Anda di halaman 1dari 39

Iefini[ llasa]

Glr[[$810il

Dr0rruPnilililG

I Panduan Kilat Mahir Sablon

dan Digital Printing

-.r",r;M

I Disertai Perkiraan Perincian Modal

Pembelaiaran

Drs. Sapto Misriyanto

tefini[ Dasar

[etah $ablon f,an

Digital Printing

m

Toknik Dasar Cetak Sablon dan Digital Printing oleh: Drs. Sapto Misriyanto @ all rights reserued Hak cipta dilindungi undang-undang

Desain Sampul: Gunawan

Tata Letak Weni

Penyunting: Deti

Proofreader: Yopi

Diterbitkan oleh:

ilCdPleSS (Anssota tKAPt)

Jl.lrian JayaD-24, Perum Nogotirto Elok ll, Yogyakarta 55292 Telp. (027 4) 7 1 03084 Faks. (0274) 620879

Email:

Drs. Sapto Misriyanto

Teknik Dasar Cetak Sablon dan Digital Printing/Drs. Sapto

Misriyanto;- 15x23cm

Cet. 1 - Yogyakarta: Media Pressindo,2009, iv+72 hlm,

rsBN (10) 979-788-119-9

rsBN

(13) 978-979-788-119-l

1. ll. Painting Deti

l. Judul

750

Distributor tunggal:

PT. BUKU KITA

Jl. Kelapa Hijau No.22 RT006/03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa Jakarta 12620 Telp. (021)7888-1850

Faks. (021

)

7888-1 860

Email: marketingbukukita@gmail.com

Website: http ://www. d isti buto rb u ku kita. com

Cetakan Pedama, 2009

Undang-Undang Rl Nomor 19 Tahun 2002

tentang Hak Gipta

Ketentuan Pidana P asal 7 2:

1. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, menge-

darkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau hak terkait sebagaimana di-

maksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00

(lima ratus juta rupiah).

Daltar Isl

Kata Pengantar

Pendahutuan

Bab I

Perencanaan Gambar atau Tulisan

A.

Pen ggambaran Langs ung (Di r ect Pai n ti ng Me t hod e )

B. Pemotongan (Cut Put ttethode)

C. Profitm (Profilm ttethode)

D.

E.

Resist (Resist ttlethode)

Foto Kopi (Photo Copy lAethode)

F. Setting Komputer Bab ll

Cetakan

A. Bingkai Cetak

B.

C. Pemasangan Gaso Screen

Screen gause/Gasa screen

ke Bingkai

Raket Meja Sablon Proses Produksi

Bab lll

E.

D.

A. Pemindahan Gambar

B.

Cetak

ke Bingkai

TeknikPenyablonan

C. Penyortiran Pascaproduksi

D. Mengatasi Kesalahan-kesatahan

Penyabtonan

E.PerawatanAtatdanKesetamatanKerja

-.-

Bab lV

Pengenalan

Cat/Tinta

Sablon dan Prosedur Penyablonan

A. PengenatanCat/TintaSabton B. ProsedurPencampuranCat Kain

C. Aneka Formuta Cat

Bab V

lnventarisasi Peralatan Sablon dan

Penempatannya

A. Peratatan Afdruk dan

B. Peralatan Produksi

Obat Afdruk

C. MejaAdministrasi danAtmari

1

3

7

7

8

B

B

8

9

10

10

11

.12

15

17

19

'19

35

38

38

40

46

47

50

52

5 5

56

56

56

Bab Vl

Cetak DigitallDigitol Printing

A. Perencanaan Gambar (lmoge Planning)

B. Print Out Master

C. Pemindahan Gambar (lmage Transf er)

Bab Vll

Pemasaran dan Pengembangan Usaha

A. Atat Peraga

B. Katatog/DaftarHarga

Penawaran D. Promosi

C. Surat

Bab Vlll

ANAL|STS USAHA

A. Anatisis Biaya dan

Pendapatan

(B/C Rotio)

B. BreakEvent Point (BEP)

C. Benefit Cost Rotio

lstitah-istilah Grafika

57

59

59

59

62

67

62

63

63

64

64

66

67

68

Ihta Penganlar

Segata puja-puji serta rasa syukur yang teramat datam bagi Attah SWT atas karuniaNya terhadap penutis, sehingga mampu menyelesaikan

buku Teknik Dasar Sablon ini dengan [ancar. Buku ini diharapkan mampu

menjawab permasatahan para pekerja, perajin dan pengusaha sabton akan kelangkaan buku semacam ini.

Terdorong oteh kebutuhan buku penuntun dan petunjuk sabton ter- utama mereka yang baru memutai usaha sablon, penulis tergerak untuk menyusun pengataman penutis yang tetah menggetuti pekerjaan sabton

seputuh tahun lebih, serta buku-buku percetakan dan sablon dari tite- ratur yang ada, kemudian merangkumnya menjadi ini.

Di datam buku ini, dijetaskan mutai daripenyiapan alat-atat, pengenatan

cat dan obat /bahan kimia cetak sablon, penyimpanan dan

proses produksi, kegagalan produksi disertai sotusinya, hingga pe-

tata ruang,

ngembangan usaha dan anatisis usaha.

Meskipun penutis tetah berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk

mewujudkan buku ini, tentu buku ini masih banyak kekurangannya.

Untuk itu penutis akan sangat berterima kasih seandainya para pembaca,

khususnya para praktisi cetak-sabton yang budiman, sudi memberikan saran dan kritik yang membangun datam upaya menyempurnakannya.

Buku ini juga ditengkapi CD yang berjudut ,,7 Langkah Sukses Sa-

blon", yang merupakan visuatisasi praktik sabton untuk memudahkan pembaca mengaptikasikan itmu sabton ini.

Penutis menyadari sepenuhnya bahwa tersusunnya buku ini hingga

sampai ke tangan pembaca, tak lepas dari banttran berbagai pihak.

Oteh sebab itu, dalam kesempatan kati ini penutis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

Mas Sutis (Star Comp), Mas Budi (Rorensha Comp), Mas Adi (Tria

Comp), yang telah membantu proses pembuatan buku ini.

Para praktisi sabton yang pernah penulis hubungi, tempat me- nimba ilmu cetak sabton sekatigus guru bagi penutis.

Toko supplier sabton, yang membantu ketancaran pengadaan

atat dan obat-obatan sabton.

Media Pressindo Group yang telah bersedia menerbitkan buku

ini.

Soto, Oktober 2008

Pendahuluan

llaa

Hslsh

I

awa[ perkembangannya,

cetak sabton hanya mampu ditakukan

para pengusaha menengah ke atas. Hat ini

disebabkan oteh tingkat kesulitan pada saat itu untuk merangkai

dan me-monoge proses sabton. Kesutitan-kesutitan itu antara lain:

penyiapan gambar (ditakukan secara manuat, sehingga membutuhkan

seniman/pelukis khusus), betum berkembangnya industri (baik kecit,

menengah maupun besar), dan seterusnya. Kesutitan dan keterbatasan itu membuat usaha cetak sablon kurang poputer di katangan pengusaha.

Baru sekitar tahun 80-an, sabton mutai ditirik katangan pengusaha, karena sudah ada yang mutai berhasil menjatani usaha ini, bahkan

semakin lama justru sanggup menggeser (kalau tidak dapat dikatakan

"menghancurkan") cetak-mencetak hand-press. Di sektor lain, cetak

sabton pada kain juga menjadi cara yang efektif dan efisien pada industri

batik.

Perkembangan cetak sabton tersebut didukung oteh teknologi komputer yang semakin berkembang pesat puta. Sehingga pekerjaan

yang dahutu tidak mungkin dikerjakan, menjadi sangat mudah dikerja-

kan dengan komputer. Misalnya, datam hat penyiapan gambar/corak yang akan digandakan/dicetak datam jumtah banyak. Gambar dan grafis

yang mampu diciptakan dan di print-out dengan komputer dan mesin print, tak lagi terbatas jumlah, variasi, dan ukurannya. Kecepatan, ke- tepatan dan keakuratan juga sangat terjamin dengan sistem komputer-

isasi. Ditambah lagi, tersedianya bahan-bahan dan peratatan sabton yang ada saat ini, membuka kesempatan siapa saja untuk menekuni

usaha ini. Seandainya tidak mau direpotkan merekayasa atat sablon,

Anda bisa membetinya tengkap di toko peratatan sabton. Jika enggan meramu bahan/obat sabton, tinggat membeli yang sudah jadi dan bisa [angsung dipakai.

Persaingan bebas dan perkembangan bisnis masa kini, menuntut

para pedagang dan pengusaha/industriawan gencar mempromosikan

produk yang mereka hasitkan. Katangan initah sumber dan sasaran men-

jaring pesanan sabton, karena pasti mereka membutuhkan berbagai keperluan promosi, mutai dari brosur, sticker, poster, spanduk, kaus,

dan berbagai sarana promosi tainnya.

Ketebihan tain dari usaha sabton ini adatah modaI yang tidak tertatu

besar dengan penghasitan yang maksimat. Usaha sabton dapat dimutai

dengan modal yang relatif kecit, dan menggunakan peratatan yang cukup

sederhana. Seseorang dapat metakukan pekerjaan sabton tanpa harus memitiki keterampitan / kecakapan khusus. Dengan kemauan dan [atihan, setiap orang akan mampu metakukan pekerjaan ini. Setanjutnya, tinggal

ketekunan dan pengetotaan yang baik, maka akan menghasitkan

kemajuan usaha.

Apakah Sablon itu ?

Sabton adalah jenis pekerjaan mencap/mencetak/menggandakan

cetakan dengan menggunakan atat dasar saringan (screen printing).

Apa kelebihan Sablon ?

ModaI dapat menyesuaikan (sesuai kemampuan pengusaha).

Dapat memitih pekerjaan/spesiatisasi sesuai kemampuan dan kemauan.

Dapat memitih alat yang sederhana sampai alat yang

berkuatitas.

Mampu metayani pekerjaan sedikit (omzet kecit) ang masih

berpeluang menarik keuntungan.

Dapat mengerjakan berbagai macam jenis cetak di media yang

.

.

.

.

berbeda-beda, meski dengan atat sederhana. Misatnya:

.

.

.

.

Kertas

Produknya: kartu nama, undangan, poste6 labet, piagam, kop

surat, sticke6 d[t.

Ptastik

Produknya: ptastik bungkus roti, kopi, susu, kaos/pakaian, batik, sprei, kantong betanja, dtt.

Kain

Produknya: spanduk, badge, vandel, kaos, seragam/motif di

kain, sajadah, tas kain, topi, stayer, dtl.

KaW

Produknya: triplek, hardboard, bakiak, kipas/souvenir kayu,

.

.

.

meja lipat, dt[.

Logam

Produknya: katerrg cat, kateng tutup, ptat seng/atumunium, Box Etektronik, dtt.

Kutit

misalnya: bahan tas, sepatu, [t.

lmitasi

misatnya: sandat, sepatu, tas, dt[.

Karet

misatnya: karet bumper mobi[, sepeda motor, Jok, Dtt.

Kaca

misatnya: getas, botot, kaca hias, katigrafi kaca, neon box,

dtt.

Mika, dan masih banyak yang lainnya tagi.

Pada prinsipnya, sabton dapat untuk mencetak barang dengan per- mukaan padat.

Berbagai ketebihan usaha cetak sablon, tentunya akan mempermudah

pengusaha sablon untuk mengembangkan usahanya.

Jika dikaitkan dengan sistem perekonomian lndonesia yang ber- basis pada perekonomian kerakyatan, maka usaha sabton sangattepat untuk menjawab kebutuhan ini. Karena usaha sablon cenderung tebih

dekat kepada sistem padat karya, yang mampu menyerap tebih banyak tenaga.

Buku ini disusun secara praktis, untuk tebih memudahkan para pem-

baca memahami isinya, dan sanggup mempraktikkannya. Setetah itu,

pembaca diharapkan mampu metakukan pekerjaan sabton secara

mendasa6 yaitu

a

.

.

a

a

Mampu menyiapkan atat-alat sabton yang dipertukan.

Mampu merekayasa atat-alat sablon sesuai standar masing-

masrng.

Memahami kinerja peratatan sabton secara teori maupun praktik.

Mampu metakukan pekerjaan afdruk (proses pemindahan gambar/tutisan ke bingkai cetak).

Mengenat dan memahami pemakaian jenis cat (kertas,

ptastik, Kain, dtt) sesuai bahan yang akan disabton.

Memahami teknik dasar/cara-cara penyablonan yang benar.

Memahami kesetamatan kerja dan perawatan atat-atat sabton.

Untuk mencapai pengembangan setanjutnya, setetah menguasai

tehnik dasar sablon, perlu ditindak tanjuti dengan :

Mengasah teknik sablon secara kontinyu, betajar dari praktik/ pengalaman sendiri maupun dari orang lain yang menekuni

usaha ini.

Penyempurnaan atat dan teknik sabton agar mampu me- nyesuaikan terhadap perkembangan teknotogi cetak saring/

sabton.

Mengupayakan literatur, baik tertutis maupun tidak tertutis untuk memperluas wawasan.

a Orientasi pasar sesuai kebutuhan dan segmen yang dihadapi.

a Berbagai uraian tersebut, dapat diambit kesimputan semen-

tara, bahwa sabton/cetak saring adatah satah satu usaha yang sangat menguntungkan karena dengan menggunakan atat-alat

yang sesederhana mungkin dapat menjangkau pekerjaan yang

setuas-[uasnya.

Setamat mempetajari buku ini. Kesuksesan sudah menanti Anda !!!

Perenoanaan fiam[ar

alau Tulisan

etiap kegiatan kerja selatu dimulai dari perencanaan

J

Rencanakan kegiatan cetak saring/sabton Anda, mulai dari

persiapan gambar/tutisan yang nantinya hendak diproduksi.

Pada dasarnya persiapan gambar/tutisan dapat ditakukan secara manual,

baru nanti disempurnakan/diperhatus

dengan bantuan komputer/mesin.

Hat ini dikaitkan dengan efisiensi dan efektivitas kerja. Dengan

komputer segala jenis pekerjaan grafis akan tebih cepat disetesaikan, lebih akurat, dan tebih hatus. Meskipun demikian, untuk memberikan wawasan kepada pembaca, perlu disampaikan beberapa cara datam pembuatan corak gambar/tulisan, yang mungkin sewaktu-waktu masih

dipertukan menggunakan cara ini.

Pembuatan corak gambar/tutisan/design ada beberapa cara, yaitu:

A. Penggambaran langsung (Direct painting ttethode)

B. Pemotongan (Cut Put ttethode)

C. Profitm (Profilm ttethode)

D. Resist (Resrst lAethode)

E. Foto Kopi (Photo copy ttethode)

F. Setting Komputer

Untuk memahami pembuatan corak secara manuat tersebut dapat diterangkan secara garis-besar sebagai berikut

A. Penggambaran Langsung (Direct painting ttethode) Menggambar tangsung atau lebih tepatnya menutup pori-pori screen,

biasanya menggunaka n screen- loquerltak-merah yang tangsung diotes-

kan dengan kuas, ke permukaan screen membentuk corak yang diingin-

E

kan, namun hanya untuk corak yang besar-besar saja, untuk corak kecil akan sutit membuatnya.

Jika penggambarannya telah setesai, screen dikeringkan kemudian

baru siap untuk dipakai.

B. Pemotongan (Cut Put ttethode)

Dengan pisau/ cutte6 kertas tipis yang sudah ditapis sirtak atau gorn-

orab, ditubangi sesuai corak yang diinginkan. Setanjutnya menempet-

kannya ke screen di bidang tuarnya, sedangkan di bidang datamnya di- perkuat dengan mengoteskan screen laquer.

Lubang corak harus tetap bebas dari lapisan screen laquer, dengan cara menghapusnya melatui bidang [uar dengan kapas yang dibasahi

petarut tak (thinner atau minyak tanah) kemudian dikeringkan.

C. Profilm (Profilm ttethode)

Sama dengan cara B, hanya sebagai gantinya kertas tipis, digunakan

film khusus bertapis shel{oc yang ditekatkan pada kertas tembus cahaya.

D. Resist (Resist ltethode)

Cara ini sama dengan A, hanya dibatik prosesnya. yang dioteskan

dengan kuas lebih dahulu adatah zatlpasta yang nantinya menjadi peng-

halang menempetnya screen laquerAda beberapa resep untuk membuat zatlpasta resfsf, di antaranya: campuran angus lampu minyak+tragacant

6% + gtycerine+minyak zaitun+watergtass.

Dapat digunakan puta resist dari pasta gigi/odot, tentu saja resep ini adatah resep yang pating praktis.

Setetah pengotesan pasta ditunggu hingga kering, kemudian tak di- poleskan kepermukaan screen, dikeringkan terus dicuci dengan air panas

untuk merontokkan pasta. Screen siap dipakai setetah kering.

E. Foto Kopi (Photo Copy ttethode) Cara ini adatah cara yang pating sulit, karena butuh ketetitian dan

keahtian, dibandingkan cara-cara yang sudah dijetaskan sebetumnya.

Dalam proses ini, corak dan garis yang hatus dapat dibuat, namun me- mertukan atat-alat yang cukup banyak, di antaranya :

1 . Tinta untuk menggambar yang sifatnya pekat (hitam/coktat).

2. Trekpen, jangka, penggaris, kuas kecit, dtt.

3. Buku contoh huruf, bentuk huruf, garis-garis, dlt. 4. Letraset, Rugos, Mecanorma, dlt.

5. Kertas fitm, mika atau kaca dtt. Sebagai bahan untuk men-

dapatkan gambar diapositif .

Apabita kita tidak mempunyai bakat menggambar, sebaiknya kita

percayakan kepada orang yang pandai menggambar.

F. Setting Komputer

Perpaduan cara manuaI dengan komputer, akan menghasitkan gam- bar corak yang sempurna. Tetapi sebelumnya tetap harus dibuat konsep

tutisan atau sketsa gambar tertebih dahutu, meskipun finishing-nya di-

bantu dengan komputer. Untuk menghasilkan diapositif yang baik, ha- rus diperhatikan hat-hal sebagai berikut

1. Sketsa gambar atau konsep tutisan harus jetas dan benar.

2. Ukuran gambar atau tutisan yang akan dicopy/discon harus

cukup besa6 sehingga pada saat gambar diedit, tidak pecah/

kabur. Diapositif yang didapat dari print-out, sebaiknya tebih

keciI daripada sketsa/konsep, atau minimaI sama.

3. Diapositif hasit print-ouf harus tajam dan jelas (tinta pekat). Hat ini berkaitan dengan kemudahan proses penyinaran di

saat afdruk. Harus ada kontras yang maksima[ antara yang tembus cahaya dengan yang tidak pada diapositif, sehingga

keberhasi [an afdruk tercapai.

4. Koreksi diapositif.

Sebetum proses ditanjutkan ke afdruk, kita harus tetiti sekati

lagi, bahwa diapositif/master sudah akurat, baik kekontras- annya maupun kebenarannya.

T

3.

Bidang yang bertemu dengan screen harus hatus dan ticin.

tetaIan

i datam proses produksi, penggunaan alat yang tepat akan

menghasitkan pekerjaan produk yang baik puta. Atat-alat produksi

harus disesuaikan untuk mencapai kualitas dan kuantitas yang

diharapkan. Peratatan sabton/cetak saring, memertukan peratatan mini-

mal sebagai berikut :

A.Bingkai Cetak

Bingkai cetak merupakan screenlsaringan gasa berbahan nylon khu' sus, yang tahan terhadap zat-zat kimia dan suhu panas tertentu. Bingkai

cetak direntangkan pada bingkai berbentuk siku persegi panjang, yang

umumnya terbuat dari kayu pitihan. Tetapi ada puta yang berbahan [o-

gam/alumunium khusus.

Besar kecilnya bingkai, tergantung besar kecitnya gambar/tutisan

yang akan disabton. Sebagai patokan dasar: Ukuran datam bingkai screen

= ukuran gambar/tutisan, yaitu + 9 cm.

Meskipun bingkai cetak terbuat dari bahan pitihan, tetapi bingkai masih harus ditapisi dengan screen taqueri agar tebih tertindungi dari

zat-zat kimia. Kita dapat memesan bingkai kepada tukang kayu, namun untuk

memasang screen ke bingkai, pertu keahlian dan peratatan khusus. Ba' han, bentuk, dan konstruksi bingkai penting di perhitungkan, agar men-

dapat hasiI sabton yang baik dan berkuatitas bagus. Pada saat membuat bingkai harus memerhatikan hat-hat sebagai berikut

1. Tahan terhadap segata temperatur, tidak mengerut atau me-

muai dalam segata perubahan temperatur udara sekitar.

2. Bebas dari permukaan kasar, benjotan, benda tajam, dtt.

4. Sudut bingkai berbentuk membutat.

5. Tahan datam keadaan basah maupun kering.

6. Tahan terhadap obat-obatan/zat kimia yang dipergunakan

datam sabton.

Setetah persyaratan tersebut terpenuhi, masih harus diperhatikan

lagi tempat menyimpan atau meletakkan bingkai dan perawatan lainnya

agar bingkai cetak tidak mudah rusak atau berubah konstruksinya.

Apabita ingin membetinya langsung dari toko supptier peralatan sabton,

harus memitih dan menetiti bingkai yang benar-benar ptat katau

diletakkan di alas kaca.

B. Screen gause/Gasa screen

Kuatitas penyablonan sangat tergantung pada pemilihan screen/ saringan cetak yang tepat. Pemilihan gasa screen ditentukan oteh cat/ tinta yang akan dipakai, serta bahan yang akan disabton. Ukuran gasa

screen bermacam-macam, untuk membedakan ukurannya, kita bisa metihatnya dari kode-kode huruf dan angka yang tertera. Ukuran me-

nunjukkan kerapatan pori-pori atau anyaman gasa screen. semakin

besar angkanya, semakin rapat/hatus pori-pori screen-nya.

Merk yang pating mudah didapat di pasaran, adalah fiionyt, Nytal

dan Nybolt. Tipe screen yang tertutis dibingkai cetak, biasanya memakai

huruf

I

kemudian dilanjutkan kode angka.

Ukuran gasa-screen pada perbedaan pemakaian bahan yang akan

disabton dapat diketompokkan sebagai berikut

1. T.15-T.60 untukpemakaian di kain.

2. T.61-T.100 untuk pemakaian di kardus, karung, dt[.

3. T.110-T.150 untuk pemakaian di kertas, seng, kaca, dtt.

4. T.165-T.200 untuk pemakaian di plastik, mika, ptat, d[t.

Lebar kain monyl: dari nomor 15-77 yaitu 160 cm, sedangkan dari

nomor 90-200, yaitu '108 cm. Screen ada yang berwarna putih dan ada

yang kuning kemerah-merahan. hat harganya.

Semakin besar nomornya, semakin ma-

Keuntungan memakai merk Monyl

1. Mempunyai kekuatan tarikan yang tinggi, etastisitasnya tinggi.

2. Tidak mengembang dan mengkerut dalam keadaan basah

maupun kering. Stabit.

A. Gambar BinEkai

Bingkai baralur dari kayu

Pemasangan

screon dengan kayu ponjepit dtpaku

Alur & kayu p€njapit

3. Anyaman gaso screen sebelum dan sesudah dipakai tetap posisinya, dan tidak bergeser.

4. Tahan [ama, tidak mudah robek, rusak, dan aus.

5. Diameter benang screen keciI tapi kuat.

6. Lubang pori-pori screen bervariasi, dari yang kasar sampai yang hatus, berurutan secara kontinyu.

7. Tahan terhadap zat-zat kimia.

B. Mudah dibersihkan.

C. Pemasangan Gasa Screen ke Bingkai:

Pemasangan gaso screen ke bingkai memertukan keahtian dan peratatan yang memadai. Hat ini penting sekati, karena pemasangan/

pembentangan gosa screen ke bingkai sangat menentukan kualitas sabton

cetakan.

Apabita pemasangannya kurang baik, akan timbul kesulitan, dan memuncutkan kesatahan yang tidak pertu saat proses produksi. Akibat

lf

yang mungkin timbuI karena pemasangan screen kurang baik di antara-

nya:

1. Hasil sabtonan tidak sempurna atau jetek.

2. Kecepatan produki lambat.

3. Ktise gambar mudah bocor, karena [apisan obat afdruk tidak rata menempetnya di screen.

4. Garis-garis corak tidak sesuai keinginan.

5. Saputan rakel menjadi tidak rata karena screen tidak seim-

bang.

Kesalahan dan kesulitan itu terjadi karena pada saat pemasangan

screen tarikan tidak merata, kendor karena kurang tarikan, posisi serat atau benang screen tidak sejajar dengan bingkai.

Sebagai permutaan, disarankan untuk membeti langsung bingkai

cetak ke toko atat sabton atau pada spesiat pembuatnya.

B. Bktgftti S* bordur Fqrsaruan *crcen (bnlEn staples

77

Pemasangan goso screen ke bingkai ditakukan dengan cara, yaitu:

1. Dengan tangan

Pemasangan yang ditakukan secara manual dengan tangan, tidak

menjamin hasit bingkai cetak yang baik, kecuati dikerjakan

oteh yang sudah ahti dan terampit. Hat ini dikarenakan pada

saat menarik atau menegangkan, sekatigus me[etakkan posisi

screen ke bingkai, tidak mungkin sama tarikannya. Tegangan di tengah dengan di sudut sering tidak sama, karena tangan

terbatas ketetitiannya. Untuk lebih jetasnya dapat ditihat gambar

sebagai berikut.

6cre€n dibalik srnbug don{6n kain

I

i

l

l

I

lrl I

2. Menggunakan meja penarik

Pemasangan screen dengan meja penarik tebih mudah ditaku-

kan, karena tidak memerlukan tenaga tangan untuk merentang-

kan screen. Serat atau benang screen dapat di atur turus dengan

tegangan yang merata, lebih kuat dan cepat. Tetapi tingkat

ketegangan screen dengan cara ini betum bisa standar, atau

dengan kata tain, pemasangan antara bingkai satu dengan bing- kai lainnya tidak bisa sama besar tingkat ketegangan-nya. (tihat gambar)

Be Prm6angan Ssron tlofigan lr6la Pcneril(

3. Dengan Mesin Pemasang Screen

Pemasangan dengan cara ini menghasitkan tegangan yang pating

sempurna, di mana tegangan di setiap tempat dan sudut bing- kai sama, tingkat ketegangan screen dapat diatur sama atau

standar. Tetapi cara ini hanya ditakukan oteh pabrik khusus pem-

buat bingkai cetak, karena harga mesin yang relatif mahat.

Tips: cara 1 dengan tangan, gaso screen harus dibasahi tertebih

dahutu, agar tidak mudah robek karena tarikan yang tidak

stabit. Sedangkan cara 2 dan 3, gaso screen datam keadaan kering.

D. Rakel

Rakel adatah atat penekan atau penyaput, yang berfungsi untuk mengalirkan atau memindahkan tinta cetak dari permukaan bingkai

yang akan disabton di bawahnya. Pada umumnya rakel terbuat dari karet khususyang dipasang pada penjepit sebagai pegangannya. Ukuran pan-

jang raket dibuat lebih pendek, daripada lebar kotom bingkai cetak ( +

3 cm), agar penyaputan atau penekanannya bisa tebih bebas dan stabit. Raket dari karet sintetis khusus ini umum dipakai karena memenuhi

syarat rakel yang baik, yaitu

H

1. Tahan terhadap berbagai zat kimia yang digunakan pada

sablon.

2. Daya ausnya kecit terhadap gesekan yang terus-menerus pada saat proses produksi sablon atau pengraketan.

3. Rata permukaannya stabit, sehingga menunjang mutu

penyabtonan.

Meskipun harganya retatif mahat, tetapi rakel ini menjadi pitihan

terbaik, demi kelancaran dan kuatitas penyablonan. Raket karet sintetis mudah diperoteh di toko suptier peratatan sabton dengan variasi pitihan,

tergantung dari kuatitas karetnya. Seandainya ingin menghemat, dapat

digunakan rakel dari bahan yang tebih murah, misatnya:

- Karet ban [uar, pitihan yang terbaik.

- Kayu keseluruhan, dengan syarat kayunya tidak boteh me-

nyerap tinta cetak (kayu jati, sawo, cendana jawa, d[t. )

- Plat Logam, yang tahan terhadap zal-zatkimia sablon. ( Lihat Gambar)

c. Brtat

UU

t ArifiOdrt V/'lanch

u

hrxrp

K

6

W

Bentuk ujung rakel dapat dipitih antara: bentuk

(tancip), atau L (siku/persegi). Yang terpenting adatah rata dan lurus serta sesuai dengan penggunaannya.

U (membutat), V

rakel harus setatu

E. Meja Sablon

Untuk ketancaran dan memaksimatkan hasiI penyabtonan, meja sabton sebaiknya dirancang khusus sesuai kepertuannya. Rancangan atau

desain meja harus mempertimbangkan berbagai faktor; yaitu

1. Stabit, tidak mudah goyah dan kuat terhadap tekanan pada

saat dipakai.

.

2. Nyaman, sesuai ukuran yang dikehendaki pemakainya atau

penyabton, baik tinggi maupun lebar panjangnya meja. lni

akan membuat nyaman penyablon, sehingga tidak mudah tetah

saat bekerja.

3. Permukaan meja dapat dipitih, sesuai benda atau bahan yang

akan disabton. Misatnya kaca, karet, kayu atau lainnya. 4. Ada pengikat yang dapat merangkai meja dengan bingkai.

5. Fteksibet, mudah dipindahkan.

o. f.t! $.uofl

;

e. il6r. sablm Krtn

T

r.

Ps{Bikat bif,gloi / catok

Proses Produlrsi

roses produksi pada cetak saring atau sabton, adatah serangkaian

pekerjaan yang dimulai dari penyiapan bingkai cetak hingga

diakhiri dengan penyortiran hasiI cetakan sabton. Dalam bab ini akan tebih banyak menguraikan proses pemindahan gambar ke bingkai cetak, daripada proses kegiatan pencetakan atau penyabtonan. Hat ini mengingat bahwa keberhasitan produksi pada penyablonan, ditentukan oteh kuatitas bingkai cetak yang siap dipakai untuk kegiatan penyabtonan setanjutnya.

A. Pemindahan Gambar ke Bingkai Cetak

Corak gambar atau tutisan yang akan dipindahkan ke bingkai cetak

yaitu corak jadi, datam arti gambar atau tutisan yang apabita disinari akan nampak jetas dan kontras perbedaan antara bidang getap atau hitam dengan bidang terang atau transparan. Untuk menyebut corak jadi ini, setanjutnya dapat dipakai sebutan: Ktise. Sedangkan bingkai

cetak yang sudah ada corak gambar atau tulisannya, setanjutnya disebut

bingkai ktise.

1. Kamar Gelap

Seperti pada foto studio yang harus menggunakan kamar getap

datam proses pengafdrukan, proses sabton juga memerlukan kamar ge-

tap. Namun kamar gelap dalam proses sablon [ebih toteran terhadap

cahaya remang-remang atau cahaya tidak [angsung.

Seandainya kamar memertukan [ampu, dapat dinyatakan tampu kecit

berwarna merah atau hijau. Karena katau kamar tertatu getap, sulit

untuk metakukan pengerjaan afdruk. Persyaratan kamar getap yang baik:

Bebas dari debu.

Kering dan tidak lembab

T

- Suhu kamar tidak boteh tebih dari 400 Cetcius.

- Ada ventitasi atau lubang angin sebagai sirkutasi udara.

Di datam kamar getap (sebaiknya dipakai kamar khusus), dapat di-

letakkan rak-rak yang dipakai untuk menyimpan:

- Ktise dan atat-atat afdruk.

- Obat afdruk.

- Bingkai cetak (kosong) maupun bingkai ktise (isi).

- Apabita ada meja afdruk lampu sebaiknya juga ditetakkan di kamar getap ini.

r.i rtfiar lioltp Atorux

tVr

tadpcnyArpan

kli$

Rs* alat & o,barrfdml(

-:{-::>-? ':7-7.=<'-

?--

<r/.\.i* a*nr-.{_a--,

V-z

-

.-a

Xterrtgin

2. Obat afdruk sablon/emulsi peka cahaya

Obat afdruk sabton pada dasarnya terdiri atas campuran: emutsi

(getatine + kimia penunjang), dengan sensitizer (kromatin/zat peka

cahaya).

Getatine adatah bahan pembuat emutsi dan mempunyai daya

rekat tinggi. Berbentuk kristaI berwarna coketat muda-

Kolium bichromot dan Ammonium bichromat, adatah bahan yang

bersifat peka cahaya, berupa kristal yang berwarna merah tem-

bayung.

I

Setain kedua bahan tersebut, biasanya masih dipertukan zat kimia

penunjang, yaitu

- Ammonia liquida, cairan berwarna putih kekuning-kuningan dan berbau tajam menyengat.

- Citroen zuur, kristal putih atau transparan dan bersifat asam

sebagai pengawet.

Obat afdruk sabton dapat dibuat dengan mencampur sendiri maupun membeti emulsi jadi, di toko suptier alat-atat sabton. Membuat emutsi sendiri (mencampur dan mengotahnya) dapat dipitih menurut setera kita

(resep diuraikan pada bab tersendiri), di antaranya:

- Getatine - Bichromat.

- Potyvynit - Atcohol - Bichromat.

Namun jika Anda memitih membeti emutsi siap pakai, berikut

berbagai pitihan yang bisa dijadikan acuan, yaitu

- Chrome gelatine, merupakan bubuk berwarna kuning ke-

merah-merahan siap pakai. Anda tinggal metarutkan saja

datam air panas dengan perbandingan:

20 gr Chrome gelotine, dicampur 100 gr air panas (600c).

Larutan tersebut diaduk sampai benar-benar tarut, didingin- kan, kemudian dimasukkan datam botol getap atau siap pakai.

- Chromatine, merupakan bubuk berwarna keputih-putihan siap pakai, tinggaI metarutkan dalam air panas dengan perbanding-

an:

20

gr Chromatine, di campur 100 gr air panas (600c).

- Super emulsion 5, merupakan emutsi siap pakai berwarna

biru. Apabita emulsi mengental karena udara dingin, sebaiknya botol ditaruh datam air panas + 800c, hingga mencair lagi.

Campurkan 12gr Ammonium bichromaf (yang sudah ditumbuk hatus) ke datam + 100 gr super emulsion 5, kemudian aduk

hingga [arut benar. Larutan siap dipakai.

- Screen photo emulsion / elmotion, merupakan emutsi berwarna kuning kemerah-merahan. Cara mencampur sama seperti cara

super elmotion 5, yaitu

3 sendok makan SPE, dicampur dengan 1 sendok teh Ammo-

nium bichromot.

Sementara itu, berbagai merk emutsi siap pakai dapat dipitih di

antaranya : Super-X, Diozol, Deima, Ulano, dt[. Biasanya dikemas datam wadah botol besar berisi emutsi dan botol kecil berisi cairan sensitizer I

kromatine.

T

Mencampur obat afdruk sabton, harus memerhatikan ha[-hat atau cara sebagai berikut

a. Proses pencampuran di kamar getap.

b. Air panas 600 c diperoteh dari air mendidih yang didinginkan + 1 menit.

c. Mangkok, botol dan pengaduk obat diusahakan terbuat dari porseten atau ptastik.

d. Cara mengaduknya searah, jangan dibotak-batik, sifat emutsi

seperti serat.

e. Campuran emutsi tebih baik tagi jika disaring dengan kertas

fitter.

f. Pitih getatine dan kromatine yang berkuatitas atau baru.

ll" Honc.mpur Ob.t Afdnfi

6aca petnl* pctr*krtan