Anda di halaman 1dari 18

PERJANJIAN KERJA

Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Sayu Kade Pebriani, Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Sayu Kade Pebriani, Amd.Keb : Seputih Raman, 11 02 - 1986 : D3 Kebidana : Banajar Sari RT.006 RW.002 Kel. Banjar Sari Kec. Metro Utara

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan;

Pasal 3

Hak Pihak pertama 1. 2. Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8 Pemutusan Hubungan Kerja 1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

2.

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Sayu Kade Pebriani, Amd.Keb

PERJANJIAN KERJA
Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Yana Septiyani, Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Yana Septiyani, Amd.Keb : Rumbia, 09 September 1990 : D3 Kebidana : Ds.1 RT.004 RW.002 Kel. Reno Basuki Kec. Rumbia

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan;

Pasal 3 Hak Pihak pertama 1. 2. Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8 Pemutusan Hubungan Kerja 1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

2.

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Yana Septiyani, Amd.Keb

PERJANJIAN KERJA
Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Feni Ariawati, Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Feni Ariawati, Amd.Keb : Tulang Bawang, 07 November 1987 : D3 Kebidana : Jl. Palapa III RT.038 RW.017 Kel. Iring Mulyo Kec. Metro Timur

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan; Pasal 3

Hak Pihak pertama 1. 2. Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Bedah dan Pemulihan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Bedah dan Pemulihan untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8

Pemutusan Hubungan Kerja 1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

2.

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Feni Ariawati, Amd.Keb

PERJANJIAN KERJA

Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Fitri Juwithasari, Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Fitri Juwithasari, Amd.Keb : Kibang, 07 Juni 1988 : D3 Kebidana : Jl. Raya Kibang RT.10 RW.06 Kec. Metro Kibang Kab. Lampung Timur

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan; Pasal 3 Hak Pihak pertama

1. 2.

Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Kepala Instalasi Rawat Jalan untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8 Pemutusan Hubungan Kerja

1.

2.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Fitri Juwithasari, Amd.Keb

PERJANJIAN KERJA
Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Zikra Novita, Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Zikra Novita, Amd.Keb : Metro, 21 November 1989 : D3 Kebidana : Jl. Palapa III RT.038 RW.017 Kel. Iring Mulyo Kec. Metro Timur

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan; Pasal 3 Hak Pihak pertama

1. 2.

Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8 Pemutusan Hubungan Kerja

1.

2.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Zikra Novita, Amd.Keb

PERJANJIAN KERJA
Antara

Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih


Dengan Eka Noviana S., Amd.Keb Tentang

Kontrak Kerja Waktu Tertentu Sebagai Bidan Pelaksana


Nomor : /SPK/RSB-A/IV/2014

Pada hari Selasa tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas telah disepakati dan ditanda tangani Perjanjian Kontrak kerja antara : I. Nama NIK Tempat, tanggal lahir Jabatan Alamat : dr. Ririn Febrina : 13122011001 : : Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih : Jl. Ahmad Yani No.52 Kota Metro

Bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih berdasarkan Keputusan Direktur Utama P.T. Graha Asih Nomor : 03/SK-DU/PT-GA/III/2014 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tertanggal 1 Maret 2014 yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama. II. Nama Tempat, tanggal lahir Pendidikan Terakhir Alamat : Eka Noviana S., Amd.Keb : Yukum Jaya, 23 November 1990 : D3 Kebidana : Lingkungan VII RT.004 RW.002 Kel. Yukum Jaya Terbanggi Besar

Bertindak untuk dan atas nama pribadi sebagai penerima pekerjaan yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua. 1. 2. Pihak Kedua bersedia bekerja pada Pihak Pertama/Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pihak Kedua diterima bekerja di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dimulai dalam status hubungan kerja sebagai berikut : Status a. Mulai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) : 1 April 2014 b. Tempat asal penerima : Metro c. Jabatan / Klasifikasi : Bidan Pasal 1 Kewajiban Pihak Pertama 1. 2. Membayar gaji dan jasa Pihak Kedua sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Memperhatikan kesejahteraan Pihak Kedua dan keluarganya sesuai Kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih. Pasal 2 Kewajiban Pihak Kedua Dalam Menjalankan kewajiban di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih Pihak Kedua sanggup dan bersedia : 1. Melaksanakan semua pekerjaan yang di bebankan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab; 2. Mematuhi dan menjalankan semua tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih 3. Bertanggung jawab atas semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan; Pasal 3 Hak Pihak pertama

1. 2.

Pihak Pertama Menugaskan Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; Menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan Perawatan Kepada pasien yang ada dirawatan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih bila dibutuhkan;

Pasal 4 Hak Pihak Kedua 1. 2. 3. Pihak Kedua berhak mendapatkan gaji dari Pihak Pertama; Pihak Kedua berhak mengkonsulkan pasien ke Dokter Jaga jika diperlukan; Pihak Kedua yang telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan atau lebih akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 (satu) bulan Gaji pokok. Gaji pokok yang dipakai sebagai dasar perhitungan adalah Gaji pokok pada saat 1 (satu) bulan sebelum Hari Raya, jika Hari Raya dimaksud jatuh tempo dalam masa berjalannya PKWT; Pihak Kedua berhak memperoleh Cuti Tahunan apabila telah mempunyai masa kerja lewat 12 (dua belas) bulan berturut-turut selama 12 (dua belas) hari kerja yang akan ditentukan oleh Pihak Pertama dan harus mendapat persetujuan dari atasanya;

4.

Pasal 5 Waktu dan Tempat Kerja 1. Pihak Pertama bersedia menerima Pihak Kedua sebagai Bidan Pelaksana untuk ditugaskan di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih untuk jangka waktu 1(satu) tahun terhitung tanggal 01 April 2014, dan akan berakhir pada tanggal 01 April 2015; Pihak Kedua bekerja berdsarakan shift yang telah ditentukan;

2.

Pasal 6 Perjanjian Berakhir 1. Pihak Kedua yang masih berstatus Pegawai Kontrak jika diikutsertakan pelatihan atau pendidikan oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih pihak yang bersangkutan terikat masa kerja diperhitungkan sesuai lama waktu pelatihan dan bantuan dana; Jika Pihak yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir ditambah dengan membayar biaya selama mengikuti pelatihan atau pendidikan yang telah ditetapkan; Sebelum masa kontrak selesai, Pihak Kedua harus mengajukan surat permohonan melanjutkan Perjanjian Kerja. Bilamana Pihak Kedua tidak mengajukan surat permohonan melanjutkan perjanjian kerja dianggap mengundurkan diri;

2.

3.

Pasal 7 Penyelesaian Perselisihan 1. 2. 3. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak wajib menyelesaikannya berdasrkan musyawarah untuk mencapai mufakat; Apabila hal musyawarah untuk mufakat tidak terlaksana kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan melalui pihak ketiga sebagai mediator; Apabila hal ini di atas tidak terlaksana denga baik kedua belah pihak dapat menyelesaikan melalui pengadilan negeri setempat, dan semua biaya yang dikeluarkan di tanggung oleh kedua belah pihak;

Pasal 8 Pemutusan Hubungan Kerja

1.

2.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat dilakukan oleh Pihak Pertama secara sepihak terhadap Pihak Kedua bilamana : a. Jika Pihak Kedua melakukan kesalahan dalam masa kontrak yang dianggap merugikan Pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih secara material/non material (Sanksi Berat), maka Pihak Kedua tidak mendapat gaji dan kompensasi lainnya; b. Jika terjadi keadaan/kondisi yang timbul diluar kemampuan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih (Force Majeur) sehingga Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih tidak dapat menjalankan kegiatan/aktifitasnya, maka Pihak Kedua tidak mendapatkan gaji dan kompensasi lainnya; Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berakhir kepada Pihak Kedua dengan ketentuan sebagai berikut : a. Masa kontrak satu tahun Pihak Kedua yang mengundurkan diri tidak diberikan kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih; b. Jika Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa kerja yang ditetapkan berakhir pihak yang bersangkutan harus membayar denda yakni sisa bulan kerja sampai masa kontrak kerja berakhir;

Pasal 9 Penutup 1. 2. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama; Para pihak sepakat mengenai hal-hal yang khusus diatur dalam perjanjian kerja ini, walaupun sudah diatur dalam Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih maka yang berlaku adalah pasal-pasal sebagai mana yang tertuang dalam perjanjian kerja. Peraturan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Asih dan peraturan/kebijakan lainnya yang sifatnya keputusan manajemen yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian Kontrak Kerja ini dan mempunyai kekuatan hukum yang sama. Segala ketentuan dan atau persyaratan lainnya yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini maupun perubahannya, Para Pihak sepakat untuk mengaturnya dalam suatu amandemen atau addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam Perjanjian ini. Dengan dibuat dan ditandatanganinya perjanjian ini oleh kedua belah pihak maka semua perjanjian/persetujuan sejenis, baik tertulis maupun lisan, dalam bentuk apapun juga yang pernah ada diantara kedua belah pihak menjadi batal dan tidak berlaku bagi kedua belah pihak.

3.

4.

5.

Dengan menandatangani perjanjian ini masing-masing pihak dianggap telah memahami dan mengerti seluruh isi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ini, dalam keadaan sadar tanpa ada tekanan/paksaan dari pihak manapun serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani kedua belah pihak sepakat untuk terikat dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Peranjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai yang cukup, keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan masing-masing Pihak memegang 1 (satu) lembar dokumen asli dari Perjanjian ini.

Metro, 01 April 2014 Pihak Pertama Pihak Kedua

dr. Ririn Febrina NIK. 13122011001

Eka Noviana S., Amd.Keb