Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TEKNIS MENHITUNG NILAI JARI JARI KELENGKUNGAN MERIDIAN, VERTIKAL UTAMA, DAN KELENGKUNGAN RATA RATA DENGAN

AN MATLAB (Geomatika I)

OLEH : KELOMPOK 2 FAKHRURRAZI AGUNG R. BARUS MUHAMMAD ASY SYAKIR 1104107010015 1104107010026 1104107010041

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2012

1. PENDAHULUAN Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titiktitik di bumi dan di peta. Karena permukaan bumi fisis tidak teratur, maka sulitlah melakukan perhitungan-perhitungan dari hasil ukuran (pengukuran). Untuk itu dipilih suatu bidang yang teratur yang mendekati bidang fisis bumi yaitu bidang elipsoid dengan besaran-besaran tertentu. Tujuan pokok suatu proyeksi peta adalah menggambarkan bentuk bola bumi/globe ke bidang datar yang disebut peta dengan distorsi sekecil mungkin. Penyajian dari permukaan bumi pada suatu bidang datar dibutuhkan untuk mengekspresikan posisi titik-titik pada permukaan bumi ke dalam sistem koordinat bidang datar dan dapat dipakai untuk perhitungan jarak dan arah. 2. TUJUAN Adapun tujuan dari tugas ini berupa : 1. Menghitung dan mengetahui besar nilai jari-jari kelengkungan Meridian, jari-jari kelengkungan Vertikal Utama, dan jari-jari kelengkungan ratarata dari datum Bessel 1841, WGS 1984 dan Clarke 1866 dari posisi Lintang 0-900 dengan software MATLAB 2. Mengetahui perbandingan masing-masing nilai parameter antar datum dari grafik yang diperoleh pada MATLAB

3. TINJAUAN PUSTAKA a. Jari-jari Kelengkungan Meridian, Vertical Utama, dan Rata-rata Jari jari kelengkungan Meridian (M) : =
1 2 1 2 sin 2 3/2 3/2

Jari jari kelengkungan Vertikal Utama (N) : = / 1 2 sin2 Jari jari kelengkungan Rata rata (R) : =

b. MATLAB Matlab adalah singkatan dari MATrix LABoratory, merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh The Mathwork Inc. yang hadir dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang sudah ada lebih dahulu seperti Delphi, Basic maupun C++. Matlab merupakan bahasa pemrograman level tinggi yang dikhususkan untuk kebutuhan komputasi teknis, visualisasi dan pemrograman seperti komputasi matematik, analisis data, pengembangan algoritma, simulasi dan pemodelan dan grafik-grafik perhitungan.

4. PROSEDUR KERJA Beberapa tahap analisa perhitungan dengan MATLAB berupa Script M-File di bawah ini:
% % % % % % % Kelompok II 1. Fakhrurrazi : 1104107010015 2. Agung R.Barus : 11041070100 3. Muhammad Asy Syakir : 11040107010041 Menghitung parameter-parameter di bawah ini Pada lintang 0 sampai 90 derajat pada datum Bessel 1841, WGS 84 dan Clarke 1866. % - Jari-jari kelengkungan meridian % - Jari-jari kelengkungan vertical utama % - Jari-jari kelengkungan rata-rata % diplot grafik nilai-nilai parameter tersebut pada masingmasing datum! % diplot grafik perbandingan masing-masing nilai parameter antar datum! %Langkah1: % Input a dan b Bessel 1841, WGS 84, dan Clarke 1866 % dengan masing2 simbol a dan b format short e %Datum Bessel 1841 a1 = 6377397.155 b1 = 6356078.965 % Datum WGS 84 a2 = 6378137 b2 = 6356752.3142 % Datum Clarke 18661 a3 = 6378206.4 b3 = 6356583.8 % Langkah 2: % Menghitung nilai eksentrisitas(e^2) masing2 datum

% Masing2 simbol adalah e1,e2 dan e3 format short e1 = (a1^2 - b1^2)/a1^2 e2 = (a2^2 - b2^2)/a2^2 e3 = (a3^2 - b3^2)/a3^2 %Langkah 3: % Masukkan nilai Latitude 0-90 derajat dengan simbol L % Menghitung sinus dari Latitude(Lsin2)dan dipangkatkan L = 0:90 pi; Lsin = sin(L*pi()/180) Lsink = Lsin(:) Lsin2 = Lsink.^2 % Langkah 4: % Menghitung Jari2 kelengkungan Meridian(M)masing2 datum % Simbol masing2 adalah M1,M2,dan M3 format long % M1 adalah Meridian datum Bessel 41 M1 = (a1*(1-e1))./[(1-Lsin2.*e1).^(3/2)] % M2 adalah Meridian datum WGS 1981 M2 = (a2*(1-e2))./[(1-Lsin2.*e2).^(3/2)] % M3 adalah Meridian datum Clarke 1866 M3 = (a3*(1-e3))./[(1-Lsin2.*e3).^(3/2)] % Langkah 5: % Menghitung jari2 kelengkungan vertikal utama % N1 adalah untuk datum Bessel 41 N1 = a1./[(1-Lsin2.*e1).^(1/2)] % N2 adalah untuk datum WGS 84 N2 = a2./[(1-Lsin2.*e2).^(1/2)] % N3 adalah untuk datum Clarke 1866 N3 = a3./[(1-Lsin2.*e3).^(1/2)] % Langkah 6: % Menghitung jari2 kelengkungan rata-rata (R) % R1 adalah untuk datum Bessel 41 R1 = sqrt(M1.*N1) % R2 adalah untuk datum WGS 84 R2 = sqrt(M2.*N2) % R3 adalah untuk datum Clarke 1866 R3 = sqrt(M3.*N3) % Langkah 7: % diplot grafik nilai-nilai parameter tersebut pada masing-masing datum figure plottools % Datum Bessel 41 plot(L,M1,'red') hold on plot(L,N1,'blue') hold on

plot(L,R1,'green') xlabel('Sudut 0-90 derajat') ylabel('M1,N1,R1') figure plottools % Datum WGS 84 plot(L,M2,'red') hold on plot(L,N2,'blue') hold on plot(L,R2,'green') xlabel('Sudut 0-90 derajat') ylabel('M2,N2,R2') figure plottools % Datum Clarke 1866 plot(L,M3,'red') hold on plot(L,N3,'blue') hold on plot(L,R3,'green') xlabel('Sudut 0-90 derajat') ylabel('M3,N3,R3') % Langkah 8: % diplot perbandingan nilai parameter tersebut pada masing-masing datum! figure plottools % Plot perbandingan nilai M plot(L,M1,'red') % Datum Bessel 41 hold on plot(L,M2,'blue') % Datum WGS 84 hold on plot(L,M3,'green') % Datum Clarke 1866 xlabel('Sudut 0-90') ylabel('Meridian') figure plottools % Plot perbandingan nilai N plot(L,N1,'red') % Bessel 41 hold on plot(L,N2,'blue') % WGS 84 hold on plot(L,N3,'green') % Clarke 1866 xlabel('Sudut 0-90') ylabel('Jari-jari Kelengkungan Verikal Utama') figure plottools % Plot perbandingan nilai R plot(L,R1,'red') % Bessel 41 hold on

plot(L,R2,'blue') % WGS 84 hold on plot(L,R3,'green') % Clark3 1866 xlabel('Sudut 0-90') ylabel('Jari-jari Kelengkungan rata-rata')

5. HASIL Hasil akhir yang didapat dari perhitungan ini berupa besar nilai yang dianalia, 6 grafik terdiri dari 3 buah untuk plot masing masing parameter antar Datum, dan 3 untuk plot nilai perbandingan antar Datum. Sebelumnya beberapa tahap analisa perhitungan berupa Script M-File yang telah dijelaskan pada prosedur kerja. Adapun grafik yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut yaitu:

Gambar 5.1 Parameter masing-masing nilai Datum Bessel 1841

Gambar 5.2 Parameter masing-masing nilai Datum WGS 1984

Gambar 5.3 Parameter masing-masing nilai Datum Clarke 1866

Gambar 5.4 Perbandingan Meridian antar Datum

Gambar 5.5 Perbandingan jari-jari kelengkungan vertikal utama antar Datum

Gambar 5.6 Perbandingan jari-jari kelengkungan Rata-rata antar Datum

6. KESIMPULAN 1. Dari hasil perhitungan dan plotting grafik menunjukkan bahwa besar nilai M, N, dan R tergantung pada parameter sudut Lintang. Semakin besar sudut Lintang maka nilai M, N, dan R masing-masing Datum semakin besar. 2. Plotting nilai parameter masing-masing Datum yaitu M, N, dan R memiliki nilai besar sama pada sudut Lintang 900. 3. Plotting nilai perbandingan M, N, dan R masing-masing Datum sangat kecil.

7. SARAN Langkah langkah perhitungan dengan MATLAB diperlukan formulasi yang tepat, dan logis sehingga hasil yang didapat mendekati kebenaran.

REFERENSI Razali, Mulkal, 2012, Sistem Proyeksi dan Koordinat, geomatika.pelagis.net, diakses 12 November 2012. Tim UMM, 2011, Modul Pratikum Matlab, Divisi Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Informasi dan Komunikasi, Univ.Muhammadiyah Malang, Malang.