Anda di halaman 1dari 7

5 Geopark Di Indonesia

Geopark adalah sebuah konsep manajemen sumber daya keragaman bumi (geodiversity) yang mencakup geologi, biologi, sosio cultural dan pariwisata. Indonesia di anugerahi bentang alam yang unik dan luar biasa indah, tapi ironi dari banyaknya ragam itu masih sedikit yang terdaftar di UNESCO. Tidak hanya itu, geopark juga belum populer di kalangan masyarakat Indonesia, hanya untuk kepentingan peneletian saja. Berikut aku share 5 Geopark di Indonesia. Check it out.... 1. Samosir - Toba Geopark ( Sumatera Utara )

Geopark Toba terletak di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara akan mulai dibangun tahun 2013 ini. Lokasinya di kawasan Sibulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula yang berada di kaki bukit Pusuk Buhit. Geopark Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. 2. Gunung Sewu Geopark ( Yogyakarta - Wonogiri - Pacitan )

Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini. Tempat ini juga sering disebut Gunung Api Purba yang berpusat di Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. 3. Gunung Batur Geopark ( Bali )

Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki kaldera besar yang dianggap salah satu yang terbesar dan paling indah di dunia. Gunung Batur sendiri memiliki beberapa kawasan yang ditonjolkan yakni kawah gunung, kaldera, dan danau yang kita kenal dengan Danau Batur. Yang

menarik ada aliran air didalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur ke berbagai daerah di Bali sehingga muncul menjadi matar air dan disebut dengan Tirta Suci. 4. Rinjani - Lombok ( Lombok )

Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif setinggi 3.726 m/dpl yang terletak Lombok, NTB. Temapt ini memiliki nilainilai warisan geologi penting dari aspek kegunungapian, situs warisan alam berupa kaldera, kerucut-kerucut gunung api muda, lapangan solfatara, mata air panas, dan bentangan lainnya yang mempunyai nilai estetika tinggi, seperti air terjun. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki situs-situs geologi gunung api mempunyai makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan kebumian dan pendidikan. 5. Karangsambung Geopark ( Kebumen - Wonosobo Banjarnegara )

Geowisata Karangsambung terletak di Kecamatan Karangsambung yang ada di utara kota Kebumen, Jawa Tengah. Jarak tempuh dari kota Kebumen menuju kawasan tersebut sekitar 19 Km. Geowisata Karangsambung merupakan ''taman batuan alam'' yang konon menjadi taman geologi yang terlengkap di Asia Pasifik. Tempat ini menyimpan berbagai monumen geologi yang sangat unik. Ini tidak lepas dari letak geografis wilayah ini sekitar 120 juta tahun lalu yang merupakan dasar laut dan menjadi pertemuan lempeng benua dan samudra. Proses subduksi selama ratusan juta tahun menyebabkan batu-batuan purba itu tersingkap ke permukaan. Selain lima di atas ada Raja Ampat, Merangin, dan lainnya yang patut di lestarikan. Demikian pembaca yang budiman

dan rajin membaca, semoga kita semakin tahu dan sadar bahwa Geopark adalah salah satu tempat yang menarik di kunjungi selain untuk refresing tapi juga untuk pengetahuan. Terima Kasih..
Bikin Geopark, Gunung Kidul Tunggu Restu Unesco

Terlihat Cahaya masuk yang melewati sela-sela lubang yang menyinari batu gordam di dalam Luweng Grubuk (gua Grubuk) yang dinamakan cahaya surga oleh warga setempat, Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (4/4). Dengan ketinggian 60 meter dari gua Jomblang dan berjalan 300 meter untuk mencapai titik cahaya menuju lubang luweng Grubuk (gua Grubung) dimana terdapat tumbuhan purba dan langka. TEMPO/Dasril Roszandi

Berita Terkait

Surakarta Kenalkan Aplikasi Solo Destination Enam Penguin Didatangkan ke Gembira Loka Difabel Kerap Jadi Korban Diskriminasi Seksualitas Hari ini, Sultan Minta Yogya Kerja Bakti Atasi Abu Kelud Dampak Abu Gunung Kelud, Asma Merabak di Yogyakarta

Foto Terkait

Berwisata Melihat Sisa Letusan Gunung Merapi 2010

Video Terkait

Tradisi Yogya, Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW

Topik

#Pariwisata #Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta

Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul ancang-ancang membuka jalur investasi di kawasan wisata. Meski belum mendapat kepastian status sebagai kawasan geopark dari Unesco, niat itu terus disiapkan. Kabupaten Gunung Kidul menunggu restu dari organisasi internasional bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Pesatuan Bangsa Bangsa itu.

Kami mulai bahas rencana soal (investasi) itu, agar tetap punya arah, mau apa jika sudah ditetapkan sebagai kawasan geopark, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Kabupaten Gunung Kidul Syarif Armunanto, Senin 24 Februari 2014. Gunung Kidul pada April 2014 mendatang akan mendapatkan penilaian terakhir dari pihak Unesco soal status kawasan Geopark, yang diajukan sejak 2013. Status itu akan diumumkan melalui sidang pleno Unesco di Kanada. Sebanyak 11 geosite di kawasan Gunung Sewu telah diajukan untuk dinilai. Meliputi Gunung

Api Purba Nglanggeran, Endapan Laut Miosen Awal Sambipitu, Goa Pindul, Gua Kali Suci, Luweng Jomblang, Pantai Siung Wediombo, Lembah Purba Sadeng, Air terjun Bleberan, Goa Jlamprong dan Luweng Cokro. Syarif enggan menjelaskan detil konsep investasi wisata itu. Kami masih matangkannya. Yang pasti pegangannya harus ramah lingkungan, tidak merusak kawasan, dan memberdayakan masyarakat lokal, kata dia. Status Geopark dari Unesco dianggap sebagai modal penting Gunung Kidul mengelola potensi kawasan. Status Geopark ini bak tiket khusus mendapat kepercayaan pula dari sejumlah investor atas peluang terbukanya kerjasama investasi berskala internasional. Namun Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Birowo Edhie menuturkan, saat ini yang menjadi target pemerintah Gunung Kidul hanyalah menggolkan Gunung Sewu mendapatkan status Geopark terlebih dahulu.

Soal potensi investasi itu hanya dampak, yang jelas akan ada konsep pembangunan berkelanjutan jika kawasan Gunung Sewu berhasil masuk sebagai geopark dunia, kata dia. Syarif mencontohkan, beberapa negara yang berhasil menggandeng pihak ketiga untuk menggarap pengelolaan kawasan geopark seperti Inggris, Perancis, juga Cina.