Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

APPENDICITIS AKUT

Oleh : Ni Luh Putu Paramitha Italiawati, S.Ked Pembimbing : Dr. A"raar #S Kuddah, S$.%, &.Si, &ED S&' IL&U PEN(AKIT %EDA# RSUD Dr. &O# SALE# PRO%OLIN))O 'AKULTAS KEDOKTERAN U*K SURA%A(A +0,087000 !

LE&%AR PEN)ESA#AN

LAPORAN KASUS SMF Ilmu Penyakit Bedah

Judul : APPENDICITIS AKUT

Telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : . : .

Mengetahui !"sen Pembimbing

!r. #braar HS $uddah Sp.B M.Si M%!

KATA PEN)ANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan &ang Maha %sa atas rahmat dan karunia'nya sehingga kami bisa menyelesaikan tugas (#P)*#+ $#S,S yang berjudul -#PP%!I.ITIS #$,T/ ini. Tugas ini merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas kepranitraan klinik SMF Ilmu Penyakit Bedah di *S,! !r. M"h. Saleh $"ta Pr"b"lingg". $ami mengu0apkan banyak terimakasih kepada pembimbing kami !r. #braar HS $uddah Sp.B M.Si M%! yang telah meluangkan 1aktunya untuk memberikan bimbingan dan masukanyang sangat berman2aat kepada kami dalam kepaniteraan klinik ini. $ami juga mengu0apkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga tersusunya tugas lap"ran kasus ini serta teman'teman d"kter muda. #khir kata kami menyadari bah1a tugas lap"ran ini masih jauh dari sempurna. !an kami membuka diri atas kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas lap"ran kasus ini. Sem"ga tugas lap"ran kasus ini dapat berguna untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Terima kasih.

Pr"b"lingg" Mei 3456

Penulis

DA'TAR ISI

(%MB#* P%+7%S#H#+ i $#T# P%+7#+T#* ii !#FT#* ISI .. i B#B I (#P)*#+ $#S,S.. 5 I. II. III. I8. 8. 8I. Identitas pasien ..5 anamnesa .5 pemeriksaan 2isik .3 assesment .9 planning ...: hasil pemeriksaan penunjang ..:

B#B II P%MB#H#S#+ ...... .; B#B III TI+J#,#+ P,ST#$# 6.5 Pengertian .54 6.3 Insiden dan %pidemi"l"gi..54 6.6 #nat"mi Fisi"l"gi dan Hist"l"gi 55 6.< %ti"l"gi dan pat"genesis ...5< 6.9 7ambaran klinis 5: 6.: !iagn"sis5; 6.= !iagn"sis banding 3: 6.; Penatalaksanaan 3; 6.> $"mplikasi 65
4

6.54 Pr"gn"sis ..63 B#B I8 $%SIMP,(#+ .. .66 !#FT#* P,ST#$# ..6<

LE&%AR PEN)ESA#AN

LAPORAN KASUS SMF Ilmu Penyakit Bedah

Judul : APPENDICITIS AKUT

Telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : . : .

Mengetahui !"sen Pembimbing

!r. #braar HS $uddah Sp.B M.Si M%!

KATA PEN)ANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan &ang Maha %sa atas rahmat dan karunia'nya sehingga kami bisa menyelesaikan tugas (#P)*#+ $#S,S yang berjudul -#PP%!I.ITIS #$,T/ ini. Tugas ini merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas kepranitraan klinik SMF Ilmu Penyakit Bedah di *S,! !r. M"h. Saleh $"ta Pr"b"lingg". $ami mengu0apkan banyak terimakasih kepada pembimbing kami !r. #braar HS $uddah Sp.B M.Si M%! yang telah meluangkan 1aktunya untuk memberikan bimbingan dan masukanyang sangat berman2aat kepada kami dalam kepaniteraan klinik ini. $ami juga mengu0apkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga tersusunya tugas lap"ran kasus ini serta teman'teman d"kter muda. #khir kata kami menyadari bah1a tugas lap"ran ini masih jauh dari sempurna. !an kami membuka diri atas kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas lap"ran kasus ini. Sem"ga tugas lap"ran kasus ini dapat berguna untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Terima kasih.

Pr"b"lingg" Mei 3456

Penulis

DA'TAR ISI

(%MB#* P%+7%S#H#+ i $#T# P%+7#+T#* ii !#FT#* ISI .. i B#B I (#P)*#+ $#S,S.. 5 I. II. III. I8. 8. 8I. Identitas pasien ..5 anamnesa .5 pemeriksaan 2isik .3 assesment .9 planning ...: hasil pemeriksaan penunjang ..:

B#B II P%MB#H#S#+ ...... .; B#B III TI+J#,#+ P,ST#$# 6.5 Pengertian .54 6.3 Insiden dan %pidemi"l"gi..54 6.6 #nat"mi Fisi"l"gi dan Hist"l"gi 55 6.< %ti"l"gi dan pat"genesis ...5< 6.9 7ambaran klinis 5: 6.: !iagn"sis5; 6.= !iagn"sis banding 3: 6.; Penatalaksanaan 3; 6.> $"mplikasi 65
8

6.54 Pr"gn"sis ..63 B#B I8 $%SIMP,(#+ .. .66 !#FT#* P,ST#$# ..6<

B#B I (#P)*#+ $#S,S

I.

I!%+TIT#S P#SI%+ +ama Jenis kelamin ,mur #lamat Pekerjaan #gama Suku bangsa : Tn. !udy : (aki'laki : 6; tahun : !usun Tri1ung ("r : Petani : Islam : Madura

Tanggal masuk *S : = !esember 3456 II. #+#M+%S#

$eluhan ,tama : nyeri perut kanan ba1ah *PS : Pasien mengeluh nyeri perut mulai 6 hari yang lalu. +yeri terutama pada perut bagian kanan ba1ah. #1alnya nyeri pada ulu hati lalu sekarang pada perut bagian kanan ba1ah. Muntah ?@A air. Mual ?@A. Pasien mengatakan kalau jalan sampai membungkuk karena sakit perutnya. Panas ?@A. Tidak B#B selama 3 hari. Tidak bisa kentut sejak 3 hari yang lalu. +a2su makan berkurang sejak 6 hari yang lalu. Pasien mengatakan sempat pijat perut 5 hari yang lalu *P! :
10

Pasien mengatakan sebelumnya tidak pernah sakit perut seperti ini. *i1ayat hipertensi ?'A *i1ayat asma ?'A *i1ayat diabetes ?'A *i1ayat alergi ?'A *P$ : Tidak ada keluarga yang sakit seperti ini. *i1ayat Peng"batan Pasien tidak ber"bat ke puskesmas ataupun ke d"kter baru ini saja ke I7!.

#namnesis Sistem : 5. $epala : tidak ada keluhan a. Mata b. Telinga 0. Hidung d. Mulut : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan

3. (eher : tidak ada keluhan 6. Th"raB : tidak ada keluhan a. Pulm" b. Jantung <. #bd"men : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : nyeri bagian kanan ba1ah terasa kembung

11

9. #n"genital :. ,r"genital =. %ktremitas

: tidak ada keluhan : tidak ada keluhan : tidak ada keluhan

III.

P%M%*I$S##+ FISI$ $eadaan umum : .ukup $esadaran : 0"mp"s mentis 8ital sign Tekanan darah : 534C;4 mmHg +adi: ;;BCmenit *espirati"n rate : 35BCmenit Temperature : 6: ;4.

Status 7eneralis 5. Pemeriksaan $epala a. Bentuk kepala : Simetris b. *ambut : Darna hitam lurus 0. +yeri tekan : +yeri tekan ?'A

12

3. Pemeriksaan Mata a. Palpebra : %dema ' C ' Pt"sis ' C ' b. $"njungtiEa : #nemis ' C ' 0. S0lera : ikterik ' C ' d. Pupil : re2lek 0ahaya @ C @ pupil kanan dan kiri is"k"r 6. Pemeriksaan telinga : pendengaran baik. Tinnitus ' C ' "t"re ' C ' de2"rmitas ' C ' nyeri tekan ' C ' darah ' C ' <. Pemeriksaan hidung : pen0iuman baik na2as 0uping hidung ?'A de2"rmitas ' C ' rin"re ' C ' darah ' C ' 9. Pemeriksaan mulut dan 2aring : bibir sian"sis ?'A tepi hiperemis ?'A bibir kering ?'A lidah k"t"r ?'A trem"r ?'A hiperemis ?'A t"nsil tidak membesar. :. Pemeriksaan leher : deEiasi trakea ?'A kelenjar tir"id : tidak membesar kelenjar limp"n"di : tidak membesar nyeri tekan ?'A J8P : tidak meningkat massa : tidak ada =. Pemeriksaan th"raB a. Paru'paru i. Inspeksi : bentuk n"rmal simetris retraksi ?'A ketinggalan gerak ?'A de2"rmitas ?'A jejas ?'A perna2asan th"ra0"abd"minal ii. iii. massa ?'A Perkusi : s"n"r di semua lapangan paru Palpasi : E"0al 2remitus kanan F kiri ketinggalan gerak ?'A nyeri tekan ?'A krepitasi ?'A iE. #uskultasi : suara na2as Eesikuler suara kanan F suara kiri r"nkhi basah ?'A r"nkhi kering ?'A 1heeGing ?'A b. Jantung

13

i. ii. iii.

Inspeksi : i0tus 0"rdis Palpasi : I0tus 0"rdis tak kuat angkat Perkusi : Batas kiri atas I.S II (PS sinistra Batas kanan atas I.S II (PS dekstra Batas kiri ba1ah I.S 8 (M. sinistra Batas kanan ba1ah I.S I8 (PS dekstra

iE.

#uskultasi : S5 H S3 reguler bising jantung ?'A

;. Pemeriksaan abd"men : status l"kalis >. Pemeriksaan an"rektal : tidak dilakukan 54. Pemeriksaan ekstermitas : Superi"r : %dema ?'C'A In2eri"r : %dema ?'C'A Status l"kalis STATUS LOKALIS A%DO&EN I Inspeksi: distensi?'A massa?'A sikatrik?'A. I #uskultasi: peristaltik usus ?'A. I Palpasi: Supel?@A nyeri tekan dititik M0 Burney?@A nyeri lepas tekan?@A de2ans muskuler l"kal di daerah M0 Burney?@A hepar dan lien tidak teraba. I Perkusi: hipertimpani ?@A Pemeriksaan khusus intraperit"neal: I *eb"und tenderness ?@A I *"Esing sign ?@A I Blumberg sign ?'A I Ps"as sign ?@A I )bturat"r test ?'A Hasil ,S7
14

'

Per2"rasi appendiB

I8.

#SS%SM%+T Multiple 7"ut #rthritis

8.

P(#++I+7

8I.

P%M%*I$S##+ P%+,+J#+7 !#*#H (%+7$#P Haem"gl"bin (euk"sit !i22.0"unt P.8 ?hemat"kritA Tr"mb"sit 7ula darah a0ak B,+ 55 5 gCdl 5<.364C0mm 9C'C;C:<C5;C9 69J 9>3.444C0mm >6 mgCdl 54 3 mgCdl (: 56'5; P : 53'5: gCdl <.444'55.444 C0mm 4'3C4'5C5'6C<9'=4C69'94C4'3J (: <4'9< P: 69'<=J 594.444'<94.444C0mm K5<4 mgCdl 54'34 mgCdl
15

.reatinine ,ri0 a0id

5 3 mgCdl 54 9 mgCdl

4 9'5 = mgCdl 6'= mgCdl

PRO)NOSIS !ubia at b"nam

B#B II P%MB#H#S#+ !ari anamnesa didapatkan pasien mengeluh nyeri perut mulai 6 hari yang lalu. +yeri terutama pada perut bagian kanan ba1ah. Muntah ?@A air. Mual ?@A. Pasien mengatakan kalau jalan sampai membungkuk karena sakit perutnya. Panas ?@A. Tidak B#B selama 3 hari. Tidak bisa kentut sejak 3 hari yang lalu. Pasien mengatakan sempat pijat perut 5 hari yang lalu. !iagn"sis apendi0itis akut ditegakkan melalui anamnesa pemeriksaan 2isik dan pemeriksaan penunjang. !ari anamnesa didapatkan pasien mengeluh sakit perut selama 6 hari pada perut bagian kanan ba1ah ini berhubungan dengan letak anat"mis dari apendiks. #1al sakit perut pada daerah epigastrium lalu menjalar ke perut bagian kanan me.u./u00a. ta.da ra.12a.1a. $erit3.eum l30al di titi0 &4.%ur.e5. #n"reksia mual dan muntah yang timbul selang beberapa jam dan merupakan kelanjutan dari rasa sakit yang timbul permulaan. Jalan yang sampai membungkuk merupakan tanda nyeri rangsanga perit"neum tidak langsung dapat juga berupa sakit saat batuk mengejan bergerak dan na2as dalam. Pada pemeriksaan 2isik keadaan umum pasien lemah dan menahan rasa sakit kesadaran k"mp"s mentis tekanan darah 534C;4 mmHg nadi ;;BCmenit ** 35BCmenit dan suhu 6; : ".. Suhu yang meningkat menunjukkan adanya tanda'tanda in2eksi sekunder. Pada palpasi ditemukan nyeri tekan nyeri lepas dan de2ans muskuler yang menunjukkan tanda rangsangan perit"neum l"0al di titik M0. Burney. !itemukan +yeri kanan ba1ah pada tekanan kiri (Rovsing), nyeri kanan ba1ah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan (Blumberg), dan didapatkan nyeri pada
16

perut bagian kanan ba1ah saat dilakukan pemeriksaan eleEasi tungkai ?Ps"as signA. Pada auskultasi didapatkan bising usus?'A ini menandakan adanya ileus paralitik ataupun perit"nitis akibat appendi0itis per2"rata. Perkusi abd"men hipertimpani menunjukkan adanya udara bebas dalam 0aEum abd"men. Pada pemeriksaan lab"rat"rium didapatkan leuk"sit"sis yang merupakan tanda dari adanya in2eksi. !ilakukan pemeriksaan 2aal ginjal untuk membedakan kelainan pada ginjal dan saluran kemih. penatalaksanaan pasien dengan apendisitis beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain: 5A Penatalaksanaan sebelum "perasi 3A )perasi apendekt"mi 6A Penatalaksanaan pas0a"perasi <A Penatalaksanaan ga1at darurat n"n'"perasi. Pada pasien ini penatalaksanaan sebelum "perasi adalah pemberian antibi"ti0 0e2triaB"n untuk men0egah terjadinya in2eksi pada perut maupan luka p"st"perasi pada perut. #ntibi"tik yang digunakan merupakan antibi"tik gram negatiEe spektrum luas dan anaer"bik. Bagaimanapun se0ara umum apendisitis tidak dapat di"bati hanya dengan pemberian antibi"tik saja tetapi memerlukan "perasi. "perasi apendikt"mi dilakukan pada tanggal 54 mei 3456 dimana saat di"perasi didapatkan sudah terjadi per2"rasi yang ditandai dengan adanya pus. Penatalaksanaan pas0a "perasi pada pasien ini adalah pasien dira1at diruang I., dengan diagn"se p"st lapar"t"my apendisitis per2"rasi dan dilakukan "bserEasi tanda'tanda Eital untuk menghindari sy"k hip"termi dan gangguan perna2asan. Pr"gn"sis pasien dengan appendi0itis akut biasanya baik jika ditangani dengan segera dan tidak sampai menimbulkan per2"rasi atau perit"nitis.

17

B#B III TI+J#,#+ P,ST#$# ,. DE'INISI )OUT ARTRITIS 7"ut adalah penyakit yang disebabkan penimbunan kristal m"n"s"dium urat m"n"hidrat di jaringan akibat adanya supersaturasi asam urat. 7"ut ditandai dengan peningkatan kadar urat dalam serum serangan artritis g"ut akut terbentuknya t"2us ne2r"pati g"ut dan batu asam urat. T"2us adalah n"dul berbentuk padat yang terdiri dari dep"sit kristal asam urat yang keras tidak nyeri dan terdapat pada sendi atau jaringan. T"2us merupakan k"mplikasi kr"nis dari hiperurisemia akibat kemampuan eliminasi urat tidak se0epat pr"duksinya. T"2us dapat mun0ul di banyak tempat diantaranya kartilag" membrana sin"Eial tend"n jaringan lunak dan lain'lain. +. INSIDENSI DAN EPIDE&IOLO)I #rthritis g"ut lebih sering terjadi pada laki'laki dibandingkan perempuan pun0aknya pada dekade ke'9. !i Ind"nesia arthritis g"ut terjadi pada usia yang lebih muda sekitar 63J pada pria berusia kurang dari 6< tahun. Pada 1anita kadar asam urat umumnya rendah dan meningkat setelah usia men"pause. PreEalensi arthritis g"ut di Bandungan Ja1a Tengah preEalensi pada kel"mp"k usia 59'<9 tahun sebesar 4 ;JL meliputi pria 5 =J dan 1anita 4 49J. !i Minahasa ?3446A pr"p"rsi kejadian arthritis g"ut sebesar 3> 3J dan pada etnik tertentu di ,jung Pandang sekitar 94J penderita rata'rata telah menderita g"ut : 9 tahun atau lebih setelah keadaan menjadi lebih parah.
18

-. ETIOLO)I Penyebab hiperurisemia dan g"ut dapat dibedakan dengan hiperurisemia primer sekunder. Hiperurisemia dan g"ut primer adalah hiperurisemia dan g"ut tanpa disebabkan penyakit atau penyebab lain. Hiperurisemia primer terdiri dari kelainan m"lekuler yang masih belum jelas dan hiperurisemia karena adanya kelainan enGim spesi2ik. Hiperurisemia kelainan m"lekular yang belum jelas terbanyak didapatkan yaitu >>J terdiri dari hiperurisemia karena undereB0reti"n ?;4 M >4JA dan "Eerpr"du0ti"n ?54'34JA. ,ndereB0reti"n kemungkinan disebabkan karena 2akt"r genetik dan menyebabkan gangguan primer karena kelainan enGim spesi2ik diperkirakan hanya 5J aktiEitas dari enGim ph"rib"sylpyr"'h"sphatase ?P*PPA synthetas. Hiperurisemia dan g"ut sekunder adalah hiperurisemia atau g"ut yang disebabkan "leh penyakit lain atau penyebab lain seperti penyakit gly0"gen st"rage disease tipe I menyebabkan hiperurisemia yang bersi2at aut"mal resesi2 gly0"gen st"rage disease tipe III 8 8I akan terjadi hiperurisemia mi"genik. Hiperurisemia sekunder tipe "Eerpr"du0ti"n disebabkan penyakit akut yang berat seperti pada in2ark mi"kard status epileptikus. . PATO'ISIOLO)I Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan "leh pembentukan berlebihan atau penurunan eksresi asam urat ataupun keduanya. #sam urat adalah pr"duk akhir metab"lisme purin. Se0ara n"rmal metab"lisme purin menjadi asam urat dapat diterangkan sebagai berikut: pengeluaran #, dan menyebabkan gangguan pengeluaran #, sehingga menyebabkan hiperurisemia. Hiperurisemia yaitu karena peningkatan

19

Sintesis purin melibatkan dua jalur yaitu jalur de novo dan jalur penghematan ?salvage pathwayA. 5. Jalur de n"E" melibatkan sintesis purin dan kemudian asam urat melalui prekurs"r n"npurin. Substrat a1alnya adalah rib"sa'9'2"s2at yang diubah melalui serangkaian Gat antara menjadi nukle"tida purin ?asam in"sinat asam guanilat asam adenilatA. Jalur ini dikendalikan "leh serangkaian mekanisme yang k"mpleks dan terdapat beberapa enGim yang memper0epat reaksi yaitu: 9'2"s2"rib"silpir"2"s2at ?P*PPA sintetase dan amid"2"s2"rib"siltrans2erase ?amid"'P*TA. Terdapat suatu mekanisme inhibisi umpan balik "leh nukle"tida purin yang terbentuk pembentukan yang berlebihan. 3. Jalur penghematan adalah jalur pembentukan nukle"tida purin melalui basa purin bebasnya peme0ahan asam nukleat atau asupan makanan. Jalur ini tidak melalui Gat'Gat perantara seperti pada jalur de n"E". Basa purin bebas ?adenin guanin hip"BantinA
20

yang 2ungsinya untuk men0egah

berk"ndensasi dengan P*PP untuk membentuk prekurs"r nukle"tida purin dari asam urat. *eaksi ini dikatalisis "leh dua enGim: hip"Bantin guanin 2"s2"rib"siltrans2erase ?H7P*TA dan adenin 2"s2"rib"siltrans2erase ?#P*TA. #sam urat yang terbentuk dari hasil metab"lisme purin akan di2iltrasi se0ara bebas "leh gl"merulus dan dires"rpsi di tubulus pr"ksimal ginjal. Sebagian ke0il asam urat yang dires"rpsi kemudian diekskresikan di ne2r"n distal dan dikeluarkan melalui urin. Pada penyakit g"ut'arthritis terdapat gangguan kesetimbangan metab"lisme ?pembentukan dan ekskresiA dari asam urat tersebut meliputi: 5. Penurunan ekskresi asam urat se0ara idi"patik 3. Penurunan eksreksi asam urat sekunder misalnya karena gagal ginjal 6. Peningkatan pr"duksi asam urat misalnya disebabkan "leh tum"r ?yang meningkatkan cellular turnoverA atau peningkatan sintesis purin ?karena de2ek enGim'enGim atau mekanisme umpan balik inhibisi yang berperanA <. Peningkatan asupan makanan yang mengandung purin Peningkatan pr"duksi atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. #sam urat ini merupakan suatu Gat yang kelarutannya sangat rendah sehingga 0enderung membentuk kristal. Penimbunan asam urat paling banyak terdapat di sendi dalam bentuk kristal m"n"natrium urat. Mekanismenya hingga saat ini masih belum diketahui.

21

#danya kristal m"n"natrium urat ini akan menyebabkan in2lamasi melalui beberapa 0ara: 5. $ristal bersi2at mengakti2kan sistem k"mplemen terutama .6a dan .9a. $"mplemen ini bersi2at kem"taktik dan akan merekrut neutr"2il ke jaringan ?sendi dan membran sin"EiumA. Fag"sit"sis terhadap kristal memi0u pengeluaran radikal bebas t"ksik dan leuk"trien terutama leuk"trien B. $ematian neutr"2il menyebabkan keluarnya enGim lis"s"m yang destrukti2. 3. Makr"2ag yang juga terekrut pada pengendapan kristal urat dalam sendi akan melakukan aktiEitas 2ag"sit"sis dan juga mengeluarkan berbagai mediat"r pr"in2lamasi seperti I('5 I(': I('; dan T+F. Mediat"r'mediat"r ini akan memperkuat resp"ns peradangan di samping itu mengakti2kan sel sin"Eium dan sel tulang ra1an untuk menghasilkan pr"tease. Pr"tease ini akan menyebabkan 0edera jaringan.
22

Penimbunan kristal urat dan serangan yang berulang akan menyebabkan terbentuknya endapan seperti kapur putih yang disebut t"2iCt"2us ?tophusA di tulang ra1an dan kapsul sendi. !i tempat tersebut endapan akan memi0u reaksi peradangan granul"mat"sa yang ditandai dengan massa urat am"r2 ?kristalA dikelilingi "leh makr"2ag lim2"sit 2ibr"blas dan sel raksasa benda asing. Peradangan kr"nis yang persisten dapat menyebabkan 2ibr"sis sin"Eium er"si tulang ra1an dan dapat diikuti "leh 2usi sendi ?ankil"sisA. T"2us dapat terbentuk di tempat lain ?misalnya tend"n bursa jaringan lunakA. Pengendapan kristal asam urat dalam tubulus ginjal dapat mengakibatkan penyumbatan dan ne2r"pati g"ut.

6. DIA)NOSIS ,. )am"ara. 0li.i0 a. Stadium hi$eruri2emia a2imt3mati0 +ilai n"rmal asam urat serum pada laki'laki adalah 9 5 kurang kebih 5 4 mgC dl dan pada perempuan adalah < 4 kurang 5 4 mgCdl. +ilai'nilai ini meningkat sampai sampai >'54 mgCdl pada sese"rang dengan g"ut. !alam tahap ini pasien tidak menunjukkan gejala'gejala selain dari peningkatan asam urat serum. Pada umumnya hiperurisemia se0ara tidak sengaja ditemukan pada saat melakukan medi0al 0ek'up. Hanya 34J dari pasien hiperurisemia
23

asimt"matik yang berlajut menjadi serangan g"ut akut. $eadaan hiperurisemia juga dapat berlangsung seumur hidup tanpa menimbulkan gejala. ". Stadium artriti2 )3ut A0ut

Stadium artritis gout akut

Pada tahap ini terjadinya a1itan mendadak pembengkakan dan nyeri yang luar biasa biasanya pada ibu jari kaki dan sendi metatars"2alangeal. #rthritis bersi2at tanda M tanda peradangan ini l"kal. Mungkin mend"r"ng terdapat trauma pasien m"n"artikular "bat'"batan dan menunjukkan al0"h"l atau

demam dan peningkatan jumlah leuk"sit. Serangan dapat dipi0u "leh pembedahan stress em"si"nal. Tahap biasanya untuk men0ari peng"batan segera. Sendi'sendi lain dapat terserang

termasuk sendi

jari'jari tangan dan lutut mata kaki pergelangan tangan dan siku. Serangan g"ut akut biasanya pulih tanpa peng"batan tetapi dapat memakan 1aktu 54 sampai 5< hari. Perkembangan dari serangan g"ut akut umumnya mengikuti serangkaian peristi1a sebagai berikut. Mula'mula terjadi hipersaturasi dari urat plasma dan 0airan tubuh. Selanjutnya diikuti "leh penimbunan didalam sekeliling sendi'sendi. Mekanisme terjadinya kristalisasi urat setelah keluar dari serum masih belum jelas dimengerti. Serangan g"ut seringkali terjadi sebuah trauma l"0al atau rupture t"22i ?timbunan natrium uratA yang mengakibatkan peningkatan 0epat k"nsentrasi asam urat
24

l"0al. Tubuh mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan ini dengan baik sehingga serangan g"ut. $ristal M kristal sehingga leuk"sit memakan asam urat memi0u urat resp"n 2ag"sitik dan memi0u "leh

terjadi leuk"sit

pengendapan asam urat diluar serum. $ristalisasi dan penimbunan asam urat akan memi0u $ristal M kristal mekanisme resp"n

peradangan lainnya. *esp"n peradangan ini dapat dipengaruhi "leh l"kasi dan banyaknya timbunan $ristal asam urat. *eaksi peradangan dapat meluas dan bertambah sendiri akibat dari penambahan timbunan $ristal serum. T"2i akan tampak seperti benj"lan ke0il ?n"dulA dan ber1arna pu0at. T"2i baru ditemukan pada kadar asam urat 54 M 55mgCl. pada kadar H55mgCdl pembentukan t"2i menjadi sangat pr"gresi2 perlukaan MS,. 4. Stadium i.ter0riti0 Tidak terdapat gejala'gejala pada masa ini yang dapat belangsung dari beberapa bulan sampai tahun. $ebanyakan "rang mengalami serangan g"ut berulang dalam 1aktu kurang dari satu tahun jika di"bati. d. Stadium 13ut 0r3.i0 Timbunan asam urat yang bertambah dalam beberapa tahun jika peng"batan tidak dimulai. Peradangan kr"nik akibat $ristal'kristal asam urat mengakibatkan nyeri sakit dan kaku juga pembesaran dan pen"nj"lan g"ut dapat terjadi dengan dalam kadar tahap asam ini urat sendi t"2i yang bengkak. pada Serangan masa akut atritis akibat terbentuk kr"nik atau 0epat dan sekali. T"2i juga bisa menjadi seperti k"reng atau ul0erasi atau mengeluarkan 0airan kental kapur yang mengandung $ristal

ins"lubilitas relatiEe asam urat. #1itan dan ukuran t"2i se0ara pr"p"rsi"nal mungkin berkaitan serum. Bursa "lekran"n tend" #0hilles permukaan eBtens"r lengan ba1ah bursa in2rapatellar dan heliks telinga adalah tempat'tempat yang sering dihinggapi t"2i.se0ara klinis ini mungkin sulit dibedakan dengan n"dul reumatik. Pada masa kini t"2i jarang terlihat dan akan menghilang dengan terapi yang tepat. 7"ut dapat merusak ginjal sehingga ekskresi asam urat bertambah buruk.

$ristal'kristal asam urat dapat terbentuk interstitum medulla papilla dan pyramid sehingga
25

ginjal asam urat juga dapat terbentuk sebagai akibat sekunder dari g"ut. Batu biasanya berukuran ke0il bulat dan tidak terlihat pada pemerikasaan radi"gra2i. +. )am"ara. Radi3l31i #. F"t" $"nEensi"nal ?N'*ayA F"t" p"l"s dapat digunakan untuk mengeEaluasi g"ut namun temuan umumnya baru mun0ul setelah minimal 5 tahun penyakit yang tidak terk"ntr"l. B"ne s0anning juga dapat digunakan untuk memeriksa g"ut temuan kun0i pada s0an tulang adalah k"nsentrasi radi"nuklida meningkat di l"kasi yang terkena dampak. Pada 2ase a1al temuan yang khas pada g"ut adalah asimetris pembengkakan di sekitar sendi yang terkena dan edema jaringan lunak sekitar sendi. Pada pasien yang memiliki beberapa epis"de yang menyebabkan arthritis g"ut pada sendi yang sama daerah bera1an dari "pa0ity meningkat dapat dilihat pada plain 2"t".

26

Pada tahap berikutnya perubahan tulang yang paling a1al mun0ul. Perubahan tulang a1alnya mun0ul pada daerah sendi pertama metatars"phalangeal ?MTPA. Perubahan ini a1al umumnya terlihat di luar sendi atau di daerah juBta'artikularis. Temuan ini antara'2ase sering digambarkan sebagai lesi menekan'"ut yang dapat berkembang menjadi skler"tik karena peningkatan ukuran.

Pada g"ut kr"nis inter"seus

temuan tanda yang t"phi banyak.

Perubahan lain terlihat pada radi"gra2i p"l"s'2ilm pada penyakit stadium akhir adalah ruang yang menyempit serta dep"sit kalsi2ikasi pada jaringan lunak.

27

Perubahan radi"l"gi hanya terjadi setelah bertahun'tahun timbulnya gejala. Terdapat predileksi pada sendi MTP pertama 1alaupun pergelangan kaki lutut siku sendi lainnya juga terlibat. Film p"l"s dapat memperlihatkan: %2usi dan pembengkakan sendi %r"si : hal ini 0enderung memberikan penampakan Opun0hed "utP yang berada terpisah dari permukaan artikular. !ensitas tulang tidak mengalami perubahan. T"2i : mengandung natrium urat dan terdep"sit pada tulang jaringan lunak dan sendi. $alsi2ikasi pada t"2i juga dapat ditemukan. !an t"2i intra"seus dapat membesar hingga menyebabkan destruksi sendi.

28

Artritis gout tampak sclerosis dan penyempitan ruang terlihat di sendi metatarsophalangeal pertama, serta pada sendi interphalangeal keempat.

Artritis gout nampak erosi gout (panah) terlihat sepanjang margin medial caput metatarsophalangeal pertama pada pasien dengan gout.
29

Tophus B. Pemeriksaan ,S7

US metatarsophalangeal pertama nampak avascular kistik (edema) dengan serpihan di dalam.


30

Top! anechoic (hitam) lapisan tulang rawan hialin (c) atasnya kontur tulang "emur distal (#). Tengah! tanda kontur ganda. $yperechoic (terang), lapisan yang sedikit tidak teratur deposito kristal (panah) atasnya anechoic tulang rawan hialin (c) dan kontur tulang "emur distal (#). %asien ini memiliki kristal&ter#ukti, arthritis gout yang tidak dio#ati. tulang rawan hialin tipis. 'awah! hyperechoic, #ahan kristal (tanda #intang) #erlapis di tengah anechoic tulang rawan hialin (c). (apisan ini sejajar dengan garis dari korteks tulang (#). )ristal kalsium piro"os"at yang ditemukan pada aspirasi.

31

.. Pemeriksaan .T'S0an

Tampak deposit asam urat di kedua sendi metatarsophalangea pertama kaki kiri dan kanan, serta pengendapan urat di #e#erapa sendi pada kaki dan sendi pergelangan kaki.

*T&Scan +, volume&rendered dari kaki kanan pasien dengan gout kronis, menunjukkan deposit to"i yang luas (divisualisasikan dengan warna merah) - terutama pada sendi phalangeal pertama metatarsal, mid"oot dan tendon achilles. (a) tampak dari dorsal (#) tampak dari lateral.

32

!. Pemeriksaan M*I

#. P"t"ngan aBial M 2"rmasi dengan hyp"signal M t"phus ?panahA ' pada metatarsalphalangeal pertama dengan er"si tulang ?bintangA. B. p"t"ngan aBial T3 M +ampak lesi dengan hypersignal ?panahA dan er"si tulang ?bintangA .. p"t"ngan sagital M +ampak lesi ?panahA. -. Pemeri02aa. La"3rat3rium a. Pemeriksaan #sam ,rat darah Pemeriksaan lab"rat"rium yang dilakukan pada penderita g"ut didapatakan kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Hiperurisemia jika kadar asam urat darah diatas = mgCdl. $adar asam urat n"rmal dalam serum pria diatas =mgJ dan : mgJ pada perempuan. $adar asam urat dalam urin juga tinggi 944 mgJCl per 3< jam. Sampai saat ini kadar asam urat terbaik dilakukan dengan 0ara enGimatik b. Pemeriksaan kadar ureum darah dan kreatinin Pemeriksaan lab"rat"rium yang dilakukan pada penderita g"ut didapatakan kadar urea darah n"rmal 9 M 34 mgCdl. $adar kreatinin darah n"rmal pria 4 : ' 5 6 mgCdl dan 4 9 ' 5 mgCdl pada perempuan 0. #spirasi 0airan sendi pemeriksaan

33

Merupakan g"ld standar untuk diagn"sis g"ut. Jarum diinsersikan ke dalam sendi untuk mengambil sampelCjaringan. Pemeriksaan untuk menemukan adanya $ristal MS,.

B#B I8 $%SIMP,(#+ A$e.di2iti2 merupakan peradangan pada Appendi. vermi"ormis sebagai penyebab abd"men akut yang paling sering dimana memerlukan tindakan bedah may"r segera untuk men0egah k"mplikasi yang umumnya berbahaya. !iagn"sis apendisitis ditegakkan melalui anamnesis pemeriksaan 2isis dan pemeriksaan penunjang lainnya. !ari anamnesa sering didapatkan nyeri perut yang menjalar ke perut bagian kanan ba1ah. Pada pemeriksaan 2isik dpat ditemukan perut kembung de2ans muskuler *"Esing sign Blumberg sign Ps"as sign ataupun )bturat"r sign yang p"siti2. Pemeriksaan penunjang berupa peningkatan leuk"sit memberikan arti yang bermakna pada tanda in2eksi. !apat dilakukan ,S7 untuk meyakinkan adanya apendisitis. Penatalaksaannya berupa terapi sebelum "perasi "perasi apendiks p"st "perasi dan ga1at darurat n"n "perasi. $"mplikasi apendisitis yang paling sering adalah ruptur. *uptur terjadi
34

apabila apendisitis tidak didiagn"sa dan ditangani dengan 0epat dan tepat. Mereka yang beresik" tinggi mengalami ruptur apendiks adalah bayi anakanak dan mereka yang lebih tua. !engan diagn"sis yang akurat serta pembedahan tingkat m"rtalitas dan m"rbiditas penyakit ini sangat ke0il. $eterlambatan diagn"sis akan meningkatkan m"rbiditas dan m"rtalitas bila terjadi k"mplikasi yaitu perit"nitis.

DA'TAR PUSTAKA 5. J"ng de Dim Sjamsuhidajat.Usus $alus, Apendiks, )olon, dan Anorektum. InL *. Sjamsuhidajat Ding de J"ng edit"rs. Buku #jar Ilmu Bedah. 3th ed. Jakarta. Buku $ed"kteran %7.L 3443. :6>'<: 3. #n"nyma. Appendicitis. #Eailable 2r"m ,*(L http:CC111.medi0inenet.0"mCs0riptCmainCart.aspQarti0lekeyF9==<6. (ast update July 33 344=. 6. Mansj"er #li2. 'edah ,igesti". InL #ri2 Mansj"er Supr"haita Dahyu Ika Dardhani Di1iek Seti"1ulan edit"rs. $apita Selekta $ed"kteran. 6th ed. Jakarta. Media #es0ulapius F$,IL 3444. 64='56. <. .raig Sandy. Appendicitis, acute. Dilliam ("ber M! Fran0is0" TalaEera Pharm! Ph! %ugene Hardin M! J"hn Halamka M! J"nathan #dler M!
35

edit"rs. #Eailable 2r"m ,*(L http:CC111.emedi0ine.0"mCemergCt"pi0<5.htm. (ast up date July 33 344=. 9. J"seph +i0h"las 7arrett James. *adi"graphy "2 #0ute #ppendi0itis. +i0h"las J"seph James 7arrett edit"rs. #Eailable 2r"m ,*(L http:CC111.0eessentials.netCarti0le5=.html. (ast up date July 33 344=. :. &amada Tadataka. Approach to The %atient with Acute A#domen. InL Tadataka &amada M.! !aEid H.#lpers M.! +eil $apl"1itG M.! ("ren (aine M.! .hung )1yang M.! !"n D.P"1ell M.! edit"rs. 7astr"enter"l"gy. <th ed. ,S#. D"lters $lu1er ."mpanyL 3446. ;5;. =. (ipsky S. Martin. A#dominal %ain in Adults. InL Martin S.(ipsky M.! *i0hard Sad"Esky M.! edit"rs. 7astr"intestinal Pr"blems. ,S#. D"lters $lu1er ."mpany 3444. 6 > 55 5< 5=. ;. ("ng Sarah Melanie. The /ntestine. !aniel H"rt"n'SGar Paul M Smith edit"rs. 7astr"intestinal System. 5st ed. ,S#. M"sbyL 3443. 55>. >. (ianury + *"bby. Usus 'esar. *"bby + (ianury. Hist"l"gi Sistem 7astr"hepat"l"gi. Makassar. F$,H. 3443. 36. 54.#n"nyma. Appendectomy Series. #Eailable 2r"m ,*(L http:CChealth.allre2er.0"mChealthCappende0t"my'appende0t"my'series'3.html. (ast up date July 33 344=. 55.Pri0e #. SylEia Dils"n M. ("rraine. (am#ung dan ,uodenum. InL SylEia #nders"n Pri0e ("rraine M0.aerty Dils"n edit"rs. Pat"2isi"l"gi. <th ed. Jakarta. Penerbit Buku $ed"kteran %7.L 3443. <45'3. 53.H"bler. Appendicitis. #Eailable 2r"m ,*(L http:CCen.1ikipedia."rgC1ikiC8ermi2"rmRappendiB. (ast up date July 33 344=. 56.#n"nyma. $uman Anatomy. #Eailable 2r"m ,*(L http:CC111.2a0tm"nster.0"mC0e:Cs0iC#4;4<6>;.html. (ast up date July 33 344=. 5<.H"bler % $irtland M!. Acute and Suppurative Appendicitis! ,isease ,uration and its /mplications "or 0uality /mprovement. #Eailable 2r"m ,*(L http:CCBnet.kp."rgCpermanentej"urnalCspring>;pjCappendi0itis.html. (ast up date July 33 344=. 59.Hadi Suj"n". 1yeri 2pigastrik3 %enye#a# dan %engelolaannya. #Eailable 2r"m ,*(L
36

http:CC111.kalbe.0".idC2ilesC0dkC2ilesC46R+yeri%pigastrik.pd2C46R+yeri%pigastrik . html. (ast up date July 33 344=. Mar0 S (eEine M Sha2i Suraishy Stephen % *ubesin Paul J ThuluEath. #tlas "2 .lini0al 7astr"enter"l"gy. <th ed. ,S#. %lseEier M"sbyL 3449. 5;;'>. 5=.#n"nyma. (aparoscopic Surgery. #Eailable 2r"m ,*(L http:CCen.1ikipedia."rgC1ikiC(apar"t"my. (ast up date July 33 334=. 5;.(abeda Ibrahim. Akurasi Diagnosis Apendisitis Akut berdasarkan Sistem Skor Kalesaran Mei-Oktober 1 !. In: dr Ibrahim (abeda SpB'$B! dr. Murni #. *au2 SpB'$B! dr.!jumadi #0hmad Sp.P# dr. +adjib Bustan dan dr. J"hn Pieter edit"rs. $umpulan Makalah Ilmiah Sebagai Peserta Pr"gram Pendidikan !"kter Spesialis I Ilmu Bedah F$',H. 5>>>. 5:.F"rbes #lastair. *olon //. In #lastair F"rbes JJ. Misie1i0G .ar"lyn . ."mpt"n

37