Anda di halaman 1dari 6

TUGAS BIOLOGI

Laporan Praktikum Biologi


Mengamati sel pada tumbuhan (bawang merah)
KELAS XI IPA 7

2013
KELOMPOK 3
ANDI ZAHIRAH SALSABILA MUH. ULIL KHAERUL TAKKO ANNISA RIZKIAH AUDREY OCTAVIANI YANUAR P ANDI ZUL TASYRIQ ANDI HAERUL NUR ASIZAH ASWIN (02) (07) (12) (17) (22) (27) (33)

SMA NEGERI

17

MAKASSAR

I.

JUDUL DAN TANGGAL PRATIKUM a. Judul kegiatan : Mengamati sel hidup pada tumbuhan(Bawang Merah) b. Tanggal praktikum : 25 September 2013

II.

TUJUAN PERCOBAAN Mengamati sel hidup, bawang merah.

khususnya

pada

sel

tumbuhan

yaitu

III.

DASAR TEORI Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut. 1. Robert Hooke (1635-1703) Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat -rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel. 2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann Mereka mengamati sel-sel jaringan Schleiden mengadakan penelitian Setelah mengamati tubuh tumbuhan, (1810-1882) hewan dan tumbuhan. terhadap tumbuhan. ia menemukan bahwa

banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup. 3. Robert Brown Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel. 4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma. 5. Max Schultze (1825-1874) Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup. Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain: a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup; b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup; c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup; d. sel merupakan unit hereditas.

IV.

ALAT DAN BAHAN ALAT : Mikroskop Binokuler Kaca Benda Kaca Penutup Silet Preparat (Objek yang akan di amati) BAHAN : Bawang Merah Air

V.

LANGKAH KERJA Siapkan alat dan bahan Menyiapkan preparat dengan cara: 1. Mengiris bawang merah tidak sampai putus. 2. Menarik bagian yang diiris tadi hingga mendapatkan bagian yang tipis / transparan. 3. Menempatkan potongan yang transparan / tipis di kaca benda (tepat ditengah). 4. Memberikan setetes air agar benda tidak jatuh dan kaca penutup dapat melekat. 5. Selanjutnya kaca penutup di letakkan di atas benda yang telas diberi air dengan cara memiringkan 45 sebelum langsung dilepas. 6. Preparat telah siap digunakan. Menyalakan mikroskop binokuler. Menaruh preparat di atas meja objektif dan dijepit sesuai tempatnya. Memutar revolver dan mengatur lensa objektif sesuai pembesaran yang diinginkan (10 x 10) dan (10 x 40) Mengatur makrometer dan mikrometer sehingga mendapatkan gambar pengamatan yang jelas.

VI.

HASIL PEMBESARAN 1. Pembesaran 10 x 10

Keterangan: 1. Dinding Sel 2. Sitoplasma 3. Inti Sel 2. Pembesaran 10 x 40

Hasil Pembesaran 10x10

Keterangan : 1. Dinding Sel 2. Sitoplasma 3. Inti Sel

Hasil Pembesaran 10x40

VII.

PEMBAHASAN Bentuk sel epidermis bawang merah seperti balok yang disusun miring. Sel epidermis bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel, memliki cairan di dalamnya dan ada aktivitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel. cairan yang ada di dalam sel epidermis bawang merah disebut nukleoplasma. Fungsi cairan nukleoplasma adalah untuk melindungi vakuola. Bawang merahmemiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah berwarna merah mudah, hal ini di sebabkan karena bawang merah mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Adapun epitel pada bawang merah mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma. Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup. KESIMPULAN Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nukleus, sitoplasma, dan antar selnya dibatasi oleh dinding sel. DAFTAR PUSTAKA http://blueskynyanaila.blogspot.com/2012/09/laporanpraktikum-biologi-sel-mengamati.html

VIII.

IX.