Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS I (GKP 0301)

ACARA IV UPDATING DATA

Disusun Oleh: Nama NIM Hari/Jam Asisten : Muhammad Geyn Noveberian : 12/331036/GE/07346 : Kamis/13:00-15:00 : 1. Marindah Yulia Iswari 2. Ridwan Ardiyanto

LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

ACARA IV UPDATING DATA

I.

Tujuan 1. Melakukan updating data atribut dalam SIG

II. Alat dan Bahan


1. 2. Personal Computer atau Laptop Software ArcGIS 10 atau 10.1

III. Tinjauan Pustaka Penggunaan SIG ( Sistem informasi Geografis) sudah meningkat tajam sejak tahun 1980-an. SIG itu sendiri adalah suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja sama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis (Puntudewo dkk., 2003). Peningkatan pemakaian sistem ini terjadi di berbagai kalangan seperti pemerintah, militer, akademis, bisnis, dan lain-lain terutama di negara-negara maju. Perkembangan teknologi digital sangat besar peranannya dalam perkembangan penggunaan SIG dalam berbagai bidang. Basis analisis dari SIG adalah data spasial dalam bentuk digital yang diperoleh melalui satelit. Pemanfaatan dari basis analisis tadi dapat dilakukan secara terpadu dalam sistem pengolahan citra digital untuk memperbaiki hasil klasifikasi. Dengan demikian, peranan teknologi SIG dapat diterapkan pada operasionalisasi penginderaan jauh satelit. Pengembangan teknologi penginderaan jauh satelit dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut:

(sumber: Budiyanto, 2002) Menurut (Irwansyah, 2013) SIG yang merepresentasikan Real World dengan data spasial yang terbagi atas dua model data yaitu model data raster dan model data vektor. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda baik dalam pemanfaatan maupun masukan menjadi hasil data. Vektor Model data vektor merupakan model data yang paling banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik dengan koordinat (x,y) untuk obyek spasialnya. Obyek yang dibangun terdiri dari a) Titik(point) Merupakan representasi grafis yang paling sederhanapada obyek. Merupakan unsur yang tidak berdimensi namun dapat

divisualisasikan dalam bentuk simbol. Contohnya : simbol rumah sakit, rumah makan, tempat ibadah. b) Garis (line) Merupakan gabungan dari dua atau lebih titik yang kemudian menjadi berbentuk liner. Unsur ini memiliki satu dimensi, misalnya sungai, jalan, rel kereta. c) Area(polygon) Merupakan representasi obyek dari gabungan dua atau lebih garis yang menjadikan unsur ini berdimensi tiga. Contohnya: danau, sawah, pulau.

Raster Data raster atau sel grid adalah data yang dihasilkan dari sistem Penginderaan Jauh. Pada data raster obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel yang merupakan penentu resolusi. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin besar ukuran permukaan bumi yang

direpresentasikan oleh satu sel, maka semakin rendah resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti suhu, kelembaban, flora, fauna, dan sejenisnya. Salah satu perangkat lunak yang digunakan dalam SIG adalah ArcGIS. ArcGIS merupakan prodak software berbasis GIS yang diluncurkan oleh ESRI. ArcGIS juga mempunyai versi gratis yang bisa di download di web ESRI. fungsi GIS secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori, pertama yang termasuk pembuatan peta, editing peta, analisa spasial dan yang kedua mencakup pembuatan database, editing database, dan data managemen (Ormsby, 2004). Aplikasi yang termasuk dalam pembuatan peta, editing peta dan analisa spasial adalah ArcMap yang merupakan salah satu komponen mayor dari ArcGIS. Fungsi dasar dari ArcMap adalah untuk melihat, membuat, memeriksa, melakukan query, editing,

mengembangkan data geografis dan peta (Kennedy, 2013). Melakukan update data merupakan salah satu fungsi dasar pada ArcMap. Update data bertujuan untuk memperbaharui atau mengedit data bila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Salah satu cara update data dengan memilih fitur dari layer GIS atau atirbut yang merupakan hal lumrah dalam pekerjaan yang berbasis GIS. Query merupakan atribut yang diciptakan untuk pemilihan update data ini, dan dapat berupa query atribut maupun query spasial. Query atribut menggunakan SQL statements untuk memilih fitur atau baris melalui satu abidang atau lebih. Query spasial melakukan pemilihan data berdasarkan keterkaitan spasialnya. (Pimpler, 2013).

IV. Langkah Kerja

1. Menampilkan data spasial yang akan dilakukan pengeditan dengan menggunakan add data 2. Memilih layer yang akan dilihat data atributnya kemudian klik kanan Open Attribute Table

3. Memilih fitur dari beberapa fitur yang tersedia sesuai kebutuhan

Mencari suatu data pada tabel kemudian menggantinya Memilih data berdasarkan kriteria tertentu Membatalkan pemilihan semua data Memilih data yang tidak terpilih dan membatalkan pemilihan data yang terpilih Memilih semua data Menambahkan kolom pada tabel

Menambah, Mengisi dan Menghapus Field (manual) 1. Klik table option pada tabel yang sudah dibuka lalu klik add field (pastikan editor dalam keadaan stop editing)

2. Kemudian akan muncul windows seperti ini

*kolom name diisi sesuai nama yang diinginkan user * untuk type disesuaikan dengan data yang akan diinput

3. Untuk mengisi baris pada field yang telah dibuat terlebih dahulu harus pilih editor kemudian start editing lalu tinggal mengisi sesuai dengan keinginan user, bila sudah selesai kemudian pilih editor lalu save edit

4. Untuk menghapus field yang telah dibuat pada tabel dapat dilakukan dengan klik kanan pada bagian judul lalu pilih delete field

Menginput data berdasarkan domain pada Geodatabase 1. Metode ini dapat dilakukan bila saat membuat feature class pada geodatabse diisikan domain-domainnya. 2. Bila sudah diisikan tinggal pilih editor kemudian klik start editing 3. Misalnya bial user mengisikan domain tekstur tanah pada saat pembuatan feature class maka field tekstur tanah bisa diganti domainnya sesuai dengan kebutuhan user

4.

Setelah itu tinggal klik editor kemudian pilih save edit untuk menyimpan hasil penggantian domain

Mengisi Atribut dengan Field Calculator 1. Melakukan query terlebih dahulu untuk memilih atribute yang diinginkan dengan cara klik table option lalu pilih select by attribute

2. Akan muncul windows seperti berikut. double klik pada field yang ingin user pilih kemudian tambahkan = lalu klik get unique value bila field yang dipilih terdiri dari berbagai domain agar pemilihan bisa lebih spesifik.

3. Klik apply lalu secara otomatis data akan terpilih dan ditandai dengan warna biru. Untuk memudahkan melihat data yang terpilih klik selected sehingga data yang terpilih saja yang ditampilkan

4. Membuat field baru yang akan diisi terlebih dahulu, pastikan saat membuat filed editor dalam keadaan stop edit 5. Klik kanan pada judul field kemudian pilih field calculator

6. Kemudian akan muncul window field calculator yang tinggal diisikan skor berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya aturan tetapnya debuan = 2

V. Hasil Praktikum 1. Hasil digitasi yang sudah benar dan diupdate datanya

VI. Pembahasan Kemampuan Updating Data pada ArcGIS memungkinkan kita untuk melakukan penambahan data pada beberapa bagian atribut sekaligus mengedit data yang berkaitan GIS. Perhatian pengguna difokuskan untuk melakukan pengamatan pada data yang telah atribut yang ada dalam di layer, baik itu yang berebntuk titik, garis, maupun area. Fasilitas ini ini biasanya digunakan untuk melakukan editing atau penambahan bagian dari atribut pada layer. Karena pada dasarnya ketika pembuatan atau input data mungkin saja terjadi kesalahan dari user, maka bagaimanapun harus dilakukan cek pada data yang telah diinput. Proses penambahan atau editing dilakukan setelah proses cek telah selesai dan dapati ada suatu atribut yang harus diedit atau ditambah. Caranya dengan berbagai metode seperti menambah dan menghapus bagian secara manual, pengisian atribut berdasarkan domain, dan pengisian atribut dengan field calculator. Penggunaan cara-cara tersebut aturan ini tergantung dari kondisi data yang ingin diupdate.

Penggunaan metode manual dalam update data dilakukan ketika atribut yang ingin diupdate tergolong sedikit. Misalnya dengan membuat field baru yang hanya berjumlah 5 baris dan data yang ingin diisikan juga tidak banyak, karena ketika pengisian field disini tidak bisa seperti micrisoft excel yang menggunakan fitur drag untuk memperbanyak data yang sama untuk baris seterusnya. Yang perlu diperhatikan ketika membuat field baru dalam sebuah atribut adalah posisi editor yang dalam keadaan stop editing . Setelah membuat field baru pengisian baru bisa dilakukan setelah editor dalam keadaan start editng. Barulah pengisian manual bisa dilakukan dengan cara mengetik data yang ingin diinput sesuai keinginan user. Pembuatan field baru harus memperhatikan tipenya yang tergantung dari jenis data yang ingin diinput oleh user. Misalnya ketika user ingin melakukan input data sekedar tulisan saja maka tipe field yang dipilih bisa text. Ketika user ingin melakukan input data dengan bilangan-bilangan bulat maka tipe field bisa dipilih adalah short integer. Bila field yang diisikan tidak sesuai atau ada kelebihan penambahan field maka fitur yang digunakan adalah delete field untuk menghapus field yang salah atau yang kelebihan. Hal yang perlu diperhatikan ketika ingin menghapus keseluruhan field yang ada adalah hanya bisa menghapus keseluruhan field dengan melakukan klik pada bagian field yang paling atas yaitu judul field. Pengisian atribut domain tergantung saat user membuat geodatabase dan saat membuat feature class. Bila saat pembuatan feature class user melakukan pembuatan domain juga maka pengisian berdasarkan domain dapat dilakukan. Misalnya saat pembuatan feature class peta tekstur tanah user melakukan pembuatan domain pada feature class tersebut dengan nama tekstur tanah dan mengisinya dengan beberapa opsi didalamnya yaitu debuan, pasiran, lempung dan tubuh air. Maka saat ingin melakukan update data pada suatu atribut tinggal melakukan klik pada field yang datanya ingin dirubah asalkan keadaan editor dalam start editing. Pengisian ini dilakukan bila data yang ingin diupdate tergolong sedikit karena sebenarnya ini sama dengan pengisian manual hanya saja ini tidak diketik melainkan dipilih dengan melakukan klik pada tiap baris untuk mengganti domainnya. Pengisian atribut berdasarkan domain dapat dilakukan bila sudah mencocokkan dengan legenda yang ada di peta, misalnya suatu area ditandai dengan huruf A yang pada legenda berarti lahan kering maka tinggal melakukan klik pada area tersebut dan melihat pada atribut tabel bagian mana yang terpilih dan tinggal mengganti domainnya dengan lahan kering.

Penggunaan metode field calculator untuk melakukan pengisian atribut sangatlah diperlukan, terlebih lagi bila data yang ingin diisikan dalam jumlah yang banyak. Misalnya data yang ingin dirubah atau dupdate berjumlah puluhan bahkan ratusan, maka tidak mungkin menggunakan pengisian manual. Ketika data dalam jumlah banyak maka yang harus dilakukan adalah pemilihan data, caranya dengan meggunkanan query yang nantinya akan memilih atribut tertentu sesuai keinginan user. Misalnya user ingin mengganti field dengan judul permukiman bisa dengan query dimana user bisa melakukan select by attribute dan tinggal melakukan double click pada field permukiman maka secara otomatis semua field permukiman akan terpilih. Setelah terpilih tinggal melakukan klik kanan pada judul field dan klik field calculator, hal yang perlu diperhatikan disini adalah bila ingin melakukan input data berupa tulisan maka perlu diberikan tanda () namun bila melakukan input data berupa tulisan tidak perlu melakukan input data dengan tanda (). Hal lain yang perlu diperhatikan ketika melakukan double click pada field yang ingin diganti dan field tersebut memiliki beberapa domain maka pemilihan bisa lebih spesifik dilakukan dengan cara menambahkan tanda (=) kemudian double click pada domain yang diinginkan, maka yang terpilih hanyalah field yang memiliki domain tersebut.

VII. Kesimpulan 1. Penggunaan metode manual dalam update data digunakan bila field yang ingin dirubah atau ditambah datanya sedikit dan user sudah mengerti penambahan datanya 2. Penggunaan metode domain dalam update data dapat dilakukan bila saat pembuatan feature class user memasukan domain-domain didalamnya dan bila data yang ingin dirubah atau ditambahkan sedikit 3. Penggunaan metode field calculator digunakan bila field yang ingin dirubah atau ditambah datanya banyak dan memiliki berbagai domain yang berbedabeda.

VIII. Daftar Pustaka

Budiyanto, Eko. 2002. Sistem Informasi Geografis: Menggunakan ArcView GIS. Yogyakarta: ANDI

Puntodewo, Atie, dkk,. 2003. Sistem Informasi Geografis: Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Jakarta: CIFOR

Ormsby, Tim. 2004. Getting to Know ArcGIS Desktop: Basics of ArcView, ArcEditor, and ArcInfo. New York: ESRI Press

Kennedy, Michael D. 2013. Introducing Geographic Information Systems with ArcGIS: A Workbook Approach to Learning GIS. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.

Pimpler, Erik. 2013. Programming ArcGIS 10.1 with Python Cookbook. Birmingham: Packt

Irwansyah, Edy. 2013. Sistem Informasi Geografis: Prinsip Dasar dan Pengembangan Aplikasi. Yogyakarta: Digibooks