Anda di halaman 1dari 51

1

PERKARANO. 01/Pid.B/TPK/2013.PN.JKT.PST SAYAKORBAN,KEKELIRUANORANGLAINMEMBACA PERATURAN NOTAPEMBELAANTERDAKWA (PLEDOI) INDARATMANTO 13JUNI2013

NOTAPEMBELAANTERDAKWA INDARATMANTO DALAMPERKARANO.01/Pid.B/TPK/2013.PN.JKT.PST


MajelisHakimyangkamiMuliakan, JaksaPenuntutUmumyangkamihormati, PenasehatHukumyangkamihormati, Yangterhormat,paraHadirinyangmenyaksikanjalannyapersidanganini Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, yang terlibat dalam proses persidangan ini sehingga kita berada dalam keadaan sehat walafiat sampai tahap pembacaan pledooi hari ini. Rasa syukur yang tidak terhingga terutama karunia Allah SWT yang telah melindungi dan membimbing Majelis Hakim dalam memimpin persidangan ini, secara arif, dan bijaksana, dengan penuh kesabaran sehingga persidangan ini berjalandenganlancardantertib. Demikian pula rasa syukur ini saya sampaikan pada Allah SWT, yang telah menunjukkan jalan kepada JPU, Penasehat Hukum dan terutama kepada saya yang mengikuti proses persidangan sampai tahap akhir ini, tanpa halangan dan rintangan yangberarti. Ijinkanlah saya mendahului pembacaan pledooi ini, dengan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada Majelis Hakim yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pembelaan pada hari ini. Saya sadar pembelaan saya ini hanya berdasarkan pada kenyataan apa adanya dan ketaatan pada yang berwenang; tidak menggunakan teoriteori hukum yang bukanbidangsaya,sekalipunbegitusayatetapmenaruhharapanpadaMajelisyang mulia, untuk berkenan memahami dan mempertimbangkan apa yang akan saya sampaikan dalam pembelaan ini. Apa yang akan saya kemukakan dalam pembelaan ini, tentu lebih banyak menyangkut fakta baik fakta perbuatan yang saya lakukan maupun fakta hukum yang terkait regulasi dibidang telekomunikasi, yang saya yakin telahkelirudipahamiolehSdr.JPU.Mengapademikian,karenaperaturanperaturan di bidang telekomunikasi sungguh sangat teknis yang tidak mudah dan cepat untuk dapat dipahami. Karakter peraturan yang demikian ini, yang dapat menimbulkan salah mengerti, salah pemahaman, salah penerapan dan salah menyimpulkan sehingga pada gilirannya dapat menimbulkan korban yang tidak bersalah seperti yang saya hadapi sekarang ini. Inilah sebetulnya yang menjadi gambaran umum dan konkritdariperistiwayangmenimpadirisayasekarangini.

Membawa perkara yang keliru ini ke persidangan meskipun menimbulkan korban terhadap diri saya akan menjadi pembelajaran bagi kita semua sebagai catatan buruk, bukan saja bagi JPU ataupun para penegak hukum lainnya, tapi juga masyarakat khususnya masyarakat yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Disinilah letak arti penting perkara ini sehingga perkara inimenarikperhatianmasyarakatluas,khususnyakomunitasteknologiinformasidan komunikasi. Hal ini mengandung makna, bahwa diperlukan kehatihatian dan kecermatan penegak hukum untuk memutus perkara semacam ini, khususnya harapaninidisampaikanpadaMajelisHakimYangMulia. Permintaan pemidanaan atau penghukuman oleh JPU, yang didasarkan pada pemahaman yang keliru terhadap suatu undangundang atau aturan akan menimbulkan implikasi yang serius, selain pada diri saya pribadi. Bagi dunia telekomunikasi di masa yang akan datang, maupun masayarakat luas pengguna jasa telekomunikasi, seperti dunia usaha, perbankan, transportasi, instansi pemerintah, warnet dan bahkan komunikasi internasional roaming oleh wisatawan maupun para pebisnis yang datang ke Indonesia menggunakan handphone dari negara asalnya, yang kesemuanya itu menggunakan spektrum frekuensi radio yang dimiliki oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi, tetapi mereka tidak membayar biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio lagi kepada pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2930 PP No. 53 Tahun 2000, akan dinyatakan sebagi perbuatankoruptif. Sebaliknya, jika perkara ini dapat diluruskan , setelah pihakpihak dapat memahami pengertian yang sesungguhnya dari peraturan perundangundangan telekomunikasi, tentulah putusan pengadilan akan disambut dengan suka cita oleh masyarakat luas dan tidak perlu ada korban seperti saya, karena kita semua telah mendapat pembelajaran yang sangat berharga, mengingat peraturan perundangundangan di bidangtelekomunikasimemangtidakmudahdipahami. Mengingat tidak mudahnya memahami peraturan perundangan telekomunikasi ini terutama terkait dengan istilahistilah teknis yang mungkin merupakan halhal yang baru didalam dunia ilmu hukum. Oleh karena itulah, dalam perkara pidana yang terkaittelekomunikasisepertikasussayaini,sangatlahtepatdanrelevandihadapkan ahli yang memiliki kompetensi khusus di bidangnya. Karena saya yakin irahirah Demi Keadilan Berdasarkan Ke Tuhanan Yang Maha Esa layak saya dapatkan dalamperkaraini.HalinisejalandenganhadistnabiyangdiriwayatkanolehBuchory, yangmengemukakansebagaiberikut: Apabila sesuatu urusan itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulahsaatkehancurannya.(0049)

Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati manusia, tetapi dengan jalan mematikan orangorang berpengetahuan. Apabila orang berpengetahuan telah punah (hilang/lenyap), maka masyarakat akan mengangkat orangorang bodoh menjadipemimpinyangakandijadikantempatbertanya.Orangorangbodoh iniakanberfatwatanpailmu;merekasesatdanmenyesatkan.[Hadis0076] MajelisHakimyangMulia, JaksaPenuntutUmum,PenasihatHukumyangsayahormati, Hadirinyangsayamuliakan, Sebelum Tim Kuasa Hukum saya menyampaikan nota pembelaannya untuk perkara ini, saya akan menyampaikan nota pembelaan Terdakwa yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Nota Pembelaan yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum, sebagaiberikut: PERJALANAN MENUJU KURSI TERDAKWA DIAWALI DENGAN PENOLAKAN PEMERASAN Mengawali nota pembelaan ini, ijinkanlah saya menyampaikan perasaan yang serba tidak menentu karena kebingungan dan ketidakmengertian saya sebagai orang yang awam di bidang hukum sampai terjadi peristiwa dimana saya didudukkan di kursi terdakwa sebagai pesakitan saat ini yang secara stigmatis mungkin telah dipersepsi sebagai koruptor karena disidangkan di pengadilan Tipikor ini, suatu kesan yang sangat keji dan menyakitkan hati saya dan keluarga. Saya tidak mengerti mengapa saya didakwa korupsi, padahal saya tidak melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaan tetapi justru karena saya taat pada yang berwenang.Tidakmerugikannegarakarenasayatidakmenikmatiapapundiluarhak saya sebagai Dirut PT.IM2. Bahwa apa yang saya lakukan dalam kapasitas saya sebagai Dirut PT.IM2, adalah merupakan suatu kebijakan korporasi melalui kerjasama dengan PT.Indosat sebagai induk perusahaan, sebagaimana layaknya bisnisbisnisyangdilakukanolehkorporasikorporasilainnya.Semuakewajibantelah dibayarkankepadanegaraolehPT.IM2danPT.Indosat. Saya sungguh tidak mengerti mengapa peristiwa ini mesti terjadi, sepertinya dalam kasus ini tidak lagi dapat dibedakan antara pahlawan dan penjahat. Dalam era pemberantasan korupsi saat ini, keberanian seorang warga negara yang dengan itikadbaik,jujur,denganniatbersihmendukungusahapemerintahmelawankorupsi dengan cara melaporkan kasus yang diduga sebagai tindak pidana korupsi adalah suatutindakanyangterpujikalautidakbolehdisebutsebagaipahlawan.Akantetapi, manakala pelapor tersebut dilandasi karena niat melakukan pemerasan, gagal

berkatpenolakandariorangataupejabatyangdiperas,masihkahsipelaportersebut harusmendapatpujianataupahlawanpemberantaskorupsi? InilahsesungguhnyaawalmulaperistiwayangmendudukkansayasebagaiTerdakwa korupsi saat ini.. Ijinkanlah saya membuka kilas balik peristiwa yang menimpa saya ini yang diawali dengan laporan dari LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia yang dipimpin oleh Denny AK pada tanggal 6 Oktober 2011, mengenai dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara yang dilakukan oleh PT Indosat Tbk bersama PT Indosat Mega Media (IM2) sebagaimana dikemukakan oleh Denny AK dalam siaran pers ke berbagai media tanggal 8 Januari 2012. Menurut siaran pers Denny AK tersebut, bahwa atas laporan LSM Konsumen Telekomunikasi cq Sdr. Denny AK, tertanggal 6 Oktober 2012 pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah mengeluarkan SuratPenyelidikan:No.PRINT446/O.2/Fd.1/10/2011tanggal10Oktober2011. Berdasarkan surat penyelidikan ini saya pernah dipanggil di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melalui surat panggilan Nomor Surat B21/O.2.5/Fd.1/10/2011 yang ditandatanganiolehAsistenTindakPidanaKhususKejatiJabar,FadilZumhanna,S.H., M.Hum, dimana isi surat panggilan tersebut intinya meminta saya menghadap Iwan CaturKaryawanS.H.,KasiPenyidikanPadaAsistenTindakPidanaKhususKejatiJabar pada Rabu, 26 Oktober 2011 di kantor Kejati Jabar. Pada tanggal 26 Oktober 2011 tersebutsayamenjalanipemeriksaanolehJuliIsnur,SH. Pada tanggal 13 Januari 2012, Kejaksaan Agung mengambil alih penanganan kasus dari Kejati Jawa Barat dan status penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. Perintah penyidikan terhadap saya yang statusnya kini menjadi tersangka dilakukan berdasarkan Sprindik yang dikeluarkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), berdasarkan surat Nomor: Print 04/F.2/Fd.1/01/2012 tertanggal 18 Januari 2012. Untuk penyidikan tersebut, ditugaskan 12 Jaksa yang diketuai Andi Herman, S.H., M.H., dengan Wakil Ketua Rhein Singal, S.H. (Jaksa di Kejati Jabar), Sekretaris Gunawan Sumarsono, S.H. (Jaksa pada Kejagung RI). Dalam perkembangannya, penanganan kasus ini di Kejaksaan AgungmelibatkanjaksaFadilZumhanna,S.H.,M.HumdanJuliIsnur,SH. Setelah saya pindah tugas dari IM2 ke Indosat, saya diberitahu oleh Dirut Indosat bahwa Indosat menerima somasi dari Ketua LSMKonsumen Telekomunikasi Indonesia (KTI), Denny AK tanggal 6 Februari 2012 yang isinya Denny AK meminta Dirut Indosat bertemu dengannya dalam tempo 3 x 24 jam dan tidak boleh diwakilkan.Bilatidak,iamengancamakanmemproseslaporantindakpidanakorupsi kepadaKejaksaanAgung.Terhadapsomasitersebut,pihakIndosatmencaritahuapa maksudnya dengan somasi tersebut dengan menugaskan staf Indosat. Diperoleh informasibahwaDennyAKternyatajugamengirimkansomasikepadapenyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya, seperti Telkomsel, XL, 3, Axis, dengan isi surat

ancaman yang pada pokoknya sama. Menanggapi permintaan yang diduga merupakan pemerasan, pihak Indosat kemudian melaporkan ancaman tersebut ke PoldaMetroJaya. Pada tanggal 20 April 2012, Polda Metro Jaya menangkap Denny AK, saat sedang memeras manajemen Indosat di salah satu mal di Jakarta Selatan, dengan barang bukti uang tunai sebesar USD 20.000. Berdasarkan keterangan staf Indosat di pengadilan, terungkap bahwa Denny AK meminta uang sebesar Rp. 30 Milyar kepada Indosat. Atas perbuatannya tersebut, pada tanggal 30 Oktober 2012, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan bahwa Denny AK terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemerasan dan dijatuhi vonis penjara selama 1 tahun 4 bulan. Menanggapi adanya ancaman dan tuduhan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Denny AK tersebut, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia juga telah meminta perlindungan kepada Mabes Polri dan Kejaksaan Agung atas somasi yangdilakukanolehDennyAKtersebut. Sebelum Denny AK mengajukan somasi kepada Indosat tersebut di atas, ternyata Denny AK melaporkan kasus perjanjian kerjasama antara IM2 dengan Indosat yang menjadikasussekarangini,keKejaksaanTinggiJawaBarat(KejatiJabar). KasusyangdilaporkanDennyAKkepadaKejaksaanTinggiJawaBarattersebut,objek dan tempat kejadiannya berada dalam wilayah hukum Jakarta, bukan dalam wilayah hukumKejatiJabar.KasusperjanjiankerjasamaIM2danIndosat,dilakukandikantor pusat Indosat dan IM2 yang berdomisili di Jakarta. Sementara itu, kantor Denny AK, LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia, menurut alamatnya juga berada di Jakarta. Dengan demikian, menjadi pertanyaan besar bagi saya kenapa laporan Denny AK ditujukan kepada Kejati Jabar langsung ditangani dan dengan waktu singkat Kejati Jabar menerbitkan surat perintah dimulainya penyelidikan perkara ini, padahal peristiwa yang terjadi bukan berada dalam wilayah hukum Kejati Jabar. Menjadi pertanyaan juga, mengapa setelah terbukti adanya unsur pemerasan dalam laporanini,setelahDennyAKdiputusbersalahmelakukantindakpidanapemerasan, tim penyidik bukannya menghentikan perkara ini tetapi justru penanganan perkara terlihat semakin didorong memasuki tahap penuntutan. Ada hubungan apa antara dihukumnyaDennyAKdenganmelimpahkanperkarainikepersidangan?. Memperhatikan hal tersebut, saya semakin tidak mengerti, dan pada saat itu sudah bertanyatanya dalam hati, sepertinya ada keganjilan dalam proses penyelidikan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tanggal 10 Oktober 2011 dimaksud.Apakahlazim,suatuKejaksaanTinggimenindaklanjutisuatulaporanyang dikirim oleh Pelapor yang berdomisili diluar wilayah hukum Kejaksaan Tinggi dan

tempat kejadiannya juga diluar wilayah hukum Kejaksaan Tinggi tersebut ? Apakah suatu Kejaksaan Tinggi memiliki kompetensi untuk melakukan proses hukum cq penyelidikan tindak pidana korupsi yang berada diluar wilayah hukumnya ? Saya menjadi lebih tidak mengerti dan bertambah heran pada saat pejabat yang menangani kasus itu di Kejaksaan Tinggi kemudian dimutasi ke kejaksaan lain, kasusnya kemudian beralih ditangani oleh Kejaksaan tempat dimana pejabat tersebut dimutasi. Kemudian penyelidikan dan penyidikannya dilanjutkan oleh pejabatyangbersangkutan,bahkansampaiberlanjutpadaprosespenuntutan.Tentu haltersebutmenimbulkanpertanyaan,apakahadahubunganantarapelapordengan pejabat dimaksud, kalau ada apa hubungannya? Ini suatu pertanyaan yang hingga saatinitidakterjawabolehsayasebagaiorangawamdibidanghukum. Terlebih lagi, saya menjadi heran setelah setelah saya dituntut oleh JPU sangat tinggi yaitu 10 tahun penjara dengan pertimbangan yang memberatkan hanya 2 alasan yaitu (1) Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan (2) menimbulkan kerugian negara yang cukup besar. Tuntutan yang tinggi tersebut, menimbulkan pertanyaan apakah hal itu merupakan bentuk solidaritas membela pelapor yang telah dipidana karena terbukti melakukan pemerasan. Lagi pula, JPU juga keliru disini, sejak awal sidang sampai saat ini saya menyatakan bahwa ada PKS antara PT.IM2 dan PT. Indosat dan sebagai Dirut PT.IM2 saya tandatangani PKS itu. Bukankah perbuatan dalam perkara ini hanyalah PKS itu dan pelaksanaannya sendiri?PerbuatanmanayangmenurutJPUdalamperkarainiyangtidakdiakui? Mengenai tuntutan, jangankan 10 tahun penjara, dinyatakan bersalah saja hanya berdasarkan dua alasan tersebut, menunjukkan kesewenangwenangan dalam menggunakan diskresi yang dimiliki oleh JPU. Alasan yang diajukan JPU sangat tidak masuk di akal, yaitu alasan bahwa Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dipandang sebagai yang memberatkan. Alasan ini mengandung pengertian JPU memaksa Terdakwa supaya mengakui perbuatannya, sekalipun Terdakwa tidak berbuat. Alasan ini jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena pemungkiran Terdakwa dijamin oleh Undangundang. Sementara itu, alasan di satu sisi perbuatan saya telah menimbulkan kerugian negara yang cukup besar tetapi anehnya JPU di sisi lain menambahkan tuntutan hukuman tambahan dengan pidana tambahan uang pengganti yang tidak dibebankan kepada saya, tetapi dibebankan kepadakorporasiIndosatdanIM2,yangbukanTerdakwadalamperkaraini. Terjadi kejanggalan juga, bahwa kepada PT Indosat dan PT. IM2 bersamasama dihukum dengan pidana pengganti sebesar Rp. 1,358.343.346.674, padahal mereka bukan Terdakwa dalam perkara ini dan JPU sendiri juga tidak bisa membuktikan berapa uang yang diapakai oleh Indosat dan berapa yang dipakai oleh IM2. Menurut Pasal18ayat(1)hurufcUUNo.31Tahun1999yangtelahdiubahdenganUUNo.20

Tahun 2001, ditentukan pembayaran uang pengganti yang jumlahnya sebanyak banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi. JPU tidak pernah membuktikan berapabesar hartabenda yangdiperoleh masingmasing PT Indosat dan PT. IM2 dari hasil korupsi yang didakwakan. Apakah ini bukan merupakanpelanggaranhukumyangterjadidengankesewenangwenangan? Kejanggalan lain dari dakwaan JPU adalah menyangkut motif. JPU mendakwa bahwa alasan kerjasama PT IM2 dengan PT INDOSAT adalah karena PT IM2 tidak optimal memanfaatkanJaringanTetapTertutup(SuratDakwaanhal.5),yangberbunyi: Dengan hanya menggunakan jaringan tetap tertutup, PT IM2 sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi tidak optimal dalam memberikan pelayanan kepadapelangganjasainternetkarenaruanglingkuppelayanannyaterbatas. JPU menganggap bahwa IM2 hanya boleh menggunakan jaringan tetap tertutup sesuai dengan izin yang dimilikinya. Kebetulan IM2 memang memiliki kedua izin, yaituISPdanJaringantetaptertutup. MotifdakwaanyangdisampaikanJPUtidakberdasar. Pertama, JPU menduga, seperti yang disebutkan dalam dakwaan, bahwa perjanjian kerjasama PT IM2 dengan PT INDOSAT tentang akses internet broadband melalui jaringan 3G/HSDPA tanggal 24 November 2006 dibuat karena IM2 tidak optimal dalam memanfaatkan jaringan tetap tertutup sesuai izin No.434/KEP/M.KOMINFO/10/2007 yang diperoleh PT IM2 pada tanggal 6 Oktober 2007. Dugaan motif seperti ini jelas tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Izin Jaringan Tetap Tertutup menjadi motif dari Perjanjian sedangkan Perjanjian sudah dibuat sebelum IM2 mendapatkan izin tersebut? Tidak mungkin sebab lebih belakang dari suatu kejadian. Motif selalu ada sebelum perbuatan, namun dalam dakwaan JPU justru sebaliknya, perbuatan sudah terjadi sebelum motifnya ada. Kedua, dalam regulasi di Indonesia, tidak ada yang menyatakan bahwa Penyelenggara Jasa Internet (ISP) hanya boleh menggunakan jaringan tetap tertutup. ISP bebas memilih berbagai jenis jaringan yang disediakan oleh penyelenggara jaringan. Hal ini dijamin dalam izin ISP, misalnya dalam hal PT IM2, dijamin pada pada butir 2.2.2 Keputusan Dirjen No. 229/Dirjen/2006. Jaringan Tetap Tertutup memang untuk disewakan, tapi juga tidak hanya untukdigunakanolehISP.Selainitu,perludiketahui,bahwapenyelenggaraanjaringantetap tertutup adalah penyelenggaraan jaringan yang menyediakan jaringan untuk disewakan, bukan penyelenggaraan jasa akses internet. Dari hal tersebut terlihat JPU tidak dapat membedakan peran penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dengan peran penyelenggaraanjasatelekomunikasi. Dengankatalain,motiftersebutsebenarnyahanyadicaricariolehJPU.

SAYABUKANKORUPTOR!! MajelisHakimYangMulia, Saya telah didudukkan sebagai Terdakwa untuk satu kasus yang selama ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya, yaitu Tindak Pidana Korupsi, satu isu yang telah menjadimusuhbersamamasyarakat.Bahkansayasendiri,baikketikamenuntutilmu di kampus ITB sampai dengan perjalanan karir saya sebagai seorang profesional di dunia usaha dan di bidang Telekomunikasi dan Informatika, seringkali saya memperbaiki sistem dalam menerapkan prinsipprinsip good corporate governance, seperti transparansi dan akuntabilitas, untuk memperbaiki sistem yang berpotensi berpotensikorupdandisalahgunakan. Selama saya bekerja, saya selalu menasehati rekan kerja, anak buah saya agar tidak bertindak korup. Apalagi perusahaan tempat saya bekerja merupakan perusahaan publik yang sangat ketat dengan sistem yang sudah terbangun bagus sehingga tidak memungkinkan terjadinya praktekpraktek yang koruptif. Syukur Alhamdulillah, selama ini saya berhasil menjaga integritas saya, sehingga tidak pernah tersangkut dengantindakanyangkoruptifataumelanggardisiplinpegawai. Pada tanggal 23 Juli 2010, saat menjadi Dirut IM2, Alhamdulillah sayadianugerahi Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya oleh Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, berdasarkan Keputusan Presiden No. 30/TK/Tahun 2010, karena dinilai berjasa telah berperan aktif dalam merealisasikan peningkatan penetrasi layanan internet di Indonesia melalui pengembangan layanan Mobile Broadband selama 2006 2010. Saya juga turut mengharumkan nama Indonesia dengan diperolehnya penghargaan sebagai The Winner of Most InnovativeBroadbandWirelessCompanydariWorldBroadbandAlliance. Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya adalah penghargaan yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada seseorang yang telah memberikan darma bakti yangbesar terhadap negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. Penganugerahan Tanda Kehormatan tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan, sikap keteladanan, semangat kejuangan dan motivasi untuk meningkatkan darma bakti kepadabangsadannegara. Oleh karena itu, ketika saya ditempatkan sebagai Tersangka dan kemudian menjadi Terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi ini, saya tidak habis pikir dari mana tuduhan itu berasal. Sungguh sangat keji tuduhan tersebut dan merupakan fitnah yangsangatkejam.

10

Dalam pemahaman saya, tindakan korupsi dilakukan ketika ada tujuan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, secara melawan hukum atau menyalahgunakan jabatan, sehingga dapat menimbulkan kerugian negara. Selama sayabekerjasebagaiDirekturUtamaPT.IM2,tidakpernahsedikitpunadaniatuntuk melawan hukum atau menyalahgunakan jabatan/wewenang, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain, sehingga dapat merugikan keuangan negara. Apa yang saya lakukan tidak pernah melanggar kebijakan atau peraturan perusahaan. Saya tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan jabatan atau wewenang, tidak pernah ada niatan dalam diri saya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain agar dapat merugikan keuangan negara. Oleh karena itu, saya sangat menaruh harapan kepada Majelis Hakim yang mulia, bahwa dalam memeriksa dan mengadili perkara ini akan menggunakan hati nurani sebagai pengadil terhadap posisi saya yang teraniaya. Sepeserpun saya tidak menikmati hasil perbuatan ini, karena perbuatan ini memang benarbenar saya lakukan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya dalam rangka melaksanakan tugas jabatan mengikuti kebijakan perusahaan dalam rangka memajukan perusahaan. Perbuatan inipun dibenarkan yang berwenang sehingga saya laksanakanprogramperusahaanini. MimpiMewujudkanMasyarakatCerdasBerbasisDigital MajelisHakimyangMulia, Sebelum menanggapi materi dakwaan dan tuntutan JPU, saya ingin menyampaikan gambaran tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna menunjukkan peran sektor ini dan besarnya pengaruh putusan terhadap perkembangan dunia telekomunikasisertadampaknyaterhadapperekonomiannasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 6,23 %. Pertumbuhan terjadi di semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,98%. Pada 2013 kontribusi sektor TIK bagi perekonomian nasional diperkirakan meningkat dan mencapai 11 %. (sumber: http://www.indotelko.com/kanal?c=id&it=KontribusiTIKDiprediksiakanTumbuh bagiPerekonomianNasional) Menurut firma akuntan internasional Deloitte, pada 2011 kontribusi internet terhadap ekonomi Indonesia mencapai 1,6 % dari PDB nasional atau setara dengan

11

Rp.166triliun.KontribusiinternetterhadapPDBinilebihbesardibandingeksporgas alamcair(1,4%),eksporperalatanelektronik(1,5%),dansektorkelistrikan(0,5%). Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, sebelum 2006penggunainternetdiIndonesiatercatatsebanyak20jutadanpadatahun2012 telah mencapai 63 juta orang. Dengan mengacu Deloitte di atas, kita tentunya sepakat, bertambahnya pengguna internet sebanyak 43 juta selama 6 tahun, juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi di atas 6% setiap tahun dan masuk ke negara G20 yaitu 20 negara dengan besaran ekonomi tertinggi didunia. Manfaat nyata internet ada dalam bentuk Penciptaan lapangan kerja; Memajukan kualitas pendidikan; Mendorong pelaksanaan good governance dalam bidang Pemerintahan; Peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui inisiatif paperless; Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan sosial kemasyarakatan dengan tersedianyainformasiyangmudahdiaksesdanadanyainteraksisosialdiluarbatasan fisik.Olehsebabitu,mimpimewujudkanmasyarakatcerdasberbasisdigitalsejatinya merupakancitacitabangsa,dalamrangkamenujumasyarakatadildanmakmur. Saat ini, sering kita dengar: Proposalnya dikirim via email saja ya, saya tunggu sekarang. Kita juga masih ingat peristiwa Koin Prita yang merupakan fenomena bagaimana peran masyarakat melalui social media dalam memperjuangkan ketidakadilanhukumyangterjadidalammasyarakat. Demikianlah gambaran peran internet dalam masyarakat. Juga dalam politik, perubahan politik yang terjadi di Timur Tengah yang dikenal sebagai Arab Spring, tidak terlepas dari peran social media. Sadar atau tidak, perannya sudah sedemikian penting dan kritis bagi kebutuhan masyarakat modern. Jika belum cukup yakin, matikanlah internet protocol router yang dimiliki oleh para Penyedia Jasa Internet. Perbankan, pabrik, industri penerbangan akan berteriak dan seakan lumpuh karena terhenti kegiatannya, meski pun mereka masih bisa bertelepon. Kita tidak bisa mengambil uang di ATM, Pilot pesawat terbang tidak akan berani terbang. Kenapa? Karena seluruh data perbankan dikirimkan melalui data yang diatur oleh internet protocol atau yang dikenal umum sebagai akses internet. Itulah contoh peran internetdalamekonomi. Meski demikian penting, namun dalam seharihari internet belum dipahami oleh sebagianbesarmasyarakat.Marisimakpercakapan,berikutini: FulanA:Apaandasukamaininternet? FulanB:Nggak FulanA:Sukangetwit?

12

FulanB:..tiapharisayangetwit.. FulanA:Berapafollowersnya? FulanB(denganbangganyamenjawab):1000anlah.. Situasi tersebut banyak ditemui dalam masyarakat. Internet digunakan namun tidak dipahami.YangdinikmatiadalahbentukaplikasinyasemacamTwitter,Facebook, Whatsup atau Email, atau Google, atau Yahoo!. Banyak orang dengan fasih akan menjawabbagaimanacaramenggunakanaplikasiini.Namun,jikaditanyakansesuatu yang mendasar Apa itu internet?. Jawabannya akan sangat bervariasi. Jawaban tersebutmencerminkaninternetdigunakan,namuntidakdipahami. Dugaan saya, inilah sebab mendasar kenapa munculnya kasus ini, yang disebabkan belumsepenuhnyaselukbelukinternetdiketahui. Bagaimana internet bekerja? Secara teknis, terdapat 3 lapisan agar internet dapat bekerja,yaitu: Lapisan1: Infrastruktur Telekomunikasi, tempat seluruh lalulintas Internet mengalir. Infrastruktur Telekomunikasi berperan dalam penyaluran data internet melalui berbagai jenis media komunikasi: kabel Telepon, kabel serat optik, satelit, gelombang mikro, dan jalur wireless (nirkabel). Mengingat lapisan Telekomunikasi sebagai pembawa lalulintas Internet maka regulasi yang terkait dengan telekomunikasi ikut pula mempengaruhi Internet. Disinilah peran penyelenggara jaringantelekomunikasi. Lapisan2: Standard Teknis dan Layanan Internet. Inilah yang membuat internet berfungsi (misalnya: TCP/IP, DNS, SSL). TCP/IP atau Transport Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah standard teknis utama Internet yang menjelaskan bagaimana data dipindahkan. Standar ini terdiri dari 3 prinsip, yaitu packet switching, endtoend networking, dan ketahanan. Pada tata kelola Internet yangterkaitdenganTCP/IPinilahPenyediaLayananInternetataudikenalsebagaiISP (InternetServiceProvider)berperan. Lapisan3:ContentatauAplikasi.Inilahyangdinikmatiolehpengguna(misalHTML, XML). Konten atau Aplikasi adalah sesuatu yang secara inderawi dinikmati oleh pengguna internet. Secara umum orang mengenal dengan WWW (World Wide Web), Google, Facebook, Ecommerce (amazon), Internet Telephony (Skype), E payment(paypal,klikBCA),Youtube,dsb.Kontenatauaplikasiiniyangpalingmudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Disini berperan para pengembangaplikasidanperusahaanpenyediankontenatauaplikasi.

13

Khusus lapisan1, infrastuktur telekomunikasi, pada tahun 2006 industri telekomunikasi Indonesia masih fokus pada layanan Suara dan SMS dengan menggunakan teknologi jaringan yang biasa disebut GSM, atau teknologi jaringan generasi pertama. Sejalan dengan perkembangannya di seluruh dunia, teknologi jaringanselulergenerasike3diperkenalkandiIndonesiapadatahun2006.Teknologi ini memiliki kelebihan dalam hal kecepatan untuk komunikasi data yang relatif jauh lebih tinggi dibanding layanan data yang tersedia pada saat itu. Masyarakat dunia, mengenallayanandatakecepatantinggiinidenganistilahbroadband. Dengan adanya teknologi jaringan generasi ke3 atau dikenal awam sebagai 3G, dan sejalan dengan diperolehnya izin untuk membangun jaringan seluler 3G pada pita frekuensi 2,1 GHz, INDOSAT melihat peluang untuk dapat mengembangkan akses internet melalui media tanpa kabel yang lebih baik. INDOSAT memandang bahwa kelebihan jaringan baru ini harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh sebanyak mungkin masyarakat. Pasca mendapatkan izin, INDOSAT segera membangun jaringannya termasuk jaringan 3G dan telah menelan biaya cukup besar, dimana untuk periode tahun 20062011 telah mengeluarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp. 46,587 triliun. Dengan belanja modal yang sedemikian besar dalam membangun jaringan, tentu INDOSAT berharap agar jaringan dapat dimanfaatkan secara optimal, digunakan untuk berbagai jenis layanan, baik Voice, SMS,VideomaupunData. IM2 adalah salah satu anak usaha INDOSAT yang fokus sebagai penyedia layanan akses internet. IM2 banyak menggunakan jaringan milik penyelenggara jaringan untuk melayani jasa akses internetnya. Indosat melihat bahwa layanan internet broadband melalui jaringan tanpa kabel dengan menggunakan jaringan seluler generasi ke3 juga dapat dimanfaatkan oleh IM2 untuk melayani akses internetnya. INDOSAT sendiri tetap memberikan layanan Voice dan SMS dan internet, sedangkan IM2 melalui kerjasama dapat memberikan layanan akses internet melalui jaringan INDOSAT. Kedua perusahaan dapat tetap fokus dalam melayani segmen pelanggan masingmasing dan infrastruktur jaringan 3G dapat dimanfaatkan secara maksimal. ItulahstrategiyangdiambilolehmanajemenINDOSATpadasaatitu. Ide layananinternet broadband melalui jaringan 3G inisesungguhnya bukan sesuatu yang sangat baru. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan aturan main sejak tahun 2001, melalui KM No. 4 Tahun 2001 tentang Fundamental Technical Plan 2000. Pemerintah sudah memberikan kerangka regulasi mengenai bagaimana akses internetmelaluijaringanselulerpadapitafrekuensi2,1GHzdapatdilaksanakan.Jadi sejak tahun 2001, sesungguhnya model kerjasama seperti yang kemudian (salah satunya) dilakukan oleh INDOSAT dan IM2 sudah diantisipasi, dan merupakanmodel kerjasamayanglegal. Mencuatnya kasus hukum yang melibatkan saya, berawal dari dipersoalkannya perjanjian kerja sama layanan akses internet melalui jaringan 3G milik Indosat

14

(sebagai Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) oleh IM2 (sebagai Penyelenggara Jasa Telekomunikasi), yang ditandatangani pada Tahun 2006. Bentuk kerjasama seperti ini adalah lumrah dilakukan oleh ratusan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi lainnya. Perjanjian kerjasama ini adalah sesuatu yang lazim dalam dunia per internetanbukanhanyadiIndonesiatapijugadiseluruhdunia. Hamadoun Toure, Sekretaris Jenderal ITU (International Telecommunication Union, Badan Telekomunikasi Internasional PBB) menggunakan analogi jalan tol dengan telekomunikasidanlalulintasinternetdengantrukataumobil.Berikutkutipannya: Saya beri contoh sederhana, dengan membandingkan antara Internet dengan Telekomunikasi yaitu dengan truk atau mobil dengan jalan tol. Ketika anda memiliki jalan tol, bukan berarti anda bisa memiliki semua truk atau mobil yang melalui jalan tol tersebut apalagi barangbarang yang diangkut oleh mobil atau trukitu,demikianjugasebaliknya.Iniadalahanalogisederhana.Akantetapiagar lalu lintas berjalan mulus, pada saat anda membangun jalan tol, anda perlu tahu berapa berat, tinggi dan kecepatan truktruk tersebut, sehingga anda bisa membangun jalan yang sesuai. Jika tidak, maka sistem ini tidak akan bekerja. Bagi saya, demikianlah hubungan antara INTERNET dengan DUNIA TELEKOMUNIKASI.Keduanyamemangharusbekerjasama. Sejalan dengan kelaziman yang berlaku diseluruh dunia, Pakar Internet Indonesia, OnnoWPurbo,yangmenjadiahlidalamsidanginitelahmemberikanketerangannya pada sidang tanggal 2 Mei 2013 yang lalu, bahwa kerjasama Indosat dan IM2 merupakanhalyanglazimdalamduniainternet. Oleh sebab itu, mimpi mewujudkan masyarakat cerdas berbasis digital, sangat bergantung pada bentukbentuk kolaborasi atau kerjasama didalam menyediakan layanan akses internet terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat. Tanpa dukungansemuapihak,citacitainihanyatinggalmimpi. JPUBUKANMENKOMINFO MajelisHakimYangMulia, Kekeliruan atau lebih jauh lagi kecerobohan penanganan perkara ini dimulai pada tahap penyidikan karena menelan bulatbulat laporan pengaduan dari Denny AK, bahwa IM2 telah menggunakan frekuensi 2.1GHz untuk layanan 3G padahal IM2 tidak memiliki ijin, tanpa memperhatikan keterangan Kementerian Komunikasi dan Informasi (KEMENINFO), lembaga pemerintah yang diberi wewenang khusus oleh

15

Undangundang Telekomunikasi untuk melakukan pembinaan dalam bidang telekomunikasi, yang meliputi penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian,termasukpemberianijinterhadappenyelenggaraantelekomunikasi. Penyelenggaraan telekomunikasi diatur di Indonesia dalam UndangUndang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (UU Telekomunikasi). Pasal 4 menyebutkan bahwa Telekomunikasi dikuasai oleh Negara dan pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah. Pembinaan Telekomunikasi diarahkan untuk meningkatkan penyelenggaraan telekomunikasi yang meliputi penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian. Pasal 7 mengatur bahwa Penyelenggaraan Telekomunikasi meliputi Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi, Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi dan Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus. Pasal 11 menyebutkan Penyelenggaraan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dapat diselenggarakan setelah mendapat izin dari Menteri. Pasal 1 angka17menyebutkanbahwaMenteriadalahmenteriyangruanglingkuptugasdan tanggungjawabnyadibidangtelekomunikasi. Saya perlu menyampaikan adanya Keputusan Menteri No. KM. 31 Tahun 2003 tentang Penetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, yang menyatakan bahwa Menteri mempunyai kewenangan pembinaan telekomunikasi meliputi fungsi penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan dan pengendalian (Pasal 4). Selanjutnya disebutkan bahwa untuk penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaran jasa telekomunikasi, Menteri melimpahkan fungsi pengaturan, pengawasan dan pengendalian kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)(Pasal5). Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, BRTI mempunyai tugas: a. Pengaturan, meliputi penyusunan dan penetapan ketentuan penyelenggaraan jaringantelekomunikasidanpenyelenggaraanjasatelekomunikasi,yaitu: 1) perizinan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasatelekomunikasi; 2)standarkinerjaoperasi; 3)standarkualitaslayanan; 4)biayainterkoneksi; 5)standaralatdanperangkattelekomunikasi. b. Pengawasan terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraanjasatelekomunikasi,yaitu: 1)kinerjaoperasi; 2)persainganusaha;

16

3)penggunaanalatdanperangkattelekomunikasi. c. Pengendalian terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraanjasatelekomunikasi,yaitu: 1) penyelesaian perselisihan antar penyelenggara jaringan telekomunikasi danpenyelenggarajasatelekomunikasi; 2)penggunaanalatdanperangkattelekomunikasi; 3)penerapanstandarkualitaslayanan. Berdasarkan uraian tugas dan kewenangan dalam bidang telekomunikasi tersebut, sangatlah jelas ternyata pemegang regulasi, pemberi ijin, pengawas dan pengendalian dalam bidang Telekomunikasi adalah Menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informasi atau BRTI yang diberi wewenang oleh Menteri, bukan lembaga lain apalagi sifatnya pendapat dari orang perseorangan, bukan juga pendapatdariJaksaPenuntutUmum. KRONOLOGISKERJASAMADANTATAKELOLAPERUSAHAAN MajelisHakimYangMulia, BerikutiniperkenankansayamenyampaikankronologiskerjasamaPTIM2denganPT IndosatdanTataKelolaPerusahaan,sebagaiberikut: Rapat Dewan Komisaris 24 April 2006. Dari risalah rapat Dewan Komisaris dan Direksitanggal24April2004,sayamembacapadabutir2.a.DirekturUtamaIM2, Brata T.H saat itu menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut akan dilakukan halhal berikut: a.Menggelar Wimax dipuluhanribu access link, b.Merangkulwarnet,c.MelakukankerjasamadenganIndosat. Rapat Dewan Komisaris 30 Mei 2006. Setelah saya menyelesaikan tugas saya sebagai direktur PT. Aplikanusa Lintasarta, saya diminta datang ke kantor PT. IM2pada tanggal 30 Mei 2006. Hadir lengkap pada saat itu Direksi IM2 dan Dewan Komisaris IM2. Saat itu Dirut IM2 sudah dikosongkan, dan dijabat sementara oleh Pelaksana Tugas Harian (PTH) Dirut IM2 yaitu Dede Rusnandar, Direktur Operasi IM2. Komisaris Utama Johny Swandi Sjam memperkenalkan saya sebagai calon Dirut IM2. Lalu Komisaris Utama meminta agar dipersiapkan RUPS SirkuleruntukmenetapkanpenugasanIndarsebagaiDirutIM2.Padarapat Dewan Komisaris IM2 dan Direksi PT IM2 ini, pada butir pembahasan Product Development dan Management (butir D.4) dipaparkan tentang INDOSATNET over3G,interkoneksiantaraAPNINDOSATdenganinternetIM2dalamproses.

17

Menjadi Dirut, 31 Mei 2006. Sebagai tindak lanjut arahan Komisaris Utama IM2, Direksi IM2 menyiapkan sirkulasi RUPS penunjukan saya sebagai Dirut IM2. Dari dokumentasi dapat dilihat bahwa RUPS Sirkuler penetapannya berAkta Notaris tertanggal31Mei2006. Kenyataan ini membuktikan hal penting dalam kaitan dengan dakwaan terhadap saya, yaitu Indar Atmanto yang dinyatakan bahwa secara Pribadi saya membuat perjanjianseolaholah dengan KaizadB. Heerjee, Wakil Direktur PT INDOSAT Tbk adalah tidak berdasar fakta atau retroaktif. Karena faktanya rencana kerjasama INDOSAT dan IM2 untuk Akses Internet Broadband via Jaringan Selular 3G sudah ada dalam rencana kerja perusahaan IM2 sebelum saya menjabat sebagai Dirut IM2. Selain itu, sebagai perusahaan swasta, IM2 yang 99,85% sahamnya dimilikiINDOSATmenunjukkanbahwasayakaryawanswastayangtidakmemiliki kewenanganpublik. BerhatiHati dalam Tata Kelola Perusahaan. Review Kerja Sama dalam Rapat Direksi, 28 Agustus 2006: Proses kerjasama secara umum dibahas dan direview dalam rapat Direksi, seperti tertuang dalam Risalah Rapat Direksi, tanggal 28 Agustus 2006. Hal ini menunjukkan kegiatan berkaitan dengan operasional perusahaan mendapat perhatian dan review dari Direksi IM2. Sebagai suatu tata kelola yang baik setiap kegiatan ditetapkan PiC (Person In Charge atau PenanggungJawab),dantargetwaktuuntuktindaklanjut. Dalam Kegiatan II. Isuisu Operasional butir (5) tercantum Kegiatan CDMA/3G, dengan Pembahasan dan Status: Review kesiapan kerjasama dengan ISAT (INDOSAT), dengan langkah tindak lanjut berupa meeting koordinasi Prodev & Niaga, dengan penanggung jawab tindak lanjut dari fungsi Prodev & Niaga, dan target waktu penyelesaian 4 September 2006. (catatan: Prodev dan Niaga, merujuk pada unit kerja Product Development (Pengembangan Product) di bawah Direktorat Perencanaan Pengembangan, dan unit Niaga di bawah Direktorat Sales dan Marketing. Artinya, kegiatan terkait dengan persiapan kerjasama dilakukan bersamasama fungsifungsi yang melibatkan 2 Direktorat yaitu Direktorat Perencanaan dan Pengembangan dan Direktorat Sales dan Marketing, bukan merujuk pada pelaksana kegiatan dan tanggung jawab orang perorang. Proses Kerja Sama juga mendapatkan arahan dan saran dari Dewan Komisaris pada September 2006. Dari Risalah Rapat Dewan Komisaris IM2 tanggal 15 September 2006, juga dapat dilihat bahwa kegiatan persiapan kerjasama Akses Internet Broadband via Jaringan Selular 3G juga dilaporkan oleh Direksi IM2. RisalahRapatDewanKomisaris,15September2006menunjukanbahwarencana kerjasamamerupakankegiatandanprogramperusahaanIM2yangdilaksanakan

18

secara TRANSPARAN dan dibahas bersama antara Direksi dan Komisaris. Bahkan Komisaris memberikan arahan yang cukup spesisik untuk pelaksanaan penjualan layananAksesInternetBroadbandviaJaringanSelular3G. PersetujuanTarifLayananolehDireksiIM2.Dalammenentukantarifbagilayanan akses internet, pada tanggal 20 November 2006, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, mengajukan usulan Tarif, melalui Nota Dinas No.3122/DPP/IMM/06, Tanggal 20 November 2006. Perihal Persetujuan Tarif IM2 Broadband Internet (Indosatnet via Jaringan 3G Indosat). Seluruh anggota Direksimelaluisirkulasi,menyetujuiusulanpenetapantarifftersebut.Tarifsuatu layanan ditetapkan untuk menjamin bahwa layanan yang disiapkan dapat bersaingdengankompetitor,danmenguntungkansecarabisnis. Kehatihatian Manajemen IM2: Pada 3 November 2006, PT IM2 mengirimkan surat ke PT INDOSAT tentang progress penyusunan PKS. Surat ini menunjukkan bahwa PKS perlu segera ditandatangani agar perusahaan comply dengan aturan SarbanesOxley (SARBOX) dimana INDOSAT sebagai perusahaan publik terdaftar di New York harus tunduk dan patuh. Hal ini menunjukkan kehatihatian manajemen IM2 untuk patuh pada ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan publik. Selain itu, surat tersebut juga ditembuskan kepada Direksi INDOSAT, Direksi IM2, Legal INDOSAT, Marketing INDOSAT dan Business Development & SynergyINDOSAT. Dengan demikian, proses penyusunan PKS dan kebijakan yang terkait dengannya merupakan kegiatan yang sifatnya transparan dibahas dan diketahui oleh Manajemen INDOSAT dan IM2 serta unit kerja terkait di INDOSAT. Dalam butir 1 suratinijugadisampaikankeduabelahpihak(TIM3GINDOSAT)dimanaduahari sebelumnya juga telah melakukan meeting koordinasi. Parafparaf dalam surat juga menunjukkan bahwa surat bukan dibuat oleh Indar Atmanto sendiri, tapi disiapkan oleh staf terkait, dan diperiksa serta dibubuhi paraf oleh pejabat pejabatdibawahDireksisertaDireksiterkait. Rapat Koordinasi Persiapan di INDOSAT, 17 November 2006. Dalam persiapan kerjasama dan layanan, tim IM2 diundang dan mengikuti rapat pembahasan dalam bentuk rapat koordinasi. Dari risalah rapat dapat diketahui rapat membahasbanyakhaldariaspekteknis,aspekbilling,aspekprodukdanlainlain. Selengkapnya pembahasan dan peserta rapat tercantum pada Risalah rapat tim 3GINDOSAT,tanggal17November2006. Setelah melalui proses yang panjang, PKS ditandatangani tertanggal 24 November 2006. PKS ini merupakan perjanjian kerjasama bisnis biasa (B to B),

19

dan ditandatangani sesuai dengan kewenangan Direksi. Perjanjian Kerja Sama merupakan halhal yang tidak memerlukan persetujuan Komisaris sesuai Akta PendirianPerusahaan1996,Pasal11danPasal12. Laporan Auditor Independen Ernst &Young (EY) 31 Desember 2006, yang diterbitkan sebagai hasil audit laporan keuangan IM2 selama Tahun 2006, menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang dilakukan oleh INDOSAT dan IM2 sudah sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia maupun secara internasional.IM2sebagaibagiandariINDOSATGROUPjugadiauditolehAuditor Independen Big 5, yang diakui oleh lembaga pasar modal di Amerika Serikat, karena sebagai bagian dari INDOSAT GROUP seluruh aturan yang berlaku untuk INDOSAT diberlakukan juga kepada IM2 sebagai wholly owned subsidiary. Selain itu, laporan keuangan IM2 juga dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan PT INDOSATTbk. Laporan Auditor Independen Ernst & Young (E&Y) telah mengaudit neraca PT Indosat Mega Media pada 31 Desember 2006, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Menurut pendapat Auditor E&Y, laporan keuangan Tahun 2006 telah disajikan secarawajar,dalamsemuahalyangmaterial,posisikeuanganPTIndosatMega Media tanggal 31 Desember 2006, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlakuumumdiIndonesia. RUPS memberikan Pelunasan dan Pembebasan Tanggung Jawab. Pada 11 Mei 2007, RUPS PT IM2 memutuskan memberikan pelunasan dan pembebasan Tanggung Jawab (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku2006. Selainitu,padaRUPSTahunan2006ini,jugadisetujuihalpentingterkaitdengan Rencana Jangka Panjang PT IM2. Di dalam Rencana Jangka Panjang 20072012 ini, perusahaan menyiapkan roadmap layanan IM2 yang juga mencakup penyediaan layanan akses internet broadband menggunakan jaringan bergerak seluler 3G. Dengan demikian, kegiatan penyediaan layanan akses internet IM2 bukan saja untuk layanan akses internet melalui jaringan bergerak seluler INDOSAT 3G, tapi juga layanan akses internet lainnnya seperti akses via cdma, aksesVPNdial,PayTV,dansebagainyadipaparkanpadaRUPSdanmendapatkan pengesahanRUPSsesuaidenganAnggaranDasarperusahaan.

20

Kepatuhan Pada Tata Kelola Perusahaan. Memahami dengan seksama seluruh proses yang terjadi dalam kerjasama INDOSAT dan IM2, maka semakin jelas duduk persoalannya, dan dapatdisarikanfaktafaktaterkaitdenganproses,sebagaiberikut: 1. Kerjasama memiliki tujuan mulia, meningkatkan penetrasi layanan akses internet di Indonesia 2. KerjasamabukaninisiatiforangperorangapalagiseorangIndarAtmanto 3. Kerjasamamerupakankerjasamabusinesstobusinessbiasa 4. KerjasamamerupakanProgramPerusahaan(Korporasi) 5. Proses Kerjasama melalui proses pembahasan yang transparan, dengan memperhatikan kaidahkaidah Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), baik di level pelaksanadiINDOSATmaupundiIM2,danrapatkoordinasidiINDOSATdandiIM2. 6. Pada tingkat pelaksanaan dilaporkan adanya Task Force yang mengkoordinasikan kegiatandanrapatkoordinasidenganINDOSATdanIM2. 7. RapatKoordinasidicatatdalamrisalahrapat,untukdapatditindaklanjutibersama. 8. PerkembangankerjasamadireviewpadaRapatDireksiIM2 9. Proses kerjasama senantiasa dilaporkan Direksi IM2 kepada Komisaris dan mendapatpengawasandanpengarahanDewanKomisaris 10. Proses penandatanganan PKS dilakukan secara bottomup dengan terlebih dahulu diperiksa dan diparaf pejabat dan Direktur terkait sebelum ditandatangani oleh DirutIM2. 11. Penandatanganan PKS sesuai dengan kewenangan yang diberikan pada Anggaran DasarPerusahaan/AktaPendirianPerusahaan. 12. LaporankinerjaperusahaandilaporkandanmendapatpersetujuanRUPS. 13. RUPS memberikan acquit et decharge (pembebasan tanggung jawab) kepada PengurusdanPengawasPerseroan. 14. RUPS juga memberikan persetujuan atas Rencana Jangka Panjang melingkupi RoadmapLayananIM2sepertilayananaksesinternetviajaringanbergerak3G. Dari fakta hukum di atas maka perjanjian kerja sama IM2 dan Indosat merupakan program kerja perusahaan, bukan inisiatif saya yang bernama Indar Atmanto atau orang perseorangan. Dengan Tata Kelola yang dijalankan sejak pembahasan, persiapan sampai pertanggungjawaban dalam RUPS telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, maka tidak dimungkinkan orang perseorangan dapat melakukan penyalahgunaan wewenang. Terlebih lagi, saya hanyalah karyawan swasta yang tidak memiliki kewenanganpublik.

21

KEKACAUANDANKESESATANLOGIKABERFIKIRMENENTUKANSUBYEKHUKUM MajelisHakimYangMulia, Di dalam surat dakwaan saya didakwa sebagai terdakwa dalam kapasitas atau kedudukan saya sebagai direktur utama PT. Indosat Mega Media berdasarkan akta notaries Nomor : 71 tanggal 31 Mei 2006 yang ditanda tangani oleh notaris Julius Purnawan SH. Hal ini ditegaskan dalam rumusan surat dakwaan yang berbunyi:.... Bahwa terdakwa Indar Atmanto selaku direktur Utama PT. Indosat mega media berdasarkan akta notaries nomor 71tanggal31Mei2006. Memperhatikanrumusansuratdakwaantersebut,sayaakanmembandingkandenganbunyi ketentuan Pasal 20 UndangUndang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UndangUndang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, makatimbulpertanyaandalamdirisaya,apasesungguhnyayangdimaksudolehJPU,yaitu: 1. Apakah yang dimaksud dengan rumusan dakwaan tersebut penuntut umum mendakwa saya sebagai pribadi individu, manusia perorangan atau dengan istilah (natuurlijke person) yang menjabat sebagai Direktur Utama PT. Indosat Mega Media melakukan tindak pidana korupsi. Asumsi saya, dakwaan terhadap saya menyangkut penyalahgunaanwewenangsebagaiDirekturUtamaPT.IndosatMegaMedia. 2. Pertanyaan yang kedua, ataukah yang dimaksud dalam rumusan dakwaan yang menyangkut saya sebagai terdakwa yang menjabat Direktur Utama PT. Indosat Mega Media sebagai pengurus yang mewakili korporasi PT. Indosat Mega Media, yangberartikoorporasi(PTIM2)yangdijadikanTerdakwa,kedudukanyangdemikian sebagaipenerapanpasal20ayat(3)yangberbunyi:Dalamhaltuntutandilakukan terhadap suatu korporasi, maka korporasi tersebut diwakili oleh pengurus. 3. Pertanyaan yang ketiga, ataukah yang dimaksud dalam rumusan dakwaan tersebut menyangkut kedudukan terdakwa sebagai Pengurus korporasi, sebagai Direktur Utama PT. Indosat Mega Media yang melakukan tindak pidana korupsi untuk atau atasnamasuatukorporasiPT.IndosatMegaMedia.Haliniterkaitketentuan: a) Pasal 20 ayat (1): Dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh atas nama suatu korporasi maka tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukanterhadapkorporasidanataupengurusnya. b) pasal 20 ayat (2) : Tindak korupsi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun, berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasitersebutbaiksendirimaupunbersamasama.

22

Bersarkan teoriteori subyek hukum sebagaimana diuraikan oleh JPU dalam surat tuntutan pidana maupun ketentuan Pasal 20 Undangundang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undangundang nomor 20 tahun 2001, maka ada tiga kemungkinan kualifikasi subyek hukum yang dilakukan kepada saya dalam rumusan suratdakwaandimaksudyaitu: 1. Sebagai subyek Hukum dalam arti orang perorangan individual atau natuurlijkepersoon. 2. SebagaisubyekHukumdalamartikorporasi. 3. SebagaisubyekHukumdalamartipenguruskorporasi. Dengan perbedaan kualifikasi subyek hukum tersebut, maka harus diperjelas oleh JPU dan penjelasan ini telah kita peroleh dalam uraian tuntutan pidana yang dibuat olehpenuntutsewaktumembuktikanunsursetiaporang. Bagi saya perbedaan tersebut sangat penting karena menurut ahli hukum, hal itu memiliki konsekwensi hukum yang menyangkut pertanggung jawaban pidana terdakwa sebagai subyek hukum dan hubungan kualitas dengan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa, dan menyangkut pidana atas hukuman yang dapat dijatuhkankepadaterdakwabilamanadakwaannyaterbukti. Perihal konsekuensi hukum yang menyangkut pertanggungjawaban pidana subyek hukum dan hubungan kasualitas perbuatan pidana yang dilakukan oleh terdakwa sebagai subyek hukum, serta pidana atau hukuman yang dijatuhkan, secara logis dapatdijelaskansebagaiberikut: a. Jika saya terbukti memenuhi untur setiap orang dalam kualifikasi sebagai orang perorangan , individual, natuurlijke person mengandung makna bahwa perbuatan yang saya lakukan, tindak pidana yang saya lakukan, adalah perbuatan pribadi saya, terlepas dari kebijakan korporasi, saya pribadi yang memiliki jabatan Direktur Utama PT. Indosat Mega Media melakukan perbuatan atau tindak pidana terlepas, tidak ada kaitan dengan kebijakan yang ditetapkan korporasiPT.IndosatMegaMedia. Saya sebagai pribadi, orang perorangan, natuurlijke person tidak mungkin dipertanggung jawabkan atas perbuatan atau tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi, atau oleh saya sebagai pengurus korporasi. Perbuatan saya seharusnya murni perbuatan pribadi tidak terkait dengan jabatan di korporasi. Pidana yang dijatuhkan adalah pidana penjara, denda, yang ditentukan dalam pasal1ayat(1)danpidanatambahanyangditentukandalamPasal18UUNo.31 Tahun1999yangdiubahdenganUUNo.20Tahun2001,

23

b. Jika saya terbukti memenuhi unsur setiap orang di dalam kualifikasi mewakili korporasi mengandung makna bahwa perbuatan atau tindak pidana yang saya lakukan adalah murni kebijakan korporasi PT. Indosat Mega Media yang mengandung tindak pidana korporasi. Dalam hal yang demikian pidana yang dijatuhkan hanyalah pidana denda maksimum Rp. 1.000.000.000, (Satu Milyar Rupiah) ditambah 1/3 (satu pertiga) sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 2 ayat(1)danPasal20ayat(7)UUNo.31Tahun1999yangdiubahdenganUUNo. 20Tahun2001 c. Jika saya terbukti memenuhi unsur setiap orang dalam kualifikasi sebagai pengurus korporasi mengandung makna perbuatan yang saya lakukan sebagai direktur utama PT. Indosat Mega Media dalam menentukan kebijakan korporasi memenuhi unsur tindak pidana korporasi artinya kebijakan korporasi yang yang koruptif ditentukan atau diputuskan oleh saya sebagai pengurus korporasi. Perbuatan atau tindak pidana korupsi saya lakukan berdasarkan hubungan kerja ataupun berdasarkan hubungan lain dengan korporasi atau bertindak dalam lingkungan korporasi baik sendiri maupun bersamasama, sebagaimana di tentukan dalampasal20ayat (2)UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah denganUU No. 20 Tahun 2001. Dalam hal yang demikian pidana atau hukuman adalah pidana penjara, pidana denda yang ditentukan dalam pasal 2 ayat (1) dan pidanatambahanyangditentukandalampasal18undangUUNo.31Tahun1999 yangdiubahdenganUUNo.20Tahun2001. Bagaimanapembuktianunsursetiaporangdalamtuntutanpidana.? Dalam surat tuntutan pidana, penuntut umum menyatakan perbuatan saya memenuhi unsursetiaporangsebagaimanadalamkesimpulannyayangberbunyi: Bahwadariketeranganterdakwasendirididepanpersidangantelahmembenarkan identitasnya sebagaimana yang tercantum dalam surat dakwaan, dengan demikian terdakwa terbukti adalah orang yang diajukan didepan persidangan dengan identitassebagaimanayangdidakwakansehingganunsurinitelahterpenuhi. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, secara yuridis terdakwa memenuhi kriteria sebagai unsur setiap orang dalam perkara ini adalah terdakwa INDAR ATMANTO sebagaiidentitasyangterteradalamdakwaan,yangdihadapkandalampersidangan ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta terdakwa bersedia dan tidak keberatan diajukan serta diperiksa dalam persidangan ini. (halaman 173 surat tuntutanpidana) Pendapatpenuntutumumtersebutmerupakanpernyataanbahwasubyekhukumdalam perkarainiadalahsayasebagaiterdakwadalamkualifikasiorangperorangan,individu, natuurlijkeperson,haliniterbuktidaripernyataannyayangberbunyi:terdakwaterbukti adalah orang yang diajukan didepan persidangan dengan identitas sebagaimana yang

24

didakwakan sehingga unsur ini telah terpenuhi., dan pernyataan yang berbunyi : bahwa setiap orang dalam perkara ini adalah terdakwa INDAR ATMANTO sebagaimana identitas yang tertera dalam dakwaan, yang dihadapkan dalam persidanganinidalamkeadaansehatjasmanidanrohani... Hal tersebut juga terbukti dari landasan teori ang dipergunakan oleh penunut umum, yaitu pendapat SR. Sianturi dalam buku Asasasas Hukum Pidana dan Penerapannya yangdikutipolehpenuntutumum: bahwa yang dianggap sebagai subyek tindak Pidana adalah manusia Natuurlijke person hal ini disimpulkan dari rumusan Delik yang selalu menentukan subyeknya denganistilahbarangsiapa Bahwa undang undang tidak mensyaratkan adanya sifat tertentu yang harus dimiliki dari seorang pelaku dengan demikian pengertian barang siapa berlaku terhadap siapapun dalam arti untuk barang siapa meliputi subyek hukum, baik peroranganmaupunbadanhukum Bahwa barang siapa adalah setiap orang sebagai subyek hukum yang melakukan suatu tindak pidana (Menselijke Handeling) yang dapat dipertanggungjawabkan (toerekeningstraftbaar) (Halaman171surattuntutanpidana) Dengan demikian seharusnya perbuatan perbuatan yang didakwakan kepada saya adalah perbuatan yang bersifat pribadi dalam kapasitas orang perorangan, natuurlijke person,tidakadakaitannyadengankebijakankorporasiPT.IndosatMegaMedia. Akan tetapi anehnya perbuatan yang dinyatakan terbukti sebagai melawan hukum adalah terkait dengan jabatan saya selaku Dirut PT. Indosat Mega Media yang telah menandatanganiperjanjiankerjasamadenganPT.Indosatyaitu: 1. Perjanjian kerja sama tertanggal 24 Nopember 2006 tentang akses internet broadbandmelaluijaringan3G/HSDPA. 2. AmandemenPertamatertanggal4juni2007 3. AmandemenKeduatertanggal15september2008 4. AmandemenKetigatertanggal9juli2010 5. PerjanjianKerjasamatertanggal8september2008tentangPemanfaatanVoucherisi ulangIndosatuntukTopUplayananprepaidIM2. 6. Berita Acara Kesepakatan tertanggal 13 januari 2010 tentang Skema Tarif Bagi Hasil Baru Pemanfaatan fasilitas IV DB, SEV, SMS 6789, WEB TopUP, Ekectronic Banking danGalery. 7. Perjanjian tertanggal 24 Nopember 2006 yang isinya tentang pengunaan jaringan, yang oleh penuntut umum dikatakan sebagai upaya menghidari kewajiban membayar biaya hak pengguna spectrum frekuensi radio untuk tujuan penyelengaraantelekomunikasi.

25

8. Saya selaku Dirut PT. Indosat Mega Media yang telah menandatangani kerjasama dengan PT. Indosat, tanpa hak telah menggunakan frekuensi 2, 1GHZ milik PT. Indosat 9. Saya selaku Dirut PT. Indosat Mega Media dalam menggunakan pita frekuensi 2,1 GHZ tidak memenuhi kewajiban yang ditenkutan dan bertentangan dengan Pasal 4 PeraturanMenkominfoNomor7tahun2006. Di sinilah terjadinya kekacauan logika berfikir, sungguh tidak logis seseorang yang di nyatakan terbukti memenuhi subyek hukum sebagai orang perorangan,natuurlijke persoon, tetapi terbukti melakukan perbuatan atau tindak pidana dalam kapasitas sebagai pengurus korporasi bahkan sebenarnya merupakan perbuatan yang dilakukan oleh korporasi sebagai institusi atau lembaga. Perbuatan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Indosat bukan tindakan pribadi atau tindakan pengurus korporasi PTIM2yangmenyimpangdarikebijakankorporasi.Penandatanganperjanjiankerjasama dan tindakan lainnya dengan PT Indosat adalah tindakan korporasi, kebijakan korporasi PT.IM2. Oleh karena itu sangat tidak logis dan tidak mungkin orang perseorangan, natuurljik persoon, melakukan tindak pidana korporasi. Secara hukum harus dibedakan antara tindakan pribadi orang perorang, naturljik person dg tindakan korporasi, walaupun secara materiil perbuatan korporasi tesebut dilaksanakan oleh orang perseoraangan tersebut. Secara formal, kualitas sebagai pribadi orang perorangan berbeda dengan kualitas sebagai korporasi karena memiliki tanggung jawab hukum yang berbeda, tindakan peribadi pengurus korporasi tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada korporasi sebaliknya tindakan korporasi tidak dapat dipertanggungjawabkan keapda pribadiorangperorangan. Lebih kacau lagi pidana (hukuman) yang dituntutkan kepada saya ini, juga dijatuhkan kepada korporasi yaitu pidana tambahaan uang pengganti sebesar Rp. 1.358.343.246.674, dibebankan kepada PT.Indosat dan PT.IM2. Hal ini berarti pelaku atau subyek hukum tindak pidana korupsi adalah korporasi PT.Indosat dan PT.IM2. Dalam hukum pidana asas yang terpenting adalah pidana atau hukuman itu dijatuhkan kepada siapa yang melakukan tindak pidana, siapa yang perbuatannya terbukti memenuhi unsurunsur tindak pidana yang didakwakan, yang telah diajukan, diperiksa dandiputusolehpengadilan. Didalam membuktikan unsur subyek hukum, telah terjadi kesesatan berpikir JPU yaitu untuk membuktikan subyek hukum JPU menghubungkan terlebih dahulu dengan pertanggungjawabanpidana.

26

Hal ini ternyata dari uraian JPU dalam surat tuntutan pidana. Penuntut Umum berpendapat bahwa terdakwa memiliki kemampuan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dilihat dari tingkat intelektual maupun latar belakang pendidikan serta pengalaman kerjanya , maka jelas terdakwa adalah orang perorangan sebagai pendukung hak dan kewajiban, selaku subyek hukum yang mampu bertanggung jawab seara pidana yang mampu menentukan kehendaknya, menginsjafi setiap perbuatannya untuk melakukan atau tidak melakukan perbuatan pidana dan padanya tidak terdapat adanya unsur paksaan, alasan pemaaf ataupun alasan pembenar yang menghilangkan pertanggungjawaban pidana pada diri terdakwa atas perbuatannya (halaman 173 surat tuntutanpidana) Dari kalimat ...... jelas terdakwa adalah orang perorangan sebagai pendukung hak dan kewajiban selaku subyek hukum.... telah menegaskan pendapat JPU tentang kualifikasi saya sebagai subyek hukum adalah orang perseorangan, pribadi individu, natuuralijk person, buka subyek hukum sebagai pengurus korporasi, bukan pula sebagai korporasi yang diwakili oleh saya sebagai pengurus. Akan tetapi dalam membuktikan unsurunsur tindak pidana korupsi yang dibuktikan oleh JPU adalah perbuatanatautindakankorporasi,setidaktidaknyatindakanpenguruskorporasi. Kalimat ;.... terdakwa memiliki kemampuan mempertanggungjawabkan perbuatannya ... dan kalimat .......yang mampu bertanggung jawab secara pidana dan padanya tidak terdapat adanya unsur paksaan, alasan pemaaf atau alasan pembenar yang menghilangkan pertanggung jawaban pidana.. menunjukkan adanya kesesatan logika berpikir hukum yaitu JPU seakanakan telah membuktikan pertanggungjawaban pidana, sebelum membuktikan perbuatan pidana atau tindak pidananya. Bagaimana mungkin terjadi dalam hukum, seseorang sudah harus disuruhtanggungjawabpadahaldiabelummelakukanperbuatan,seseorangdijatuhi pidana karena tanggung jawabnya padahal dia belum terbukti melakukan tindak pidana. Menurut seseorang yang medalamihukum pidana, ajaran pertanggungjawaban pidana yang dianut oleh Prof. Satochid Kertanegara dan Prof. Moeljatno seperti dikutip JPU adalah merupakan pemisahan antara perbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana. Bahwa untuk pertanggung jawaban pidana, untuk dapat dipidana atau dihukumnya seseorang itu haruslah melakukan tindak pidana dan ia harus mempunyai kesalahan. Jadi pertanggung jawaban pidana tidak terkait dengan penentuan subyek hukum, pertanggungjawaban pidana terjadi bila subyek hukum terbukti melakukan tindak pidana. Sedangkan mengenai subyek hukum pidana adalah menyangkut kualifikasi pelaku atau terdakwa yaitu natuurljik persoon ataukan ia sebagai rechtspersoon(badanhukum).

27

KESESATAN HUKUM DALAM MENAFSIRKAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DI BIDANGTELEKOMUNIKASITERHADAPUNSURMELAWANHUKUM. MajelisHakimYangMulia, JPU menafsirkan pengertian melawan hukum dalam arti materiil dengan berpedoman pada yurisprudensi putusan Mahkamah Agung Nomor 275K/Pid/1983 tanggal 28 Desember 1983 dan kemudian menyimpulkan pengertian melawan hukum dalam arti materiil adalah merupakan perbuatan yang bertentangan dengan kepatutan masyarakat. Namun dalam membuktikan unsur tersebut JPU menyatakan perbuatan saya selaku Dirut IM2 menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Indosat yang melanggar peraturan perundangundangan telekomunikasi, diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000, Peraturan Menteri Informasi dan Komunikasi Nomor 7 tahun 2006. Akan tetapi sayangnya tidak pernah membuktikan apakah pelanggaran itu bertentangan dengan kepatutan dalam masyarakat, kepatutan masyarakat yang bagaimana yang telah dilanggar. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi adalah peraturan di bidang hukum administratif, yang tidak mengatur sanksi pidana, sehingga pelanggarannya kalaupun ada hanyalah pelanggaran administrasi. Pendapat JPU yang menyatakan saya sebagai melanggar peraturan perundangundangan telekomunikasi sebenarnya terjadi akibat tidak paham atas peraturan perundangundangan dimaksud,sehinggaterjadilahkesesatanhukum. PenandatangananKerjasamaantaraPTIndosatTbkdenganPTIM2tertanggal24November 2006 beserta amandemen serta pelaksanaan perjanjian kerjasama tersebut oleh JPU sebagai perbuatan melawan hukum. Hal ini dijelaskan dalam surat tuntutan pidana dengan kalimatsebagaiberikut: Bahwa untuk menghindari kewajiban membayar biaya hak penggunaan spectrum frekuensi radio untuk tujuan penyelenggaraan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30 PP Nomor 53 tahun 2000, Terdakwa selaku Direktur Utama PT. IM2 bersamasama dengan Kaizad B Heerjee (Wakil Direktur Utama PT. Indosat Tbk), Johny Swandy Sjam (Dirut PT Indosat TBk) dan Harry Sasongko (Dirut PT Indosat TBk) dengan sadar membuat perjanjian No. Indosat : 224/E00EA.A/MKT/06 dan No. IM2 : 0996/DU/IMM/XI/06 tanggal 24 November 2006 dengan PT Indosat yang seolaholah merupakan perjanjian penggunaan jaringan, namun senyatanya secara operasional perjanjian tersebut bertujuan untuk memberikan akses kepada PT IM2 menggunakan specktrum 2.1 GHz milik Indosat untuk mengirimkan data dari dan kepelanggan IM2 dalam rangka mengoperasionalkanjasaaksesinternet.(halaman182184surattuntutan) SayamenolakkesimpulanJPUtersebut,denganalasansebagaiberikut:

28

Yang dilakukan IM2 adalah menggunakan jasa yang diberikan oleh pemilik jaringan sebagai pemilik spectrum. IM2 tidak butuh pita frekuensi 2.1Ghz, dan bukan menggunakan frekuensi, karena untuk disebut menggunakan frekuensi harus membangun dan memiliki perangkat untuk mengelola, mengontrol dan memancarkan frekuensi. Sebagai Penyelenggara Jasa Multimedia, IM2 dapat menggunakan jaringan tetap dan jaringan bergerak. Tidak ada larangan bagi Penyelenggara Jasa Multimedia dimana Penyelenggara Jasa Internet (Internet Service Provider atau dikenal umum sebagai ISP) untukmenggunakanjaringanbergerakseluler. Indosat menurut peraturan boleh menggunakan dan/atau menyewakan jaringannya, danberhakbekerjasamadenganpenyelenggarajasamultimedia. Perjanjian Kerjasama (PKS) adalah perjanjian tertulis sebagai pelaksanaan dari ketentuanPasal5KM21Tahun2001.

Berikutinisayajelaskanketentuanyangmenjadidasar,sebagaiberikut: Perjanjian kerjasama antara IM2 dengan Indosat adalah betulbetul merupakan perjanjian penggunaan jaringan sebagaimana dijamin dalam Pasal 9 ayat (2) UU 36/1999 jo. Pasal 12 PP 53 2000 dan penjelasannya, Pasal 13 PP 52 Tahun 2000, Pasal 5 KM 21 Tahun 2001 yang menyatakan: Pasal9ayat(2)UU36/1999; Penyelengara jasa telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasimilikpenyelenggarajaringantelekomunikasi. Pasal6ayat(1)PPNo.52Tahun2000; Dalam penyelenggaraan jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib membangun dan/atau menyediakan JaringanTelekomunikasi. Pasal9ayat(3)PPNo.52Tahun2000; Penyelenggaraanjaringanbergerakdibedakandalam: a.penyelenggaraanjaringanbergerakterestrial;(dikenalsebagairadiotrunking) b.penyelenggaraanjaringanbergerakseluler; c.penyelenggaraanjaringanbergeraksatelit.

29

Pasal12PP52Tahun2000danpenjelasannya; Penyelenggarajaringantelekomunikasiwajibmemenuhisetiappermohonandaricalon pelangganjaringantelekomunikasiyangtelahmemenuhisyaratsyaratberlangganan jaringantelekomunikasisepanjangjaringantelekomunikasitersedia. Penjelasanpasal12PP522000,menyatakanbahwa: Kewajiban memenuhi setiap permohonan dari setiap calon pelanggan jaringan telekomunikasi sepanjang jaringan telekomunikasi tersedia dimaksudkan agar penyelenggara jaringan telekomunikasi bersikap terbuka dan tidak melakukan diskriminasiterhadapcalonpelanggannya. Yang dimaksud dengan syaratsyarat berlangganan adalahsyaratsyarat yang harus dipenuhi oleh calon pelanggan jaringan telekomunikasi seperti izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi, sertifikasi perangkat yang dipergunakan, cakupan pelayanan, danjenisjasayangakandiselenggarakan. Pasal13PP52Tahun2000; DalampenyelenggaraanjasatelekomunikasisebagaimanadimaksuddalamPasal3hurufb, Penyelenggara Jasa Telekomunikasi menggunakan jaringan telekomunikasi milik penyelenggarajaringantelekomunikasi. Bagian5KM4Tahun2001;(tentangFundamentalTechnicalPlan) Penyelenggara Jasa multimedia dapat menggunakan jaringan tetap maupun jaringan bergerak. Pasal5KM21Tahun2001; (1) Dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakanjaringantelekomunikasimilikpenyelenggarajaringantelekomunikasi. (2) Penyelenggara jasa telekomunikasi dalam menggunakan jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui kerjasama yang dituangkandalamsuatuperjanjiantertulis. Pada esensinya, UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan ketentuan turunannya, mengatur bahwa dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, penyelenggara jasa telekomunikasi menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi. Dimana dalam penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib membangun dan/atau menyediakan Jaringan Telekomunikasi. Penyelenggara jaringan telekomunikasi dimana salahsatunyaadalahpenyelenggarajaringanbergerak,wajibmemenuhisetiappermohonan dari calon pelanggan jaringan telekomunikasi yang memiliki izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi, dan juga jenis jasa yang akan diselenggarakan. Di pihak lain, penyelenggaraan jasa telekomunikasi ada beberapa jenis, dimana salah satunya

30

penyelenggara jasa multimedia. Penyelenggara Jasa Multimediapun terdiri dari berbagai bentuk dimana salah satunya adalah penyelenggara jasa internet (ISP).Seperti disebutkan diatas, Penyelenggara Jasa Telekomunikasi menggunakan dan atau menyewa jaringan telekomunikasi milik penyelenggara jaringan telekomunikasi.Selain itu, ketentuan menyebutkan bahwa Penyelenggara Jasa multimedia dapat menggunakan jaringan tetap maupun jaringan bergerak (tidak ada pengecualian atau larangan bagi penyelenggara jasa multimedia untuk menggunakan jenis jaringan tertentu). Dimana pelaksanaannya, kerjasama penggunaan jaringan telekomunikasi oleh penyelenggara jasa telekomunikasi dituangkandalambentukperjanjiantertulisyangdisebutPKS(PerjanjianKerjaSama). Dengan demikian, perjanjian kerjasama antara IM2 dengan Indosat dilakukan untuk memenuhi syarat sebagai mana ketentuan dalam UU 36/1999, PP 52 Tahun 2000 dan KM 21Tahun2001sertaKM4Tahun2001. 1) Bahwa IM2 adalah merupakan penyelenggara jasa telekomunikasi sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 229/Dirjen/2006 tanggal 22 Juni 2006 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet ServiceProvider)PTIndosatMegaMediatanggal22Juni2006("KM229/2006"). Halinisesuaidenganketentuansebagaiberikut; a) Sesuai dengan ketentuan Pasal 46 ayat (1) Kepmenhub No. 21/2001 yang mengatur "Penyelenggaraan Jasa Multimedia sebagaimana dimaksud (Pasal 3 huruf c terdiri atas: a. jasa televisi berbayar; b. jasa akses internet (internet service provider): c. jasa interkoneksi internet (NAP); d. jasa internet teleponi untuk keperluan publik; e. jasa wireless access protocol (WAP); f. jasa portal; g. jasa small office home office (SOHO), maka IM2 sebagai pemegang Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet masuk dalam kualifikasi sebagai PenyelenggaraanJasaMultimedia. b) Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) Kepmenhub No. 21/2001 mengatur PenyelenggaraanJasaTelekomunikasiterdiriatas: a. penyelenggaraan jasa teleponi dasar, b. penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi; c. penyelenggaraan Jasa Multimedia", maka IM2 sebagai pemegang izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet yang termasuk dalam kualifikasi Penylenggaraan Jasa Multimediamerupakan Penylenggaraan Jasa Telekomunikasi. c) Sesuai dengan UU No.36/1999 Pasal 1 butir 14, dimana IM2 sebagai Penyelenggara Jasa Telekomunikasi melakukan kegiatan penyediaan dan atau pelayanan Jasa Telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi. Pelayanan Jasa Telekomunikasi oleh IM2 yang memungkinkan terselenggaranyatelekomunikasiuntukmemenuhikebutuhanbertelekomunikasi dilakukandenganmenggunakanJaringanTelekomunikasi.

31

d) IM2 sebagai Penyelenggara Jasa Telekomunikasi dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi, menggunakan jaringan telekomunikasi tersebut bersesuaian dengan ketentuan Pasal 9 ayat (2) UU No. 36/1999, Pasal 13 PP 52 Tahun 2000, danPasal5ayat(1)KemenhubNo.21/2001,sepertidisebutkandiatas. IM2 memiliki izin Penyelenggara Jasa Internet (ISP) yang termasuk sebagai salah satu Penyelenggara Jasa Multimedia. Untuk memungkinkan terselenggaranya layanan jasa telkomunikasinya (dalam hal ini layanan akses internet), IM2 menggunakan jaringan telekomunikasi dari Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi. Sebagai penyelenggara jasa multimedia, IM2 dapat bekerjasama denganpenyelenggarajaringanbergeraksesuaiKM.4Tahun2001. 2) Bahwa Indosat adalah merupakan penyelenggara jaringan telekomunikasi, sesuai dengan Keputusan Menkominfo No. 102/Kep/M.KOMINFO/10/2006 tentang Izin PenyelenggaraanJaringanBergerakSelulerPTIndosatTbk. Sebagaimana diatur dalam Pasal 6 PP 52 Tahun 2000, Indosat selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib membangun dan atau menyediakanjaringantelekomunikasi. Indosat juga memiliki kewajiban menjamin terselenggaranya telekomunikasi melaluijaringanyangdiselenggarakannya(Pasal7PP52Tahun2000). Selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi, Indosat wajib memenuhi setiap permohonan dari calon pelanggan jaringan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 PP52Tahun2000danpenjelasannyayangmenyatakan: Penyelenggarajaringantelekomunikasiwajibmemenuhisetiappermohonan daricalonpelangganjaringantelekomunikasiyangtelahmemenuhisyarat syaratberlanggananjaringantelekomunikasisepanjangjaringan telekomunikasitersedia. Dengan demikian, perjanjian kerjasama penggunaan jaringan tidak saja dilakukan oleh Indosat dengan IM2, tetapi juga dengan penyelenggara jasa telekomunikasi lainnya, sepanjang jaringan telekomunikasi tersedia. Seperti diungkap dalam persidangan selain dengan IM2, Indosat juga memiliki kerjasama dengan penyelenggarajasainternetlainnyayaitu:CBN,QuasardanLintasarta. Indosat merupakan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi yang telah memperoleh izin menggunakan Pita Frekuensi 2.1 GHz sesuai dengan Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler PT, Indosat Tbk berdasarkan Keputusan Menkominfo No.

32

102/KEP/M.KOMINFO/10/2006. Jaringan bergerak seluler tersebut adalah sesuai Izinnya disebutkan pada diktum PERTAMA: Memberikan Izin Penyelenggaraan JaringanBergerakSelulerkepada: NamaPerusahaan :PTINDOSATTbk. NPWP :01.000.502.3051.000 Alamat :Jl.MedanMerdekaBaratNo.21Jakarta10110 Untukmenyelenggarakan: Jaringan Bergerak Seluler Sistem GSM900/DCS1800 pada pita frekuensi radio: 890900 MHz berpasangan dengan 935945 MHz, 1717,5 1722,5 MHz berpasangan dengan 1812,51817,5 MHz, 17501765 MHz berpasangan dengan 18451860MHz Jaringan Bergerak Seluler Sistem IMT2000/3G pada pita frekuensi radio 1950 1955MHzberapasangandengan21402145MHz JasaTeleponidasar Sehingga jelas tertulis seluruh frekuensi yang digunakan, baik 900 MHz, 1800 MHZ maupun 2,1 GHz adalah bagian menyatu dan tidak terpisahkan dari Izin Jaringan BergerakSelulertersebut. Dalamangka3.1.1LampiranKM.102/2006diaturlebihkhususbahwaIndosat wajib membangun jaringan bergerak seluler sesuai rencana pembangunan dan kualitas layanan atau kinerja operasi yang ditentukan dalam KM 102/2006tersebut. Setelah membangun jaringan telekomunikasi bergerak seluler pada Pita Frekuensi 2,1 GHz tersebut, sesuai dengan Angka 2.2.3 Lampiran KM 102/2006, bahwa Indosat berhak untuk menyelenggarakan akses ke layanan multimediamelaluikerjasamadenganpenyelenggarajasamultimedia. Dalam izin jaringan bergerak seluler Indosat tersebut, dapat dilihat bahwa pita frekuensi adalah satu kesatuan dengan izin penyelenggara jaringan bergerak seluler Indosat.Izin juga menyebutkan kewajiban membangun jaringan sebagai tindakan menggunakan pita frekuensi. Tambahan lain, izin juga memberikan hak kepada Indosat untuk melakukan kerjasama dengan penyelenggara jasa multimedia. Sehingga Indosat sebagai penyelenggara jaringan bergerak seluler, berhakataubolehbekerjasamadenganpenyelenggarajasamultimedia. Dan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan Pasal 5 KM 21 Tahun 2001 ayat (2) dibuatlah perjanjian kerjasama No.Indosat : 224/E00EA.A/MKT/06 dan No. IM2 : 0996/DU/IMM/XI/06tanggal24November2006.

33

Jadi salah sekali apabila JPU menyatakan bahwa perjanjian antara Indosat dengan IM2 adalah perjanjian purapura atau perjanjian yang dibuat seolaholah merupakan perjanjian jaringan. JPU sendiri tidak pernah menunjukkan parameter atau indikasi apalagi bukti yang menunjukkanbahwaperjanjiantersebutpurapuraatauperjanjianseolaholah.Terlebihlagi, perjanjian kerjasama IndosatIM2 tidak mengatur halhal seperti tercantum pada Pasal 14 dan Pasal 15 PP 53 Tahun 2000.Sehingga dengan demikian, tidak ada kewajiban IM2 yang berkaitandenganPasal29danPasal30PP53Tahun2001. Berdasarkan ketentuanketentuan yang tersebut diatas, perjanjian antara Indosat dengan IM2 adalah merupakan perjanjian yang sebenarnya atau yang riil, yaitu perjanjian penggunaan jaringan. Dengan demikian, tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh saya selaku Dirut IM2, atau dengan kata saya tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukumyangdimaksudsebagaiunsurdariPasal2ayat(1)UUNo.31Tahun1999yangsudah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001. Oleh karena salah satu unsur tidak terbukti, maka sudahseharusnyasayadibebaskandaridakwaan. Argumentasi saya tersebut di atas didukung oleh pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi dalam Surat Menteri Komunikasi dan Informatika kepada PT Indosat, Tbk No. 65/M.KOMINFO/02/2012 tertanggal 24 Februari 2012, perihal Kepastian Hukum atas KerjasamaantaraPT.IndosatTbk.danPT.IndosatMegaMedia(PT.IM2)yangmenegaskan: Perjanjian Kerjasama antara PT Indosat, Tbk dan PT Indosat Mega Media tentang Akses Internet Broadband melalui Jaringan 3G/HSDPA Indosat sudah sesuai dengan ketentuan dalam UndangUndang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (selanjutnya disebut UU Telekomunikasi) serta peraturanperaturan pelaksananya. IM2 tidak memiliki kewajiban untuk membayar Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena IM2 tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasinya, melainkan dengan menggunakanjaringanbergerakselulermilikIndosat. Penegasan tidak adanya pelanggaran dalam perjanjian kerjasama antara Indosat dengan IM2, disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dalam suratnya kepada Jaksa Agung No.T 64/M.KOMINFO/ KU.04.01/11/2012 tertanggal 13 Nopember 2012 perihal DugaanKerugianNegarapadakasusIM2Indosatmenyebutkan: Sehubungan dengan hanya ada Base Transceiver System (BTS, perangkat radio untuk mengirim dan menerima sinyal seluler) yang dimiliki dan/atau dioperasikan oleh satu penyelenggara jaringan, yaitu PT. Indosat pada pita frekuensi Indosat, maka tidak ada penggunaan bersama pita frekuensi radio. PT. IM2 adalah penyelenggara jasa telekomunikasi tidak memiliki dan/atau mengoperasikan BTS miliknyasendiri.

34

Selamaprosespersidanganberlangsung,tidakadasatupunsaksiatauahliyangmenyatakan bahwa kerjasama antara Indosat dan IM2 telah melanggar hukum atau bertentangan denganperaturanperundangundangandalambidangtelekomunikasi. PKSjugaBukanDokumenPengalihanFrekuensi Pemahaman mengalihkan yang dituduhkan JPU, adalah keliru dan tidak berdasar. Sekjen Kominfo dalam keterangannya di depan sidang menyatakan pengertian pengalihan adalah pengalihan hak dan kewajiban. Apa artinya? Kewajiban yang pokok didalam izin jaringan bergerak seluler adalah kewajiban membangun jaringan bergerak seluler diseluruh Indonesia sesuai komitmen pembangunan yang tercantum. Hal ini menjadi kewajiban seluruhpenyelenggarajaringantelekomunikasisesuaiPasal6ayat(1)PPNo.52Tahun2000 yang menyebutkan bahwa penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib membangun dan/atau menyediakan Jaringan Telekomunikasi. Maka, jika ada pengalihan maka pihak yang menerima pengalihan tentunya akan membangun jaringan bergerak seluler sesuai kewajibannyabukan? Tuduhan lain yang senada menyatakan bahwa Indosat tidak melaksanakan komitmennya setelahlelangTahun2006,danmengalihkannyakewajibannyakeIM2.Dugaandantuduhan tersebutsematamatahanyaberdasarprasangkaburukatasIndosatdanmengabaikannalar umum yang ada di masyarakat, baik masyarakat Telekomunikasi maupun masyarakat pasar modal dengan berbagai instrumen pengawasannya, seperti independen auditor, pengawas bursa di Indonesia dan New York, para Pemegang Saham, para Analis pasar saham, para jurnalis media massa di tanah air maupun internasional. Pada kenyataannya, seperti dilaporkan pada laporan yang disampaikan ke pasar modal, Indosat telah mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk membangun jaringan sepanjang periode tahun 2006 sampai 2011 sebesar total Rp. 46,587 triliun., dan jumlah BTS total di tahun 2011berjumlah20.825BTS. Tuduhaniniterbantah,dalampersidangan.SelamaTahun2006sampai2011,menurutSaksi Guntur Siboro, mantan Chief Marketing Oficer Indosat dimuka persidangan menyatakan bahwaIndosattelahmembangunjaringandenganBTSnyaselama20062011senilaikurang lebih40triliun.Halmana,jikaterjadipengalihanfrekuensimakakewajibanmembangunnya akan beralih ke IM2. Dan, PT.IM2 harus membeli perangkat untuk membangun jaringan bergerak seluler. Namun, catatan aset IM2 sampai 2011 menunjukan aset PT.IM2 hanya berkisar kurang dari 800 miliar saja, jauh dari angka 40 Triliun nilai investasi Indosat 2006 2011. Kondisi ini adalah suatu kenyataan dan fakta yang real ada dibuku keuangan IM2 adalahassetPT.IM2yanghanyaberkisarkurangdari800miliarsaja. Terlebihlagi,didalamperjanjiankerjasamaPT.IndosatPT.IM2tidakadaketentuandanpasal yang mengatur tentang hak dan kewajiban masingmasing pihak terkait dengan pengalihan

35

frekuensi,teknikteknikpengalihanfrekuensi,pengaturanadministrasipengalihanfrekuensi, ataupunperhitungankomersialpengalihanfrekuensi,sepertilayaknyaperjanjianpengalihan frekuensi. Yang ada di perjanjian, benarbenar ketentuan tentang pengaturan hak dan kewajibanmasingmasingpihakterkaitdenganpenggunaanjaringan. Sehingga tuduhan atau dakwaan pengalihan frekuensi merupakan tuduhan yang keliru dantidakadadasarfaktanyasamasekali. PerjanjianYangLazim Untukmenegaskan,bahwaperjanjiankerjasamaantaraIndosatsebagaipenyelenggara jaringantelekomunikasidanPT.IM2sebagaipenyelenggarajasatelekomunikasiadalah bentukpelaksanaandariamanatUU36/1999danperaturanturunannya,adalahsesuatu yangumumataulazimdalampraktekdibidangtelekomunikasi,berikutsayasampaikan beberapacontohbentukkerjasamatersebut.Dalamkerjasamatersebut,mediayang digunakandapatberupakabel(misalnyakerjasadenganTelkom),maupunmelaluifrekuensi radio(melaluijaringanterestrialmaupunsatelit).BerikutadalahkerjasamaPTIM2dengan berbagaipenyelenggarajaringandalampenyelenggaraanlayananISP: Penyelenggara JenisLayanan MediaAkses Jaringan AksesinternetDIALUP PTTELKOM Kabel AksesinternetCableTV PTKabelVisison KabelTV AksesinternetVSAT PTINDOSAT Satelit AksesinternetBroadband BIZNET FiberOptic AksesinternetviaJaringanSeluler3G PTINDOSAT Nirkabel AksesinternetviaJaringanSeluler PTMobile8 Nirkabel CDMA AksesinternetviaKabelListrik PTIcon+ Kabellistrik Dapatdilihatbahwauntukkategorijenismediaaksesnirkabel,PT.IM2bekerjasamadengan IndosatdanPTMobile8(mobileeight).Sehinggadapatdisampaikan,kerjasamaPT.IM2 denganIndosatbukanhalyangistimewa,melainkanhalyanglazimsaja. Disisilain,PTIndosatsebagaiPenyelenggaraJaringanjugatidakmelakukantindakan disriminatif.PTIndosatjugamembukajaringanselulernyauntukparapenyelenggaraISP yanglain.BerikutadalahdaftarkerjasamaIndosatdenganISP: JenisLayanan PenyelenggaraISP MediaAkses AksesinternetviaJaringanSeluler3G IM2 Nirkabel AksesinternetviaJaringanSeluler3G CBN Nirkabel AksesinternetviaJaringanSeluler3G Quasar Nirkabel AksesinternetviaJaringanSeluler3G Lintasarta Nirkabel

36

Dapat dilihat, bahwa PT.IM2 bukan satusatunya ISP yang bekerjasama dengan Indosat. ISP lain seperti CBN, Quasar dan Lintasarta juga bekerjasama dengan PT Indosat. Dengan demikian kerjasama PT.IndosatPT.IM2 bukan sesuatu yang istimewa, melainkan kerjasama yanglazim. Karena model kerjasama tersebut sesuai dengan Undangundang, maka beberapa operator seluler lain juga melakukan kerjasama sejenis dengan kerjasama PT.IndosatPT.IM2. Model kerjasama ini adalah sebagian kecil saja dari kerjasama antara ISP dengan Penyelenggara Jaringan. ISPISP lain yang jumlahnya sekitar 200 perusahaan juga melakukan kerjasama dengan model yang sama, meskipun tentu saja dengan kesepakatan komersial yang bisa sajaberbeda,tergantungkesepakatankeduabelahpihak. KESALAHANMEMAHAMIPENGUNAANFREKUENSI Selain penegasan diatas, juga pada dasarnya, dakwaan serta tuntutan JPU telah terjadi kekeliruan yang disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap ketentuan peraturan perundangundangan termasuk istilahistilah yang sangat teknis di bidang telekomunikasi, seperti istilah frekuensi, penggunaan jaringan. Pendapat dan tulisan ahli telekomunikasi berikut ini akan membantu memperjelas dudukpermasalahankasusini. Mengenaipenggunaanfrekuensi,paraAhli(1)DR.Ir.AgungHarsoyo,DEA,dan(2)Ir. Onno Widodo Purbo, M.Eng, Phd telah menyatakan bahwa yang dapat menggunakan frekuensi adalah entitas yang membangun dan mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS) yang dalam hal ini adalah PT Indosat. Sedangkan PT. IM2 tidak membangun jaringan seluler (BTS) sehingga tidak bisa dikatakan telah menggunakanfrekuensi. Posisi PT.IM2 adalah pengguna dari jaringan bergerak seluler PT. Indosat (melalui BTS milik PT Indosat) sebagai jaringan akses atau last mile untuk layanan internet pelanggan PT. IM2 sebagai penyelanggara jasa akses atau dikenal secara umum sebagai Internet Service Provider (ISP). Hal tersebut juga dibuktikan dengan fakta bahwaSIMCardyangdigunakanuntukmengaksesinternetPT.IM2diterbitkanoleh PT. Indosat. Diterbitkannya SIM Card oleh PT. Indosat menunjukan bahwa PT. Indosatlah yang menggunakan frekuensi 2,1 GHz tersebut, sebagai bagian elemen jaringanergerakseluler. Dalam persidangan, pakar Internet Indonesia, sebagai Ahli, Onno W Purbo, menjelaskanbahwakerjasamaINDOSATdanIM2merupakanhalyanglazimdidalam praktek dalam dunia internet. Onno mengilustrasikan dengan sangat sederhana

37

bahwa kerjasama Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi dan Penyedia Jasa Internet atau Internet Service Provider (ISP) dapat diibaratkan dengan perangkat router nirkabel sebagai INDOSAT, dan kabel sebagai IM2. Kerjasama adalah ibarat kabel (IM2) mencolok lubang di router (INDOSAT). Sesederhana itu, tidak lebih dan tidak kurang. Apa yang dilakukan router, merupakan kewenangan dari Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi, bukan kewenangan Penyedia Jasa Internet (ISP). TIDAKADAKERUGIANNEGARA MajelisHakimYangMulia, Tuduhan JPU bahwa ada kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp. 1,3 Triliun, yang mengacu kepada Laporan Hasil Audit dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Nomor : SR1024/D6/1/2012 tanggal 9 November 2012, adalahtuduhanyangtidakbenardantidakberdasar. Selain itu, Laporan BPKP tersebut sudah dinyatakan tidak sah dan harus dicabut berdasarkan putusan PTUN Jakarta pada tanggal 1 Mei 2013 dalam perkara nomor 231/G/2012/PTUNJKT. Dalampertimbanganhukumnya,PTUNJakartamenyatakan: ... Bahwa oleh karena PT Indosat Mega Media (IM2) adalah bukan pemenang lelang dan juga bukan penerima ijin dari Kemkominfo sebegai penyelenggarajaringanseluler, dan juga tidak ditemukan adanya fakta penggunaan bersama frekuensi, maka sangat jelas, bahwa PT Indosat Mega Media (IM2) adalah bukan masuk dalam kategoriWajibBayarPNBP; Bahwa oleh karena PT Indosat Mega Media (IM2) adalah bukan masuk dalam kategori Wajib Bayar PNBP, maka dalam perspektif Pasal14ayat(1)dan(2)UndangUndangNo.20Tahun1997,BPKP tidakberwenangmemeriksaPTIndosatMegaMedia(IM2) Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, oleh karena BPKP/Tergugat I tidak berwenang memeriksa PT IndosatTbk (karena tidak ada permintaan dari Menkominfo) dan juga tidak berwenang memeriksa atau mengaudit PT Indosat Mega Media (IM2) (karena bukan termasuk Wajib Bayar PNBP/d.h.i BHP), maka menurut Majelis Hakim dari aspek kewenangan, penerbitan Surat Deputi Kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Investigasi Nomor : SR 1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012 yang berisi Laporan Hasil

38

Audit dalam rangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Penggunaan Jaringan Frekuensi Radio 2,1GHz/Generasi Tiga (3G) oleh PT Indosat Tbk dan PT Indosat Mega Media, beserta lampiran yang berupa hasil Laporan hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) tanggal 31 Oktober 2012 yang dibuat oleh Tim BPKP, adalah mengandung cacat hukum, yakni melanggar Pasal 14 ayat (1) dan (2) UndangUndang No. 20 Tahun1997danPasal1angka4jo.Pasal49ayat(1),(2)dan(3)Peraturan Pemerintah Republik Indonnesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem PengendalianInternPemerintah PTUN juga menyatakan Penetapan Nomor 231/G/2012/PTUNJKT tertanggal 7 Februari 2013 tentang Penundaan Pelaksanaan Surat LHPKKN tetap sah dan dipertahankan,sampaiputusanaquoberkekuatanhukumtetap. Oleh karena itu, untuk melaksanakan supremasi hukum demi terciptanya kepastian hukum dan keadilan, maka LHPKKN tidak bisa dijadikan alat bukti untuk menghitung adanyakerugiannegara. Penegasan tidak ada kerugian negara ini dikemukakan oleh Menkominfo dalam suratnya kepada PT Indosat, Tbk No. 65/M.KOMINFO/02/2012 tertanggal 24 Februari2012,perihalKepastianHukumatasKerjasamaantaraPT.IndosatTbk.dan PT.IndosatMega,isinyaantaralainsebagaiberikut: PT Indosat Mega Media (PT IM2) juga tidak mempunyai kewajiban untuk membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio karena PT Indosat Mega Media (PT IM2) tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sendiri untuk menyelenggarakan jasa akses internet. PT Indosat Mega Media (PT IM2) menggunakan jaringan bergerak seluler milik PT Indosat Tbk menggunakan pita frekuensi radio 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Dengan demikian, kewajiban pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum FrekuensiRadioberadapadaPTIndosatTbk. Bahwa pendapatan yang berasal dari pembayaran BHP spektrum frekuensi radio, adalah merupakan sumber pendapatan negara (PNBP) yang dikelola oleh Menkominfo.Sementara itu, Menkominfo sudah menyatakan bahwa IM2 tidak mempunyai kewajiban untuk membayar biaya BHP. Dengan demikian, surat Menkominfo ini menjadi alat bukti yang sah dalam membuktikan ada tidaknya kerugian keuangan negara yang dimaksud dalam UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimanadiubahdenganUUNo.20Tahun2001.

39

KewajibanPembayaranPNBPKepadaNegaraSudahDitunaikan Sebelum tahun 2006, terkait dengan pita frekuensi 2,1 GHz, penyelenggara jaringan bergerak seluler (operator) membayar BHP Frekuensi sejumlah BTS/radio yang dimilikinya. Artinya meski mendapat alokasi blok frekuensi besar, jika jumlah BTS/radio yang dibangunnya sedikit, maka pembayarannya hanya sejumlah stasiun radio (ISR) yang dibangunnya. Pada tahun 2006 Pemerintah menetapkan bahwa penyelenggara yang ingin membangun jaringan pada pita frekuensi tersebut harus mengikuti seleksi, dimana pada saat itu mekanisme seleksi yang digunakan adalah lelang. Meskipun demikian, pemerintah memberlakukan mekanisme administratif bagi Penyelenggara Jaringan (operator) yang tidak mengikuti lelang namun sudah mendapatkan penetapan alokasi pita frekuensi pada pita 2,1 GHz sebelumnya. Mekanisme administrative yang digunakan disebut mekanisme Price Taker, dimana Penyelenggara tersebut harus membayar up front fee dan BHP tahunan dengan besaranyangsamadenganpenawarterendahyangmemenangkanlelang. Sesuai dengan tahapan lelang, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Keputusan Menteri No. 19/KEP/M.KOMINFO/2/2006 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler IMT2000 pada Pita FrekuensiRadio2,1GHzmenetapkanINDOSATsebagaisalahsatupemenangseleksi. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 07/PER/M.KOMNFO/2/2006 tentang Ketentuan Penggunaan Pita Frekuensi 2,1 GHz untuk Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, maka terkait dengan pita 2,1 GHz, INDOSAT telah melakukan pembayaran kepadanegarasebesarRp.1.3Triliun: Periode 2006 2007 2008 2009 2010 2011 TOTAL BlokPita2,1GHzINDOSAT UpFrontFee 320,000,000,000 BHPTahunan 32,000,000,000 71,571,200,000 116,463,050,929 211,170,907,037 294,139,076,534 312,999,112,116 1,038,343,346,616

320,000,000,000

Baik Indosat maupun IM2, sebagai pemilik izin penyelenggaraan telekomunikasi tunduk pada ketentuan UU 20 Tahun 1997 tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), utamanya yang terkait dengan lingkungan Kementerian Kominfo. Baik INDOSAT maupun IM2 berkewajiban untuk membayar BHP (Biaya Hak Penyelenggaraan) Telekomunikasi dan Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal

40

Telekomunikasi (seringkali dikenal juga sebagai Universal Service Obligation atau disingkat USO), masingmasing sebesar 0,5% dan 1,25% dari pendapatan kotor setelah dikurangi dengan faktor pengurang. Formula tersebut berlaku sejak 16 Januari2009.Sebelumnyaberlakuformula1% untuk BHPTelekomunikasidan0,75% untukKontribusiPelayananUniversal. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka INDOSAT dan IM2 melaksanakan kewajiban masingmasing dengan membayarkan kepada negara.Pembayaran tersebut sudah diaudit oleh auditor independen di masingmasing perusahaan dan di Kementerian Kominfo juga telah diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI maupun BPKP (BadanPengawasanKeuangandanPembangunan). Berikut adalah datadata pembayaran BHP Telekomunikasi dan USO yang dilakukan oleh PT.Indosat dan PT.IM2 dalam kurun waktu tahun 2006 2011sebesar Rp.1.5TriliundanRp.59Miliar:
PERIODE 2006 2007 2008 2009 2010 2011 TOTAL INDOSAT BHPTEL(Rp) 109,717,809,990 136,525,107,501 156,308,111,150 76,641,627,813 82,751,387,661 86,969,780,319 648,913,824,434 USO(Rp) 82,288,357,492 102,393,830,626 117,231,083,362 191,604,069,532 206,878,469,154 217,424,450,797 917,820,260,963 IM2 BHPTEL(Rp) 2,618,409,625 3,099,378,318 6,320,863,059 3,409,366,696 4,460,611,398 3,202,289,178 23,110,918,274 USO(Rp) 1,963,807,218 2,324,533,739 4,740,647,294 8,523,416,740 11,151,528,496 8,005,722,945 36,709,656,432

Jadi baik Indosat maupun IM2 telah melaksanakan seluruh kewajiban pembayaran PNBP kepada negara, bahkan pada tahun 2008 PT. IM2 memperoleh penghargaan Wajib Pajak Patuh dari pemerintah Hal ini membuktikan bahwa sebagai perusahaan swasta, PT. IM2 senantiasamemenuhisetiapkewajibannyakepadanegara. MajelisHakimYangMulia, BagiJPUinimungkinperkarainihanyalahsebuahpermainan,yangakanmenghasilkanposisi menang atau kalah. Tapi bagi saya, apapun hasil dari keputusan pengadilan ini, saya telah menjadi korban. Sebagai Putra dari keluarga biasa, dari orang tua yang selalu menekankan pentingnya kejujuran dan pendidikan, sebutan sebagai Tersangka atau Terdakwa Koruptor telah menjadi beban yang teramat berat bagi saya dan keluarga dan dengan pengorbanan biaya,waktu,tenagatidakakanpernahtergantikansampaikapanpun. Mungkin bagi anda, Jaksa Penuntut Umum, saya tidak lebih dari satu diantara beberapa anak tangga yang rencananya akan digunakan untuk menopang perjalanan anda menuju

41

puncak karir, kesuksesan dan juga kemegahan institusi Kejaksaaan Agung. Tapi, bagi keluarga saya, saya adalah seorang Ayah dan Suami yang diharapkan dapat mendampingi mereka terutama saat kedua putra saya tercinta menjalani masa remajanya beranjak menujudewasa. Saudara JPU, tuntutan anda tidak sedikitpun menunjukkan anda memiliki hati nurani untuk melihat keadilan dan kebenaran. Saudara JPU mungkin akan berlindung, dalam kalimat saya hanya menjalankan tugas, dan menyatakan ini perintah atasan. Namun, sebagai pihakyangmengikutipersidanganJPUdapatmelihatdanmerasakanbahwadakwaantidak dapat dibuktikan selama proses persidangan, dengan teganya anda ingin tetap mencabut hakhak sipil saya sebagai manusia merdeka dengan melakukan halhal tidak patut seperti mengubah isi tuntutan dari dakwaan, mencoba berteori agar dapat menggunakan BAP sebagaialatbuktidanmenjungkirbalikanketeranganAhli. Bila saya mengingat tentang hal ini, saya menjadi teringat Surat AlBaqarah [2] ayat 1011 yangberbunyi: Dalamhatimerekaadapenyakit,laluditambahAllahpenyakitnya;danbagimereka siksayangpedih,disebabkanmerekaberdusta Danapabiladikatakanpadamereka:"Janganlahkamuberbuatkerusakandibumi", merekajawab:"Tidaklainkerjakamihanyalahberbuatperbaikan".. Saudara para Jaksa Penuntut Umum, sebagai orang yang berpendidikan anda pasti dapat mengerti bahwa manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahui secara detil dan tepat halhal yang terkait dengan pengetahuan di luar keahliannya. Diperlukan kerendahan hati untuk mau mendengar sebanyakbanyaknya dari orang yang memiliki keahlian dan juga integritas, tentang sesuatu cabang pengetahuan yang berbeda dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kita, terlebih lagi jika hal tersebut akan digunakan untuk menuduhseseorangtelahmelakukankesalahan. PENUTUP MajelisHakimYangMulia, Berdasarkanuraiantersebutdiatas,sayaberpendapattuntutanpidanadariJPUsamasekali tidak memiliki dasar hukum yang kuat, bahkan sebaliknya perbuatan saya tidak memenuhi salah satu unsur tindak pidana yang didakwakan. Oleh karena itu, saya mohon Majelis Hakim yang mulia, membebaskan saya dari segala dakwaan atau setidaktidaknya melepaskandarisegalatuntutan.

42

Sebelum saya menutup nota pembelaan saya ini, perkenankanlah saya menyampaikan suatu perasaan dan ungkapan yang sesungguhnya sulit dilukiskan dengan katakata dalam pledoiini,mungkinmerupakankatahatiyanglebihdalamdariungkapanyangtertulisdalam pledoi saya ini. Perasaan dan ungkapan ini saya sampaikankepada temanteman yang tergabung dalam komunitas informasi dan telekomunikasi, rekanrekan sejawat di PT. IM2 dan PT. Indosat, temanteman yang tercinta alumni ITB dan pengurus ia ITB, kawankawan lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu dan yang teramat khusus pada keluarga besar saya, yang semuanya mereka itu dengan setia mengiringi perjalanan saya dalam mengikutiprosesperkaraini,baikdalambentukdukunganmoril,spirit,doa,yangmembuat saya menjadi kuat dan tegar menghadapi masalah yang saya anggap sebagai suatu cobaan sekaligus sebagai hikmah dalam pengalaman hidup saya. Siapapun yang menghadapi masalah seperti saya ini, tentu akan merasakan penderitaan dan tekanan psikis, perasaan malu dengan stigmastigma sebagai koruptor, dan segala macam perasaan susah, sedih, yangsungguhsulituntukdilukiskandengankatakata.Namunsayamasihbersyukur kepada Allah SWT, karena peristiwa ini telah mempersatukan keluarga, temanteman, dan semua pihak yang telah bersimpati terhadap saya mendukung upayaupaya pembelaan saya, dengan keyakinan mereka bahwa saya bukan koruptor, tetapi korban pendholiman yang sangatkeji. Terimakasihsayasampaikankepadaberbagaipihakyangtidakmungkinsayasebutkansatu persatu. Rekanrekan kerja, Direksi, Komisaris serta pemegang saham PT Indosat dan anak usahanya. Juga kepada Mastel dan APJII secara khusus saya ucapkan banyak terima kasih. MASTEL (Masyarakat Telematika) merupakan organisasi yang beranggotakan hampir seluruh elemen industri telekomunikasi dan informatika di Indonesia dan telah secara aktif melakukan upayaupaya advokasi yang sungguh membesarkan hati. Saya sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Mastel dan juga APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa InternetIndonesia)sebagaiwadahbergabungnyaparapenyelenggarajasainternet,dimana PT IM2 bernaung, yang senantiasa memberi perhatian dan dukungan kepada saya. Terima kasih yang tulus saya sampaikan atas upaya Mastel dan APJII, khususnya upaya untuk memberikanpemahamankepadaparapemangkukepentingandisektorTelekomunikasidan Informatika, mengeluarkan Pernyataan Bersama Komunitas TIK Nasional, menyelenggarakan acara dengar pendapat dengan DPR RI, mengirim surat kepada Presiden RI (surat terlampir), sampai memfasilitasi terbentuknya wadah Sahabat Peradilan. Untuk itu, terima kasih dan rasa hormat saya atas dukungan para sahabat peradilan (Amicus Curiae) yang namanamanya antara lain, sebagai berikut:Prof. Dr. Kusmayanto Kadiman (MantanRektorITBdanMantanMenristekRI),Dr.SofyanDjalil(MantanMenkominfo2004 2007), Tantowi Yahya (Anggota Komisi I DPR RI), Hayono Isman (Anggota Komisi I DPR RI/Ketua Kerjasama Antar Parlemen), Taufiqurrahman Ruki (Mantan Ketua KPK), Erry Riana Hardjapamekas(MantanWakilKetuaKPK),ChandraM.Hamzah(MantanWakilKetuaKPK), Dr.Ir.IlhamHabiebie(ChairmanIGADD),Dr.SetyantoPSantosa(KetuaUmumMasyarakat TeleMatika Indonesia/MASTEL), Eddy Thoyib (Direktur Eksekutif Masyarakat TeleMatika

43

Indonesia/MASTEL), Semmy Pangerapan (Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia/APJII), Ir. Nonot Harsono, M.Si. (Akademisi dan pakar telekomunikasi), Dr. Gunawan Wibisono (Pakar Telekomunikasi UI), Heru Sutadi, Msi. (Pakar Telematika/Mantan Anggota BRTI), Yenny Zannuba Wahid (Tokoh Perempuan), Dr. Anis Baswedan (Rektor UniversitasParamadina), Dr. Ir. Harry Kartana (Anggota KomisiI DPR RI), Ir. Tjatur Sapto Edy, M.T. (Wakil Ketua Komisi III DPR RI), Kamilov Sagala, S.H. M.H (Komisioner Kejaksaan RI), Ir. Teguh Juwarno, M.Si (Anggota Komisi V DPR RI), Sulaiman N Sembiring, S.H. (Direktur dan Senior Researcher Indonesian Center for Telecommunication Law/ICTL), Dewie Pelitawati, S.H. M.H. (Partner, Bahar and Partners, Leading Lawyer in Telecommunication/AsiaLaw2012),Dr.Ir.BettiAlisjahbana(SekjenIkatanAlumniITB/Wakil Ketua Dewan Riset Nasional), Dr. Dian Puji Simatupang, SH (FHUI), Dr. Edmon Makarim, Skom. S.H. LLM. (Pakar Hukum Telematika/FH UI), Dr. Ir. Adit Kurniawan (Pakar Jaringan Telekomunikasi, Sistem dan Tehnologi Informasi (ITB), Dr. Sugihartono (Pakar Teknologi Informasi ITB), Benjamin Naibaho (Pelaku Industri Telekomunikasi/Jasa Internet), Sapto Anggoro(SekjenAsosiasiPenyelenggaraJasaInternetIndonesia/APJII); dan lainlain yang tidak bisa disebutkan satu persatu, yang dengan ketulusan dan keikhlasannya tanpa pamrih meluruskan permasalahan ini dengan pernyataan bahwa perjanjian kerjasama antara PT Indosat dengan PT IM2 merupakan kelaziman dalam bisnis telekomunikasidengantidakmelanggaraturan,dantidakbisadipersalahkanatasperbuatan tersebut. Upaya Bapak/Ibu dan rekan semua , sungguh menguatkan moral dan semangat saya untuk terus menangkal dakwaan yang ditujukan kepada saya. Usaha tersebut , sangat membantumenghapusstigmakoruptoryangdidakwakankepadasaya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekanrekan alumni ITB dan pengurus IA ITB dibawah kepemimpinan Bapak Sawaluddin Lubis, yang hadir mengikuti persidangan hari ini, memberikan dukungan, nasihat dan mendorong semangat selama saya menjalani proses persidangan, serta memfasilitasi peluncuran buku putih saya dalam perkara ini, sehingga membuat saya tegar dan menyadari bahwa masalah teknologi informasi dan komunikasi tidak semudah menggunakan layanannya, sehingga mesti sabar untuk terus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dandoronganBapak/Ibu,rekandansahabatselamainikepadasaya. Kepada istri yang tercinta yang selalu berdoa kepada Allah SWT dan terus kuat dalam menjalani masamasa sulit ini, dan anakanak saya yang tersayang yang terus tekun belajar dan bersekolah, terima kasih atas kesetiaannya mendampingi dan terus bersabar dalam menghadapicobaanini.JugakepadaIbundayangterkasihyangtelahmembimbingsayadan terus mendoakan saya agar dapat melewati cobaan ini dengan kuat. Adikadik dan kerabat yang selalu hadir selama persidangan, sungguh memperkuat hati saya. Rekan dan sahabat yang tidak dapat saya sebutkan namanya satupersatu, yang terus mendukung saya dan terusmensosialisasikandudukperkarainikepadamasyarakat.

44

MajelisHakimYangMulia, Dalam menulis pledoi ini, saya merenung...dan mencoba menyusun pesanpesan yang akan sayasampaikankeanakanaksaya..padaprosesyangmendekatiakhirini... Kitasemuatahu,diduniaini,setiapawalselaluadaakhir.. Pesanapa,yangharussayasampaikankeanakanaksaya...Apakahpesanyangdisampaikan kakeknya dan neneknya kepada saya sebagai anak..berbaktilah pada orang tua, negara dan agamamu..jujur, jujur, tuntutlah ilmu setinggitingginya, jujurlah dan disiplin dalam menjalani kehidupan...maka, hidup kamu akan mencapai kebahagiaan ... Sementara, dalam kenyataannya anakanak saya, melihat ayahnya yangmenjalani nasihat dan petuah kakeknya, saat ini didakwa korupsi atas perbuatan yg tidak dilakukannya..., tapi lebih karena kekeliruan jaksa dalam membaca peraturan. Haruskah saya memberi nasihat yang lain, seperti ...tidak perlulah kalian hidup baik anakku, karena orang baik malah dianiaya orang..Raihlah jabatan dan kekuasaan, dengan berbagai cara yang kamu bisalakukan,meskidalamprosesnyakamuharusmengorbankanorangygbaik..salahorang tersebut,kenapamemilihmenjadiorangbaik... Petuahmanakahyangharussayasampaikan...sayamerenungsepanjangmalam... Sampai pada suatu waktu, dimana saya harus memilih dan menyusun nasihat kepada anak anak saya... Saya memilih untuk memberikan nasihat... Tetaplah menjadir orang yang jujur, disiplinanakku...tetaplahberbaktikepadaorangtuamu,tetaplahberbaktikepadanegaramu, dantetaplah membela agamamu. Anakanak ku, pegang teguhlah nasihat ayahmu ini... Menjadirumputengkaudiinjakinjak..Menjadipohon,anginkencangakanmenerpamu.. Apapun orang lain yang lakukan padamu dengan berbagai cara, siasat dan pembenaran yang merupakan keahlian mereka...janganlah kamu menghalalkan segala cara, mengorbankan orang lain, hanya untuk solidaritas perkawanan, meraih jabatan dan kekuasaan...Jabatandankekuasaanitutidakkekalanakku...Yangkekaladalahkebenaran... Mungkinengkau,tidakmenikmatikebenaranitusaatdidunia...Akantetapi,yakinlahbahwa keberan itu kekal..dan kamu akan melihat dan merasakannya kelak diakhirat nanti... Tetaplah menjadi orang yang jujur, tetaplah disiplin, tetaplah tuntut ilmu setinggitingginya, darma baktikan keahlianmu utk keluarga, bangsa dan negara serta agamamu.. Kalahkan kejahatandengankebaikan..

45

Permohonan Akhir kata, berdasarkan uraian saya diatas, yang akan dilengkapi secara hukum oleh Tim Advokat, kiranya Majelis Hakim yang Mulia sudah bisa melihat kebenaran dalam perkara ini. Saya sangat menaruh harapan kepada Majelis Hakim Yang Mulia dengan integritas dan profesionalisme selama proses persidangan ini akan memberikan perlindungan hukum kepada saya dengan mengadili perkara saya ini seadiladilnya, Sebagai pengadil, saya juga mengharapkan kiranya Majelis Hakim Yang Mulia sudah dapat meluruskan kekeliruan JPU, dalam tuntutannya pada saya ini, dengan menolak tuntutannya. Selanjutnya sudilah kiranya menyatakan bahwa Surat Dakwaan JPU yang mengajukan saya di persidangan ini adalah salah orang atau error in persona sehingga mohon dakwaan terhadap saya dinyatakan tidak dapat diterima. Dan, mengajukan PKS ini sebagai perbuatan korupsi adalah sebagai kekeliruan yang sangat mendasar sehingga mohon juga saya dibebaskan atausetidaknyadilepaskandarituntutanhukum.

Robbi, adkhilni mudkhola shidqin, waakhrijnii mukhroja shidqin, waj'allii milladungkashulthoonannashiiro. Ya Allah masukkanlah hamba ke dalam semua urusan hamba dari pintu yg benar dan keluarkanlah hamba dari semua urusan melalui pintu yg benar, dan jadikanlah untukhambakekuatanyangmenolongdarisisiMU. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya mendengarkan Nota Pembelaan sayaini.Mohonmaafjikaadaungkapansayayangkurangberkenan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan petunjuk dan hidayahNya kepadaMajelisHakimYangMulia. Jakarta,13Juni2013 IndarAtmanto

46

LAMPIRAN