Anda di halaman 1dari 4

KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Pemerintah Kelurahan Assalamualaikum Wr. Wb.

Maksud diadakannya penelitian ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Demi tercapainya tujuan penelitian ini, peneliti berharap Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan jujur, identitas dan jawaban Bapak/Ibu dijamin kerahasiaannya dan semata-mata hanya akan digunakan untuk kepentingan penulisan skripsi ini. Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini dan tidak lupa peneliti mohon maaf apabila terdapat pertanyaan yang kurang berkenan. Wassalamualaikum Wr. Wb. Identitas Responden 1. Nama : 2. Umur : 3. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan* 4. Pendidikan : 5. Golongan / Jabatan : Keterangan : * Coret yang tidak perlu Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang () pada jawaban pertanyaan yang sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu. Gaya Kepemimpinan 1. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pemecahan masalah berkaitan dengan kesejahteraan pegawai? 1. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. 2. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. 4. Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan. 2. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) anda, ketika anda memberikan saran/masukan? 1. Tidak menerima saran/masukan. 2. Menerima tetapi keputusan sepenuhnya ditentukan pemimpin. 3. Menerima dan mendiskusikan saran/masukan dengan pegawai. 4. Menerima saran/masukan dan keputusan sepenuhnya ditentukan pegawai. 3. Bagaimanakah cara pemimpin terhadap pengaturan dalam pemberian gaji/upah terhadap pegawai? 1. Pengaturan dilakukan oleh pemimpin. 2. Pengaturan dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengaturan pemberian upah/gaji. 4. Pemimpin mendelegasikan pengaturan kepada bawahan. 4. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) ketika memperoleh tugas dari instansi Pemerintahan yang lebih tinggi seperti Kecamatan? 1. Pemimpin melaksanakan dan mengambil keputusan sendiri. 2. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan tugas tersebut dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dari bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. 4. Pemimpin mendelegasikan tugas dan pengambilan keputusan kepada bawahan. 5. Bagaimanakah perlakuaan yang anda terima ketika sedang melaksanakan tugas pekerjaan? 1. Pemimpin melakukan pengawasan pekerjaan yang ketat. 2. Pemimpin memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada pegawai tetapi dalam pengawasan pemimpin. 3. Pemimpin memberikan keleluasaan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan. 4. Bawahan memiliki kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan. 6. Ketika anda mengerjakan tugas yang diberikan Pemimpin, bagaimanakah tindakan Pemimpin? 1. Pemimpin melakukan pengawasan pekerjaan yang ketat.

2. Pemimpin memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada pegawai tetapi dalam pengawasan pemimpin. 3. Pemimpin memberikan keleluasaan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan. 4. Bawahan memiliki kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan. 7. Bagaimana cara pemimpin dalam pengambilan keputusan pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan pelayanan Kelurahan kepada masyarakat? 1. Pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. 2. Pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dan bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan. 4. Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan kepada bawahan. 8. Bagaimanakah cara pemimpin ketika terjadi konflik diantara sesama pegawai? 1. Pemimpin memberi hukuman kepada pegawai yang terlibat konflik. 2. Pemimpin mendiskusikan penyelesaian konflik yang terjadi tetapi tetap memberikan hukuman kepada pegawai yang terlibat konflik. 3. Pemimpin bersama pegawai menyelesaikan konflik dengan musyawarah. 4. Pemimpin menyerahkan penyelesaiannya kepada pegawai. 9. Bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pengambilan keputusan ketika terdapat musibah/bencana yang terjadi di lingkungan? 1. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemimpin. 2. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan oleh pemimpin setelah mendengarkan masukan/saran dan bawahan. 3. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. 4. Pemimpin mendelegasikan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan. 10. Bagaimanakah tindakan pemimpin ketika terdapat pegawai yang melakukan kesalahan kerja? 1. Pemimpin memberi hukuman kepada pegawai. 2. Pemimpin mendiskusikan penyelesaian masalah yang terjadi tetapi tetap memberikan hukuman kepada pegawai. 3. Pemimpin bersama pegawai menyelesaikan masalah dengan musyawarah. 4. Pemimpin menyerahkan penyelesaiannya kepada pegawai. Kinerja Pegawai a. Kualitas hasil kerja 1. Apakah hasil kerja Bapak/Ibu memiliki ketepatan dalam menjalankan tugas sesuai dengan pekerjaan? a. Selalu tepat. b. Tepat.c. Tidak pernah tepat 2. Apakah hasil kerja Bapak/Ibu memiliki ketelitian dalam menjalankan tugas sesuai dengan pekerjaan? a. Selalu teliti.b. Teliti.c. Tidak pernah teliti 3. Apakah Bapak/Ibu teliti dalam memeriksa kembali pekerjaan yang telah diselesaikan sebelum pekerjaan tersebut diperiksa pemimpin? a. Selalu teliti.b. Teliti.c. Tidak pernah teliti 4. Apakah hasil kerja Bapak/Ibu selalu menghasilkan pekerjaan yang rapi? a. Selalu rapi.b. Rapi.c. Tidak pernah rapi. 5. Apakah hasil kerja Bapak/ibu selalu mengahasilkan pekerjaan yang bersih? a. Selalu bersih.b. Bersih.c. Tidak pernah bersih b. Kuantitas hasil kerja 6. Apakah setiap pegawai pernah dituntut untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dengan cepat dan baik? a. Selalu dituntut.b. Kadang-kadang dituntut.c. Tidak dituntut 7. Seberapa besar persentase jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam sehari? a. > 90 %b. 90 76 %c. < 75 % 8. Seberapa besar persentase Bapak/Ibu dalam menunda pekerjaaan? a. < 75 %b. 90 76 %c. > 90 % 9. Apakah Bapak/Ibu selalu melaksanakan tugas pekerjaan yang diberikan oleh pemimpin dengan tepat waktu?

a. Selalu tepat waktu.b. Kadang-kadang tepat waktu.c. Tidak pernah tepat waktu. 10. Apakah Bapak/Ibu pernah mendapatkan teguran dari pimpinan karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu? a. Tidak pernah.b. Kadang-kadang.c. Selalu mendapat teguran Panduan Pertanyaan Untuk Gaya Kepemimpinan (Pegawai dan Lurah) 1. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah cara pemimpin (Lurah) dalam pengambilan keputusan? 2. Pada kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan, apakah pengambilan keputusan dilakukan oleh pimpinan semata? Jika iya, berikan contohnya! 3. Pada kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan, apakah pengambilan keputusan dilakukan secara bersama antara pemimpin dengan pegawainya? Jika iya, berikan contohnya! 4. Apakah Bapak/Ibu diberikan bimbingan dan pengarahan dari pimpinan dalam melaksanakan tugas? 5. Apakah pemimpin Bapak/Ibu bekerja, dalam pengambilan keputusan lebih banyak diserahkan kepada pegawai? 6. Faktor-faktor apa sajakah yang memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin (Lurah)? Sebutkan sebanyak-banyaknya! 7. Apakah latar belakang pendidikan, pribadi, pengalaman dan nilai-nilai yang dianut pemimpin memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin (Lurah)? 8. Apakah pendidikan atau pengalaman, motivasi kerja atau berprestasi dan tanggung jawab pegawai dalam bekerja dapat memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan Lurah? 9. Apakah suasana atau iklim kerja serta suasana organisasi secara keseluruhan dapat memiliki pengaruh terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan Lurah? Panduan Pertanyaan Untuk Faktor-Faktor YangMempengaruhi karakteristik pegawai 1. Menurut Bapak/Ibu, apakah pendidikan pegawai dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? 2. Menurut Bapak/Ibu, apakah motivasi kerja pegawai dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? 3. Menurut Bapak/Ibu, apakah situasi dapat memiliki pengaruh terhadap kekuatan anggota organisasi sebagai pegawai? KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Pemerintah Kelurahan (Kasus Di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor) Assalamualaikum Wr. Wb. Maksud diadakannya penelitian ini adalah sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Demi tercapainya tujuan penelitian ini, peneliti berharap Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini dengan lengkap dan jujur, identitas dan jawaban Bapak/Ibu dijamin kerahasiaannya dan semata-mata hanya akan digunakan untuk kepentingan penulisan skripsi ini. Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas kesediaan Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner ini dan tidak lupa peneliti mohon maaf apabila terdapat pertanyaan yang kurang berkenan. Wassalamualaikum Wr. Wb. Identitas Responden 1. Nama : 2. Umur : 3. Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan* 4. Pendidikan : Keterangan : * Coret yang tidak perlu Petunjuk Pengisian : Berilah tanda silang () pada jawaban pertanyaan yang sesuai dengan pilihan Bapak/Ibu. Pelayanan Masyarakat (Untuk Masyarakat) a. Keandalan (reliability) 1. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu dalam proses pembuatan KTP/KK dan sebagainya di Kelurahan ciparigi? a. Sangat mudah.b. Mudah.c. Sulit.

2. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu dalam mengakses informasi mengenai segala bentuk pelayanan yang diberikan Kelurahan? a. Sangat mudah.b. Mudah.c. Sulit. 3. Bagaimana ketepatan waktu yang telah dijanjikan Kelurahan dalam menyelenggarakan segala bentuk pelayanan kepada masyarakat? a. Selalu tepat waktu.b. Kadang-kadang tepat waktu. c. Tidak pernah tepat waktu. b. Daya Tanggap (responsiveness) 4. Menurut Bapak/Ibu, apakah pegawai Kelurahan bersikap cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat? a. Selalu cepat.b. Cepat.c. Lamban. 5. Menurut Bapak/Ibu, apakah pegawai Kelurahan dalam memberikan informasi, anjuran, dan saran selalu jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat? a. Selalu jelas dan mudah dimengerti.b. Jelas dan dimengerti. c. Selalu tidak jelas dan tidak dimengerti. c. Jaminan (assurance) 6. Menurut Bapak/Ibu, apakah pegawai Kelurahan memiliki keahlian dan kemampuan yang cukup baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat? a. Pegawai sangat memiliki keahlian dan kemampuan. b. Pegawai memiliki keahlian dan kemampuan. c. Pegawai tidak memiliki keahlian dan kemampuan. 7. Apakah terdapat jaminan kebebasan bagi masyarakat terhadap pungutan liar yang diberikan oleh Kelurahan? a. Ada jaminan.b. Tidak selalu ada jaminan. c. Tidak ada jaminan 8. Bagaimanakah kesopanan pegawai Kelurahan dalam melayani masyarakat? a. Pegawai selalu bersikap sopan.b. Pegawai kadang-kadang bersikap sopan.c. Pegawai bersikap tidak sopan. 9. Bagaimanakah keramahan pegawai Kelurahan dalam melayani masyarakat? a. Pegawai selalu bersikap ramah.b. Pegawai kadang-kadang bersikap ramah.c. Pegawai bersikap tidak ramah. 10. Bagaimanakah pegawai Kelurahan memberikan kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat? a. Selalu nyaman.b. Nyaman.c. Tidak nyaman Panduan Pertanyaan Pelayanan Kelurahan Kepada Mayarakat 1. Menurut Bapak/Ibu, apakah pada saat ini pelayanan Kelurahan yang diberikan kepada masyarakat sudah cukup baik?Jelaskan alasannya! 2. Apakah harapan bapak/ibu terhadap Pelayanan yang diberikan Kelurahan kepada masyarakat untuk ke depannya? Sifat Kepemimpinan Sifat Kepemimpinan yang diperlukan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi harus memiliki kriteria-kriteria tertentu, dimana kriteria tersebut menurut George R. Terry (1992: 156) adalah sebagai berikut : 1. Penuh energi 2. Memeiliki stabilitas emosi 3. Memeiliki pengetahuan tentang manusia. 4. Motivasi pribadi 5. Kemahiran komunikasi 6. Kecakapan mengajar 7. Kecakapan social 8. Kemampuan teknis Hal tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : Penuh Energi. Untuk tercapainya kepemimpinan yang baik maka diperlukan energi yang baik pula, jasmani maupun rohani. Seorang pemimpin harus sanggup bekerja dalam jangka panjang dan dalam waktu tidak tertentu. Karena itu kesehatan fisik maupun mental benar-benar diperlukan oleh seorang pemimpin. Memiliki stabilitas emosi. Seorang pemimpin yang efektifitas harus melepaskan diri dari berburuk sangka, kecurigaan terhadap bawhannya dan tidak boleh cepat naik pitam. Sebaliknya ia harus tegas, konsekuen dan konsisten dalam tindakan-tindakannya. Memiliki pengetahuan tentang manusia. Mengungat tugas yang penting dari pemimpin maka pemimpin yang baik harus mengetahui hubungan antara manusia tersebut. Ia harus menhetahui banyak tentang sifat-sifat orang, bagaiman mereka mengadakan reaksi terhadap sesuatu tindakan atau situasi yang

bermacam-macam, apa dan bagaimana kemampuan yang memiliki untuk melaksanakan tugas yang dibebankan tersebut. Motivasi pribadi. Keinginan untuk memimpin harus datang dari dorongan batin dan pribadinya sendiri dan bukan perasaan dari luar dirinya. Kemahiran komunikasi. Seorang pemimpin harus mampu dan cakap dalam mengutarakan gagasan baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini sangat penting untuk dapat mendorong maju bawahan, memberikan atau menerima informasi bagi kemajuan dan kepentingan bersama. Kecakapan mengajar. Mengajar adalah jalan terbaik untuk memajukan orang-orang ataupun menyadarakan orang atas pentingnya tugas-tugas yang dibebankan dan sebagainya. Pemimipin harus mampu memberikan petunjuk-petunjuk, mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi, mengajukan saransaran, menerima saran-saran dan sebagainya. Kecakapan sosial. Seorang pemimpin harus mengetahui benar tentang manusia dan masyarakat, kemampuan-kemampuannya maupun kelemahan-kelemahannya. Ia harus memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang-orang dengan berbagai ragam sifatnya. Kemampuan teknis. Dengan memiliki kemampuan teknis yang tinggi dari seorang pemimpin akan lebih mudah mengadakan koreksi bila terjadi suatu kesalahan pelaksanaan tugas dari bawahannya. Sifat-Sifat Kepemimpinan Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya, yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Teori kesifatan atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli. Edwin Ghiselli mengemukakan teori mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan (Handoko, 1995: 297). Edwin Ghiselli mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan, yaitu : 1) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen. 2) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses. 3) Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif, dan daya pikir. 4) Ketegasan, atau kemampuan untuk membuat keputusankeputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. 5) Kepercayaan diri, atau pandangan pada diri sehingga mampu menghadapi masalah. 6) Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkan serangkaian kegiatan dan menentukan cara-cara baru atau inovasi. Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R. Terry (Kartono, 1995: 37). Teori kesifatan menurut George R. Terry adalah sebagai berikut : 1) Kekuatan.Kekuatan badaniah dan rohaniah merupakan syarat yang pokok bagi pemim-pin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan. 2) Stabilitas emosi.Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun, damai, dan harmonis. 3) Pengetahuan tentang relasi insani.Pemimpin memiliki pengetahuan tentang sifat, watak, dan perilaku bawahan agar bisa menilai kelebihan/kelemahan bawahan sesuai dengan tugas yang diberikan. 4) Kejujuran.Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan. 5) Obyektif.Pemimpin harus obyektif, mencari bukti-bukti yang nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan memberikan alasan yang rasional atas penolakannya. 6) Dorongan pribadi.Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus muncul dari dalam hati agar ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum. 7) Keterampilan berkomunikasi.Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara, mudah menangkap maksud orang lain, mahir mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbedabeda untuk mencapai krukunan dan keseimbangan.

8) Kemampuan mengajar.Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik, yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah pengetahuan, keterampilan agar bawahannya bisa mandiri, mau memberikan loyalitas dan partisipasinya. 9) Keterampilan sosial.Dia bersikap ramah, terbuka, mau menghargai pendapat orang lain, sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik. 10) Kecakapan teknis atau kecakapan manajerial.Penguasaan kecakapan teknis agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan. Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagai berikut : 1) Energi jasmaniah dan mentalYaitu mempunyai daya tahan, keuletan, kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan. 2) Kesadaran akan tujuan dan arahMengetahui arah dan tujuan organisasi, serta yakin akan manfaatnya. 3) AntusiasmePekerjaan mempunyai tujuan yang bernilai, menyenangkan, memberikan sukses, dan dapat membangkitkan antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan. 4) Keramahan dan kecintaanDedikasi pemimpin bisa memotivasi bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan semua pihak, sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan. 5) IntegritasPemimpin harus bersikap terbuka, merasa utuh bersatu, sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan hormat. 6) Penguasaan teknisSetiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin. 7) Ketegasan dalam mengambil keputusanPemimpin yang berhasil pasti dapat mengambil keputusan secara cepat, tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya. 8) KecerdasanOrang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif. 9) Keterampilan mengajarPemimpin yang baik adalah yang mampu menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong, dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu. 10) KepercayaanKeberhasilan kepemimpinan didukung oleh kepercayaan anak buahnya, yaitu percaya bahwa pemimpin dengan anggota berjuang untuk mencapai tujuan. Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas, dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah : 1) Kemampuan sebagai pengawas (supervisory ability) 2) Kecerdasan 3) Inisiatif 4) Energi jasmaniah dan mental 5) Kesadaran akan tujuan dan arah 6) Stabilitas emosi 7) Obyektif 8) Ketegasan dalam mengambil keputusan 9) Keterampilan berkomunikasi 10) Keterampilan mengajar 11) Keterampilan sosial 12) Pengetahuan tentang relasi insani. delapan ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik. 1. Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan. Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya. 2. Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan. Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. 3. Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan. Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi. 4. Berikan ruang untuk kesalahan. Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus bekerja, tapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal. 5. Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur.

Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri. Namun, di sisi lain pastikan diri Anda selalu ada untuk membantu saat mereka membutuhkan Anda. 6. Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalahmasalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui. 7. Bersikaplah ramah. Aturan mainnya sungguh sederhana. Jangan berharap orang lain bersikap ramah kepada Anda jika Anda sendiri tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi. 8. Tak kenal maka tak sayang. Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan Anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya. 1. lkhlas. Pemimpin yang ikhlas akan dekat di hati orang-orang yang dipimpinnya. la mendasari kepemimpinannya dengan rasa mencintai sesamanya serta sarana beribadah kepada Tuhan. Keikhlasan hatinya membuat ia tegar terhadap segala ujian. la tidak mengharapkan pujian, mengabaikan cacian, tidak pernah dendam. la menjalankan kewajibannya yaitu melayani orang-orang yang dipimpinnya. Orang pun ikhlas dipimpin oleh pernimpin seperti ini. 2. Amanah & tanggung jawab. Pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab menyebabkan hak-hak semua anggota tim ditunaikan dengan baik. Rakyat akan mencintai pernimpin seperti ini. 3. Teguh pendirian. Pemimpin harus teguh pada kebenaran yang sesuai norma agama dan hukum masyarakat, Pemimpin tetap profesional dan tak tergelincir pada masalah KKN yang marak dewasa ini. Bukan hanya korupsinya, tapi juga kolusi dan repotisme. 4. Sabar. Sikap ini selalu menguntungkan, tidak ada kata ruginya sama sekali. Berhadapan dengan berbagai ragam karakter orang yang harus dilayani menuntut kesabaran yang tinggi. Pemimpin yang penyabar mampu menangani setiap permasalahan dengan rasional. 5. Tidak sombong. Sifat ini dicintai Tuhan, disukai manusia, Pemimpin mestinya tidak tabu terhadap kritik, tidak gila hormat dan pujian. la tidak menerapkan prinsip aji mumpung, mumpung punya kuasa. 6. Berkata benar. Pemimpin yang tetap berkata benar walau dalam apa pun juga keadaannya. Orang yang jujur disukai (disegani) kawan dan lawan. Sekali berbohong, akan berbuntut kebohongan lainnya, sehingga akhirnya ia tidak akan mendapat kepercayaan dari orang Iain. 7. Cinta ilmu. Ilmu pengetahuan merupakan tonggak kepimpinan. Formalitas dunia bisnis masih mensyaratkan ijazah sebagai pengukur keilmuan seseorang. Karenanya pemimpin perlu terus mengasah dirinya dengan Imu, sesuai bidang atau umum. Namun yang lebih penting sebenarnya ialah buah kepada Imu yang dipelajari dalam bentuk keterampilan dan pengalaman. 8. Mahir berkomunikasi. Pemimpin harus mahir menggunakan bahasa untuk menimbulkan kesan positif atas hubungan khususnya antara pemimpin dan individu yang dipimpinnya. Bahasa komunikasi yang baik bisa membuat seorang pemimpin dipandang menarik walaupun mungkin penampilannya kurang menarik. Kala menghukum/mengritik nada bicaranya tidak terasa pedas dan menyakitkan, bahkan justru bisa mendorong semangat anak buahnya untuk memperbaiki diri. Pujiannya juga pas dan tulus. 9. Tepat janji. Jika sudah berjanji, sekecil apa pun itu, penting bagi seorang pemimpin untuk menepatinya agar semakin dipercayai dan disukai. Orang tidak akan ragu-ragu untuk terus memberi

mandat kepada pemimpin yang selalu menepati janji. Pemimpin yang menabur janji-janji kosong akan membuat anggota tim kecewa dan memandang pemimpinnya tidak lagi punya integritas yang tinggi. 10. Berhati-hati. Berhati-hati dalam membuat keputusan atau berbicara menjadikan seseorang pemimpin dihormati. la selalu bertindak berdasarkan norma atau pemikiran yang jelas, serta menjauhi perkara yang meragukan (di wilayah abu-abu). Sikap ini disukai orang karena menunjukkan pemimpin tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang punya maksud terselubung. 11. Mengutamakan kepentingan bersama. Pemimpin yang mengutamakan kepentingan bersama membuat hak-hak anggota tim terpenuhi dan tenang bekerja dan kehidupan sehari-hari. Mereka tambah cinta pada pemimpinnya yang memperhatikan kepentingan mereka melebihi dirinya sendiri. 12. Memahami dinamika zaman. Seorang pemimpin mengikuti suasana politik, ekonomi dan aspirasi pengikutnya. Kemampuan memahami keadaan dan menyesuakan diri dengan keperluan rakyat menjadikan pemimpin diterima orang. 13. Berwawasan jauh. Pemimpin yang berwawasan jauh senantiasa terencana dan terkontrol keputusan serta tindakannya. la tidak pernah berpikir jalan pintas serta sentiasa mempertimbangkan keuntungan jangka panjang bagi anggota timnya. 14. Antikorupsi. Sikap antikorupsi (zuhud) akan memagari seseorang dari tindakan mengambil atau menggunakan hak umum. Harta dan aset umum akan dipelihara dengan baik. Orang akan menyayangi, bahkan mengagumi pemimpin seperti ini. 15. Kuat sisi spiritualnya. Kekuatan spiritual akan mengontrol tingkah laku seseorang tetap positif dan produktif. Pemimpin konsisten dengan kebajikan dan menjauhi perkara yang merugikan orang. Sungguh berat beban, tugas, dan tanggung jawab pemimpin. Mestinya jabatan pemimpin bukan sebagai bahan rebutan, tapi sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalani dengan sungguhsungguh, tanpa pamrih. Jika Anda sudah menjadi seorang pemimpin, 15 sikap di atas harus terus ditingkatkan kualitasnya. Ini sebagai satu hal bahwa pemimpin itu artinya melayani bukan dilayani.