Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, maka dalam Perubahan

Keempa pada ahun !""!, konsepsi Negara #ukum a au $Re%h ss aa & 'ang sebelumn'a han'a er%an um dalam Pen(elasan UUD 1945, dirumuskan dengan egas dalam Pasal 1 a'a )*+ 'ang men'a akan, $Negara Indonesia adalah Negara #ukum,& Dalam konsep Negara #ukum i u, diidealkan bah-a 'ang harus di(adikan panglima dalam dinamika kehidupan kenegaraan adalah hukum, bukan poli ik a aupun ekonomi, Karena i u, (argon 'ang biasa digunakan dalam bahasa Inggeris un uk men'ebu prinsip Negara #ukum adalah the rule of law, not of man, .ang disebu pemerin ahan pada pokokn'a adalah hukum sebagai sis em, bukan orang per orang 'ang han'a ber indak sebagai /-a'ang0 dari skenario sis em 'ang menga urn'a, 1agasan Negara #ukum i u dibangun dengan mengembangkan perangka hokum i u sendiri sebagai sua u sis em 'ang 2ungsional dan berkeadilan, dikembangkan dengan mena a supra s ruk ur dan in2ra s ruk ur kelembagaan poli ik, ekonomi dan sosial 'ang er ib dan era ur, ser a dibina dengan membangun buda'a dan kesadaran hukum 'ang rasional dan impersonal dalam kehidupan bermas'araka , berbangsa dan bernegara, Un uk i u, sis em hukum i u perlu dibangun ) law making+ dan di egakkan )law enforcing+ sebagaimana mes in'a, dimulai dengan kons i usi sebagai hukum 'ang paling inggi kedudukann'a, Un uk men(amin egakn'a kons i usi i u sebagai hukum dasar 'ang berkedudukan er inggi ) the supreme law of the land+, diben uk pula sebuah 3ahkamah Kons i usi 'ang ber2ungsi sebagai / the guardian dan sekaligus the ultimate interpreter of the constitution,

BAB II ISI 2.1 Konsep Negara Hukum Kontemporer 1agasan, %i a, a au ide Negara #ukum, selain erkai dengan konsep / rechtsstaat0 dan /the rule of law, (uga berkai an dengan konsep nomocracy 'ang berasal dari perka aan nomos dan /cratos0, Perka aan nomokrasi i u dapa dibandingkan dengan demos dan cratos0 a au kratien dalam demokrasi, Nomos berar i norma, sedangkan /%ra os0 adalah kekuasaan, .ang diba'angkan sebagai 2ak or penen u dalampen'elenggaraan kekuasaan adalah norma a au hukum, Karena i u, is ilah nomokrasi i u berkai an era dengan ide kedaula an hukum a au prinsip hukum sebagai kekuasaan er inggi, Dalam is ilah Inggeris 'ang dikembangkan oleh 4,5, Di%e', hal i u dapa dikai kan dengan prinsip rule of law 'ang berkembang di 4merika 6erika men(adi (argon the Rule of Law, and not of Man. .ang sesungguhn'a dianggap sebagai pemimpin adalah hukum i u sendiri, bukan orang, Dalam buku Pla o ber(udul $Nomoi& 'ang kemudian di er(emahkan ke dalam bahasa Inggeris dengan (udul $The 7a-s&!, (elas ergambar bagaimana ide nomokrasi i u sesungguhn'a elah se(ak lama dikembangkan dari 8aman .unani Kuno, Di 8aman modern, konsep Negara #ukum di 9ropah Kon inen al dikembangkan an ara lain oleh Immanuel Kan , Paul 7aband, :ulius 6 ahl, ;i%h e, dan lain-lain dengan menggunakan is ilah :erman, 'ai u rechtsstaat, 6edangkan dalam radisi 4nglo 4merika, konsep Negara hukum dikembangkan a as kepeloporan 4,5, Di%e' dengan sebu an $ he Rule of Law&, 3enuru :ulius 6 ahl, konsep Negara #ukum 'ang disebu n'a dengan is ilah /re%h ss aa 0 i u men%akup empa elemen pen ing, 'ai u< 1, Perlindungan hak asasi manusia, !, Pembagian kekuasaan, *, Pemerin ahan berdasarkan undang-undang, 4, Peradilan a a usaha Negara, 6edangkan 4,5, Di%e' menguraikan adan'a iga %iri pen ing dalam se iap Negara #ukum 'ang disebu n'a dengan is ilah $ he Rule of Law&, 'ai u< 1, 6uprema%' o2 7a-, !, 9=uali ' be2ore he la-, *, Due Pro%ess o2 7a-, Keempa prinsip /re%h ss aa 0 'ang dikembangkan oleh :ulius 6 ahl ersebu di a as pada pokokn'a dapa digabungkan dengan ke iga prinsip /Rule o2 7a-0 'ang dikembangkan oleh 4,5, Di%e' un uk menandai %iri-%iri Negara #ukum modern di 8aman sekarang, >ahkan, oleh $The In erna ional

?ommission o2 :uris &, prinsip-prinsip Negara #ukum i u di ambah lagi dengan prinsip peradilan bebas dan idak memihak )independence and impartiality of !udiciary+ 'ang di 8aman sekarang makin dirasakan mu lak diperlukan dalam se iap negara demokrasi, Prinsip-prinsip 'ang dianggap %iri pen ing Negara #ukum menuru $The In erna ional ?ommission o2 :uris s& i u adalah< 1, Negara harus unduk pada hukum, !, Pemerin ah menghorma i hak-hak indi@idu, *, Peradilan 'ang bebas dan idak memihak, Pro2esor U re%h membedakan n ara Negara #ukum ;ormil a au Negara #ukum Klasik, dan Negara #ukum 3a eriel a au Negara #ukum 3odern*, Negara #ukum ;ormil men'angku penger ian hukum 'ang bersi2a 2ormil dan sempi , 'ai u dalam ar i pera uran perundang-undangan er ulis, 6edangkan 'ang kedua, 'ai u Negara #ukum 3a eriel 'ang lebih mu akhir men%akup pula penger ian keadilan di dalamn'a, Karena i u, Aol2gang ;riedman dalam bukun'a Law in a "hanging #ociety membedakan an ara /rule of law dalam ar i 2ormil 'ai u dalam ar i / organi$ed pu%lic power, dan /rule of law dalam ar i ma eriel 'ai u / the rule of !ust law, Pembedaan ini dimaksudkan un uk menegaskan bah-a dalam konsepsi negara hukum i u, keadilan idak ser a-mer a akan er-u(ud se%ara subs an i2, eru ama karena penger ian orang mengenai hukum i u sendiri dapa dipengaruhi oleh aliran penger ian hukum 2ormil dan dapa pula dipengaruhi oleh aliran pikiran hukum ma eriel, :ika hukum dipahami se%ara kaku dan sempi dalam ar i pera uran perundang-undangan sema a, nis%a'a penger ian negara hukum 'ang dikembangkan (uga bersi2a sempi dan erba as ser a belum en u men(amin keadilan subs an i@e, Karena i u, di samping is ilah the rule of law oleh ;riedman (uga dikembangikan is ilah /the rule of !ust law un uk memas ikan bah-a dalam penger ian ki a en ang / the rule of law er%akup penger ian keadilan 'ang lebih esensiel daripada sekedar mem2ungsikan pera uran perundang-undangan dalam ar i sempi , Kalaupun is ilah 'ang digunakan e ap / the rule of law, penger ian 'ang bersi2a luas i ulah 'ang diharapkan di%akup dalam is ilah /the rule of law 'ang digunakan un uk men'ebu konsepsi en ang Negara #ukum di 8aman sekarang, Namun demikian, erlepas dari perkembangan penger ian ersebu di a as, konsepsi en ang Negara #ukum di kalangan keban'akan ahli hukum masih sering erpaku kepada unsur-unsur penger ian sebagaimana dikembangkan pada abad ke-19 dan abad ke-!", 6ebagai %on oh, a kala merin%i unsurunsur penger ian Negara #ukum )Rechtsstaat+, para ahli selalu sa(a mengemukakan empa unsur rechtsstaat, dimana unsurn'a 'ang keempa adalah adan'a administratie&e rechtspraak a au peradilan a a usaha Negara sebagai %iri pokok Negara #ukum, Tidak ada 'ang mengai kan unsur penger ian Negara #ukum 3odern i u dengan keharusan adan'a kelembagaan a au se idak- idakn'a 2ungsi 3ahkamah Kons i usi sebagai lembaga pengadilan a a Negara, :a-abann'a ialah karena konsepsi Negara #ukum )Rechtsstaat+ sebagaimana ban'ak dibahas oleh para ahli sampai sekarang adalah hasil

ino@asi in elek ual hukum pada abad ke 19 ke ika Pengadilan 4dminis rasi Negara i u sendiri pada mulan'a dikembangkanB sedangkan 3ahkamah Kons i usi baru dikembangkan sebagai lembaga ersendiri di samping 3ahkamah 4gung a as (asa Pro2essor #ans Kelsen pada ahun 1919, dan baru diben uk per ama kali di 4us ria pada ahun 19!", Cleh karena i u, (ika pengadilan a a usaha Negara merupakan 2enomena abad ke-19, maka pengadilan a a negara adalah 2enomena abad ke-!" 'ang belum diper imbangkan men(adi salah sa u %iri u ama Negara #ukum kon emporer, Cleh karena i u, pa u kiran'a diper imbangkan kembali un uk merumuskan se%ara baru konsepsi Negara #ukum modern i u sendiri un uk kebu uhan prak ek ke a anegaraan pada abad ke-!1 sekarang ini, 3enuru 4rie2 6idhar a4, 6%hel ema, merumuskan pandangann'a en ang unsur-unsur dan asasasas Negara #ukum i u se%ara baru, 'ai u melipu i 5 )lima+ hal sebagai beriku < 1, Pengakuan, penghorma an, dan perlindungan #ak 4sasi 3anusia 'ang berakar dalam penghorma an a as mar aba manusia )human dignity+, !, >erlakun'a asas kepas ian hukum, Negara #ukum un uk ber u(uan men(amin bah-akepas ian hukum er-u(ud dalam mas'araka , #ukum ber u(uan un uk me-u(udkankepas ian hukum dan predik abili as 'ang inggi, sehingga dinamika kehidupan bersama dalam mas'araka bersi2a predicta%le, 4sas-asas 'ang erkandung dalam a au erkai dengan asas kepas ian hukum i u adalah< a, 4sas legali as, kons i usionali as, dan supremasi hukumB b, 4sas undang-undang mene apkan berbagai perangka pera uran en ang %ara pemerin ah dan para pe(aba n'a melakukan indakan pemerin ahanB %, 4sas non-re roak i2 perundang-undangan, sebelum mengika undang-undang harus lebih dulu diundangkan dan diumumkan se%ara la'akB d, 4sas peradilan bebas, independen , imparial, dan ob(ek i2, rasional, adil dan manusia-iB e, 4sas non-li=ue , hakim idak boleh menolak perkara karena alasan undang-undangn'a idak ada a au idak (elasB 2, #ak asasi manusia harus dirumuskan dan di(amin perlindungann'a dalam undang-undang a au UUD, *, >erlakun'a Persamaan )6imilia 6imilius a au 9=uali ' be2ore he 7a-+ dalam Negara #ukum, Pemerin ah idak boleh mengis ime-akan orang a au kelompok orang er en u, a au memdiskriminasikan orang a au kelompok orang er en u, Di dalam prinsip ini, erkandung )a+ adan'a (aminan persamaan bagi semua orang di hadapan hukum dan pemerin ahan, dan )b+ ersedian'a mekanisme un uk menun u perlakuan 'ang sama bagi semua -arga Negara, 4, 4sas demokrasi dimana se iap orang mempun'ai hak dan kesempa an 'ang sama un uk uru ser a dalam pemerin ahan a au un uk mempengaruhi indakan- indakan pemerin ahan, Un uk i u asas demokrasi i u di-u(udkan melalui beberapa prinsip, 'ai u<

a, 4dan'a mekanisme pemilihan pe(aba -pe(aba publik er en u 'ang bersi2a langsung, umum, bebas, rahasia, (u(ur dan adil 'ang diselenggarakan se%ara berkalaB b, Pemerin ah ber anggung(a-ab dan dapa dimin ai per anggung(a-aban oleh badan per-akilan rak'a B %, 6emua -arga Negara memiliki kemungkinan dan kesempa an 'ang sama un uk berpar isipasi dalam proses pengambilan kepu usan poli ik dan mengon rol pemerin ahB d, 6emua indakan pemerin ahan erbuka bagi kri ik dan ka(ian rasional oleh semua pihakB e, Kebebasan berpendapa Dberke'akinan dan men'a akan pendapa B 2, Kebebasan pers dan lalu lin as in2ormasiB g, Ran%angan undang-undang harus dipublikasikan un uk memungkinkan par isipasi rak'a se%ara e2ek i2, 5, Pemerin ah dan Pe(aba mengemban amana sebagai pela'an mas'araka dalam rangka me-u(udkan kese(ah eraan mas'araka sesuai dengan u(uan bernegara 'ang bersangku an, Dalam asas ini erkandung hal-hal sebagai beriku < a, 4sas-asas umum peerin ahan 'ang la'akB b, 6'ara -s'ara 2undamen al bagi keberadaan manusia 'ang bermar aba manusia-i di(amin dan dirumuskan dalam a uran perundang-undangan, khususn'a dalam kons i usiB %, Pemerin ah harus se%ara rasional mena a iap indakann'a, memiliki u(uan 'ang (elas dan berhasil guna )doelma ig+, 4r in'a, pemerin ahan i u harus diselenggarakan se%ara e2ek i2 dan e2isien, 3uhammad Tahir 48har'5, dengan mengambil inspirasi dari sis em hukum Islam, menga(ukan pandangan bah-a %iri-%iri nomokrasi a au Negara #ukum 'ang baik i u mengandung 9 )sembilan+ prinsip, 'ai u< 1, Prinsip kekuasaan sebagai amanahB !, Prinsip mus'a-arahB *, Prinsip keadilanB 4, Prinsip persamaanB 5, Prinsip pengakuan dan perlindungan erhadap hak-hak asasi manusiaB E, Prinsip peradilan 'ang bebasB F, Prinsip perdamaianB G, Prinsip kese(ah eraanB 9, Prinsip ke aa an rak'a , >rian Tamanaha )!""4+, seper i diku ip oleh 3ar(anne Termoshui8en-4r 8 dalam :urnal #ukum :en eraE, membagi konsep /rule of law dalam dua ka egori, formal and su%stanti&e, 6e iap ka egori,

'ai u rule of law& dalam ar i 2ormal dan rule of law& dalam ar i subs an i2, masing-masing mempun'ai iga ben uk, sehingga konsep Negara #ukum a au $ Rule of Law& i u sendiri menuru n'a mempun'ai E ben uk sebagai beriku < 1, Rule b' 7a- )bukan rule o2 la-+, dimana hukum han'a di2ungsikan sebagai $ instrument of go&ernment action&, #ukum han'a dipahami dan di2ungsikan sebagai ala kekuasaan belaka, e api dera(a kepas ian dan predik abili asn'a sanga inggi, ser a sanga disukai oleh para penguasa sendiri, baik 'ang menguasai modal maupun 'ang menguasai proses-proses pengambilan kepu usan poli ik, !, ;ormal 7egali ', 'ang men%akup %iri-%iri 'ang bersi2a )i+ prinsip prospek i@i as )rule -ri en in ad@an%e+ dan idak boleh bersi2a re roak i2, )ii+ bersi2a umum dalam ar i berlaku un uk semua orang, )iii+ (elas )%lear+, )i@+ publi%, dan )@+ rela i@e s abil, 4r in'a, dalam ben uk 'ang formal legality i u, diidealkan bah-a predik abili as hukum sanga diu amakan, *, Demo%ra%' and 7egali ', Demokrasi 'ang dinamis diimbangi oleh hukum 'ang men(amin kepas ian, Te api, menuru >rian Tamanaha, sebagai $ a procedural mode of legitimation& demokrasi (uga mengandung ke erba asan-ke erba asan 'ang serupa dengan $ formal legality&F, 6eper i dalam formal legality&, re8im demokrasi (uga dapa menghasilkan hukum 'ang buruk dan idak adil, Karena i u, dalam sua u sis em demokrasi 'ang berdasar a as hukum dalam ar i 2ormal a au rule of law dalam ar i 2ormal sekali pun, e ap dapa (uga imbul ke idakpas ian hukum, :ika nilai kepas ian dan predik abili as i ulah 'ang diu amakan, maka prak ek demokrasi i u dapa sa(a dianggap men(adi lebih buruk daripada re8mi o ori er 'ang lebih men(amin s abili as dan kepas ian, 4, $#u%stanti&e 'iews& 'ang men(amin $(ndi&idual Rights&, 5, Righ s o2 Digni ' andDor :us i%e E, 6o%ial Ael2are, subs an i@e e=uali ', -el2are, preser@a ion o2 %ommuni ', 2.2 Cita Negara Hukum Indonesia Dalam rangka merumuskan kembali ide-ide pokok konsepsi Negara #ukum i u dan pula penerapann'a dalam si uasi Indonesia de-asa ini, menuru pendapa sa'a, ki a dapa merumuskan kembali adan'a iga-belas prinsip pokok Negara #ukum ) Rechtsstaat+ 'ang berlaku di 8aman sekarang, Ke iga-belas prinsip pokok ersebu merupakan pilar-pilar u ama 'ang men'angga berdiri egakn'a sa u negara modern sehingga dapa disebu sebagai Negara #ukum ) he Rule of Law, a aupun Rechtsstaat+ dalam ar i 'ang sebenarn'a, 'ai u< 1. Supremasi Hukum Suprema!" o# La$%& 4dan'a pengakuan norma i2 dan empirik akan prinsip supremasi hukum, 'ai ubah-a semua masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman er inggi, Dalam perspek i2 supremasi hukum )supremacy of law+, pada hakika n'a pemimpin er inggi negara 'ang sesungguhn'a, bukanlah manusia,

e api kons i usi 'ang men%erminkan hukum 'ang er inggi, Pengakuan norma i@e mengenai supremasi hukum adalah pengakuan 'ang er%ermin dalam perumusan hukum danDa au kons i usi, sedangkan pengakuan empirik adalah pengakuan 'ang er%ermin dalam perilaku sebagian erbesar mas'araka n'a bah-a hukum i u memang /supreme0, >ahkan, dalam republik 'ang menganu sis em presiden ial 'ang bersi2a murni, kons i usi i ulah 'ang sebenarn'a lebih epa un uk disebu sebagai kepala negara, I u sebabn'a, dalam sis em pemerin ahan presiden ial, idak dikenal adan'a pembedaan an ara kepala Negara dan kepala pemerin ahan seper i dalam s's em pemerin ahan parlemen er, 2. Persamaan da'am Hukum E(ua'it" )e#ore t*e La$%& 4dan'a persamaan kedudukan se iap orang dalam hukum dan pemerin ahan, 'ang diakui se%ara norma i@e dan dilaksanakan se%ara empirik, Dalam rangka prinsip persamaan ini, segala sikap dan indakan diskrimina i2 dalam segala ben uk dan mani2es asin'a diakui sebagai sikap dan indakan 'ang erlarang, ke%uali indakan indakan 'ang bersi2a khusus dan semen ara 'ang dinamakan / affirmati&e actions guna mendorong dan memper%epa kelompok mas'araka er en u a au kelompok -arga mas'araka er en u un uk menge(ar kema(uan sehingga men%apai ingka perkembangan 'ang sama dan se ara dengan kelompok mas'araka keban'akan 'ang sudah (auh lebih ma(u, Kelompok mas'araka er en u 'ang dapa diberikan perlakuan khusus melalui affirmati&e actions 'ang idak ermasuk penger ian diskriminasi i u misaln'a adalah kelompok mas'araka suku erasing a au kelompok mas'araka hukum adap er en u 'ang kondisin'a erbelakang, 6edangkan kelompok -arga mas'araka er en u 'ang dapa diberi perlakuan khusus 'ang bukan bersi2a diskrimina i2, misaln'a, adalah kaum -ani a a aupun anak-anak erlan ar, +. Asas Lega'itas Due Pro!ess o# La$%& Dalam se iap Negara #ukum, dipers'ara kan berlakun'a asas legali as dalam segala ben ukn'a )due process of law+, 'ai u bah-a segala indakan pemerin ahan harus didasarkan a as pera uran perundang-undangan 'ang sah dan er ulis, Pera uran perundang-undangan er ulis ersebu harus ada dan berlaku lebih dulu a aumendahului indakan a au perbua an adminis rasi 'ang dilakukan, Dengan demikian, se iap perbua an a au indakan adminis rasi harus didasarkan a as a uran a au rules and procedures )regels*, Prinsip norma i@e demikian nampakn'a seper i sanga kaku dan dapa men'ebabkan birokrasi men(adi lamban, Cleh karena i u, un uk men(amin ruang gerak bagi para pe(aba adminis rasi negara dalam men(alankan ugasn'a, maka sebagai pengimbang, diakui pula adan'a prinsip / fri!s ermessen0 'ang memungkinkan para pe(aba a a usaha negara a au adminis rasi negara mengembangkan dan mene apkan sendiri /%eleid+regels )/policy rules* a aupun pera uran-pera uran 'ang dibua un uk kebu uhan in ernal )internal regulation* se%ara bebas dan mandiri dalam rangka men(alankan ugas (aba an 'ang dibebankan oleh pera uran 'ang sah,

,. Pem)atasan Kekuasaan& 4dan'a pemba asan kekuasaan Negara dan organ-organ Negara dengan %ara menerapkan prinsip pembagian kekuasaan se%ara @er ikal a au pemisahan kekuasaan se%ara hori8on al, 6esuai dengan hukum besi kekuasaan, se iap kekuasaan pas i memiliki ke%enderungan un uk berkembang men(adi se-enang-enang, seper i dikemukakan oleh 7ord 4% on< $ ,ower tends to corrupt, and a%solute power corrupts a%solutely&, Karena i u, kekuasaan selalu harus diba asi dengan %ara memisah-misahkan kekuasaan ke dalam %abang-%abang 'ang bersi2a checks and %alances dalam kedudukan 'ang sedera(a dan saling mengimbangi dan mengendalikan sa u sama lain, Pemba asan kekuasaan (uga dilakukan dengan membagi-bagi kekuasaan ke dalam beberapa organ 'ang ersusun se%ara @er i%al, Dengan begi u, kekuasaan idak ersen ralisasi dan erkonsen rasi dalam sa u organ a au sa u angan 'ang memungkinkan er(adin'a kese-enang--enangan, 5, -rgan.-rgan Campuran /ang Bersi#at Independen& Dalam rangka memba asi kekuasaan i u, di 8aman sekarang berkembang pula adan'a penga urann kelembagaan pemerin ahan 'ang bersi2a / independent0, seper i bank sen ral, organisasi en ara, dan organisasi kepolisian, 6elain i u, ada pula lembaga-lembaga baru seper i Komisi #ak 4sasi 3anusia, Komisi Pemilihan Umum )KPU+, Komisi Cmbudsman Nasional )KCN+, Komisi Pen'iaran Indonesia )KPI+, dan lain sebagain'a, 7embaga, badan a au organisasi-organisasi ini sebelumn'a dianggap sepenuhn'a berada dalam kekuasaan ekseku i2, e api sekarang berkembang men(adi independen sehingga idak lagi sepenuhn'a merupakan hak mu lak seorang kepala ekseku i2 un uk menen ukan pengangka an a aupun pemberhen ian pimpinann'a, Independensi lembaga a au organ-organ ersebu dianggap pen ing un uk men(amin demokrasi, karena 2ungsin'a dapa disalahgunakan oleh pemerin ah un uk melanggengkan kekuasaan, 3isaln'a, 2ungsi en ara 'ang memegang sen(a a dapa dipakai un uk menumpang aspirasi prodemokrasi, bank sen ral dapa diman2aa kan un uk mengon rol sumber-sumber kekuangan 'ang dapa dipakai un uk u(uan memper ahankan kekuasaan, dan begi u pula lembaga a au organisasi lainn'a dapa digunakan un uk kepen ingan kekuasaan, Karena i u, independensi lembaga-lembaga demokrasi, 0. Peradi'an Be)as dan 1idak 2emi*ak& 4dan'a peradilan 'ang bebas dan idak memihak ) independent and impartial !udiciary+, Peradilan bebas dan idak memihak ini mu lak harus ada dalam se iap Negara #ukum, Dalam men(alankan ugas (udisialn'a, hakim idak boleh dipengaruhi oleh siapapun (uga, baik karena kepen ingan (aba an )poli ik+ maupun kepen ingan uang )ekonomi+, Un uk men(amin keadilan dan kebenaran, idak diperkenankan adan'a in er@ensi ke dalam proses pengambilan pu usan keadilan oleh hakim, baik in er@ensi dari lingkungan kekuasaan ekseku i2 maupun legisla i@e a aupun dari kalangan ersebu dianggap sanga pen ing un uk men(amin prinsip negara hukum dan

mas'araka dan media massa, Dalam men(alankan ugasn'a, hakim idak boleh memihak kepada siapapun (uga ke%uali han'a kepada kebenaran dan keadilan, Namun demikian, dalam men(alankan ugasn'a, proses pemeriksaan perkara oleh hakim (uga harus bersi2a erbuka, dan dalam menen ukan penilaian dan men(a uhkan pu usan, hakim harus mengha'a i nilai-nilai keadilan 'ang hidup di engahengah mas'araka , #akim idak han'a ber indak sebagai /mulu 0 undangundang a au pera uran perundang-undangan, melainkan (uga /mulu 0 keadilan 'ang men'uarakan perasaan keadilan 'ang hidup di engah- engah mas'araka , 3. Peradi'an 1ata Usa*a Negara& 3eskipun peradilan a a usaha negara (uga men'angku prinsip peradilan bebas dan idak memihak, e api pen'ebu ann'a se%ara khusus sebagai pilar u ama Negara #ukum e ap perlu di egaskan ersendiri, Dalam se iap Negara #ukum, harus erbuka kesempa an bagi iap- iap -arga negara un uk mengguga kepu usan pe(aba adminis rasi Negara dan di(alankann'a pu usan hakim a a usaha Negara )administrati&e court+ oleh pe(aba adminis rasi negara, Pengadilan Ta a Usaha Negara ini pen ing disebu ersendiri, karena dialah 'ang men(amin agar -arga negara idak did8alimi oleh kepu usan-kepu usan para pe(aba adminis rasi Negara sebagai pihak 'ang berkuasa, :ika hal i u er(adi, maka harus ada pengadilan 'ang men'elesaikan un u an keadilan i u bagi -arga Negara, dan harus ada (aminan bah-a pu usan hakim a a usaha Negara i u benar-benar d(alankan oleh para pe(aba a a usaha Negara 'ang bersangku an, 6udah en u, keberadaan hakim peradilan a a usaha negara i u sendiri harus pula di(amin bebas dan idak memihak sesuai prinsip /independent and impartial !udiciary ersebu di a as, 4. Peradi'an 1ata Negara Constitutiona' Court%& Di samping adan'a pengadilan a a usaha negara 'ang diharapkan memberikan (aminan egakn'a keadilan bagi iap- iap -arga negara, Negara #ukum modern (uga la8im mengadopsikan gagasan mahkamah kons i usi dalam s's em ke a anegaraann'a, baik dengan pelembagaann'a 'ang berdiri sendiri di luar dan sedera(a dengan 3ahkamah 4gung a aupun dengan mengin egrasikann'a ke dalam ke-enangan 3ahkamah 4gung 'ang sudah ada sebelumn'a, Pen ingn'a peradilan a aupun mahkamah kons i usi )constitutional court+ ini adalah dalam upa'a memperkua sis em /checks and %alances0 an ara %abang-%abang kekuasaan 'ang senga(a dipisah-pisahkan un uk men(amin demokrasi, 3isaln'a, mahkamah ini diberi 2ungsi pengu(ian kons i usionali as undang-undang 'ang merupakan produk lembaga legisla i2, dan memu us berkenaan dengan berbagai ben uk sengke a an ar lembaga negara 'ang men%erminkan %abang-%abang kekuasaan negara 'ang dipisah-pisahkan, Keberadaan mahkamah kons i usi ini di berbagai Negara demokrasi de-asa ini makin dianggap pen ing dan karena i u dapa di ambahkan men(adi sa u pilar baru bagi egakn'a Negara #ukum modern,

9, Per'indungan Hak Asasi 2anusia& 4dan'a perlindungan kons i usional erhadap hak asasi manusia dengan (aminan hukum bagi un u an penegakann'a melalui proses 'ang adil, Perlindungan erhadap hak asasi manusia ersebu dimas'araka kan se%ara luas dalam rangka mempromosikan penghorma an dan perlindungan erhadap hak-hak asasi manusia sebagai %iri 'ang pen ing sua u Negara #ukum 'ang demokra is, 6e iap manusia se(ak kelahirann'a men'andang hak-hak dan ke-a(iban-ke-a(iban 'ang bersi2a bebas dan asasi, Terben ukn'a Negara dan demikian pula pen'elenggaraan kekuasaan sua u Negara idak boleh mengurangi ar i a au makna kebebasan dan hak-hak asasi kemanusiaan i u, Karena i u, adan'a perlindungan dan penghorma an erhadap hak-hak asasi manusia i u merupakan pilar 'ang sanga pen ing dalam se iap Negara 'ang disebu sebagai Negara #ukum, :ika dalam sua u Negara, hak asasi manusia erabaikan a au dilanggar dengan senga(a dan penderi aan 'ang di imbulkann'a idak dapa dia asi se%ara adil, maka Negara 'ang bersangku an idak dapa disebu sebagai Negara #ukum dalam ar i 'ang sesungguhn'a, 15. Bersi#at Demokratis Demo!ratis!*e 6e!*tsstaat%& Dianu dan diprak ekkann'a prinsip demokrasi a au kedaula an rak'a 'ang men(amin peranser a mas'araka dalam proses pengambilan kepu usan kenegaraan, sehingga se iap pera uran perundangundangan 'ang di e apkan dan di egakkan men%erminkan nilai-nilai keadilan 'ang hidup di engah mas'araka , #ukum dan pera uran perundang-undangan 'ang berlaku, idak boleh di e apkan dan di erapkan se%ara sepihak oleh danDa au han'a un uk kepen ingan penguasa se%ara ber en angan dengan prinsip-prinsip demokrasi, Karena hukum idak dimaksudkan han'a men(amin kepen ingan segelin ir orang 'ang berkuasa, melainkan men(amin kepen ingan akan rasa adil bagi semua orang anpa ke%uali, Dengan demikian, %i a negara hukum )rechtsstaat+ 'ang dikembangkan bukanlah /a%solute rechtsstaat, melainkan /democratische rechtsstaat a au negara hukum 'ang demokra is, Dalam se iap Negara #ukum 'ang bersi2a nomokra is harus di(amin adan'a demokrasi, sebagaimana di dalam se iap Negara Demokrasi harus di(amin pen'elenggaraann'a berdasar a as hukum, 11. Ber#ungsi se)agai Sarana 2e$u7udkan 1u7uan Bernegara 8e'#are 6e!*tsstaat%& #ukum adalah sarana un uk men%apai u(uan 'ang diidealkan bersama, ?i a-%i a hukum i u sendiri, baik 'ang dilembagakan melalui gagasan negara demokrasi ) democracy+ maupun 'ang di-u(udkan melalaui gagasan negara hokum )nomocrasy+ dimaksudkan un uk meningka kan kese(ah eraan umum, >ahkan sebagaimana %i a-%i a nasional Indonesia 'ang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945, u(uan bangsa Indonesia bernegara adalah dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh umpah darah Indonesia, mema(ukan kese(ah eraan umum, men%erdaskan kehidupan bangsa, dan iku melaksanakan ke er iban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi

dan keadilan sosial, Negara #ukum ber2ungsi sebagai sarana un uk me-u(udkan dan men%apai keempa u(uan bernegara Indonesia i u, Dengan demikian, pembangunan negara Indonesia idak er(ebak men(adi sekedar rule+dri&en, melainkan mission dri&en, 'ang didasarkan a as a uran hukum, 12. 1ransparansi dan Kontro' Sosia'& 4dan'a ransparansi dan kon rol sosial 'ang erbuka erhadap se iap proses pembua an dan penegakan hukum, sehingga kelemahan dan kekurangan 'ang erdapa dalam mekanisme kelembagaan resmi dapa dilengkapi se%ara komplemen er oleh peranser a mas'araka se%ara langsung )par isipasi langsung+ dalam rangka men(amin keadilan dan kebenaran, 4dan'a par isipasi langsung ini pen ing karena sis em per-akilan rak'a melalui parlemen idak pernah dapa diandalkan sebagai sa u-sa un'a saluran aspirasi rak'a , Karena i ulah, prinsip / representation in ideas dibedakan dari /representation in presence0, karena per-akilan 2isik sa(a belum en u men%erminkan ke er-akilan gagasan a au aspirasi, Demikian pula dalam penegakan hukum 'ang di(alankan oleh apara ur kepolisian, ke(aksaan, penga%ara, hakim, dan pe(aba lembaga pemas'araka an, semuan'a memerlukan kon rol sosial agar dapa beker(a dengan e2ek i2, e2isien ser a men(amin keadilan dan kebenaran, 1+. Ber.Ketu*anan /ang 2a*a Esa Khusus mengenai %i a Negara #ukum Indonesia 'ang berdasarkan Pan%asila, ide kenegaraan ki a idak dapa dilepaskan pula dari nilai Ke uhanan .ang 3aha 9sa 'ang merupakan sila per ama dan u ama Pan%asila, Karena i u, di samping ke-1! %iri a au unsur 'ang erkandung dalam gagasan Negara #ukum 3odern seper i ersebu di a as, unsur %iri 'ang ke igabelas adalah bah-a Negara #ukum Indonesia i u men(un(ung inggi nilai-nilai ke-3aha 9saan dan ke-3aha Kuasa-an Tuhan, 4r in'a, diakuin'a prinsip supremasi hukum idak mengabaikan ke'akinan mengenai ke-3aha Kuasa-an Tuhan .ang 3aha 9sa 'ang di'akini sebagai sila per ama dan u ama dalam Pan%asila, Karena i u, pengakuan segenap bangsa Indonesia mengenai kekuasaan er inggi 'ang erdapa dalam hukum kons i usi di sa u segi idak boleh ber en angan dengan ke'akinan segenap -arga bangsa mengenai prinsip dan nilai-nilai ke-3aha-Kuasaan Tuhan .ang 3aha 9sa i u, dan di pihak lain pengakuan akan prinsip supremasi hukum i u (uga merupakan penge(a-an ahan a au ekspresi kesadaran rasional kenegaraan a as ke'akinan pada Tuhan .ang 3aha 9sa 'ang men'ebabkan se iap manusia Indonesia han'a memu lakkan .ang 9sa dan menisbikan kehidupan an ar sesama -arga 'ang bersi2a egali er dan men(amin persamaan dan penghorma an a as kema(emukan dalam kehidupan bersama dalam -adah Negara Pan%asila, Dalam sis em kons i usi Negara ki a, %i a Negara #ukum i u men(adi bagian 'ang ak erpisahkan dari perkembangan gagasan kenegaraan Indonesia se(ak kemerdekaan, 3eskipun dalam pasal-pasal UUD 1945 sebelum perubahan, ide Negara hukum i u idak dirumuskan se%ara eksplisi , e api dalam Pen(elasan di egaskan bah-a Indonesia menganu ide rechtsstaat, bukan machtsstaat, Dalam Kons i usi RI6 Tahun 1949, ide negara hukum i u bahkan egas di%an umkan, Demikian pula dalam

UUD6 Tahun 195", kembali rumusan bah-a Indonesia adalah negara hukum di%an umkan dengan egas, Cleh karena i u, dalam Perubahan Ke iga ahun !""1 erhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ke en uan mengenai ini kembali di%an umkan egas dalam Pasal 1 a'a )*+ 'ang berbun'i< $Negara Indonesia adalah Negara #ukum&, Kiran'a, %i a Negara 'ang mengandung 1* %iri seper i uraian di a as i ulah ke en uan Pasal 1 a'a )*+ UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 i u sebaikn'a ki a pahami,

BAB III PENU1UP Demikianlah beberapa %a a an ringkas en ang pemben ukan 3ahkamah Kons i usi Republik Indonesia dan kai ann'a dengan gagasan Negara #ukum Indonesia masa depan, Terben ukn'a 3ahkamah Kons i usi di sa u segi men(adi salah sa u %iri pen ing konsep Negara #ukum Indonesia pas%a Perubahan Keempa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan di pihak lain, keberadaann'a (uga pen ing un uk merealisasikan per-u(udan %i a-%i a Negara #ukum i u sendiri, dimulai dengan menga-al egakn'a kons i usi sebagai hukum 'ang er inggi ) he supreme law of the land+, 3ahkamah Kons i usi mempun'ai kedudukan 'ang pen ing sebagai salah sa u organ kons i usional pelaksana kekuasaan kehakiman 'ang merdeka di samping dan sedera(a dengan 3ahkamah 4gung, 3ahkamah Kons i usi mempun'ai 2ungsi menga-al dan men(aga agar kons i usi sebagai hukum er inggi dapa di aa i dan di egakan dengan se egak- egakn'a, sekaligus dalam rangka mengendalikan, menga-al dan mengarahkan proses demokrasi kehidupan kenegaraan ki a berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 6ebagai penga-al kons i usi dan pengarah demokrasi, 3ahkamah Kons i usi (uga ber2ungsi sebagai pena2sir er inggi a as Undang-Undang Dasar melalui pu usan-pu usann'a sebagaimana mes in'a, Karena i u, dapa dika akan kedudukan dan peranan lembaga ini sanga pen ing dan s ra egis dalam rangka beker(an'a sis em ke a anegaraan Republik Indonesia di masa 'ang akan da ang, guna mendukung upa'a membangun kehidupan kebangsaan dan kenegaraan ki a 'ang semakin demokra is, damai, se(ah era, mandiri, bermar aba , dan berkeadilan,

MAKALAH KEWARGANEGARAAN
Pembentukan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan Kaitannya dengan Gagasan Negara Hukum Indonesia Masa Depan

Astri Mustikasari 150510110089


Agroteknologi A

PROGRAM S !"# AGRO EKNOLOG# $AK!L AS PER AN#AN !N#%ERS# AS PA"&A"&ARAN '011