Anda di halaman 1dari 20

DOKUMENTASI KEGIATAN ORIENTASI

Hari / Tanggal
Waktu
Tempat
Jumlah mahasiswa terbimbing
Aspek yang diorientasikan
A. Struktur Organisasi

: Selasa, 1 April 2014


: 10.00 WIB
: Ruang Bersalin & PONEK
: 13 Mahasiswi
: Ruang

1. Struktur Organisasi Ruang Bersalin

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL RUANG BERSALIN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR
KEPALA RUANG BERSALIN

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSAN
A

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Karanganyar
dr. Mariyadi
Pembina Tingkat 1
NIP 196109141990031006

2. Struktur Organisasi Ruang PONEK

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL RUANG PONEK


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR

KEPALA RUANG PONEK

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

BIDAN
PELAKSANA

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Karanganyar

dr. Mariyadi
Pembina Tingkat 1
NIP 196109141990031006

3. Nama Bidan Ruang Bersalin


a. Kepala Ruang

: Tutuk Yulianti, AMd.Keb

b. Bidan Pelaksana

: 1) Suryati, AMd.Keb
2) Sumiyati, AMd.Keb
3) Endah Sri Hartini, AMd.Keb
4) Maryani, AMd.Keb
5) Fitri Yuni, Amd.Keb
6) Dena Tri, Amd.Keb
7) Acik Yuli, Amd.Keb
8) Dwi Linda, Amd.Keb

4. Nama Bidan Ruang PONEK


a. Kepala Ruang

: Sutami, AMd.keb

b. Bidan Pelaksana

: 1)

Siti Nurlaili, AMd.Keb

2) Nopita Andriyanti, AMd.Keb


3) Dewi Kurniawati, AMd.Keb
4) Sulistyo Haryani, AMd.Keb
5) Bayu Agustina, AMd.Keb
6) Iput Indrastiari, Amd.Keb
7) Beti Nurchayati K., Amd.Keb
8) Supartini, Amd.Keb
9) Febri, Amd.Keb
10) Purwanti, Amd.Keb

B. Kebijakan dan peraturan ruangan


1.

Mematuhi hak dan kewajiban perawat RSUD Kabupaten Karanganyar.

2.

Menggunakan seragam praktik klinik (putih-putih) jilbab putih (bagi yang


berjilbab) dan memakai cup rambut/disanggul (bagi yang tidak berjilbab),
sepatu sesuai ketentuan dari institusi kampus.

3.

Menggunakan identitas diri dan atribut lengkap.

4.

Tidak diperbolehkan memakai perhiasan yang berlebihan, make up yang


mencolok, kuku tidak boleh panjang dan dicat.

5.

Menjaga nama baik rumah sakit dengan tampil rapi, sopan, dan etika yang
baik kepada semua staff, karyawan dan pasien di sekitar area rumah sakit

6.

Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir.

7.

Mahasiswa wajib mengikuti apel untuk jam dinas pagi.

8.

Mahasiswa harus hadir 100 % dari keseluruhan waktu praktik klinik.


Mahasiswa diminta menyerahkan surat ijin tertulis apabila mengalami
kondisi darurat seperti sakit (surat keterangan sakit dari dokter),
kecelakaan ataupun musibah yang lain selama jadwal praktik.

9.

Menggunakan alas kaki khusus untuk di dalam ruangan.

10. Membawa peralatan APD sendiri-sendiri.


11. Bagi mahasiswa yang merusakan alat milik rumah sakit diwajibkan untuk
mengganti.
12. Tidak membawa barang berharga yang berlebihan ke rumah sakit.

C. Letak dan deskripsi ruangan serta fasilitas, meliputi :


Tata Ruang Bersalin

9
5

10

1
11

12

S
T

B
U

Keterangan :
1.

Ruang Jaga Bidan


Ruang jaga yang menghadap bagian lobi digunakan untuk loket administrasi, tempat arsip, dan terdapat pula lemari linen.
Ssedangkan ruang jaga sebelah gudang digunakan untuk tempat istirahat, sholat, makan, dan tempat untuk meletakkan tas.

2.

Ruang Dokter
Ruang dokter digunakan untuk aktivitas USG dimana terdapat 1 tempat tidur, meja dan kursi, serta 1 buah alat USG.

3.

Ruang KARU
Ruangan ini digunakan oleh kepala ruang untuk tempat konsultasi maupun program bimbingan dengan mahasiswa.

4.

Ruang Coas
Ruangan ini digunakan untuk aktivitas diskusi dan transit coas.

5.

Ruang Bersalin
Ruangan ini digunakan untuk pasien-pasien inpartu dan tindakan
pertolongan persalinan, terdapat 3 bed, lampu tindakan, meja obat dan
instrumen (APD, handscoon steril, partus set; hecting set; korentang;
obat-obatan seperti uterotonika, anestesia dan analgesia, antibiotika;
cairan infus, set infuse, spuit).

6.

Ruang Instrumen
Di ruangan ini terdapat sterilisator, lemari alat yang sudah steril,
wastafel untuk mencuci tangan, bak untuk mencuci instrumen medis
yang telah dipakai, lemari linen yang berisi perlak, dan 1 tempat tidur
datar untuk begging.

7.

Ruang Patologi
Ruangan ini digunakan untuk tindakan gynekologi kuretase, dalam
ruangan ini terdapat 2 meja gyn dan 1 set meja obat dan instrument.
(Handscoon steril; kuret set; korentang; obat-obatan seperti uterotonika,
anestesia dan analgesia, antibiotika; cairan infus, set infuse, spuit)

8.

Ruang Observasi
Ruangan ini digunakan untuk pasien dengan kasus-kasus yang
membutuhkan observasi misalnya pasien dengan gangguan reproduksi
miom dan kista, pasien dengan kasus kala 1 fase laten, pasien dengan
kasus PPI yang sudah membaik. Didalamnya terdapat 3 tempat tidur.

9.

Kamar Mandi
Kamar mandi yang terletak di ruang fisiologi dan isolasi digunakan
untuk pasien, sedangkan kamar mandi untuk petugas jaga, mahasiswa
praktik, dan coas adalah kamar mandi yang terletak di ruang gudang
dan di ruang coas.

10. Gudang
Ruangan ini digunakan untuk menyimpan cadangan tabung-tabung
oksigen, serta terdapat kamar mandi yang bisa digunakan oleh petugas

jaga dan mahasiswa praktek, selain itu terdapat rak untuk menyimpan
sepatu agar tidak berantakan.
11. Dapur
12. Lobi

Tata Ruang PONEK


11

1
3

11
4

2
10
S
6
12
7

8
11

11

T
U

Keterangan :
1.

Ruang Dokter
Ruangan untuk konsultasi dan transit dokter jaga yang dilengkapi meja dan kursi.

2.

Ruang KARU
Ruangan ini digunakan oleh kepala ruang untuk tempat konsultasi maupun program bimbingan dengan mahasiswa.

3.

Ruang Jaga Bidan


Ruangan untuk tempat istirahat dan diskusi petugas jaga.

4.

Ruang Tindakan
Ruangan untuk pasien-pasien yang memerlukan observasi intensif
seperti pasien inpartu dengan kala I aktif, terdapat pula meja obat dan
instrumen (APD, handscoon steril, partus set; hecting set; korentang;
obat-obatan seperti uterotonika, anestesia dan analgesia, antibiotika;
cairan infus, set infuse, spuit), tempat sampah medis, troli emergency,
tensimeter, lampu tindakan, dan doppler.

5.

Ruang Instrumen
Ruangan ini untuk menyimpan alat USG, CTG, bed set monitor, EKG,
infant warmer dan tempat resusitasi, lemari alat untuk menyimpan
alat-alat medis yang sudah steril, lemari linen, alat sterilisator, dan
tempat untuk mencuci alat.

6.

Ruang Arsip
Ruang tempat berdiskusi coas, menyimpan arsip, dan meletakkan tas.

7.

Pojok laktasi
Ruang ini dimanfaatkan untuk kegiatan menyusui dan dapat pula
digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan laktasi misalnya
untuk kegiatan pendidikan kesehatan mengenai ASI eksklusif,
mengajarkan teknik menyusui yang benar.

8.

Ruang Perawatan
Ruang untuk pasien nifas yang masih memerlukan observasi.

9.

Ruang Isolasi
Ruang untuk pasien yang dengan kasus yang perlu diisolasi misalnya
pasien dengan kasus PEB.

10. Ruang OK

Ruangan ini rencananya akan digunakan sebagai kamar operasi namun


saat ini belum digunakan.
11. Kamar Mandi
Kamar mandi yang digunakan untuk petugas jaga berada di ruang jaga
bidan, sedangkan kamar mandi yang terletak di ruang tindakan,
perawatan, dan isolasi digunakan untuk pasien.
12. Lobi
Ruang Obat/apotik
Untuk pengambilan obat digunakan apotik yang ditujukan untuk pasien
rawat inap yang letaknya melewati bangsal teratai, searah dengan jalan pintu
keluar dekat dengan minimarket.
Ruang laboratorium
Letaknya paling ujung, searah dengan apotik rawat inap hanya saja lebih
jauh sedikit.

Deskripsi Fasilitas
1. Ruang Bersalin terdiri dari
a. Ruang observasi yang dilengkapi 3 tempat tidur, 3 meja lemari pasien, 1
kamar mandi, dan 1 buah AC.
b. Ruang patologi yang dilengkapi dengan 2 meja gyn, 1 rak obat-obatan, 1
meja obat dan instrument (Handscoon steril, partus set; hecting set;
korentang; obat-obatan seperti uterotonika, anestesia dan analgesia,
antibiotika; cairan infus, set infuse, spuit) , 1 buah lampu tindakan, kursi
kecil, dan 1 buah AC.
c. Ruang Bersalin yang dilengkapi 3 tempat tidur, 1 meja obat dan
instrument (APD, handscoon steril, partus set; hecting set; korentang;
obat-obatan seperti uterotonika, anestesia dan analgesia, antibiotika;
cairan infus, set infus, spuit), 1 kamar mandi pasien, dan 1 buah AC.
d. Ruang instrumen yang dilengkapi dengan 1 bak cuci tangan, 1 bak cuci
alat, tempat sampah medis, 1 meja begging, 1 lemari linen, 1 lemari alat,
dan 1 sterilisator.

e. Ruang jaga bidan yang dilengkapi dengan meja, kursi, computer, dan
kipas angin.
f.

Ruang KARU yang dilengkapi dengan meja dan kursi.

g. Ruang dokter yang dilengkapi dengan 1 tempat tidur, meja, kursi, alat
USG, dan 1 buah AC.
h. Ruang coas yang dilengkapi dengan meja dan kursi.
i. Gudang dilengkapi dengan rak sepatu dan kamar mandi petugas jaga.
j. Dapur yang dilengkapi dengan kompor dan peralatan masak.
2. Ruang PONEK terdiri dari
a. Ruang dokter dan KARU yang dilengkapi meja kecil dan kursi.
b. Ruang jaga bidan yang dilengkapi meja panjang, kursi, papan
pengumuman, rak arsip, computer, TV, dan kamar mandi.
c. Ruang tindakan yang dilengkapi dengan 3 tempat tidur, 2 meja obat dan
instrument (APD, handscoon steril, partus set; hecting set; korentang;
obat-obatan seperti uterotonika, anestesia dan analgesia, antibiotika;
cairan infus, set infus, spuit), tensimeter, lampu sorot, tempat sampah
medis, 1 timbangan dan pengukur tinggi, 1 troli emergensi, dan 1 kamar
mandi.
d. Ruang Instrumen yang dilengkapi dengan bak cuci alat dan tangan,
tempat, lemari alat, EKG, CTG, bedset monitor, infant warmer, meja
begging, lemari linen, sterilisator.
e. Ruang OK yang dilengkapi meja panjang dan kursi .
f. Ruang isolasi yang dilengkapi dengan 1 tempat tidur dan 1 kamar mandi.
g. Ruang perawatan dilengkapi 3 tempat tidur dan 1 kamar mandi pasien.
h. Ruang pojok laktasi yang dilengkapi meja dan kursi.
i. Ruang arsip yang dilengkapi dengan rak arsip.
D. Menjelaskan letak dan kegunaan peralatan medis yang tersedia di dalam
ruangan, meliputi :
1.

Tensimeter untuk mengukur tekanan darah sidtole dan diastole, terletak di


ruang tindakan.

2.

CTG untuk merekam denyut jantung janin,gerakan janin, dan kontraksi


ibu, terletak di tuang instrument.

3.

EKG untuk merekam irama jantung, terletak diruang instrument.

4.

Bedset monitor untuk memonitor vital sign berupa detak jantung, nadi,
tekanan darah, temperature, bentuk pulsajantung secara terus menerus.

5.

Infant warmer digunakan untuk menghangatkan BBL.

6.

Meja begging digunakan untuk tindakan resusitasi pada BBL.

7.

Suction untuk membersihkan jalan nafas BBL karena aspirasi cairan


ketuban.

8.

Meja obat dan instrument untuk meletakkan obat-obat persalinan, spuit,


handscoon, alat partus set, dan alat-alat lain yang dibutuhkan untuk
pertolongan persalinan.

9.

Troly emergensi berisi perlengkapan medis seperti yang terdapat pada


meja obat dan instrument, tetapi dilengkapi dengan peralatan emergency
lainnya misalnya ambu bag.

10. Sterilisator untuk mensterilkan instrument persalinan dan kuret baik


logam, kain, maupun karet yang telah dipakai.

E. Menjelaskan format-format dan administrasi ruangan


1. Format untuk pasien umum, jamkesmas, BJPS pada dasarnya hampir sama,
yang berbeda adalah untuk jamkesmas dan BJPS form RGB-nya wajib
untuk di isi karena akan digunakan untuk mengklaim biaya jamkesmas dan
BPJS tersebut.
2. Format yang ada terdiri dari format obstetri untuk masalah kehamilan
dengan UK kurang dari 28 minggu, format obgyn untuk kehamilan lebih
dari 28 minggu, dan format bayi baru lahir untuk bayi baru lahir.
3. Administrasi dilakukan dengan sistem komputerisasi billing oleh petugas
jaga.
F. Menjelaskan sistem kerja di ruangan meliputi :
1. Jam dinas

Untuk jam dinas adalah 6 hari kerja dengan pembagian 4 shift, yaitu

Shift Pagi

: Jam 07.30 14.00

Shift Sore

: Jam 14.00 20.00

Shift Malam

: Jam 20.00 07.30

Shift Libur

2. Sistem kerja dan rutinitas harian pada setiap shift


Bidan di ruang dan PONEK dibagi menjadi 2 tim, 1 tim menghandle
kegiatan di ruang bersalin dan tim lainnya menghandle kegiatan di PONEK,
namun hal ini sifatnya fleksible karena kebanyakan pasien ditempatkan di
PONEK sehingga tim yang bertugas di ruang bersalin membantu
menghandle kegiatan di PONEK. Dan jika di PONEK terjadi luapan pasien
maka pasien akan dialihkan ke ruang bersalin.
Rutinitas harian pada shift pagi adalah operan jaga, ferbedden,
mengecek kelengkapan meja obat dan instrument, observasi semua pasien
dengan melakukan pemeriksaan tanda- tanda vital meliputi tekanan darah,
nadi, suhu, dan pernafasan, serta memantau kemajuan persalinan jika ada
inpartu dan DJJ jika ada ibu hamil maupun inpartu. Shift sore melakukan
pemeriksaan tanda- tanda vital meliputi tekanan darah, nadi, suhu, dan
pernafasan serta memantau kemajuan persalinan jika ada inpartu dan DJJ
jika ada ibu hamil maupun inpartu. Rutinitas harian shift malam sama
halnya dengan shift sore ditambah dengan memeriksa cairan infus dan
balance cairan sebelum tidur.
3. Pre/post conference
Pre conference dilakukan dengan mahasiswa membuat laporan pendahuluan
terlebih dahulu bisa berupa mengenai skill yang akan diaplikasikan
dilapangan

ataupun mengenai kasus yang ada dilapangan. Kemudian

mahasiswa mengadakan kontrak dengan CI dan mendiskusikan mengenai


laporan pendahuluan yang telah dibuat. Setelah mahasiswa menguasai

materi, hal tersebut diaplikasikan langsung pada pasien, dan dievaluasi oleh
CI. Selanjutnya mahasiswa diminta untuk membuat rencana asuhan
selanjutnya.
4. Bedside teaching
CI memberikan demonstrasi tindakan kepada pasien di depan mahasiswa
sesuai dengan tindakan yang telah ditetapkan di pre conference, atau dapat
juga mahasiswa mengaplikasikan langsung kepada pasien sesuai dengan
tindakan yang telah ditetapkan di pre conference dengan didampingi oleh CI
kemudian dilakukan evaluasi diakhir.
5. Pelaporan

Tugas pelaporan dikonsultasikan pada pembimbing lahan dan


pembimbing akademik

Askeb diselesaikan selama menjalani praktek diruang bersalin.


Setiap mahasiswa wajib membuat 1 laporan pendahuluan dan
dokumentasi asuhan kebidanan.

Seminar akan dilakukan pada minggu ketiga atau keempat praktik.

G. Menjelaskan standar prosedur / SOP yang berlaku


SOP di ruang bersalin dan PONEK di RSUD Karanganyar standar hampir
sama dengan SOP di ruang bersalin dan PONEK di rumah sakit lainnya.
Prosedurnya antara lain :
1. Ibu hamil dan neonatal yang datang di Instalasi Gawat Darurat RS
ditempatkan di kamar tindakan diterima oleh perawat / bidan / dokter jaga.
2. Prosedur tindakan kasus rujukan sesuai standart pelayanan.
3. Setelah pasien mendapatkan nomer RM, pasien dipindahkan PONEK.
4. Pasien baru sekaligus mendapat pemeriksaan laboratorium.
5. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, bidan melaksanakan konsultasi
dengan dokter jaga untuk terapi dan penatalaksanaan selanjutnya untuk
prosedur persalinan normal sesuai dengan standar pelayanan yang
dikerjakan bidan. Apabila diperlukan tindakan diluar wewenang dan
kompetensi bidan, dilaksanakan konsultasi dengan dokter Obsgyn.

6.

Setelah mendapat advis, konsultasi dengan dokter anestesi apabila perlu


tindakan SC, serta bidan melengkapi obat-obatan yang dibutuhkan dan
kolaborasi dengan instalasi farmasi.

7. Dilakukan kolaborasi dengan petugas

kamar operasi, prosedur operasi

kasus rujukan.
8. Dilakukan kolaborasi dengan bank darah atau PMI untuk penyediaan
transfusi darah apabila diperlukan.
9. Setelah bayi lahir segera dipindahkan ke bangsal perinatal, ibu dipindahkan
ke ruang rawat nifas setelah kondisi diperbolehkan minimal 2 jam post
partum.
H. Menjelaskan tata laksanana pemberian obat dan linen
Sebelum memberikan obat pastikan kembali nama pasien yang akan
diberikan obat.
Setiap akan mengganti cairan infus, injeksi obat konfirmasi dengan petugas
jaga dan kemudian mengisi pada form tindakan dan terapi.

I. Menjelaskan mekanisme pasien masuk, perawatan, pindah, dan pasien pulang.


1. Mekanisme pasien masuk
a. Pasien dari IGD maupun poli masuk ke PONEK
b. Pasien membawa Map RM segera dianamnesa menurut blangko yang ada
kemudian diukur vital signnya serta diambil darah rutin untuk laborat,
dan urin jika ada indikasi. Kemudian dilakukan pemeriksaan selanjutnya
untuk mendukung diagnosa yang dibuat.
2. Mekanisme pasien perawatan
a. Pasien inpartu selalu diobservasi kemajuan persalinannya, DJJ, dan TTV.

b. Pasien nifas selalu diobservasi jumlah perdarahan, kontraksi, TTV, dan


balance cairannya.
3. Mekanisme pasien pindah
Pasien yang akan pindah di antar oleh staf jaga dengan membawa status
pasien.
4. Mekanisme pasien pulang
Pasien yang diijinkan untuk pulang sebelumnya di cek ulang kondisinya dan
kelengkapan administrasinya.

J. Memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk bertanya dan memberikan


jawaban yang tepat/
1. Cara menggunakan sterilisator?
Tekan semua tombol hingga kedua lampu menyala
Masukkan alat logam ke dalam sterilisator bagian bawah
Masukkan bahan dari karet dan kain di bagian atas
Tunggu sampai kedua lampu mati, yang menandakan alat sudah steril.
2. Format askeb apa yang digunakan untuk penulisan laporan?
Format askeb menyesuaikan dengan institusi kependidikan masingmasing.

Praktikan Pembimbing Klinik / CI

Budi Listiani Rahayu