Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

Pada awalnya tes intelegensi ini telah dipraktekan oleh negara cina sejak sebelum dinasti Han, yang dilakukan oleh jenderal cina, untuk menguji rakyat sipil yang ingin menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan manajerial.Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 !" 200 !#, namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. ehingga apabila anda sebagai psikolog ingin menguji perbendaharaan kata pada anak"anak, ketelitian seorang akuntan, atau koordinasi tangan dan mata bagi pilot, maka anda tentu akan menguji kinerja (performance) mereka dengan tes psikologi, masing"masing adalah tes rangkaian kata, tes penjumlahan matematika, dan tes motorik. $es psikologi pada dasamya adalah sampel perilaku yang diambil pada suatu saat tertentu. $es seringkali dibedakan menjadi tes prestasi dan tes bakat. $es prestasi digunakan untuk mengukur ketrampilan yang telah dicapai%dipelajari dan menunjukkan apa yang dapat dilakukan sesorang pada saat ini, sedangakn tes bakat adalah untuk memprediksi apa yang dapat dilakukan seseorang apabila dilatih. Perbedaan ini akhimya tidak dianggap sebagai perbedaan, melainkan dianggap sebagai begian dari suatu kesatuan (&tkinson dkk., '(()#. uatu tes psikologi dalam mengukur sampel perilaku harus memiliki sifat standar dan objektif. tandardisasi berhubungan dengan keseragaman tes dalam hal administrasi dan skoring, sementara objekti*itas berhubungan dengan standardisasi, terutama dalam hal administrasi, skoring, dan interpr+asi skor yang hams tidak bergantung kepada penilaian subjektif dari pengujinya (&nastasi, '(,,#.

-ntelegensi atau kecerdasan sering diasosiasikan dengan kecerdikan, kemengertian, kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk menguasai sesuatu, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi atau lingkungan tetentu, dan sebagainya.
ecara garis besar dapat disumpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. .leh arena itu, intelegensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu yang akan dipengaruhi oleh faktor"faktor tertentu.

BAB II ISI

A. SEJARAH Pada awalnya tes intelegensi ini telah dipraktekan oleh negara cina sejak sebelum dinasti Han, yang dilakukan oleh jenderal cina, untuk menguji rakyat sipil yang ingin menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan manajerial.Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 !" 200 !#, namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. !eskipun diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer perancis dan -nggris. istem ujian telah disusun dan berisi akti*itas yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya ' sampai dengan / yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. !enurut 0regory ('((2#, seleksi ini keras namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang 1ina yang kompleks. $ugas"tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif$okoh" tokoh yang berperan antara lain adalah 2undt. 3eliau merupakan psikolog pertama yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya mengukur kecepatan berpikir. 2undt mengembangkan sebuah alat untuk menilai perbedaan

dalam kecepatan berpikir.

edangkan 1attel (',(0# menemukan tes mental

pertama kali. 4ang memfokuskan pada tidak dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. !eskipun pada dasarnya tes mental temuan 1attel ini hamper sama dengan temuan 0alton, tokoh yang tak kalah pentingnya adalah &lfred 3inet. elain kontribusi nyata pribadi beliau dengan menciptakan tes imon ('(05# untuk membuat

intelegensi, beliau juga bekerjasama dengan

instrument pengukuran tes intelegensi dengan skala pengukuran le*el umum pada soal"soal mengenai kehidupan sehari"hari. Perkembangan selanjutnya dua tokoh ini mengembangkan penggunaan tes intelegensi dengan tiga puluh item berfungsi mengidentifikasikan kemampuan sekolah anak. $ahun '('2, tress membagi mental age dengan chronological age sehingga muncul konsep -6. $okoh selanjutnya yang berperan adalah pearman dan Persun, dengan menemukan perhitungan korelasi statistic. Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar -nternasional yang dibuat di &merika erikat berjudul tandards of Psyhological and 7ducational $est yang digunakan sampai sekarang. Kini tes psikologi semakin mudah, raktis dan matematis dengan berbagai *ariasinya namun tanpa meninggalkan pedoman klasiknya.

Psikodiagnostik adalah sejarah utama dari tes psikologi atau yang juga disebut psikometri.

B. PENGERTIAN -nteligensi adalah aplikasi dari kemampuan kognitif dan pengetahuan untuk belajar menyelesaikan masalah dan mencapai nilai akhir yang akan dihargai oleh indi*idual atau lingkungan budaya. Pengertian intelegensi menurut beberapa ilmuan, sebagai berikut 8 " 9arwin (sudut biologi# -nteligensi akan meningkat sejalan peningkatan ukuran dan kompleksitas pusat saraf otak yanglebih tinggi. " :aspers; page. inteligengesi keseluruhan dari kemampuan mental seseorang yang diperoleh sejak lahir termasuk bakat. " 9a*id wechsler (sudut psikologi# inteligensi adalah kapasitas global untuk bertindak tujuan berpikir rasional dan menghadapi lingkungan secara efektif. " &lfred 3inet dan $heodore imon (',</"'(''#, intelegensi terdiri dari tiga komponen, yaitu kemampuan untuk mengubah pikiran atau tindakatn, kemampuan untu mengubah arah tindakan bila tidakan itu teah dilaksanakan, dan kemampuan untuk mengkritik diri sendiri (autocritism#. " =ewis !adison $herman ('('># mendefiisikan intelegensi sebagai

kemampuan seseorang untuk berpikir secara abstrak. " H.H. 0oddard ('(5># mendefinisikan intelegensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah"masalah yang dihadapi dan mengantiipasi masalah"masalah yang akan datang. ecara garis besar dapat disumpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. .leh arena itu, intelegensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan

dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu yang akan dipengaruhi oleh faktor"faktor tertentu. -nteligesi dilihat dari perspektif sebagai berikut 8 '. 7*olutionary perspecti*e, intelegensi adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan adaptasi. 2. 3eha*ior perpecti*e, intelegensi adalah suatu kapasitas untuk mencapai tujuan adaptif dalamprilaku. ). 1ogniti*e perspecti*e, intelegensi adalah suatu proses nalar yang diterapkan untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan.

C. INTELEGENSI DAN IQ !enurut 9a*id 2echsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. .leh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. &dapun faktor"faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah 8 '. ?aktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes -6 dari satu keluarga sekitar 0,<0. edangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes -6nya sangat

tinggi, sekitar 0,(0. 3ukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. -6 mereka

berkorelasi sekitar 0,50 " 0,<0 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,'0 " 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. elanjutnya bukti pada

anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, -6 mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal. 2. ?aktor =ingkungan 2alaupun ada ciri"ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan"perubahan yang berarti. -ntelegensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gi@i yang dikonsumsi. elain gi@i, ransangan"rangsangan

yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. .rang seringkali menyamakan arti intelegensi dengan -6, padahal kedua istilah ini mempuyai arti yang sangat mendasar. &rti intelegensi sudah dijelaskan di atas, sedangkan -6 atau tingkat dari Intelligence Quotient adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. 9engan demikian -6 hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan. kor -6 mulai diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age# dengan umur kronologik (Chronological Age#. 3ila kemampuan indi*idu dalam memecahkan persoalan"persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental# tersebut sama dengan kemampun yang seharusnya ada pada indi*idu seumur dia pada saat itu (umur kronologis#, maka diperoleh skor '. kor ini kemudian dikalikan '00 dan dipakai sebagai dasar perhitungan -6. $etapi

kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.

D. SIFAT TES INTELEGNSI 3eberapa sifat intelegensidi atas adalah sifat"sifat yang bersifat teknis dalam hubungannya dengan penyusunan tes intelegensi. 3eberapa sifat lain dari tes intelegensi dan hasil pengukurannya antara lain adalah sebagai berikut8 '. $es indi*idual dan tes klasikal Pada bagian terdahuludikatakanbahwates3inetdan tes2echsler adalah teskemampuan individual, karena kedua tes tersebut dilaksanakan pada satu indi*idu oleh seorang penguji yang dilatih secara khusus. ementara itu

kitajuga mengenal tes kemampuan klasikal, yang dapat dilakukan terhadap sejumlah orang dengan satu orang penguji, serta biasanya dalam bentuk tertulis. $es kemampuan yang bersifat klasikal tersebut berfungsijika sejumlah orang harus segera die*aluasi, sementara hanya terdapat sedikit orang penguji. alah satu bentuk tes klasikal adalah P! (Standard Proggresive Matrices). 2. Hubungan antara intelegensi dengan kreati*itas !enurut &tkinson dkk. ('(()# tes intelegensi umum (seperti 3inet dan 2echsler# ternyata berkorelasi cukup tinggi dengan prestasi belajar di sekolah, serta berkorelasi yang lebih rendah dengan prestasi intelektual di kemudian hari (bila dibandingkan prestasi belajar#. &kan tetapi tes

intelegensi tidak dapatmengukur aspek penting dari intelegensi yaitu pemikiran kreati*itas atau pemikiran orisional. 9alam suatu pemecahan masalah umumnya meliputi dua fase yaitu mencari beberapa alternatif dan kemudian memilih salah satu alternatif tersebut yang tampaknya dianggap paling tepat. ?ase yang pertama dapat diasumsikan sebagai pemikiran di*ergen, dimana pemikiran indi*idu menyebar pada sejumlah alur yang berbeda. edangkan yang kedua

diasumsikan sebagaipemikiran kon*ergen,dimanapengetahuandan aturan logika digunakan untuk memperkecil kemungkinan guna memperoleh kemungkinan pemecahan masalah yang tepat. ebagian besar tes intelegensi menekankan kepada pemikiran kon*ergen, yang menyajikan masalah yang memiliki jawaban tepat yang dirumuskan dengan baik. $es"tes intelegensi tradisional tersebut umumnya tidak dapat menggali kemampuan berpikir di*ergen pada subjek yang dikenai tes. 9ua pertanyaan mendasar yang kemudian muncul8 apakah kemampuan yang diukur melalui tes kreati*itas berbeda dengan tes yang diukur melalui tes intelegensi umumA &pakah skor pada tes intelegensi tersebut dapat memprediksi prestasi kreatif dalam kehidupan sehari"hariA !enurut &tkinson dkk. ('(()# kemamapuan yang akan digali melalui tes intelegensi dan tes kreati*itas tampaknya akan selalu tumpang tindih. Bntuk suatu populasi, tes intelegensi cenderung berkorelasi positif dengan skor pada tes kreati*itasC dimana orang yang memiliki -6 di atas rata"rata cenderung mencapai skor di atas rata"ratapada tes kreati*itas. &kan tetapi pada tahap

intelegensi tertentu (-6 sekitar '20#, terdapat korelasi yang rendah antara skor intelegensi dengan skor kreati*itas.

). 3ebas budaya dan penggunaan pada anak khusus !enurut &tkinson dkk. ('(()# penampilan seseorang dalam suatu tes amat tergantung pada kebudayaan mana seseorang itu dibesarkan. Hal ini akan nyata benar terutama pada tes *erbal yang membutuhkan pemahaman bahasa tertentu. uatu tes umumnya memang dirancang untuk mengukur intelegensi pada orang yang berada di dalam kebudayaan dimana tes tersebut dirancang. uatu tes yang bebas budaya (culture fair) dikembangkan dengan cara

meminimalkan penggunaan bahasa, ketrampilan, dan nilai"nilai yang berbeda" beda dari kebudayaan satu dengan yang lain. budaya adalah uatu contoh dari tes bebas

oodenough!"arris #ra$ing %est. 9alam tes ini subjek

diminta menggambar manusia semampunya (semaksimal yanDdia dapat#. 0ambar manusia tersebut diskor dari proporsi, ketepatannya, dan

kelengkapannya yang kesemuanya itu dapat diwakili dari bagian tubuh, detil pakaian, dan sebagainya. 3ukannya diskor dari bakat artistiknya (!orris, '((0#. 1ontoh lain dari tesbebas budaya adalah Standard Progressive Matrices, yang berisikan >0 rancangan. ubjek diminta untuk memilih dari > sampai , pilihan jawaban dari setiap pertanyaan.
Pilih salah satu huruf di bawah ini sebagai penutup yang terbaik untuk melengkapi pola

gambar 1attel (dalam !orris, '((0#mengembangkan Culture &air Intelligence %est (1?-$#, yang berusaha mengkombinasikan beberapa pertanyaan pemahaman *erb

engetahuan yang bebas budaya. 9engan membandingkan skor"skor dalam dua macam pertanyaan, maka faktor budaya dapat dikesampingkan.

Gambar 2.1. alah satu item dalam P! (Standard Progressive Matrices#

1attel (dalam !orris, '((0#mengembangkan Culture &air Intelligence %est (1?-$#, yang berusaha mengkombinasikan beberapa pertanyaan pemahaman *erb engetahuan yang bebas budaya. 9engan membandingkan skor"skor dalam dua macam pertanyaan, maka faktor budaya dapat dikesampingkan.
Pilihlah salah satu item untuk melengkapi rangkaian empat gam'ar di se'elah kiri

Gambar 2.2 alah atu -tem dalam 1?-$ (Culture &air Intelligence %est# &nak yang tuli akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari kata" kata dari pada anak normal. Para imigran atau tenaga kerja asing yang berprofesi sebagai pengacara atau insinyur tentu akan membutuhkan waktu yang lama dalam mempelajari bahasa -ndonesia. 3ayi di bawah tiga tahun tentu akan mengalami

kesulitan dalam menjawab beberapa pertanyaan *erbal. =alu munculpertanyaan8 bagaimanakitamengukurdengan tes intelegensi terhadap orang"orang seperti ituA 1ara yangdigunakan adalah denganmeminimalkanpenggunaankata"kata, yaitu dengan perform ace test atau tes kinerja, yang merupakan tes non"*erbal. alah satu contoh tes kinerja yang pertama kali dikembangkan adalahpada tahun

',>>adalahSeguin &orm(oard, yang merupakan suatupu))le yang dipakaipada anak" anak yangmengalami retardasi mental. $es kinerja lainnya yangterkenal

adalahPorteus !a@e, yangberupajaringan jalan yang rumit dan memiliki tingkat kesulitan yang bertingkat (!orris, '((0#. 3agi anak"anak yang masih kecil, salah satu tes yang paling efektif digunakan adalah (a*le* Scales of Infant #evelopment. kala 3ayley digunakan untuk

menge*aluasi perkembangan kemampuan anak dari umur 2 bulan hingga ',< tahun. kala"skalanya meliputi persepsi, memori, komunikai *erbal, dan beberapa skala motorik seperti duduk, berdiri, berjalan, dan ketangkasan. kala 3ayley inijuga dapat digunakan untuk mendeteksi tanda"tanda awal dari kerusakan sensorisdan neurologis, gangguan emosional, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan fisik (!orris, '((0#

E. KLASIFIKASI -ntelegensi dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat alaminya sebagai berikut 8 '. -nteligence bersipat multifaceted &rtinya aspek"aspek dari intelegensi dapat diekspresikan dalam segala bidang. 1ontohnya intelegensi yang bersipat umum seperti keahlian musik, keahlian ini dapat diterima di semua lingkungan.

2. -ntellegence bersipat functional &rtinya kemampuan intelengesi dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau untuk pemenuhan tugas.

F. TES INTELEGENSI $es inteligensi adalah suatu tes inteligensi yang terdiri atas dua seri tugas dengan kesulitan bertingkat yanmg telah dibakukan pada suatu sampel yang repsentatif. &da 2 jenis tes intelegensi 8 '. Psycometric instruments yaitu tes"tes yang mengkualifikasi atribut"atribut psikologi, seperti kepribadian dan kemampuan intelektual. 2. -ntellegence test adalah alat ukur yang didesign untuk mengeumpulkan data tingkat kemampuan kognitif indi*idu untuk menbandingkan orang"orang yang ada dipopulasinya. Pengukuran tes intelegensi pada tahun '(05, &lfred 3inet dan $heodore imon 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat e*aluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa"siswa yang memerlukan kelas"kelas khusus (anak"anak kurang pandai#. &lat tes itu dinamakan $es 3inet " kemudian dire*isi pada tahun '(''. $ahun '('>, =ewis $erman, seorang psikolog dari &merika mengadakan banyak perbaikan dari $es 3inet E imon. umbangan utamanya adalah imon yang

menetapkan indeks numeric yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan# antara mental age dan kronologikal age. Hasil perbaikan ini

disebut $es tanford"3inet. -ndeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog :erman bernama 2illiam tern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau -6. $es tanford E 3inet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak"anak sampai usia ') tahun. eorang tokoh psikolog 1harles perrman mengemukakan bahwa

intelegensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor#, tetapi juga terdiri dari faktor"faktor yang lebih spesifik. $eori ini disebut $eori ?aktor (?actory $heory of -ntelligence#. &lat tes yang dikembangkan menurut teori ini adalah 2&(+echsler Adult Intelligence Scale)untuk dewasa dan

2- 1 (+echsler Intelligence Scale for Children) untuk anak"anak. !acam alat tes psikologi berdasarkan aspek yang diukur 8 '. $es -ntelegensi " " " " " 2&- (+echsler Adult Intelligence Scale) 2- 1 (+echsler Intelligence Scale for Children) +echsler Preschool and Primar* Scale for Intelligence %es (I,-% IS% (Intelegences Struktural %est) P! (Standard Progressive Matrices) $-K- (%es Intelegensi .olektif Indonesia) " " CI&% Coloured Progressive Matrices Advanced Progressive Matrices

2. $es Kepribadian a. Pro*ektif /oorscharch ink'lots +ord association " $&$ (%hematic Apperception %est)

" " " "

1$ (Sack Sentence Completion %est) (A0M "%P #AP +artegg $es 0rafis $es @hondi (sarana pro*eksin*a foto) $es Forschach (salah satu tes 'ercak tinta)

b. -n*entori " " " 7PP (-d$ards Personal Preference Schedule) '>P? .G !!P- (Minessota Multiphasic Personalit* Inventor*) /MI( %es Pauli Papikostik CAQ (Clinical Anal*sis Questionnaire)

). $es 3akat " " " 9&$ 0&$3 ?&1$

5. $es !inat 8 Kuder

G. Tes BINET IST (Intelegences Struktural Test) !enurut &tkinson dkk. ('(()# intelegensi oleh beberapa pakar psikologi dipandang sebagai kapasitas umum untuk memahami dan menalar sesuatu yang kemudian diejawantahkan ke dalam berbagai cara. &sumsi 3inet adalah meski suatu tes intelegensi terdiri dari berbagai macam butir soal (yang mengukur kemampuan seperti rentang ingatan, berhitung, dan kosakata# seperti dalam tes 3inet, akan tetapi anak yang cerdas akan cenderung mendapatkan skor yang lebih tinggi dari pada anak yang bodoh. Tabel 1. 3eberapa contoh item dalam kala intelegensi tanford"3inet

Bsia 2 )

$B0& !enyebutkan bagian"bagian tubuh8 Kepadaanak ditunjukkan sebuah kertas yang besar dan diminta untuk menunjukkan berbagai bagian tubuh. Ketrampilan *isual motorik8 Kepada anak ditunjukkan sebuah jembatan yang disusun dari tiga balok dandiminta untuk membangun jembatan seperti ituC 9apat meniru sebuah lingkaran &nalogi yang berlawanan8 !engisi titik"titik dengan kata yang tepat jika ditanya8H audara laki"-akiseorangpria adalah C audaraperempuanadalah seorang C iang hari terang, malam hari......... Penalaran8 !enjawab dengan tepat jika ditanya8 H!engapa kita memerlukan rumahAH H!engapa kita memerlukan bukuAH Perbendaharaan kata8 mendefinisikan kata seperti8 bola, topi, dan tungku. Ketrampilan *isual motorik8 9apat meniru gambar sebuah persegi empat. Konsep angka8 9apat memberikan ( buah balok kepada penguji jika diminta !elakukannya -ngatan tentang cerita8!endengarkan sebuahceritadan menjawab pertanyaan tentang cerita tersebut Kesimpulan8 Penguji melipat sehelai kertas beberapa kali, menggunting sudutnya setiap kali melipat. ubjek ditanya tentang cara menetapkanjumlah lubang yang akan terjadi bila kertas itu dibentangkan Perbedaan8 9apat menjelaskan perbedaan antara Hkesengsaraan dan kemiskinanHC Hwatak ke dan reputasiH -ngatan tentang angka yang dibalik8 9apat mengulang enam angka secara mundur (dalam susuna terbalik# setelah dibaca keras oleh penguji.

< > , '5

9ewasa (I '< tahun#

9engan demikian, 3inet dan

imon lalu berasumsi bahwa tugas yang

berbeda"beda tersebut menggali kecakapan atau kemampuan dasar. 9alam intelegensi kecakapan tersebut jika mengalami perubahan dan kekurangan akan mempengaruhi kehidupan praktis. Kecakapan ini berupa daya timbang, akal sehat, cita rasa praktis, inisiatif, dan kecakapan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi. !enimbang dengan baik, memahami dengan baik, menalar dengan baik, kesemua" nya itu merupakan kegiatan intelegensi yang sangat penting.

H. WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children)

9a*id 2echsler (dalam &tkinson dkk., '(()# meski dengan tes intelegensi dengan beragam skala, juga meyakini bahwa intelegensi merupakan himpunan kapasitas untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan berhubungan dengan lingkungan secara efektif. Tabel 2. 3eberapa 1ontoh -tem"item dalam 2- 1 (+echsler Intelligence Scale for Children)
$7 S ala !erbal Information Comprehension Arithmetic Similarities #igit Span (9eret angka# 1oca'ular* S ala "er#$rma%&e
#igit s*m'ol Picture (lock design Picture 2'3ect $ugas pengkodean yang diberi batas waktu dimana angka diasosiasikan dengan berbagaimacam bentuktandaC mengukur kemampuan belajar menulis. 3agian yang hilang dari gambar yang completation tidak lengkap hams dicari dan disebutkanC mengukur kemampuan untuk memahami dan menganalisis pola. usunan yang tergambar hams ditim dengan menggunakan balokC mengukur kemampuan untuk memahami dan menganalisis pola. erangkaian gambar hams disusun arrangement menjadi cerita yang hidup dengan urutan ke kananC mengukur pemahaman tentang situasi sosial. Potongan"potongan kayu hams disatukan assem'l* untuk membentuk suatu bendayangsempurnaCmengukurkemampuanyangberkaitandengan hubungan bagian"keselumhan.

BF&-&J

Pertanyaan"pertanyaan tentang infonnasi yang umum8 misalnya, H atu kilogram sarna dengan berapa ponAH !engukur infonnasi praktisdan kemampuan untuk menge*aluasi pengalaman masa lampauC misalnya, !engapa kita perlu menabungAH oal"soal *erbal yang mengukur penalaran aritmetika !enanyakan kesamaan objek atau konsep tertentu (misalnya8 telur ; benih#C mengukur pemikiran abstrak erangkaian angka yang disajikan secara auditoris (misalnya /"<">" )",# diulang dari depan atau dari belakangC mengukur perhatian dan ingatan luar kepala !engukur pengetahuan kita

I. TES KREATIFITAS
!enurut KogandanPanko*e (dalam &tkinsondkk., '(()#kita hanya dapat berspekulasi tentang apakah tes kreati*itas dapat memprediksi prestasi kreatif yang sebenamya. 3eberapa penelitian jangka panjang telah dilakukan, yang hasilnya tidak menggembirakan. alah satunya menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang rendah

antara skor berpikir di*ergen dengan kecakapan ekstrakurikuler yang membutuhkan bakat dalam hal kepemimpinan, drama, seni, atau ilmu pengetahuan pada siswa"siswa sekolah lanjutan. 3eberapa indi*idu yang memiliki skor yang sangat tinggi pada tes intelegensi akan memperoleh skor yang rendah pada tes kreati*itas. edangkan indi*idu yang

memiliki intelegensi sedikit di atas rata"rataakan memperoleh skoryang tinggi pada tes kreati*itas. ehingga dapat dikatakan bahwa pada distribusi bagian atas, kreati*itas tidak tergantung pada intelegensi. =alu apakah hasil tes kreati*itas dapat diprediksi sebagai alat untuk melihat kreati*itas dalam kehidupan sehari"hariA Tabel 2.' 3eberapa 1ontoh -tem"item dalam tes Kreati*itas. '. P7J00BJ&&J 4&J0 $-9&K 3-& & (0uilford, '(<5# ebutkan sebanyak mungkin penggunaan8 a. tusuk gigi b. batu bara c. penjepit kerta &K-3&$ (06ilford, '(<5# 3ayangkan Kemua hal yang mungkin terjadi bila tiba"tiba hukum nasional dan hukum daerah dihapuskan & . -& - :&BH (!ednik, '(>2# 1arilah kata keempat yang dapat diasosiasikan dengan setiap kata dari ketiga kata.kata di bawah ini8 a. tikus E biru E pondok b. keluar E anjing E kucing c. roda E listrik E tinggi d. heran E garis E ulang tahun

2.

).

5.

& . -& - K&$& (0et@els dal':ackson, '(>2# $uliskan sebanyak mungkin makna setiap kata.di bawah ini8 a. itik b. saku c. bubungan d. adil

&gaknya untuk memperoleh prestasi kreatif, dibutuhkan keduanya baik kreati*itas untuk berpikir di*ergen maupun intelegensi untuk berpikir kon*ergen. Para peneliti yang melakukan penelitian terhadap para ilmuwan dan seniman menyimpulkan bahwa faktor kepribadian seperti kebebasan berpendapat, motif berprestasi, inisiatif, dan adanya toleransi terhadap ambiguitas (kemenduaan#, merupakan syarat penting bagi prestasi kreatif, yang kesemuanya itu tidak dapat diukur melalui tes kreati*itas (&tkinson dkk., '(()#

J.