Anda di halaman 1dari 10

Oleh I nyoman edy saputra (1104405043)

Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat yang diberikan oleh beliau, saya bisa menyelesaikan laporan tugas ini. Adapun laporan ini memiliki judul Laporan Tugas Perbaikan Setrika. Laporan ini merupakan laporan dari tugas memperbaiki setrika listrik untuk mata kuliah Bahan Listrik. Saya menyadari bahwa laporan tugas ini jauh dari sempurna. Untuk itu saya memohon saran dan kritik dari pembaca semua agar laporan ini menjadi lebih baik dan juga melatih saya untuk menulis laporan yang lebih baik lagi. Sekian pengantar dari saya, semoga laporan ini bermanfaat bagi anda semua.

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I : PENDAHULUAN ......................................................................................1 1.1 Latar Belakang...............................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah .........................................................................................1 1.3 Tujuan ............................................................................................................2 1.4 Manfaat ..........................................................................................................2 BAB II : PEMBAHASAN .......................................................................................3 2.1 Komponen-Komponen Pada Setrika Listrik Beserta Fungsinya ...................3 2.2 Cara Kerja Setrika .........................................................................................4 2.3 Langkah Pengerjaan ......................................................................................4 2.3.1 Alat dan Bahan ....................................................................................4 2.3.2 Analisa .................................................................................................5 2.3.3 Kerusakan ............................................................................................5 2.3.4 Penanggulangan Kerusakan.................................................................5 BAB III : PENUTUP................................................................................................7 3.1 Kesimpulan ....................................................................................................7

ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Teknik Elektro ada berbagai materi pembelajaran yang diajarkan. Dari sekian banyak pembelajaran ada pembelajaran Bahan Listrik. Untuk lebih mendalami lagi tentang bahan listrik kita juga perlu mengetahui komponenkomponen listrik yang ada. Dan untuk memulainya kita harus memulainya dari yang paling sederhana yaitudari peralatan-peralatan elektronik sederhana. Kali ini kita akan mengetahuinya dari setrika. Setrika sudah sering sekali kita gunakan dalam kehidupan kita sehingga akan lebih mudah untuk memahaminya selain itu komponen-komponen di dalamnya juga tidak terlalu kompleks. Maka dari itu saya melakukan tugas untuk memperbaiki setrika listrik. Laporan ini dibuat berdasarkan hasil dari tugas saya tentang bagaimana cara memperbaiki kerusakan pada setrika listrik. Pada laporan ini saya akan membahas tentang apa saja komponen-komponen dalam setrika tersebut, fungsi dari tiap-tiap komponennya. Selain itu pada laporan ini juga akan dibahas tentang cara-cara mengetahui dan mengatasi komponen yang rusak dari tugas yang telah dilakukan. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang sudah diuraikan, dapat dirumuskan berbagai rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa saja komponen-komponen yang ada dalam setrika listrik ? 2. Apa fungsi dari komponen-komponen tersebut ? 3. Bagaimana cara kerja setrika ? 4. Bagaimana cara mengetahui dan memperbaiki komponen setrika yang rusak ?

1.3 Tujuan Tujuan dari pembelajaran di dalam tugas ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang komponen-komponen listrik yang ada pada alat elektronik rumah tangga terutama yang terdapat pada setrika listrik, memperbaiki setrika listrik yang telah rusak. Selain itu praktikum ini juga bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi dari mata kuliah bahan listrik. 1.4 Manfaat Manfaat dari pembelajaran di dalam tugas ini adalah saya jadi mengetahui tentang komponen-komponen yang ada dalam setrika listrik dan juga cara memperbaiki setrika listrik yang telah rusak. Selain itu saya juga telah memenuhi standar kompetensi dari mata kuliah bahan listrik.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Komponen-Komponen Pada Setrika Listrik Beserta Fungsinya Sebelum menjelaskan hasil dari tugas saya ada baiknya saya menjelaskan tentang komponen-komponen yang ada dalam setrika terlebih dahulu agar lebih memudahkan dalam melakukan tugas ini nantinya, Pada dasarnya setrika listrik terdiri dari body setrika, plat dasar setrika berbahan baja yang anti karat, elemen pemanasatau koil, lampu indikator, termostat, dan kabel power. Dengan mengetahui komponen-komponennya kita juga dapat mengetahui fungsi dari komponen tersebut. Komponen dari setrika yang pertama adalah body setrika. Body setrika ini berfungsi sebagai pegangan ketika akan menyetrika dan juga berfungsi sebagai isolator agar panas yang dihasilkan oleh setrika tidak keluar dan mengenai tangan kita. Maka dari itu body setrika harus terbuat dari bahan yang tahan panas. Komponen yang kedua adalah plat baja untuk dasar setrika. Plat baja ini berfungsi untuk menyalurkan panas yang telah diberi oleh koil. Plat baja ini harus anti karat karena jika plat baja berkarat dapat menghambat jalannya panas sehingga panas yang dihasilkan tidak optimal selain itu nergi listrik yang digunakan akan sangat besar jika lempengan baja ini berkarat. Komponen yang menyatu langsung dengan plat baja ini adalah elemen pemanas atau koil. Koil ini secara sederhananya berbentuk lilitan kawat yang dililitkan pada bahan yang anti panas dan pada kawat nantinya dialiri arus listrik sehingga menghasilkan panas. Tetapi sekarang sudah ada koil yang langsung berbentuk seperti batangan baja. Koil inilah yang nantinya akan mengalirkan panas kepada plat baja ketika mendapat aliran arus listrik. Lampu indikator juga penting dalam setrika listrik karena akan berhubungan pada pengatur suhu. Lampu inikator akan menunjukkan apakah setrika sudah berfungsi atau belum. Satu lagi hal yang ada dalam setrika adalah kabel power karena kabel inilah yang akan menyambungkan setrika pada sumber arus yang ada di rumah kita. Perlu diperhatikan juga kondisi dari kabelpower 3

jangan sampai ada yang lecet ataupun terlipat yang mengakibatkan terkelupasnya kulit kabelkarena akan dapat membahayakan kita sebagai pengguna. 2.2 Cara Kerja Setrika Pertama sumber tenaga atau arus akan mengalir ke elemen setrika melalui kabel power. Gulungan kawat yang cukup banyak pada elemen tersebut akan cukup menampung arus listrik yang nantinya akan berubah menjadi panas yang cukup besar. Panas ini akan disalurkan ke plat baja yanga ada pada bagian luar yang akan bersentuhan langsung dengan objek yang akan disetrika. Jika panas yang diberi dirasa terlalu besar maka akan ada pengatur suhu yang terbuat dari bahan bimetal yang akan memutus panas yang ada. Saat panas yang keluar dirasa berlebih, lempengan bimetal akan membengkong sehingga memutus jalannya arus ke elemen dan panas akan berkurang. Saat ini biasanya lampu indikator akan mati. Ketika sudah tidak terlalu panas lagi lempengan bimetal tersebut akan kembali ke posisi semula dan menghantarkan panas seperti biasa. Begitu terus menerus terjadi selama proses menyetrika. 2.3 Langkah Pengerjaan Setelah mengetahui komponen dan cara kerja dari setrika lita dapat melanjutkan ke angkah pengerjaan. Sekarang saya akan menjelaskan langkah pengerjaan yang saya lakukan. 2.3.1 Alat dan Bahan Setrika Listrik Elemen Pemanas atau Koil Kabel Power Obeng & Testpen Tang Isolasi Kawat Tembaga

2.3.2 Analisa Untuk mengetahui kerusakan apa saja yang terjadi pada setrika saya melakukan analisa pada setrika tersebut. Menganalisa setrika dapat dilakukan setelah saya membuka body setrika terlebih dahulu sehingga terlihat komponen d dalam setrika. Analisa saya lakukan dengan menggunakan avometer dan juga testpen. Setelah melakukan analisa dan sudah mengetahui letak kerusakannya baru kita dapat melakukan perbaikan pada komponen yang rusak tersebut. 2.3.3 Kerusakan Setelah melakukan analisa pada semua komponen setrika saya mendapatkan beberapa kerusakan pada setrika adalah sebagai berikut. Kabel power hangus Kawat pada lampu indikator putus sehingga lampu tidak dapat menyala. Elemen pemanas tidak dapat panas sehingga tidak ada panas yang yang dihantarkan ke plat baja. Dengan kerusakan yang terjadi setrika listrik tidak dapat bekerja dengan optimal. Maka dari itu harus segera diatasi kerusakannya. 2.3.4 Penanggulangan Kerusakan Dengan mengetahui kerusakan-kerusakannya seperti itu saya dapat memperkirakan apa-apa saja bahan yang dapat digunakan untuk memperbaiki setrika tersebut. Langkah-langkah untuk perbaikan komponen setrika yang telah rusak adalah sebagai berikut. Untuk permasalahan pertama yaitu kabel power yang hangus saya langsung menggantinya dengan kabel power yang baru. Karena akan berbahaya jika kabel yang hangus tersebut hanya diperbaiki dan digunakan kembali arena akan menyebabkan terbakarnya kabel untuk kedua kalinya.

Permasalahan yang berikutnya adalah putusnya kawat pada lampu indikator. Untuk memperbaiki ini dapat dilakukan dengan hanya menyambungnya dengan kawat tembaga yang baru. Setelah menyambung, sambungan kawat tembaga tersebut diberi isolasi agar arus tidak keluar dan juga untuk mencegah terjadinya hunbungan pendek arus listrik. Untuk elemen yang tidak dapat panas cara menanggulanginya hanya dengan mengganti elemen tersebut. Jadi saya mengganti elemen tersebut dengan elemen pemanas yang baru. Saat mengganti elemen pastikan elemen yang baru sudah sama persis dengan elemen yang lama aga tidak susah dalam melakukan pemasangan. Setelah selesai melakukan penggantian dan memperbaiki elemen yang rusak saya memeriksa apakah setrika sudah dapat bekerja segbagaimana mestinya. Saat saya periksa ternyata lampu indikator setrika sudah dapat menyala dan elemen pemanas juga sudah kembali normal saya dapat memastikan bahwa setrika sudah kembali normal. Langkah berikutnya adalah pemasangan kembali plat baja dengan body setrika dan setrika sudah dapat digunakan kembali.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari tugas yang telah saya lakukan dapat disimpulkan bahwa komponen yang paling riskan mengalami kerusakan pada setrika adalah kabel, power, lampu indikator, dan juga elemen pemanas atau koilnya. Untuk menanggulangi kerusakannya dapat dengan memperbaiki komponen-komponen yang rusak tersebut atau dengan menggantinya jika komponen yang rusak tersebut memang sudah benar-benar tidak bisa diganti.