Anda di halaman 1dari 23

SYAHDIAR NOPRIADI F031108 SPM B

Bab 7 Mengukur dan Mengendalikan Akti a !ang Dikel"la


Di beberapa unit usaha, fokus utamanya adalah pada laba yang pengukurannya dari hasil selisih antara beban dan pendapatan. Dan untuk unit usaha yang lain, laba tersebut dibandingkan dengan sebuah aktiva, yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan sebuah laba. Didalam dunia nyata, perusahaan lebih sering menyebutnya dengan istilah yaitu pusat laba, tetapi

dalam bab ini akan sering disebut sebagai kata pusat investasi, untuk menyebut sebuah pusat tanggung jawab. Pusat investasi mempunyai semua masalah pengukuran yang yang berguna untuk menentukan sebuah beban dan pendapatan. Pusat investasi ini menimbulkan sebuah permasalahan baru tentang bagaiman cara untuk mengukur aktiva yang akan digunakan, khususnya untuk aktiva mana yang akan dimasukan , Dan untuk bagaimana menilai sebuah aktiva tetap dan aktiva lancar, Sebuah metode penyusutan yang akan digunakan untuk aktiva tetap, kemudian aktiva perusahaan mana yang perlu dialokasikan dan kewajiban manakah yang perlu dikurangi.

Salah satu tujuan utama dari organisasi bisnis adalah untuk memaksimalkan tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham,(adalah tentang nilai sekarang bersih dari arus kas di masa yang akan datang). Dengan enghitung tingkat pengembalian adalah sebuah cara pengukuran yang paling bagus atas kinerja para manajer di tiap unit usaha. !ilai tambah ekonomis atau sering disebut (econmic value added atau "#$) secara konsep mempunyai sebuah keunggulan daripada nilai yang lain seperti tingkat pengembalian investasi yang disebut (return of investmen atau %&') untuk mengevaluasi kinerja para manajer ( manajer yang berada di unit usaha. Dan untuk beberapa unit usaha , mempunyai fokus pada laba yang berasal dari selisih antara beban dan pendapatan.

Dalam struktur analisis ini akan membahas mengenai perlakuan alternatif terhadap aktiva dan perbandingan antara %&' dengan "#$. Dua cara tersebut membahas mengenai laba yang dikaitkan dengan aset yang digunakan, dan alternatif apa yang paling menarik digunakan untuk menyediakan sebuah informasi yang akan berguna sebagai pengambilan keputusan yang baik dan benar , dan untuk pengukuran kinerja ekonomi di bagian unit usaha

)ujuan pengukuran dalam menggunaan aset yang merupakan analogi dari sebuah tujuan pusat laba ada * , yaitu + ,. -ang pertama untuk memberikan sebuah informasi yang akan digunakan untuk membuat sebuah keputusan yang tepat dan efektif mengenai aset yang sering digunakan dan untuk memotivasi para manajer.

*. -ang kedua sebagai pengukur kinerja untuk unit usaha sebagai contoh suatu entitas ekonomi.

.eracuan diri pada laba tanpa mengkhawatirkan aset yang yang akan digunakan untuk menghasilakn laba, hal tersebut tidak bisa mencukupi untuk disebut proses pengendalian. /ecuali, untuk sebagian jenis organisasi dan jasa tertentu yang tidak terlalu signifikan jumlah modalnya, tujuan utama sebuah perusahaan yang berpaku pada laba yaitu untuk mendapatkan return atau tingkat pengembalian yang sesuai dengan tujuan atas modal yang digunakan dalam mencapai laba tersebut.

Pihak manajemen senior seharusnya akan mengalami kesulitaan saat membandingkan kinerja dari satu unit dengan kinerja unit lainnya , atau kata lain dengan unit yang sama di lain perusahaan. embandingan sebuah laba yang

berbeda tidakan akan mempunyai arti jika unit usaha tersebut mengunakan sumber daya yang berbeda pula, dengan makna lain semakin banyak sumber daya yang digunakan berbeda. Dan pada intinya semakin besar dan banyak sumber daya yang dipakai makai semakin besar pula laba yang didapat.

.iasanya, para manajer dibagian unit usaha mempunyai dua sasaran kinerja. -ang prtama yaitu mereka harus mendapatkan laba yang cukup dari sumber daya yang digunakan tersebut . -ang kedua, mereka diperbolehkan

menggunakan sumber daya tambahan, dan apabila hanya penggunaan sumber data tersebut dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang menjanjikan.

Para manajer dibagian unit usaha mempunyai dua sasaran kinerj, sebagai berikut+ ,) -ang pertama mereka harus mendapatkan laba yang memadahi dari sumber

daya yang digunakan. *) -ang kedua mereka diperbolehkan menggunakan sumber daya tambahan, dan

apabila hanya penggunaan sumber data tersebut dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang menjanjikan . )ujuan inti dari menghubungkan laba dengan investasi yaitu sebagai

memotivasi para manajer dibagian unit usaha guna mencapai tujuan atau sasaran yang sudah dijelaskan diatas.

)ingkat pengembalian atas investasi atau disebut

(%&') merupakan

sebuah rasio perbandingan. Pembilangnya dalam rasio ini adalah pendapatan yang terdapat di laporan keuangan. Penyebutnya adalah aset ( aset yang digunakan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan tersebut.

!ilai tambahan ekonomi atau disebut ("#$) merupakan jumlah uang, bukan sebuah rasio. "#$ didapatkan dari hasil pengurangkan beban moral atau disebut (capital charge) dari lhasil laba operasi bersih atau disebut (net operating profit). Dan beban moral yang diperoleh dari sebuah hasil perkalian antara jumlah aset yang digunakan yang seperti diatas dengan suatu tingkat tarif tertentu.

M#N$%&%R A&'I(A YAN$ DI$%NA&AN

1) &a* Semua perusahaan pasti mengendalikan kas secara terpusat disebabkan karena pengendalian pusat ungkin memakai saldo kas lebih kecil dibandingnkan

dengan setiap unit usaha yang memegang sejumlah saldo kas dan kemudaian digunakan unuk menyeimbangkan dan menyelaraskan perbedaan antara arus kas keluar dan arus kas masuk. Dan berdampak, saldo kas aktual yang berada pada tingkat unit usaha biasanya akan lebih kecil dibandingkan dengan sejumlah saldo kas yang digunakan, apabila unit usaha adalah sebuah perusahaan independent.

aka akan banyak perusahaan yang memakai rumus untuk menghitung kas yang kemudian akan dimasukkan dalam dasar 0 dasar investasi.

$da alasan mengapa memasukkan kas pada jumlah yang lebih banyal dan besar dibandingkan saldo yang biasanya dipegang oleh bagian suatu unit usaha dimana jumlah saldo yang lebih besar ini diperlukan dan digunakan untuk perbandingan dengan perusahaan luar. Sebagian perusahaan akan mengabaikan unsur kas didalam dasar0 dasar investasi. $lasannya adalah karena jumlah saldo kas tersebut mendekati kewajiban lancer atau sering disebut (current liabilities). 1ika terjadi demikian maka jumlah piutang dan perusahaan akan semakin mendekati jumlah modal kerja atau yang disebut (working capital)

+) Piutang

emasukkan unsur0unsur piutang dalam harga jual atau didalam harga pokok penjualan $dalah sebuah hal yang masih diperdebatkan dan

diperbincangkan. /arena suatu pihak dapat berargumen bahwa apabila investasi riil dari suatu unit dalam piutang akan hanya berupa dan sebesar harga pokokk penjualann dan bahwa tingkat pengembalian yang memuaskan dan memadai atas hasil investasi ini mugkin sudah dapat mencukupi. Dilain pihak ada sebuah argumen juga bahwa piutang ini mungkin berguna untuk mengatakan bahwa setiap unit usaha dapat dan diperbolehkan menginvestasikan kembali uang yang didapatkan dari piutang, dan oleh karena itu, piutang tersebut harus dimasukkan pada tingkat harga jualnya. -ang dilakukan untuk mengambil dan memutuskan

alternatif yang lebih sederhana biasanya dengan cara memasukan piutang sesuai dengan nilai buku, dari hasil yaitu harga jual dikurangi saldo dari penyisihan atas piutang tak tertagih. 1ika setiap unit usaha tidak dapat mengendalikan penagihan maupun kreditnya, maka penghitungan piutang harus berdasarkan rumus. %umus yang digunaka tersebuh harus konsisten dengan periode untuk pembayaran normal.

3) Per*ediaan .iasanya persediaan dicatat jumlahnya pada akhir periode walaupun secara konsep dengan metode rata0rata antar periode lebih baik. $pabila perusahaan menggunakan (last in, first out atau LIFO) sebagai tujuan akuntansi keuangannya, dan metode penilaian lain yang sering digunakan dalam pelaporan laba pada unit usaha, karena saldo persediaan metode 2'3& biasanya sangat rendah pada saat terjadinya inflasi.

$pabila persediaan barang dalam proses atau sering disebut (work-inprocess) endapatkan danai melalui pembayaran dimuka atau yang disebut

(advance payment) atau mendapat dari pembayaran cicilan atau (progress payment) dari seorang konsumen, jika seperti ini yang biasa terjadi yaitu, jika barang yang dibutuhkan memakan waktu produksi yang lama. /emudian pembayaran tersebut akan dikurangi, berdasarkan dari jumlah persediaan kotor atau biasa disebut (gross inventory amounts), atau bisa saja dilaporkan sebagai kewajiban. Sebagian besar perusahaan mengurangkan akun utang usaha dari sebuah persediaan dengan dasar ( dasar bahwa utang tersebut mencerminkan

sebuah pendanaan atas sebagian besar persediaan dari pemasok, dan tanpa mengunakan biaya untuk unit usaha. /emudian modal perusahaan yang akan digunakan untuk persediaan merupakan selisih antara jumlah utang dan persediaan kotor. $pabila unit usaha tersebut juga bisa mempengaruhi terhadap periode pembayaran yang diperbolehkan dari pemasok, dam akhirnya

memasukkan unsur ( unsur yang berkaitakan dengan utang dalam perhitungan itu dapat mendorong manajer untuk menemukan persyaratan pemmbayaran yang terbaik dan efektif.

,) M"dal &er-a *e.ara %/u/

-ang keempat , Disini perlakuan atas modal kerja sangat beragaman dan bermacam 0 macam. Pada intinya, perusahaan harus memasukkan seluruh aktiva lancarnya ke menuju ke dasar 0 dasar investasi dengan cara tidak mengeliminasi kewajiban lancar perusahaan. etode tersebut mempunyai sebuah alasan dari unit usaha tidak bisa

berasal dari sudut pandang motivasional apabila

mempengaruhi kewajiban lancar lainnya atau hutangnya. )etapi dalam metode tersebut terlalu menyatakan terlalu tinggi atau (overstate) untuk jumlah modal korporat yang akan digunakan untuk mendanai unit usaha, dan disebabkan kewajiban lancar merupakan sumber modal, kebanyakan dengan biaya bunga dinilai sama dengan nol. Dari beberapa pihak, seluruh kewajiban lancar bisa saja dikurangkan dari sektor aktiva lancar.

0) Pr"1erti2 Pabrik2 dan Peralatan

Didalam akuntansi keuangan, sebenarnya aktiva tetap pada awalnya dicatat pada biaya perolehan, kemudian biaya ini dihapus atau dihilangkan sepanjang umur ekonomis dengan cara melalui penyusutan. Dan sebagian besar perusahaan biasanya menggunakan pendekatan yang sama untuk mengukur profitabilitas berdasarkan aktiva dari unit 0 unit usaha. 4al ini bisa saja menyebabkan pemasalahan serius didalam pemakaian sistem tersebut. Permasalahan tersebut berupa, adalah + ,. -ang pertama yaitu $kuisisi peralatan baru *. -ang kedua yaitu !ilai buku kotor 5. -ang ketiga yaitu Disposisi aktiva 6. -ang empat yaitu Penyusutan $nuitas 7. -ang kelima yaitu etode penilaian yang lain

3) A*et4a*et !ang di*e5agunau*a6akan

)erdapat banyak sekali perjanjian tentang sewa guna usaha merupakan perjanjian dana, yang dimaksud disini yaitu perjanjian yang dapat memberikan alternatif yang tepat untuk mengunakan aktiva yang bisa saja didapat melalui pendanaan dengan modal dan utang. $da juga sewa guna usaha finansial, adalah ssebuah sewa guna usahayang berjangka panjang dan setara dengan nilai sekarang yang berasal dari arus beban sewa, dan dilaporakan sama dengan utang dineraca. /eputusan pendanaan biasanya diatur dan dilaksanakan oleh kantor pusat. /arena

hal ini , terdapat pembatasan biaya dan adanya kebebasan manajer unit usaha untuk melakukan sewa guna usaha atas sebuah aktiva.

7) Akti a !ang Menganggur

Sebuah unit usaha pasti terdapat aktiva yang menganggur dan kemudian dapat digunakan oleh unit bisnis lain, dengan kata lain unit usaha tersebut dapat saja memperbolehkan untuk mengeluarkan aktiva berdasarkan dasar investasinya. )ujuan dari peri8inan ini untuk mengerakan para manajer dibagian unit usaha untuk melepaskan aktiva yang menggangur tersebut keunit lain yang ada kemungkinan memerlukannnya. )etapi , dalam kasus aktiva tersebut tidak digunakan oleh unit usaha lain maka solusinya adalah menjual atau menganti tersebut untuk memberikan hal yang bisa menimbulkan tndakan yang disfungsionall.

8) Akti a 'idak Ber5u-ud

)erdapat keuntungan dalam mengkapitalisasi aktiva tidak berwujud sperti contohnya %9D dan pemasaran, hal tersebut kemudain diamortisasiakan berdasarakan masa manfaat aktiva tersebut. etode itu akan bisa saja mengubah

pandangan manajer unit usaha untuk mengelurakan biaya semacam ini. Dengan cara menghitung aktiva semacam ini bisa saja merupakan investasi jangka panjang, dan pada akhirnya unit usaha akan memperoleh lebih sedikit manfaat jangka panjang yang berasal dari pengurangan atas pos pos tersebut.

7) &e5a-iban 'idak 8an.ar

Sebuah unit usaha akan menerima sejumlah modal permanennya dari sekumpulan dana ( dana korporat. /orporat memperoleh sejumlah dana tersebut dari hasil pemberi pinjaman , laba ditahan dan investor modal. :ntuk pihak unit usaha, ujmlah tersebuh termasuk relevan , tetapi jumlah tersebut tidak relevan dengan sumber daya dari mana sejumlah dana berasal. .agaimanapun , dalam situasi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan , pendanaan sebuah unti usaha akan dianggap aneh bagi unit usaha tersebut.

10) Beban M"dal

Dan disini kantor korporat menentukan sendiri tarif yang akan digunakan untuk mengukur jumlah beban modal. Dana dari tarif tersebut seharusnya akan lebih tinggi dari pada tarif yang berasal dari korporat sebagai pendanaan dengan utangm, karena dana yang terlibat merupakan hasil campuran dana modal dan utang yang lebih tinggi. Dan pada akhirnya tarif tersebut ditetapkan berada dibawah estimasi modal perusahaan yang akan berakibat "#$ atas rata ( rata yang ada diunit usaha, bisa berada diatas nol.

11) Sur ei4*ur ei Praktek Sebagian besar perusahaan memasukkan unsur aktiva tetap sebagai dasar investasi /e dalam nilai buku bersih. Perusahaan0perusahaan tersebut melakukan hal tersebut karena ini merupakan jumlah dimana aktiva ( aktiva tersebut kemudian dicatat ke dalam laporan keuangan, dan oleh karena itu, sesuai dengan laporan keuangan tersebut dapat dilihat bahwa sejumlah mondal yang akan digunakan dalam divisi tersebut.

#(A * ROI Setiap perusahaan memiliki unit pusat investasi usahanya mengevaluasi :nit 0 berbasis %&', dibandingkan dengan penggunaan "#$. 5 keuntungan %&' + ,. %&' merupakan laporan komprehensip di mana semua mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dalam rasio. *. %&' mudah dihitung, mudah dipahami, dan sangat signifikan secara absolut. 5. %&' denominator dapat diterapkan di unit organisasi yang memiliki tanggung jawab profitabilitas, tidak termasuk jenis0jenis usaha. /inerja unit menjadi dapat diperbandingkan. .erbeda dengan "#$, "#$ tidak terdapat dasar perbandingan semacam ini. !amun "#$ memiliki 6 keunggulan. $lasannya +
A. Pertama dengan "#$ seluruh unit usaha memiliki target keuntungan

investasi yang sama. Sebagai perbandingan, pendekatan %&' sangat berbeda dalam pemberian insentif investasi disetiap unt bisnis. ;ontoh,

unit bisnis yang memiliki 5< persen %&' akan cenderung gagl kecuali unit ekspansi bisa mencapai %&' 5< persen atau lebih untuk penambahan aset= tingkat pengembalian yang kurang dari target tersebut akan menurunkan %&' yang telah dicapai secara keseluruhan sekarang. 1adi, kesempatan %&' yang hilang di setiap unit usaha investasi di atas biaya modal tetapi di bawah 5< persen. Demikian, unit usaha kini juga mencapai %&' rendah, mengatakan pada 7 persen akan mendapatkan keuntungan dari %&' atas jumlah aset tambahan atas 7persen. Sebagai konsekunsinya %&' menciptakan bias terhadap sedikit pada ekspansi dalam bisnis yang memiliki keuntungan tinggi, sementara pada saat yang sama, unit rendahmelakukan menguntungkan pada tingkat di bawah tingkat pengembalian investasi jauh di bawah tingkatpengembalian ditolak oleh unit menguntungkan tinggi. .. /eputusan0keputusan yang meningkatkan %&' suatu pusat investasi dapat menurunkan laba keseluruhan. Penggunaan "#$ sebagai ukuran berkaitan dengan permasalahan tersebut. etode ini berhubungan dengan inestasi

aset yang %&' nya berada diantara biaya modal dan %&' yang sekarang dicapai oleh onvestasi tersebut. 1ika kinerja pusat investasi diukur dengan "#$, maka investasi yang menggunakan laba di atas biaya modal akan meningkatkan "#$ dan oleh karena itu, akan lebih menarik bagi para manajer. Penggunaan "#$ sebagai ukuran yang berhubungan dengan masalah tersebut. etode 'niberhubungan dengan %&' investasi asetnya

adalah antara biaya modal dan %&2 yangsekarang dicapai oleh pusat investasi. 1ika kinerja pusat investasi dalam ukurdengan "#$, investasi

yang menghasilkan keuntungan di atas biaya modal dan "#$ karena itu akanmeningkatkan, akan lebih menarik bagi manajer. ;. "#$ adalah tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan untuk jenis aktiva yan berbeda pula. Degan demikian, para manajer unit usaha harus bertindak secara konsisten ketika memutuskan untuk berinvestasi pada aktiva yang baru. Selain itu jenis aktiva yang sama mungkin diperlukan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang sama pula, terlepas dari profitabilitas unit bisnis.
D. /eempat "#$ berlawanan dengan %&', memiliki korelasi positif yang

lebih

kuat

terhadap

perubaha0perubahan

dalam

nilai

pasar

perusahaan.adalah bahwa "#$, berbeda dengan %&', memiliki korelasi positif yang kuat yanglebih perubahan nilai pasar perusahaan. Stakeholder merupakan pemilik kepentingan yang penting di dalam suatu perusahaan. .eberapa alasan mengapa penciptaan oleh pemegang saham menjadi sangat penting + a) b) c) engurangi resiko pengambilalihan (takeover) enciptakan nilai dalam pertukaran untuk merger dan akuisisi agresif engurangi biaya modal, sehingga memungkinkan investasi yang lebih cepat

untuk pertumbuhan di masa depan. "#$ bisa diukur dengan cara + #(A 9 8aba ber*i6 : Beban /"dal $tau

#(A 9 M"dal !ang digunakan ;ROI4 Bia!a /"dal< Dilihat dari kelemahan %&', namun itu dapat digunakan untuk kalangan yang luas. !amun lingkup dari kesalahan tersebut tidak dapat ditentukan karena tidak semua manajer sanggup mengakui kesalahan tersebut dan manajer sendiri banyak yang tidak menyadari adanya banyak kesalahan.

Penggunana "#$ sangat diperlukan untuk pengukuran kinerja . !amun "#$ mempunyai titik kelemahan dalam perhitungan asset tetap, yaitu "#$ tidak dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan asset tetap. )erkecuali dengan metode anuitas.

P#R'IMBAN$AN 'AMBAHAN DA8AM M#N$#(A8%ASI MANA=#R


Dengan melihat pada kelamahan ( kelemahan dari penggunaan %&', mengejutkan sekali bila %&' ini justru digunakan oleh banyak perusahaan. enurut pengalaman, kesalahan konseptual dari %&' ini terkait dengan evaluasi kinerja adalah fakta dan dapat mengakibatkan munculnya perilaku disfungsional dari manajer ( manajer unit usaha. $kan tetapi, cakupan dari kesalaha ( kesalahan tersebut tidak bisa ditentukan dengan pasti karena tidak banyak dari manajer ( manajer unit usaha yang bersedia untuk mengakui adanya kesalahan tersebut. )ak jarang, banyak manajer yang bahkan tidak menyadari kesalahan yang sebenarnya telah terjadi.

Penggunaan dari "#$ sebagai sebuah alat untuk mengukur kinerja sangat dianjurkan. $kan tetapi, "#$ masih tidak mampu untuk menyelesaikan seluruh permasalahan terkait dengan aktiva tetap, kecuali jika didukung dengan penggunaan metode anuitas. !amun, hal itu jarang dilakukan oleh perusahaan ( perusahaan dalam kesehariannya. Dalam penggunaan metode nilai buku kotor (gross book value), suatu unit usaha dapat meningkatkan kemampuan "#$ perusahaan dengan cara mengadopsi tindakan yang bertentangan dengan kepentingan perusahaan tersebut. .erbeda dengan metode nilai buku kotor, bila perusahaan menggunakan metode nilai buku bersih (net book value), "#$ secara otomatis akan meningkat seiring dengan berlalunya waktu penggunaan. "#$ menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat dari perbedaan potensi laba perusahaan. .eberapa aktiva dapat dinyatakan terlalu rendah nilainya begitu dilakukan kepitalisasi, sementara aktiva lainnya berada dalam kondisi yang sama ketika dibebankan. >alaupun pembelian awal aktiva tetap seringkali dikapitalisasi, sebagian besar investasi dalam biaya permulaan, pengembangan suatu produk baru, dan sebagainya bisa saja dihapuskan sebagai beban, dengan demikian tidak akan dapat terlihat dalam dasar investasi. 4al ini khususnya diterapkan pada unit ( unit pemasaran. Pada unit ( unit tersebut, besarnya jumlah investasi perusahaan seringkali terbatas pada piutang, persediaan, perabotan, dan juga peralatan kantor. Saat sekelompok unit usaha yang memiliki tingkat tanggungjawab yang berbeda ( beda diberikan peringkat atau ranking, akan terlihat bahwa unit ( unit yang memiliki kegiatan pemasaran yang relatif besar akan memiliki "#$ yang lebih besar pula.

4al itu menjadi pertimbangan perusahaan, beberapa perusahaan kemudian memutuskan untuk mengeluarkan unsur yang berkaitan dengan aktiva tetap dari dasar investasi. Perusahaan tersebut akan membebankan beban bunga sebagai aktiva yang bisa dikendalikan, dan pengendalian aktiva tetap dengan menggunakan aktiva terpisah. $ktiva yang dapat dikendaliakan pada dasarnya adalah merupakan modal kerja. anajer (manajer unit usaha bisa saja membuat

sebuah keputusan operasional yang dapat mempengaruhi aktiva ( aktiva tersebut. .ila keputusan yang sudah dibuat ternyata terdapat kesalahan dapat menimbulkan dampak yang serius. isalnya saja ketika perusahaan dalam kondisi tingkat

persediaan yang terlalu tinggi, hal itu akan menimbulkan pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dan resiko kerusakan akan meningkat. Sedangan ketika perusahaan dalam kondisi tingkat persediaan yang terlalu rendah, maka dapat menyebabkan kekurangan persediaan yang kemudian berlajut dengan gangguan produksi serta hilangnya peluang bisnis. 'nvestasi dalam bentuk aktiva tetap dikendalikan oleh proses anggaran modal sebelum terjadinya dan juga oleh audit setelah penyelesaian ( post completing audit) guna menentukan adanya arus kas yang diantisipasi kemungkinan terwujudnya. 4al tersebut jauh dari kata memuaskan karena penghematan atau pendapatan aktual dari akuisisi aktiva tetap tidak mampu teridentifikasikan. isalnya, ketikan sebuah mesin baru mempu memproduksi

berbagai jenis produk, sistem akuntansi biayanya tidak akan mengidentifikasi penghematan yang ada dalam setiap produk.

M#N$#(A8%ASI &IN#R=A #&ONOMI S%A'% #N'I'AS


Pembahasan sampai saat ini masih terfokus pada pengukuran kinerja dari manajer 0 manajer unit usaha. 2aporan manajemen dibuat tiap bulan atau per kuartal sementara laporan kinerja ekonomi umumnya dibuat dengan selang waktu yang tidak tetap, misalnya dalam selang beberapa tahun hanya dibuat sekali. Secara konsep, nilai dari suatu usaha adalah nilai sekarang dari pendapatan yang akan datang di masa depan. 4al tersebut dapat dihitung dengan mengestimasi berapa jumlah arus kas untuk setiap tahun di masa depan dan mendiskontokannya pada tarif laba yang telah ditentukan sebelumnya. $nalisis ini dilakukan untuk lima atau sepuluh tahun yang akan datang. 2aporan 0 laporan ekonomi adalah instrumen yang diagnostik. 2aporan tersebut dapat memberikan indikasi mengenai apakah strategi unit usaha yang ada sekarang ini sudah memuaskan. 3ungsi lainnya adalah untuk mengevaluasi kemungkinan keputusan apa yang harus diambil untuk suatu unit usaha ekonomi atas suatu unit usaha agar dapat memperlihatkan bahwa rencana yang dibuat sekarang ini atas produk, pabrik, peralatan, atau strategi baru yang lain. Selain itu, laporan 0 laporan ekonomi dapat juga dijadikan sebagai dasar untuk memperoleh nilai perusahaan secara menyeluruh. !ilai semacam ini disebut dengan breakup value, yang merupakan estimasi jumlah yang akan atau dapat diterima oleh pemegang saham perusahaan jika masing 0 masing unit usaha

tersebut dijual. 2aporan tersebut akan menunjukkan unit usaha mana yang terlihat menarik dan dapat memeberikan informasi bahwa manajemen senior telah salah mengalokasikan waktu mereka yang terbatas, seperti, menghabiskan waktu terlalu banyak untuk unit usaha yang tidak banyak memberikan kontribusi pada profitabilitas total dari perusahaan. Perbedaan yang paling terlihat antara kedua jenis laporan tersebut adalah laporan ekonomi lebih fokus pada profitabilitas di masa depan daripada profitabilitas sekarang ini atau yang telah berlalu. Pusat investasi pada dasarnya memiliki semua masalah terkait dengan pengukuran yang terkait dalam penentuan beban dan pendapatan. Pusat investasi dapat menimbulkan permasalahan baru mengenai bagaimana mengukur aktiva yang digunakan, khususnya aktiva yang mana, bagaimana menilainya, metode penyusutan apa, aktiva perusahaan mana, dan juga kewajiban mana yang harus dilakukan pengurangan. )ujuan penting dari organisasi bisnis adalah untuk mengoptimalkan tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham, seperti, nilai sekarang bersih dari arus kas masa depan. )idaklah praktis untuk menggunakan pengukuran semacam ini untuk mengevaluasi kinerja dari para manajer unit usaha per bulan atau per kuartal. enghitung tingkat pengembalian merupakan pengukuran yang paling

baik atas kinerja dari para manajer unit usaha. !ilai tambah ekonomis (economic value added 0 "#$) pada dasarnya memiliki keunggulan lebih daripada dengan menggunakan tingkat pengembalian investasi (return on investment 0 %&') dalam mengevaluasi setiap kinerja dari para manjer unit usaha.

Selain pos 0 pos laporan laba rugi, pada saat menetukan tujuan laba tahunan harus memiliki tarif bunga yang eksplisit terhadap saldo yang nantinya akan diproyeksikan ke dalam pos modal kerja yang dapat dikendaliakan, terutama piutang dan persediaan.

=%RNA8 > &# 1

'H# PARADO? OF S'RA'#$I@ MANA$#M#N' A@@O%N'IN$ Bill NiA"nadan ="6nBurn*b :niversity of Dundee School of .usiness, , Perth %oad, Dundee DD, 64!, :nited /ingdom :niversity of "?eter, .usiness School, Streatham ;ourt, %ennes Drive, "?eter "@6 5P:, :nited /ingdom
.ukti bahwa teknik akuntansi manajemen strategis( S $ ) belum diadopsi secara luas dan perkembangan dalam literatur S $ sendiri tampaknya telah konsisten dengan siklus hidup yang relatif singkat pada kebanyakan alat manajemen strategis ( S ) dan banyaknya konsep . !amun demikian, ada kontradiksi yang melekat antara penurunan nyata dari S $ dan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jumlah konsep , model, alat , perspektifteoritis , disiplin , jurnal akademik dan profesional dan praktek konsultasi yang mengisi domain S . Paradoks dari S $ dieksplorasi dalam konteks evolusi literatur S ,

praktek S $ , sebagaimana dicontohkan oleh dua studi kasus baru0baru ini , dan literatur kontrol yang sama, pengukuran kinerja dan manajemen pengetahuan . /emudian ternyata bahwa literatur S $ didasarkan sebagian besar pada sempit ,

era pertama , pandangan literatur S industri

yang jatuh tempo dengan model analisis

ichael Porter dan strategi kompetitif generik . yang dimulai pada tahun ,ABB dengan pindahkelebih

"ra kedua S

internal , berbasis sumber daya pandang perusahaan dan keunggulan kompetitif telah banyak diabaikan oleh literatur yang masih ada S $ . !amun, untuk menilai dari sejumlah kecil studi kasus yang diterbitkan ,praktek S $ sedang mengembangkan sejalan dengan perumusan strategi dan proses organisasi . 2ink antara bundel teknik yang biasanya termasuk dalam S $ dan antara S $ dan literatur serumpun perlu diintegrasikan ke dalam koheren ,kerangka kohesif untuk melengkapi S .

Sebuah penjelasan yang pasti jelas lebih baik untuk satu tentatif .!amun, karena beberapa alasan kehati0hatian diperlukan ketika menafsirkan bukti survei bahwat eknik S $ belum diadopsi secara luas .$lasan0alasan ini termasuk kurangny akonsensus tentangapa S $ adalah ( lihat.agian 5., , di atas ) , difusi teknik akuntansi manajemen dalam organisasi dan jaringan mereka diperpanjang dan pengakuan rendah dari S $ C merek C ( .himanidan .romwich , *<,<, p . 6D ) . Sejumlah kecil studi kasus yang telah dilakukan mengkonfirmasi penggunaan teknik akuntansi manajemen untuk mendukung S dalam organisasi0 organisasi ./asus .ukti penelitian juga menyoroti pengakuan rendah istilah S $ bahkan ketika konsep0konsep akuntansi manajemen dan teknik merupakan bagian dari seluruh sistem S dalam organisasi tersebut( lihat .agian 6 , di atas ) . E /etidak sepakatan mengenai definisi tidak penting utama, jauh lebih penting adalah bahwa S $ dipekerjakan oleh perusahaan0perusahaan (.himanidan .romwich , *<,<, hal 6A ) . /esenjangan antara literatur S $ dan praktek diperburuk oleh kesenjangan antara S $ dan literatur S ( lihat .agian 5.* ) dan literatur serumpun kinerja pengukuran , pengendalian manajemen dan manajemen pengetahuan ( lihat .agian 7 ) . /urangnya integrasi dan identitas mungkin mulai menjelaskan adopsi rendah jelas teknik S $ .

&e +
Penggabungan Beba* dala/ Si*te/ Mana-e/en A*et 1ada NHS !eil arriot, 4oward ellet, 2ouise acniven

Winchester usiness !chool, Winchester "niversity, Winchester, #ampshire, !$%% &'(, "nited )ingdom *ardiff usiness !chool, *olum +rive, *ardiff, *F,$ -. ", "nited )ingdom

Ab*tra.t Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja komponen0komponen dari sistem penggabungan bebas yang diterapkan di dalam sistem manajemen aset pada National Health Service (NHS). Paper ini memanfaatkan analisis kualitatif wawancara semi struktur dengan para senior di dua %umah sakit !4S terpercaya secara bersamaan disertai penemuan survey dari seluruh %umah sakit terpercaya di >ales. Sistem manajemen aset yang terdapat pada !4S dari segi sistem gabungan secara bebas dapat menimbulkan banyak gangguan. Ha*il Re ie5 NHS dibentuk pada tahun ,AD6 yang kemudian oleh sektor publik ditetapkan sebagai F!4S terpercayaG dan sistem informasi mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada pengguna internal ekstrernal. dalam /onsep menyediakan Hkebebasan pertanggungjawaban stakeholder

penggabunganI yang mengkategorikan perluasan akan penggabungan antara dua sistem yakni dengan cara menguji tingkat inter0aktifitas variabel dan beberapa variabel umum (mmahami kelemahan variabel) dimana variabel tersebut tidak terikat satu sama lain (Jlassman, ,AB5). Salah satu keistimewaan dari ketatnya sistem penggabungan yang mereka hasilkan untuk perubahan sistem dibandingkan dengan sistem penggabungan yakni manajer tidak dapat merencanakan, mengendalikan atau mengubah sistem penggabungan secara bebas ( eyerson dan artin, ,ADB). Sistem penggabungan secara bebas dapat mengurangi konflik

antara berbagai elemen meeka. "lemen tidak membutuhkan peri8inan, interaksi bersama atau adaptasi satu sama lain, dengan cara demikian dapat memperkecil kesempatan akan adanya konflik yang terjadi ( eyer dan %owman, ,ABB= Deal dan ;elotti, ,AD<). /ebebasan penggabungan secara potensial terdapat di dalam organisasi internal dimana ada sejumlah kelompok pelayanan dengan tanggungjawab berbeda. Dari hasil wawancara serta survey yang dilakukan peneliti, mereka menemukan sejumlah bukti nyata tentang sistem penggabungan bebas yang mengarah pada manajemen aset dari !4S di >ales. Sejumlah department mempertahankan catatan aset mereka, dan mereka juga tidak menggabungkan informasi yang tersedia di tempat lain. .anyak sekali keutamaan dari sistem penggabungan secara bebas ini, antara lain yaitu kestabilan, kemungkinan diterapkan sebagai kelembaman, hasil diperoleh dari ketidakmampuan individu dalam mengatur aset hingga menemukan perubahan yang dibutuhkan, hubungan antara seksi dalam sistem dan dalam konteks manajemen aset tetap dan lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem penggabungan secara bebas memiliki banyak keutamaan atau keistimewaan, terutama menyangkut soal aset department atau organisasi.