Anda di halaman 1dari 26

PERCOBAAN II I. JUDUL PERCOBAAN : ANALISA ALIRAN DAYA II. TUJUAN a. b. c. d.

Untuk memeriksa tegangan-tegangan pada setiap bus yang ada didalam Memeriksa kapasitas semua peralatan yang ada dalam system apakah Untuk memperoleh kondisi mula-mula untuk studi lanjutan yaitu : studi Menganalisa pengaruh perubahan beban pada system yang telah ada system yang dipelajari, biasanya variasi yang diperbolehkan adalah 5 % cukup besar untuk menyalurkan daya yang diinginkan. hubung singkat, studi stabilitas transient dan studi rugi-rugi transmisi. terhadap system aliran beban daya. III.PERALATAN Untuk mengoperasikan dan melaksanakan percobaan-percobaan dalam praktikum distribusi system tenaga sesuai dengan tujuan praktikum tersebut di atas maka peralatan yang dibutuhkan antara lain : a. b. !o"t#are program analisa sistem tenaga !eperangkat $% yang kompetibel

IV. DASAR TEORI &eadaan suatu sistem tenaga elektrik dapat diketahui bilamana tegangan pada semua bus diketahui. !alah satu keadaan sistem tenaga elektrik yang paling sering menjadi perhatian adalah aliran beban. 'liran beban pada cabang-cabang jaringan dapat dihitung apabila tegangan pada bus diketahui. Masalah utama dalam studi aliran beban adalah bagaimana menghitung tegangan pada masing-masing bus.

(ari persamaan jaringan I bus =*bus )bus , bila I diketahui maka persamaan dapat diselesaikan untuk menghitung vektor tegangan V. +amun demikian dalam sistem tenaga elektrik, khususnya dalam penyelesaian aliran beban, biasanya bukanlah injeksi arus yang diketahui, melainkan injeksi daya, oleh karena itu penyelesaian hanya dapat dilakukan dengan cara iterasi, yakni secara bertahap mencari tegangan bus yang akan menghasilkan injeksi daya yang sama dengan daya yang ditentukan untuk masing-masing bus. (alam setiap bus, paling sedikit dua besaran yang harus diketahui, oleh karena itu dalam penyelesaian dan pengaturan aliran beban dikenal tiga tipe bus, yaitu: ,. -U! $. /a0im disebut dengan bus beban. (alam bus ini besaran yang diketahui adalah injeksi daya akti" $ dan daya reakti" ., sedangkan magnitude tegangan,
)

dan sudut tegangan, dihitung. -us $) atau bus pengendali atau sering pula disebut bus pembangkit,

1. -U! $) disini injeksi daya akti" $ dan magnitud tegangan sudut tegangan dan daya reakti" . dihitung. 2. -U! '*U+ -us ayun atau bus penadah, disini magnitud tegangan
) )

diberikan, sedangkan

dan sudut

tegangan diberikan, sedangkan injeksi daya akti" dan reakti" dihitung. &onsep bus penadah dibutuhkan karena pada bus penadah inilah semua susut daya pada jaringan ditimpakan. &onsep yang sama berlaku pula pada bus $), karena pada bus ini susut daya reakti" ditimpakan. Meski semua bus yang ada pembangkit dapat dipilih menjadi bus penadah, namun dalam penyelesaian aliran beban hanya diperlukan sebuah bus penadah. Untuk memilih bus penadah, cukup diteliti bus mana saja yang masih memiliki kapasitas cadangan pembangkitan yang cukup. (emikian pula halnya

dengan bus pembangkit yang dikatagorikan sebagai bus $), tidak semua bus pembangkit harus dikatagorikan sebagai bus $). PENGGUNAAN PROGRAM UNTUK ALIRAN DAYA $rogram ini menganalisa beban dengan menganalisa arus beban dengan mengkalkulasi tegangan bus, "actor daya cabang, sekarang, dan menggerakkan arus sepanjang : seluruh system yang elektrik. $rogram memperkirakan ayunan, pengaturan tegangan dan sumber tak diatur dengan berbagai kegunaan dan koneksi generator. $rogram menangani kedua-duanya yang radial dan system loop. Metoda berbeda disediakan untuk dipilih dari dalam rangkan mencapai e"isiensi kalkulasi yang terbaik. /atar belakang teoritis untuk beban 3yang4 berbeda mengalir kalkulasi metoda adalah juga disajikan. -agian toolbar arus beban menyajikan bagaimana mungkin menjelaskan bagaimana mungkin menjalankan suatu kalkulasi arus beban, membuka dan memandang suatu laporan keluaran, atau memilih pilihan tampilan. -agian 5ditor !tudi 'rus -eban menjelaskan bagaimana menciptakan suatu kasus studi baru, parameter apa yang diperlukan untuk menetapkan suatu kasus studi, dan bagaimana cara menetapkannya. -agian pilihan tampilan menjelaskan pilihan apa yang ada tersedia untuk mempertunjukkan beberapa penyetelan parameter system dan keluaran menghasilkan pada one-line diagram, dan bagaimana cara menetapkannya. -agian metoda kalkulasi arus beban menunjukkan perumusan dari metoda kalkulasi beban yang berbeda. $erbandingan pemusatan pada tingkat beban, meningkatkan pemusatan sederhana tentang parameter system dan bentuk #ujud yang berbeda dan beberapa ujung persenan pada atas memilih suatu kalkulasi sesuai metoda adalah juga ditemukan bagian ini. (ata yang diperlukan untuk bagian kalkulasi untuk bagian kalkulasi menguraikan data apa yang diperlukan untuk melaksanakan kalkulasi arus beban dan dimana jika untuk masuknya. 'khirnya bagian laporan

keluaran studi arus beban menggambarkan dan menjelaskan laporan keluaran dan "ormat tersebut. $56!'M''+ $56786M'+%5 9'6I+:'+ $ersamaan kinerja jaringan sistem tenaga elektrik dengan kerangka acuan bus dalam bentuk admitansi dinyatakan sebagai berikut:
I bus = *bus )bus ;).2-,<

=ubungan-hubungan daya akti" dan daya reakti" pada bus p dapat dituliskan sebagai :
Ip = $p j. p
> )p

;).2-1<

'tau
$p j. p
> )p

? ;p<

(:

p?

+ j- p? ))? ;).2-2<

$ersamaan arus dalam jaringan yang menghubungkan bus p dengan bus lain ;misal bus ?< dapat dinyatakan dengan
i p? = ( )p )? ) y p? + )p y ,p?

;).2-@<

'liran daya akti" dan reakti" antara kedua bus menjadi


> $p? j. p? = )p i p?

'tau
> ( )p )? ) y p? + )p> )p $p? j. p? = )p > ( )? )p ) y p? + )?> )? $?p j. ?p = )?

y ,p? 1 ;).2-5< y ,p? 1

(imana :
y p?

A admitansi jaringan ;bedakan dengan admitansi bus<

y ,p? A total admitansi pengisian tanah ;line charging<

('B' U+BU& !BU(I '/I6'+ -5-'+ (alam penyelesaian masalah aliran beban kita dapat menggunakan bentuk admitansi bus maupun impedansi bus. (alam pembahasan ini kita hanya mem"okuskan penyelesaian aliran beban menggunakan matriks admitansi bus. (ata yang diperlukan dalam studi aliran beban dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : data bus dan data jaringan. (ata jaringan yang diperlukan mencakup nilai impedansi seri dari masingmasing cabang jaringan dan admitansi shunt yang ada pada saluran transmisi. !elain itu rating dan impedansi trans"ormator, rating kapasitor shunt, dan setelan sadapan Brans"ormator juga diperlukan ;bila ada<. &ondisi kerja dan data bus harus selalu ditentukan untuk setiap studi. (ata bus meliputi daya akti" dan reakti" pembangkitan maupun pembebanan, magnitud tegangan dan sudut "asa, beserta keterangan lain yang diperlukan. M5B8(5 $56=IBU+:'+ Untuk menghitung aliran beban digunakan beberapa metode umum yang sering digunakan untuk sebagai penyelesaian adalah metode +e#ton 6aphson, Metode 'ccelerasi :auss-!eidel dan Metode 7ast (ecoupled. 'nalisa ini menghitung tegangan bus serta aliran daya, arus, dan "aktor daya pada cabang rangkaian. $rogram ini memungkinkan sumber daya dengan mode swing, tegangan teratur;regulated voltage<, dan tegangan tak teratur. $rogram ini bisa bekerja pada sistem radial dan cincin. $rogram menyediakan tiga metode perhitungan yang bisa dipilih, yaitu Newton Raphson, Fast decoupled, dan Accelerated Gauss-Seidel. Masing-masing memiliki karakteristik konvergensi yang berbeda. Metode +e#ton 6aphson Metode ini membuat iterasi : dan menyelesaikan persamaan berikut secara

P J , J 1 Q J J A V CCCCCCCCCC ;,< 2 @

dengan D$ dan D. adalah vektor selisih daya nyata dan daya reakti" antara nilai yang ditetapkan dan nilai perhitungan. DE dan D) menunjukkan vektor sudut "asa dan besar tegangan dalam bentuk incremental, dan 9, hingga 9@ merupakan matrik 9acobian. Metode ini memiliki karakteristik konvergensi kuadratis yang unik. -isanya dia memiliki konvergensi yang cepat dibanding metode lain. &euntungan lain adalah kriteria konvergensi diteteapkan untuk mendapatkan konvergensi selisih daya nyata dan reakti". &riteria ini memungkinkan pengguna menetapkan ketelitian yang diinginkan. Metode ini sangat tergantung pada nilai a#al tegangan bus. $emilihan yang teliti untuk nilai a#al sangat dianjurkan. !ebelum metode ini dijalankan, 5B'$ membuat sejumlah iterasi :auss-!eidel untuk menetapkan kumpulan nilai yang dijadikan nilai a#al tegangan bus. Metode +e#ton-6aphson direkomendasikan sebagai pilihan pertama. Metode "ast (ecoupled Metode ini diturunkan dari +e#ton-6aphson. =al itu berdasar "akta bah#a perubahan kecil pada besar tegangan bus tidak terlalu mempengaruhi daya nyata dan perubahan kecil pada sudat "asa tegangan bus tidak terlalu mempengaruhi daya reakti". 8leh karena itu, persamaan aliran daya pada +e#ton-6aphson bisa digantikan dua persamaan aliaran daya terpisah ;decoupled< yang diselesaikan secara iterasi, yaitu :

[ P] [J , ]

A [ ]

[ Q] [ J @ ]

= [ V ] CCCCCCCCCCCCCC

;1<

Metode ini mengurangi kebutuhan memori hingga setengahnya bila dibandingkan metode +e#ton-raphson, dan mengurangi #aktu penyelesaian karena matrik 9acobian bernilai konstan. Metode 'ccelerated :auss-!eidel

(ari persamaan tegangan nodal system F

[I ]

= [Y us

] [V ] CCCCCCCCCCCCCCC

;2<

Metode ini menurunkan persamaan aliran daya berikut dan menyelesaikan secara iterati" :

[ P+ ! ] =Q[V ] [Y> ] [Vu >] s


"

CCCCCCCCCC

;@<

dengan D$ dan D. merupakan vektor daya nyata dan daya reakti", D) adalah vektor tegangan bus, serta *bus adalah matrik admitansi sistem. Metode ini memerlukan nilai a#al tegangan bus yang lebih sedikit dibandingkan metode ne#ton-6aphson dan 7ast (ecoupled. Metode ini memriksa toleransi besar tegangan bus antara dua iterasi berurutan untuk mengendalikan ketelitian ja#aban. Umumnya ketelitian besar tegangan di-set pada G,GGGGG, pu.

V.

PROSEDUR PERCOBAAN /akukan percobaan dengan langkah-langkah sebagai berikut : ,. 1. 2. @. 5. 9alankan program $ilih "ile H +e# $roject Bulis nama $roject anda dengan nama /7I;no kelompok anda< /alu akan tampil user in"ormation, klik H 8k -uatlah #ne-$ine (iagram seperti diba#ah ini pada onne-line diagram

edit mode.

J. K.

'turlah properties masing-masing alat sesuai dengan data yang diberikan /akukan studi kasus load "lo#.

oleh asisten. !impan /oad-7lo# 6eport dari percobaan yang telah anda lakukan.

VI. DATA HASIL PERCOBAAN :ambar 6angkaian :

:ambar setelah percobaan :

(ata hasil percobaan :

VII. ANALISA PERCOBAAN $ada praktikum analisa aliran daya ini, kita bisa melakukan analisa pada daya keluaran, aliran daya pada masing-masing bus, dan rugi-rugi daya pada setiap saluran. (an pada praktikum ini kita dapat juga mengetahui bagaimana keadaan suatu sistem tenaga listrik baik dari tegangan, beban, maupun daya pada masingmasing generator. &arena daya kita ketahui, maka penyelesaian hanya dapat dilakukan dengan cara iterasi, yakni secara bertahap mencari tegangan bus yang akan menghasilkan injeksi daya. (alam perhitungan analisa aliran daya ini digunakan tiga iterasi. !ehingga, untuk hal ini kita harus mengetahui paling sedikit dua besaran, misalnya : daya akti" ;$< dan reakti" ;.< pada generator. (imana sering kita sebut $. bus. (an dari hasil perhitungan manual, didapat rugi-rugi daya reakti" lebih besar dibandingkan rugi-rugi pada daya akti".

Untuk mempermudah menganalisa pada praktikum ini digunakan program 5B'$. $rogram ini didesain untuk melakukan perhitungan dan analisa sistem tenaga listrik. -aik analisa aliran daya maupun hubung singkat. +amun hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan program 5B'$ jauh berbeda bila kita bandingkan dengan hasil perhitungan secara manual. Berjadi selisih angka yang cukup besar baik untuk perhitungan daya keluaran, aliran daya pada masingmasing bus, ataupun rugi-rugi daya pada saluran. =al ini, dapat dikarenakan tingkat ketelitian dari praktikan yang masih rendah dalam melakukan perhitungan secara manual. (imana, praktikan hanya melakukan 2 iterasi dengan batas ketelitian G,GG,. $ada praktikum analisa aliran daya ini,

VIII. JAWABAN TUGAS Bugas Manual :

-us , Indeks $resisi

A !lack -us A G,GG, A ,,5 A ,GG M)', 1G k) (aya keluaran pada :enerator , (aya keluaran pada masing-masing bus. 6ugi-rugi daya pada saluran L, dan L1

-ase ,. 1. 2.

(engan :auss !eidel tentukan:

Pen%elesaian (ata ka#at transmisi :


Kode Bus p-q 1 2 1 3 2 3 Impedansi Zpq 0,4 + j 0,13 0,707 + j 0,707 0,5 + 0,j !! Admitansi Shunt

0 01 0

Yp'

(ata pembangkitan beban dan tegangan bus permulaan


Kode " 1 2 3 #e$an$an Bus "e&mu(aan 1,05 + j 0,00 1,00 + j 0,00 1,00 + j 0,00 %ene&ato& )* )+A , )* 0 30 40 Be'an Kete&an$an )+A , 0 40 30 S(a-. Bus /oad Bus /oad Bus

Pen%elesaian& Matriks admitansi: *,1 A G,, + ! G,,2 A 1,2K M - ,No A 1,15 H j G,K2 *,, A *,1 O *,2 A 2,5N H j ,,G5 *11 A *12 O *1, A 1,K5 H j ,,5PJ *22 A *2, O *21 A ,,N2 H j ,,,NJ
,

*,1 A *1, A - *,1 A - 1,15 O j G,K2 *,2 A *2, A - *,2 A - ,,22 O j G,21 *12 A *21 A - *12 A - G, 5 O j G,NJJ

3*4 A

2 , 5j, N, G 5 - 1 , +1 j G5 , K -,2 , +2 j G2 , 2 1 - 1 , +1 j G5 , K 2 1 , Kj, 5, 5 P- G J5,+ j G , N J J -, , +2 j G2 , 2 1 - G 5,+ j G , N J, J, Nj, 2, , N J


PP + !Q P YPP
;G,G ! G,G< ;G,2 ! G,@< G,2 + ! G,@ G,5 < ,1J ,NJ o A A 1,K5 !,,5PJ 1,K5 !,,5PJ 2,,N < 2G ,,2 o

$erhitungan &/$: &/$ A

Untuk p A 1 &/1 A

A G,,JM,5Jo A -G,,@K O jG,GJ Untuk p A 2 &/2 A


;G,G ! G,G< ;G,@ ! G,2< G,@ + ! G,2 G,5 < ,@2 ,,2 o A A ,,N 2 !,,, N J ,,N2 !,,,NJ 1,,N < 21 ,Po

A G,12M,KJ,G2o A -G,12 O jG,G,J $erhitungan */$. : */$. A *$. H /$ A


YPQ YPP

*/,1 A

1,15 + ! G,K2 2,5N !,,G5 ,,22 + ! G,21

A A A

1,2J < ,J1 o A G,J2 M ,KN,2o A - G,J2OjG,G1 2,K2 < ,J ,2o ,,2K < ,JJ ,5o A G,2K M ,N1,No A - G,2K-jG,G,N 2,K2 < ,J ,2o 1,2J < ,J1 o A G,K@ M ,P1oA - G,K1-jG,,5 2,,N < 2G o , < ,1G o

*/,2 A 2,5N !,,G5

*/1, A 1,K5 !,,5PJ

1,15 + ! G,K2

*/1, A 1,K5 !,,5PJ A A G,2,@ M ,51oA - G,1KOjG,,5K 2,,N < 2G o */2, A ,,N2 !,,,NJ */21 A
,,22 + ! G,21

G,5 + ! G,K2

,,2K < ,JJ ,5o A G,J2 M ,PP,5oA - G,J-jG,1 1,,N < 22 o

G,5 + ! G,NJJ ,,N2 !,,,NJ

, < ,1G o A A G,@J M ,52oA - G,JOjG,1 1,,N < 22 o

$erhitungan Itersi :auss-!eidel : ,. Iterasi , F & A G 5, 51, A ,,G5OjG,GG ;slack bus< A A

)$1 - */1,. 5,, H */12. 52o o ; (1 <>


G,,@K + ! G,GJ ,,G ! G,G

- ;-G,K1-jG,,5< ;,,G5< H ;-G,1KOjG,,5K< ;,,GG<

A - G,,@K O jG,GJ O G,K5J O jG,,5K5 O G,1K H jG,,5K A G,NKPOjG,GJG5 51, A G,NN M 2,P@o A ;G,NKPOjG,GJ< H ;,,GOjG,G< A - G,,1,OjG,GJ A G,,25 M ,52,Jo 51,;acc< A 51o O ; 51,< A ;,,GOjG,G< O ,,5 ;-G,,1,OjG,GJ< Q G,GG,

51, A 51, H 51o

A G,N,NOjG,GP 52, A A

)$2 - */2,. 5,, H */21. 51, o ; (2 <>


G,12 + ! G,G,J ,,G ! G,G

- ;-G,J-jG,1< ;,,G5< H ;-G,@OjG,1<;G,N,NOjG,GP<

A - G,12 O jG,G,J O G,J2 O jG,1, H;- G,21K H jG,,1N-G,G,N< A G,K@5OjG,GPN 52, A G,N1 M J,1No A ;G,K@5OjG,GPN< H ;,,GOjG,G< A - G,1JOjG,GPN A G,1K M ,5P 52,;acc< A 52o O ; 52,< A ;,,GOjG,G< O ,,5 ;-G,1JOjG,GPN< A G,J,OjG,,@K A G,@2 M ,P,K1o 1. Iterasi 1 F & A , 511 A Q G,GG,

52, A 52, H 5G

)$2 - */1,. 5,, H */12. 52, , ; ( 1 <>


G,,@K + ! G,GJ

A G,N,N ! G,GP -;-G,K1-jG,,5<;,,G5<H;-G,1KOjG,,5K<;G,J,OG,,@K< A - G,,K O jG,GP O G,K5J OjG,,5K5 H;-G,,J@KHjG,G2PKOjG,GPJG,G12< A G,KK@OjG,5@P 511 A G,NN M 2,P@o A ;G,KK@OjG,5@P< H ;G,N,NOjG,GP< A - G,G@@ - jG,@5P A G,@J M - P5,@No Q G,GG,

51, A 511 H 51,

511;acc< A 51, O ; 511< A ;G,KK@OjG,5@P< O ,,5 ;-G,G@@OjG,@5J< A G,KGNOj,,122 521 A A

)$2 , 1 o > - */2,. 5, H */21. 51 ; (2 <


G,12 + ! G,G,J ,,G ! G,G

- ;-G,J-jG,1< ;,,G5< H ;-G,@OjG,1< ;G,KGNOj,,122<

A - G,25 O jG,,,-;-G,J2 - jG,1,< H ;- G,2, H j G,1,POjG,,55 H G,,GPN< 521 A G,JPOjG,252 A ;G,JP O jG,25< - ;G,J,Oj,,,@K< A G,GNOjG,1G2 A G,1K M ,5P 521;acc< A 521 O ; 521< A ;G,JPOjG,25< - ;G,GNOjG,1G2< ;,,5< A G,5KOjG,G@5 2. Iterasi 2 F & A 1 512 A Q G,GG,

521 A 521 H 5G

)$2 - */1,. 5,, H */12. 521 1 ; (1 <>


G,,@K + ! G,GJ

A G,KGN !,,122 -;-G,K1-jG,,5<;,,G5<H;-G,1KOjG,,5K< ;G,5KOG,G@5< A-G,G,2 O jG,,GPH;- G,K5J-jG,,5K5<H;-G,,5@HjG,G,1OjG,GPJ-G,GGK< A G,PG@OjG,,N,5 512 A G,NN M 2,P@o A ;G,PG@OjG,,N,5< H ;G,KGNOj,,122< A G,,PJ H j,,G5,5 512;acc< A 511 O ; 512<

512 A 512 H 511

A ;G,KGNOj,,122< O ,,5 ;-G,,PJOj,,G5,5< A ,,GG1OjG,2@ 522 A

)$2 , 1 1 > - */2,. 5, H */21. 51 ; (2 <


G,,@K + ! G,GJ

A G,5K ! G,G@5 522 A G,JPOjG,252

- ;-G,J-jG,1< ;,,G5< H ;-G,@OjG,1< ;,,GG1OjG,2@<

A - G,15 O jG,,15 - ;-G,J2 - jG,1,< H ;- G,@ H j G,,2JOjG,1 H G,GJN<

522 A 522 H 521


A ;G,K,1 O jG,GG,< - ;G,5KOjG,G@5< A G,,@1OjG,G@J A G,,@P M - ,K,P 522;acc< A 521 O ; 521< A ;G,5KOjG,G@5< - ;G,,@1 - jG,G@J< ;,,5< A G,KN2 - jG,G1@ 5, 51 52 $,1 H j.,1 A ,,G5OjG,G A ,,G5 M Go A ,,GG1 - jG,2@ M ,,GJo M - ,N,Ko A G,KN2 - jG,G1@ M G,KNo M - ,K,5Jo A 5,> ;5, H 51<. *,1 A ;,,G5 - jG,G< ;,,G5OjG,G H ,,GG1OjG,2@< ; 1,15 H jG,K2< A ;,,G5 H j G,G< ;G,@PNOjG,2@< ;1,15 H jG,K2< A ,,@52OjG,@,JK $,1 .,1 A ,@5,2 MR A @,,JK M)'6 Q G,GG,

(aya pada bus , - 1

(aya pada bus , - 1 $1, H j.1, A 51> ;51 H 5,<. *1, A ;,,GG1 - jG,2@< ;,,GG1 - jG,2 H ,,G5 - jG,G< ; 1,15 H jG,K2<

A ;,,GG1 - jG,2@< ;-G,G@N - jG,2< ; 1,15 H jG,K2< A - G,,, - jG,K55 $1, .1, 6ugi-rugi $ A $,1 O $1, A ,@5,2 MR O ;- ,, MR< A ,2@,2 MR . A .,1 O .1, A @,,JK M)'6 O ;- K5,5 M)'6< A - 22,N2 MR A - ,, MR A - K5,5 M)'6

Bugas modul : ,. (iketahui : !istem dengan 2 bus seperti gambar diba#ah F


* a = ! G,J ,
I I I

= ! G,1 dan * c = ! G,15

(itanya : 9a#ab :

Matriks admitansi S

% % %

,1

=
=

, , , = = = ,,JJK PG G = !,,JJK G *a ! G.J G,JPG


, , , = = = 5 PG G = ! 5 * ! G.1 G,1PG G

,2

12

, , , = = = @ PG G = ! @ G *c ! G.15 G,15PG

Y,, = Y,1 + Y,2 = !,,JJK ! 5 = ! J,JJK Y11 = Y1, + Y12 = !,,JJK ! @ = ! 5,JJK Y22 = Y2, + Y21 = ! 5 ! @ = ! P

Y,1 = Y1, = %,1 = !,,JJK


Y,2 = Y2, = %,2 = ! 5 Y12 = Y21 = %12 = ! @

Maka Matriks 'dmitansi nya adalah :

[Y ] = J K !,,J

! J,J J K !,,J J K !5 ! 5,J J K !@ ! 5 ! @ ! P

1<. (iketahui : !ebuah system dengan 2 bus, memiliki 1 buah generator dan satu beban serta impedansi masing-masing saluran seperti gambar diatas. (itanya : E1, E2, )1, $:,, .:,, .:1, .:2, dan aliran ka#at S,1 dan S 1, S 9a#ab :

,1

, , , = = = 11,11 J2,@2G = P,P@ !,P,NK G *,1 G,G1 + ! G,G@ G,G@5 J2,@2

,2

, , , = = = 2,,15 K,,5K G = P,NN ! 1P,J5 *,2 G,G, + ! G,G2 G,G21 K,,5K G

12

, , , = = = 25,K, J2,@2 G = ,5,PK ! 2,,P@ G * 12 G,G,15 + ! G,G15 G,G1N J2,@2


Y,, = Y,1 +Y,2 = P,P@ !,P ,NK + P,PN ! 1P ,J5 = ,P ,P1 ! @P ,51 Y11 = Y12 +Y1, = ,5 ,PK ! 2,,P@ + P,P@ !,P ,NK = 15 ,P, ! 5,,N, Y22 = Y2, +Y21 = P,NN ! 1P ,J5 +,5 ,PK ! 2,,P@ = 15 ,N5 ! J,,5P

Y,1 = Y1, = %,1 = P,P@ + !,P ,NK


Y,2 = Y2, = %,2 = P,NN + ! 1P ,J5 Y12 = Y21 = %12 = ,5 ,PK + ! 2,,P@

Maka matriks admitansi nya adalah :

, ,P 1 !@ ,5P 1P,P +@ !, ,NP KP,N +N !1 ,JP 5 [ Y ] = P,P +@ !, ,NP K,P 1 ,!5 ,N, ,, ,P5 +K !2 ,P, @ P,N +N !1 ,JP 5, ,P5 +K !2 ,P, @,N 15 !5J ,5, P
2<. (ata-data komponen yang diperlukan untuk studi aliran daya : (ata-data yang diperlukan pada komponen po#er grid, yaitu : 8perating mode ;s#ing, voltage control atau Mvar control< +ominal k)

% ) dan sudut dari s#ing mode % ), -eban ;MR< dan Mvar limits ;.maT U .min< untuk tegangan -eban MR U Mvar untuk Mvar control mode. (ata-data yang diperlukan pada komponen Motor induksi, yaitu : 6ated kR hp U k) $o#er "actors U e"isiensi saat beban ,GG%, K5% dan 5G % I( kategori beban U % beban (ata kabel (ata-data yang diperlukan pada komponen beban statis, yaitu : I( beban statis 6ated k)' M)' K k) $o#er "actors I( kategori beban U % beban (ata kabel (ata-data yang diperlukan pada cabang dari trans"ormer, yaitu : %abang L, 6, V atau nilai V 6 U unit, toleransi U temperature jika diperlukan. &abel U saluran transmisi, jarak U unit 6asio tra"o ;k)< U k)' M)', tap, U setting /BU Impedance base k) U base k)' M)' 6asio V 6 untuk tra"o 15 k)' berdasarkan '+!I, yaitu F $ada rating 5 M k)' W 15,

control saat beroperasi

X Untuk group ,, tra"o dengan tegangan W N,21 k) maka rasio V 6 nya adalah ,,,2 X Untuk group 1, tra"o dengan tegangan N,21 M k) W ,1,@K maka rasio V 6 nya adalah ,,GG

IX. KESIMPULAN X. $ada perhitungan aliran daya yang sangat berpengaruh adalah tegangan !emakin besar beban, semakin besar pula daya yang dialirkan ke beban 6ugi-rugi daya reakti" lebih besar dibandingkan rugi-rugi pada daya akti". (aya akan mengalir ke masing-masing bus dan akan diteruskan ke beban dan beban pada masing-masing bus, serta daya pada generator. tersebut.

DAFTAR PUSTAKA a. 1GG1. b. 1GGG. c. Modul $raktikum (istribusi !istem Benaga. 9urusan Beknik 5lektro. Universitas !ri#ijaya. 1GGJ. Ir. =endra Marta *udha. Prote,si Siste+ "enaga. 9urusan Beknik 5lektro. Ir. '. =amdadi, M!. Analisa Siste+ "enaga. 9urusan Beknik 5lektro.