Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Angka kejadian penyakit alergi semakin meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zat yang ada di dalam makanan. Salah satu penyakit alergi yang banyak terjadi di masyarakat adalah penyakit Asma Bronkial. Asma Bronkial adalah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktu dekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Apalagi bila karena pekerjaan dan lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selalu berhadapan dengan faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. !edlinu", #$$%& Asma Bronkial merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di 'ndonesia, hal ini tergambar dari data studi sur(ei kesehatan rumah tangga SK)*& di berbagai propinsi di 'ndonesia. +ada SK)* ,--#, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke-. di 'ndonesia atau sebesar /,0 1. *ahun ,--/, pre(alensi asma di seluruh 'ndonesia sebesar ,23,$$$, dibandingkan bronkitis kronik ,,3,$$$ dan obstruksi paru #3,$$$. +ada ,--4, terdapat ,#. juta orang menderita Asma Bronkial atau sekitar #,, 1 dari jumlah penduduk dunia. +ada tahun #$,$, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat atau kurang lebih ##, juta orang. 5engan meningkatnya jumlah penderita, maka tugas dan kinerja tenaga medis, terutama perawat, semakin perlu ditingkatkan. *eknik perawatan yang sesuai dengan Asuhan Keperawatan dan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit ini sangat perlu dipahami dan dikuasai oleh calon dan tenaga medis. 6leh karena itu penulis mencoba mengangkat kasus 7Asma Bronkial pada klien 8y.A9 sebagai judul makalah ini. 1.2 Tujuan A. *ujuan umum :ntuk mendapatkan pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien Asma Bronkial di ruang +aru )S: dengan menggunakan proses keperawatan. B. *ujuan khusus ,. !ampu melakukan pengkajian pada 8y.A dengan 5iagnosa medis Asma Bronkial di )uang +aru. #. !ampu membuat diagnosa keperawatan menurut prioritas pada pasien.

2. !ampu membuat rencana askep pada pasien 8y.A dengan 5iagnosa medis Asma Bronkial di )uang +aru. .. !ampu menerapkan tindakan keperawatan pada pasien 8y.A dengan 5iagnosa medis Asma Bronkial. /. !enge(aluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah diterapkan 1.3 Manfaat ,. Bagi 'nstitusi )umah Sakit Sebagai masukan dan e(aluasi dalam meningkatkan mutu keperawatan secara umum dan khususnya di )uang +aru. #. Bagi 'nstitusi +endidikan Sebagai bahan masukan dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam bidang perawatan pasien Asma Bronkial dan sebagai bahan bacaan untuk menambah wawasan tentang kualitas asuhan keperawatan. 2. Bagi +eneliti !engetahui bagaimana cara melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan Asma Bronkial.

BAB II TINJAUAN TEORITI 2.1 Pengert!an Asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas&. +olaski ; ,--0&. Asma adalah gangguan pada jalan nafas bronkial yang dikateristikan dengan bronkospasme yang re(ersibel. <oyce !. Black ; ,--0&. Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, re(ersibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. Smelzer Suzanne ; #$$,&. 5ari ketiga pendapat tersebut dapat diketahui bahwa a"#a adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat re(ersibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas. 2.2 Et!$l$g! Ada beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma bronkhial. ,. =aktor +redisposisi >enetik 5imana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. +enderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkhial jika terpapar dengan foktor pencetus. Selain itu hipersentifisitas saluran pernafasannya juga bisa diturunkan. #. =aktor +resipitasi Alergen 5imana alergen dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu ; a. 'nhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan. Seperti ; 5ebu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi. b. 'ngestan, yang masuk melalui mulut. Seperti ; !akanan dan obat-obatan. c. Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit Seperti ; +erhiasan, logam dan jam tangan. +erubahan cuaca ?uaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma . Kadang-kadang

serangan berhubungan dengan musim, seperti; musim hujan, musim kemarau, musim bunga. @al ini berhubungan dengan arah angin serbuk bunga dan debu. Stress Stress3 gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. 5isamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress3gangguanemosi perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati. Aingkungan kerja !empunyai hubungan langsung dengan sebab terjadinya serangan asma. @al ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. !isalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas. >ejala ini membaik pada waktu libur atau cuti. 6lah raga% aktifitas jasmani yang berat Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika melakukan aktifitas jasmani atau aloh raga yang berat. Aari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma karena aktifitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktifitas tersebut. 2.3 &ejala 'l!n!" !anifestasi klinik pada pasien asma adalah batuk, dyspnoe, dan wheezing. +ada sebagian penderita disertai dengan rasa nyeri dada, pada penderita yang sedang bebas serangan tidak ditemukan gejala klinis, sedangkan waktu serangan tampak penderita bernafas cepat dan dalam, gelisah, duduk dengan tangan menyanggah ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja dengan keras. *anda lain yang menyertai sesak napas adalah pernapasan cuping hidung yang sesuai dengan irama pernapasan. =rekuensi pernapasan terlihat meningkat takipnu&, otot bantu pernapasan ikut aktif, dan penderita tampak gelisah. +ada fase permulaan, sesak napas akan diikuti dengan penurunan +a6# dan +a?6#, tetapi p@ normal atau sedikit naik. @ipo(entilasi yang terjadi kemudian akan memperberat sesak napas, karena menyebabkan penurunan +a6# dan p@ serta meningkatkan +a?6# darah. Selain itu, terjadi kenaikan tekanan darah dan denyut nadi, karena peningkatan konsentrasi katekolamin dalam darah akibat respons hipoksemia. !edicafarma,#$$%& 2.( Pat$f!"!$l$g! +roses perjalanan penyakit asma dipengaruhi oleh # faktor yaitu alergi dan psikologis, kedua faktor tersebut dapat meningkatkan terjadinya kontraksi otot-otot polos, meningkatnya sekret abnormal mukus pada bronkiolus dan adanya kontraksi pada trakea serta meningkatnya produksi mukus jalan nafas, sehingga terjadi penyempitan pada jalan nafas dan penumpukan

udara di terminal oleh berbagai macam sebab maka akan menimbulkan gangguan seperti gangguan (entilasi hipo(entilasi&, distribusi (entilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru, gangguan difusi gas di tingkat al(eoli. *iga kategori asma alergi asma ekstrinsik& ditemukan pada klien dewasa yaitu yang disebabkan alergi tertentu, selain itu terdapat pula adanya riwayat penyakit atopik seperti eksim, dermatitis, demam tinggi dan klien dengan riwayat asma. Sebaliknya pada klien dengan asma intrinsik idiopatik& sering ditemukan adanya faktor-faktor pencetus yang tidak jelas, faktor yang spesifik seperti flu, latihan fisik, dan emosi stress& dapat memacu serangan asma. 2.) '$#*l!ka"! Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan asma adalah ,. #. 2. .. /. 0. 4. %. +neumotoraks, Status asmatikus @ipoksemia Bmfisema Atelektasis, >agal nafas, Bronkhitis, dan =raktur iga.

2.+ 'la"!f!ka"! Asma dibagi atas dua kategori, yaitu ekstrinsik atau alergi yang disebabkan oleh alergi seperti debu, binatang, makanan, asap rokok& dan obat-obatan. Klien dengan asma alergi biasanya mempunyai riwayat keluarga dengan alergi dan riwayat alergi rhinitis, sedangkan non alergi tidak berhubungan secara spesifik dengan alergen. =aktor-faktor seperti udara dingin, infeksi saluran pernafasan, latihan fisik, emosi dan lingkungan dengan polusi dapat menyebabkan atau sebagai pencetus terjadinya serangan asma. <ika serangan non alergi asma menjadi lebih berat dan sering dapat menjadi bronkhitis kronik dan emfisema, selain alergi juga dapat terjadi asma campuran yaitu alergi dan non alergi. A,a -e-era*a t!ngkatan *en,er!ta a"#a yaitu ; ,. *ingkat ' a. Secara klinis normal tanpa kelainan pemeriksaan fisik dan fungsi paru. b. *imbul bila ada faktor pencetus baik didapat alamiah maupun dengan test pro(okasi bronkial di laboratorium. #. *ingkat '' /

a. *anpa keluhan dan kelainan pemeriksaan fisik tapi fungsi paru menunjukkan adanya tanda-tanda obstruksi jalan nafas. b. Banyak dijumpai pada klien setelah sembuh serangan. 2. *ingkat ''' a. *anpa keluhan. b. +emeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas. c. +enderita sudah sembuh dan bila obat tidak diteruskan mudah diserang kembali. .. *ingkat 'C ,. Klien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas berbunyi wheezing. #. +emeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda-tanda obstruksi jalan nafas. /. *ingkat C a. Status asmatikus yaitu suatu keadaan darurat medis berupa serangan asma akut yang berat bersifat refrator sementara terhadap pengobatan yang lazim dipakai. b. Asma pada dasarnya merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang re(ersibel. c. +ada asma yang berat dapat timbul gejala seperti ; Kontraksi otot-otot pernafasan, sianosis, gangguan kesadaran, penderita tampak letih, dan takikardi. 2.. Penatalak"anaan Me,!" +rinsip umum dalam pengobatan pada asma bronkial ; ,. !enghilangkan obstruksi jalan nafas. #. !engenal dan menghindari faktor yang dapat menimbulkan serangan asma. 2. !emberi penerangan kepada penderita atau keluarga dalam cara pengobatan maupun penjelasan penyakit. Penatalak"anaan a"#a ,a*at ,!-ag! ata" / ,. +engobatan dengan obat-obatan #. *indakan yang spesifik tergantung dari penyakitnya, misalnya ; a. 6ksigen .-0 liter3menit. b. Agonis B# salbutamol / mg atau (eneteror #,/ mg atau terbutalin ,$ mg& inhalasi nabulezer dan pemberiannya dapat di ulang setiap 2$ menit-, jam. +emberian agonis B# mg atau terbutalin $,#/ mg dalam larutan de"trose /1 diberikan perlahan. c. Aminofilin bolus 'C /-0 mg3kg BB, jika sudah menggunakan obat ini dalam ,# jam. d. Kortikosteroid hidrokortison ,$$-#$$ mg itu jika tidak ada respon segera atau klien sedang menggunakan steroid oral atau dalam serangan sangat berat. 2. +emeriksaan +enunjang ; Beberapa pemeriksaan penunjang seperti ; a. Spirometri ; :ntuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas. ,. :ntuk menunjang adanya hiperaktifitas bronkus. 0 b. *es pro(okasi ;

#. *es pro(okasi dilakukan bila tidak dilakukan lewat tes spirometri. 2. *es pro(okasi bronkial seperti ; *es pro(okasi histamin, metakolin, alergen, kegiatan jasmani, hiper(entilasi dengan udara dingin dan inhalasi dengan aDua destilata. .. *es kulit ; :ntuk menunjukkan adanya anti bodi 'g B yang spesifik dalam tubuh. c. +emeriksaan kadar 'g B total dengan 'g B spesifik dalam serum. d. +emeriksaan radiologi umumnya rontgen foto dada normal. e. Analisa gas darah dilakukan pada asma berat. f. +emeriksaan eosinofil total dalam darah. g. +emeriksaan sputum 2.0 Tera*! ,. Bronkodilator ; obat yang melebarkan saluran nafas. *erbagi dalam # golongan ; a.

Simpatomimetik3 andrenergik Adrenalin dan efedrin&. 8ama obat ; 6rsiprenalin Alupent& =enoterol berotec& *erbutalin bricasma&

6bat-obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet, sirup,suntikan dan semprotan. Eang berupa semprotan; !5' !etered dose inhaler&. Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup Centolin 5iskhaler dan Bricasma *urbuhaler& atau cairan broncodilator Alupent, Berotec, bri(asma serts Centolin& yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol partikel-partikel yang sangat halus & untuk selanjutnya dihirup. b. Santin teofilin& 8ama obat ;

Aminofilin Amicam supp& Aminofilin Buphilin )etard& *eofilin Amile"& berbeda. Sehingga bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya

Bfek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik, tetapi cara kerjanya saling memperkuat. ?ara pemakaian ; Bentuk suntikan teofillin 3 aminofilin dipakai pada serangan asma akut, dan disuntikan perlahan-lahan langsung ke pembuluh darah. Karena sering merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum sesudah makan. 'tulah sebabnya penderita yang mempunyai sakit lambung sebaiknya berhati-hati bila minum obat ini. *eofilin ada juga dalam bentuk supositoria yang cara pemakaiannya

dimasukkan ke dalam anus. Supositoria ini digunakan jika penderita karena sesuatu hal tidak dapat minum teofilin misalnya muntah atau lambungnya kering&. #. Kromalin Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma. !anfaatnya adalah untuk penderita asma alergi terutama anak-anak. Kromalin biasanya diberikan bersama-sama obat anti asma yang lain, dan efeknya baru terlihat setelah pemakaian satu bulan. 2. Ketolifen !empunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. Biasanya diberikan dengan dosis dua kali ,mg 3 hari. Keuntungnan obat ini adalah dapat diberikan secara oral.

BAB III TINJAUAN 'A U

3.1

B!$,ata A. 'dentitas +asien 8ama <enis kelamin :mur Status perkawinan Agama +endidikan +ekerjaan Alamat *anggal masuk )S 8o. )egister )uang >ol. 5arah *anggal pengkajian 5iagnosa medis B. +enanggung <awab 8ama @ub. dengan pasien +ekerjan Alamat ; *n.B ; Suami ; Firaswasta ; ?unda, Ahokseumawe ; 8y.A ; +erempuan ; ./ tahun ; Kawin ; 'slam ; S!A ; 'bu )umah *angga ; ?unda, Ahokseumawe ; #% Agustus #$$; $,.2#.22.%2 ; +aru ;6 ; #% Agustus #$$; Asma Bronkial

3.2

'elu1an Uta#a ; +asien mengeluh sesak napas.

3.3

R!2a3at ke"e1atan "ekarang +asien datang ke )S dengan keluhan nafas sesak sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Sesak nafas dirasakan pasien terutama jika pasien sedang membersihkan ruangan berdebu, sedang pilek dan bila sedang banyak pikiran. +asien merasa sesak berkurang jika pasien duduk atau istirahat.

3.(

R!2a3at ke"e1atan #a"a lalu 6s memiliki penyakit alergi terhadap debu dan hipertensi.

3.)

R!2a3at *en3ak!t keluarga -

'bu kandung os juga menderita sesak napas. >enogram keluarga ; Ayah 'bu

+ Keterangan ; Aaki-laki tanpa Asma Bronkial +erempuan tanpa Asma Bronkial Aaki-laki penderita Asma Bronkial +erempuan penderita Asma Bronkial + 3.+ +asien3Klien penderita Asma Bronkial

R!2a3at % kea,aan *"!k$"$"!al +asien mengatakan merasa sangat takut dan gelisah, peka rangsangan, ansietas, merasa tidak aman dan tertekan, dan ada perasaan malu terhadap penyakit yang diidapnya.

3..

Pe#er!k"aan f!"!k a. Keadaan umum ; Sesak berat, frekuensi )) G #% "3m b. *anda-tanda (ital Suhu tubuh ; 24 H? *5 8adi )) *B BB ; ,/$3-$ mm@g ; %. "3m ; #% "3m ; ,/$ cm ; ./ kg

c. +emeriksaan kepala dan leher ,. Kepala dan rambut Simetris Kulit kepala bersih )ambut hitam dan lurus +enyebaran rambut merata Bentuk wajah lonjong

#. Fajah 2. !ata ,$

!ata lengkap dan simetris +upil bulat isokor Aingkaran pinggir mata tampak cekung Bola mata tampak seperti menonjol *ulang, lubang dan cuping hidung normal 5apat membedakan bau-bauan dengan baik Septum lurus ditengah Sekret -& !ukosa tidak hiperemis Bentuk telinga simetris :kuran telinga sedang +endengaran baik Bibir pucat, pecah-pecah dan kering Aidah kotor Audah sangat kental +apil eutrofi >igi lengkap !ukosa tidak hiperemis >usi sering bengkak dan berdarah. +osisi trachea normal Suara normal. ; Baik ; ?ukup ; Sawo matang ; Baik ; Baik

.. @idung

/. *elinga

0. !ulut dan faring

4. Aeher

d. +emeriksaan integumen ,. Kebersihan #. Kehangatan 2. Farna .. *urgor /. Kelembaban

0. Kelainan pada kulit ; *idak ada e. +emeriksaan payudara dan ketiak *idak ada pemeriksaan f. +emeriksaan thoraks3dada *horaks depan ,. 'nspeksi >erak nafas simetris,

,,

Bentuk dada normal 'ctus cordis tidak terlihat Cokal fremitus kanan sama dengan yang kiri 'ctus cordis tidak teraba Sonor pada seluruh lapangan paru Batas paru I lambung ; sela iga C''' garis a"illaris anterior kiri Batas paru I hepar ; sela iga C' midkla(ikularis kanan +eranjakan paru ; , intercostal space Batas atas jantung ; sela iga ''' garis parasternal kiri Batas kiri jantung ; sela iga C garis midkla(ikular kiri Batas kanan jantung ; sela iga 'C medial garis parasternal kanan Suara nafas (esikuler )onchi -& Fheezing J& dibasal paru !urmur -& >allop -&

#. +alpasi

2. +erkusi

.. Auskultasi

*horaks belakang ,. 'nspeksi Bentuk simetris Aordosis -& Kifosis -& Skoliosis -& >erak nafas simetris saat statis dan dinamis Cokal fremitus kanan sama dengan kiri Batas bawah paru kanan ; thorakal 'K Batas bawah paru kiri ; thorakal K Sonor di kedua lapangan paru Suara nafas (esikuler ronchi -& wheezing J& di basal paru

#. +alpasi 2. +erkusi

.. Auskultasi

,#

g. +emeriksaan abdomen ,. 'nspeksi abdomen 5atar 5ilatasi (ena -& Supel *urgor cukup *idak ada nyeri @epar dan lien tidak teraba membesar *impani di seluruh lapangan abdomen B: J& normal

#. +alpasi

2. +erkusi .. Auskultasi h. +emeriksaan kelamin dan sekitarnya *idak ada pemeriksaan

i. +emeriksaan muskuloskeletal ,. 6tot simetris #. *idak ada edema 2. 6tot tidak terasa kaku .. *idak ada kelainan pada ekstremitas j. +emeriksaan 8eurologi ,. *ingkat kesadaran ; ?omposmentis #. !eningeal sign ; Kuduk agak kaku 2. Status mental a.Kondisi emosi dan perasaan ; Aabil b. 6rientasi ; Baik c.+roses berfikir ; 8ormal d. !oti(asi ; +asien memiliki kemauan yang besar untuk sembuh e.Bahasa ; +asien menggunakan bahasa 'ndonesia k. 8er(us ?ranialis *idak ada pemeriksaan l. =ungsi motorik 8ormal m. =ungsi sensorik 8ormal n. )eflek ,2

*idak ada pemeriksaan 3.0 P$la ke-!a"aan "e1ar!41ar! a.+ola tidur ,. Faktu tidur #. Faktu bangun 2. !asalah tidur ; +ukul #2.$$ wib ; +ukul $..$$ F'B ; *idur dalam posisi duduk tinggi

.. @al-hal yang mempengaruhi tidur ; posisi, suasana dan tempat. /. @al-hal yang mempermudah tidur ; posisi yang nyaman, suasana yang tenang, dan lingkungan yang bersih.

b. +ola eliminasi ,. BAB a. +ola BAB b. Karakter fese c. BAB terakhir d. 5iare e. )iwayat pendarahan #. BAK a. +ola BAK b. Karakter urine c. 8yeri3kesulitan BAK d. 'nkontinentia e. )etensi f. )iwayat penyakit ginjal c.+ola makan dan minum ,. >ejala subjek& a. 5iet type& b. <umlah c. +ola diet d. !ual-muntah e. 8yeri uluhati f. Alergi makanan #. *anda objek& a. BB sekarang ; ./ kg ; !akanan bergizi ; porsi sedang ; 2 kali sehari ; ada ; ada ; tidak ada ; 0$-0/ kg ; )utin ; 8ormal ; *idak pernah ; *idak ada ; *idak pernah ; *idak ada ; # hari sekali ; 8ormal ; Kemarin ; *idak diare ; *idak pernah

g. BB biasa sebelumnya&

,.

b. *B .. !asalah

; ,/$ cm ; +agi, siang dan malam. pernapasan. ; Anoreksia dan ketidakmampuan untuk makan karena distress ; !emberi makanan yang bergizi, sangat disukai dan enak rasanya.

2. Faktu pemberian makan

/. :paya mengatasi masalah d. +ersonal hygiene ,. +emeliharaan badan #. +emeliharaan gigi dan mulut 2. +emeliharaan kuku e.+ola kegiatan dan akti(itas

; Baik ; Baik ; Baik

,. Ketidakmampuan melakukan akti(itas karena sulit bernapas. #. Adanya penurunan kemampuan3peningkatan kebutuhan bantuan melakukan akti(itas sehari-hari. 2. Keterbatasan mobilitas fisik. .. Adanya ketergantungan pada orang lain. /. +enurunan libido seksualitas. 3.5 Ha"!l *e#er!k"aan *enunjang % ,!agn$"t!k Aaboratorium @b ; ,2.2$ g3dA @t ; 2-.21 :reum ; 2/ mg3dA ?reatinin ; ,.2 mg3dA Bilirubin total ; $./0 mg3dA Bilirubin indirek ; $.#- mg3dA +rotein total ; 4.2 g3dA Aeukosit ; 00 " ,$# mm-2 normal ,,-,.& Britrosit ; ..4 " ,$0 mm-2 normal ; 2.% " ,$0-/.% " ,$0 mm-2& *rombosit ; ,%. " ,$2 mm-2 >ol.darah ; 6 Albumin ; 2,/ g3dA >lobulin ; 2,% g3dA =osfatase Alkali ; 20, u3A ?holesterol total ; ##. mg3dA S>6* ; .$ u3A S>+* ; .$ u3A ,/

>5S ; ,.0 mg1 Analisis >as 5arah p@ ; 4,/$/ p?6# ; 2.,4 p6# ; 0.,/ BB ; .,0 @?62- ; #4,. Sat 6# ; -.,# 8a ; ,./ mmol3A K ; 2,- mmol3A =oto *hora" ?or Aorta +ulmo ; ?*) L/$1 ; tidak ada elongasi ; corakan bronko(askuler normal.

*idak tampak infiltrat di kedua paru Sinus, diafragma dan tulang I tulang intak Kesan BK> ; =rekuensi ; 4/ "3menit ; jantung dan pulmo dalam batas normal

>elombang + ; teratur 'nter(al antara kompleks M)S teratur pada semua lead >elombang M ; terdapat di C,, C#, C2 Segmen S* ; depresi -&, ele(asi -&

>elombang * ; depresi -& 3.16 Penatalak"anaan ,an Tera*!

,0

N$ ,. #. 2. .. /. 0. 4.

7ara Pe#-er!an Kateter nasal 'C=5 'njeksi Bolus& Sublingual 'njeksi Bolus& 'njeksi Bolus& 'nhalasi

Na#a $-at 6# )A )anitidin 8ifedipin ?efota"ime 5e"amethason Centolin

D$"!" . A3menit % tetes3menit , amp3% jam 2 " ,$ mg , gr3,# jam , amp3,# jam , cc

Efek *erpenuhinya kebutuhan oksigen ?airan parenteral 3 pemenuhan nutrisi !encegah asam lambung berlebih !enurunkan tekanan darah Anti Biotik Anti 'nflamasi !embuka jalan nafas

Anal!"a Data N$ ,. Data Et!$l$g! Ma"ala1 <alan nafas efektif. tidak

#.

2.

5s ; 6s mengaku sulit bernafas 5o ; 6s tampak sesak nafas, Bronkospasme frekuensi )) G 2# "3m. 5s ; 6s mengatakan kurang nafsu makan Anoreksia 5o ; +orsi yang disediakan tidak dihabiskan, hanya ,32 porsi. 5s ; 6s meminta keluarga dan perawat membantu 5yspnea aktifitasnya. 5o ; Aktifitas os dibantu.

Kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh >angguan pola aktifitas.

D!agn$"a 'e*era2atan ,. *idak efektifnya bersihan jalan nafas b3d bronkospasme, ditandai dengan sesak nafas N frekuensi )) G 2# "3menit #. +erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b3d anoreksia, ditandai dengan makanan hanya dihabiskan ,32 porsi dari yang diberikan. ,4

2. *erganggunya pola akti(itas b3d dyspnea, ditandai dengan ketergantungan pasien terhadap bantuan keluarga dan perawat dalam melakukan aktifitas. Pr!$r!ta" Uta#a ,. *idak efektifnya bersihan jalan nafas b3d bronkospasme, ditandai dengan sesak nafas N frekuensi )) G 2# "3menit. #. +erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b3d anoreksia, ditandai dengan makanan hanya dihabiskan ,32 porsi dari yang diberikan. 2. *erganggunya pola akti(itas b3d dyspnea, ditandai dengan ketergantungan pasien terhadap bantuan keluarga dan perawat dalam melakukan aktifitas Inter8en"! 'e*era2atan ,. 5iagnosa Keperawatn ; *idak efektifnya bersihan jalan nafas b3d bronkospasme, ditandai dengan sesak nafas N frekuensi )) G 2# "3menit. *ujuan jangka pendek ; Sesak nafas berkurang. *ujuan jangka panjang ; Sesak nafas hilang.

N$ Inter8en"! N$ Ra"!$nal ,. Kaji 3 pantau frekuensi pernafasan, ,. *achipnea biasanya ada pada catat rasio inspirasi 3 ekspirasi. beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama stress3 adanya proses infeksi akut. #. *empatkan posisi yang nyaman pada #. +eninggian kepala tempat tidur pasien. memudahkan fungsi pernafasan. 2. +ertahankan polusi lingkungan 2. +encetus tipe alergi pernafasan dapat seminimum mungkin. menyebabkan episode akut. .. *ingkatkan masukan cairan s.d. .. @idrasi membantu menurunkan 2$$$ ml3 hari sesuai toleransi kekentalan sekret, penggunaan cairan jantung dan memberikan air hangat. hangat dapat menurunkan kekentalan sekret, penggunaan cairan hangat dapat menurunkan spasme bronkus. /. Kolaborasi tim medis dengan /. !erelaksasikan otot halus dan memberikan obat sesuai dengan menurunkan spasme jalan nafas, indikasi bronkodilator mengi, dan produksi mukosa. #. 5iagnosa keperawatan ; +erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b3d anoreksia, ditandai dengan makanan hanya dihabiskan ,32 porsi dari yang diberikan. *ujuan jangka pendek *ujuan jangka panjang ; !akanan dihabiskan , porsi dalam waktu #. jam ; 8utrisi terpenuhi

N$ Inter8en"! N$ Ra"!$nal ,. Kaji kebiasaan dan kesukaan makan ,. <enis makanan yang disukai akan klien. membantu meningkatkan nafsu ,%

#.

2. .. /.

Anjurkan klien makan sedikit-sedikit #. tapi sering dengan makanan tinggi protein dan karbohidrat dalam keadaan hangat Anjurkan klien minum air hangat 2. saat makan. Berikan oksigen tambahan selama .. makan sesuai indikasi. Kolaborasi tim medis pemberian (itamin. untuk /.

makan klien 5apat meningkatkan intake nutrisi.

Air hangat dapat mengurangi mual. !enurunkan dipsnea dan meningkatkan energi untuk makan, meningkatkan masukan. !encegah kekurangan (itamin karena penurunan absorsi (itamin larut dalam lemak

2. 5iagnosa keperawatan

; *erganggunya pola aktifitas b3d dyspnea, ditandai dengan ketergantungan pasien terhadap bantuan keluarga dan perawat dalam melakukan aktifitas.

*ujuan jangka pendek *ujuan jangka panjang N$ ,. B(aluasi akti(itas. #.

; membantu os melakukan aktifitas. ; 6s dapat melakukan aktifitasnya secara mandiri.

2.

..

N$ Ra"!$nal terhadap ,. !enetapkan kebutuhan3 kemampuan pasien dan memudahkan pilihan inter(ensi. 'stirahat dapat menurunkan kebutuhan <elaskan pentingnya istirahat dalam #. metabolik, menghemat energi untuk rencana pengobatan dan perlunya penyembuhan. keseimbangan akti(itas dan istirahat. Bantu akti(itas keperawatan diri !eminimalkan kelelahan dan membantu yang diperlukan. Berikan kemajuan 2. keseimbangan suplai dan kebutuhan peningkatan akti(itas selama fase oksigen penyembuhan. Berikan lingkungan tenang dan !enurunkan stress dan rangsangan batasi pengunjung selama fase akut .. berlebihan. sesuai indikasi

Inter8en"! respon os

I#*le#enta"! ,an E8alua"!

,-

Har!% tanggal Selasa, ,2 Agust #$,2

N$. D!agn$"a ,

I#*le#enta"! !engatur posisi pasien dalm posisi semi fowler !emasang 6# pada 6s sebanyak 2 liter3menit !emasang cairan infus )A ,$ tts3menit. !emberikan Centolin melalui pemasangan nebulizer

E8alua"! S ; 6s mengatakan sudah merasa agak nyaman 6 ; 6s mulai tampak tenang, =rekuensi )) G #% "3m A ; !asalah teratasi sebagian. + ; 'nter(ensi di lanjutkan ' ; - Berikan Centolin - Berikan 6# sebanyak # A3m. - Berikan 'njeksi ?efota"ime S ; 6s mengatakan kurang selera makan 6 ; +orsi makanan hanya di habiskan ,3# porsi A; !asalah belum teratasi +; *indakan di lanjutkan ' ; - Anjurkan untuk !eningkatkan jumlah porsi makanan yang diberikan dengan makanan yang tinggi protein dan kalori serta yang disukai os. S ; 6s mengatakan sudah merasa agak lega ketika bernafas 6 ; 6s tampak tenang, )) G #/ "3m A ; !asalah teratasi sebagian + ; 'nter(ensi dilanjutkan ' ; - Berikan (entolin sesuai instruksi dokter. - Aepas pemasangan 6#

!enganjurkan untuk makan bubur kacang hijau sedikit demi sedikit makan sambil memberi air hangat

)abu, ,. Agust #$,2

!emberikan Centolin melalui pemasangan nebulizer !enurunkan (olume 6# menjadi # A3menit !emberi injeksi ?efota"ime

S ; 6s mengatakan !enganjurkan untuk sudah nafsu makan meningkatkan jumlah 6 ; 6s tampak segar dan porsi makanan yang makanan dihabiskan diberikan dengan ,3# porsi makanan yang tinggi A ; !asalah belum protein dan kalori serta teratasi yang disukai os + ; 'nter(ensi dilanjutkan ' ; Anjurkan untuk !eningkatkan jumlah porsi makanan yang diberikan dengan makanan yang tinggi

#$

#,