Anda di halaman 1dari 3

Haemocytometer atau dalam bahsa indonesianya hemocitometer, alat ini ditemukan oleh LouisCharles Malasse.

Hemocitometer dipakai untuk menghitung jumlah sel darah. Alat ini terdiri dari Pipet Eritrosit, Pipet Leukosit, Deck glass dan Bilik Hitung Improved Neubauer. Pipet tersebut harus memenuhi syarat ketelitian tertentu dan Bilik hitung mempunyai sebuah garis grid berbentuk kotak-kotak dengan ukuran tertentu.

Penentuan konsentrasi sel penting untuk mikrobiologi, biakan sel, dan banyak aplikasi yang membutuhkan penggunaan dari larutan sel. Seringkali densitas sel dari suatu larutan dapat ditentukan secara spektrofotometrik. Namun bentuk penentuan seperti itu tidak dapat menentukan viabilitas sel dan jenis sel. Suatu alat untuk penghitungan sel disebut ruang hitung. Jenis ruang hitung yang paling umum dikenal disebut hemasitometer karena mulanya didesain untuk penghitungan sel darah (Gambar I.1 dan Gambar I.2).(Anonim, 2001) Hemasitometer adalah suatu ruang kaca dengan sisi yang menjulang dan kaca penutup yang akan menahan cairan tepat 0.1 mm dari atas lantai ruang kaca. Ruang hitung memiliki total luas permukaan 9 mm2. Gambar di bahwa ini menunjukkan dimensi dari suatu hemasitometer.

Penghitungan konsentrasi sel pada hemasitometer didasarkan pada volume di bawah kaca penutup. Satu kotak besar (W dalam Gambar I.4) memiliki volume 0,0001 ml (panjang x lebar x tinggi 3 = 0,1 cm x 0,1 cm x 0,01 cm = 0,0001 cm = 0,0001 ml). Hemasitometer diisi oleh gaya kapiler. Satu tetes dari larutan campuran sel yang terlarut dengan baik dipipet pada ujung tepi dari hemasitometer dan kemudian perlahan-lahan dibuang kelebihannya supaya cairan tertarik masuk ke dalam ruang oleh gaya kapiler. Pewarnaan sel seringkali membantu visualisasi dan penghitungan, baik campuran sel dengan volume trypan blue (0,4% (w/v) trypan blue dalam PBS) yang setara untuk menentukan penghitungan sel hidup atau mati (sel mati berwarna biru) atau membunuh sel dengan 10% formalin dan kemudian mewarnai dengan trypan blue atau pewarna lain (untuk meningkatkan visualisasi dari semua sel). Terdapat dua metode sederhana seperti yang digambarkan untuk penghitungan sel berdasarkan pada luas permukaan dari hemasitometer yang digunakan untuk menentukan jumlah sel. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi sel dan keakuratan prosedur bergantung pada jumlah sel yang terhitung. Ketika konsentrasi sel rendah, harus dihitung lebih banyak kotak.

Metode A
Dihitung jumlah sel pada 4 kotak luar (kotak sebelah kiri pada Gambar I.4) Kosentrasi sel dihitung sebagai berikut : Konsentrasi sel per mililiter = Total sel terhitung dalam 4 kotak x 2500 x faktor pengenceran

Metode B
Diperkirakan konsentrasi sel dengan menghitung 5 kotak dalam kotak besar tengah (kotak sebelah kanan pada Gambar I.4). Konsentrasi sel per mililiter = Total sel terhitung dalam 5 kotak x 50,000 x faktor pengenceran

Contoh di bawah ini menunjukkan garis merah di mana sel pada garis akan dihitung. Jika titik merah adalah sel, maka pada gambar di bawahterdapat 3 sel pada bagian atas tengah kotak besar.

Semua dari 25 kotak besar dapat dihitung, atau suatu pola penghitungan dengan menggunakan jumlah kotak yang lebih sedikit dapat digunakan sepeti pada gambar di bawah.

http://artikelteknikkimia.blogspot.com/2011/12/hemasitometer.html