al ini terutama terjadi pada perempuan $ang pada atau di ba3ah usia melahirkan karena "aktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan.

Menikah Beda Rhesus, Berbahaya Bagi Janin

Image b$ : Dokumentasi Ayahbunda

Beda rhesus darah antara ibu dengan janin bisa berakibat fatal bagi janin. Sehingga penting untuk mengenal rhesus darah. Ada tidaknya antigen karbohidrat dan protein! dalam sel darah kita. Itulah $ang membedakan rhesus positi" dan rhesus negati". :isebut positi" jika ada antigen dalam darah kita# dan bila tak ada disebut rhesus negati". 7abar baikn$a# orang Indonesia $ang termasuk ras &sia# keban$akan dengan rhesus positi". :i seluruh dunia ini# han$a sedikit orang $ang memiliki rhesus negati"# sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit. Rhesus negati" umumn$a dijumpai pada orang-orang $ang mempun$ai garis keturunan 7aukasian -berkulit putih/. Menikah beda rhesus. Masalah akan timbul bila &nda memiliki rhesus negati" kemudian menikah dengan pria $ang memiliki rhesus positi". 7etidak samaan ini bisa jadi cikal bakal ketidakcocokan rhesus $ang sangat berbaha$a bagi ba$i. 7ehadiran janin di tubuh ibu merupakan benda asing# apalagi jika rhesu" janin tidak sama dengan rhesus ibu. +ecara alamiah tubuh bereaksi dengan merangsang sel darah merah berupa ;at antibodi/antirhesus untuk melindungi tubuh ibu sekaligus mela3an <benda sing= tersebut -janin/. Inilah $ang menimbulkan anti rhesus -penghancuran sel arah merah/ atau hemolitik. 7ondisi ini dapat men$ebabkan kematian janin dlam rahim# atau jika lahir menderita hati $ang bengkak# anemia# kuning -jaundice/# dan gagal jantung. Bahaya di Kehamilan Kedua. erbedaan rhesus antara ibu dan janin tak terlalu berbaha$a

pada kehamilan pertama. +ebab# kemungkinan terbentukn$a ;at antirhesus atau antibodi pada kehamilan pertama. +ebab# kemungkinan terbentukn$a ;at antirhesus atau antibodi pada kelahiran pertama sangat kecil. 7alaupun sampai terbentuk# jumlahn$a tidak ban$ak# sehingga bayi pertama dapat lahir sehat. embentukan ;at antirhesus baru benar-benar dimulai pada saat proses persalinan -atau keguguran/ kehamilan pertama. +aat plasenta lepas# pembuluh-pembuluh darah $ang menghubungkan dinding rahim dengan plasenta juga putus. &kibatn$a# sel-sel darah merah bayi dapat masuk ke dalam jumlah $ang lebih besar. +elanjutn$a# !9->2 jam setelah persalinan atau keguguran# tubuh ibu dirangsang lagi untk memproduksi ;at antibodi/antirhesus lebih ban$ak lagi. 7elak saat ibu mengandung lagi# ;at antibodi/antirhesus di tubuh ibu akan menembus plasenta dan men$erang sel darah merah janin. roduksi antibodi ini sama seperti produksi antibodi pada umumn$a bila ada ;at asing masuk dalam tubuh. +ekali ada makhluk asing $ang sudah dikenali# maka antibodi akanmelindungi ibu agar bila ;at asing itu muncul kembali# tubuh ibu dapat men$erang dan menghancurkann$a. roses ini terjadi demi keselamatan ibu sendiri. 5amun# kadar antibodi atau antirhesus pada setiap ibu tidak sama. &da $ang rendah# ad a$ang tinggi. ?ang ga3at# bila antibod$ kadarn$a tinggi. :alam kondisi ini# janin harus dipantau dengan alat ultrasonogra"i. :okter akan memanatu masalah pad apernapasan dan peredaran darah# cairan paru-paru# atau pembesaran hati# $ang merupakan gejala-gejala penderitaan bayi akibat rendahn$a sel darah merah. 7adang-kadang lalu diputuskan persalinan lebih dini# sejauh usia janin sudah cukup kuat untuk dibesarkan di luar rahim. "ang harus dilakukan# 1. eriksa kesehatan sebelummenikah. anjuran @klasik@ ini sangat berguna untuk kasuskasus pen$ait genetik seperti ini. namun bila sebelum menikah &nd adan pasangan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan darah# termasuk rhesus# lakukan segera saat hamil. 2. (ila rhesus darah &nda beda dengan suami# dokter bisa memberikan tindakan pencegahan terbentukn$a ;at antirheus dengan obat anti-Rhogama globulin -Rho%&M/ atau Rh Immunuglobulin. Rho%&M disuntikkan pad ausia kehamilan 29 minggu dan saat persalinan. 3. (ila ibu mempun$ai rheusu negati"# atau ketidakcocokan golongan daran antara janin dan ibu baru diketahui usia peraslinan# suntikan Rho%&M untuk ibu sebaikn$a diberikan dalam 3aktu maksimal >2 jam setelah persalinan. rho%&M e"ekti" han$a berlangsung 12 minggu# sehingga setelah le3at masa tersebut &nda harus mendapat suntikan kembali agar kehamilan berikutn$a tidak bermasalah. Peta rhesus $anin.
Ibu Rh . &$ah Rh . 4anin Rh . 0idak bermasalah 4anin Rh . &$ah Rh 4anian Rh . 0idak bermasalah. 4anin Rh A

Ibu Rh -

&kan timbul masalah karena beda 0idak bermasalah. dengan ibu.

%AK P&R'( )&MA*KA+ R,&*(* -+K.M%AB-'-%A DA+ K&/(/(RA+ B&R('A+/ Mengandung# melahirkan dan membesarkan anak merupakan salah satu kebahagiaan $ang besar bagi 3anita. (an$ak pasangan $ang mengharapkan keturunan# kalau bisa lebih dari satu# karena Rasulullah +&B membanggakan ban$akn$a jumlah ummatn$a. 5amun tak jarang beberapa 3anita mengalami keguguran berulang atau ba$i lahir mati# sehingga sang buah hati urung ditimang. en$ebab keguguran berulang dan ba$i lahir mati sangat ban$ak# salah satun$a ialah ketidak cocokan rhesus -rhesus inkontabilita/. :i dunia medis dikenal ban$ak sekali cara penggolongan darah. 5amun $ang biasan$a dipertimbangkan han$a dua cara penggolongan# $aitu sistem &(* dan "aktor rhesus. (iasan$a mas$arakat Indonesia cukup akrab dengan sistem &(*. ?aitu penggolongan darah $ang terdiri dari golongan darah &# (# &( dan *. 0api mengenai "aktor rhesus# sepertin$a sedikit sekali mas$arakat kita $ang mengetahuin$a# 3alaupun rhesus sangat penting dalam masalah darah. Rhesus# merupakan penggolongan atas ada atau tidak adan$a antigen-:. &ntigen-: pertama dijumpai pada sejenis kera $ang disebut Rhesus pada tahun 163># dari kera inilah sebutan rhesus diambil. *rang $ang dalam darahn$a mempun$ai antigen-: disebut rhesus positi0# sedang orang $ang dalam darahn$a tidak dijumpai antigen-:# disebut rhesus negati0. ada jaman dahulu dalam trans"usi darah# asal golongan$a sama# tidak dianggap ada masalah lagi. adahal# bila terjadi ketidak cocokan rhesus# bisa terjadi pembekuan darah $ang berakibat "atal# $aitu kematian penerima darah. :engan kemajuan teknologi screening darah# maka sekarang ketidak cocokan rhesus dalam trans"usi hampir bisa dibilang tidak ada lagi. *rang-orang dengan rhesus negati" mempun$ai sejumlah kesulitan karena diseluruh dunia ini# memang orang dengan rhesus negati" relati" lebih sedikit jumlahn$a. ada orang kulit putih# rhesus negati" han$a sekitar 1C2# pada orang kulit hitam sekitar 92# dan pada orang asia bahkan hampir seluruhn$a merupakan orang dengan rhesus positi". :i Indonesia# kasus kehamilan dengan rhesus negati" tern$ata cukup ban$ak dijumpai. Dmumn$a dijumpai pada orang-orang asing atau orang $ang mempun$ai garis keturunan asing seperti 1ropa dan &rab# 3alaupun tidak langsung. &da juga orang $ang tidak mempun$ai ri3a$at keturunan asing# namun jumlahn$a lebih sedikit. 71,&MI8&5 :15%&5 R,1+D+ 51%&0IE Mengapa dalam kehamilan "aktor rhesus sangat pentingF &da atau tidakn$a antigen-: dalam darah seseorang sangat berpengaruh pada kehamilan. (ila seorang 3anita dengan rhesus negati" mengandung ba$i dari pasangan $ang mempun$ai rhesus positi"# maka ada kemungkinan sang ba$i me3arisi rhesus sang a$ah $ang positi". :engan demikian akan terjadi kehamilan rhesus negati" dengan ba$i rhesus positi". ,al ini disebut kehamilan dengan ketidak cocokan rhesus. 1"ek ketidak cocokan bisa mengakibatkan kerusakan besar-besaran pada sel darah merah ba$i $ang disebut erytroblastosis foetalis dan hemolisis. ,emolisis ini pada jaman dahulu merupakan pen$ebab umum kematian janin dalam rahim# disamping

hydrop fetalis# $aitu ba$i $ang baru lahir dengan keadaan hati $ang bengkak# anemia dan paru-paru penuh cairan $ang dapat mengakibatkan kematian. +elain itu kerusakan sel darah merah bisa juga memicu kernikterus -kerusakan otak/ dan jaundice -ba$i kuning/hiperbilirubinimia/# gagal jantung dan anemia dalam kandungan maupun setelah lahir. 7arena hati ba$i $ang baru lahir belum cukup matang# maka ia tak dapat mengolah sel darah merah $ang rusak -bilirubin/ ini dengan baik untuk dikeluarkan oleh tubuhn$a# sehingga terjadi hiper bilirubin/ba$i kuning. +elain itu sang hati pun akan bekerja terlalu keras sehingga mengakibatkan pembengkakkan hati dan dibanjirin$a paruparu dengan cairan. 7arena produk perusakan sel darah merah adalah racun bagi otak maka terjadi kernicterus -kerusakan otak/. +elain itu sumsum ba$i $ang belum matang tak dapat mengganti sel darah merah dengan cukup cepat# maka ia akan kembali melepaskan sel darah merah $ang belum matang dalam sirkulasi darah -reticulocytes dan erythroblast/. :alam kondisi ini sang ibu tetap aman karena bilirubin $ang masuk dalam sirkulasi darahn$a le3at plasenta akan dikeluarkan oleh sistem metabolismen$a. & & 15?1(&( 710I:&7 G*G*7&5 R,1+D+F Ibu dan ba$i mempun$ai sirkulasi darah masing-masing $ang terpisah. &liran darah bertemu sangat dekat di plasenta# $ang han$a dipisahkan oleh sehelai sel tipis. ,al ini memungkinkan adan$a kebocoran kecil darah janin kedalam sirkulasi darah ibu# sehingga darah ibu tercampur sedikit darah janin. (ila seorang 3anita dengan rhesus negati" mengandung ba$i dengan rhesus positi"# hal ini berarti darah janin $ang mengandung antigen-:# masuk dalam darah ibu $ang tidak mengandung antigen-:. 7arena perbedaan ini# tubuh ibu mengis$aratkan adan$a benda asing $ang masuk dalam darah. 7arena itu tubuh ibu kemudian memproduksi antibodi untuk menghancurkan <mahluk asing= $ang beredar dalam darah tersebut. roduksi antibodi ini sama seperti produksi antibodi keban$akan manusia bila ada ;at asing dalam tubuh# seperti misaln$a produksi antibodi ketika seseorang diimunisasi cacar. +ehingga sekali antibodi tercipta# maka antibodi ini akan ada seumur hidup. roduksi antibodi ini untuk melindungi ibu agar bila ;at asing itu muncul kembali# maka tubuh ibu dapat men$erang dan menghancurkan$a# hal ini untuk keselamatan sang ibu sendiri. roduksi antibodi ini sangat lambat# karena itu masalah ketidak cocokan rhesus sangat jarang dijumpai pada kehamilan pertama# karena antibodi belum terbentuk kecuali pada kasus tertentu. Misaln$a ibu sudah mempun$ai antibodi akibat dari trans"usi darah $ang mengandung antigen-: sebelumn$a. 7alaupun telah terjadi kebocoran darah janin# maka jumlah antibodi tersebut belum cukup membaha$akan si janin. aling jauh dari kebocoran pada kehamilan pertama terhadap ba$i tersebut sang ba$i akan menjadi kuning setelah dilahirkan. ada kehamilan kedua dan berikutn$a# bila ibu kembali mengandung ba$i dengan rhesus positi"# antibodi $ang telah terbentuk akan mengenali darah ba$i sebagai ;at asing. Mereka menjalankan tugasn$a dengan men$erang ;at tersebut# $ang mengakibatkan perusakan sel darah merah ba$i. +el pembatas plasenta $ang memisahkan sirkulasi darah ibu dan janin memiliki pori $ang teramat kecil# sehingga darah tak dapat melaluin$a# karena ukuran sel darah $ang lebih besar. hal ini mencegah mengalirn$a darah ibu ke janin# atau sebalikn$a. 5amun karena ukuran

antibodi $ang teramat kecil# antibodi dapat mele3ati sel pembatas ini dan memasuki sirkulasi darah ba$i# dan menjalankan tugasn$a. :I&%R&M 71,&MI8&5 :15%&5 710I:&7 G*G*77&5 R,1+D+: 1. Banita dengan rhesus negati" $ang mendapat pasangan pria dengan rhesus positi" kemungkinan akan mengandung ba$i dengan rhesus positi". 2. :arah janin $ang mengandung rhesus positi" memasuki sirkulasi darah ibu $ang memiliki rhesus negati". 3. :arah janin $ang memasuki sirkulasi darah ibu tanpa injeksi Rho%am akan memicu terciptan$a antibodi dalam tubuh ibu. !. &ntibodi men$eberang ke sirkulasi darah janin dan menghancurkan sel darah merah janin# $ang mengakibatkan serangkaian penderiataan bagi janin. 1MIGD 01R(150D75?& &50I(*:I 01R,&:& &50I%15-: 1. 7ebocoran darah janin. 7ebocoran darah janin kedalam sirkulasi darah ibu terjadi pada hampir >C2 persalinan. 7arena pada saat persalinan rahim $ang berkontraksi akan mengganggu sel pembatas $ang tipis tersebut. +elain itu terkadang pada usia kehamilan 29 minggu bisa juga terjadi kebocoran darah janin ke sirkulasi darah ibu. +elain pada persalinan# bisa juga pada kasus keguguran dan aborsi serta terminasi. 2. 0rans"usi darah $ang mengandung antigen-: pada penerima $ang merupakan orang dengan rhesus negati". 3. ada proses amniosentesis.

15&5%&5%&5 71,&MI8&5 :15%&5 R,1+D+ 51%&0IE 7arena begitu jarangn$a orang dengan rhesus negati"# maka sangat sedikit rumah sakit $ang dapat menanganin$a. (egitu pula dengan dokter kandungan# tern$ata ban$ak sekali $ang masih tidak mengerti masalah kehamilan dengan rhesus negati" ini. Maka itu bila &nda mengetahui rhesus darah &nda adalah negati"# segera cari in"ormasi rumah sakit dan dokter mana $ang bisa menangani kehamilan &nda. Balaupun tidak selalu ada masalah# dokter biasan$a akan tetap menangani kehamilan dengan rhesus negati" secara khusus. +eorang 3anita dengan rhesus negati" pada pemeriksaan kehamilan pertama akan diperiksa darahn$a untuk memastikan jenis rhesus darah dan melihat apakah telah tercipta antibodi. (ila belum tercipta antibodi# maka pada usia kehamilan 29 minggu dan dalam >2 jam setelah persalinan akan diberikan injeksi anti-: -Rho/ immunoglobulin# atau biasa juga disebut Rho%am. (ila kehamilan tanpa injeksi mempun$ai peluang untuk selamat han$a C2# Injeksi ini akan mengurangi resiko hingga 12. (ahkan bila digunakan dengan tepat# bisa mengurangi resiko hingga 0.0>2 -$ang berarti peluang selamat meningkat hingga 66.632/. ada kasus keguguran# aborsi dan terminasi pun injeksi ini perlu diberikan. Rho%am ini akan menghancurkan sel darah merah janin $ang beredar dalam darah ibu# sebelum sel darah merah itu memicu pembentukan antibodi $ang dapat men$eberang ke dalam sirkulasi darah janin. :engan demikian sang janin akan terlindung dari serangan antibodi. 0idak seperti antibodi $ang akan bertahan seumur hidup# Rho%am akan habis

dalam beberapa minggu# karena itu# ia cukup aman bagi janin. ada kehamilan-kehamilan berikutn$a# dokter akan terus memantau apakan telah terjadi kebocoran darah janin ke dalam sirkulasi darah ibu# untuk menghindari telah terbentukn$a antibodi. :an injeksi Rho%am terus diulang pada setiap kehamilan. Rhesus &nti-:-immunoglobulin tersedia dalam ampul 2ml $ang mengandung 1000 unit. Dntuk kehamilan 9-12 minggu 3>C unit sudah cukup# tapi untuk kehamilan lebih lanjut# harus diberikan 1000 unit. 7arena langkan$a kehamilan dengan rhesus negati"# maka han$a apotik tertentu saja $ang men$ediakan rho%am ini# biasan$a harus dipesan terlebih dahulu minimal C-> hari sebelum dibeli. Injeksi ini tidak lagi diperlukan dalam kasus berikut: 1. 7ehamilan muda diba3ah > minggu# kecuali dalam kondisi tertentu. 2. 4anin juga memiliki rhesus negati"# hal ini dipastikan bila a$ah janin juga memiliki rhesus negati". 3. 0ubuh ibu telah memproduksi antibodi. !. Ibu pasti tidak akan hamil atau melahirkan lagi. 15&5%&5&5 (&?I &:& I(D ?&5% 018&, M1M D5?&I &50I(*:I (ila ibu menunjukkan kadar antibodi $ang sangat tinggi dalam darahn$a# maka akan dilakukan penanganan khusus terhadap janin $ang dikandung# $aitu dengan monitoring secara reguler dengan scanner ultrasonogra"i. :okter akan memantau masalah pada perna"asan dan peredaran darah# cairan paru-paru# atau pembesaran hati# $ang merupakan gejala-gejala penderitaan ba$i akibat rendahn$a sel darah merah. 0indakan lain $ang biasan$a diambil ialah dengan melakukan pengecekan amniosentesis secara berkala untuk mengecek leHel anemia dalam darah ba$i. ada kasus tertentu# kadang diputuskan untuk melakukan persalinan lebih dini# sejauh usia janin sudah cukup kuat untuk dibesarkan diluar rahim. 0indakan ini akan segera diikuti dengan penggantian darah janin dari donor $ang tepat. Induksi persalinan juga akan dilakukan pada ibu $ang belum mempun$ai antibodi bila kehamilann$a telah le3at dari 3aktu persalinan $ang diperkirakan sebelumn$a# untuk mencegah kebocoran $ang tak terduga. ada kasus $ang lebih ga3at# dan janin belum cukup kuat untuk dibesarkan diluar# akan dilakukan trans"usi darah terhadap janin $ang masih dalam kandungan. (iasan$a bila usia kandungan belum mencapai 30 minggu. roses trans"usi ini akan dia3asi secara ketat dengan scanner ultrasonogra"i dan bisa diulang beberapa kali hingga janin mencapai ukuran dan usia $ang cukup kuat untuk diinduksi. +etelah ba$i lahir# ia akan mendapat beberapa pemerikasaan darah secara teratur untuk memantau kadar bilirubin dalam darahn$a. (ila diperlukan akan dilakukan phototerapi. (ila kadar bilirubin benar-benar berbaha$a akan dilakukan penggantian darah dengan trans"usi. 7adar cairan dalam paru-paru dan jantungn$a juga akan dia3asi dengan ketat# demikian juga dengan kemungkinan anemia.

(1(1R& & I+0I8&, :&8&M &R0I718 1. &mniosentesis: pengambilan cairan disekitar janin dalam rahim untuk memeriksa keadaan janin. 2. &ntibodi: molekul protein berbentuk ? $ang dibentuk tulang sum-sum dan diba3a oleh darah $ang merupakan pertahanan tubuh $ang utama. ?ang dapat mengenali dan bahkan menghancurkan ;at asing seperti bakteri dan Hirus. 3. &ntigen: substansi protein $ang menstimulasi produksi antibodi. !. Athetoid celebral palsy : kerusakan sistem s$ara" $ang muncul sebelum usia 3 tahun karena kerusakan otak dalam jangka 3aktu $ang lama. C. (ilirubin: +isa sel darah merah $ang rusak. I. Erythroblast : pelepasan sel darah merah $ang belum matang ke dalam sirkulasi darah karena ketidak mampuan tulang sum-sum memproduksi pengganti sel-sel darah merah $ang rusak# karena kerusakan sel darah merah dalam jumlah besar dalam sirkulasi darah karena sebab tertentu. >. Erytroblastosis foetalis: erytroblastosis $ang terjadi pada janin -ba$i $ang belum dilahirkan/ $ang umumn$a terjadi karena serangan antibodi dari tubuh sang ibu $ang memasuki sirkulasi darah janin karena ketidak cocokan rhesus. 9. Hemolisis: 7erusakan sel darah merah. 6. Hiperbilirubinemia: 7elebihan bilirubin dalam darah ba$i. 10. Hydrop fetalis: ba$i $ang baru lahir dengan keadaan hati $ang bengkak# anemia dan paru-paru penuh cairan. 11. Jaundice: (a$i kuning 12. Kernicterus: kerusakan otak $ang bisa mengakibatkan athetoid celebral palsy kehilangan pendengaran dan masalah pada gigi. 13. hototerapi: encaha$aan khusus untuk mengurai bilirubin menjadi cairan $ang dapat dikeluarkan oleh tubuh. 1!. Reticulocytes: 4umlah sel darah merah $ang belum matang terlalu ban$ak ditemui dalam sirkulasi darah. 1C. 0erminasi: engakhiran kehamilan karena berbagai pertimbangan medis# karena ba$i $ang tidak mungkin selamat atau kehamilan $ang membaha$akan ibun$a. +DM(1R-+DM(1R &bortion# & ractical %uide "or :octors# !he Rhesus Antagonism bab1! hal. !9# dalam situs """.isad.org 31 Maret 2003 #losary of !erms# dalam situs 333.paternit$angel.com# 3 maret 2003 Kernicterus# dalam situs 333.cdc.goH# 31 Maret 2003 $edical %ictionary dalam situs """.&ancer"eb.ncl.ac.uk C Mei 2003 Rhesus %isease dalam situs 333.ia"rica.com 31 Maret 2003 Rhesus %isease dalam situs 333.paternit$angel.com 31 Maret 2003

Rhesus 'actor (roblem dalam situs 333.bab$3orld.com# 31 maret 2003 Rhesus )ncompability# dalam situs 333.monaghanhospital.com# 31 Maret 2003 +DM(1R %&M(&R Rhesus*+egati,e Blood and pregnancy dalam situs http://333.sta$3ell.com/# 31 Maret 2003

Rhesus +egati0 dan Rhesus Positi0


osted on +eptember 10# 2013 b$ "anesari;kilia Rhesus darah manusia itu dibagi jadi 2# $aitu rhesus darah positi" dan rhesus darah negati". erbedaan antara rhesus positi" dan negati" adalah terletak pada kandungan antigen -karbohidrat dan protein/. Rhesus darah positi" memiliki kandungan antigen# sedangkan rhesus negati" tidak memiliki kandungan antigen. 0api.. ada umumn$a sebagian besar manusia ber-rhesus positi" tidak lebih dari 1C2 jumlah penduduk di Indonesia# jumlahn$a sangat minim. Rhesus darah ini dipengaruhi "aktor keturunan -biasan$a/# misaln$a a$ahn$a ber-rhesus negati" dan ibun$a ber-rhesus positi" ada 2 kemungkinan# anak bisa ber-rhesus positi" atau bisa juga ber-rhesus negati". *rang $ang darahn$a ber-rhesus negati" tidak bisa mendapat donor dari orang $ang darahn$a be-reshus positi"# begitupun sebalikn$a. 4ika seandain$a# orang $ang darahn$a be-rhesus negati" dialiri darah orang be-rhesus positi"# maka kemungkinan orang tersebut bisa meninggal. Ini terjadi karena di dalam darah orang $ang be-rhesus positi" terdapat kandungan antigen# ketika darah ini mengalir di dalam tubuh $ang didalamn$a mengalir rhesus negati" maka darah itu akan dianggap sebagai benda asing sehingga antibod$ -sistem pertahanan tubuh/ akan menghancurkan benda asing tersebut dan akibatn$a akan terjadi penggumpalan darah sehingga terjadi kematian. :alam kasus perbedaan rhesus ini juga# pasangan -$ang berbeda rhesus/ kemungkinan besar tidak bisa memiliki keturunan. 4ika terjadi "ertilisasi# rhesus ibu dan janin berbeda# maka antibod$ akan menghancurkan benda asing -janin/ pada ibu# karena janin tersebut dianggap benda asing karena perbedaan rhesus# sehingga terjadi kematian/keguguran janin atau bisa saja ba$in$a lahir# tapi akan terjadi pembengkakan pada hati ba$i# gagal jantung# kuning dan anemia. ada saat kehamilan pertama# mungkin tidak terlalu berbaha$a# karena terbentukn$a ;at antirhesus atau antibod$ sangat kecil# kalaupun terbentuk jumlahn$a sedikit sehingga ba$i bisa lahir. uncakn$a adalah saat kelahiran atau keguguran kehamilan pertama# plasenta $ang lepas berarti memutuskan pembuluh-pembuluh darah $ang menghubungkan dinding rahim dan plasenta mengakibatkan sel darah merah ba$i masuk ke dalam dalam jumlah $ang lebih ban$ak. +etelah !9->2 jam setelah kelahiran/keguguran# tubuh akan kembali membentuk ;at antirhesus $ang lebih ban$ak dari sebelumn$a untuk menghancurkan benda asing -janin/# sehingga pada kehamilan kedua# ;at antirhesus akan men$erang sel darah janin. 0api# pasangan berbeda rhesus jangan kha3atir kalau tidak bisa mempun$ai ba$i# karena sudah ada solusin$a : 7onsultasikan pada dokter# dokter akan memberikan pencegahan terbentukn$a ;at antirhesus dengan obat anti1Rhogama globulin pada saat usia kandungan berumur 29 hari dan saat persalinan.

MENGENAL RHESUS DARAH


2C 4anuari 2012 oleh in"osehat06hartonopraset$o

+aat menunggu antrian di 0empat ela$anan 0erpadu# sa$a tertarik pada artikel di surat kabar $ang membahas tentang orang Indonesia $ang memiliki rhesus negati" beserta tantangan $ang dihadapi. 0ern$ata selain penggolongan darah &(* -&# (# &( dan */ darah juga dapat digolongkan menjadi rhesus positi" dan rhesus negati". Apa yang dimaksud dengan Rhesus 2 Rhesus adalah protein -antigen/ $ang terdapat pada permukaan sel darah merah. +istem penggolongan berdasarkan rhesus ini ditemukan oleh -andsteiner dan .iener tahun 16!0. :isebut JrhesusK karena saat itu -andsteiner*.iener melakukan riset dengan menggunakan darah kera rhesus -Macaca mulatta/# salah satu spesies kera $ang ban$ak dijumpai di India dan Gina. Mereka $ang mempun$ai "aktor protein ini disebut rhesus positi". +edangkan $ang tidak memiliki "aktor protein ini disebut rhesus negati". Mengapa kita perlu mengetahui rhesus darah 2 Mengenali rhesus khususn$a rhesus negati" menjadi begitu penting karena di dunia ini han$a sedikit orang $ang memiliki rhesus negati". ersentase jumlah pemilik rhesus negati" berbeda-beda antar kelompok ras. ada ras bule -seperti 3arga 1ropa# &merika# dan &ustralia/# jumlah pemilik rhesus negati" sekitar 1C A 192. +edangkan pada ras &sia# persentase pemilik rhesus negati" jauh lebih kecil. Menurut data (iro usat +tatistik 2010# han$a kurang dari satu persen penduduk Indonesia# atau sekitar 1#2 juta orang $ang memiliki rhesus negati". 7arena persentasen$a sangat kecil# jumlah pendonor pun amat langka# sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit. Apa yang ter$adi bila darah dengan rhesus positi0 didonorkan pada pasien dengan rhesus negati0 2 emilik rhesus negati" tidak boleh ditran"usi dengan darah rhesus positi". Ini dikarenakan sistem pertahanan tubuh si reseptor -penerima donor/ akan menganggap darah -rhesus positi"/ dari donor itu sebagai Jbenda asingK $ang perlu dila3an seperti Hirus atau bakteri. +ebagai bentuk perla3anan# tubuh reseptor akan memproduksi antirhesus. +aat trans"usi pertama# kadar antirhesus masih belum cukup tinggi sehingga relati" tak menimbulkan masalah serius. 0api pada tran"usi kedua# akibatn$a bisa "atal karena antirhesus mencapai kadar $ang cukup tinggi. &ntirhesus ini akan men$erang dan memecah sel-sel darah merah dari donor# sehingga ginjal harus bekerja keras mengeluarkan sisa pemecahan sel-sel darah merah itu. 7ondisi ini bukan han$a men$ebabkan tujuan tran"usi darah tak tercapai# tapi malah memperparah

kondisi si reseptor sendiri. Bagaimana bila hal itu ter$adi pada ibu dan $aninnya 3 kehamilan 2 Meskipun "aktor rhesus tidak berpengaruh terhadap kesehatan# namun hal itu perlu diperhatikan bila seandain$a &nda dan pasangan &nda memiliki rhesus $ang berbeda
Ibu Rhesus positif Rhesus negatif Rhesus positif Rhesus negatif Ayah Rhesus positif Rhesus negatif Rhesus negatif Rhesus positif Janin Rhesus positif Rhesus negatif Bisa Rhesus + / Bisa Rhesus + / Injeksi immunoglobulin Tdk diperlukan Tdk diperlukan Tdk diperlukan Diperlukan

,al ini disebabkan karena akan terbentuk antibodi bila ibu dan janinn$a memiliki rhesus $ang berbeda. (ila ibu memiliki rhesus positi" dan janin memiliki rhesus negati"# maka perbedaan itu tidak menimbulkan masalah. Masalah akan muncul bila ibu memiliki rhesus negati" sedangkan janin rhesus positi" -diturunkan dari a$ahn$a/. Apa yang dimaksud dengan antibodi 2 +elama kehamilan# plasenta bertugas sebagai penghalang antara sel-sel darah merah ibu dan janin. 5amun# terkadang ada sejumlah kecil darah janin $ang dapat melintas ke dalam pembuluh darah ibun$a. 4ika ada sel darah janin rhesus positi" bercampur dengan darah ibu $ang rhesus negati"# maka tubuh ibu secara alamiah akan bereaksi dengan merangsang sel darah merah berupa ;at antibodi/antirhesus untuk melindungi tubuh ibu sekaligus mela3an <benda asing= tersebut -janin/. Inilah $ang menimbulkan antirhesus -penghancuran sel arah merah/ atau hemolitik. 7ondisi ini dapat men$ebabkan kematian janin dalam rahim atau jika lahir menderita hati $ang bengkak# anemia# kuning -jaundice/# dan gagal jantung. Kondisi A. Antibodi belum terbentuk saat kehamilan ada usia kehamilan 29 minggu dan dalam >2 jam setelah persalinan akan diberikan suntikan anti-: -Rho/ immunoglobulin# atau biasa juga disebut Rho%am. Rho%am ini akan menghancurkan sel darah merah janin $ang beredar dalam darah ibu# sebelum sel darah merah itu memicu pembentukan antibodi $ang dapat men$eberang ke dalam sirkulasi darah janin. :engan demikian sang janin akan terlindung dari serangan antibodi. ada kehamilankehamilan berikutn$a# dokter akan terus memantau apakan telah terjadi kebocoran darah janin ke dalam sirkulasi darah ibu# untuk menghindari telah terbentukn$a antibodi. :an injeksi Rho%am terus diulang pada setiap kehamilan kedua# ketiga# dan seterusn$a. *untikan immunoglobulin mungkin $uga diperlukan ibu dengan rhesus negati0 bila ter$adi : a. 7eguguran b. &borsi c. ,amil di luar kandungan -ectopic/

d. erdarahan selama kehamilan Kondisi B Antibodi sudah terbentuk saat kehamilan (ila ibu menunjukkan kadar antibodi $ang sangat tinggi dalam darahn$a# maka akan dilakukan penanganan khusus terhadap janin $ang dikandung# $aitu : 1. +canner ultrasonogra"i# untuk mengecek masalah pada perna"asan dan peredaran darah# cairan paru-paru# atau pembesaran hati# $ang merupakan gejala-gejala penderitaan ba$i akibat rendahn$a sel darah merah. 2. engecekan amniosentesis secara berkala untuk mengecek leHel anemia dalam darah ba$i. 3. ersalinan lebih dini# sejauh usia janin sudah cukup kuat untuk dibesarkan diluar rahim dan diikuti penggantian darah janin dari donor $ang tepat. !. ada kasus $ang lebih ga3at# dan janin belum cukup kuat untuk dibesarkan diluar# akan dilakukan trans"usi darah terhadap janin $ang masih dalam kandungan. Perhatian # 7arena pemilik rhesus negati" pada ras &sia dan &"rika kurang dari 1 2# maka jumlah pendonor pun amat langka. 8ebih-lebih golongan &( Rhesus negati". Ini merupakan golongan darah paling langka. :i bank darah MI# stok darah Rhesus negati" biasan$a han$a satu kantung untuk masing-masing golongan darah &(*. +elain karena jumlah pendonor langka# permintaann$a pun memang sangat jarang. Dntuk men$iasati jika ada kebutuhan se3aktu-3aktu# MI menerapkan sistem donor panggilan -on call/. +ebagai bank data# MI mencatat identitas lengkap orang-orang $ang diketahui berhesus negati". 4ika ada permintaan darah Rhesus negati"# MI akan menghubungi mereka agar mendonorkan darahn$a. 7endati demikian# saat-saat tertentu MI kadang tetap tidak bisa memenuhi permintaan darah Rhesus negati". (ank data pemilik Rhesus negati" ini biasan$a tercatat di MI tingkat daerah -proHinsi/ dan cabang -kabupaten atau kota/. &nda juga dapat menghubungi komunitas Rhesus 5egatii" Indonesia -R5I/ atau klik di http://333.rhesusnegati".com
http //infosehat!"hartonoprasetyo#$ordpress#%om/&!'&/!'/&(/mengenal-rhesus-darah/

R,1+D+ M&+&8&, ?&5% GD7D +1RID+ (agi sebagian besar kalangan# s$arat dua indiHidu untuk menikah han$alah jika mereka saling suka# disetujui keluarga dua belah pihak# serta berbagai "actor internal $ang lain. &kan tetapi apakah mereka tahu bah3a hal $ang sangat penting $ang mesti diketahui calon pasangan suami-istri adalah rhesus darah mereka. 7arena jika terjadi perka3inan beda rhesus# maka suatu saat nanti akan timbul masalah $ang cukup serius pada keturunan mereka. +istem Rhesus merupakan suatu sistem $ang sangat kompleks. Masih ban$ak perdebatan baik mengenai aspek genetika# nomenklatur maupun interaksi antigenikn$a. Rhesus positi" -rh positi"/ adalah seseorang $ang mempun$ai rh-antigen pada eritrositn$a sedang rhesus negati" -rh negati"/ adalah seseorang $ang tidak mempun$ai rhantigen pada eritrositn$a. 4ika terjadi perbedaan rhesus pada seorang istri dan suami# misaln$a istrin$a berhesus negatiHe sedangkan suamin$a ber-rhesus positi"# maka akan muncul kemungkinan calon ba$i memiliki rhesus positi" $ang artin$a berbeda dengan rhesus ibun$a. 4ika tidak cepat ditangani# perbedaan rhesus antara calon ba$i dengan ibu ini akan menimbulkan masalah. 8e3at plasenta# rhesus darah janin akan masuk ke peredaran darah si ibu. +elanjutn$a ini akan men$ebabkan tubuh si ibu memproduksi antirhesus. 8e3at plasenta juga# antirhesus ini akan melakukan serangan balik ke dalam peredaran darah si calon ba$i sehingga sel-sel darah merah si calon ba$i akan dihancurkan. ada saat anak pertama# kehamilan tidak bermasalah. 0api bila anak ke dua lalu ba$i $ang dikandung ibu memiliki rhesus $ang berbeda dengann$a# maka antibodi si ibu siap men$erang janin itu. :an hal ini dapat men$ebabkan anak anemia# kuning# kernikterus -gangguan sara" $ang disebabkan tinggin$a billirubin dalam darah/# atau kematian janin. Eenomena ini dikenal dengan istilah eritroblastosis "etalis. :ari pemaparan di atas# sangatlah dianjurkan bagi pasangan $ang akan menikah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah dan bagi ibu $ang ingin memiliki ba$i atau $ang telah din$atakan positi" hamil untuk segera memeriksa kesehatann$a sehingga masalah $ang muncul karena perbedaan rhesus dapat diminimalisir kemungkinan terjadin$a.

Golongan Darah Sistem Rhesus


Sistem golongan darah Rhesus lebih sering kita dengar selain sistem golongan darah ABO , dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya. Sistem golongan darah yang memperhatikan faktor Rh berarti darah seseorang dibedakan berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh dalam eritrositnya.

Istilah Rh atau Rhesus (juga biasa disebut Rhesus Faktor) pertama sekali dikemukakan pada tahun 19 ! oleh "andsteiner dan #einer. $inamakan rhesus karena dalam riset tersebut digunakan darah kera rhesus (Macaca mulatta), salah satu spesies kera yang paling banyak dijumpai di India dan %ina.

&ada sistem '(), yang menentukan golongan darah adalah antigen ' dan (, sedangkan pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh (dikenal juga sebagai antigen $).

*ika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif (Rh-), sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif (Rh+).

Sejarah

*auh sebelum sistem golongan darah Rhesus ditemukan, telah dikenal gejala klinis yang disebut dengan hydrops fetalis, jaundice dan kernicterus. ,mumnya, bayi meninggal beberapa hari sesudah dilahirkan. &ada tahun 19-1, von Gierke mengemukakan pendapatnya bah.a hydrops fetalis, jaundice dan kernicterus mungkin bukanlah beberapa hal yang berdiri sendiri, melainkan suatu perjalanan penyakit karena suatu penyebab. &ada saat itu telah diketahui bah.a pada kasus hydrops fetalis, jaundice dan kernicterus, janin/bayi yang menderita penyakit ini juga mengalami anemia berat, dan pada pemeriksaan laboratorium terlihat hemolisis serta adanya peningkatan jumlah eritroblast yang sangat tinggi. &ada tahun 190-, Diamond dkk menyatakan bah.a hydrops fetalis, jaundice, kernicterus, serta hemolisisdi masukkan ke dalam satu proses patologik yang dinamakan erythroblastosis fetalis. Sekarang, erythroblastosis fetalis dinamakan Hemolytic Disease of the Newborn ( D!) atau Hemolytic Disease of the Fetus and Newborn (1$23). Selama beberapa tahun, penyebab hemolisis belum diketahui, sampai akhirnya pada tahun 1904, Darro" mengemukakan usulan bah.a #atomekanisme dari erythroblastosis fetalis adalah reaksi antigen$antibodi. $arro. memperkirakan hemoglobin janin dianggap sebagai imunogen bagi ibu,

sehingga sistem imun ibu memproduksi antibodi terhadap sel darah merah janin. $engan adanya antibodi ibu terhadap sel darah merah janin maka terjadilah respon imun yang melisiskan sel darah merah janin. &endapat $arro. pada .aktu itu bah.a reaksi antigen-antibodi merupakan dasar terjadinya erythroblastosis fetalis memang masih merupakan teori, namun pendapat itu sudah merupakan koreksi terhadap pendapat sebelumnya. &ada tahun 1909, %evine dan Stetson melaporkan tentang seorang ibu yang mengalami dua kejadian yaitu reaksi transfusi setelah mendapat transfusi darah dari suaminya, dan janin/bayi si ibu mengalami 1$3. Si ibu mengalami reaksi transfusi yang sekarang dikenal dengan nama Acute Hemolytic Transfusion Reaction (reaksi hemolisis akut karena transfusi). $ari pemeriksaan laboratorium didapatkan bah.a si ibu ternyata membentuk antibodi terhadap sel darah merah suaminya, namun belum diketahui jenis antigen apa pada sel darah merah suaminya yang dikenali oleh antibodi ibu. $ari pemeriksaan ini, reaksi transfusi yang terjadi pada si ibu telah dapat diterangkan, tetapi mengapa terjadi 1$3 belum dapat dijelaskan. &ada saat itu, adanya antibodi ibu terhadap sel darah merah suaminya belum dikaitkan dengan kasus 1$3 yang terjadi. 'palagi beberapa .aktu sesudah kejadian itu, didapatkan si ibu tidak memproduksi lagi antibodi terhadap sel darah merah suaminya. 5ejadian ini berlalu tanpa dikaitkan dengan 1$3 yang terjadi, dan dianggap sebagai kejadian yang terpisah. $i tahun 19 ! dan 19 1, %andsteiner dan &einer mendeskripsikan eksperimen yang mereka lakukan pada guinea pigs dan kelin6i. 7ksperimen tersebut adalah sebagai berikut8

#ertama, mereka mengimunisasi / menyuntikkan sel darah merah kera rhesus ke guinea pigs dan kelin6i. $engan imunisasi ini maka guinea pigs dan kelin6i membentuk antibodi terhadap sel darah merah kera Rhesus (oleh penelitinya antibodi ini dinamakan anti$ Rhesus). 'edua, anti-Rhesus ini diambil dan direaksikan / di6ampur dengan sel darah manusia dari berbagai indi9idu. 'etiga, reaksi dari 6ampuran tersebut diamati, #ositi( atau negati() $isebut reaksi #ositi(, bila sel darah merah manusia menjadi lisis dan disebut reaksi negati( bila sel darah merah manusia tidak lisis. :ernyata, 4;< eksperimen menunjukkan reaksi positif. $engan demikian disimpulkan bah.a anti-Rhesus juga bereaksi terhadap sel darah merah manusia. $engan kata lain, pada sebagian besar sel darah manusia terdapat antigen yang dikenali oleh antiRhesus. Sel darah merah yang :I$'5 lisis (1;<) berarti tidak mempunyai antigen yang dikenali oleh antibodi tersebut (gambar 1). $i dunia, populasi dengan Rhesus (+), 4;< populasi berada di 7ropa (arat dan 'merika ,tara.

)ambar '
'ntigen yang dikenali oleh anti-Rhesus disebut dengan antigen Rhesus. $engan demikian pada sel darah manusia terdapat antigen yang sama dengan yang terdapat pada sel darah merah kera rhesus yaitu antigen Rhesus. Sel darah merah manusia yang mempunyai antigen Rhesus akan lisis bila direaksikan dengan anti-Rhesus, tetapi sel darah merah manusia yang tidak mempunyai antigen Rhesus tidak akan lisis bila direaksikan dengan anti-Rhesus (gambar 1). *adi sejak saat itu diketahui bah.a berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh, maka golongan darah manusia dibedakan atas dua kelompok, yaitu 8 Rh$#ositi( (Rh*)+ berarti darahnya memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi positif atau terjadi penggumpalan eritrosit pada .aktu dilakukan tes dengan anti-Rh (antibodi Rh). Rh$negati( (Rh$)+ berarti darahnya tidak memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi negatif atau tidak terjadi penggumpalan saat dilakukan tes dengan anti-Rh (antibodi Rh). Faktor Genetik #ada Sistem ,enggolongan Darah Rh

=enurut %andsteiner golongan darah Rh ini, bersifat herediter yang diatur oleh satu gen yang terdiri dari - alel, yaitu R dan r. R dominan terhadap r, sehingga terbentuknya antigen-Rh ditentukan oleh gen dominan R. )rang Rh+ mempunyai genoti# RR atau Rr, sedangkan orang Rh- mempunyai genotip rr.

&iener menyatakan bah.a golongan darah Rh ditentukan oleh satu seri alel yang terdiri dari 4 alel. 1al ini didasarkan pada kenyataan tidak semua orang Rh+ mempunyai antigen-Rh yang sama, begitu juga dengan orang Rh-. 5edelapan alel tersebut yaitu8 (1) Rh+, alel-alelnya R> , R1 , R- , R! dan (-) Rh-, alel-alelnya ry, r?, r@, r &eneliti lain yaitu R)R) Race dan R)A) Fisher berpendapat bah.a golongan darah Rh ditentukan oleh 0 pasang gen (%, $, dan 7). Aen-gen ini bukan alel, tetapi terangkai amat berdekatan satu sama lain dan ketiga gen ini dominan terhadap alelnya 6, d, dan e.

'da tidaknya antigen-Rh dalam eritrosit seseorang ditentukan oleh gen $. )rang Rh+ mempunyai gen $ dan bergenotip %$7 atau 6$e , dan sebagainya. )rang Rh-, tidak mempunyai gen $ dan genotipnya dapat ditulis 6d7 atau %d7. 5etiga sistem tersebut tetap berlaku karena belum dapat dipastikan sistem mana yang benar sampai sekarang ,eranan Faktor Rh dalam 'linik 2aktor Rh dalam darah seseorang mempunyai arti penting dalam klinik. )rang yang serum dan plasma darahnya tidak mempunyai anti-Rh dapat distimulir (dipa6u) untuk membentuk anti-Rh. &embentukan anti-Rh ini dapat melalui jalan 8 1. -rans(usi Darah. %ontoh kasus ini misalnya pada seorang perempuan Rh- yang kerena sesuatu hal harus ditolong dengan transfusi darah. $arah donor kebetulan Rh+, berarti mengandung antigen-Rh. 'ntigen-Rh ini akan dipandang sebagai protein asing, sehingga perempuan itu akan distimulir membentuk anti-Rh. Serum darah perempuan yang semula bersih dari anti-Rh akan mengandung anti-Rh. 'nti-Rh akan terus bertambah jika transfusi dilakukan lebih dari sekali. 'nti-Rh akan membuat darah yang mengandung antigen-Rh menjadi menggumpal sehingga perempuan Rh- tersebut tidak bisa menerima darah dari orang Rh+. )rang Rh- harus selalu ditransfusi dengan darah Rh-. Seseorang yang akan melakukan transfuse, sebaiknya selain memeriksa golongan darah dengan sistem '() juga harus memeriksakan faktor Rhnya. -. ,erka"inan. 5asus ini bisa terjadi misalnya seorang perempuan Rh- (genotip rr) menikah dengan laki-laki Rh+ (bergenotip homoBigotik RR) dan perempuan tersebut hamil. *anin dari pasangan ini tentunya akan bergolongan darah Rh+ (genotip Rr) yang di.arisi dari ayahnya. Sebagian ke6il darah janin yang mengandung antigen-Rh tersebut akan menembus plasenta dan masuk kedalam tubuh ibunya. Serum dan plasma darah ibu distimulir untuk membentuk anti-Rh, sehingga darah ibu yang mengalir kembali ke janin mengandung anti-Rh. 'nti-Rh ini akan merusak sel darah merah janin yang mengandung antigen-Rh, sehingga janin akan mengalami hemolisis eritrosit. 1emolisis eritrosit akan menghasilkan bilirubin indirek yang bersifat tidak larut air, tetapi larut lemak dan tentunya akan meningkatkan kadar bilirubin darah janin. &eningkatan ini dapat menyebabkan ikterus patologis yaitu suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah men6apai suatu nilai yang mempunyai potensi menimbulkan 'ern ikterus+ bila tidak segera ditangani. 5ern ikterus menyebabkkan suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak terutama pada kor#us striatum+ talamus+ nukleus sub talamus+ hi#okam#us+ nukleus merah dan nukleus pada dasar ventrikulus ./. (ayi yang mengalami kern ikterus biasanya mengalami kuning disekujur tubuhnya. 'da kemungkinan bagi janin yang mengalami ketidak6o6okan Rh ini, yaitu 8 (ayi pertama bisa selamat karena anti-Rh yang dibentuk oleh ibu itu masih sedikit, sedangkan bayi pada kehamilan kedua bisa meninggal, jika mengalami anemia berat. &enyakit seperti ini dikenal dengan nama eritoblastosis (etalis. 5ejadian ini akan terulang pada .aktu ibu hamil berikutnya. (ayi dapat juga hidup, tetapi biasanya akan mengalami 6a6at, lumpuh, dan retardasi mental. emol0tic Disease o( the !e"born ( D!)

Rangkaian kejadian yang dialami bayi tersebut, pada tahun 19 1, ditulis oleh %evine dkk dalam suatu laporan lengkap tentang etiologi dari 1$3. $alam tulisannya dijelaskan bah.a hemolisis pada kasus 1$3 disebabkan antibodi ibu terhada# sel darah merah janin . 'ntibodi ini menembus plasenta kemudian berikatan dengan sel darah merah janin, menimbulkan respon imun berikutnya, yang berakibat 1$3. $ari berbagai studi termasuk studi literatur didapatkan bah.a antibodi #ada D! adalah antibodi 0ang dila#orkan oleh %andsteiner dan &einer (yaitu anti-Rhesus). $engan demikian nampaklah benang merah bah.a D! adalah suatu kondisi #atologik 0ang didasari oleh reaksi antigen$antibodi. 'ntibodi yang berperanan disebut anti$Rhesus, dan antigennya disebut dengan antigen Rhesus) Sel darah merah janin mempunyai antigen Rhesus, sedangkan sel darah merah ibu tidak mempunyai antigen Rhesus, sehingga antigen Rhesus merupakan benda asing bagi ibu. 'ntigen Rhesus ini merangsang sistem imun ibu untuk membentuk anti-Rhesus, yang dapat menembus plasenta dan berikatan dengan sel darah merah janin (gambar -).

)ambar &
"aporan dari #iener dan &eters pada tahun 19 ! memberikan tambahan bah.a antibodi tersebut menyebabkan reaksi transfusi berupa hemolisis. 5ompilasi dari berbagai penemuan oleh "e9ine dan Stetson, "andsteiner dan #iener, "e9ine dkk, membuahkan penemuan sebuah sistem golongan darah yang dinamakan Sistem Golongan Darah Rhesus. 5embali pada reaksi transfusi hemolisis akut yang diderita sang ibu, sekarang, peristi.a yang tejadi sekian puluh tahun lalu, dapat diterangkan sebagai berikut8 sel darah merah si ibu tidak mempunyai antigen Rhesus, tetapi sel darah merah suaminya mempunyai antigen Rhesus, dan sel darah merah janin/bayi sama seperti sel darah merah ayahnya yaitu mempunyai antigen Rhesus. Sel darah merah ibu yang tidak mempunyai antigen Rhesus menyebabkan si ibu merasa asing

terhadap antigen Rhesus pada sel darah merah suami dan janin/bayinya, sehingga pada saat ditransfusi dengan sel darah merah suaminya si ibu membentuk anti-Rhesus dan menyebabkan reaksi transfusi hemolisis akut pada ibu, si ibu pun membentuk anti-Rhesus tehadap janin/bayinya yang menembus plasenta dan berikatan dengan sel darah merah janin/bayi sehingga terjadi 1$3 (gambar -).

*istem %ransportasi 4! # /olongan darah Rhesus


+eperti juga golongan darah berdasarkan sistem &(*# golongan darah Rhesus juga didasarkan pada jenis aglutinogen pada eritrosit dan aglutinin pada plasma darah. %olongan darah Rhesus ini juga ditemukan oleh 8andsteiner. enamaan golongan Rhesus ini diambil dari nama kera $ang diteliti 8andsteiner# naman$a $acacus rhesus. ada kera ini didapati antigen dan antibodi $ang sama dengan manusia.

+ang mon$et / $acacus rhesus. &da dua jenis golongan Rhesus# $aitu Rhesus -./ dan Rhesus --/. *rang bergolongan Rhesus . memiliki antigen Rhesus -antigen Rh/ pada eritrositn$a dan tidak memiliki antibodi. %olongan Rhesus A memiliki antibodi Rhesus -anti Rh/ pada plasma darahn$a dan tidak memiliki antigen. 8ihat tabel berikut:

/olongan antigen antibodi

Rhesus 5 antigen Rhesus -

Rhesus 1 anti Rhesus

*rang bergolongan Rhesus A bisa menjadi donor terhadap golongan Rhesus A maupun Rhesus . -dalam kondisi darurat/. 0etapi orang Rhesus . han$a diperbolehkan mendonorkan darahn$a kepada Rhesus . saja# dan tidak boleh ke Rhesus A. &lasann$a sama seperti golongan darah &(*# $aitu karena Rhesus . sebagai donor memiliki antigen -antigen Rhesus/ dan Rhesus - sebagai resipien memiliki antibodi -anti Rhesus/. Inkompatibilitas ini akan men$ebabkan penggumpalan -aglutinasi/ antigen Rhesus oleh anti Rhesus# dan bisa men$ebabkan kematian sang resipien.

5ilai medis lain dari golongan Rhesus ini terutama dalam masalah perka3inan. 4ika seorang pria Rhesus . menikah dengan 3anita Rhesus A# maka anakn$a berpeluang mengalami eritroblastosis fetalis -pen$akit kuning pada ba$i/. 7asus ini han$a terjadi pada tipe perka3inan pria Rhesus . dengan 3anita Rhesus A. 4ika ibu Rhesus A mengandung anak pertama Rhesus .# maka sang ibu akan membentuk anti Rhesus -antibodi/. 4ika kehamilan kedua sang anak bergolongan Rhesus . maka anti Rhesus ibu akan men$erang dan men$ebabkan kerusakan eritrosit ba$i $ang dikandungn$a.

7arena ban$ak eritrosit $ang rusak# darah ba$i lebih ban$ak mengandung eritroblas -eritrosit $ang masih muda dan berinti/. +ementara itu kerusakan eritrosit $ang cukup tinggi mengakibatkan meningkatn$a urobilin# $aitu pigmen kuning $ang memberi 3arna pada urine. Inilah $ang men$ebabkan ba$i tampak ber3arna kuning. ada kasus tertentu pertolongan pada ba$i dapat dilakukan dengan "ototherapi $aitu pen$inaran dengan caha$a ultraHiolet# trans"usi post natal -setelah lahir/# atau trans"usi pre natal -sebelum lahir/ dengan men$untikkan darah langsung ke umbilikal -tali pusar/. (erdasarkan pembagian ras manusia# tern$ata rhesus negati" lebih ban$ak dijumpai pada orang:

*ropa +bule, sekitar '(- Rh . dan //- Rh + 0egro 1-/- Rh . dan "! . "2- Rh + Asia ""- rhesus + dan Rh . 3 '-

Mungkin inilah $ang men$ebabkan cukup tinggin$a preHalensi eritroblastosis "etalis jika terjadi pernikahan pria &sia dengan 3anita bule.

*istem Penggolongan Darah AB., M+, Rhesus !


%olongan darah manusia dibagi menjadi beberapa macam. ,al ini dapat dilihat dari aglutinogen -antigen/ dan aglutinin -antibodi / $ang terkandung dalam darah seseorang. enggolongan darah ini pertama kali ditemukan oleh :r. 8endsteiner dan :onath. :i dalam darah manusia terdapat aglutinogen -antigen/ pada eritrosit dan aglutinin -antibodi / $ang terdapat di dalam plasma darah. enemuan 7arl 8andsteiner dia3ali dari penelitiann$a# $aitu ketika eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain# maka terjadi penggumpalan -aglutinasi/. 0etapi pada orang selanjutn$a# campuran itu tidak men$ebabkan penggumpalan darah. &glutinogen -aglutinin/ $ang terdapat pada eritrosit orang tertentu dapat bereaksi dengan ;at aglutinin -antibodi/ $ang terdapat pada serum darah. &glutinogen dibedakan menjadi dua $aitu: &glutinogen & : memiliki en;im glikosil trans"erase $ang mengandung glutiasetil glukosamin pada rangka glikoproteinn$a. &glutinogen ( : memiliki en;im galaktose pada rangka glikoproteinn$a. &glutinin dibedakan menjadi aglutinin ) dan ' . :arah seseorang memungkinkan dapat mengandung aglutinogen & saja atau aglutinogen ( saja. 0etapi kemungkinan juga dapat mengandung aglutinogen & dan (. &da juga $ang tidak mengandung aglutinogen sama sekali. &dan$a aglutinogen dan aglutinin inilah $ang menjadi dasar penggolongan darah manusia berdasarkan sistem &(*. Menurut sistem &(*# golongan darah manusia dibedakan menjadi empat# $aitu sebagai berikut :

enggolongan darah pada manusia maupun he3an selain dengan sistem &(*# juga dapat digolongkan berdasarkan sistem M5. ,al ini didasarkan pada hasil penemuan antigen baru oleh 7. 8andsteiner dan . 8eHine pada tahun 162> pada eritrosit. &ntigen ini oleh 8andsteiner dan 8eHin diberi nama antigen M dan antigen 5. +ama haln$a dengan sistem &(*# apabila di dalam eritrosit seseorang terdapat antigen M maka golongan darah orang tersebut disebut golongan darah M# apabila di dalam eritrosit seseorang $ang lain terdapat antigen 5 maka golongan darah orang tersebut disebut golongan darah 5# dan apabila sesorang $ang lain lagi memiliki kedua antigen tersebut -M5/ maka orang tersebut bergolongan darah M5. :i dalam eritrosit# antigen M dan 5 dikendalikan oleh sebuah gen $ang memiliki alela ganda# $aitu alela 8M $ang mengendalikan antigen M dan alela 85 $ang mengendalikan antigen 5. ada penggolongan darah M5 ini tidak terdapat dominansi antara alela 8M dan alela 85# artin$a apabila seseorang memiliki kedua antigen tersebut -M dan 5/ maka orang itu bergolongan darah M5. Dntuk pe3arisan golongan darah M5 parental kepada "iliusn$a dapat dilihat pada tabel di ba3ah ini :

8andsteiner dan &.+. Beiner pada tahun 16!I menemukan antigen tertentu dalam darah $accacus rhesus# $ang diberi nama antigen rhesus -Rh/. &ntigen ini jugaditemukan dalamsel darah merah manusia# sehingga darah manusia di golongkanmenjadi 2 $aitu Rh. dan Rh- : *rang bergolongan Rh. : (ila di dalam eritrositn$a terkandung aglutinogen Rhesus# $ang 9C2 dimiliki orang berkulit ber3arna. *rang bergolongan Rh- : (ila dalam eritrositn$a tidak terdapat aglutinogen Rhesus# $ang 9C2 dimiliki orang berkulit putih. &dan$a antigen Rh di dalamdarah dikendalikan oleh gen IRh# $ang dominanterhadap Irh. +ehingga genoti" orang menurut sistem Rh ini dapat dibedakan atas :

+eorang ibu $ang Rh. mengandung embrio bergolongan Rh- atau Rh.# kemungkinan anakn$a akan lahir dengan selamat# dalam arti tidak terjadi gangguan darah karena "aktor Rh# tetapi pada ibu $ang bergolongan darah Rh- : bila mengandung embrio Rh-# embrio tidak akan mengalami gangguan apapun dan mungkin lahir dengan selamat bila mengandung embrio Rh.# kemungkinan kandungan pertama akan lahir dengan selamat# artin$a tidak mengalami gangguan karena sistem Rh ini. 0etapi pada 3aktu ba$i ini lahir dalam rahim ibu kemungkinan akan tertinggal antigen Rh $ang dapat ikut peredaran darah ibu# sehingga dalam tubuh ibu akan terbentuk ;at anti Rh. &pabila ba$i bergolongan Rh. berada dalam kandungan ibu bergolongan R, -# dimana darah ibu sudah terbentuk ;at anti Rh.# maka tubuh ba$i akan kemasukan ;at anti Rh.# dan anak itu akan menderita pen$akit kuning atau anemia berat sejak lahir $ang disebut erythroblastosis foetalis -sel darah merahn$a tidak dapat de3asa/ $ang ditandai dengan : tubuh menggembung oleh cairan hati dan limpha membengkak

dalam darah ban$ak erithroblast -eritrosit $ang belum masak $ang d$a ikatan$a terhadap oksigen berkurang / kulit ber3arna kuning keemasan

,al ini dapat terjadi karena ;at anti Rh dari ibu masuk ke sistem peredaran darahanak# sehingga ;at anti Rh tersebut bertemu dengan antigen Rh. (a$i $angmengalami gangguan ini biasan$a tidak berumur panjang. 0etapi kondisi ini sekarang dapat ditolong dengan jalan mengganti seluruh darahn$a dengan darah$ang normal.

catatan

+elama melahirkan# sering kali ada kebocoran sel darah merah ba$i dalam sirkulasi darah ibu. 4ika ba$i Rh positi" -karena me3arisi si"at dari a$ahn$a/ dan ibu Rhnegati"# sel-sel merah akan men$ebabkan ibu untuk membuat antibodi terhadap antigen Rh. &ntibodi# biasan$a dari kelas Ig%# tidak menimbulkan masalah bagi anak itu# tapi tern$ata nantin$a bisa mele3ati plasenta dan men$erang sel merah janin Rh . berikutn$a. :ari hal Inilah maka sel darah merah anak $ang ke dua dan berikutn$a akan dihancurkan sehingga terjadi anemia dan pen$akit kuning. en$akit ini# disebut 1r$throblastosis "etalis atau pen$akit hemolitik pada ba$i $ang baru lahir# mungkin begitu parah sehingga bisa membunuh janin atau bahkan ba$i $ang baru lahir. Ini adalah contoh dari gangguan sitotoksisitas antibodi-dimediasi.