Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

Seksio sesarea adalah suatu prosedur bedah yang mengijinkan kelahiran janin melalui insisi di dinding abdomen dan uterus. Sampai pada abad ke-20, pengetahuan anatomi yang jelek dari dokter, infeksi serius, instrumen bedah yang kasar, anestesi yang tidak aman, semuanya mengarah kepada ketidak mampuan melalukan seksio sesarea tanpa resiko kematian bagi ibu. Pada abad ini, kemajuan dalam ilmu bedah, persediaan darah, terapi antibiotik, anestesia yang aman, dan perhatian terhadap teknik aseptik yang baik mengarah pada penurunan hebat dalam resiko kematian bagi ibu, dan selanjutnya menjadikannya alternatif yang baik dibandingkan kelahiran per vaginal untuk beberapa kondisi tertentu. 1,2 Banyak indikasi dilakukannya seksio sesarea, dan pada kebanyakan kasus, terdapat lebih dari satu indikasi. ndikasi-indikasinya antara lain !2,",# $danya masalah di jalan lahir ! o %isproporsi sefalo-pelvik o &umor pelvis o Stenosis servikal atau vaginal 'alpresentasi janin ! o Presentasi bahu o (etak muka dengan dagu di belakang o (etak sungsang o Conjoined twins $ksi uterus abnormal )emoragi antepartum ! o Solusio plasenta o Plasenta previa ndikasi maternal lain ! o )ipertensi dalam kehamilan yang membahayakan ibu ndikasi fetal lainnya !
1

o 'alperfusi plasenta o %istress janin o Prolapsus funikuli o Sejarah obstetrik jelek o %iabetes mellitus Persalinan lama didefinisikan sebagai persalinan yang berlangsung lebih lama dari 1* jam pada primi dan 12 jam pada multi. Persalinan lama masih merupakan suatu masalah di ndonesia, karena seperti kita ketahui, bah+a *0, dari persalinan masih ditolong oleh dukun. %an baru sedikit sekali dari dukun beranak ini yang telah ditatar sekedar mendapat kursus dukun. nsiden persalinan lama menurut penelitian adalah 2,*#,- ,. .arenanya kasus-kasus persalinan lama masih banyak dijumpai, dan keadaan ini memaksa kita untuk berusaha menurunkan angka kematian ibu maupun anak. /ang sangat ideal tentunya bagaimana men0egah terjadinya persalinan lama. Sebab-sebab terjadinya persalinan lama adalah multikompleks, dan tentu saja bergantung pada penga+asan selagi hamil, pertolongan persalinan yang baik, dan penatalaksanaannya. 1aktor-faktor penyebabnya antara lain ! 2,3,4 .elainan letak janin .elainan panggul .elainan his Pimpinan persalinan yang salah 5anin besar atau ada kelainan kongenital Primitua Perut gantung, grandemultipara .etuban pe0ah dini 6verdistensi uterus .esulitan dalam proses kelahiran ini dapat menyebabkan maternal exhaustion, perdarahan post partum, peningkatan kemungkinan terjadinya trauma di traktus genital, peningkatan kemungkinan terjadinya persalinan dengan bantuan 7 seperti forsep, vakum,
2

dan seksio sesarea, penurunan suplai oksigen ke bayi, peningkatan kemungkinan infeksi intra partum. 2,3 %ikenal tiga tipe persalinan lama, yaitu ! 1. 1ase laten yang lama, berlangsung lebih lama dari 3 jam 2. Persalinan disfungsional primer, yaitu jika aktifitas uterus menjadi inersia atau terjadi inkoordinasi dari a+al fase aktif ". Penghentian sekunder, jika angka dilatasi servikal pada a+alnya normal, kemudian melambat atau bahkan berhenti Pemanjangan fase a+al persalinan terjadi pada 1 dari " primipara dan sekitar satu dari * multipara. Pada kedua tipe, persalinan lama dihubungkan dengan angka seksio sesarea yang tinggi 810 sampai 13 kali lipat9 dan sekitar # kali lipat nilai $pgar 2 menit yang rendah 83 atau kurang9 dibandingkan dengan +anita dengan pola persalinan yang normal. Satu hal yang harus dipikirkan sebelum membuat diagnosis persalinan lama adalah kemungkinan adanya ketidakpastian +aktu mulainya persalinan. Selanjutnya penting untuk menilai dan memeriksa pasien untuk mengidentifikasi penyebab dan menentukan kondisi ibu dan bayi. :ntuk hal ini, penting untuk mengambil sejarah persalinan, menilai kontraksi, keadaan bunyi jantung anak, dan penilaian keadaan umum, abdominal, dan vaginal. ;ejala-gejala klinik yang dapat timbul pada persalinan lama adalah ! 1. Pada ibu ! ;elisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi 0epat, pernapasan 0epat, dan meteorismus. %i daerah lokal sering dijumpai <ing of Bandl, edema vulva, edema serviks, 0airan ketuban berbau, terdapat mekonium. 2. Pada janin ! %enyut jantung janin 0epat=hebat=tidak teratur bahkan negatif> air ketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan, berbau .aput suksedaneum yang besar 'oulage kepala yang hebat ntra :terine 1etal %eath ntra Partum 1etal %eath
"

&erdapat dua alternatif penanganan persalinan lama ! 'elanjutkan persalinan 5ika tidak ada distress janin, distress maternal atau disproporsi sefalopelvik parah, persalinan dapat dilanjutkan dengan harapan terjadinya persalinan per vaginam. :ntuk hal ini, penting untuk memastikan adanya balans 0airan maternal yang baik yaitu dengan mengatasi dehidrasi dengan pemberian intravenosa sejumlah 0airan normal salin atau dekstrosa yang adekuat, peme0ahan ketuban jika masih intak, penyediaan aktifitas uterus yang baik yang berarti mengakselerasi persalinan dengan pemberian oksitosin drips. 6ksitosin drips untuk mengakselerasi persalinan biasanya dimulai dengan pemberian dosis 2mu=menit dan dosis ini ditingkatkan se0ara bertahap sampai aktifitas uterus optimal ter0apai. Pada keadaan ini, penting untuk menilai kontraksi uterus yang baik se0ara hati-hati dan akurat, hal ini untuk men0egah terjadinya distress janin ataupun hiperstimulasi uterus. 2,* Persalinan operatif 5ika terdapat distress janin, bukti adanya penghentian dilatasi serviks +alaupun adanya kontrasi yang baik atau adanya disproporsi sefalopelvik nyata, bayi harus segera dilahirkan> metode biasanya adalah seksio sesarea. Pada keadaan tertentu, ada kemungkinan untuk dilakukan ekstraksi ?entouse sebelum terjadi dilatasi penuh dari serviks akan tetapi hal ini hanya dapat diapai jika tidak terdapat 0aput atau moulage hebat, kepala telah turun ke rongga panggul, tidak ada distress janin dan alasan tunggal terjadinya persalinan lama hanyalah aktifitas uterus yang inefektif. 2

LAPORAN KASUS
Identitas : @ama :mur Pekerjaan Pendidikan $lamat $gama Bangsa ! @y. 'asye .alebos ! 2- tahun ! <& ! S'P ! 'adidir ! .risten Protestan ! ndonesia

&empat=&gl lahir ! 'adidir = 22 1ebruari 1-42

Anamnesis Utama .eluhan :tama ! dikirim dokter ahli dari <S Budi 'ulia Bitung dengan ren0ana SA @yeri perut bagian ba+ah dirasakan teratur sejak jam 10.00 813 6ktober 200#9. Pelepasan lendir 0ampur darah 8B9. Pelepasan air 8B9 jam 0-.00 813 6ktober 200#9. .emudian penderita ke <S Budi 'ulia jam 1".00 813 6ktober 200#9 dan jam 0".00 814 6ktober 200#9 dilakukan pitosin drips sebanyak 1 botol. .arena tak ada kemajuan, maka diren0anakan SA 8tapi karena penata anestesi tidak ada9, maka penderita dikirim ke <S: Prof. .andou. Pergerakan janin 8B9 sampai saat '<S <P% ! Penyakit jantung, paru, hati, ginjal, ken0ing manis, tekanan darah tinggi disangkal penderita <i+ayat kembar 8-9 B$B=B$. biasa Anamnesis Kebidanan $. <i+ayat kehamilan sekarang 'untah 8-9, bengkak 8-9, pusing 8-9, sakit kepala 8-9, pandangan kabur 8-9, ken0ing terlalu sering 8-9, defekasi tak teratur 8-9, perdarahan 8-9
2

Penderita tidak merokok dan tidak minum alkohol B. Pemeriksaan $nte @atal 8P$@9 P$@ 2C di Puskesmas Bitung Barat <i+ayat )aid ! 'enar0he ! 12 tahun, siklus teratur, lamanya # hari )P)& tanggal 10 5anuari 200# &aksiran partus tanggal 14 6ktober 200# <i+ayat .eluarga ! Penderita ka+in 1 kali, sudah 2 tahun <i+ayat .ehamilan ! .ehamilan sebelumnya ! 8-9 <i+ayat abortus sebelumnya ! 8-9 &idak pernah .B Pemeriksaan Fisik S&$&:S P<$DSD@S ! .: ! 0ukup .esadaran ! Aompos 'entis &% ! 120=*0 mm)g @ ! 112 C=m < ! 2# C=m SB ! "*,#oA &B ! 120 0m BB ! 22 kg ;iEi .ulit .epala 'ata )idung &elinga %ada ! 5antung ! baik ! turgor normal ! simetris ! 0onjungtiva anemis -=- s0lera ikterus -=! sekret 8-9 ! sekret 8-9 ! S1=S2 normal, bising 8-9
3

'ulut=gigi geligi ! 0aries 8B9 &enggorokan ! &1=&1, hiperemis 8-9

%ada ! Paru Perut ! )ati

! <honki -=-, FheeEing -=! sde

Perut ! (impa ! sde $lat .elamin ! tak $nggota gerak ! 6edema -=- ?ari0es -=- <efleks fisiologis ! 8B9 normal <efleks patologis ! 8-9 S&$&:S 6BS&D&< . ! &inggi fundus uteri (etak janin B5$ )is &BB$ nspeksi ! "# 0m ! letak kepala : puka ! 1"-1"-1" ! 8B9 3G-4G = 20H-22H ! "#00 gram ! ?ulva edema 8-9 pp kep ) Pemeriksaan (aboratorium ! )b (eukosit &rombosit ! 10,# gr, ! 23.*00=mm" ! #22.000=mm" ::. kanan melintang, foetor 8B9

Pemeriksaan %alam ! Portio edema, pembukaan "-# 0m, ketuban 8-9, sisa me0oneum,
-

%iagnosa sementara ! ;1P0$0, 2- tahun, hamil #0 minggu, dengan oksitosin drips gagal B inpartu kala lama B infeksi intra partum 5anin intra uterin, tunggal, hidup, pp kep ) Sikap $ntibiotik injeksi SA 0ito Sedia donor, setuju operasi (apor konsulen
4
-

I advis SA, pasang drain abdominal <esume 'asuk ! Seorang perempuan, ;1P0$0, 2- tahun, '<S tanggal 14 6ktober 200# jam 10.00 dikirim dokter ahli dengan ren0ana dilakukan seksio sesarea. &anda inpartu sejak 2# jam lalu. .etuban 8-9. $nak hidup. )amil #0 minggu. Sudah oksitosin drips 1 botol, tak ada kemajuan. St. presens St. obstetri ! & 120=*0 mm )g @ 112C=m < 2#C=m SB "*,#oA (eukosit 23.*00=mm" ! &1: ! "# 0m (etak janin ! letak kepala : puka B5$ ! 1"-1"-1" )is ! 8B9 3G-4G = 20H-22H &BB$ ! "#00 gram Pemeriksaan %alam ! Portio edema, pembukaan "-# 0m, ketuban 8-9, sisa me0oneum, pp kep ) %iagnosa kerja !
-

&inggi fundus uteri ! "# 0m

::. kanan melintang, foetor 8B9

;1P0$0, 2- tahun, hamil #0 minggu, dengan oksitosin drips gagal B inpartu kala lama B infeksi intra partum 5anin intra uterin, tunggal, hidup, pp kep )
-

Sikap $ntibiotik injeksi SA 0ito Sedia donor, setuju operasi (apor konsulen I advis SA, pasang drain abdominal 5am 11.00 ! njeksi AeftriaCon 1 gram ? njeksi 'etronidaEole 0,2 gram ? 5am 11.00-11."0 ! )is 3G-4G = 20H-22H B5$ 1"-1"-1" 5am 11."0-12.00 ! )is 3G-4G = 20H-22H B5$ 1"-1"-1" 5am 12.00-12."0 ! )is 3G-4G = 20H-22H B5$ 1"-1"-1"
*

5am 12.#0 Penderita didorong ke kamar operasi 5am 12.20 6perasi dimulai, dilakukan SA&P 5am 12.22 (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 5am 1".22 6perasi selesai .: post operasi ! & ! 1"0=*0 mm)g @ ! *3 C=m < ! 22 C=m Perdarahan ! 400 00 %iuresis ! 200 00 Laporan Operasi %iagnosa Pra-bedah ! ;1P0$0, 2- tahun, hamil #0 minggu dengan oksitosin drips gagal B inpartu kala lama B infeksi intra partum 5anin intra uterine, tunggal, hidup, letak kepala, )
-

Penderita dibaringkan terlentang diatas meja operasi, desinfeksi abdomen dan sekitarnya, ditutup dengan doek steril ke0uali lapangan operasi. %alam keadaan ;$, dilakukan insisi linea mediana inferior diperdalam se0ara tajam dan tumpul sampai lapisan peritoneum dijepit, digunting, diperlebar ke kanan kiri sehingga tampaklah uterus gravidarum. dentifikasi pli0a vesi0outerina, dijepit, digunting, diperlebar ke kanan kiri, disisihkan ke depan, dilindungi dengan haak abdomen, dilakukan insisi semilunaris pada SB<, diperdalam sampai kavum uteri. .eluar 0airan mekoneum kental, identifikasi bayi letak kepala, bayi dilahirkan dengan 0ara meluksir kepala, jam 12.22 lahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4. Sementara jalan napas dibersihkan, tali pusat dijepit dan digunting diantara 0unam .o0her. Bayi diserahkan ke neonati. Plasenta dilahirkan se0ara manual. :terus dijepit dengan beberapa ring tang, dijahit simpul dan jelujur, kontrol perdarahan ! 8-9, penjahitan pli0a vesi0outerina, kontrol perdarahan ! 8-9, dipasang drain abdomen di sebelah kanan, peritoneum dijahit jelujur dengan 0hromi0, otot dijahit se0ara simpul dengan 0hromi0, fas0ia dijahit se0ara jelujur dengan deCon, lemak sub0utan dijahit simpul dengan 0hromi0, kulit dijahit simpul dengan seide. bu dibersihkan dan diistirahatkan. 6perasi selesai jam 1".22. .eadaan umum post operasi !
-

& ! 1"0=*0 mm)g @ ! *3 C=m < ! 22 C=m Perdarahan ! 400 00 %iuresis ! 200 00 nstruksi post-operasi ! .ontrol )b 3 jam post operasi .ontrol tensi, nadi, respirasi, perdarahan, dan diuresis Puasa sampai flatus = peristaltik 8B9 nfus %2, ! <( ! @aAl K 1 ! 1 ! 1 $ntibiotik AeftriaCone "C1 gram ? $ntibiotik 'etronidaEole 2C0,2 gram ? &ransamin injeksi "C1 ampul nduCin "C1 ampul drips ?itamin A injeksi 1C1 ampul Follow Up &anggal 1* 6ktober 200# .: ! 0ukup .eluhan ! 8-9, )b post operasi ! *,3 gr, .esadaran ! Am Status presens ! & ! 120=*0 mm)g, @ ! *# C=m, < ! 22 C=m Status nifas ! 'ammae ! laktasi -=- infeksi ! -=&1: ! 1 jari ba+ah pusat %rain abdomen merembes keluar (o0hia ! rubra (uka operasi ! kering %iagnosa ! P1$0, 2- tahun, post SA&P ai oksitosin drips gagal B inpartu kala hari ke-1 (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 Sikap ! - AeftriaCone 2C1 gram - 'etronidaEole 2C0,2 gram &anggal 1- 6ktober 200# .: ! 0ukup .eluhan ! 8-9 .esadaran ! Am
10

lama

Status presens ! & ! 110=40 mm)g, @ ! *# C=m, < ! 22 C=m Status nifas ! 'ammae ! laktasi -=- infeksi ! -=&1: ! 1 jari ba+ah pusat %rain abdomen merembes keluar Peristaltik 8B9 normal (o0hia ! rubra (uka operasi ! kering %iagnosa ! P1$0, 2- tahun, post SA&P ai oksitosin drips gagal B inpartu kala hari ke-2 (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 Sikap ! - nfus aff. dan kateter aff. - AefadroCil 2C200 miligram - 'etronidaEole 2C200 miligram - Prenamia 1C1 &anggal 20 6ktober 200# .: ! 0ukup .eluhan ! 8-9 .esadaran ! Am Status presens ! & ! 1"0=*0 mm)g, @ ! *# C=m, < ! 22 C=m Status nifas ! 'ammae ! laktasi B=B infeksi ! -=&1: ! 2 jari ba+ah pusat )b Sahli ! -,# gr, (o0hia ! sanguinolenta (uka operasi ! kering %iagnosa ! P1$0, 2- tahun, post SA&P ai oksitosin drips gagal B inpartu kala hari ke-" (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 Sikap ! - AefadroCil "C200 miligram - 'etronidaEole "C200 miligram - Prenamia 1C1 lama lama

11

&anggal 21-2" 6ktober 200# .: ! 0ukup .eluhan ! 8-9 .esadaran ! Am Status presens ! & ! 120=*0 mm)g, @ ! *# C=m, < ! 22 C=m Status nifas ! 'ammae ! laktasi B=B infeksi ! -=&1: ! 2 jari ba+ah pusat (o0hia ! sanguinolenta (uka operasi ! kering %iagnosa ! P1$0, 2- tahun, post SA&P ai oksitosin drips gagal B inpartu kala hari ke-# (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 Sikap ! - AefadroCil "C200 miligram - 'etronidaEole "C200 miligram - Prenamia 1C1 &anggal 2# 6ktober 200# .: ! 0ukup .eluhan ! 8-9 .esadaran ! Am Status presens ! & ! 110=*0 mm)g, @ ! *3 C=m, < ! 2# C=m Status nifas ! 'ammae ! laktasi B=B infeksi ! -=&1: ! 2 jari ba+ah pusat (o0hia ! sanguinolenta (uka operasi ! kering %iagnosa ! P1$0, 2- tahun, post SA&P ai oksitosin drips gagal B inpartu kala hari ke-4 (ahir bayi J, BB( "220 gram, PB( 21 0m, $S 2-4 Sikap ! - AefadroCil "C200 miligram - 'etronidaEole "C200 miligram - Prenamia 1C1 - $ff. he0ting - Boleh pulang lama lama

12

DISKUSI

Pada kasus ini akan dibahas beberapa permasalahan sebagai berikut ! 1. 'engapa pada kasus ini dikatakan inpartu kala 1 lama L Pada kasus ini, penderita mengeluh sudah merasakan nyeri perut bagian ba+ah yang teratur sejak jam 10.00 813 6ktober 200#9, pelepasan lendir 0ampur darah dan pelepasan air jam 0-.00 813 6ktober 200#9. )al ini menandakan sekitar jam 10.00 tanggal 13 6ktober 200#, penderita sudah mulai inpartu. .emudian penderita datang ke <S Budi 'ulia jam 1".00 tanggal 13 6ktober 200# dan pada tanggal 14 6ktober 200# jam 0".00 dilakukan pitosin drips sebanyak 1 botol. 'enurut surat rujukan, dikatakan bah+a pada pemeriksaan dalam, pembukaan serviks sejak 13 6ktober 200# jam 1*.00 sampai 14 6ktober 200# jam 0".00 tetap hanya sebesar "-# 0m. %ari hal tersebut, dapat diambil kesimpulan bah+a kala 1 sudah berlangsung sekitar 14 jam dan proses persalinan tidak mengalami kemajuan. .epustakaan menyebutkan bah+a kala 1 pada primigravida berlangsung sekitar 1"-1# jam, dan apabila lebih dapat dikatakan bah+a terjadi inpartu kala 1 lama. 2. $pakah tindakan pemberian oksitosin drips pada kasus ini sudah tepat L .epustakaan menyebutkan pada kasus persalinan lama, jika tidak terdapat distress janin, distress maternal atau disproporsi sefalopelvik maka persalinan dapat diakselerasi dengan pemberian oksitosin drips. Pada kasus ini, B5$ masih berkisar dalam batas normal, yang mana menandakan keadaan janin yang baik. .emudian vital sign penderita masih dalam batas normal, tidak terdapat tanda-tanda meteorismus yang menandakan ibu juga berada dalam keadaan baik. Pada pemeriksaan panggul, didapatkan kesan 0ukup luas, sehingga tidak ada kontra indikasi untuk pemberian oksitosin drips. ". 'engapa bisa terjadi kegagalan akselerasi persalinan dengan pemberian oksitosin drips pada kasus ini L

1"

Pada pasien ini, tidak terdapat adanya disproporsi sefalo pelvik ataupun malposisi atau malpresentasi janin. )al ini mengesampingkan kemungkinan hal-hal tersebut menjadi penyebab kegagalan oksitosin drips. $bnormalitas fungsi uterus sebagai penyebab oksitosin drips gagal juga dapat dikesampingkan, karena sebelumnya pada fase laten kala 1 uterus berfungsi dengan baik, kemudian terjadi inersia uteri sekunder. )al inilah yang merupakan penyebab kegagalan oksitosin drips. .emungkinan penyebab terjadinya hal ini adalah karena terjadinya infeksi intra partum, yang menyebabkan uterus menjadi kurang responsif terhadap pemberian oksitosin. .emungkinan lainnya adalah 0ara pemberian oksitosin drips yang salah, serta preparat oksitosin yang diberikan mungkin sudah rusak. 10,11 #. $pakah penanganan pada kasus ini sudah tepat L Pada pasien ini terdapat inpartu kala 1 lama, dan telah terjadi infeksi intra partum. )al terutama yang harus dilakukan adalah dengan memper0epat proses persalinan. )al ini diusahakan dengan pemberian oksitosin drips, akan tetapi terjadi kegagalan pada kasus ini. .epustakaan juga menyebutkan jika terjadi proses persalinan yang lama, dan kemudian terjadi kegagalan akselerasi persalinan maka jalan terbaik yang ditempuh adalah seksio sesarea, sehingga penanganan pada kasus ini sudah tepat.

1#

%$1&$< P:S&$.$
1. 'artin, <.F., Fiser, F.(., 'orrison, 5.A.! Aesarean Birth! Surgi0al &e0hniMues. n! S0iarra! ;yne0ology and 6bstetri0s, vol. 2, 1--4, *"!1-22 2. Ahamberlain, ;.?.P.! $bnormal (abour. n! &en &ea0hers! 6bstetri0s, 13 th edition, 1--2, 2!1-2-* ". 'anuaba, .B.;.! Seksio Sesarea. %alam! 6perasi .ebidanan, .andungan, dan .eluarga Beren0ana untuk %okter :mum, 5akarta, 1---, hal.22*-2# #. Bagian 6bstetri dan ;inekologi 1. :@% P! Bedah Aaesar, )isterotomi Aaesarean dan )isterektomi. %alam! lmu 1antom Bedah 6bstetrik, Semarang, 1---, hal. 3#-* 2. 'o0htar, <.! Partus (ama dan Partus &erlantar. %alam! Sinopsis 6bstetri, jilid 1, edisi 2, 1--*, #4!"*#-* 3. Sonali, Preeti! $bnormal %elivery. Aited 200#, 60tober 2*. $vailable from! :<(! +++.planababy.0om=abnormal.htm 4. (eveno, ..5., Aunningham, 1.;., et al! $bnormal (abor and %elivery n0luding Shoulder %ysto0ia. n! Filliams 'anual of 6bstetri0s, 200", 2"!132-4# *. )ankins, Alark, et al! Aervival <ipening. n! )ankins, Alark, et al! 6perative 6bstetri0s, 1st ed., 1--2, "2!2-4-30* -. 'artohoesodo, S., Sumampau+, ).! %istosia karena .elainan &enaga. %alam! /ayasan Bina Pustaka Sar+ono Pra+irohardjo! lmu .ebidanan, edisi ketiga, 1---, #0!2*4--# 10. ;ardner, ..! Dmergen0y %elivery, Preterm (abor, and Postpartum )emorrhage. n! Pearlman, '.%., &intinalli, 5.D., %yne, P.(.! 6bstetri0 N ;yne0ologi0 Dmergen0ies! %iagnosis and 'anagement, 200#, 21!"14-20

12

11. @ational Dle0troni0 (ibrary for )ealth! ndu0tion of (abour. Aited 200#, 60tober 2*. $vailable from! :<(!

+++.nelh.nhs.uk=guidelinesdb=html=fullteCtOguidelines=indu0tionoflabour.html

13

Laporan Kasus

SEKSIO SESAREA a i OKSI!OSIN DRIPS "A"AL # INPAR!U KALA I LA$A

6leh ! 'i0hael .asenda --010*0 Pembimbing ! %r. @ajoan @an Farou+, Sp6; 8.9

B$; $@ 6BS&D&< ; @D.6(6; 1$.:(&$S .D%6.&D<$@ :@ ?D<S &$S S$' <$&:($@; '$@$%6 200#
14