Anda di halaman 1dari 54

Tutorial Dasar ArcGis untuk Geos.

Disusun Oleh: Anggun Wara Pangesti.

A. Convert data dari AutoCad ke Shapefile (Shp). 1. Buka data Autocad yang akan diconvert ke dalam format shapefile Ex: data rekon:

2. Matikan layer pada layer properties yang tidak ingin di convert ke dalam bentuk shapefile:

Contoh layer yang dimatikan.

3. Kemudian simpan dalam format *.dxf

4. Buka ArcMap, selanjutnya pilih add data format *.dxf sebelumnya.

, buka file Acad yang sudah tersimpan dalam

Pilih add, maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Kemudian pilih OK, maka project Acad akan muncul pada windows seperti di bawah ini:

Gunakan icon zoom in pada toolbar untuk memperbesar tampilan sesuai dengan yang diinginkan. 5. Perhatikan layers pada table of Content pada samping kiri:

List layer pada Table of Content 6. Proses convert dari Acad ke Shp, menggunakan layer Polyline pada group layer. Untuk memulai proses convert, gunakan menu Select pada Arc Toolbox:

7. Selanjutnya drag layer Polyline pada kotak input seperti di bawah ini:

Isikan file output sebagai tempat penyimpanan hasil convert shp yang sudah terbentuk. Selanjutnya pilih SQL untuk melakukan query layer mana yang akan di convert ke dalam shp seperti di bawah ini: Ex: layer = Alterasi

Kemudian pilih Ok-Ok, maka akan terbentuk layer baru dengan format shp seperti di bawah ini:

Layer shp baru yang terbentuk

Lakukan convert layer-layer yang lain dengan cara yang sama seperti langkah 1-7 di atas. 8. Setelah dilakukan convert, selanjutnya di-cek terlebih dahulu line shp yang terbentuk. Jika line yang terbentuk berupa luasan, maka perlu diconvert ke dalam feature polygon dengan cara: pilih data management tools feature feature to polygon

Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Pada input feature isikan dengan feature line yang akan dijadikan polygon, selanjutnya isikan output feature nya dengan nama feature baru dan lokasi penyimpanan nya. Selanjutnya Ok, maka akan terbentuk feature polygon baru seperti di bawah ini:

B. Georeferensi Peta Tujuan dari georeferensi adalah membuat koordinat baru pada peta agar sesuai dengan keadaan di lapangan. Biasanya untuk georeferensi dilakukan menggunakan system proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator). Pada kasus ini kita memakai metode similarity (disamakan dengan IUP UTM yang sudah ada). Langkah-langkah georeferensi pada ArcGis adalah sebagai berikut: 1. Buka layer yang akan digeoreferensi ke dalam UTM, IUP local dan IUP UTM, seperti di bawah ini: Catatan: export terlebih dahulu IUP local ke dalam folder baru agar tidak mengubah IUP local dengan cara klik kanan layer IUP local data export data pilih tempat penyimpanan beri nama dengan misalnya IUP_UTM.

Selanjutnya pilih editor start editing

Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Kemudian pilih OK 2. Selanjutnya mulai melakukan georeferensi.

Pilih spatial adjustment, pilih metode transformasi dengan metode similarity

Selanjutnya pilih Set Adjust Data, pilih all features

Kemudian OK 3. Selanjutnya pilih New Displacement Link Tool untuk memilih minimal 2 titik yang sama pada IUP local dan IUP UTM dengan cara sebagai berikut: Pilih 1 titik terlebih dahulu pada IUP local

Titik pertama yang dipilih


Kemudian arahkan kursor pada layer IUP zoom to layer pilih titik yang sama seperti pada titik yang dipilih pada IUP Lokal.

Titik yang sama pada IUP local yang dipilih

Dengan cara yang sama pilih 1 titik lagi dengan cara zoom to layer pada layer IUP UTM kemudian pada layer IUP juga dipilih titik yang sama seperti pada layer IUP UTM. Selanjutnya pilih spatial adjustment adjust

4. Selanjutnya cek pada bagian bawah window:

Koordinat baru setelah georeferensi

5. Untuk mengatur format unit pada peta dan display pilih view data frame properties

Selanjutnya pilih general isikan units map dan display sesuai dengan kebutuhan (misalnya meter)

Kemudian Ok, maka display dan peta telah memiliki satuan unit meters.

C. Pengisian Data Atribut Pengisian data atribut bertujuan untuk menambahkan informasi tambahan yang mendukung data spasialnya. Misalnya saja keterangan litologi, alterasi, atau keterangan-keterangan lainnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Buka layer *.shp yang telah dibuat sebelumnya. 2. Klik kanan layer open attribute table

Selanjutnya buat field baru misalnya kolom keterangan dengan cara pilih table of content add field:

Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Isikan nama field nya sesuai dengan kebutuhan, kemudian isikan type field disesuaikan dengan field yang dibuat, selanjutnya OK. Maka akan terbentuk field baru berupa field keterangan seperti di bawah ini:

3. Untuk mulai mengisi field keterangan, pilih editor start editing pilih layer yang akan diedit OK. 4. Selanjutnya pilih feature yang akan diisi keterangan nya, samakan dengan keterangan pada Autocad, kemudian ketikkan pada kolom keterangan.

5. Isikan semua keterangan, setelah selesai pilih save edits stop editing save. Setelah semua data atribut terisikan, selanjutnya kita buat tampilan petanya agar lebih informative dengan cara mengatur tata letak layoutnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: D. Membuat Layout Peta 1. Pertama masuklah ke dalam tampilan layout view dengan cara pilih view layout view

Sehingga tampilan windows menjadi seperti di bawah ini:

Atur sedemikian rupa sehingga layout menjadi lebih informative dengan cara menggesergeser bagian garis layout nya. Untuk menambahkan informasi seperti skala peta, legenda, indeks, dan lain sebagainya gunakan menu insert pada toolbar.

Atur layout agar informasi mudah dibaca oleh pengguna peta. Termasuk atur symbology peta untuk legenda nya. Cara pengaturan symbologi dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: - Klik kanan layer yang akan diatur symbologinya, misalnya layer alterasi properties:

Kemudian pilih symbologi Pada categories pilih unique value pilih value field dengan field sesuai dengan yang diinginkan pilih add values OK

Maka akan terbentuk simbologi seperti di bawah ini:

Symbol yang terbentuk

Atur pula ukuran kertasnya dengan cara pilih file page and print setup

Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Atur ukuran kertasnya sesuai kebutuhan.

Selanjutnya ok. Untuk mempermudah informasi pada peta, perlu ditambahkan informasi koordinat dan grid pada layout peta. Langkah-langkah membuat grid adalah sebagai berikut: Pilih view data frame properties

Selanjutnya pilih grids seperti di bawah ini:

Selanjutnya pilih new grid ikuti langkah-langkah di dalamnya, dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Kotak dialog di atas berfungsi untuk memilih system koordinat apa yang akan digunakan, apakah graticul (berdasarkan koordinat lintang-bujur) atau measured grid (biasanya dari koordinat UTM atau local) ataukah referenced grid. Selanjutnya pilih next.

Pada kotak dialog berikutnya berisi interval penampilan koordinat yang akan ditampilkan, ataukah tipe grid yang akan ditampilkan. Apakah grid dan label, atau labels saja, dan lain sebagainya. Selanjutnya pilih next. Ikuti langkah-langkah selanjutnya sampai finish. Setelah selesai, maka akan muncul tampilan peta seperti di bawah ini:

Peta di atas bias dimodifikasi sesuai dengan keperluan agar lebih menarik.

E. Membuat Profil Suatu Peta Pada kasus ini misalnya sudah terdapat peta litologi di suatu kawasan, dan ingin dibuat penampang litologinya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: - Buka peta litologi pada ArcMap seperti di bawah ini:

Selanjutnya kita buat sayatan misalnya dari barat ke timur. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Pertama buat layer untuk sayatan terlebih dahulu dengan masuk ke Arc Catalog , selanjutnya pilih directory untuk menyimpan layer sayatan missal di directory D:\...seperti di bawah ini:

b. Selanjutnya buat shapefile sayatan dengan cara klik kanan new shapefile

kemudian atur system projeksinya dengan UTM WGS 84 Zone 48 S.

Selanjutnya OK, maka akan terbentuk shapefile sayatan AB baru pada table of content di windows seperti di bawah ini: Shapefile baru yang terbentuk

Langkah berikutnya adalah mulai membuat sayatan AB dengan cara pilih editor start editing

Kemudian pilih layer (shapefile) sayatan AB yang sudah dibuat sebelumnya:

Kemudian OK. Selanjutnya mulai membuat sayatan dari barat ke timur dengan cara pilih create features: Create features

Selanjutnya klik bagian sayatan AB pilih line mulai lakukan digitasi untuk membuat sayatan AB:

Sehingga akan terbentuk sayatan AB seperti di bawah ini:

Selanjutnya pilih editor stop editing save yes. Setelah terbentuk sayatan, selanjutnya kita catat panjang sayatan tersebut. Bisa dilakukan dengan cara pilih measure pada toolbar:

Selanjutnya klik bagian pangkal sampai ujung sayatan, catat panjangnya:

Kemudian overlaykan antara layer sayatan dengan layer litologi untuk melihat batasbatas litologinya dengan cara pilih identity pada arctoolbox:

Masukkan input features nya dengan sayatan AB, kemudian identity featuresnya diisikan dengan litologi, dan output featuresnya diisi dengan tempat penyimpanan dan nama feature baru, seperti di bawah ini:

Kemudian pilih OK. Maka akan terbentuk feature baru yang sudah teridentity seperti di bawah ini:

Selanjutnya buka arcmap baru, tampilkan layer sayatan AB yang sudah teridentity, dem_rbi, sungai, kaldera, dan struktur seperti di bawah ini:

Kemudian catat tinggi titik A dan titik B pada sayatan AB dengan cara pilih identity kemudian tempatkan kursor pada titik A dan titik B pada sayatan AB, catat tingginya:

Tinggi titik A = 918,552979m

Tinggi titik B = 833,060913 m Selanjutnya buat shapefile baru berupa point untuk memberi tanda sayatan tersebut berpotongan dengan sungai, kaldera, dan struktur. Cara membuat shapefile baru sama seperti dengan pembuatan sayatan pada langkah sebelumnya, hanya saja type nya diganti dengan point. Selanjutnya buat point perpotongan antara sungai, kaldera, struktur, dengan sayatan AB seperti di bawah ini:

Selanjutnya buat Arc Scene , tampilkan layer sayatan AB identity, dem_rbi, dan point, buat lurus sayatan AB seperti di bawah ini:

Kemudian atur base height masing-masing layer dengan cara klik kanan layer pilih properties

Atur base height nya dengan floating on custom surface:

Kemudian Ok

Lakukan dengan cara yang sama untuk layer-layer yang lain, sehingga terbentuk profil seperti di bawah ini:

Export ke format jpeg dengan cara pilih file export scene 2D

Maka akan terbentuk profil dengan format JPEG. c. Mulai membuat profilnya Buka Arc Map baru, tampilkan profil dalam bentuk JPEG yang sudah dibuat sebelumnya.

Selanjutnya lakukan georeferensi profil AB tersebut dengan tinggi titik A dan titik B serta panjang AB yang sudah dicatat sebelumnya. Panjang AB = 7273.207 Tinggi titik A = 918,552979m Tinggi titik B = 833,060913 m

Pastikan yang akan di georeferensi sudah benar, misalnya profil_AB, selanjutnya pilih add control point , selanjutnya tepatkan kursor pada titik yang akan digeoreferensi klik kanan input X dan Y, masukkan koordinatnya.

Untuk titik yang di awal masukkan nilai XA=0 dan nilai YA=tinggi titik A yang sudah dicatat sebelumnya = 918,552979m. Selanjutnya masukkan koordinat untuk titik kedua (titik B) dengan nilai koordinat Xb = panjang AB = 7273.207 m, dan Yb = tinggi titik B yang sudah dicatat sebelumnya = 833,060913 m.

Selanjutnya pilih georeferencing update georeferencing

Selanjutnya buat shapefile baru (shapefile surface) untuk mulai melakukan digitasi untuk pembuatan model profilnya. Pembuatan shapefile baru sama seperti dengan cara sebelumnya. Setelah terbentuk shapefile baru mulai lakukan digitasi profil yang sudah di georeferensi sebelumnya.

Selanjutnya lakukan pembagian feature berdasarkan litologinya, dengan cara pilih split tool klik pada bagian profil AB sesuaikan dengan JPEG nya (untuk memisahkan bagian panjang per litologinya). Setelah selesai, maka akan terbentuk beberapa bagian seperti di bawah ini:

Selanjutnya buat field baru dengan nama litologi untuk mengisi atribut litologi nya berdasarkan litologi identity yang sudah ada sebelumnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Klik

kanan

layer

surface

open

attribute

table

Maka akan muncul table seperti di bawah ini:

Selanjutnya pilih table option add field adalah text.

Isikan nama field dengan type field nya.

Maka akan terbentuk field baru pada attribute table seperti di bawah ini:

Selanjutnya isikan field litologi sesuai dengan sayatan yang sudah teridentify dengan litologi.

Setelah itu stop editing save edits.

Atur simbologynya:

sehingga terbentuk surface seperti di bawah ini:

selanjutnya pembuatan model sub-surface nya kita tunggu dari Geos semangat .

9(^o^)9 .

F. Membuat Model Penampang Peta Jika sub-surface telah dibuat oleh geos, selanjutnya adalah membuat model sub-surface dengan cara digitasi. Langkah2 nya adalah sebagai berikut; - Buka ArcMap tampilkan (surface/profil yang telah dibuat sebelumnya) dan penampang sub-surface yang sudah ditentukan oleh geos seperti di bawah ini:

Catatan: surface dan model sub-surface di atas bukan pasangan yang sebenarnya, hanya digunakan sebagai contoh saja. Selanjutnya georeferensikan model sub-surface dengan surface yang telah dibuat sebelumnya dengan cara georeferensi

Pastikan yang di georeferensi nama layer yang benar, pada kasus ini profil_AB. Selanjutnya pilih add control point , selanjutnya pilih titik yang sama antara model sub-suface (*.jpg) yang telah dibuat dengan surface yang dibuat sebelumnya:

Selanjutnya pilih georeferencing update georeferencing.

Selanjutnya mulai melakukan digitasi model sub-surface dengan cara yang sebelumnya, serta dibuat layoutnya. Digitasi dengan membuat layer baru line_litologi, sehingga terbentuk line_litologi seperti di bawah ini:

Selanjutnya membuat litologinya dengan cara export line_litologi ke litologi menggunakan data management tools features feature to polygon

Masukkan input feature dengan layer line-litologi:

Kemudian atur file outputnya Ok, maka akan terbentuk feature polygon baru seperti di bawah ini:

Selanjutnya buat field baru pada feature litologi tersebut dengan nama litologi: buka attribute table pada layer litologi table option add field

Isikan nama field nya dengan type field nya = text:

Selanjutnya OK, maka akan terbentuk field litologi seperti di bawah ini:

Mulai isikan keterangan litologi nya dengan cara pilih editor start editing pilih layer litologi yang akan diedit isikan keterangan litologinya.

Setelah selesai mengisi atribut keterangan litologinya, selanjutnya save edits close editing. Selanjutnya atur symbologinya, klik kanan layer litologi properties symbology Pilih categories unique value pilih field litologi add all values OK

Selanjutnya atur simbologinya disesuaikan dengan simbologi yang sudah ada dengan cara double klik symbol pada layer kemudian ganti symbol nya. Sehingga terbentuk model penampang seperti di bawah ini:

Selanjutnya adalah membuat layout seperti pada cara sebelumnya.

G. Membuat Isograde Au, Ag, Rasio Ag/Au, dan IsoTebal. - Siapkan data terlebih dahulu (untuk mmebuat Iso Au,Ag, Rasio Ag/Au dan Tebal bisa didapat dari data Long section dari penampang vein). Atau jika sudah terdapat data numeriknya bisa langsung diolah. Data yang diperlukan berupa koordinat x,y,z, nilai kadar Au, Ag, dan Tebal. Contoh dari data long section misalnya seperti di bawah ini:

- Kemudian buat database nya dalam format excel seperti di bawah ini:

Database memuat informasi koordinat x, y,z, Au, Ag. - Selanjutnya lakukan plotting pada ArcGis dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Buka data excel pada arcgis dengan cara pilih klik kanan layer pada table of content add data

Kemudian pilih data excelnya:

Pilih sheet yang memuat database nya.

Maka data excel akan muncul pada table of content arcgis seperti di bawah ini:

b. Selanjutnya plotting data xz nya untuk membuat IsoAu, Ag, dan Tebalnya dengan cara klik kanan data excel pada ArcGis kemudian pilih display xy nya.

Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Isikan pada X field dengan informasi X dan Y field nya dengan informasi koordinat Z, selanjutnya OK, maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Kemudian OK, maka akan terbentuk point-point hasil plotting sebagai berikut:

c. Selanjutnya export point-point tadi ke dalam format shapefile dengan cara klik kanan layer point (sheet1 $ Events) data Export data

Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Isikan output name nya OK akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Kemudian pilih yes, maka akan terbentuk shapefile point pada table of content seperti di bawah ini:

d. Selanjutnya buat boundary dengan type polygon mengikuti point-point terluar dengan cara pilih arc catalog arahkan kursor pada tempat penyimpanan shapefile boundary nya klik kanan new shapefile

Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Beri nama shapefile nya pilih type feature nya selanjutnya OK. e. Mulailah membuat boundary nya dengan cara pilih editor start editing create feature mulailah melakukan digitasi

f.

Kemudian pilih editor save edit stop editing. Selanjutnya mulai membuat Isotebal, IsoAu, dan IsoAg nya dengan menu 3Danalyst raster interpolation topo to raster

Maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini:

Selanjutnya untuk memulai membuat Isograde Au, Ag, Pb, Zn, dan Cu, masukkan pada input nya adalah point dalam *.shp yang telah dibuat sebelumnya dari data excel dan data boundary.shp seperti di bawah ini:

Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di atas. Pada feature layer point pilih type feature nya adalah Point elevation, kemudian untuk field nya diisikan sesuai dengan kebutuhan, misalnya saja Au, Ag, Cu, Pb, Zn, sedangkan untuk boundary nya dipilih type feature nya boundary. Selanjutnya isikan nama file output raster nya dan directori penyimpanann outputnya, misalnya seperti di bawah ini:

Kemudian isikan ukuran piksel output rasternya pada kotak dialog Output cell size (optional), kemudian pilih spot pada kotak dialog primary type of input data (optional) seperti di bawah ini:

Selanjutnya pilih OK, maka akan terbentuk output raster Isograde Au seperti di bawah ini:

Nilai Au negatif

Jika dilihat dari output raster di atas, terdapat nilai (negative) pada klasifikasi nilai Au di atas. Padahal jika dilihat dari data nilai Au tidak ada yang bernilai negative. Untuk menghilangkan nilai negative tersebut bisa dilakukan dengan cara seperti di bawah ini:

Pilih conditional dengan syntax seperti di bawah ini: Con(Au <= 0,0,Au). Arti dari syntax tersebut adalah jika terdeteksi nilai Au kurang dari atau sama dengan nol (dalam arti nilai Au bernilai negative) maka nilai negative tersebut akan diganti dengan nol. Tetapi jika nilai Au tidak memenuhi kriteria kurang dari sama dengan nol, maka akan dituliskan sesuai dengan nilai Au sebenarnya. Setelah memasukkan syntax sesuai dengan kriteria yang dibuat, selanjutnya pilih direktori penyimpanan output raster dan filename output nya, selanjutnya Ok. Maka akan terbentuk output raster seperti di bawah ini;

Raster baru yang terbentuk setelah nilai negative dihilangkan.

Selanjutnya untuk mengatur visualisasi tampilan nya bisa dilakukan dengan cara simbology. Pertama klik kanan layer properties symbologi

Jika ingin menampilkan nilai minimum dan nilai maksimum dari Isograde saja, pilih Stretched kemudian pilih stretched color sesuai dengan kebutuhan, selanjutnya pilih Ok. Maka akan terbentuk Isograde Au seperti di bawah ini:

Jika ingin membuat kelas-kelas nilai Au sesuai dengan interval tertentu, pilih classified pada symbologi kemudian atur berapa kelas yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan seperti di bawah ini, misalnya akan dibuat 10 kelas.

Selanjutnya pilih Ok, maka akan terbentuk Isograde Au dengan 10 kelas seperti di bawah ini:

Untuk membuat Isograde yang lain bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti di atas. Selanjutnya adalah membuat rasio (misalnya Au/Ag) langkah-langkah nya adalah sebagai berikut:

Setelah terbentuk Isograde baru, perhatikan baik-baik nilai Ag nya, sesuaikan dengan data mentah nya. Apakah bernilai negative apa positif. Jika tidak terdapat nilai yang negative, maka harus dihilangkan dengan raster calculator seperti pada cara sebelumnya. Tetapi jika nilai sudah positif, selanjutnya lakukan langkah-langkah berikutnya. Untuk membuat Rasio Au/Ag kadang-kadang kita melakukan perhitungan manual dulu pada data mentahnya. Akan tetapi kita tidak perlu melakukan perhitungan manual terlebih dahulu,

karena Arc GIS memiliki fasilitas perhitungan raster secara langsung dalam bentuk Isograde nya tanpa harus menghitung manual terlebih dahulu pada data mentanhnya, yaitu pada fasilitas raster calculator. Langkahnya adalah sebagai berikut: Pilih raster calculator (pastikan sudah terdapat layer/isograde Au dan Ag yang akan dibuat rasio nya) lakukan perhitungan rasio (Au/Ag) seperti di bawah ini:

Pada kotak dialog di atas, masukkan perhitungan nya terlebih dahulu (Au/Ag) kemudian pilih output raster nya, kemudian OK, maka akan terbentuk Isograde rasio Au/Ag seperti di bawah ini:

#sementara selesai#semoga bermanfaat Semangatsemangat 9(^0^)9