Anda di halaman 1dari 2

Analisis Masa Kampanye Jelang Pemilu Menurut Psikologi Lingkungan Kampanye politik merupakan suatu hal yang akan

selalu kita temukan ketika masamasa pemilihan umum atau pemilu. Kampanye dilakukan guna untuk mencari dukungan sebanyak mungkin. Menurut Pfau dan Parrot, kampanye merupakan suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap, dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang ditetapkan. Kampanye bisa dikatakan sebagai tindakan komunikasi yang terorganisir yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode tertentu guna mencapai tujuan tertentu (Sunandar, !"#$. %erdasarkan && Pemilu 'omor ( )ahun !" Pasal (# menyatakan, kampanye pemilu legislatif dimulai tiga hari setelah partai ditetapkan secara resmi sebagai peserta pemilu dan berakhir saat dimulainya masa tenang. Kampanya politik yang dimaksudkan untuk menarik simpati para masyarakat dengan mengenalkan calon-calon legislatif atau presiden dari beberapa partai politik tak jarang malah menimbulkan ketidaksukaan masyarakat. *al ini biasanya dikarenakan beberapa kampanye yang dilakukan lebih memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Sehingga tujuan kampanye itu cenderung terabaikan oleh masyarakat. Kampanye pemilu bisa dilaksanakan dalam bentuk pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, media massa cetak dan media massa elektronik, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga di tempat umum, dan kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang-undangan (pasal (" && 'o. "! )ahun !!( tentang Pemilu$ atau Peraturan Komisi Pemilihan &mum (PKP&$ 'o "+ )ahun !"# tentang pedoman pelaksanaan kampanye. %entuk kampanye yang sering ditemui selama masa kampanye seperti, kon,oi kendaraan, baliho, spanduk dan pertemuan tatap muka dengan para pendukung partai. %ila diamati selama ini, kampanye politik yang dilakukan selalu jauh dengan prinsip ramah lingkungan. %ahkan terkesan lebih merusak lingkungan. Mungkin hal ini yang membuat jarang ditemukannya calon para anggota legislatif atau calon presiden mengambil tema lingkungan hidup. Seperti yang diketahui selama ini tema yang sering diajukan adalah terkait dengan kemiskinan. %entuk kegiatan kampanye yang merusak lingkungan dan menimbulkan ketidaknyamanan yaitu pemasangan gambar-gambar calon anggota legislatif ataupun presiden di pohon, kon,oi motor yang menimbulkan kebisingan dan kemacetan, dan pertemuan dengan para pendukung yang terkadang menimbulkan tumpukan sampah. Psikologi lingkugan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan interelasi antara manusia dengan lingkungan fisik (alam dan buatan$ dan lingkungan sosial (manusia$ sebagai suatu lingkungan yang utuh dan tidak dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, yaitu lingkungan fisik dan sosial (-skandar, !" $. %erbagai kampanye politik yang biasa dilakukan selalu menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan. Permasalahan ini disebabkan oleh tingkah laku manusia yang berdampak terhadap lingkungan. Pemasangan gambar-gambar calon legislatif atau presideng di pohon-pohon yang biasanya terpasang dipinggir jalanan selain merusak keindahan juga dapat menyebabkan kerusakan pohon. Padahal larangan memasanga alat peraga kampanye di pepohonan telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan &mum 'o."+ tahun !"#. Memasang gambar di

pohon pasti menggunakan paku, ini dapat merusak pohon. Pohon yang terpaku pasti lamakelamaan akan rapuh dan itu dapat membahayakan karena mudah tumbang. )erlibih lagi kebanyakan pohon yang terpasangi gambar berada di sepanjang jalan, itu membahayakan pake pemakai jalanan. %ila banyak pohon yang berada di jalanan tumbang ini membuat polusi udara di jalanan menjadi begitu terasa. Padahal manfaat pepohon di sepanjang jalanan adalah membuat sejuk dan mengurangi polusi udara. %entuk kampanye politik yang biasa dilakukan lagi adalah kon,oi kendaraan bermotor di jalanan. Kon,oi ini selalu berdampak pada kemacetan lalu lintas dan kebisingan. &ntuk tingkat kebisingan suara, Piter menjelaskan, standar normal ambang batas yang dipersyaratkan sebesar .+ desibell (/%$. Setelah kon,oi, meningkat menjadi 0+ /%. Menurut Piter, sebabnya adalah kebanyakan peserta kon,oi memodifikasi saluran buangan kendaraannya (knalpot$ hingga menimbulkan suara keras (1icaksono, !"2$. /i dalam psikologi lingkungan telah dijelaskan bahwa kebisingan akan menimbulkan efek terhadap lingkungan dan psikologis manusia. 3fek kebisingan yang terus menerus bila ditinjau dari psikologis dan kesehatan akan berdampak pada kerusakan fungsi fisiologis pendengaran atau dengan kata lain mengalami ketulian.Sedangkan efek kebisingan pada aspek psikologis dan interaksi sosial akan mengganggu komunikasi ,erbal dan akan menimbulkan stress pada diri seseorang. Selain itu kon,oi kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan pencemaran udara. Seseorang yang menghirup udara kotor, maka ia akan mengalami kekurangan oksigen di dalam darah. *al ini akan menyebabkan merasa pusing, kerusakan saraf, gangguan memori dan atensi. Kekurangan oksigen pada aliran otak dapat menggangu fungsi otak dalam mengingat. *al ini mempengaruhi short term memory dan juga long term memory. Short term memory merupakan kemampuan mengingat dalam jangka waktu yang singkat. Sedangkan long term memory merupakan kemampuan untuk mengingat materi dalam waktu yang lama dan mereproduksinya tidak segera. Selain itu pencemaran udara juga sangat berkaitan dengan persepsi manusia. 4as yang menerpa pada proses penginderaan akan dimaknai sebagai telah terjadi pencemaran udara. 5eaksi orang yang memaknakan terjadinya pencemaran udara ialah menutup hidung dan menghindari sumber pencemaran tersebut. 5eaksi inilah yang menyebabkan pencemaran udara juga dapat berdampak pada perilaku sosial. %erbagai dampak yang diakibatkan oleh kampanye politik di masa pemilu ini yang lebih merugikan masyarakat dan lingkungan, alangkah baiknya dihindari. Sebelum menentukan bentuk kampanye sebaiknya juga perlu dipertimbankan baik buruknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Meskipun kampanye politik tidak setiap hari, namun tetap saja dampak buruk yang dirasakannya lebih terasa dibandingkan dengan tujuan yang sebenarnya yaitu untuk mengenalkan calon-calon anggota legislatif maupun presiden.