Anda di halaman 1dari 26

2.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Komunikasi Menurut Effendy dalam bukunya Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,

menyebutkan bahwa Istilah komunikasi atau bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin Communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2 !"#$.

%ua orang yang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk &er'aka&an, maka komunikasi akan ter(adi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai a&a yang di&er'aka&kan. )esamaan bahasa yang di&ergunakan dalam &er'aka&an, belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh bahasa itu. *al tersebut, sangat (elas bahwa kedua orang tersebut da&at dikatakan komunikatif a&abila mengerti bahasa yang di&ergunakan dan mengerti makna dari bahan yang di&er'aka&kan. )omunikasi antarmanusia hanya da&at ter(adi a&abila ada seseorang yang menyam&aikan &esan ke&ada orang lain dengan tu(uan tertentu. +rtinya, komunikasi hanya da&at ter(adi a&abila didukung oleh adanya sumber &esan, media, &enerima, dan efek. ,angara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi mengemukakan komunikasi adalah Suatu &roses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan &ertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang &ada gilirannya akan tiba &ada saling &engertian yang mendalam (,angara, -##."-#$.

2#

/erdasarkan &engertian di atas, ,angara mens&esifikasikan hakikat suatu hubungan dengan adanya suatu &ertukaran informasi atau &esan, di mana ia menginginkan adanya &erubahan sika& dan tingkah laku serta kebersamaan dalam men'i&takan saling &engertian dari orang0orang yang ikut serta dalam suatu &roses komunikasi. )omunikasi tidak akan ber(alan a&abila hanya dilakukan oleh satu orang, teta&i lebih efektifnya, dilakukan oleh dua orang atau lebih.

2.2

Komunikasi Pemerintahan )omunikasi &emerintahan menurut Erliana *asan dalam bukunya

Komunikasi Pemerintahan, adalah" 1enyam&aian ide, &rogram, dan gagasan &emerintah ke&ada masyarakat dalam rangka men'a&ai tu(uan negara. %alam hal ini &emerintah da&at diasumsikan sebagai komunikator dan masyarakat sebagai komunikan, namun dalam suasana tertentu bisa sebaliknya masyarakat berada &ada &osisi sebagai &enyam&ai ide atau gagasan dan &emerintah berada &ada &osisi men'ermati a&a yang diinginkan masyarakat (*asan, 2 !"#!$. %alam kondisi tersebut, berarti &emerintah memiliki kewenangan sekaligus bertanggung (awab untuk mem&ertimbangkan, bahkan untuk meres&on keinginan0keinginan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 1emerintah sebagai &ihak &ertama, berada di tingkat &usat dan daerah ber&eran sebagai stakeholders utama dari e-Government. 1eranan &emerintah dalam konsorsium (&engusaha yang mengadakan usaha bersama$ terkait adalah sebagai &ihak yang menentukan tu(uan, kebi(akan, standar, dan &ola ker(a sama dari segala yang berkaitan dengan &eren'anaan, &enera&an, dan &engembangan konse& e-Government. %engan kata lain, &emerintah memiliki kewa(iban untuk

membentuk sebuah lingkungan yang kondusif agar im&lementasi sistem eGovernment da&at terlaksana dengan baik.

2.3

Komunikasi Media /. +ubrey 2isher mengemukakan komunikasi media atau komunikasi

bermedia sebagai berikut" )omunikasi bermedia dibedakan men(adi dua hal yaitu komunikasi inter&ersonal dan komunikasi massa. )omunikasi inter&ersonal adalah kontak tata& muka itu memungkinkan adanya hubungan langsung diantara &ara komunikator. )omunikasi massa adalah adanya suatu &erantaraan suatu harian, ma(alah, buku, &esawat tele3isi, dan lain sebagainya &enerima antara sumber dengan &enerima meniadakan &en'a&aian hubungan tersebut. Sebagai konsekuensinya, sumber &esan teta& tinggal sebagai sebuah sumber dan si &enerima (2isher, -#.4"-5 $. 2isher men(elaskan bahwa komunikasi inter&ersonal dan komunikasi massa meru&akan &roses fenomenal yang berlainan se'ara fundamental. *al tersebut, disebabkan karena tidak terbaginya kombinasi &eran sumber atau &enerima sebagaimana yang dilakukan dalam keadaan &erorangan. 1enda&at 2isher tidak se(alan dengan Erliana *asan, dimana ia mengemukakan bahwa komunikasi mem&unyai &roses yang dinamakan dengan &roses komunikasi media. 1roses komunikasi media menurut Erliana *asan adalah 1roses &enyam&aian &esan oleh seseorang ke&ada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang (bahasa$ sebagai media &ertama (*asan, 2 !"66$.

+da&un unsur0unsur dalam &roses komunikasi media menurut Effendy dalam bukunya yang ber(udul Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, sebagai berikut"

6-

-. Sender (komunikator$ )omunikator yang menyam&aikan &esan ke&ada seseorang atau se(umlah orang. 2. Encoding (&enyandian$ 1enyandian, yakni &roses &engalihan &ikiran ke dalam bentuk lambang. 6. Message (&esan$ 1esan yang meru&akan se&erangkat lambang bermakna yang disam&aikan oleh komunikator. 7. Media Saluran komunikasi tem&at berlalunya &esan dari komunikator ke&ada komunikan. !. Decoding (&engkodean$ 1engawasandian, yaitu &roses dimana komunikan meneta&kan makna &ada lambang yang disam&aikan oleh komunikator ke&adanya. 4. Receiver (komunikan$ )omunikan yang menerima &esan dari komunikator. 5. Res onse (tangga&an$ 8angga&an, se&erangkat reaksi &ada komunikan setelah diter&a &esan. .. !eed"ack (um&an balik$ 9m&an balik, yakni tangga&an komunikan a&abila tersam&aikan atau disam&aikan ke&ada komunikator. #. #oise (gangguan$ :angguan tak teren'ana yang ter(adi dalam &roses komunikasi sebagai akibat diterimanya &esan lain oleh komunikan yang berbeda dengan &esan yang disam&aikan oleh komunikator ke&adanya. (Effendy, 2 !"-.0-#$. 1roses komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih dalam interaksi, komunikator menyandi suatu &esan kemudian menyam&aikannya ke&ada komunikan dan komunikan mengawasandi &esan tersebut. )ondisi yang demikian, komunikator men(adi encoder dan komunikan men(adi decoder. )arena komunikasi antar&ersona bersifat dialogis, maka ketika komunikan memberi reaksi terhada& komunikasi tersebut kembali men(adi encoder dan komunikator men(adi decoder. Se'ara kongkrit da&at di(elaskan bahwa selama komunikasi berlangsung antara dua orang atau lebih yang berkomunikasi akan ter(adi

62

&ergantian &osisi. ;amun, ketika salah satu memberikan tangga&an itu disebut um&an balik ($eed"ack$.

2.3.1

Komunikator )omunikator memegang &eranan yang sangat &enting, terutama dalam

mengendalikan (alannya komunikasi. Seorang komunikator harus teram&il berkomunikasi, mem&unyai ide0ide menarik, dan &enuh daya kreati3itas. )arena itu, komunikator biasa disebut &engirim, sumber, source atau encoder. )omunikator menurut Erliana *asan dalam bukunya yang ber(udul Komunikasi Pemerintahan adalah orang yang menyam&aikan &esan ke&ada seseorang atau se(umlah orang (*asan, 2 !"64$. *al tersebut, se(alan dengan &engertian

komunikator yang dikemukakan ,angara sebagai berikut" 1ihak yang mengirim &esan ke&ada khalayak. 9ntuk men'a&ai komunikasi yang sem&urna, seorang komunikator harus memiliki ke&er'ayaan dan kom&etensi, daya tarik, dan kekuatan (,angara, -##.".5$.

1.

Keper a!aan dan Kompetensi )e&er'ayaan menurut ,angara dalam bukunya Pengantar Ilmu

Komunikasi adalah se&erangkat &erse&si tentang kelebihan0kelebihan yang dimiliki sumber sehingga diterima atau diikuti oleh &enerima (,angara, -##.".5$. )e&er'ayaan seorang komunikator da&at bersumber dari kom&etensi, sika&, tu(uan, ke&ribadian, dan dinamika.

66

)e&er'ayaan da&at di&eroleh a&abila seorang komunikator memiliki ethos% athos% dan logos. Ethos adalah kekuatan yang dimiliki &embi'ara dari karakter &ribadinya, sehingga u'a&an0u'a&annya da&at di&er'aya, kekuatan yang dimiliki seorang. Pathos adalah kekuatan yang dimiliki seorang &embi'ara dalam mengendalikan emosi &endengarnya. &ogos adalah kekuatan yang dimiliki komunikator melalui argumentasinya (,angara, -##.".5$. )om&etensi adalah &enguasaan yang dimiliki komunikator &ada masalah yang dibahasnya (,angara, -##."..$. )om&etensi tersebut di&ergunakan untuk menentukan atau memutuskan suatu ke&utusan yang berasal dari komunikator. Menurut bentuknya, ke&er'ayaan da&at dibedakan atas 6 ma'am, yaitu Initian credi"ilit'% derived credi"ilit'% dan terminal credi"ilit' (,angara, -##."..$. -. Initian Credi"ilit' Initian Credi"ilit' adalah kredibilitas (ke&er'ayaan$ yang di&eroleh

komunikator sebelum &roses komunikasi berlangsung (,angara, -##."..$. Sebagai 'ontoh, seorang &embi'ara yang sudah mem&unyai strata yang lebih tinggi da&at mendatangkan banyak &endengar atau tulisan seorang &akar yang sudah terkenal akan mudah dimuat di surat kabar, meski&un editor belum memba'anya. 2. Derived Credi"ilit' Derived Credi"ilit' adalah kredibilitas yang di&eroleh seseorang &ada saat komunikasi berlangsung (,angara, -##."..$.

67

6. Terminal Credi"ilit' Terminal Credi"ilit' adalah kredibilitas yang di&eroleh seorang komunikator setelah &endengar atau &emba'a mengikuti &en(elasan atau ulasannya (,angara, -##.".#$. )omunikator yang ingin mem&eroleh kredibilitas, &erlu memiliki &engetahuan yang lebih berkom&eten, &engalaman yang luas, kekuatan yang di&atuhi, dan status sosial yang dihargai. %ari ketiga &en(elasan di atas, kredibilitas atau ke&er'ayaan seseorang da&at mengalami &erubahan a&abila ter(adi &erubahan khalayak, to&ik, dan waktu. )redibilitas seorang &embi'ara &ada suatu tem&at belum tentu bisa sama di tem&at lain a&abila khalayaknya berubah. *al ini sama dengan &erubahan to&ik dan waktu. Seorang komunikator da&at sa(a menguasai to&ik tertentu, teta&i belum tentu dengan to&ik yang lain. Seorang &embi'ara yang awalnya memiliki kekuasaan da&at didengar oleh orang lain, teta&i ketika &embi'ara tidak berkuasa, maka orang lain itu tidak akan mendengarkan.

2.

"a!a Tarik %aya tarik meru&akan salah satu faktor yang harus dimiliki seorang

komunikator. 2aktor tersebut banyak menentukan berhasil tidaknya komunikasi. 1endengar atau &emba'a da&at mengikuti &andangan seorang komunikator. Menurut *afied ,angara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi memiliki daya tarik sebagai berikut"

6!

-. *al kesamaan (similarit'$ 2. %ikenal baik ($miliarit'$ 6. %isukai (liking$ 7. 2isiknya ( h'sic$ (,angara, -##."# $ )esamaan dimaksudkan bahwa seseorang da&at tertarik &ada komunikator karena adanya kesamaan dalam bahasa, agama, suku, daerah asal, &artai, atau ideologi. Seorang &eneliti mengemukakan bahwa masyarakat lebih banyak di&engaruhi oleh kesamaan ideologi dari&ada kesamaan ras dan agama (+le<is 8an dalam ,angara, -##."# $. %ikenal maksudnya seorang komunikator yang dikenal baik, lebih 'e&at diterima oleh &enerima atau komunikan dari&ada mereka yang tidak dikenal. )omunikator yang sudah terkenal ke&iawaiannya akan mudah diterima, sebab komunikan tidak akan meragukan kemam&uan dan ke(u(urannya. )omunikan tidak akan mendengarkan a&abila komunikator melakukan sesuatu yang kurang disukai oleh komunikan (,angara, -##."# $. Menyukai artinya komunikator yang memiliki kesamaan dan sudah dikenal, &ada akhirnya akan disenangi oleh khalayak atau &enerima (,angara, -##."# $. Seorang &endengar atau &emba'a yang menyukai dan mengangga& komunikator sebagai idolanya, akan mudah masuk dalam &engaruh orang yang disukai itu. 1enam&ilan fisik atau &ostur badan, seorang komunikator seda&at mungkin memiliki bentuk fisik yang sem&urna (,angara, -##."# $. 2isik yang 'a'at da&at menimbulkan e(ekan, sehingga mengganggu (alannya komunikasi. 2isik yang sem&urna ('antik atau gagah$, akan menarik komunikan, a&alagi

64

a&abila disertai kemam&uan menguasai masalah yang dibawakannya, lebih mudah mem&engaruhi &enda&at dan sika& seseorang.

3.

Kekuatan )ekuatan menurut *afied ,angara dalam bukunya Pengantar Ilmu

Sosiologi adalah" )e&er'ayaan diri yang harus dimiliki seseorang komunikator (ika ia ingin mem&engaruhi orang lain. )ekuatan sebagai kekuasaan di mana khalayak dengan mudah menerima suatu &enda&at kalau hal itu disam&aikan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Misalnya ke&ala kantor ke&ada bawahannya (,angara, -##."#-$. *al di atas, mengemukakan bahwa kekuatan memudahkan komunikan menerima &enda&at dari orang yang memiliki kekuasaan. )ekuasaan tidak selamanya men(adi &rasyarat bagi seseorang komunikator yang menginginkan kesuksesan, teta&i minimal, komunikator harus memiliki ke&er'ayaan dan daya tarik. )emam&uan untuk menumbuhkan ke&er'ayaan dan daya tarik sangat ditentukan oleh kemam&uan seseorang untuk berem&ati. )omunikator memiliki kemam&uan untuk mem&royeksikan dirinya ke dalam diri orang lain.

2.3.2

Pen!andian 1enyandian adalah &roses &engalihan &ikiran ke dalam bentuk lambang

bermakna yang disam&aikan oleh komunikator (Effendy, 2

!"-6$. )omunikator

menyandi &esan yang akan disam&aikan ke&ada komunikan. *al ini, berarti komunikator memformulasikan &ikiran atau &erasaan ke dalam lambang (bahasa$ yang di&erkirakan akan dimengerti oleh komunikan, kemudian, komunikan

65

mengawasandi &esan dari komunikator itu. 1enafsiran lambang yang mengandung &ikiran atau &erasaan komunikator tadi dalam konteks &engertiannya. 1roses tersebut, komunikator berfungsi sebagai &enyandi dan komunikan berfungsi sebagai &engawasandi.

2.3.3

Pesan 1esan menurut /. +ubrey 2isher dalam bukunya Teori-Teori Komunikasi

adalah" 1ikiran atau ide &ada suatu tem&at dalam sistem (aringan syaraf (neouro h'siological$ dari sumber=&enerima dan setelah &enyandian ter(adi dalam suatu situasi tata& muka, ditransformasikan ke dalam rangkaian getaran udara (gelombang suara$ dan sinar0sinar 'ahaya yang ter&antulkan (se'ara 3isual$. +lat &engalihan sandi &ada sumber=&enerima mentransformasikan fenomena energi fisik itu kembali ke dalam kata &etun(uk &aralinguistik, isyarat dan &ikiran. 8eta&i dalam bentuk energi fisik antara sumber=&enerima, maka &esan itu bukanlah meru&akan &ikiran, bukan &ula beru&a kata0kata. +kan teta&i, itu meru&akan se&erangkat isyarat (signal$ fisik (2isher, -#.4"64!$. 2isher mengemukakan &esan dalam bentuk mekanistis yang

ditransformasikan &ada titik0titik atau saat0saat &enyandian dan &engalihan sandi. Sehingga, &esan itu sendiri meru&akan &ikiran atau ide &ada suatu tem&at. *al ini, berbeda dengan &esan yang dikemukakan *afied ,angara sebagai berikut" 1esan yang dimaksud dalam &roses komunikasi adalah sesuatu yang disam&aikan &engirim ke&ada &enerima. 1esan da&at disam&aikan dengan 'ara tata& muka atau melalui media komunikasi. (isinya da&at beru&a ilmu &engetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau &ro&aganda. %alam bahasa Inggris &esan biasanya diter(emahkan dengan kata message% content atau in$ormation( (,angara, -##."26$. ,angara mengemukakan &esan dalam &roses komunikasi. 1roses komunikasi tersebut, tidak terle&as dari simbol dan kode, karena &esan yang

6.

dikirim komunikator ke&ada komunikan terdiri atas rangkaian simbol dan kode. Manusia mam&u men'i&takan simbol0simbol dan memberi arti &ada ge(ala0ge(ala alam yang ada di sekitarnya. )emam&uan manusia men'i&takan simbol0simbol membuktikan bahwa manusia sudah memiliki kebudayaan yang tinggi dalam berkomunikasi. 1esan tersebut berbentuk mulai dari simbol yang sederhana se&erti bunyi dan isyarat, sam&ai ke&ada simbol yang dimodifikasi dalam bentuk sinyal0sinyal melalui gelombang udara dan 'ahaya, se&erti radio, 8>, telegram, tele<, dan satelit. 1emberian arti &ada simbol adalah suatu &roses komunikasi yang di&engaruhi oleh kondisi budaya yang berkembang &ada suatu masyarakat. +da&un kode0kode simbol sebagai berikut" -. 2. 6. 7. !. Semua kode memiliki unsur nyata Semua kode memiliki arti Semua kode tergantung &ada &ersetu(uan &ara &emakainya Semua kode memiliki fungsi Semua kode da&at di&indahkan, a&akah melalui media atau saluran0 saluran komunikasi lainnya. (,angara, -##."#!$ )ode &ada dasarnya da&at dibedakan atas dua ma'am, yaitu kode 3erbal (bahasa$ dan kode non3erbal (isyarat$ (,angara, -##."#!$. -. )ode >erbal )ode 3erbal dalam &emakainnya menggunakan bahasa. /ahasa da&at didefinisikan se&erangkat kata yang telah disusun se'ara bersturktur sehingga men(adi him&unan kalimat yang mengandung arti. /ahasa menurut *afied ,angara memiliki fungsi sebagai berikut" a. 9ntuk mem&ela(ari tentang dunia sekeliling kita b. 9ntuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia

6#

'. 9ntuk men'i&takan ikatan0ikatan dalam kehidu&an manusia (,angara, -##."#!$ 2ungsi dari kode 3erbal menurut ,angara tersebut, sifatnya sangat luas. *al ini disebabkan karena ,angara mengemukakan tentang &embinaan hubungan yang baik antara sesama, &en'i&taan dalam ikatan0ikatan kehidu&an manusia.

2.

)ode ;on3erbal Menurut *afied ,angara, kode non3erbal da&at dikelom&okkan dalam

bebera&a bentuk, diantaranya" a. Kinersics yaitu kode non3erbal yang ditun(ukkan oleh gerakan0gerakan badan. :erakan0gerakan badan da&at dibedakan atas lima ma'am, yaitu" -$ Em"lems yaitu isyarat yang mem&unyai arti langsung &ada simbol yang dibuat oleh gerakan badan. 2$ Illustrators yaitu isyarat yang dibuat dengan gerakan0gerakan badan untuk men(elaskan sesuatu, misalnya besarnya barang atau tinggi rendahnya suatu ob(ek yang dibi'arakan. 6$ )$$ect Dis la's yaitu isyarat yang ter(adi karena adanya dorongan emosional sehingga ber&engaruh &ada eks&resi muka, misalnya tertawa, menangis, tersenyum, sinis, dan sebagainya. 7$ Regulators yaitu gerakan0gerakan tubuh yang ter(adi &ada daerah ke&ala, misalnya mengangguk tanda setu(u atau menggeleng tanda menolak.

!$

)da tor' yaitu gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda ke(engkelan. Misalnya menggerutu, menge&alkan tangan ke atas me(a, dan sebagainya.

b.

:erakan Mata (e'e ga*e$ adalah alat komunikasi yang &aling berarti dalam memberi isyarat tan&a kata. :erakan mata adalah &en'erminan isi hati seseorang.

'. d.

Sentuhan adalah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan badan. Paralanguage adalah isyarat yang ditimbulkan dari tekanan atau irama suara, sehingga &enerima da&at memahami sesuatu dibalik &engu'a&an.

e.

%iam mem&unyai arti bersika& negatif dan (uga melambangkan sika& &ositif. 1emahaman tentang sika& diam, &erlu bela(ar budaya atau kebiasaan0 kebiasaan seseorang. %iam da&at (uga dikatakan sebagai &erilaku komunikasi yang dilakukan oleh orang0orang yang bersika& netral dan menginginkan sesuatu yang bersifat aman.

f.

1ostur tubuh, terdiri dari ti&e ectomor h' bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh kurus tinggi yang dilambangkan sebagai orang yang mem&unyai sika& ambisi, &intar, kritis, dan sedikit 'emas. 8i&e mesomor h' bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh tega&, tinggi, atletis yang dilambangkan sebagai &ribadi yang 'erdas, bersahabat, aktif, dan kom&etitif. 8i&e yang terakhir adalah ti&e endomor h' yaitu bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh &endek, bulat, dan gemuk yang dilambangkan sebagai &ribadi yang harmonis, santai, dan 'erdik.

7-

g.

)edekatan dan ?uang ( ro+imit' and s atial$ da&at dibedakan atas territorit' atau *one yang terdiri dari 7 ma'am, yaitu wilayah intim (rahasia$ kedekatannya ber(arak antara 60-. in'hi, wilayah &ribadi kedekatannya ber(arak antara -. in'hi hingga 7 kaki, wilayah sosial kedekatannya ber(arak antara 70-2 kaki, dan wilayah umum (&ublik$ kedekatannya ber(arak antara 70 -2 kaki sam&ai suara kita terdengar dalam (arak 2! kaki.

h.

+rtifak dan >isualisasi adalah hasil kera(inan manusia (seni$, baik yang melekat &ada diri manusia mau&un yang ditu(ukan untuk ke&entingan umum. +rtikafak ini dimaksudkan untuk ke&entingan estetika dan untuk

menun(ukkan status atau identitas diri seseorang atau suatu bangsa. Misalnya ba(u, to&i, &akaian dinas, 'in'in, gelang, alat transfortasi, dan sebagainya. i. @arna memberi arti terhada& suatu ob(ek. %a&at digunakan dalam berbagai ke&erluan, misalnya da&at dilihat &ada bendera nasional, bendera &artai &olitik, dan sebagainya. (. @aktu. Arang yang sering menem&ati waktu, dinilai sebagai orang yang ber&ikiran modern. k. /unyi sebagai tanda isyarat yang tidak da&at digolongkan sebagai aralanguage. Misalnya bersiul, berte&uk tangan, bunyi terom&et, letusan sen(ata, dan sebagainya. l. /au digunakan untuk melambangkan status se&erti kosmetik, bau (uga da&at di(adikan sebagai &etun(uk arah. Misalnya &osisi bangkai, bau karet terbakar, dan sema'amnya. (,angara, -##."#!0-- $.

72

Setelah

mengemukakan

&en(elasan

tersebut,

maka

terda&at

'ara

&enggunaan kode dalam &enyusunan &esan, diantaranya &enyusunan &esan bersifat informatif yang dikemukakan oleh *afied ,angara sebagai berikut" -. S ace order (&esan berdasarkan kondisi ruang$ yaitu &enyusunan &esan yang melihat kondisi tem&at atau ruang, se&erti internasional, nasional, dan daerah. 2. Time order (&esan berdasarkan waktu$ &enyusunan &esan berdasarkan waktu atau &eriode yang disusun se'ara kronologis. 6. Deductive order (&esan bersifat umum ke khusus$ yaitu &enyusunan &esan mulai dari hal0hal yang bersifat umum ke&ada khusus. 7. Inductive order (&esan bersifat khusus ke umum$ &enyusunan &esan yang dimulai dari hal0hal yang bersifat khusus ke&ada hal0hal yang bersifat umum. (,angara, -##."---$ Model &enyusunan &esan bersifat informatif tersebut, lebih banyak ditu(ukan ke&ada &erluasan wawasan dan kesadaran &enerima &esan. 1rosesnya lebih banyak &er'am&uran, &enyebaran, sederhana, (elas, dan tidak banyak menggunakan istilah0istilah yang kurang terkenal di kalangan &enerima &esan atau komunikan.

2.3.#

Media Media menurut Effendy adalah Saluran komunikasi tem&at berlalunya

&esan dan komunikator ke&ada komunikan (Effendy, 2

!"-.$. 1enda&at Effendi

ini se(alan dengan ,angara yang menem&atkan media sebagai sarana yang digunakan untuk menyam&aikan &esan. +da&un media menurut ,angara adalah +lat yang digunakan untuk memindahkan &esan dari sumber ke&ada &enerima (,angara, -##."26$. Media dalam komunikasi terdiri dari 2 ma'am, yaitu media 'etak dan media elektronik. Media 'etak se&erti surat kabar, ma(alah, buku,

76

leaflet, brosur, stiker, buletin, hand out, &oster, s&anduk, dan sebagainya. Media elektornik antara lain radio, film, tele3isi, video recording, kom&uter, elektronic "oard, audio casette, dan sebagainya. 2aktor0faktor yang mem&engaruhi &enerimaan informasi media adalah" -. 8ersedianya media 2. )ehandalan (daya in&ut$ media 6. )ebiasaan menggunakan media 7. 8em&at dan situasi (,angara, -##."-7!$ )eefektifan komunikasi dalam suatu &emerintahan sangat ditentukan oleh tersedia atau tidaknya media, baik media dalam bentuk simbol, mau&un media dalam bentuk kode 3erbal dan kode non3erbal. Se(alan dengan &erkembangan masyarakat serta &eradaban dan kebudayaan, komunikasi media mengalami kema(uan dengan memadukan komunikasi berlambang bahasa dengan

komunikasi berlambang gambar dan warna, maka kom&uter sebgai media yang mengandung bahasa, gambar, dan warna. 1entingnya ketersediaan media dalam &roses komunikasi, disebabkan oles efisiensinya dalam men(angkau komunikan. )om&uter meru&akan media yang efisien dalam men'a&ai komunikan dlam (umlah yang amat banyak. )etersebaran efisien, karena dengan menyiarkan atau menyebarkan informasi &esan satu kali sa(a, sudah da&at tersebar ke&ada kahalayak atau &enerima &esan yang begitu banyak (umlahnya. Media dikatakan relia"le atau handal a&abila &rogram da&at ber(alan dengan baik, tidak mudah hang, crash atau berhenti &ada saat &engo&erasian. )ehandalan media (uga dinilai dari sebera&a (auh da&at teta& ber(alan meski&un

77

ter(adi kesalahan &ada &engo&erasian (error tolerance$. 1enggguna memerlukan $eed"ack sesuai dengan kondisi sistem (termasuk bebera&a lama &engguna harus menunggu$ (Satriawahyono dalam htt&"==romisatriawahono.net=, 2 5= 4=26$.

)ehandalam media dalam komunikasi harus bersifat melembaga, artinya &ihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yaitu mulai dari &engum&ulan, &engelolaan sam&ai ke&ada &enya(ian informasi. Selain itu, meluas dan serem&aknya &engiriman dan &enerimaan data0data, artinya da&at mengatasi rintangan waktu dan (arak, karena memiliki ke'e&atan, kemudian bergerak se'ara luas, di mana informasi yang disam&aikan diterima oleh banyak orang &ada saat yang sama. 1eralatan teknis dan mekanis se&erti kom&uter dan sema'amnya (uga da&at menentukan kehandalan (daya in&ut$ media. )ebiasaan menggunakan media meru&akan kebiasaan a&aratur dalam menggunakan alat atau sarana dan &rasarana media baik so$t,are mau&un hard,are. Melihat dalam kondisi (aman sekarang, kuantitas &enggunaan teknologi informasi semakin hari semakin meningkat. *al ini dibuktikan dengan semakin banyaknya &erangkat kom&uter di instansi0instansi. )ebiasaan a&aratur menggunakan media sangat menentukan baik atau buruknya suatu komunikasi &emerintahan. Media sering digunakan oleh orang0orang yang mengerti media 'ara dalam

&engaflikasiannya

atau

&engo&erasiannya.

1enga&likasian

komunikasi &emerintahan, lebih dititikberatkan &ada &rogram0&rogram yang berhubungan dengan &emerintahan. Sebagai 'ontoh, &enggunaan &rogram radioling untuk menginterkoneksikan data0data yang di&erlukan.

7!

8em&at

dan

situasi

media

sangat

mem&engaruhi

komunikasi

&emerintahan. Media komunikasi harus ditem&atkan di tem&at yang strategis, maksudnya tem&at yang da&at menam&ung alat0alat komunikasi dan da&at menangka& (aringan0(aringan komunikasi dari media komunikasi di tem&at yang lain. Situasi media komunikasi harus benar0benar kondusif, nyaman, dan berhawa dingin. *al ini, disebabkan karena &enem&atan media se&erti kom&uter, harus benar0benar terawat dengan baik.

2.3.$

Penga%asandian 1engawasandian yaitu &roses di mana komunikan meneta&kan makna &ada

lambang yang disam&aikan oleh komunikator ke&ada komunikan (Effendy, 2 !"-#$. 1roses komunikasi antar &ersona, melibatkan dua orang dalam situasi

interaksi, komunikator menyandi suatu &esan, kemudian menyam&aikannya ke&ada komunikan dan komunikan mengawasandi &esan tersebut.

2.3.&

Komunikan )omunikan sebagai &enerima &esan dalam komunikasi. )omunikan ini

menerima &esan dari komunikator. )omunikan da&at bersifat &erorangan, kelom&ok, institusi, organisasi, masyarakat, atau da&at &ula &emerintahan (Effendy, 2 !"-#$. 1engertian komunikan yang dikemukakan Effendy tersebut,

adalah &ihak yang men(adi sasaran &esan yang dikirim oleh komunikator atau sumber.

74

8i&e komunikan menurut *afied ,angara adalah" -. Innovator (&embaharu$ adalah orang yang menyukai &erubahan dengan berani melakukan u(i 'oba yang &enuh risiko. 2. Earl' ado ter (&enerima dini$ maksudnya orang yang &ertama kali menerima ide0ide baru dari &embaharu. 6. Earl' ma-orit' ( &enerima mayoritas 'e&at$ adalah orang0orang yang tergolong sebagai &enerima &esan0&esan atau ide0ide baru sebelum rata0rata anggota lainnya menerima ide tersebut. 7. &ate ma-orit' (&enerima moyoritas lambat$ adalah orang0orang yang menerima ide0ide baru setelah rata0rata anggota lainnya menerimanya lebih awal. !. &aggard (&engikut$ adalah orang0orang yang tergolong &enerima terakhir dari sistem sosial yang ada. (,angara, -##."-72$ :olongan &embaharu sangat terbuka &ada dunia luar, serta memiliki &engetahuan teknis &ada bidang0bidang tertentu. :olongan &embaharu tersebut, kadangkala mengalami ketidak'o'okan dengan lingkunganya, sehingga berusaha untuk mengubahnya men(adi lebih baik. ?ata0rata &ara &embaharu ini tergolong berusia muda. :olongan &enerima dini berintegrasi dengan sistem sosial yang ada. Sistem sosial yang dimaksud adalah golongan yang ada di sekitarnya yang berhubungan dengan orang0orang yang ada di lingkungannya. :olongan &enerima dini tersebut, men(adi tem&at bertanya dan diminta &ertimbangan dari orang0orang yang ada disekitarnya. 1enerima mayoritas 'e&at tidak tergolong kelom&ok &im&inan, teta&i anggota biasa yang dekat dengan (aringan &im&inan yang menerima &embaharuan. 1enerima mayoritas 'e&at men(adi &enghubung antara &enerima dini dengan &enerima lambat. Mereka termasuk golongan yang mem&unyai waktu

75

untuk melihat keberhasilan atau kegagalan orang lain dalam &enerimaan ide0ide baru. 1enerima mayoritas lambat menerima &esan setelah melihat ide baru itu membawa keuntungan se'ara ekonomis atau setelah ia menda&at tekanan demi keamanan dirinya. +da&un ti&e &engikut dari &enerima &esan, tidak mem&unyai &enda&at dan berada di luar (aringan sosial, namun masih dekat. Mereka menerima ide0ide baru dan 'enderung koser3atif, lambat, dan tradisional.

2.3.'

Tanggapan 8angga&an adalah se&erangkat reaksi &ada komunikan setelah diter&a

&esan (Effendy, 2

!"-#$. 8angga&an komunikan dibagi men(adi dua yaitu

tangga&an yang dinyatakan dengan kata0kata, baik se'ara singkat mau&un se'ara &an(ang lebar dan tangga&an yang dinyatakan dengan tingkah laku atau &erilaku.

2.3.(

Umpan Ba)ik 9m&an balik meru&akan indikator berlan(ut tidaknya &roses komunikasi.

%i sam&ing itu, da&at &ula di(adikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat ru(ukan atau ka&asitas yang berada &ada komunikan. 9m&an balik yaitu sebagai reaksi terhada& berbagai as&ek yang ditumbuhkan oleh sumber awal dalam berlangsungnya suatu &roses. Badi, 9m&an balik adalah &engaruh yang langsung diterima oleh sumber dari &enerima, beru&a data, &enda&at, komentar, dan saran (*arun, 2 4"4-$.

7.

9m&an balik da&at bersifat &ositif dan da&at &ula bersifat negatif. 9m&an balik bersifat &ositif menun(ukkan res&ons atau tangga&an yang menyenangkan, artinya komunikasi da&at dilan(utkan. 9m&an balik bersifat negatif artinya tangga&an kurang menyenagkan dan komunikasi da&at dihentikan atau tidak &erlu dilan(utkan. 2.3.* +am,atan )omunikasi da&at terlihat sangat sederhana, namun untuk menda&atkan komunikasi yang efektif seringkali terda&at banyak hambatan, walau&un faktor situasi dan kondisi turut ber&eran. )omunikasi sebagai &roses interaksi, maka faktor manusia memainkan &eran yang sangat &enting dalam &en'a&aian komunikasi yang efektif. +da&un faktor yang mem&engaruhi ter'a&ainya komunikasi yang efektif menurut Erliana *asan dalam bukunya Komunikasi Pemerintahan tahun 2 -. ! adalah"

1erbedaan latar belakang" a. 1erbedaan &erse&si b. 1erbedaan &engalaman dan latar belakang '. Sika& &raduga=stereoti& 2. 2aktor bahasa" a. 1erbedaan arti kata b. 1enggunaan istilah atau bahasa tertentu '. )omunikasi non 3erbal 6. Sika& &ada waktu berkomunikasiC hal ini ikut ber&eran, bahkan sering men(adi faktor utama, sika&0sika& seseorang yang da&at menghambat komunikasi tersebut antara lain" a. Mendengar hanya a&a yang ingin kita dengar b. Mengadakan &enilaian terhada& &embi'ara '. Sibuk mem&ersia&kan (awaban d. /ukan &endengar yang baik e. 1engaruh faktor emosi f. )urang &er'aya diri g. :aya='ara bi'ara dan nada suara 7. 2aktor lingkungan" faktor tem&at dan faktor situasi=waktu

7#

(*asan, 2

!"#-$

*ambatan dalam berkomunikasi tersebut, lebih banyak didominasi oleh faktor &erbedaan latar belakang. *al ini, disebabkan karena setia& orang ingin di&erlukan sebagai &ribadi. /erkaitan dengan &erbedaan tersebut, tanggung (awab komunikator untuk mengenal &erbedaan tersebut dan menyesuaikan isi se'ara te&at, dan memilih media serta saluran komunikasi yang sesuai. *al tersebut, agar res&on atau tangga&an yang dihara&kan da&at ter'a&ai. /esarnya &ersamaan &ada orang0orang yang terlibat dalam &embi'araan, maka akan semakin besar kemungkinan ter'a&ainya komunikasi yang efektif. *ambatan komunikasi da&at ter(adi &ada semua elemen atau unsur0unsur yang mendukungnya, termasuk faktor lingkungan dimana komunikasi itu ter(adi. :angguan ter(adi a&abila terda&at inter3ensi yang mengganggu salah satu elemen komunikasi, sehingga, &roses komunikasi tidak da&at berlangsung se'ara efektif. )emudian ada hambatan yang membuat &roses komunikasi tidak da&at berlangsung sebagaimana hara&an komunikator dan &enerima. *ambatan terdiri dari ! ma'am, diantaranya" -. :angguan teknis 2. :angguan semantik 6. :angguan &sikologis 7. ?itangan fisik dan organik !. ?intangan status 4. ?intangan kerangka berfikir 5. ?intangan budaya (,angara, -##."-6-0-62$ :angguan0gangguan tersebut, da&at ter(adi &ada semua elemen atau unsur0 unsur yang mendukungnya, termasuk faktor lingkungan di mana komunikasi itu ter(adi. ;amun, /ukan hanya faktor lingkungan sa(a yang men(adi gangguan

dalam komunikasi. 8erda&at gangguan0gangguan yang lain yang lebih s&esifik, diantaranya gangguan &ada alat0alat atau sarana dan &rasarana komunikasi yang ter(adi &ada media komunikasi. :angguan teknis ter(adi a&abila salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan, sehingga informasi yang ditransmisi memulai saluran mengalami kerusakan (chanel noise$. Misalnya gangguan &ada stasiun radio atau tele3isi, gangguan (aringan tele&on, rusaknya &esawat radio, sehinga suara tidak terdengar, gangguan &ada kom&uter, dan sema'amnya. :angguan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan &ada bahasa yang digunakan. :angguan semantik sering ter(adi karena" -. )ata0kata yang digunakan

terlalu banyak memakai (argon bahasa asing sehingga sulit dimengerti oleh khalayak tertentu. 2. /ahasa yang digunakan

&embi'ara berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh &enerima. 6. Struktur bahasa yang

digunakan tidak sebagaimana mestinya, sehingga membingungkan &enerima. 7. Latar belakang budaya yang menyebabkan salah &erse&si terhada& simbol0sombol bahasa yang digunakan. :angguan &sikologis ter(adi karena adanya gangguan yang disebabkan oleh &ersoalan0&ersoalan dalam diri indi3idu. Misalnya rasa 'uriga &enerima ke&ada sumber, situasi berduka atau karena gangguan ke(iwaan sehingga dalam &enerimaan dan &emberian informasi tidak sem&urna.

!-

?intangan yang disebabkan karena kondisi geografis, misalnya (arak yang (auh, sehingga, sulit di'a&ai, tidak adanya sarana kantor &os, kantor tele&on, (alur trans&ortasi, dan sema'amnya. %alam komunikasi antar manusia, rintangan fisik da&at (uga diartikan karena adanya gangguan organik, yaitu tidak berfungsinya salah satu &an'aindera &ada &enerima. ?intangan status adalah rintangan yang disebabkan karena (arak sosial diantara &eserta komunikasi, misalnya &erbedaan status antara senior dan yunior atau atasan dan bawahan. 1erbedaan se&erti ini biasanya menuntut &erilaku komunikasi yang selalu mem&erhitungkan kondisi dan etika yang sudah membudaya dalam masyarakat, yaitu bawahan 'enderung hormat &ada atasannya, atau rakyat &ada ra(a yang memim&innya. ?intangan kerangka berfikir adalah rintangan yang disebabkan adanya &erbedaan &erse&si antara komunikator dan khalayak terhada& &esan yang digunakan dalam berkomunikasi. *al ini, disebabkan karena latar belakang &engalaman dan &endidikan yang berbeda. ?intangan yang sulit diatasi &ada hakikatnya berada antara &ikiran seseorang dengan orang lain.

?intangan budaya adalah rintangan yang disebabkan karena adanya &erbedan norma, kebiasaan dan nilai0nilai yang dianut oleh &ihak0&ihak yang terlibat dalam komunikasi. %i negara0negara sedang berkembang masyarakat 'enderung menerima informasi dari sumber yang banyak memiliki kesamaan dengan dirinya, se&erti bahasa, agama, dan kebiasaan0kebiasaan lainnya.

!2

1engertian interkoneksi menurut Sistem Informasi Mana(emen %aerah dan Etalase )abu&aten Subang (www.subang.go.id$ adalah saluran komunikasi yang hanya dilakukan antar dinas, badan, lembaga di )abu&aten Subang sa(a. ;amun, saat ini hanya ! S)1% yang memiliki &rogram interkoneksi data. %iantaranya, /adan 1eren'anaan %aerah, %inas )esehatan, %inas 1endidikan, /adan 1usat Statistik, serta %inas )e&endudukan dan )eluarga /eren'ana. %ata sebagai bahan dari informasi yang dirumuskan sebagai sekelom&ok lambang0lambang tidak a'ak yang menun(ukkan (umlah atau tindakan atau hal0hal lain. %ata menurut 8eguh @ahyono dalam bukunya Sistem In$ormasi Konse Dasar% )nalisis Desain% dan Im lementasi adalah" %ata adalah bahan baku informasi yang didefinisikan sebagai kelom&ok teratur simbol0simbol yang mewakili kualitas, tindakan, benda, dan sebagainya. %ata terbentuk dari karakter yang da&at beru&a alfabet, angka, mau&un simbol khusus se&erti D, E, dan =. %ata disusun untuk diolah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data (@ahyono, 2 7"2$. Badi data berhubungan dengan informasi dan data belum menun(ukkan sesuatu yang bisa di&ahami karena harus di&roses terlebih dahulu. %ata tersebut da&at berbentuk suara, bunyi0bunyian, simbol0simbol, sinyal, gambar, dan sebagainya. Informasi meru&akan sarana untuk &engambilan ke&utusan dan sebagai data yang telah diolah men(adi bentuk yang berguna bagi &enerimanya. Selain itu, informasi beru&a nilai yang da&at di&ahami di dalam ke&utusan sekarang, mau&un masa de&an, sesuatu yang menun(ukkan hasil &engolahan data yang diorganisasi dan berguna ke&ada orang yang menerimanya, sesuatu kenyataan, data, item yang menambah &engetahuan bagi &enggunanya, kenyataan atau bentuk0bentuk yang berguna yang da&at digunakan untuk &engambilan

!6

ke&utusan bisnis. *al ini se(alan dengan &enda&at @ahyono yang menyatakan bahwa informasi adalah hasil dari &engolahan data men(adi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu ke(adian0ke(adian nyata dan da&at digunakan sebagai alat bantu untuk &engambilan suatu ke&utusan (@ahyono, 2 7"6$.