Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN

Tanaman melinjo (Gnetum gnemon) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh subur di Indonesia dan tidak memerlukan budidaya khusus. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak dilakukan penelitian tentang manfaat senyawa-senyawa yang terkandung dari setiap bagian tanaman melinjo khususnya pada bagian daun, biji, kulit batang maupun kulit buah tanaman melinjo. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa pada bagian daun dan kulit buah tanaman melinjo terdapat senyawa antimikroba yakni resveratrol. esveratrol merupakan salah satu jenis senyawa polifenol yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Selain dapat digunakan sebagai obat kanker, resveratrol juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan karena memiliki kandungan antimikroba. !asil penelitian lain menunjukkan kulit melinjo merah mengandung senyawa fenolik, flavonoid, likopen, vitamin " dan #-karoten. Senyawa fenolik ($igil, %&&'( dan flavonoid (Shanmugam et al,. %&)&( termasuk dalam golongan senyawa antimikroba. *engan pertimbangan tersebut dapat diketahui bahwa adanya kandungan senyawa-senyawa antimikroba dalam tanaman melinjo ini dapat digunakan sebagai pengawet alami yang dapat dimanfaatkan untuk makanan, buah-buahan maupun sayuran. +embuatan pengawet alami dilakukan dengan mengekstraksi sampel berupa daun dan kulit buah tanaman melinjo dengan pelarut organik polar tertentu yang dapat mengikat senyawa-senyawa antimikroba yang terdapat didalamnya. +enggunaan pelarut polar karena senyawa flavonoid, fenolik dan resveratrol bersifat polar sehingga diperlukan pelarut yang juga bersifat polat untuk dapat melarutkan dan mengikat senyawa tersebut. ,kstrak yang diperoleh dipekatkan dan difraksinasi dengan menggunakan kromatografi dengan pelarut non polar agar senyawa lain (non polar( yang tidak diinginkan dapat dipisahkan dari ekstrak tersebut. Setelah dipisahkan, dilakukan pengujian untuk mengetahui kandungan senyawa apa saja yang terdapat dalam ekstrak tersebut dengan melakukan identifikasi struktur dengan spektofotometer uv-vis, -TI dan ./ . 0pabila setelah dilakukan pengujian sudah diketemukan ekstrak mengandung senyawa antimikroba tersebut maka ekstrak sudah dapat digunakan untuk pengawet. ,kstrak dapat dilarutkan dalam akuades kemudian sayuran yang akan diawetkan di1elupkan ke dalam ekstrak en1er tersebut.

B0B I +,.*0!2320.

0. 30T0 B,3040.5 Tanaman melinjo (Gnetum gnemon) merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang mudah dibudidayakan karena dapat tumbuh dengan baik pada berbagai kondisi tanah baik tanah berkapur, tanah liat, berpasir, pada dataran tinggi maupun dataran rendah asalkan tidak pada kondisi tanaha yang masam dan tergenang. Selain itu, tanaman melinjo juga memiliki masa hidup hingga )&& tahun. Setiap kali panen buah melinjo dapat diperoleh hasil yang terhitung 1ukup besar yakni 6 7& kg per tanaman. /asyarakat banyak menggunakan bagian dari tanaman melinjo untuk produk bahan makanan seperti biji melinjo digunakan untuk membuat emping sedangkan daun melinjo muda serta kulit buah digunakan sebagai sayuran. Sejauh ini dalam penerapannya di masyarakat, tanaman melinjo tidak banyak dimanfaatkan untuk keperluan lain sehingga hanya terbatas pada penggunaan untuk bahan olahan makanan dan itupun hanya beberapa bagian tanaman saja, sedangkan untuk bagian lain biasanya tidak dimanfaatkan. +adahal di Indonesia sendiri, terdapat tanaman melinjo dengan jumlah yang relatif banyak. 0kan tetapi hal ini tidak didukung dengan pemanfaatan tanaman tersebut menjadi produk yang bernilai tinggi dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Seiring dengan perkembangan I+T,4 banyak dilakukan penelitian tentang khasiat tanaman melinjo terutama pada bagian daun, biji, kulit batang maupun kulit buah tanaman melinjo. *ari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa setiap bagian tanaman melinjo mempunyai kandungan senyawa-senyawa tertentu yang bermanfaat untuk kesehatan, antimikroba, dll. 2ntuk itu, penulis men1oba mengaplikasikan hasil penelitian tersebut menjadi sebuah gagasan yakni pembuatan pengawet alami sayuran dari ekstrak daun dan kulit buah melinjo.

+engawet alami untuk sayuran ini perlu dibuat karena sayuran mudah sekali busuk setelah disimpan dalam waktu beberapa hari, bahkan ada beberapa jenis sayuran hijau yang hanya dalam waktu dua hari saja sudah mulai busuk sehingga diperlukan 1ara lain agar sayuran tidak mudah busuk dan tetap segar. Sejauh ini 1ara yang sering diterapkan di masyarakat hanya penyimpanan sayuran dalam lemari es. +adahal penyimpanan dalam lemari es ini dapat menurunkan kualitas gi8i dari sayuran tersebut serta tidak menjamin akan terbebas dari bakteri-bakteri yang masih mampu hidup dalam kondisi yang dingin (tidak menguntungkan( sehingga dimungkinkan sayuran masih dapat diserang bakteri walaupun sudah disimpan dalam lemari pendingin. 2ntuk itu, diperlukan 1ara lain agar sayuran tetap segar dan tidak busuk tanpa harus disimpan dalam lemari es. 0lternatif 1ara lain adalah dengan pembuatan pengawet alami tersebut. !al ini tentunya akan bermanfaat untuk para petani pada saat pengiriman sayuran agar tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri yang dapat merusak nilai gi8i, sayuran, maupun bakteri yang menyebabkan pembusukan. +ertimbangan digunakannya pengawet alami karena pengawet alami tidak memiliki efek samping tertentu dan aman digunakan daripada pengawet buatan seperti formalin yang memiliki efek samping yang dapat menyebabkan kematian apabila kadar formalin sudah menumpuk dalam tubuh. *alam praktiknya, saat ini penggunaan formalin untuk pengawet sering disalahgunakan, yakni digunakan untuk pengawet bahan makanan. +adahal hal ini telah dilarang oleh pemerintah mengingat efek samping dari penggunaan formalin sangat berbahaya. -ormalin apabila digunakan untuk pengawet makanan akan tetap menempel pada makanan tersebut walaupun sudah di1u1i beberapa kali, sehingga dapat terjadi penumpukan 9 akumulasi formalin dalam tubuh tanpa disadari. :leh sebab itu, perlu dibuat pengawet alami dari tanaman atau hewan yang tentunya aman digunakan dan mudah diproduksi. Tanaman melinjo memiliki kandungan senyawa antioksidan dan antimikroba terutama pada bagian daun dan kulit buahnya. 0danya kandungan senyawa antimikroba ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pengawet makanan, sayuran ataupun buah-buahan.

B. T2;20. Tujuan dari penulisan +4/-5T ini antara lain<

). /engetahui teknik pemisahan senyawa antimikroba yang terkandung dalam daun dan kulit buah tanaman melinjo. %. /embuka pemikiran masyarakat untuk memanfaatkan tanaman melinjo tidak hanya terbatas pada penggunaan dalam bidang pangan tetapi juga dalam bidang lain seperti kesehatan, penelitian dan ilmu pengetahuan.

". /0.-00T ). /enambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan lain tanaman melinjo terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. %. /emberikan informasi tentang pemisahan senyawa antimikroba dalam daun dan kulit buah tanaman melinjo. =. Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat dikembngkan dan diaplikasikan dalam produksi suatu produk baru berupa pengawet alami untuk sayuran, makanan, ataupun buah-buahan.