Anda di halaman 1dari 10

Perawatan Preprostetik Secara ideal seseorang akan menggunakan gigi geligi permanen seumur hidupnya.

Akan tetapi, gigi dapat hilang/dicabut karena berbagai alasan, termasuk penyakit periodontal, karies gigi, kondisi patologis rahang dan trauma. Ilmu prosthodontia selain bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan estetis gigi geligi karena adanya gigi yang hilang, tetapi juga bentuk muka secara estetis. (Matthew et al, !!"#. $edah preprostetik adalah bagian dari bedah mulut dan maksilofasial yang bertujuan untuk membentuk jaringan keras dan jaringan lunak yang seoptimal mungkin sebagai dasar dari suatu protesa. Meliputi teknik pencabutan sederhana dan persiapan mulut untuk pembuatan protesa sampai dengan pencangkokan tulang dan implan alloplastik (Stephens, "%%&# $edah preprostetik lebih ditujukan untuk modifikasi bedah pada tulang al'eolar dan jaringan sekitarnya untuk memudahkan pembuatan dental prothesa yang baik, nyaman dan estetis. (etika gigi geligi asli hilang, perubahan akan terjadi pada al'eolus dan jaringan lunak sekitarnya. $eberapa dari perubahan ini akan mengganggu kenyamanan pembuatan gigi tiruan. )'aluasi intra oral jaringan lunak yang mendukung gigi tiruan secara sistematis dan hati*hati sebaiknya dilakukan sebelum mencoba melakukan rehabilitasi pengunyahan dengan geligi tiruan (+anchal et al, !!"# . Meskipun dengan adanya kemajuan teknologi memungkinkan dilakukannya pemeliharaan terhadap gigi tiruan, masih diperlukan restorasi prostetik dan rehabilitasi sistem pengunyahan pada pasien yang tidak bergigi atau bergigi sebagian. $edah preprostetik yang objektif adalah untuk membentuk jaringan pendukung yang baik untuk penempatan gigi tiruan. (arakteristik jaringan pendukung yang baik untuk gigi tiruan (,ucker, "%%-# . ". ,idak ada kondisi patologis pada intra oral dan ekstra oral. . Adanya hubungan/relasi rahang yang baik secara antero posterior, trans'ersal dan dimensi 'ertikal.

/. $entuk prosesus al'eolar yang baik (bentuk yang ideal dari prosesus al'eolar adalah bentuk daerah 0 yang luas, dengan komponen 'ertikal yang sejajar#. 1. ,idak ada tonjolan tulang atau jaringan lunak atau undercut. 2. 3. Mukosa yang baik pada daerah dukungan gigi tiruan. (edalaman 'estibular yang cukup. implant. Tujuan Bedah Preprostetik (Matthew et al, !!"# ,ujuan dari bedah preprostetik adalah untuk menyiapkan jaringan lunak dan jaringan keras dari rahang untuk suatu protesa yang nyaman yang akan mengembalikan fungsi oral, bentuk wajah dan estetis. ,ujuan dari bedah preprostetik membantu untuk . ". Mengembalikan fungsi rahang (seperti fungsi pengunyahan, berbicara, menelan#. . Memelihara atau memperbaiki struktur rahang /. Memperbaiki rasa kenyamanan pasien 1. Memperbaiki estetis wajah 2. Mengurangi rasa sakit dan rasa tidak menyenangkan yang timbul dari pemasangan protesa yang menyakitkan dengan memodifikasi bedah pada daerah yang mendukung prothesa 3. Memulihkan daerah yang mendukung prothesa pada pasien dimana terdapat kehilangan tulang al'eolar yang banyak. &. +ilihan non bedah harus selalu dipertimbangkan (seperti pembuatan ulang gigi tiruan, penyesuaian tinggi muko*oklusal, memperluas pinggiran gigi tiruan# sebelum dilakukan bedah preprostetik.

&. $entuk al'eolar dan jaringan lunak yang cukup untuk penempatan

Etiologi perubahan struktur anatomi pada jaringan lunak dan jaringan keras (Matthew et al, !!"# ". 4ilangnya tulang al'eolar +erubahan luas dapat terjadi pada morfologi rahang setelah gigi hilang. ,ulang rahang terdiri dari tulang al'eolar dan tulang basal. ,ulang al'eolar dan jaringan periodontal mendukung gigi, dan saat gigi hilang, tulang al'eolar dan jaringan periodontal akan diresorbsi. ,ulang al'eolar berubah bentuk secara nyata saat gigi hilang, baik dalam bidang hori5ontal dan 'ertikal. +ada daerah posterior mandibula, tulang yang hilang kebanyakan dalam bidang 'ertikal. Setelah terjadi resorbsi secara fisiologis, struktur tulang rahang yang tinggal disebut dengan istilah residual ridge. ,ulang yang ada setelah tulang al'eolar mengalami resorbsi disebut dengan tulang basal. ,ulang basal tidak berubah bentuk secara nyata kecuali ada pengaruh lokal. Struktur anatomi yang lain dapat menjadi lebih menonjol, genial tubercle dan perlekatan ototnya dapat menonjol pada pasien yang mengalami resorbsi al'eolar mandibula yang luas. ,orus pada mandibula atau maksila dapat menyebabkan ketidak stabilan gigi tiruan, atau dapat menyebabkan trauma. 6renulum yang menonjol dapat menyebabkan perpindahan gigi tiruan saat pergerakan lidah atau bibir. 7aya pengunyahan pada pasien dengan gigi tiruan akan diteruskan melalui gigi dan akan diserap oleh jaringan pendukung gigi (periodontium dan tulang al'eolar #. +ada pasien yang edentulous, daya akan digunakan oleh gigi tiruan dan akan diteruskan melalui mukosa mulut ke tulang yang ada dibawahnya. 8leh karena itu, gigi tiruan harus terpasang dengan baik, sehingga trauma pada mukosa dan mulut dapat dihindari. . +erubahan pada profil dan bentuk muka +rofil muka seperti melipat (hidung dan dagu kelihatan saling berdekatan# setelah hilangnya gigi. 4ilangnya perlekatan otot dan dukungan sekitar bibir dapat menyebabkan timbulnya kerutan pada wajah.

+rinsip*prinsip 9encana +erawatan dan )'aluasi pasien (,ucker, "%%-: Matthew et al, !!"# Riwayat Penyakit 9iwayat pasien akan mengindikasikan harapan dan perhatian pasien pada perawatan. 0mur dan kesehatan pasien akan mempengaruhi rencana perawatan, seperti pasien usia muda dengan resorbsi tulang al'eolar yang berat dapat sabar terhadap perawatan bedah yang kompleks dibandingkan pasien usia tua dengan morfologi tulang yang sama. 9iwayat penyakit mencakup informasi penting seperti status resiko pasien terhadap tindakan bedah, dengan perhatian khusus kepada penyakit sistemik pasien yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka jaringan lunak dan jaringan keras. Pemeriksaan Klinis 4al ini mencakup penilaian intra oral dan ekstra oral secara umum dari jaringan lunak dan jaringan keras dan analisa khusus dari daerah yang akan ditempati gigi tiruan. +enilaian tinggi, lebar dan bentuk tulang al'eolar secara umum, dan memperhatikan apakah terdapat undercut tulang dan posisi dari struktur anatomi jaringan sekitar seperti mental neuro*'ascular bundle. ;uga dinilai kedalaman dari sulkus bukal, posisi dan ukuran frenulum, perlekatan otot dan kondisi dari tulang al'eolar. (ebersihan rongga mulut pasien harus baik sehingga dapat dilakukan tindakan bedah dan untuk menghindari komplikasi atau hasil pembedahan yang buruk. Pemeriksaan khusus +emeriksaan radiografi berguna untuk menilai kondisi dari tulang rahang. +anoramik foto berguna untuk mengetahui kualitas keseluruhan dari tulang al'eolar dan untuk melihat adanya sisa

akar gigi atau kelainan patologi yang lain (seperti kista rahang#. <ateral cephalostat atau cephalogram photo dapat digunakan untuk melihat hubungan skeletal antero*posterior dan tinggi tulang al'eolar bagian anterior. +eriapikal photo berguna bila akan dilakukan pengambilan sisa akar sebelum pembuatan gigi tiruan. Studi model cetakan berguna memudahkan rencana perawatan (terutama bila terdapat ketidak sesuaian secara skeletal# dan membantu menjelaskan rencana prosedur bedah kepada pasien. Model wa=*up dari gigi tiruan membantu untuk memperlihatkan hasil akhir secara estetis. Penatalaksanaan sebelum operasi (Stephens, "%%&# ". )'aluasi yang seksama terhadap pasien adalah yang terpenting dalam menentukan apakah seseorang diindikasikan untuk pembedahan dan prosedur perawatan apa yang paling tepat. . (emampuan fisik dan psikologi pasien untuk bertoleransi terhadap protesa kon'ensional harus ditentukan sejak awal dalam proses e'aluasi. $eberapa pasien tidak dapat beradaptasi dengan protesa kon'ensional bagaimanapun baiknya dan cekatnya protesa tersebut. /. (onsultasi dengan seorang prostodonsia sangat penting dalam menentukan prosedur yang tepat menghadapi kebutuhan perawatan prostetik bagi setiap pasien. +ertimbangan lainnya adalah usia pasien, fisik, status kesehatan mental, keterbatasan keuangan, kondisi jaringan keras dan lunak dari tulang al'eolar. Prosedur perawatan yang sederhana ". (etidak cekatan protesa merupakan penyebab yang penting terjadinya resorbsi tulang al'eolar dan problema jaringan lunak. . (erusakan kecil pada tulang dan jaringan lunak dapat mencegah kecekatan protesa dan menyebabkan suatu protesa membutuhkan mayor rekonstruksi bedah preprostetik. $eberapa prosedur operasi tertentu dapat berlangsung dengan anestesi lokal untuk memperbaiki kecekatan protesa.

Tahapan bedah preprostetik $erbagai macam teknik dapat digunakan, baik sendiri atau dikombinasi, untuk mempertahankan dan memperbaiki daerah yang akan ditempati gigi tiruan. Secara umum ada tiga golongan dari bedah preprostetik . ". $edah jaringan lunak yang mengalami hiperlpasia . >estibuloplasy. /. ,ahapan pembentukan tulang . 1. Bedah Jaringan Lunak Meliputi +apillary hyperplasia, fibrous hyperplasia dan flabby ridge. +apillary hyperplasia merupakan suatu kondisi yang terjadi pada daerah palatal yang tertutup oleh protesa, dimana kelihatan adanya papilla yang multipel dan mengalami peradangan. 6ibrous hyperplasia dapat terjadi karena adanya trauma dari gigi tiruan dan adanya resorpsi tulang secara patologis atau fisiologis sehingga menyebabkan peradangan dan adanya jaringan fibrous diatas linggir tulang al'eolar. 6labby ridge yaitu adanya jaringan lunak yang berlebih dimana terlihat jaringan lunak yang bergerak tanpa dukungan tulang yang memadai. 2. Vestibuloplasty >estibuloplasty merupakan suatu tindakan bedah yang bertujuan untuk meninggikan sulkus 'estibular dengan cara melakukan reposisi mukosa, ikatan otot dan otot yang melekat pada tulang yang dapat dilakukan baik pada maksila maupun pada mandibula dan akan menghasilkan sulkus 'estibular yang dalam untuk menambah stabilisasi dan retensi protesa. >estibulum dangkal dapat disebabkan resorbsi tulang al'eolar, perlekatan otot terlalu tinggi, adanya infeksi atau trauma. ,idak semua keadaan sulkus 'estibular dangkal dapat dilakukan 'estibuloplasty tetapi harus ada dukungan tulang al'eolar yang cukup untuk mereposisi ?. Mentalis, M. $uccinatorius dan M. Mylohyiodeus. $anyak faktor yang harus

diperhatikan pada tindakan ini antara lain . <etak foramen mentalis, Spina nasalis dan tulang malar pada maksila. ;enis tehnik 'estibuloplasty diantaranya adalah 'estibuloplaty submukosa, 'estibuloplasty dengan cangkok kulit pada bagian bukal, 'estibuloplasty dengan cangkok mukosa yang dapat diperoleh dari mukusa bukal atau palatal. . !renektomi. 6renektomi, suatu tindakan bedah untuk merubah ikatan frenulum baik frenulum labialis atau frenulum lingualis. 6renulum merupakan lipatan mukosa yang terletak pada 'estibulum mukosa bibir, pipi dan lidah. a. 6renulum labialis +ada frenulum labialis yang terlalu tinggi akan terlihat daerah yang pucat pada saat bibir diangkat ke atas. 6renektomi pada frenulum labialis bertujuan untuk merubah posisi frenulum kalau diperlukan maka jaringan interdental dibuang. +ada frenulum yang menyebabkan diastema ortodonti. b. 6renulum lingualis yang terlalu pendek. +ada pemeriksaan klinis akan terlihat . @erakan lidah terbatas, @angguan bicara, gangguan penelanan dan pengunyahan. 6renektomi frenulum lingualis pada anak*anak dianjurkan sedini mungkin karena akan membantu proses bicara, perkembangan rahang dan menghilangkan gangguan fungsi yang mungkin terjadi. Sedangkan pada orang dewasa dilakukan karena adanya oral hygiene yang buruk. Aara pembedahan dilakukan dengan insisi 'ertikal dan tindakannya lebih dikenal sebagai ankilotomi sebaiknya frenektomi dilakukan sebelum perawatan

". #l$eolplasty Al'eoloplasty adalah prosedur bedah yang biasanya dilakukan untuk mempersiapkan linggir al'eolar karena adanya bentuk yang irreguler pada tulang al'eolar berkisar dari satu gigi sampai seluruh gigi dalam rahang, dapat dilakukan segera sesudah pencabutan atau dilakukan tersendiri sebagai prosedur korektif yang dilakukan kemudian. a. Simple al'eolplasty/ +rimary al'eolplasty ,indakan ini dilakukan bersamaan dengan pencabutan gigi, setelah pencabutan gigi sebaiknya dilakukan penekanan pada tulang al'eolar soket gigi yang dicabut. Apabila setelah penekanan masih terdapat bentuk yang irreguler pada tulang al'eolar maka dipertimbangkan untuk melakukan al'eolplasty. +etama dibuat flap mukoperiosteal kemudian bentuk yang irreguler diratakan dengan bor , bone cutting forcep atau keduanya setelah itu dihaluskan dengan bone file. Setelah bentuk tulang al'eolar baik dilakukan dapat disertai dengan tindakan penutupan luka dengan al'eolplasty yaitu penjahitan. Selain dengan cara recontouring tadi apabila diperlukan interseptal pembuangan tulang interseptal, hal ini dilakukan biasanya pada multipel ekstraksi. b. Secondary al'eolplasty. <inggir al'eolar mungkin membutuhkan recountouring setelah beberapa lama pecabutan gigi akibat adanya bentuk yang irreguler. +embedahan dapat dilakukan dengan membuat flap mukoperiosteal dan bentuk yang irregular dihaluskan dengan bor, bone cutting forcep dan dihaluskan dengan bone file setelah bentuk irreguler halus luka bedah dihaluskan dengan penjahitan. +ada secundary al'eolplasty satu rahang sebaiknya sebelum operasi dibuatkan dulu BSurgical @uidanceB Cang berguna sebagai pedoman pembedahan.

%. #l$eolar augmentasi. +ada keadaan resorbsi tulang yang hebat , maka diperlukan tindakan bedah yang lebih sulit dengan tujuan . Menambah besar dan lebar tulang rahang, menambah kekuatan rahang, memperbaiki jaringan pendukung gigi tiruan. ,erdapat beberapa cara untuk menambah ketinggian linggir al'eolar Caitu. a. 7engan cangkok tulang autogenous, tulang dapat diperoleh tulang iliak atau costae b. 7engan osteotomi c. +enambahan dengan menggunakan 4ydro=ilapatit. 4idro=ilapatit merupakan suatu bahan alloplastik yang bersifat $iocompatible yang dapat digunakan untuk menambah ketinggian tulang al'eolar. &. 'ral tori. 8ral tori merupakan tonjolan tulang yang dapat terjadi pada mandibula atau maksila. 8ral tori merupakan lesi jinak, tumbuhnya lambat, tidak menimbulkan rasa sakit, pada palpasi terasa keras, terlokalisir dan berbatas jelas, etiologi belum diketahui dengan pasti tetapi beberapa ahli menduga terjadi karena adanya proses inflamasi pada tulang. +embedahan terhadap oral tori jarang dilakukan , kecuali pada keadaan terdapatnya gangguan pembuatan protesa yang tidak dapat diatasi sehingga harus dilakukan pembedahan. ,erdapat a. ,orus mandibularis $iasanya terdapat pada lingual rahang bawah didaerah kaninus atau premolar kiri dan kanan, bisa single atau mulriple. $ila diperlukan dapat dilakukan eksisi. b. ,orus palatinus. macam oral tori yaitu . melakukan osteotomi. >isor 8steotomi, sanndwich

,orus palatinus terdapat pada palatum sepanjang sutura palatinus media dan dapat meluas ke lateral kiri dan kanan. 0kurannya ber'ariasi pada torus palatinus berukuran besar dapat mengganggu fungsi bicara dan pengunyahan. +embedahan dilakukan apabila terdapat gangguan fungsi bicara dan pengunyahan.

"1 7A6,A9 +0S,A(A

". Matthew et al., Surgical aids to +rosthodontics,Including 8sseintegrated Implant in +edlar ;., et al !!", 8ral and Ma=illofacial Surgery. )dinberg. Ahurchill <i'ingstone . +anchal et al. Minor +reprosthetic Surgery in 7ym, 4arry et al. !!". Atlas of Minor Surgery, +hiladelphia . D.$. Saunders Ao. /. Stephens D., +reprosthetic 8ral and Ma=illofacial Surgery in 7onoff $., "%%& Manual of 8ral and Ma=illofacial Surgery. St. <ouis Mosby 1. ,ucker. $asic +reprosthetic Surgery in +eterson et al., "%%-, Aontemporary 8ral and Ma=illofacial Surgery. +hiladelphia D.$. Saunders Ao