Anda di halaman 1dari 44

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

FM-UII-AA-FKU-01/R0

Fakultas Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah

MATERI / BAHAN MATA KULIAH : Teknologi Industri Pertemuan ke : Teknik Industri Modul ke : Jumlah Halaman : PSIT 1 Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 2014

MODUL 2 PERENCANAAN PRODUK BARU


I. Petunjuk Umum 1. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu melakukan analisa terhadap peluang (opportunity) untuk pengembangan produk baru, membuat Product Innovation Charter (PIC) sebagai langkah awal perencanaan strategis pada level produk, menganalisa dan memahami konsep pengembangan atribut-atribut produk, menggali konsep baru secara sistematis melalui pohon klasifikasi dan tabel kombinasi (morphological chart), melakukan penyaringan konsep dengan matriks seleksi (Metode Pugh), membuat desain produk (soft prototype) hasil inovasi dengan menggunakan software Desain Produk. 2. Materi Perencanaan Stratejik Produk Baru, Identifikasi Peluang, Product Innovation

Charter (PIC), Atribut Produk, Perancangan Konsep, Pengujian Konsep. 3. Indikator Pencapaian Mahasiswa memahami perancangan konsep produk baru dan dapat melakukan pengujian konsep produk baru. 4. Referensi Christopher K. Bart, Product Innovation Charter: Mission Statement for New product. R & D Management 32, No. 1, 2002.

Halaman | 1

Ulrich, Karl T. and Eppinger, Steven D. Perancangan dan Pengembangan Produk.(Terjemah Product Design and Development). Alih bahasa; Nora Azmi dan Iveline Anne Marie. Edisi Pertama. Salemba. Jakarta. 2001. http://www.seniordesign.engr.uidaho.edu/2008_2009/team-impact/concepts.html Richardson III, J. L., Summers , J. D., Mocko, G. M (2011), Function Representations in Morphological Charts : An Experimental Study on Variety and Novelty of Means generated, Mechanical Engineering, Clemson University, Clemson, SC. Achmadi Oni, Muadzah. 2013. Laporan Praktikum Perancangan Sistem Industri Terpadu Perencanaan Produk Baru. Yogyakarta. 5. Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktikum. Skenario kelas, dengan waktu 100 menit, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Mahasiswa diberikan pemahaman materi tentang perancangan produk baru [20 menit] b. Metode pembelajaran ini diampu oleh dua orang asisten. Satu asisten menjelaskan overview materi perancangan produk baru dengan metode ceramah di depan kelas, dan asisten lainnya sebagai asisten pendamping bila menemui praktikan/mahasiswa yang kesulitan memahami [30 menit] c. Setelah overview materi dilanjutkan dengan pemberian contoh study case perancangan produk baru dengan menampilkan contoh tahapan tahapan dalam perancangan produk baru [30 menit] d. Praktikan diberikan tugas praktek membuat Product Innovation Charter (PIC). [15 menit] e. Kelas diakhiri dengan memberikan pengumuman tentang prosedur laporan sementara praktikum dan ditutup dengan doa [5 menit].

Halaman | 2

6. Lembar Kegiatan Pembelajaran a. b. c. d. Form Product Innovation Charter (PIC) Form identifikasi atribut produk Form Morfological Matric Form of atribute innovations

7. Evaluasi Setelah kegiatan belajar berakhir, mahasiswa diminta untuk membuat laporan sementara yang akan di periksa oleh asisten, jika laporan belum benar maka akan direvisi oleh asisten dengan mengisi lembar revisi pada buku asistensi, pada akhir keseluruhan praktikum akan diadakan responsi untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pembelajaran tersebut tercapai.

II. Materi Kuliah 1. Deskripsi Modul perencanaan produk baru merupakan kumpulan beberapa tahapan dari rencana pengembangan konsep yang meliputi desain konsep produk, memilih konsep produk dan membuat prototype produk. Ketiga tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya yaitu identifikasi kebutuhan pelanggan dan penetapan spesifikasi serta targetnya. 2. Input dan Output Input dalam perencanaan produk baru (penyusunan konsep) meliputi pernyataan misi untuk proyek, daftar kebutuhan pelanggan dan spesifikasi produk. Adapun output yang diinginkan adalah terwujudnya sebuah desain produk hasil perancangan konsep produk baru.

Halaman | 3

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 3. Landasan Teori 3.1 Perencanaan Stratejik Produk Baru

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Secara alami, fase pertama yang harus dilewati oleh perencanaan stratejik produk baru adalah mengidentifikasi dan memilih peluang untuk sebuah produk baru berdasarkan hasil inovasi. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui kondisi bisnis yang sedang terjadi dan menunjukan hal tersebut dapat menjadi petunjuk stratejik (strategic guidance) bagi sebuah perusahaan. Terdapat tiga aktivitas utama dalam perencanaan strategi produk baru, yaitu: 1. Perencanaan pemasaran yang sedang berjalan. Misalnya: Kondisi persaingan pasar saat ini untuk lini produk handphone telah terjadi perluasan lini (banyaknya jenis handphone). Dengan kondisi ini, untuk menghadapi tantangan dari kompetitor baru yang berfokus pada harga, perusahaan harus membuat perencanaan stratejik. 2. Perencanaan perusahaan yang sedang berjalan. Misalnya: Manajemen puncak mengadopsi suatu strategi yang mengatakan; dapatkan pasar kita sendiri (artinya dapatkan posisi market share baik yang pertama ataupun yang kedua) atau keluar dari persaingan. Hal ini akan membutuhkan aktivitas produk baru dalam semua pasar yang diinginkan, dimana perusahaan memiliki posisi minoritas.

Halaman | 4

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 3. Analisa khusus terhadap peluang.

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Proses yang secara kreatif mengenali peluang-peluang disebut sebagai pengidentifikasian peluang (Opportunity Identification). Peluang akan secara teliti dan hati-hati diungkapkan, kemudian dianalisa untuk mendapatkan kejelasan apakah memiliki potensi penjualan yang baik. Tidak semua perusahaan akan mengeksploitasi peluang yang ada dikarenakan beberapa hal seperti kemampuan perusahaan, resiko yang akan dihadapi, serta biaya yang tidak mungkin untuk diakomodasi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki strategi untuk menemukan peluang yang akan dijalankan, terutama untuk memperoleh inovasi produk. Ketika satu peluang disetujui, manajer akan mengarahkannya kepada beberapa teknik terhadap perubahan produk, atau pembuatan suatu produk baru. Inilah yang disebut dengan Product Innovation Charter (PIC). 3.2 Identifikasi Peluang Sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama jika tidak melakukan inovasi atau mengenalkan produk/jasa terbarunya. Produk lama yang telah mencapai kedewasaan selanjutnya akan mengalami penurunan sehingga harus

diganti/diperbaharui. Pemilihan produk, pendefinisian dan desain menjadi penting karena akan berdampak pada peluang produk baru yang akan ada dipasarkan. Perusahaan yang sukses akan mempelajari bagaimana merubah berbagai peluang menjadi produk yang sukses untuk diterima konsumen. Berikut adalah faktorfaktor dari peluang-peluang yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan proses pemilihan inovasi produk baru:

Halaman | 5

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel. 1 Faktor-faktor dari peluang pasar dan teknologi Market Opportunities User (category) User (For our product) Customer (buyer) Influencer Potensial User Nonuser Demographic set Psychographic set Geographic set Retailer Wholesaler Agent Use Application Activity Franchise Location Competitor Regulator

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Technology Opportunities Product type Specific product Primary packaging Secondary packaging Design process Production process Distribution process Packaging process Patent Science Material Individual Management system Information system Analytical skill Expert system Project control Quality attainment Project design

3.3 Product Innovation Charter Product Innovation Charter (PIC) adalah perencanaan strategis dalam

pengembangan produk baru. Seperti yang dikatakan Christopher K. Bart (2002), terminologi dari PIC adalah untuk produk, bukan untuk proses atau aktivitas lain, PIC adalah untuk inovasi produk dan berupa charter atau semacam piagam (berupa dokumen yang memberikan informasi kondisi dimana organisasi

/perusahaan akan bergerak). PIC dapat diartikan sebagai pernyataan dari misi, namun diaplikasikan pada level yang lebih kecil dalam perusahaan dan diadaptasikan kepada aktivitas produk baru.1 PIC secara umum berbicara kepada fokus peluang, bukan pada spesifik produk atau grup produk yang belum dibuat. Isi dari PIC adalah :

Halaman | 6

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku
Background

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Ide kunci dari analisa situasi; alasan untuk menciptakan produk baru pada saat

Fokus Paling tidak ada satu dimensi teknologi yang sudah jelas dan ada dimensi Goals-Objective Pekerjaan apa yang harus diselesaikan?, apakah tujuan jangka pendek atau Guidelines Aturan apa saja yang digunakan, untuk pemenuhan kebutuhan apakah berdasarkan situasi yang ada atau dari manajemen. Tingkat inovasi, daya masuk

1. Latar Belakang (background) Bagian latar belakang pada PIC adalah untuk menjawab pertanyaan: Mengapa strategi ini dikembangkan? Menuju kepada tingkat kepentingan atau tingkat inovasi, dan merupakan kesimpulan dari hasil analisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangannya. 2. Fokus Dalam persaingan pasar yang sangat kompetitif, dibutuhkan fokus untuk

membuka kunci kekuatan dari sebuah inovasi. Dimana perusahaan diarahkan dan bermain pada area yang memang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan tujuan mereka.

Christopher K. Bart, Product Innovation Charter: Mission Statement for New product. R & D Management 32, No. 1, 2002.

Halaman | 7

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dalam hal ini ada dua hal yang harus diperhatikan untuk menyusun fokus dalam PIC yaitu: Teknologi (technology drivers) dan keinginan dan Pasar (market akan lebih drivers). baik jika

Perkembangan teknologi

pasar

dikombinasikan untuk memperoleh hasil yang optimal. Kombinasi keduanya disebut dual-drive. Berikut adalah penjelasan keduanya :
Teknologi Sebagai Pengendali

Kekuatan teknologi yang banyak digunakan adalah berasal dari penelitian laboratorium yang dilakukan oleh para ahli. Banyak perusahaan yang menemukan teknologi berharga bukan berasal dari pengembangan laboratorium. Avon memiliki teknologi efisien dalam menangani order dalam skala kecil. Sebagai contoh, beberapa perusahaan pengemasan barang (packing goods) berpendapat bahwa departemen manajemen produknya sebagai teknologi (ketika manajer produk mereka benar-benar memiliki kemampuan yang baik, maka hal yang akan dilakukannya ialah mencari peluang pasar dimana perusahaan mereka akan masuk pada saat yang tepat dan menciptakan pengemasan yang unik). Contoh lain dari penerapan teknologi terdapat pada sistem distribusi, teknik pelayanan konsumen, atau iklan yang kreatif. Pasar Sebagai Pengendali Bagian lain dari strategi dual-drive adalah marketdrive, ini bersumber dari dua hal: customer group (grup konsumen) dan end user (pengguna akhir). Ide produk baru yang baik adalah berdasarkan pada permasalahan konsumen. Sebagai contoh dalam strategi customer group: Hoover Company pernah memiliki produk vaccum baru dimana targetnya ialah

strategi dalam pengembangan

konsumen yang sudah memiliki vaccum dirumah.

Halaman | 8

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Perusahaan lain mengambil demografi sebagai fokus, mengambil segmen pasar berdasarkan usia, gaya hidup, spesifikasi keahlian dan lain-lain. Perusahaan dalam melayani konsumen akan selalu mengutamakan pada customer-focus comfortable (fokus pada kenyamanan konsumen). Banyak perusahaan yang melibatkan konsumen sebagai bagian yang terintegrasi dalam proses

pengembangan produk baru. Cara kedua dalam memfokuskan produk pada market drive adalah pada end-user, misal pada peralatan ski. User dan end-user akan terdengar sama, namun sebenarnya tidak. Sebagai contoh, jika kita fokus kepada pemain ski (user) atau olah raga ski (end use) kedua-duanya akan melahirkan produk baru, namun pada olah raga ski akan membawa kepada area yang lebih luas, misal penyedian tempat penginapan baru, kemiringan lereng yang baru, paket travel yang baru, dan pelayanan kepada pemilik penginapan. Banyak perusahaan yang membuat kegunaan yang lebih luas kepada end-use.

Kemampuan menempatkan technology driver dan market driver pada satu wadah atau mengkombinasikan keduanya akan membuat perusahaan lebih fokus dan tepat dalam melakukan inovasi. 3. Tujuan dan Target. Siapa pun yang melakukan inovasi produk harus mengetahui tujuannya, karena dapat berubah dalam banyak cara jika tujuannya berubah. PIC menggunakan definisi standar bahwa yang dimaksud dengan tujuan adalah jangka panjang, arah umum dalam bergerak, sedangkan sasaran adalah jangka pendek, yaitu ukuran spesifik untuk dipenuhi. Karena itu, PIC memiliki pernyataan mendominasi pasar (sebagai sebuah tujuan) dan 25% perolehan pasar ( Market Share) pada tahun pertama (sebagai target). Kedua, (tujuan dan target) memiliki tiga tipe: (1) keuntungan (Profit), yang dinyatakan dalam satu atau banyak cara dalam mendapatkan keuntungan. (2)pertumbuhan (Growth), yang selalu dikontrol meskipun terkadang digunakan secara defensif untuk membantu agar perusahaan dapat bertahan atau memperlambat turunnya trend (declining). (3) Market Status, digunakan untuk meningkatkan market share. Halaman | 9

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 4. Garis Pedoman

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Sampai pada bagian ini, maka kita sudah sampai pada tahap mengisi tiga bagian dari PIC form. Dari sini telah diketahui arena kerja tim atau fokus dari apa yang seharusnya diselesaikan. Strategi produk baru memiliki empat bagian berupa garis pedoman yang merupakan aturan main dalam pelaksanaannya. Pedoman berasal dari pihak manajemen maupun konsensus anggota tim. Berdasarkan penelitian, tidak terdapat aturan baku pedoman seperti apa yang harus dibuat, tetapi juga terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa pedoman yang dibuat oleh pihak perusahaan tidak dapat dikatakan benar atau salah. Berikut adalah pedoman umum dalam melakukan inovasi: Tingkat keinovasian (degree of Innovativeness). Seberapa inovatifkah keinginan pihak manajemen dalam proses penciptaan produk baru? Skala pilihannya, dari yang pertama dipasar (first to market) sampai pada imitasi produk (tiruan). Lebih jelas dapat dipahami dari matrik berikut : Tabel. 2 Tingkat Keinovasian Risk Tidak ada Sedang Tinggi Perubahan pada operasi dan pemasaran Tidak ada Sedang Tinggi Tidak Ada Rendah Menengah Rendah Menengah Tinggi Menengah Tinggi Berbahaya

Perubahan dalam fungsi/ Kegunaan

Halaman | 10

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dalam semua kasus, hal yang paling diperhatikan adalah resiko dari inovasi yang dilakukan. Resiko pada bagian pengguna (user) adalah hal yang sangat dikhawatirkan sebagaimana juga resiko bagi perusahaan. Setiap produk baru dapat diposisikan dimana saja pada matriks ini, dan posisi tersebut penting jika diterima sebagai sebuah proyek. Memilih satu posisi pada matriks ini sebagai hal yang disukai adalah merupakan masalah strategi perusahaan saja. Tidak ada yang salah dan benar. Waktu (Timing) Pedoman pada kategori ini memiliki empat pilihan: first (yang pertama), quick second (cepat namun bukan yang pertama), slower (lebih lmabat), dan late (belakangan). First adalah pioner dalam inovasi produk. Menjadi produk pertama yang masuk ke pasar. Quick second mencoba menangkap posisi kedua dalam inovasi, lebih menunggu kepada reaksi pasar atas inovasi yang baru dilakukan oleh pioner. Slower masuk kepasar lebih lambat dengan memperhatikan inovasi pioner dan memiliki waktu yang cukup untuk membuat adaptasi yang lebih baik (nokia biasa melakukan hal ini). Namun, peluang pasar yang baik boleh jadi diperoleh dengan cara quick second. Alternatif terakhir adalah late entry, hal ini biasanya karena biaya masuk ke pasar, yang menjadi kunci bagi kemampuan perusahaan. Berikut ini adalah contoh PIC dari sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa. PIC of IOD Creative Problem Solving Group:

Halaman | 11

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 3.4 Atribut produk (Product Atributes)

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Perancangan suatu inovasi terhadap produk harus tepat. Perubahan yang dilakukan terhadap sebuah produk akan membawa konsekuensi pada

perilaku konsumen terhadap produk yang dibuat. Pada sebuah produk banyak terdapat atribut yang dapat diinovasi, pemahaman terhadap atribut produk akan sangat membantu bagi tim pengembang produk untuk melakukan inovasi. Setiap produk dapat dijelaskan dengan menyebutkan atribut-atributnya. Atribut terdiri dari tiga hal, Tampilan produk (Feature), Fungsi produk (Functions) dan Kegunaan (Benefits). Sepasang sepatu yang baik dapat ditentukan melalui atribut-atributnya, seseorang dapat saja membeli sepatu karena dia menyukai penampilannya yang terbuat dari kulit (feature), karena sepatu tersebut sangat cocok untuk acara-acara formal (functions), atau karena nyaman saat dipakai berjalan (benefits). Secara teori, ketiga atribut produk akan saling berkaitan dalam urutannya. Feature akan menghasilkan berbagai kegunaan yang akan

memberikan keuntungan. Dengan menganalisa atribut, akan dapat dibuat sebuah konsep produk baru dengan perubahan satu atau lebih atribut yang sudah ada, penambahan atribut-atribut, serta memperkirakan hal yang paling diinginkan dari konsep tersebut untuk dikembangkan menjadi produk baru. 3.5 Perancangan Konsep Konsep produk adalah suatu gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan bentuk dari suatu produk. Konsep produk secara singkat dikatakan sebagai gambaran singkat bagaimana produk dapat memuaskan pelanggan. Penentuan konsep produk ini, diawali dengan penentuan model konsep yang akan dikembangkan. Setelah itu dilakukan penyusunan alternatif konsep, penyaringan konsep dan pembuatan prototype produk.

Halaman | 12

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 3.5.1 Penyusunan Alternatif Konsep

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Sebuah konsep biasanya diekspresikan sebagai sebuah sketsa atau sebagai sebuah model 3 dimensi secara garis besar dan seringkali disertai oleh sebuah uraian gambar. Sebuah produk dapat memuaskan pelanggan dan dapat sukses dipasaran bergantung pada nilai yang tinggi untuk ukuran kualitas yang mendasari konsep. Konsep yang baik terkadang dilaksanakan secara kurang baik pada tahap pengembangan berikutnya, tetapi sebuah konsep yang buruk jarang dimanipulasi untuk mencapai sukses yang menguntungkan. Kelebihan dari kegiatan penyusunan konsep ialah biaya yang dibutuhkan relatif murah dan dapat dilaksanakan dengan cepat jika dibandingkan dengan proses pengembangan lainnya. Karena kegiatan penyusunan konsep tidak

membutuhkan biaya yang besar, maka akan meminimalisir adanya konsep yang terlupakan terhadap konsep yang tepat. Proses penyusunan konsep dimulai dengan serangkaian kebutuhan pelanggan dan spesifikasi target, dan diakhiri dengan terciptanya beberapa konsep produk sebagai sebuah pilihan akhir. Hubungan penyusunan konsep dengan kegiatan pengembangan konsep yang lainnya ditunjukkan pada Gambar 5.1. Penyusunan konsep yang baik akan memberi keyakinan pada tim bahwa seluruh kemungkinan yang ada telah digali. Dengan menggali banyak konsep alternatif pada awal proses pengembangan, kemungkinan tim untuk terlambat dalam menemukan

konsep yang terbaik akan dapat dimaksimalkan.

Gambar.1 Penyusunan konsep (bagian penting dari fase pengembangan konsep)

Halaman | 13

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan oleh tim pengembangan sewaktu menurunkan konsep meliputi: 1. Hanya mempertimbangkan 1 atau 2 alternatif. Pertimbangan ini biasanya dilakukan oleh anggota yang paling agresif dan percaya diri di dalam tim. 2. Kegagalan mempertimbangkan kegunaan konsep yang dipakai oleh perusahaan lain, baik yang berhubungan maupun tidak dengan produk yang sedang dikembangkan. 3. Hanya melibatkan 1 atau 2 orang dalam proses, menyebabkan kurangnya kepercayaan dan tanggung jawab dari anggota tim lainnya. 4. Integrasi yang tidak efektif untuk menemukan solusi parsial yang menjanjikan. 5. Kesalahan mempertimbangkan seluruh kategori penyelesaian. Pendekatan terstruktur pada penyusunan konsep akan mengurangi kesalahankesalahan di atas yaitu dengan penerapan metode 5 Langkah. Metode yang ditampilkan pada Gambar.2 akan menggambarkan proses pemecahan sebuah masalah kompleks yang menjadi submasalah agar menjadi lebih sederhana. Selanjutnya akan diperkenalkan konsep penyelesaian untuk sub masalah menggunakan prosedur pencarian eksternal dan internal. Pohon klasifikasi dan tabel kombinasi kemudian digunakan untuk menggali secara sistematis konsep penyelesaian tersebut serta mengintegrasikan penyelesaian submasalah ke dalam sebuah penyelesaian total. Akhirnya tim membuat sebuah langkah mundur untuk merefleksikan validitas dan kemampuan aplikasi dari hasil, seperti yang digunakan oleh proses.

Halaman | 14

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Gambar.2 Metode 5 langkah penyusunan konsep Langkah 1: Memperjelas Masalah Langkah ini mencakup pengembangan dari sebuah pengertian umum dan pemecahan dari sebuah masalah menjadi submasalah. Dicontohkan dalam kasus merancang sebuah alat pemaku yang lebih baik. Ruang lingkup masalah desain secara umum adalah menyatukan kayu, sedangkan secara spesifik adalah memperbaiki kecepatan konsep alat pneumatic yang ada sekarang. Beberapa asumsi dalam penetapan tujuan dari tim adalah: 1. Alat pemaku menggunakan paku (seperti yang berlawanan dengan bahan perekat, sekrup, dan lain-lain). 2. Alat pemaku akan digunakan untuk memaku kayu 3. Alat pemaku akan digunakan dengan tangan.

Halaman | 15

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Berdasarkan asumsi ini, tim telah mengidentifikasikan kebutuhan pelanggan untuk sebuah alat pemaku yakni: 1. Alat pemaku memasukkan paku-paku dengan cepat. 2. Alat pemaku digunakan pada tempat yang sempit. 3. Alat pemaku ringan 4. Alat pemaku tidak mempunyai waktu penundaan yang lama setelah alat picunya digerakkan Target spesifikasi produk meliputi hal-hal berikut: Panjang paku dari 50 sampai 75 milimeter Maksimum energi untuk memaku 80 joule/paku Daya untuk memaku mencapai 2000 newton Kecepatan maksimum memiku 1 paku/detik Rata-rata kecepatan memaku 4 paku/menit Kemampuan untuk memasukkan paku berada di antara standar stud/joists (36gmilimeter pembukaan) Massa alat kurang dari 4 kilogram Maksimum waktu penundaan setelah pemicu ditarik adalah 0,25 detik Dekomposisi sebuah masalah kompleks menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana Beberapa teknik yang berguna untuk memulai aktivitas ini adalah : a. Membuat sebuah diagram fungsi dari produk yang sudah ada. b. Membuat sebuah diagram fungsi berdasarkan konsep produk awal yang dihasilkan oleh tim berdasarkan teknologi subfungsi yang mereka ketahui. Pastikan untuk mengeneralisasikan diagram pada level penguraian yang tepat.

Halaman | 16

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

c. Ikuti satu dari aliran (misalnya bahan) dan tentukan operasi apa yang dibutuhkan. Rincian aliran yang lain dapat diperoleh dengan memikirkan hubungan aliran tersebut dengan aliran awal.

Gambar.3 Diagram fungsi dari alat pemaku yang dibangun dari sebuah dekomposisi fungsi terdiri atas: (a) keseluruhan kotak hitam; (b) perbaikan yang memperlihatkan subfungsi Langkah 2: Pencarian secara eksternal Langkah ini meliputi: wawancara pengguna utama, konsultasi pakar, mencari paten, mencari literature yang sudah dipublikasikan dan analisis benchmarking dari produk terkait. Halaman | 17

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Langkah 3: Pencarian secara internal Langkah ini meliputi: menunda keputusan,

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

menghasilkan

banyak

ide/pemikiran, merima ide-ide yang terlihat tidak dapat dilaksanakan dan penggunaan media fisik serta alat bantu grafik. Langkah 4: Menggali secara sistematis Langkah ini meliputi: penerapan pohon klasifikasi konsep dan tabel kombinasi konsep. Pohon klasifikasi konsep digunakan untuk memisahkan keseluruhan penyelesaian yang mungkin menjadi beberapa kelas berbeda yang akan memudahkan perbandingan dan pemangkasan. Sebuah contoh pohon untuk alat pemaku diperlihatkan pada gambar berikut :

Gambar.4 Pohon klasifikasi (sumber konsep dari alat pemaku) Pada gambar pohon klasifikasi di atas, memperlihatkan alternative

penyelesaian pada submasalah sumber energi. Pohon dapat dibangun dengan membuat cabang yang bersesuaian dengan penggalan solusi dari submasalah apapun, tetapi dengan cara pengklasifikasian berbeda yang lebih berguna.

Halaman | 18

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Secara umum, sebuah submasalah yang mempunyai solusi akan dapat menghambat pembuatan solusi dari submasalah lainnya yang merupakan calon tepat untuk pohon klasifikasi. Tabel Kombinasi Konsep (Morphological Chart) menyediakan cara untuk mempertimbangkan kombinasi solusi secara sistematis untuk sebuah masalah desain. Tabel.3 Morphological Chart

* Bentuk umum Morphological Chart menurut J. L Rchardson III, J. D. Summers, dan G. M. Mocko

Tabel. 4 Morphological ChartTeam Impact

Dari Morphological Chart diatas dapat diperoleh beberapa konsep produk yang selanjutnya akan disaring lagi di tahap seleksi konsep.

Halaman | 19

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku a. Penyaringan Konsep

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Peyaringan atau seleksi konsep didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Stuart Pugh pada tahun 1980-an dan seringkali disebut seleksi konsep Pugh (Ulrich, K. dan Eppinger, SD., 2012). Tujuan tahapan ini adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat dan memperbaiki konsep. Seleksi konsep merupakan proses menilai konsep dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, membandingkan kekuatan dan kelemahan relatif dari konsep, memilih satu atau lebih konsep untuk penyelidikan, serta proses pengujian dan pengembangan lebih lanjut. Sebagai contoh dari proses penyusunan konsep, tim pengembangan produk menghasilkan 7 sketsa untuk menggambarkan konsep dasar yang sedang dipertimbangkan.

Halaman | 20

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Gambar 5. Sketsa alat suntik

Halaman | 21

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dalam seleksi konsep menggunakan konsep Pugh, maka dapat dilakukan dengan mensurvey sekelompok orang atau fokus grup. Fokus grup yang dibuat berdasarkan para pengguna jarum suntik (dokter) yang mengerti mengenai kegunaan jarum suntik. Dari tujuh konsep yang ada, akan dipilih beberapa konsep yang terbaik yang nantinya akan diuji kembali sehingga mendapatkan satu konsep terbaik yang digunakan sebagai konsep akhir dengan tetap membandingkan terhadap produk pesaing. Hasil dari pada fokus grup yang terdiri dari 10 orang adalah sebagai berikut : Tabel 5. Seleksi Konsep Tahap Pertama dengan Metode Pugh Konsep A B C D E Master Rubber Ratchet (Relerensi) Swash Plunge Gylinder Brake Ring Stop 0 0 0 0 0 + + 2 5 0 2 1 Ya 0 0 0 0 + 1 4 2 -1 6 Tidak + 0 0 + 1 3 3 -2 7 Tidak 0 0 0 0 0 0 0 0 + + + 0 0 0 0 2 3 2 0 3 Gabungkan 0 0 1 3 1 0 3 Perbaiki F Lever Set 0 + 0 G Dial crew

Kriteria seleksi

Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Dayatahan . 0 Kemudahan untuk dibuat Mudah untuk dibawa Jumlah + Jumlah 0 Jumlah Nilai akhir Peringkat Lanjutkan?

0 0 + 0 2 7 4 0 1 0 1 3 2 Gabungkan Ya

Halaman | 22

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dari penilaian konsep menggunakan metode Pugh, diperoleh bahwa konsep yang terpilih adalah konsep A, konsep E, sedangkan konsep D dan F akan digabungkan dan unt uk konsep G akan diperbaiki. Langkah selanjutnya adalah melakukan seleksi konsep untuk menentukan konsep akhir. Penentuan konsep akhir menggunakan cara memberikan beban pada masing-masing opsional dan penyeleksian ini kembali menggunakan fokus grup yang sama dengan grup penyeleksi pertama. Cara penyeleksian ke dua ini dengan cara memberikan bobot seperti pada survey tingkat kepentingan. Berikut ini adalah contoh kuisioner untuk menentukan konsep akhir, hasil pengumpulan data, dan hasil penilaian konsep. Tabel. 6 Kuisioner Penilaian Konsep Kuisioner Seleksi Konsep Nama : Usia : Jabatan : Criteria Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibual Mudah untuk dibawa Berikanlah bobot menurut pendapat anda, dimana nilai 1 adalah sangat kurang dan nilai 5 adalah sangat baik. A (Referensl) Master Cylinder DF Lever Stop

Telepon : Email : E Swash Ring G+ Dial Screw +

Halaman | 23

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Gambar.6 Konsep G setelah diperbaiki

Gambar.7 Hasil penggabungan konsep D dan F

Tabel.7 Hasil Data Penilaian Konsep A Konsep A Kriteria Seleksi Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibuat Mudah untuk dibawa

R1 3 4 2 3 3 3 2

R2 3 4 2 3 2 5 3

R3 3 3 3 4 2 3 3

R4 4 3 3 3 2 3 5

R5 3 3 2 4 3 5 4

R6 2 3 2 4 2 3 3

R7 3 4 3 3 2 2 3

R8 5 3 2 3 2 3 2

R9 2 3 2 3 3 3 3

R10 2 3 2 3 2 3 3

Rata-rata 3 3.3 2.3 3.3 2.3 3.3 3.11

Halaman | 24

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel.8 Hasil Data Penilaian Konsep DF Konsep DF Kriteria Seleksi Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibuat Mudah untuk dibawa

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

R1 3 4 3 3 4 3 3

R2 3 4 3 3 4 4 3

R3 3 5 3 4 4 3 3

R4 3 5 3 3 5 3 4

R5 3 3 4 4 5 4 4

R6 3 4 4 4 5 3 3

R7 3 3 3 3 5 3 3

R8 5 4 3 3 5 3 3

R9 3 3 3 3 5 3 3

R10 3 3 3 3 5 3 3

Rata-rata 3.2 3.8 3.2 3.3 4.7 3.2 3.22

Tabel.9 Hasil Data Penilaian Konsep E Konsep E Kriteria Seleksi Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibuat Mudah untuk dibawa

R1 R2 R3 4 4 4 4 4 4 5 5 5 2 4 3 2 3 4 2 3 3 4 3 3

R4 4 4 5 2 2 2 3

R5 3 4 5 2 3 2 3

R6 4 4 4 2 5 2 3

R7 3 3 5 2 3 2 4

R8 4 4 5 2 5 3 3

R9 4 3 5 2 5 2 3

R10 3 3 5 3 5 2 3

Rata-rata 3.7 3.7 4.9 2.3 4 2.3 3.00

Tabel.10 Hasil Data Penilaian Konsep G+ Konsep E Kriteria Seleksi Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibuat Mudah untuk dibawa

R1 4 4 5 3 3 2 3

R2 4 3 5 3 4 2 3

R3 4 4 5 3 3 3 3

R4 4 3 5 2 2 2 3

R5 4 4 5 5 3 2 3

R6 4 3 4 2 3 2 4

R7 R8 R9 3 4 4 3 3 3 4 5 5 2 3 2 4 2 5 2 3 3 3 3 2

R10 4 3 4 3 3 2 3

Rata-rata 3.9 3.3 4.7 2.8 3.2 2.2 3.10

Halaman | 25

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel. 11 Hasil Seleksi Metode Penilaian Konsep Konsep A DF (Referensl) Lever Stop Master Cylinder Nilai Nilai Rating Beban Rating Beban 3 3 0.15 0.45 3 4 0.15 0.6

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

E Swash Ring

G+ Dial Screw +

Kriteria Seleksi Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Ukuran dosis yang mudah dibaca Keakuratan pengukur dosis Daya tahan Kemudahan untuk dibual Mudah untuk dibawa

Beban 5% 15%

Nilai Nilai Rating Beban Rating Beban 4 4 0.2 0.6 4 3 0.2 0.45

10%

0.2

0.3

0.5

0.5

25% 15% 20%

3 2 3

0.75 0.3 0.6

3 5 3

0.75 0.75 0.6

2 4 2

0.5 0.6 0.4

3 3 2

0.75 0.45 0.4

10% 3 Total Nilai Peringkat 2.75 Lanjutkan? Tidak

0.3

0.3

3 3.1 Tidak

0.3

3 3.05 Tidak

0.3

3.45 Kembangkan

Dari hasil penilaian konsep di atas, dapat dilihat bahwa konsep DF lebih unggul daripada konsep A,E dan G+, maka konsep DF keluar sebagai konsep akhir dari produk alat suntik. 3.5.2 Pengujian Konsep Pengujian konsep mempunyai tujuan mengetahui minat dari pelanggan untuk mendapatkan produk alat suntik ini saat beredar di pasaran. Survey ini dilakukan terhadap 100 responden, mengingat sudah cukup banyaknya survey yang dilakukan sebelumnya, maka konsep akhir ini dapat dikatakan telah mewakili kebutuhankebutuhan yang telah teridentifikasi. Halaman | 26

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Pembagian kuisioner dilakukan untuk mengetahui dan menguji konsep yang sudah diseleksi. Survei ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelanggan mau membeli produk tersebut atau tidak, dan seberapa ingin mereka membeli produk tersebut bila produk tersebut sudah berada di pasaran. Tabel.12 Kuisioner Pengujian Konsep Survey Pengujian Konsep Nama : Pewawancara : Soleh Telepon : e-mail : Tempat Tinggal : Berikut adalah produk alat suntik: Sebuah alat suntik yang dapat digunakan berulang kali oleh pasien dengan kontrol dosis yang akurat, karena alat suntik ini memiliki indikator ukuran dan menggunakan laras bergerigi untuk pengukuran. cara kerja alat suntik ini adalah untuk mengatur dosis dengan mendorong pelatuk atas kedepan dan untuk menyuntikkan dengan menarik pelatuk kebelakang sehingga alat ini sangat mudah digunakan dan sangat akurat.

Survey dilakukan kembali dengan metode menyebarkan kuisioner sejumlah 100, jumlah ini dianggap sudah cukup mengingat sudah banyaknya survey yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Konsep yang akan diuji memang sudah mewakili kebutuhan yang sudah teridentifikasi.

Halaman | 27

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tabel.13 Hasil Pengumpulan Data Kuesioner Pengujian Konsep

Gambar.8 Grafik Pengujian Konsep Dari data tersebut didapatkan Fdefinitely adalah 0.05 dan Fprobably adalah 0.27. Pada Cdefinitely dan Cprobably merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan pengalaman perusahaan. Dalam pemilihan Cdefinitely adalah 0.3 dan Cprobably adalah 0.2.

Halaman | 28

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dengan demikian, dapat diketahui nilai P yang merupakan probabilitas pelanggan pada target pasar untuk membeli produk pada periode yang ditentukan untuk 1 tahun mendatang. P = Fdefinitely Cdefinitely + Fprobably Cprobably P = 0.05 0.3 + 0.27 0.2 P = 0.069 Sehingga probabilitas peluang untuk menjangkau pasar dalam penjualan alat suntik yaitu 6,9 %. Dalam hal ini, membuktikan produk alat suntik cukup diminati oleh masyarakat. 3.5.3 Pembuatan prototype / arsitektur produk baru Arsitektur produk adalah skema elemen-elemen fungsional dari produk yang disusun menjadi chunk dimana tiap chunk mewakili sifat fisikal dan menjelaskan bagaimana tiap chunk berinteraksi. Chunk adalah kumpulan komponen yang mengimplementasikan fungsi produk. Langkah awal dalam arsitektur produk adalah pembuatan skema produk. Skema produk adalah suatu diagram yang menggambarkan pengertian elemen-elemen penyusun suatu produk. Berikut ini skema dari Alat suntik:

Gambar.9 Skema Alat Suntik Halaman | 29

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Skema Alat Suntik diatas adalah komponen-komponen utama. Setelah skema disusun, berikutnya adalah mengelompokkan komponen tersebut kedalam chunk. Tiap chunk memiliki fungsi masing-masing, chunk dengan fungsi yang sama dapat dikelompokan dalam satu chunk. Chunk-chunk yang terdapat pada alat suntik, yaitu : Alat penyedot, Pengatur dosis, penahan, alat pelepas obat, tabung obat dan jarum. Berikut ini adalah gambaran chunk dari alat suntik.

Gambar.10 Rangkaian Chunk Alat Suntik 3.6 Contoh Kasus Contoh kasus dalam modul perencanaan produk mengambil topik pengembangan part
mobil yaitu steer sebagai alat kemudi pada kendaraan bermobil. Pasar yang menjadi target utama produk tersebut adalah perusahaan produsen mobil. Adapun target pasar yang lain adalah perusahaan khusus pembuat accesories part mobil.

Halaman | 30

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Langkah Penyelesaian Langkah penyelesaian untuk perencanaan produk remote meliputi:

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

1. Tahapan Memperjelas Masalah: Product Innovation Charter (PIC), Identifikasi Kebutuhan Pelanggan, dan Spesifikasi Produk. Input dalam tahapan ini dapat diperoleh dari data-data pada modul pertama. a. Pembuatan PIC Dalam penjelasan masalah, praktikan diminta untuk membuat Product Innovation Charter (PIC) yang berisi tentang pernyataan misi, uraian produk, sasaran usaha bisnis, target pasar, asumsi-asumsi dan batasan, serta stakeholder sebagai berikut:

Halaman | 31

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku b. Identifikasi kebutuhan pelanggan

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tahapan ini diawali dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan terhadap produk remote presentasi. Input dalam tahapan ini dapat diperoleh dari modul pertama. Diantara kebutuhan pelanggan yang ada diperoleh data sebagai berikut: Tabel C.1 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

c.

Spesifikasi Produk Pada tahapan ini, spesifikasi produk diterjemahkan dalam konsep teknis yang lebih detail dan terukur. Seperti pada tabel C.2, kolom kebutuhan merupakan representasi dari kebutuhan pelanggan dari tabel C.1 yang dikelompokkan berdasarkan metric dan ukuran satuan teknis yang memiliki kesamaan fungsi.

Halaman | 32

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel C.2 Spesifikasi Produk Steer No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Matriks Material Berat Keawetan Bentuk Steer Dimensi Fiture Usability Satuan List Gr tahun Subj. Mm Subj. Subj. 15.5 inchi Ideal Besi Plat & Polimer 1.2 - 1.5 kg 5 tahun

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Penentuan spesifikasi produk ini, dapat diperoleh melalui analisa QFD (Quality Function Deployment). 2. Tahapan Penyusunan Konsep: Penetapan Fungsi dan Pembuatan Alternatif Konsep dengan Morphology Chart. 1. Penetapan Fungsi Berdasarkan kuesioner dan tabel spesifikasi produk maka dapat dibuat sebuah rancangan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dibentuk melalui penetapan fungsi-fungsi yang akan membentuk beberapa alternatif konsep produk. Pada contoh kasus ini penetapan fungsi diidentifikasi sebagai Triangle Steering, ukuran LCD, Layout tombol, dan tombol tambahan. Adapun pembagian fungsi secara detail adalah sebagai berikut : 1) Triangle Steerin, Diamond, Wave, Pentagon 1. Diamond : bentuk menyerupai diamond atau seperti logo merci terbalik 2. Wave : bentuk ini seperti gelombang yang elegan

3. Pentagon : bentuk ini seperti segi lima dengan persegi tanpa sudut ditengahnya Halaman | 33

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 2) Ukuran LCD 1. LCD 4 2. LCD 4,5 3. LCD 4,8 3) Layout Tombol 1) Vertikal 2) Horizontal 3) Dua sisi

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

: tombol on-off pada LCD berbentuk vertikal : tombol on-off pada LCD berbentuk horizontal : tombol on-off pada LCD berada di dua sisinya

4) Tombol tambahan 1. Klakson 2. Tombol lampu sign 3. Tombol wipper 4. Tombol volume audio 2. Pembuatan Alternatif Konsep dengan Morphology Chart. Langkah 1:Pembuatan Morphology Chart Pada tahap ini, praktikan membuat morphology chart yang terdiri dari fungsi-fungsi yang membentuk beberapa alternatif konsep produk. Langkah 2: penentuan alternatif konsep produk Pada tahapan ini praktikan mendiskusikan beberapa alternatif konsep produk yang mungkin untuk dikembangkan berdasarkan fungsi-fungsi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembuatan alternatif ini

dikembangkan dengan membuat kombinasi fungsi yang menggambarkan keseluruhan konsep produk.

Halaman | 34

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel C.3 Morphology-Chart konsep 1 Triangle Steering Diamond Wave Pentagon Ukuran LCD 4 4,5 4.8 Layout tombol Vertikal Horizontal Dua sisi

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tombol tambahan Klakson, Lampu sign, Wipper, Volume audio.

Langkah 3: pembuatan deskripsi dan sketsa produk berdasarkan alternatif konsep

Gambar C.1. Kombinasi Konsep 1 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk, steer berbentuk diamond bila dilihat dari depan. Dari sisi LCD yang digunakan, ukuran 4 inchi pada LCD memberikan kemudahan untuk melihat tampilan kondisi tempat parkir yang berada dibelakang mobil. Layar tombol yang terbagi menjadi dua serta berada dikedua sisi LCD memberikan keuntungan dalam mengendalikan beberapa fungsi yang ada pada steer. Fungsi tambahan dari desain steer konsep 1 yaitu klakson serta lampu sign.

Halaman | 35

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel C.4 Morphology-Chart konsep 2 Triangle Steering Diamond Wave Pentagon Ukuran LCD 4 4,5 4.8 Layout tombol Vertikal Horizontal Dua sisi

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tombol tambahan Klakson, Lampu sign, Wipper, Volume audio.

Gambar C.2 Kombinasi Konsep 2 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk berbentuk wave sehingga memberikan kemudahan dalam mengendalikan steer saat mengemudikan mobil. LCD yang digunakan berukuran 4,5 inchi dan layout tombol terletak secara horizontal. Fungsi tambahan yang ada pada konsep steer ke 2 antara lain Klakson, Lampu Sign dan Wipper.

Halaman | 36

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel C.5 Morphology-Chart konsep 3 Triangle Steering Diamond Wave Pentagon 4 4,5 4.8 Vertikal Horizontal Dua sisi Ukuran LCD Layout tombol

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tombol tambahan

Klakson, Lampu sign, Wipper, Volume audio

Gambar C.3 Kombinasi Konsep 3 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk berbentuk pentagon dilihat dari tampilan tampak depan. Ukuran LCD yang digunakan berukuran 4,8 inchi dan layout tombol terletak secara vertical. Fungsi tambahan yang ada pada konsep steer ke 3 antara lain Klakson dan Volume Audio.

Halaman | 37

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

3. Tahapan Seleksi Konsep : Seleksi Konsep dengan Metode Pugh dan Penilaian Konsep a. Seleksi Konsep dengan Metode Pugh Langkah 1: menyiapkan matriks seleksi Membuat tabel seleksi konsep seperti pada tabel C.6. Tentukan kriteria seleksi konsep. Beberapa kriteria yang akan menjadi pertimbangan dalam menyeleksi konsep tersebut, yaitu: bentuk yang ergonomis, fungsi tombol, fungsi LCD, automatisasi kamera serta kualitas LCD. Penentuan kriteria mengacu kepada hasil rekapitulasi kuisioner terbuka terhadap identifikasi kebutuhan pelanggan, referensi yang ada dan hasil diskusi dari tim pengembangan produk. Langkah 2: menilai konsep Melakukan pembandingan antara alternatif konsep yang ada dengan konsep referensi yang digunakan sebagai pembanding. Penentuan referensi dapat diambil dari berbagai sumber yang merupakan konsep produk terbaik yang ada. Dari alternatif konsep tersebut akan dilihat kekurangan dan kelebihannya, yang kemudian akan dijadikan satu atau dua konsep yang akan maju untuk dikembangkan. Penilaian dilakukan dengan memberi tanda plus (+) untuklebih baik, tanda nol (0) untuk sama dengan, dan tanda minus (-) untuk kurang baik. Langkah 3: meranking konsep-konsep Setelah menilai seluruh konsep, tim menjumlahkan nilai lebih baik, sama dengan dan lebih buruk. Lalu mencatat jumlah untuk tiap kategori pada baris bagian bawah dari matriks (lihat tabel C.6). Dari hasil survei dengan menggunakan metode Pugh, maka konsep yang dapat dilanjutkan yaitu Konsep 2.

Halaman | 38

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tabel C.6 Seleksi Konsep Tahap Pertama dengan Metode Pugh

Langkah 4: merefleksikan hasil dan proses Hingga tahap ini, seluruh anggota tim dapat menerima hasil yang diperoleh dari proses tersebut di atas dengan baik. 4. Tahapan Pengujian Konsep : Pembuatan dan Penyebaran Kuesioner a. Pembuatan kuesioner Pada tahapan ini, praktikan diminta menyusun kuisioner (seperti tabel C.7) yang menilai tentang konsep produk yang telah dipilih. Pengujian konsep dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kembali, dengan dicantumkan spesifikasi konsep, dan gambar konsep didalamnya agar orang-orang dapat mengetahui produknya secara detail. Kuisioner tersebut dilakukan untuk mengetahui dan menguji konsep yang sudah diseleksi. Survey ini dilakukan untuk mengetahui apakah para pelanggan akan membeli produk tersebut atau tidak, dan seberapa ingin mereka membeli produk tersebut bila produk tersebut sudah keluar di pasaran.

Halaman | 39

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Tabel C.7 Bentuk kuesioner pengujian konsep

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Survey dilakukan kembali dengan metode penyebaran kuesioner sejumlah 10, jumlah ini dianggap sudah cukup mengingat sudah banyaknya survey yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Konsep yang akan diuji memang sudah mewakili kebutuhan yang sudah teridentifikasi.

Halaman | 40

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku
Tabel C.8 Hasil pengumpulan data kuesioner pengujian konsep

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Gambar C.4 Diagram batang hasil pengujian konsep

Halaman | 41

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Dari data tersebut didapatkan Fdefinitely adalah 0.5 dan Fprobably adalah 0.1. Pada Cdefinitely dan Cprobably merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan pengalaman perusahaan. Dalam pemilihan Cdefinitely adalah 0,4 dan Cprobably adalah 0,2. Dengan demikian, dapat diketahui nilai P yang merupakan probabilitas pelanggan pada target pasar untuk membeli produk P = Fdefinitely Cdefinitely + Fprobably Cprobably P = 0.5 0.4 + 0.1 0.2 P = 0.004 Sehingga probabilitas peluang untuk menjangkau pasar dalam

penjualan mobil jenis SUV (CR-XI) yang menggunakan desain steer terbaru yaitu 0,4 %. Dalam hal ini, membuktikan produk mobil jenis SUV (CR-XI) cukup diminati oleh masyarakat.

Gambar C.5 Virtual Prototype Produk

Halaman | 42

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku 4. Alat dan Bahan Praktikum Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 1. Lembar Kerja (paper work) 2. Curah pendapat (brainstorming) 3. Software desain untuk pembuatan desain produk Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1. Studi Kasus. 2. Profil produk praktikum. 3. Profil produk-produk pembanding. 4. Analisa keinginan konsumen terhadap produk (QFD-HOQ). 5 Tugas Praktikum

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

Tugas dalam praktikum ini adalah praktikan membuat desain produk dengan menggunakan software desain produk. 6 Prosedur Pelaksanaan Praktikum 1. Pelajari Bahan dan Modul praktikum 2. Kerjakan tugas pendahuluan (Analisa keinginan konsumen) 3. Siapkan data-data yang akan diselesaikan 4. Diskusikan dalam product innovation team dengan bimbingan asisten diruang praktikum 5. Buat Matrik morphologi dan pilih satu kombinasi inovasi produk terbaik. 6. Buat soft prototype (gambar teknik) berdasarkan PIC dan hasil analisis atribut yang akan di inovasi 7. Analisa dan kesimpulan dari kasus yang terjadi

Halaman | 43

MATERI / BAHAN PRAKTIKUM Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke Program Studi : Teknik Industri Modul ke Kode Mata Praktikum : Jumlah Halaman Nama Mata Praktikum: PSIT Mulai Berlaku Flow Chart
Data kondisi pasar dan teknologi:

: 2 : 2 : 44 : 01 Maret 2014

1. Data Perkembangan Jenis industri 2. Data perkembangan permintaan


produk pada jenis usaha tersebut. 3. Suara konsumen terhadap produk 4. Perkembangan teknologi pada produk tersebut.

Analisa kondisi pasar dan teknologi terbaru

Modul 1

Analisa produk-produk yang ada dipasaran, desain, kegunaan, manfaatnya

Modul 2
Crosscheck dengan keinginan pasar terhadap produk tersebut (QFD-HOQ)

Buat Tujuan, Sasaran, dan Guideline (pedoman inovasi) Rumuskan dan buat PIC dengan anggota Tim

Penyusunan konsep: Identifikasi konsep produk dengan menggunakan Pohon klasifikasi dan morfologi chart

Penyaringan konsep : buat kuesioner dan matriks pembobotan

Pengujian konsep produk

Buat Desain Produk Berdasarkan Product Attribute Innovation (Gambar 3D Desain Produk)

Halaman | 44