Anda di halaman 1dari 7

RANCANGAN SPLIT-BLOK (STRIP PLOT)

Pendahuluan

Nama lain untuk Rancangan Split-Blok adalah Strip-Plot atau Rancangan Petak-Berjalur. Rancangan ini
sesuai untuk percobaan dua faktor dimana ketepatan pengaruh interaksi antar faktor lebih diutamakan
dibandingkan dengan dua pengaruh lainnya, pengaruh mandiri faktor A dan Faktor B. Rancangan ini
mirip dengan rancangan Split-plot, hanya saja pada split-blok, subunit perlakuan ditempatkan dalam
satu jalur yang tegak lurus terhadap perlakuan petak utamanya. Pada split-blok, faktor pertama
ditempatkan secara acak dalam jalur vertikal, sedangkan faktor kedua ditempatkan secara acak pada
jalur horisontal. Setiap jalur mendapatkan satu perlakuan faktor A dan satu perlakuan faktor B.
Perhatikan perbandingan perbedaan tata letak dan pengacakan antara splitplot dan split blok untuk
ukuran yang sama, 5x4 (hanya ditampilkan untuk satu kelompok).
A3 A2 A1 A5 A4 A3 A2 A1 A5 A4
B2 B1 B2 B3 B4 B2 B2 B2 B2 B2
B1 B3 B1 B2 B3 B4 B4 B4 B4 B4
B3 B2 B4 B4 B1 B1 B1 B1 B1 B1
B4 B4 B3 B1 B2 B3 B3 B3 B3 B3
Split-plot Split-block or Strip-plot
Pada split-plot, anak petak (B) ditempatkan secara acak (berbeda-beda) pada setiap petak utamanya
(A), sedangkan pada split-blok, penempatan anak petak (B) berada dalam jalur yang sama pada
keseluruhan petak utamanya (A). Contohnya, pada split-plot, perlakuan taraf B1 letaknya acak untuk
masing-masing taraf Faktor A, pada taraf A3 berada pada baris ke-2, sedangkan pada taraf A2, terletak
pada baris 1. Pada split-blok, perlakuan B1 berada pada baris ke-3 untuk semua petak utamanya,
sehingga perlakuan subunit tersebut akan membagi kelompok dalam arah vertikal, atas dan bawah.
Inilah alasan mengapa rancangan ini dinamakan dengan Split-Blok! Istilah lain untuk rancangan ini
adalah strip-plot (rancangan petak berjalur), karena perlakuan faktor A dan faktor B ditempatkan dalam
strip (jalur) vertikal dan horisontal. Perlakuan A dan B ditempatkan secara acak dan bebas pada masing-
masing kelompok.
Berikut ini adalah alasan memilih rancangan Split-blok:
1. Kemudahan dalam operasi pelaksanaannya (misalnya, lintasan traktor, irigasi, pemanenan)
2. Mempertinggi tingkat ketepatan pengaruh interaksi antara kedua faktor dengan mengorbankan
pengaruh mandirinya.

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 1


Pengacakan dan Tata Letak Percobaan Split-Blok

Prosedur pengacakan pada rancangan Split-Blok untuk kedua faktor terdiri dari dua tahap pengacakan
yang dilakukan secara bebas untuk keduanya, satu untuk faktor horisontal dan satu lagi untuk faktor
vertikal. Urutan tidak terlalu dipentingkan.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh suatu percobaan faktorial untuk menyelidiki pengaruh
Pemupukan Nitrogen (Faktor A) yang terdiri dari empat taraf, yaitu a1, a2, a3 dan a4. Faktor kedua (B)
berupa varietas yang terdiri dari tiga varietas (3 taraf), yaitu b1, b2, dan b3. Faktor A ditempatkan dalam
jalur vertikal, sedangkan faktor B ditempatkan dalam jalur horisontal. Percobaan diulang sebanyak tiga
kali.

Langkah ke-1: Bagi area percobaan sesuai dengan banyaknya ulangan. Pada kasus ini dibagi menjadi 3
kelompok (blok). Pembagian kelompok didasarkan pada pertimbangan bahwa keragaman pada setiap
kelompok yang sama relatif homogen (lihat kembali pembahasan pada RAKL)

Langkah ke-2: Setiap kelompok dibagi lagi menjadi a petak dalam arah vertikal, sesuai dengan taraf
Faktor A. Pada contoh kasus ini, setiap kelompok dibagi menjadi 4 petak. Ikuti prosedur pengacakan
untuk RAKL dengan perlakuan a = 4 dan r = 3 ulangan dan lakukan pengacakan ke-4 taraf Nitrogen pada
jalur vertikal (tegak) dalam setiap kelompok secara terpisah dan bebas. Misalkan hasil pengacakan
adalah sebagai berikut:
I II III
a4 a1 a3 a2 a2 a3 a1 a4 a2 a4 a1 a3

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 2


Langkah ke-3: Setiap kelompok dibagi lagi menjadi b = 3 petak dalam arah horisontal (jalur mendatar).
Ikuti prosedur pengacakan untuk RAKL dengan perlakuan b = 3 dan r = 3 ulangan dan lakukan
pengacakan ke-3 taraf Varietas pada jalur horisontal (mendatar) dalam setiap kelompok secara terpisah
dan bebas. Misalkan hasil penataan akhirnya adalah sebagai berikut:

I II III

a4 a1 a3 a2 a2 a3 a1 a4 a2 a4 a1 a3
b2 a4b2 a1b2 a3b2 a2b2 b1 b3
b1 a4b1 a1b1 a3b1 a2b1 b3 b1
b3 a4b3 a1b3 a3b3 a2b3 b2 b2

Gambar 1. Contoh penataan Rancangan Split Blok

Model Linier Split-Blok

Model linier aditif untuk rancangan Split-blok dengan rancangan lingkungannya RAKL adalah sebagai
berikut :

Yijk = μ + ρk + αi + βj + γik + θjk + (αβ)ij + εijk

dengan i =1,2…,a; j = 1,2,…,b; k = 1,2,…,r

Yijk = pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan taraf ke-i dari faktor A
dan taraf ke-j dari faktor B
μ = nilai rata-rata yang sesungguhnya (rata-rata populasi)
ρk = pengaruh aditif dari kelompok ke-k
αi = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A
βj = pengaruh aditif taraf ke-j dari faktor B
(αβ)ij = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B
γik = pengaruh acak yang muncul pada taraf ke-I dari faktor A dalam kelompok ke-k. Sering disebut galat (a).
γik ~ N(0,σγ2).
θjk = pengaruh acak yang muncul pada taraf ke-j dari faktor B dalam kelompok ke-k. Sering disebut galat (b).
θjk ~ N(0,σθ 2).
εijk = pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ij. Sering disebut galat
(c). εijk ~ N(0,σε2).

Asumsi:

Apabila semua faktor (faktor A dan B) Apabila semua faktor (faktor A dan B)
bersifat tetap bersifat acak
∑α = 0 ; ∑ β = 0 ;
i j α i ~ N(0,σ α 2 ) ; β j ~ N(0,σ β 2 ) ;
bsi
∑ (αβ ) = ∑ (αβ ) =0 ; ε ijk ~ N(0,σ 2 ) bsi

i
ij
j
ij
(αβ )ij ~ N(0,σ αβ 2 ) ; ε ijk ~ N(0,σ 2 )

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 3


Hipotesis:

Hipotesis yang diuji dalam rancangan Split-Blok adalah:

Hipotesis yang Model Tetap (Model I) Model Acak (Model II)


Akan Diuji:
Pengaruh Interaksi AxB
H0 (αβ)ij =0 (tidak ada pengaruh σ2αβ=0 (tidak ada keragaman
interaksi terhadap respon yang dalam populasi kombinasi
diamati) perlakuan)
H1 minimal ada sepasang (i,j) σ2αβ>0 (terdapat keragaman
sehingga (αβ)ij ≠0 (ada pengaruh dalam populasi kombinasi
interaksi terhadap respon yang perlakuan)
diamati)
Pengaruh Utama Faktor A
H0 α1 =α2 =…=αa=0 (tidak ada σ2α=0 (tidak ada keragaman
perbedaan respon di antara taraf dalam populasi taraf faktor A)
faktor A yang dicobakan)
H1 minimal ada satu i sehingga αi ≠0 σ2α>0 (terdapat keragaman
(ada perbedaan respon di antara dalam populasi taraf faktor A)
taraf faktor A yang dicobakan)
Pengaruh Utama Faktor B
H0 β1 =β2 =…=βb=0 (tidak ada σ2β=0 (tidak ada keragaman
perbedaan respon di antara taraf dalam populasi taraf faktor B)
faktor B yang dicobakan)
H1 minimal ada satu j sehingga βj ≠0 σ2β>0 (terdapat keragaman
(ada perbedaan respon diantara dalam populasi taraf faktor B)
taraf faktor B yang dicobakan)

Analisis Ragam:

Analisis Ragam dalam Split-blok dibagi dalam tiga bagian, yaitu analisis faktor mendatar, analisis faktor
tegak, dan analisis interaksi, sehingga dalam Split-Blok terdapat tiga jenis galat, berturut-turut galat (a),
galat (b), dan galat (c). Galat Petak Utama sering disebut dengan Galat A, prosedur perhitungannya
sama dengan Interaksi Petak Utama x Ulangan dan dalam model RAK sama dengan Interaksi Petak
Utama x Kelompok. Galat Anak Petak, sering disebut dengan Galat B, diukur dari interaksi [Anak Petak x
Ulangan + Petak Utama x Anak Petak x Ulangan]. Galat ke-2 ini digunakan untuk mengukur tingkat
signifikansi pengaruh anak petak dan pengaruh Interkasi Anak Petak x Petak Utama.
Galat (a) yang tidak lain merupakan interaksi antara Petak Utama (Faktor A) x Ulangan. Galat (a) ini
merupakan pembagi pada uji F untuk pengaruh mandiri Faktor A. Galat (b) merupakan interaksi antara
Anak Petak (Faktor B) x Ulangan. Galat (b) ini merupakan pembagi pada uji F untuk pengaruh mandiri
Faktor B. Galat a dan Galat b bersifat simetri. Hal ini mudah dipahami, mengingat pada rancangan split-
blok kedua faktor tersebut mirip dalam pengacakannya dan bersifat simetri.
© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 4
Galat (b) ini merupakan penguraian dari galat anak petak, galat (c). Dengan demikian, galat c nilainya
akan lebih kecil dibandingkan dengan galat subplot pada rancangan Split-Plot. Galat (c) ini digunakan
untuk menguji interaksi AxB. Dengan demikian, terlihat bahwa penguraian galat tersebut akan
meningkatkan ketepatan pengaruh interaksi AxB.
Refresentasi data dari model linier Yijk = μ + ρk + αi + βj + γik + θjk + (αβ)ij + εijk adalah sebagai berikut:

Yijk = Y ... + (Y..k − Y... ) + (Y i .. − Y ... ) + (Yi .k − Yi .. − Y..k + Y... ) + (Y. jk − Y j.. − Y..k + Y... )
+ (Y . j. − Y ... ) + (Y ij . − Y i .. − Y . j. + Y ... ) + (Yijk − Y ij . − Y i .k − Y . jk + Y i .. + Y . j. + Y ..k − Y ... )

Berdasarkan model linier tersebut, perhitungan Jumlah Kudaratnya adalah sebagai berikut:
Definisi Pengerjaan
FK Y ...2
abr
JKT ∑ (Y
i , j ,k
ijk − Y ...)2 ∑Y
i , j ,k
ijk
2
− FK

JK(R) ab∑ (Y..k − Y ...)2


Y..k 2 ∑k (rk )2
k
∑k ab − FK = ab − FK
JK(A) rb∑ (Yi .. − Y ...)2 2 ∑ (a ) 2
Yi .. i
i
∑ br
i
− FK = i
rb
− FK

JK(Galat a) b∑ (Yi .k − Yi .. − Y..k + Y... )2 Yi .k 2


i ,k ∑
i ,k b
− FK − JKR − JKA

∑ (a r )
i ,k
i k
2

= − FK − JKR − JKA
b
JK(B) ra∑ (Y. j. − Y ...)2
Y. j. 2 ∑ (b ) j
2

j
∑ ar
j
− FK = j

ra
− FK

JK(Galat b) a∑ (Y. jk − Y. j . − Y..k + Y... )2 Y. jk 2


i ,k ∑j ,k a
− FK − JKR − JKB

∑ (b r )
j ,k
l k
2

= − FK − JKR − JKB
a

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 5


Definisi Pengerjaan
JK(AB) r ∑ (Yij . − Yi .. − Y. j . + Y ...)2 Yij . 2
i,j ∑i,j r
− FK − JKA − JKB

∑ (a b )
i,j
i j
2

= − FK − JKA − JKB
r
JK(Galat c) (Yijk − Y ij . − Y i .k − Y . jk + Selisihnya
∑Y
i , j ,k + Y . j. + Y ..k − Y ... ) 2 = JKT – JK lainnya
i ..

Tabel analisis ragam Split-Blok dalam rancangan RAKL adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Analisis Ragam Split-Blok
Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F-hitung F-tabel
keragaman Bebas Kuadrat Tengah

Kelompok r-1
Faktor A (Vertikal)
A a-1 JK(A) KT (A) KT(A)/KTGa F(α, db-A, db-Ga)
Galat a (a-1)(r-1) JK (Galat a) KT (Galat a)

Faktor B (Horisontal)
B b-1 JK(B) KT(B) KT(B)/KTGb F(α, db-B, db-Gb)
Galat b (b-1)(r-1) JK (Galat b) KT (Galat b)

Interkasi
AB (a-1) (b-1) JK(AB) KT(AB) KT(AB)/KTGc F(α, db-AB, db-Gc)
Galat c (a-1)(r-1)(b-1) JK (Galat c) KT (Galat c)
Total rab-1 JKT

Apabila terdapat pengaruh interaksi, maka pengujian hipotesis terhadap pengaruh utama tidak perlu
dilakukan. Pengujian terhadap pengaruh utama akan bermanfaat apabila pengaruh interaksi tidak
nyata. Kaidah keputusan tolak Ho apabila nilai F > Fα(db1, db2), dan sebaliknya terima Ho.

Galat Baku

Untuk membandingkan nilai tengah perlakuan, perlu ditentukan terlebih dahulu galat baku dari Split-
blok. Dalam Split-blok terdapat 4 jenis pembandingan berpasangan yang berbeda sehingga terdapat 4
jenis galat baku. Tabel berikut merupakan formula untuk menghitung galat baku yang tepat untuk
perbedaan rataan untuk setiap jenis pembandingan berpasangan.

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 6


Tabel 2. Galat baku Split-blok
Jenis Pembandingan berpasangan Contoh Galat Baku (SED)
Dua rataan vertikal (tegak) a1 – a2
2KT (Galat a)
rb
Dua rataan horisontal (mendatar) b1 – b2
2KT (Galat b)
ra
Dua rataan perlakuan vertikal (ai) pada a1b1 – a2b1
taraf faktor horisontal (bi) yang sama
2[(b −1)KT (Galat c) + KT (Galat a)]
rb
Dua rataan perlakuan horisontal (bi) a1b1 – a1b2
pada taraf faktor vertikal (ai) yang
2[(a −1)KT (Galat c) + KT (Galat b)]
sama ra

Dari tabel galat baku di atas, untuk membandingkan pengaruh sederhananya, digunakan dua jenis
KT(Galat). Implikasinya, rasio selisih perlakuan terhadap galat baku tidak mengikuti sebaran t-student
sehingga perlu dihitung t gabungan/terboboti. Jika ta, tb dan tc berturut-turut adalah nilai t yang
diperoleh dari tabel student dengan taraf nyata tertentu pada derajat bebas galat a, b dan c, maka nilai t
terboboti adalah:
Untuk dua rataan perlakuan vertikal (ai) pada taraf faktor horisontal (bi) yang sama
(b − 1)(KT Galat c)(t c ) + (KT Galat a)(t a )
t′ =
(b − 1)(KT Galat c) + (KT Galat a)
Untuk dua rataan perlakuan horisontal (bi) pada taraf faktor vertikal (ai) yang sama:
(a − 1)(KT Galat c)(t c ) + (KT Galat b)(t b )
t′ =
(a − 1)(KT Galat c) + (KT Galat b)

© 2011 http://www.smartstat.info | RANCANGAN Split-Blok (Strip Plot) 7