Anda di halaman 1dari 24

Tugas 5

SRI RAMAYANTI
1106001454 1106001454

Penyambungan Material

SRI RAMAYANTI 1106001454

Sri Ramayanti 1106001454


1. Jelaskan prinsip kerja las dingin (cold welding). Sebutkan beberapa syarat utama agar material dapat disambung dengan metoda ini. Las dingin (cold welding) proses solid state welding dimana sambungan dihasilkan dari tekanan dua buah material pada temperatur ruang. Proses tanpa panas, karena panas dihasilkan dari proses. Prinsip kerja las dingin: Dua buah benda kerja yang saling berhadapan kedua ujungnya (butt), Kedua benda dijepit oleh alat penjepit, Tekanan diberikan di kedua ujung tersebut sehingga terjadi proses penyambungan, dimana bagian sambungan yang keluar dibubut. Syarat utama agar material dapat disambung dengan las dingin: Minimal satu logam yang akan memiliki sifat ulet / sangat liat Tidak mengalami pengerasan regang yang drastis

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Threshold Deformation serta kegunaan nilai tersebut pada suatu material. Berilah contoh perhitunganuntuk material Aluminum & Paduannya. Threshold deformation parameter yang berfungsi untuk menentukan kekuatan maksimum yang dapat dicapai dari proses cold welding. Kegunaan threshold deformation untuk mengetahui batasan minimum agar material memiliki ikatan pada saat mengalami deformasi dingin. Contoh perhitungan untuk material Aluminum dan Paduannya:

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Misal diketahui: Ketebalan awal (to) = 20 mm Ketebalan akhir (tf) 7 mm Maka,

3. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai threshod deformation. Serta jelaskan hubungan threshold deformation dengan pressure dan preparasi permukaan untuk proses cold welding Faktor yang mempengaruhi nilai Threshold Deformation ialah: Jenis material Struktur kristal material Persiapan permukaan Tekanan (pressure) yang diberikan ke material

Hubungan antara threshold deformation dengan pressure dan preparasi permukaan untuk proses cold welding: Pressure pada material maka, threshold deformation kekuatan sambungan . Semakin baik persiapan permukaan maka, threshold deformation

4. Jelaskan prinsip kerja explosive welding dengan skematis gambar. Berilah contoh aplikasi dilapangan. Explosion Welding proses solid state welding dimana sambungan dihasilkan oleh tumbukan (impak) berkecepatan tinggi benda kerja akibat ledakan (detonasi). Prinsip Kerja (3 komponen : base metal, prime metal, explosive):

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


3 Komponen disusun dimana prime component diletakan pada lapisan tengah dan detonator di bagian atasnya. Dengan meledakan detonator maka prime component akan menumbuk base metal sehingga deformasi plastis terjadi dan kedua pelat tersambung. Condenser power plant pada militer Gambar skematis:

5. Jelaskan prinsip kerja ultrasonic welding dengan skematis gambar serta mekanisme penyambungan (bonding) dari metoda ini. Jelaskan hubungan enerji panas yang dipakai dengan properties material yang disambung. Serta berilah contoh aplikasi dilapangan. Ultrasonic welding merupakan proses solid state welding dimana sambungan dihasilkan oleh energi vibrasi berfrekuensi tinggi dan tekanan pada benda kerja. Ikatan sambungan terjadi tanpa adanya peleburan dari logam induk. Prinsip kerja dari ultrasonic welding: Vibrasi ultrasonic yang dihasilkan oleh transducer ditransmisikan ke ujung sonotrode sehingga dua lembaran logam yang disambung akan timbul panas dan pecahnya lapisan oksida selanjutnya dengan tekanan dari clamping akan mengakibatkan material tersambung. Ikatan sambungan (bonding) terjadi tanpa adanya peleburan logam induk. Proses pengelasan ultrasonik hanya dapat diterapkan pada logam dengan ketebalan maksimal 3 mm, sedang ketebalan minimum tidak ada. Pada sambungan las terjadi deformasi plastik setempat pada batas permukaan dan kekuatannya lebih baik dibandingkan proses penyambungan lainnya. Skematis peralatan dan prinsip kerja ultrasonic welding :

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Pada metode ultrasonic welding ini terdapat hubungan antara energi yang dibutuhkan dan weldability, yang dapat dilihat dari rumus di bawah ini:

Dimana: E = Electrical Energy, W.s (J) K = Konstanta dari sistem pengelasan H = Vicker Hardness Number T = Ketebalan benda kerja yang kontak dengan sonotrode (mm)

Dari rumus tersebut dapat hubungan bahwa semakin keras suatu material maka energi yang dibutuhkan pun akan semakin besar. Hal tersebut juga dibuktikan oleh gambar di bawah ini:

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

6. Jelaskan prinsip kerja friction welding dengan skematis gambar. Serta keuntungan dan keterbatasan dari friction welding. Berilah contoh aplikasi dilapangan. Friction welding adalah dua benda kerja ditekan dan diputar sehingga akibat friksi keduanya akan timbul panas yang selanjutnya dipakai untuk proses penyambungan.

Tahap-tahapnya dapat dijelaskan dari gambar di samping: a) Benda diputar b) Benda yang diam ditekan ke benda yang berputar c) Terjadi gesekan d) Terjadi penyambungan

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Prinsip kerja friction welding :

Keuntungan friction welding :


Tidak memerlukan filler metals, fluks, dan shielding gas Prosesnya bersih (no arc, sparks, smoke, fumes) Daerah HAZ sempit Dapat digunakan untuk menyambung berbagai logam dan dissimilar metal Umumnya kekuatan las lebih kuat dari material yang disambung Operator tidak perlu skill yang tinggi Prosesnya mudah diautomatisasi untuk produksi massal Proses pembentukan lasan sangat cepat Ruang kerja yang dibutuhkan tidak besar (minimal)

Keterbatasan friction welding : Benda kerja harus simetri dan dapat diputar pada sumbunya Preparasi benda kerja sangat menentukan hasil lasan Modal peralatan dan mesin tinggi (high capital cost) Paduan logam yang mudah dibubut (free machining) dan tidak dapat ditempa (nonforgable) sulit disambung dengan metode friction welding.

Aplikasi friction welding: Steel automotive applications

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Aluminum automotive applications

Hand tools inertia welded from forgings

7. Jelaskan prinsip kerja friction stir-welding (FSW) dengan skematis gambar. Berilah contoh jenis material logam yang umumnya diaplikasikan untuk jenis pengelasan ini. Serta Sebutkan beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metoda FSW Friction stir welding ditemukan di welding institute pada tahun 1991. Prinsip kerja friction stir welding : Pin yang berputar dengan kecepatan 3000-4000 rpm diletakkan pada material Material dipanaskan karena adanya friksi Material yang telah dipanaskan tersebut akan mencapai temperatur plastisasi (800F untuk aluminum)

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Material yang telah terplastisasi tersampir kembali ke pin Material tersebut mengalami pendinginan dengan terbentuknya butir butir yang lebih halus dibandigkan dengan material induknya.

Material logam yang umumnya diaplikasikan pada metode ini : Aluminum dan aluminum paduan, magnesium, copper, zinc, lead dan material berbeda jenis pun dapat disambung.

Keuntungan FSW: Lebih kuat dan lebih bersih bila dibandingkan dengan fusion welds Keuletan tinggi pada las Energi efisiensi Simpel dan bersih (no fume,arcs,spatter) Perlakuan sesudah dan straightening tidak diperlukan Low distrosi dan shrinkage

Tidak ada porosity, lack of fusion, perubahan komposisi pada material 8. Sebutkan beberapa parameter las untuk Friction Stir Welding (mis. jumlah rpm minimum) pada Aluminium paduan dan gambarkan & jelaskan skematis daerah lasannya. Parameter las untuk FSW: Jumlah rpm minimum: 3000-4000 rpm

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Pemanasan material hingga suhu 800 F Skematis daerah pengelasan:

Pada daerah lasan yang dihasilkan oleh metode FSW ini struktur sambungan lebih halus dibandingkan base metal-nya. Hal tersebut disebabkan karena pada struktur sambugan tersebut dihasilkan butir yang lebih halus dibanding base metal-nya.

9. Bandingkan beberapa kemampuan spot resistance welding dan ultrasonic welding untuk penyambungan material. Spot resistance welding : Mempunyai daerah lebur Pada logam dengan konduktifitas tinggi membutuhkan energi yang tinggi Panas tidak sampai ke tengah Ultrasonic welding : Tidak terdapat daerah lebur Dapat untuk menyambung logam berbeda (dissimilar) bahkan

logam berlapis (plating/coating) Untuk logam yang mempunyai konduktivitas tinggi (Cu, Al)

hanya memerlukan energi yang

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


lebih rendah Terdapat bunga api yang dapat menyebabkan ledakan Electrical shock rentan terjadi Umumnya digunakan untuk kebakaran atau Tekanan yang dibutuhkan kecil dan panas sampai ke tengah

logam yang berukuran relatif kecil Terdapat pengelasan asap pada proses Kualitas sambungan seragam

karena transfer enerfi dan sisa panas yang dilepaskan konstan dan terbatas pada daerah

sambungan. Apabila menggunakan densitas

arus yang terlalu tinggi maka dapat menyebabkan logam cair terlempar dan berdampak atas terbentuknya rongga, retak dan menurunkan sifat mekanik hasil lasan

10. Jelaskan Prinsip kerja EBW & LBW beserta gambar. Prinsip kerja Electron Beam Welding (EBW) adalah proses pengelasan yang melibatkan pencairan karena adanya energi yang disuplai dari hasil tumbukan berkas sinar elektron yang terfokus. Sinar ini kemudian dipercepat dalam vakum hingga ~60% kecepatan cahaya sehingga sewaktu menumbuk ke benda kerja akan terbebaskan ~99% energi kintetiknya menjadi panas dan timbul pengelasan lokal.

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Laser Beam Welding merupakan proses pengelasan yang menggunakan enersi radiasi elektromagnetik untuk mencairkan bagian logam yang akan disambung. Laser merupakan kepanjangan dari Light Amplification by Stimulated Emmision of Radiation. LBW memiliki 2 sistem yaitu system solid laser (YAG Laser) dan gas laser (CO2 Laser).

11. Jelaskan mekanisme tahapan penyambungan pada Thermit Welding dan gambarkan grafik skematisnya? Thermit Welding adalah metode yang tertua dari semua metode pengelasan. Metode ini adalah campuran dari metal powder & metal oxidyzer, yang biasanya: Metal powder : aluminium, magnesium, calcium, titanium, zinc, silicon, dan boron.

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Metal oxidizer : boron(III) oxide, silicon(IV) oxide, chromium(III) oxide, manganese(IV) oxide, iron(III) oxide, iron(II,III) oxide, copper(II) oxide, danlead(II,III,IV) oxide. Biasanya metode ini digunakan untuk menyambung part besar dan panjang seperti rel kereta api. Proses dalam metode ini adalah singkatnya sebagai berikut. Pencampuran dari metal powder dan metal oxidizer Lelehan logam dimasukkan ke dalam mold biasanya sand mold (terbuat dari pasir) Dua metal atau lebih yang ingin disambungkan diletakkan di mold Ketika sambungan telah dingin mold dibongkar dan sambungan las dihaluskan dengan digrinda. Sejumlah oksida logam direduksi dengan misal, Aluminium yang membebaskan sejumlah panas yang dapat mencairkan logam yang akan disambung. Reaksi kimia eksotermik : Fe2O3 + 2Al Al2O3 + 2Fe termit terak besi cair

Sebelum pengelasan, dibuat cetakan seperti pada gambar di bawah ini. Terdapat runer, riser, power gate,dan lain-lain. Pada lubang menggunakan preheating dengan burner.

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


Gambar Skematis:

12. Jelaskan jenis dari underwater welding dan manakah metoda yang umum diaplikasikan. Ada 3 metode uderwater welding : Wet underwater welding, dimana las busur logam manual (MMAW) adalah yang biasa dilakukan. Flux Cored Arc Welding juga banyak digunakan. Coffer dam welding, dilakukan dalam keadaan kering, di udara, dimana sebuah rigid steel structure digunakan sebagai tempat Welder tertutup terhadap bagian yang akan dilas dan terbuka terhadap atmosfer. Hyperbaric welding, dimana sebuah Chamber tertutup di sekeliling struktur yang akan dilas dan diisi dengan gas helium 0,5 bar O2. Metode yang sering diaplikasikan adalah wet underwater welding, ini dikarenakan metode ini lebih mudah dan peralatannya sederhana. Selain itu menghasilkan hasil lasan yang cukup baik karena menggunakan flux sebagai pelindungnya.

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

13. Jelaskan keuntungan dan keterbatasan dari EBW dan LBW. Electron Beam Welding Keuntungan EBW Penetrasinya dalam (rasio 1:20). Bagian HAZ sempit. Distorsi kecil. Hasil las bersih. Prosesnya cepat dan presisi. Energi (HI) yang diberikan relatif kecil. Kekurangan EBW Peralatan mahal karena memerlukan ruang vakum. Benda kerja tergantung pada ruang vakum. Rentan terhadap retak karena kecepatan pembekuan terlalu cepat.

Laser Beam Welding Keuntungan LBW Masukan panasnya kecil. HAZ sempit. Distorsi kecil. Tidak memerlukan elektroda. Proses tanpa kontak dan ruang vakum. Tidak dipengaruhi oleh medan magnet. Kerugian LBW Sambungan harus diposisikan secara akurat. Perlu clamping yang baik. Ketebalan lasan terbatas (maksimum 19 mm). Rentan terhadap retak karena kecepatan pembekuan tinggi.

14. Apa yang disebut Hybrid Welding Process dan sebutkan beberapa contoh proses hybrid welding process serta keuntungan dari proses tersebut. Hybrid Welding Process: Pengelasan yang menggabungkan laser welding dan arc welding sehingga dihasilkan daerah kampuh las yang lebih baik. Contoh Hybrid Welding Process:

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Keuntungan Hybrid Welding: Distorsi kecil Hasil lasan lebih bersih Daerah HAZ (Heat Affected Zone) sempit Penetrasi yang tinggi. Mengurangi cost produksi. Meningkatkan produktivitas

15. Sebutkan jenis nyala api pada proses OAW beserta rasio dari 2 gas yang dicampur dan jelaskan aplikasi dari masing2 nyala api tersebut. Jenis nyala api proses OAW : Nyala Netral Digunakan untuk pengelasan, perbandingan O2 dan acytelyne = 1:1 kebanyakan logam. Cocok untuk mengelas

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Nyala Oksidasi Untuk las Brazing, perbandingan O2 dan acytelyne = 2:1 Umumnya untuk mengelas Al dan Baja C tinggi.

Nyala Karburisasi Untuk Flame Hardenig, perbandingan O2 dan acytelyne = 1: 2 untuk mengelas Brass.

Rasio gas yang dicampur :

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


16. Jelaskan perbedaan antara Brazing dan Soldering. Perbedaan antara soldering dan brazing adalah sebagai berikut. Soldering Titik lebur logam pengisi < 450 C. sehingga temperatur proses lebih rendah dibandingkan brazing dan dapat menyambung material dengan titik lebur rendah. Brazing Titik lebur logam pengisi > 450 C. sehingga temperatur proses penyambungan lebih tinggi dibandingkan soldering dan dapat menyambung material yang titik leburnya lebih tinggi dibandingkan material/logam dasar pada soldering. Kebanyakan braze membentuk solid solution. Temperatur proses lebih tinggi. karena titik lebur logam pengisi lebih tinggi dibanding soldering. Temperatur proses yang lebih tinggi mengakibatkan reaksi metalurgi lebih ekstensif dan reaksi dengan atmosfir lebih besar Memiliki rentang komposisi yang lebar karena titik lelehnya lebih tinggi

Umumnya bereaksi dengan komponen yang disambung membentuk fasa intermetalik. Temperatur proses lebih rendah. karena titik lebur logam pengisi lebih rendah. Reaksi dengan atmosfer tidak sebesar pada brazing karena temperatur prosesnya rendah. Umumnya solder komersial memiliki komposisi eutektik karena komposisi eutektik memiliki titik leleh paling rendah dari paduan solder sehingga dapat mencegah kerusakan termal selama bergabung, dan pada komposisi tersebut dapat menjadi padat pada suhu konstan. Ikatan tidak terlalu kuat dibanding brazing

Ikatan lebih kuat dibanding soldering

17. Jelaskan mekanisme pembasahan dan kapilaritas beserta persamaannya. Berapa sudut minimum agar terjadi pembasahan? Mekanisme Pembasahan Dan Kapilaritas Beserta Persamaannya Mekanisme pembasahan merupakan proses terkait dengan pembasahan permukaan komponen. Mekanisme pembasahan ini terjadi karena adanya kontak antara fasa liquid, vapor, dan fasa solid. Antara liquid, solid, dan vapor terjadi tegangan permukaan (surface tension) seperti diperlihatkan pada gambar berikut.

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Secara umum, kondisi kesetimbahang tiga fasa ini terjadi jika memenuhi persamaan:

Dengan : = Tegangan antarmuka solid-vapor (N/m) = Tegangan antarmuka solid-liquid (N/m) = Tegangan antarmuka liquid-vapor (N/m) = Sudut kontak Gambar berikut ini menunjukkan mekanisme pembasahan berdasarkan sudut kontaknya:

Sudut kontak merupakan sudut antara tegangan antarmuka liquid-vapor dan tegangan antarmuka solidliquid, diukur di dalam cairan. Sudut kontak ini menunjukkan kemampuan pembasahan. Berdasarkan persamaan dan gambar di atas, agar terjadi pembasahan, besar sudut kontak adalah < 90o. Untuk pembasahan sempurna dimana cairan terbentang sepanjang permukaan benda kerja/komponen yang disambung dengan membentuk lapisan tipis, besar sudut kontaknya adalah nol. Dengan demikian, besar sudut minimum agar terjadi pembasahan adalah < 90o. Ketika besar sudut kontak > 90o, seperti terlihat pada gambar di atas, tidak terjadi pembasahan. Mekanisme kapilaritas Mekanisme kapilaritas merupakan pengisian celah sambungan oleh aksi kapilaritas. Setelah permukaan terbasahi oleh leburan, terjadi penyebaran (spreading) dan kontak antara logam pengisi dan permukaan komponen, kemudian terjadi pengisian celah sambungan oleh leburan logam pengisi. Pengisian celah sambungan ini dapat terjadi dengan adanya gaya kapilaritas. Kedalaman pengisian celah (h) oleh aksi ini dinyatakan dengan persamaan:

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Dengan: h = kedalaman pengisian celah = tegangan antarmuka liquid-vapor d = diameter celah = sudut kontak 18. Sebutkan jenis proses brazing berikut penjelasannya! Jenis-jenis proses brazing: Torch Brazing Proses torch brazing tidak dilakukan secara otomatis. Proses ini sesuai digunakan untuk komponen yang memiliki ketebalan 0,25 6,0 mm. Brazing dilakukan dengan memanaskan lebih dulu sambungan dengan menggunakan torch, kemudian mendepositkan batang atau kawat brazing pada sambungan. Sumber panas pada proses torch brazing adalah gas oxyfuel dengan carburizing flame. Dalam proses dapat digunakan lebih dari satu torch. Proses ini dapat juga digunakan untuk memperbaiki hasil kerja.

Carburizing flame, O2 < oxyacethilene

Furnace Brazing Proses furnace brazing dilakukan di dalam sebuah furnace, sesuai dengan namanya. Sebelum dimasukkan ke dalam furnace, komponen dibersihkan ulang dan dibebani ulang dengan logam brazing pada konfigurasi yang tepat. Furnace dapat berupa tipe batch untuk bentuk yang kompleks atau tipe continuous untuk produksi tinggi, khususnya untuk komponen kecil dengan desain sederhana. Proses ini digunakan untuk logam yang mudah bereaksi dengan atmosfer. Bentuk yang kompleks dapat di-brazing karena semua rakitan dipanaskan secara seragam di dalam furnace. Proses ini mirip

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


dengan pengelasan yang menggunakan gas sebagai pelindung dalam operasinya. Operator yang ahli tidak terlalu esensial dalam pelaksanaan prosesnya.

a) sebelum brazing, b) setelah brazing Induction Brazing Sumber panas pada proses ini adalahpemanasan induksi dengan menggunakan arus AC frekuensi tinggi. Komponen dibebani dengan logam pengisi lebih dulu, kemudian ditempatkan di dekat gulungan induksi untuk pemanasan cepat. Jika pelindung atmosfer tidak digunakan, maka biasanya digunakan flux. Ketebalan komponen yang menggunakan proses ini biasanya kurang dari 3 mm (0,125 in.). Proses ini sesuai digunakan untuk melakukan proses brazing suatu komponen secara kontinu.

Gambar skematik proses induction-brazing

Resistance Brazing Proses resistance brazing menggunakan sumber panas berupa tahanan listrik dari komponen yang akan di-brazing. Elektrode digunakan pada proses ini seperti halnya pada resistance welding. Komponen diberikan logam pengisi terlebih dulu atau diberikan selama proses brazing. Ketebalan komponen dengan proses ini biasanya 0,1 12 mm (0,004 0,5 in.). seperti halnya pada induction brazing, proses berlangsung cepat. Zona pemanasan dapat sangat kecil. Proses dapat dilakukan secara otomatis untuk menghasilkan kualitas seragam. DIP Brazing DIP Brazing dilakukan dengan mencelupkan rakitan yang akan di-brazing ke dalam lelehan logam pengisi dalam metal bath atau molten salt bath pada temperatur di atas titik leleh dari logam pengisi, yang berfungsi sebagai sumber panas. Semua benda kerja akan terlapisi oleh logam pengisi. DIP brazing dengan metal bath digunakan hanya untuk melakukan brazing pada komponen-komponen kecil seperti sheet, wire, dan fittings. Ketebalan atau diameter komponen dengan metal bath umumnya kurang dari 5 mm (0,2 in.). Molten salt bath dapat berfungsi juga sebagai flux sehingga digunakan

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


untuk rakitan yang kompleks dengan ketebalan bervariasi. Sesuai dengan ukuran dari komponen dan bath, sebanyak 1000 sambungan dapat dibuat dalam satu waktu dengan DIP brazing. Infrared Brazing Sumber panas pada proses ini adalah high-intensity quartz lamp. Energi radiasi difokuskan pada sambungan. Proses dapat dilakukan di dalam vakum. Infrared brazing sesuai digunakan untuk melakukan brazing pada komponen yang sangat tipis, biasanya kurang dari 1 mm ( < 0,04 in.), termasuk struktur sarang lebah. Diffusion Brazing Diffusion Brazing dilakukan di dalam furnace dengan kontrol yang tepat terhadap temperatur dan waktu untuk logam pengisi berdifusi ke dalam permukaan faying dari komponen yang akan disambung. Proses brazing memerlukan waktu sekitar 30 menit dampai 24 jam. Difusi brazing digunakan untuk sambungan lap atau butt yang kuat dan untuk operasi sambungan yang sulit. Karena laju difusi pada interface tidak bergantung pada ketebalan komponen, ketebalan komponen dapat berkisar dari ketebalan kertas hingga sekitar 50 mm (2 in.). Braze Welding Preparasi untuk Braze Welding seperti halnya pada fusion welding. Logam pengisi didepositkan pada sambungan dengan menggunakan oxyacetylene torch. Pada proses ini diperlukan lebih banyak logam pengisi. Suhu proses lebih rendah dibandingkan fusion welding. Distorsi yang terjadi pada komponen dapat minimal.

Braze welding

19. Gambarkan diagram fasa Pb-Sn dan daerah mana yang sering digunakan sebagai bahan solder!

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454

Komposisi eutektik paduan solder: 61,9 wt% Sn dan 38,1 wt% Pb

Diagram fasa Pb-Sn Sumber: Callister, Materials Science and Engineering - An Introduction 7e (Wiley, 2007) Daerah yang sering digunakan sebagai bahan solder adalah daerah eutektik, dimana merupakan daerah yang memiliki titik leleh rendah. Paduan solder yang banyak digunakan adalah pada komposisi titik eutektik dari paduan solder karena memiliki temperatur leleh paling rendah dari paduan. Sebagai contoh adalah Solder 61,9 wt% Sn dan 38,1 wt% Pb. Paduan solder ini memiliki titik leleh rendah, yaitu 183oC, dimana temperatur leleh tersebut lebih rendah dibandingkan Sn dan Pb murni sehingga dianggap sebagai temperatur yang tepat sebagai solder. 20. Sebutkan fungsi flux dalam proses brazing maupun soldering, dan beri contoh materialnya (jenis fluks nya). Fungsi flux dalam proses brazing: Mencegah terjadinya oksidasi, dimana brazing dilakukan pada temperatur lebih tinggi sehingga rentan terjadi oksidasi. Menghilangkan lapisan oksida yang dapat mengganggu proses brazing. Material/Jenis Flux pada proses brazing: Flux untuk brazing biasanya terbuat dari borax, boric acid, borat, fluorida, chlorida. Fungsi flux dalam proses soldering: Menjaga kebersihan dalam proses soldering Melindungi pemukaan yang bersih dari uap/asap dan dari aksi kimia dengan atmosfer. Material/Jenis Flux pada proses soldering: Terdapat dua tipe, yaitu:

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Sri Ramayanti 1106001454


a. Asam atau garam inorganik, seperti larutan seng amonium klorida, yang dengan cepat membersihkan permukaan. Setelah soldering, sisa flux harus dibersihkan menyeluruh dengan air untuk mencegah korosi. b. Flux dengan resin non-korosif, digunakan dalam aplikasi elektrikal. Terdapat dua jenis flux, yaitu: a. Flux pasif: berfungsi untuk melindungi permukaan b. Flux aktif: berfungsi melindungi permukaan dan dapat membersihkan permukaan. Flux pasif Flux aktif Memerlukan permukaan yang bersih karena jenis fluks ini tidak atau sedikit memiliki aksi pembersihan, tetapi mencegah oksidasi. Resin atau gemuk sebagai dasarnya. Tidak terjadi aksi korosi ketika digunakan. Digunakan dalam aplikasi elektrikal. Contoh: resin, gemuk, vaselin, terpentin murni. Merupakan flux asam yang selain melindungi, juga berperan untuk membersihkan permukaan. Terjadi aksi korosi. Jarang digunakan untuk komponen radio, televisi, dan aircraft. Terdiri dari hydrochloric acid. Contoh: seng klorida, amonium klorida, seng amonium klorida

Contoh fluks yang digunakan untuk logam tertentu: Logam Baja Timbal Seng dan galvanisasi Kuningan Pelat timah amonium klorida Gemuk dilute hydrochloric-acid seng klorida atau resin seng klorida

Penyambungan Material Teknik Metalurgi dan Material

Anda mungkin juga menyukai