Anda di halaman 1dari 21

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

Laporan Kasus TB dengan pendekatan dokter keluarga

Disusun oleh : Agung Budiman Agustinus Silalahi (11 !"11 1#$%

&em'im'ing : d() A(is

KE&ANITERAAN I*+U KED,KTERAN K,+UNITAS -AKU*TAS KED,KTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

KATA &EN.ANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala pimpinanNya sehingga laporan kasus ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan kasus ini saya laksanakan dalam rangka kepaniteraan lmu Kesehatan Masyarakat !akultas Kedokteran "ni#ersitas Kristen Krida $a%ana. &alam kesempatan ini saya hendak mengu%apkan terima kasih kepada

dr. 'ris selaku pembimbing dalam pembuatan makalah kunjungan rumah ini. (aya menyadari makalah ini jauh dari sempurna) oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pemba%a sehingga akan ter%ipta makalah yang lebih baik lagi di *aktu akan datang.

+akarta) !ebruari ,-./

Penyusun

&ENDA/U*UAN

*ata( Bela0ang Tuberkulosis 0TB1 adalah suatu penyakit yang bersi2at menahun) disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosa. (ebahagian besar penyakit ini menyerang paru-paru. &i ndonesia) penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini men%apai angka ,3- juta kasus baru diantaranya ./-.--- menyebabkan kematian. Bahkan ndonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TB. .), Etiologi Bakteri Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang4basil dan bersi2at tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Basil Tahan 'sam 0BT'1. +enis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh 5obert Ko%h pada tanggal ,/ Maret .66,. TB disebut juga Ko%h Pulmonum 0KP1. T(ansmisi Pola transmisinya dipengaruhi lingkungan hidup yang sangat padat dan pemukiman di

*ilayah perkotaan biasanya lebih mempermudah proses penularan. Proses terjadinya in2eksi oleh M.tuberkulosis biasanya se%ara inhalasi )sehingga TB paru merupakan mani2estasi klinis paling sering dibandingkan dengan organ lainnya. Penularan sebahagian besar oleh inhalasi basil yang mengandungi droplet nuklei. &roplet yang mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama .-, jam tergantung ada tidaknya sinar ultra#iolet) kelembapan)#entilasi yang baik. 5isiko penularan setiap tahun diukur dari angka Annual Risk of Tuberculosis Infection 0'5T 1. "ntuk angka '5T yang besarnya . 7 bererti untuk setiap tahunnya diantara .-- penduduk) .- orang akan terin2eksi. &ari penduduk yang terin2eksi tersebut .-7 akan menjadi penderita TB. 8 &ato1isiologi Pada TB kulit atau jaringan lunak penularan terjadi melalui inokulasi lansung. Bakteri ini juga dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terin2eksinya organ tubuh yang lain seperti otak) ginjal) saluran %erna) tulang) kelenjar getah bening n2eksi yang disebabkan oleh M.bo#is disebabkan susu yang kurang disterilkan atau terkontaminasi. .-3

Tempat implantasi yang paling sering adalah pada permukaan al#eolar dari parenkim paru pada bahagian ba*ah lobus ba*ah. Penyakit dapat menyebar ke sistem peredaran darah dan saluran lim2e. &aya penularan ditentukan banyakknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Masuknya Mycobacterium tuberculosis ke dalam organ paru menyebabkan in2eksi pada paru-paru) terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat 0globular1. &engan reaksi imunologis) sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TB ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. 'kibatnya bakteri TB tersebut akan berdiam4istirahat 0dormant1 seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan 9-ray atau 2oto rontgen. (eseorang dengan kondisi daya tahan tubuh 0imun1 yang baik) bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memiliki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang) bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. (ehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru) 5uang inilah yang menjadi sumber produksi sputum 0riak4dahak1. Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati Mycobacterium tuberculosis disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positi2 terin2eksi TB. /-: .e2ala Klinis Keluhan dapat berma%am-ma%am dan bisa juga tanpa keluhan. Keluhan yang terbanyak termasuklah demam) biasanya sub2ebril menyerupai demam in2luen;a. Tetapi kadang-kadang panas badan dapat men%apai /--/.<. (erangan pertama dapat sembuh sebentar kemudian timbul kembali. =ejala batuk4batuk berdarah juga banyak ditemukan .Batuk terjadi kerana adanya iritasi pada bronkus. (i2at batuk dimulai dari batuk kering dan setelah timbul peradangan menjadi produkti2 dan batuk berdarah apabila sudah ada pembuluh darah yang pe%ah. (esak na2as ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut yang in2iltrasinya sudah meliputi setengah bahagian dari paru-paru. Nyeri dada timbul bila ada pleuritis. =ejala malaise yang ditemukan sering berupa anoreksia) berat badan menurun) sakit kepala) meriang) nyeri otot) keringat malam dan sebagainya. TB paru lebih %epat mengganas pada bayi dan anak ke%il kerana mereka tidak dapat mengeluarkan dahak. Berkembangnya penyakit TB di ndonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi) belum optimalnya 2asilitas pelayanan kesehatan masyarakat) meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari in2eksi > ?. 8)3 &enanganan a. Promoti2

i.

Penyuluhan kepada masyarakat apa itu TB<

ii.

Pemberitahuan baik melalui spanduk4iklan tentang bahaya TB<) %ara penularan) %ara pen%egahan) 2aktor resiko

iii.
b.

Mensosialisasiklan imunisasi B<= di masyarakat.

Pre#enti2

i. ii. iii. i#.

?aksinasi B<= Menggunakan isonia;id 0 N>1 Membersihkan lingkungan dari tempat yang kotor dan lembab. Bila ada gejala-gejala TB< segera ke Puskesmas45() agar dapat diketahui se%ara dini.

%.

Kurati2 Pengobatan Penyakit TB<.

(trategi &@T( terdiri dari 3 komponen) yaitu A3 i.

'danya komitmen politis dari pemerintah untuk bersungguh-sungguh menanggulangi TB<.

ii. iii.

&iagnosis penyakit TB< melalui pemeriksaan dahak se%ara mikroskopis Pengobatan TB< dengan paduan obat anti-TB< jangka pendek) dia*asi se%ara langsung oleh PM@ 0Penga*as Menelan @bat1

iv. v.

Tersedianya paduan obat anti-TB< jangka pendek se%ara konsisten. Pen%atatan dan pelaporan mengenai penderita TB< sesuai standar.

Kom3li0asi Komplikasi Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi sepertiA pleuritis) e2usi pleura) empiema) laringitis)TB usus. Menurut &ep.Kes 0,--81 komplikasi yang sering terjadi pada penderita TB Paru stadium lanjutA .1 >emoptisis berat 0perdarahan dari saluran na2as ba*ah1 yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipo#olemik atau tersumbatnya jalan na2as. ,1 Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial. 81 Bronkie%tasis dan 2ribosis pada Paru. /1 Pneumotorak spontanA kolaps spontan karena kerusakan jaringan Paru. 31 Penyebaran in2eksi ke organ lain seperti otak) tulang) persendian) ginjal dan sebagainya. B1 nsu2isiensi Kardio Pulmoner. B):

&(ognosis Pasien yang tidak diobati) setelah 3 tahun) akanA

3-7 meninggal ,37 akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang tinggi ,37 menjadi kasus kronis yang tetap menular

/u'ungan anta(a &e2amu4 &en5e'a' dan *ing0ungan &alam Epidemiologi pengertian penyebab timbulnya penyakit adalah suatu proses interaksi antaraA Pejamu (host), Penyebab (agent), dan Lingkungan (environment). (egitiga epidemiologi 0+ohn =ordon1 menggambarkan relasi tiga komponen penyebab penyakit seperti penjamu) agent dan lingkungan.6 'gent 0'1A

o +umlahnya bila hidup. o Konsentrasinya bila tidak hidup. o n2ekti#itas4patogenisitas4#irulensi4antigenisitas bila hidup. Patogenicity) kemampuan bibit penyakit untuk menimbulkan reaksi pada host sehingga timbul penyakit 0diseases stimulus1.

Virulensi) ukuran keganasan atau derajat kerusakan yang ditimbulkan oleh bibit penyakit.

Antigenicity) kemampuan bibit penyakit merangsang timbulnya mekanisme pertahanan tubuh 0antigen1 pada host.

Infectivity) kemampuan bibit penyakit mengadakan in#asi dan menyesuaikan diri) bertempat tinggal dan berkembang biak dalam host

o Toksisitas4reakti#itas bila tidak hidup


>ost 0>1A

o &erajat kepekaan. o munitas terhadap 0'1 hidup) toleransi terhadap 0'1 mati.

o (tatus gi;i) pengetahuan) pendidikan) perilaku) kebiasaan) adat istiadat dst.


Lingkungan 0L1A

o Kualitas dan kuantitas kompartemen lingkungan yg berperan thd terjadinya transmisi 0'1 ke 0>1. o 'spek 2isik) biologis) sosial) dan ekonomi.

egi tiga !"i#emiologi $ohn %or#on


Menurut >endrik L. Blum) menggambarkannya sebagai hubungan antara / 2aktor yaitu keturunan) lingkungan) perilaku dan pelayanan kesehatan.

Menurut &r. ndan Entjang lingkungan terdiri dariA

o Lingkungan biologikA bakteri) #irus) jamur) nyamuk) kutu) lalat) hama) tumbuhan) he*an. o Lingkungan 2isikA udara) sinar matahari) tanah) air) sampah) iklim. o Lingkungan ekonomiA pekerjaan) pendapatan dan kemiskinan. o Lingkungan sosialA tingkah laku) kepandaian) adat istiadat) kepadatan) isolasi.
Pendekatan ekologis peme%ahan masalah kesehatan lingkungan melalui penga*asan lingkungan) ada 3 prinsip yaituA

.1 solasi ,1 (ubstitusi4mengganti 81 hiel#ing4melindungi /1 Treatment4mengobati

Ba' II /asil Kun2ungan Rumah

&us0esmas

: Ke6amatan .(ogol &etam'u(an

Data (i7a5at 0elua(ga :

I)

Identitas 3asien : A Tn. + A /6 tahun A Laki-Laki A Buruh A (M'

Nama "mur +enis kelamin Pekerjaan Pendidikan

Alamat

: 8l) Wi2a5a Sa0ti Utama 1 R7 1" Rt "9 Ke6amatan .(ogol &etam'u(an4 Kelu(ahan Wi2a5a Kusuma4 8a0a(ta Ba(at

II)

Ri7a5at 'iologis 0elua(ga : a. Keadaan kesehatan sekarang b. Kebersihan perorangan %. Penyakit yang sering diderita d. Penyakit keturunan e. Penyakit kronis4 menular 2. Ke%a%atan anggota keluarga g. Pola makan h. Pola istirahat i. +umlah anggota keluarga A (edang A (edang A Batuk) &emam A Tidak ada A Tidak ada A Tidak ada A (edang A (edang A / orang

III)

&si0ologis 0elua(ga a. Kebiasaan buruk b. Pengambilan keputusan %. Ketergantungan obat d. Tempat men%ari pelayanan kesehatan e. Pola rekreasi A Tidak ada A (uami A Tidak ada A Puskesmas A Kurang

IV)

Keadaan (umah: ling0ungan a. +enis bangunan b. Lantai rumah %. Luas rumah d. Penerangan e. Kebersihan 2. ?entilasi g. &apur h. +amban keluarga i. (umber air minum A (emi Permanen A "bin batu A B C : m, A Kurang A Kurang A Kurang A Tidak 'da A 'da A P'M

j. l.

(umber pen%emaran air (istem pembuangan air limbah

A tidak ada A Tidak ada A 'da A 'da A Kurang A <ukup A <ukup A 5endah A Baik A (edang A (edang A Kurang

k. Peman2aatan pekarangan m. Tempat pembuangan sampah n. (anitasi lingkungan V) S3i(itual 0elua(ga a. Ketaatan beribadah b. Keyakinan tentang kesehatan VI) Keadaan sosial 0elua(ga a. Tingkat pendidikan b. >ubungan antar anggota keluarga %. >ubungan dengan orang lain d. Kegiatan organisasi sosial e. Keadaan ekonomi

VII)

Kultu(al 0elua(ga a. 'dat yang berpengaruh b. Lain-lain A Beta*i A Tidak ada

7 VIII) Anggota 0elua(ga :

Keterangan .. 'yah @s ,. bu @s 8. (audara @s /. (audara @s 3. @s B. stri @( A Tidak mempunyai ri*ayat TB< A Laki-laki) tidak mempunyai ri*ayat TB< A Laki-laki) tidak mempunyai ri*ayat TB< :. 'nak @s 6. 'nak @s A tidak mempunyai ri*ayat TB< A tidak mempunyai ri*ayat TB< A Laki-laki) tidak mempunyai ri*ayat TB< A Perempuan) tidak mempunyai ri*ayat TB<

I;)

Keluhan utama : Batuk berdahak selama 8 minggu

;)

Keluhan tam'ahan : Berat badan menurun) lemas)tidak na2su makan

;I)

Ri7a5at 3en5a0it se0a(ang : Pasien datang berobat ke Puskesmas Ke%amatan Pedes dengan keluhan batuk berdahak selama 8 minggu. Pasien mengaku berat badan dirasakan semakin menurun *alaupun na2su makan os tetap seperti biasa. Pasien mengatakan ada kebiasaan merokok. 5i*ayat TB pada anggota keluarga lain disangkal os. 5i*ayat alergi tidak ada.

;II)

Ri7a5at 3en5a0it dahulu : Tidak ada

;III)

&eme(i0saan 1isi0 : Berat Badan Tinggi Badan Tanda<tanda =ital A 3, kg A .3B %m

Tekanan darah !rekuensi nadi !rekuensi napas (uhu &eme(i0saan umum Kepala Mata

A ..-4:- mm>g A 6- C4menit A ,- C4menit A a2ebris

A Normose2ali A Konjungti#a anemis 0-1) (klera ikterik 0-1

>idung Telinga Leher

A (eptum de#iasi 0-1 A Tidak tampak kelainan dari luar A Tidak tampak pembesaran K=B regional) kelenjar tiroid tidak tampak membesar.

Paru

A (uara napas #esikuler) 5honki 0-1) $hee;ing 0-1

+antung

A Bunyi jantung dan =allop 0-1) Murmur 0-1

reguler)

'bdomen

A Tampak datar) teraba supel) Bising usus 0D1 N) Nyeri tekan 0-1

Ekstremitas

A Bentuk normal) #arises 0D1 pada tungkai ba*ah kanan) Edema 0-1

&eme(i0saan 3enun2ang Sputum BT' A 0D1

;IV)

Diagnosis 3en5a0it Sistemi0 8i7a : Tuberkulosis paru : Tidak ada

9?. ;VI)

Diagnosis 0elua(ga: tidak ada An2u(an 3enatala0sanaan 3en5a0it a. Promoti2 A pengobatan TB< di Puskesmas gratis.

b. Pre#enti2

menjalankan

pola

atau

gaya

hidup

yang

sehat

dengan

mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna) menghindari rokok) berolahraga) menghindari stres. %. Kurati2 A terapi medikamentosa @bat 'nti Tuber%ulosis 0@'T1 A .. !ase a*al A , bulan setiap hari a. 5i2ampi%in 8 C ,-- mg b. N> 8 C .-- mg %. Pyra;inamid 8 C 3-- mg d. Ethambutol 8 C 8-- mg ,. !ase lanjutan A / bulan setiap 8 kali4minggu a. 5i2ampi%in 8 C ,-- mg b. N> 8 C ,-- mg

d. 5ehabilitati2A >indari kontak dengan penderita TB< ;VII) &(ognosis Penyakit Keluarga Masyarakat ;VII) Resume Tn. + berusia /6 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 8 minggu disertai lemas dan berat badan yang dirasakan semakin berkurang. Pasien mengaku baru kali ini mempunyai keluhan seperti ini. Pasien mengatakan adanya kebiasaan merokok. 5i*ayat alergi disangkal os. Pemeriksaan !isik A Tidak ditemukan kelainan &iagnosis A (istemik +i*a A Tuberkulosis paru A Tidak ada A &ubia ad bonam A &ubia A &ubia

Lampiran A Tabel .. &ata Keluarga

Nama

>ub dg "mur KK 0th1 /6 /, .8 .-

Pendidikan

Pekerjaan

'gama

Kead. Kes.

Kead. =i;i Baik Baik Baik Baik

munisasi

KB

Ket

Tn. + Ny. & 'n. K 'n. 5

KK stri 'nak 'nak

(M' (M' (MP (&

Buruh 5T -

slam slam slam slam

(edang Baik Baik Baik

-ollo7 U3 1# 8anua(i !"1$ (A @A Batuk 0D1 berdahak 8 minggu) lemas) na2su makan berkurang) penurunan berat badan <ompos mentis T&A ..-4:N A :B C 'A TB Paru Tampak sakit sedang ( A 8B)8 o< rrA .6 C

PA

5i2ampi%in 8 C ,-- mg N> 8 C .-- mg Pyra;inamid 8 C 3-- mg Ethambutol 8 C 8-- mg

-ollo7 U3 !" 8anua(i !"1$ (A @A Batuk 0D1. lemas) na2su makan berkurang <ompos mentis T&A E-43N A :, C 'A PA TB Paru 5i2ampi%in 8 C ,-- mg N> 8 C .-- mg Pyra;inamid 8 C 3-- mg Ethambutol 8 C 8-- mg Tampak sakit sedang ( A 8B)8 o< rrA ,, C

-ollo7 U3 !1 8anua(i !"1$ (A @A Batuk 0D1. lemas) na2su makan berkurang <ompos mentis T&A ..-46N A 6- C 'A PA TB Paru 5i2ampi%in 8 C ,-- mg N> 8 C .-- mg Pyra;inamid 8 C 3-- mg Ethambutol 8 C 8-- mg -ollo7 U3 >" 8anua(i !"1$ (A @A Batuk 0D1 mulai berkurang) na2su makan mulai ada <ompos mentis T&A .,-46Tampak sakit sedang ( A 8B)3 o< Tampak sakit sedang ( A 8B)8 o< rrA ,- C

N A 6/ C 'A PA TB Paru

rrA ,, C

5i2ampi%in 8 C ,-- mg N> 8 C .-- mg Pyra;inamid 8 C 3-- mg Ethambutol 8 C 8-- mg

Ba' III Analisa Kasus

&ari hasil pemeriksaan saat kunjungan rumah 3ada tanggal 1#4 !"4 !1 dan >" 8anua(i !"1$ ) didapatkan bah*a pasien menderita tuberkulosis paru. Pasien Pria berusia /6 tahun. Pasien merupakan seorang Kepala keluarga yang mempunyai seorang istri dan dua orang anak. 5umah tinggal pasien merupakan rumah yang kurang sehat karena tidak mempunyai #entilasi yang %ukup. Penerangan kurang dengan karena kurangnya jendela. (anitasi di sekitar lingkungan

kurang dan tempat pembuangan sampah yang khas tidak ada. 5umah pasien mempunyai lantai yang diperbuat dari semen dan tanah. Pasien dan keluarganya menggunakan air sumur sebagai sumber air minum dan keperluan lainnya. Pada tempat penampungan air tidak ditemukan jentik. Terdapat sistem pembuangan air limbah di belakang rumah pasien. Pekarangan rumah tidak diman2aatkan dan terdapat sumber pen%emaran air di belakang rumah pasien berupa tempat pembuangan sampah. Pola makan pasien dan keluarga %ukup ber#ariasi. Menu nasi) sayur paling sering menjadi menu makanan. Pasien kadang- kadang mengikuti kegiatan sosial di lingkungannya seperti membersihkan lingkungan dari sampah. &itinjau dari aspek spiritual) pasien dan keluarga merupakan pengikut agama slam yang %ukup taat ibadah. Keluarga pasien termasuk keluarga sehat Kondisi kesehatan pasien sedikit terganggu karena batuk yang dihidapinya. Kondisi rumahnya merupakan 2a%tor resiko terjadinya in2eksi TB pada dirinya dan ini bisa menular kepada anggota keluarga yang lain jika tindakan pen%egahan tidak dilakukan seperti memperbaiki #entilasi rumahnya. Pasien juga seharusnya melakukan perlindungan terhadap anaknya supaya tidak ditularkan TB dari dirinya.

Da1ta( &usta0a

.. &inas kesehatan propinsi &K +akarta. (tandar Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis #olume 3 edisi .. Tahun ,--:. ,. Kan*il &epkes Propinsi &K +akarta. Pelatihan Program Pemberantasan Penyakit tahun .EE.-.EE, hal =-,6. Tuberkulosis Tingkat Puskesmas- Modul .. Tahun .EEE 4 ,--,. 8. &epkes 5 . Pedoman kerja puskesmas jilid /. &epartemen Kesehatan 5 . ,--6 . Modul ? Pengobatan Pasien TB di "PK. Pelatihan Penanggulangan TB Bagi Pengelola Program TB.

3. &epartemen Kesehatan 5 . ,--6 . Modul ? Pemantauan dan E#aluasi Penerapan (trategi &@T( di "PK. Penanggulangan TB Bagi Pengelola Program TB. B. $.(udoyo ') (etiyohadi B) 'l*i ) (imadibrata K.M dan (etiati () Buku 'jar lmu Penyakit &alam 0Tuberkulosis paru1. Pusat Penerbitan P& !akultas Kedokteran "ni#ersitas ndonesiaF ,--:F Edisi ?0+ilid 1.h.0E66-EE81 :. Mansjoer ')Triyanti K)(a#itri () ka $ardhani $)(etio*ulan $.Tuberkulosis paru.Kapita (elekta Kedokteran.ed 8.+akartaF,--6.h./:,-/: 8. Kesehatan Lingkungan. &iunduh dari httpA44***.s%ribd.%om4do%4) ,3 No#ember ,-.8

*am3i(an -oto

=ambar .. Kamar mandi

=ambar ,. &apur

=ambar 8. 'tap rumah