Anda di halaman 1dari 12

i

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENERAPAN TEKNOLOGI

KINCIR ANGIN JENIS POROS VERTIKAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGGERAK POMPA IRIGASI PERKEBUNAN JAMBU MERAH DI DESA KARYAMUKTI

oleh : Ketua Anggota : Firman Santya Budi : 1. Ihsan Adibil Mukhtar 2. Ardhan Fauzi 101211013 2010 101211020 2010 111211037 2011

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2013

ii

HALAMAN PENGESAHAN 1. 2. 3. Judul Kegiatan : Kincir angin jenis poros vertikal sebagai alternatif penggerak pompa irigasi perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-M ( )PKM-KC ( ) PKM-K ( ) PKM-T Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Firman Santya Budi b. NIM : 101211013 c. Jurusan : Teknik Mesin d. Universitas/Institut/Politeknik : Politeknik Negeri Bandung e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Puri Cipageran Indah 2 A-2 RT/RW 01/18 No.7 Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat 40552/ 087825820842 f. Alamat email : firman.favian@gmail.com Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Maria Fransisca Soetanto, Dipl. Ing. MT b. NIDN : 0011026104 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Setramurni Tengah IV-18 Bandung/(022) 2007418 Biaya Kegiatan Total : a. Dikti : Rp. 12.500.000,00 Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan Bandung, 01Agustus 2013

4. 5.

6. 7.

iii

ABSTRAK Perkebunan Jambu Merah di Desa Karyamukti membutuhkan pompa untuk memenuhi kebutuhan irigasinya. Pompa yang digunakan adalah pompa berbahan bakar fosil dan dipinjam dari jasa penyewaan pompa, sehingga membutuhkan biaya operasi dan penyewaan pompa. Di kemudian hari, penggunaan pompa berbahan bakar fosil akan memberatkan pengelola perkebunan karena harga bahan bakar fosil terus merangkak naik dan langka, serta dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, perkebunan tersebut membutuhkan solusi energi baru yang murah dan ramah lingkungan untuk digunakan sebagai alternatif energi penggerak pompa irigasi. Energi angin yang murah dan ramah lingkungan dapat digunakan sebagai alternatif penggerak pompa irigasi oleh kincir angin. Jenis kincir angin yang sesuai dengan kondisi angin di Desa Karyamukti adalah kincir angin jenis poros vertikal dan dipilih jenis savonius. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat kincir angin savonius sebagai penggerak pompa irigasi dalam rangka memberikan alternatif energi baru yang murah dan ramah lingkungan, sehingga dapat mengatasi ketergantungan terhadap penggunaan bakar fosil. Kegiatan ini terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan dan perancangan untuk memperoleh desain alat terbaik yang sesuai dengan kondisi angin setempat, tahap pembuatan dan perakitan alat, serta tahap pengujian dan analisis untuk mengetahui kinerja alat dan jumlah kebutuhan alat di perkebunan jambu merah Desa Karyamukti. Berdasarkan hasil pengujian, luaran yang dihasilkan layak menggantikan pompa berbahan bakar fosil di perkebunan jambu merah Desa Karyamukti karena dapat memanfaatkan potensi energi angin setempat secara gratis dan ramah lingkungan. Alat dapat memenuhi kebutuhan irigasi di perkebunan mitra kerja dengan menginstalasikan empat buah alat secara paralel. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi yang berjudul Kincir Angin Jenis Poros Vertikal Sebagai Alternatif Penggerak Pompa Irigasi Perkebunan Jambu Merah di Desa Karyamukti ini dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini merupakan bentuk pengaplikasian pengetahuan penulis untuk menyelesaikan permasalahan mitra kerja di perkebunan jambu merah Desa Karyamukti. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, penulis mengalami banyak kendala dan kesulitan. Namun berkat bantuan, arahan, dorongan, serta bimbingan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan tersebut dapat teratasi dan penulis dapat menyelesaikan kegiatan ini. Sebagai penutup, penulis kembali mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dimana dapat membantu pembaca dalam memperoleh informasi mengenai kegiatan dan alat yang dibuat oleh penulis. Selain itu, penulis juga mengharapkan apresiasi dari pembaca baik berupa saran maupun kritik. Bandung, Agustus 2013

Penulis

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Desa Karyamukti merupakan wilayah Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dengan letak geografis 10807' - 10812' Bujur Timur dan 645' - 652' Lintang Selatan. Sebagai salah satu wilayah Kabupaten Majalengka, Desa Karyamukti memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata berkisar antara 23C 33,1C dan kelembaban udara antara 77% 86%, serta curah hujan berkisar antara 89 mm hingga 586 mm (BPS Kabupaten Majalengka, 2012). Kondisi alam tersebut merupakan potensi yang mendukung dalam bidang pertanian dan perkebunan, sehingga di Desa Karyamukti terdapat beberapa perkebunan yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Majalengka, yaitu perkebunan jambu merah. Salah satu perkebunan jambu merah yang terdapat di Desa Karyamukti adalah perkebunan milik Ibu Odah. Perkebunan tersebut membutuhkan pompa untuk memenuhi kebutuhan irigasinya. Pompa ini berfungsi untuk mengalirkan air dari sungai menuju lahan perkebunan dikarenakan lokasi sungai yang relatif jauh dan tidak memungkinkannya air sungai mengalir secara alami menuju perkebunan akibat letaknya yang relatif sejajar. Pompa yang digunakan di perkebunan ini dipinjam dari jasa penyewaan pompa yang merupakan pompa berbahan bakar fosil, sehingga dibutuhkan biaya tambahan untuk menyewa dan mengoperasikannya. Di masa mendatang, ketergantungan bahan bakar fosil ini akan memberatkan pengelola perkebunan jambu merah karena harganya yang terus merangkak naik. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil yang berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi energi baru yang murah dan ramah lingkungan untuk digunakan sebagai alternatif energi penggerak pompa irigasi. Energi angin adalah salah satu energi yang memenuhi kriteria murah dan ramah lingkungan. Energi ini merupakan energi terbarukan yang keberadaannya dapat secara cepat diproduksi lagi oleh alam. Energi angin merupakan salah satu energi alternatif yang layak dikembangkan sebagai pengganti energi fosil yang persediaannya semakin menipis karena mudah diperoleh, gratis, tidak memiliki limbah, tidak mempengaruhi suhu bumi, dan tidak terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar. Energi angin dapat dimanfaatkan dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin mengkonversi energi kinetik angin menjadi energi mekanik berupa daya poros yang mampu memutar poros pompa, sehingga energi angin tersebut dapat menggantikan fungsi bahan bakar fosil sebagai sumber tenaga penggerak pompa irigasi. Kecepatan angin di Desa Karyamukti tidak terlalu tinggi, yaitu berkisar 1.5 m/s hingga 3 m/s. Selain itu, arah angin yang tidak tentu membuat perlu diterapkannya teknologi yang tepat untuk memanfaatkan potensi angin tersebut, sehingga jenis kincir angin yang sesuai untuk kondisi lingkungan di Desa Karyamukti adalah kincir angin jenis poros vertikal dan dipilih jenis savonius. Kincir angin savonius dapat berputar pada kecepatan angin yang relatif rendah dan tidak bergantung kepada arah angin, sehingga dengan teknologi ini sangat memungkinkan untuk memanfaatkan energi angin sebagai energi alternatif penggerak pompa irigasi di perkebunan jambu merah Desa Karyamukti. 1.2 Perumusan Masalah Perumusan masalah dari kegiatan ini adalah kebutuhan akan energi alternatif penggerak pompa yang dapat menggantikan pompa berbahan bakar fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan irigasi perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti.

I. 1.1

Tujuan Program Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. merancang dan membuat kincir angin savonius sebagai penggerak pompa irigasi. 2. memberikan alternatif energi dan teknologi baru yang sesuai dengan teknologi setempat, murah, dan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai penggerak pompa untuk memenuhi kebutuhan irigasi perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti. 3. mengatasi ketergantungan pengelola perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti terhadap penggunaan pompa berbahan bakar fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan. 1.4 Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Prototipe kincir angin savonius sebagai penggerak pompa Prototipe kincir angin savonius sebagai penggerak pompa adalah luaran inti dari kegiatan ini. Alat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti dan menggantikan pompa berbahan bakar fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan. 2. Paten Paten yang diharapkan adalah paten dari prototipe kincir angin savonius sebagai penggerak pompa, termasuk di dalamnya konsep desain dan dokumen-dokumen perancangan. 1.5 Kegunaan Program Kegunaan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Dari sisi ekonomi, produk yang dihasilkan dapat menghilangkan biaya penyewaan pompa dan operasional pembelian bahan bakar perkebunan jambu merah di Desa Karyamukti karena produk dapat memanfaatkan energi secara gratis. 2. Dari segi IPTEK, pompa dengan penggerak kincir angin ini dapat diaplikasikan ke perkebunan atau pertanian lain yang menggunakan pompa berbahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan irigasinya, sehingga pemilik perkebunan tidak perlu khawatir lagi terhadap kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar fosil. II. TINJAUAN PUSTAKA Kincir angin savonius (Gambar 1) adalah salah satu jenis kincir angin sumbu vertikal yang mampu mengkonversikan energi kinetik angin menjadi energi mekanik berupa daya poros. Kincir angin ini diciptakan di Negara Finlandia dan dipopulerkan oleh Sigurd J. Savonius pada tahun 1922. Kincir angin savonius memiliki keuntungan dibandingkan dengan kincir angin lainnya, yaitu dapat berputar pada kecepatan angin yang relatif rendah dan tanpa dipengaruhi oleh arah datangnya angin, serta proses fabrikasinya relatif mudah dan murah.

1.3

Gambar 1. Kincir angin savonius

Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui konfigurasi kincir angin savonius yang mampu menghasilkan performasi optimalnya. Menurut penelitian Saha et al. (2008), konfigurasi rotor paling optimum adalah kincir angin savonius terdiri dari dua tingkatan dengan beda sudut 90o dan satu tingkat terdiri dari dua sudu, dimana torsi yang dihasilkan dari konfigurasi ini memiliki nilai yang konstan. Menurut Menet dan Bouraba (2004) nilai optimum dari overlap ratio (e/d) adalah 0,242, dimana dapat menghasilkan harga koefisien torsi (ct) sebesar 0,33. Penelitian mengenai kincir angin savonius sebagai pengerak pompa pernah dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung pada tahun 2010. Maulana dan Naufal merancang dan membuat model kincir angin savonius dua tingkat sebagai penggerak pompa torak dan menguji kinerjanya. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa model tersebut tidak memberikan kinerja yang maksimal, dimana debit yang dihasilkan masih sangat kecil, yaitu debit maksimum 0.83 liter/menit di kecepatan angin 6,75 m/s. Pada tahun 2011, penelitian tersebut dilanjutkan oleh Permana dan Badrul, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan memperbaiki dan menguji kembali model kincir angin savonius dua tingkat sebagai penggerak pompa torak. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa model memiliki kinerja yang lebih baik dari penelitian sebelumnya, yaitu dapat menghasilkan debit maksimum sebesar 3.15 liter/menit di kecepatan angin 5,695 m/s. Setelah dianalisis, kedua penelitian mengenai model kincir angin savonius sebagai penggerak pompa torak di atas masih memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut di antaranya adalah pemasangan poros yang tidak satu sumbu mengakibatkan putaran kincir yang kurang stabil, konstruksi kincir yang kurang halus menyebabkan getaran dan suara bising pada saat kincir berputar, konstruksi pompa yang kurang baik menyebabkan performansi pompa kurang optimal, dan permukaan dalam silinder pompa torak yang kurang halus menyebabkan terjadinya gesekan. III. METODA PENDEKATAN Metoda pelaksanaan kegiatan ini mengikuti tahapan pada diagram alir berikut ini:

Gambar 2. Metoda pendekatan

PELAKSANAAN PROGRAM Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Bandung selama lima bulan, dari bulan Februari hingga bulan Juni. Pembuatan dan perakitan alat dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung. Sedangkan pengujian dilakukan di lingkungan Politeknik Negeri Bandung karena kesulitan dalam membawa alat ke lokasi perkebunan mitra kerja. 4.2 Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual Pelaksanaan Jadwal faktual pelaksanaan kegiatan ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Jadwal faktual pelaksanaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Identifikasi kebutuhan 2. Perancangan Konsep desain Perhitungan Pembuatan gambar kerja 3. Pembuatan dan pembelian komponen 4. Perakitan 5. Pengujian 6. Analisis 7. Penulisan laporan 4.3 Instrumen Pelaksanaan Peralatan yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Mesin bubut 6. Alat rol 11. Jangka sorong 16. Ampelas 2. Mesin Frais 7. Pemotong plat 12. Anemometer 17. Kikir 3. Mesin Bor 8. Jig saw 13. Bejana ukur 18. Obeng 4. Bor tangan 9. Mesin las 14. Tachometer 19. Tang 5. Gerinda 10. Mesin gergaji 15. Stopwatch 20. Gunting pelat tangan 4.4 Rekapitulasi Rancangan dan Realisasi Biaya Rekapitulasi rancangan dan realisasi biaya kegiatan ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 2 Rekapitulasi rancangan dan realisasi biaya Jenis Biaya Rancangan Realisasi Bahan habis pakai Rp 9.166.000 Rp 9.367.500 Peralatan penunjang Rp1.350.000 Rp 870.700 Produksi Rp728.000,00 Rp 180.500 Dokumentasi dan referensi Rp400.000,00 Rp 1.737.200 Perjalanan Rp860.000 Rp 400.000 Total Biaya Rp 12.504.000 Rp 12.555.900 V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Berdasarkan pelaksanaan metoda pendekatan, hasil dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: a. Identifikasi kebutuhan

IV. 4.1

Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, kincir angin harus mampu berputar di kecepatan angin yang rendah, dimana rata-rata kecepatan angin di lokasi mitra kerja adalah 3 m/s dengan kecepatan angin minimum sebesar 1,5 m/s. Selain itu, teknologi yang digunakan harus sesuai dengan teknologi setempat agar proses perawatan dapat dilaksanakan langsung oleh pemilik perkebunan. Oleh karena itu, jenis kincir angin yang dipilih adalah kincir angin jenis savonius. Pihak perkebunan melakukan pengairan selama 3 jam dengan intensitas seminggu dua kali dengan menggunakan pompa berbahan bakar bensin berkapasitas 600 liter/menit, sehingga debit yang dibutuhkan untuk mengairi perkebunan selama satu minggu adalah 172800 liter. b. Perancangan Hasil dari perancangan adalah desain dari komponen alat, perhitungan dan gambar kerja. Kincir angin savonius dirancang dengan geometri dasar tipe U agar dapat menghasilkan gaya dorong yang lebih besar dan proses pembuatan kincir menjadi lebih mudah. Kincir tersebut memiliki konfigurasi dua tingkat dengan beda sudut 90o, dimana satu tingkat terdiri dari dua sudu agar dapat menghasilkan torsi yang lebih besar dan konstan. Jenis pompa yang digunakan adalah jenis perpindahan positif tipe pompa torak karena sesuai dengan karakteristik teoritis kincir yang memiliki putaran rendah. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3 Hasil perhitungan
Karakteristik teoritis kincir angin Diameter/Tinggi: 1,2 m/1,2 m Daya: 16,006 watt Torsi: 3,97 Nm Kecepatan putar: 4 rad/s Elemen mesin Pompa Poros: 20 mm Diameter: 56 mm Baut: M8 Panjang langkah: 80 mm Pin: M5 Bantalan: 6004 ZZ

c.

Pembuatan komponen Hasil pembuatan komponen dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3. Hasil pembuatan komponen d. Perakitan Hasil perakitan alat dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini:

Gambar 4. Hasil perakitan

e. Pengujian dan analisis Data yang diperoleh dari pengujian alat dan analisisnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil pengujian dan analisis Kec. Angin Debit Kecepatan Debit No. Rata-rata tsr teoritis v kincir (rpm) (rad/s) (lt/mnt) (m/s) (lt/mnt) 1 1,83 35 3,66 1,20 5,36 6,89 0,78 2 1,38 18 1,88 0,82 2,16 3,54 0,61 3 1,63 10 1,05 0,39 1,44 1,97 0,73 4 0,95 14 1,47 0,93 1,6 2,76 0,58 5 1,23 26 2,72 1,33 4,24 5,12 0,83 6 1,33 10 1,05 0,47 1,44 1,97 0,73 7 1,90 34 3,56 1,12 4,32 6,70 0,65 8 0,90 26 2,72 1,81 1,92 5,12 0,37 9 0,78 22 2,30 1,78 2,24 4,33 0,52 10 0,60 18 1,88 1,88 1,6 3,54 0,45 11 0,63 10 1,05 1,00 1,52 1,97 0,77 12 1,50 18 1,88 0,75 2,32 3,54 0,65 13 1,15 16 1,67 0,87 1,84 3,15 0,58 14 1,60 26 2,72 1,02 3,12 5,12 0,61 15 2,05 34 3,56 1,04 4,32 6,70 0,65 Rata-rata 1,30 21,13 2,21 1,10 2,63 4,16 0,63 5.2 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian, alat dapat berfungsi dengan baik. Kincir angin mampu berputar pada kecepatan angin yang sangat rendah sesuai dengan kondisi perancangannya. Kincir angin tersebut mampu menggerakan pompa, sehingga air dapat mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu, alat ini layak digunakan sebagai alternatif penggerak pompa di lokasi mitra kerja karena mampu memanfaatkan potensi energi angin setempat secara gratis dan ramah lingkungan. Pompa mampu menghasilkan debit aktual rata-rata 2,63 liter/menit dengan efisiensi volumetris 63%. Dimensi pompa ini didesain untuk kondisi angin di lokasi pengujian yang sangat kecil dengan kecepatan angin minimum 0,6 m/s saja, sehingga debit yang dihasilkan kurang optimal. Namun hasil pengujian tersebut dapat dijadikan referensi untuk menghitung dimensi pompa yang sesuai dengan kondisi kecepatan angin minimum di mitra kerja (umin : 1,5 m/s), sehingga dapat diperoleh debit teoritis yang dapat dihasilkan pompa pada kondisi kecepatan angin rata-rata di mitra kerja (urata-rata : 3 m/s). Adapun hasil perhitungan dimensi pompa dan debit teoritis tersebut adalah sebagai berikut: Diameter pompa : 70 mm Debit teoritis : 12,49 lt/mnt Panjang langkah : 85 mm Berdasarkan hasil perhitungan di atas, jika pompa diasumsikan memiliki efisiensi volumetris 63%, maka alat ini mampu memenuhi kebutuhan pengairan di perkebunan mitra kerja dengan menginstalasikan empat buah alat secara paralel. Dengan instalasi tersebut, kebutuhan pengairan di perkebunan mitra kerja akan selalu terpenuhi secara gratis, sehingga pemilik perkebunan tidak perlu khawatir lagi dengan kenaikan harga bahan bakar fosil di kemudian hari. VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

a. Alat layak digunakan di perkebunan mitra kerja karena mampu memanfaatkan potensi energi angin yang berkecepatan rendah. b. Alat ini layak digunakan sebagai pengganti pompa berbahan bakar fosil karena dapat memanfaatkan energi secara gratis dan ramah lingkungan. c. Dimensi pompa harus disesuaikan dengan kondisi angin di lokasi mitra kerja, yaitu diameter pompa 70 mm dan panjang langkah 85 mm. d. Kebutuhan irigasi perkebunan mitra kerja dapat dipenuhi dengan menginstalasikan empat buah alat secara paralel. 6.2 Saran Berdasarkan hasil kegiatan ini, saran untuk memperbaiki alat adalah sebagai berikut: a. Kincir angin membutuhkan mekanisme pengaman dari angin kencang agar tidak mengalami kerusakan. b. Kincir angin dapat dibuat dengan material yang lebih murah, contoh pipa PVC. c. Produksi pompa harus dilakukan dengan baik agar tidak mengalami kebocoran. VII. DAFTAR PUSTAKA Maulana, F.N.A. dan M.E. Naufal. 2010. Rancang Bangun Model Kincir Angin Jenis Savonius 2 Tingkat Sebagai Energi Alternatif Penggerak Pompa. Tugas Akhir. Program D3 Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung. Bandung. Menet, J. L. dan N. Bourabaa. 2004. Increase in The Savonius Rotors Efficiency Via a Parametric Investigation. European wind energy conference & exhibition. London. Permana, I.T. dan R.F. Badrul. 2011. Pengembangan Model Kincir Angin Jenis Savonius 2 Tingkat Sebagai Alternatif Penggerak Pompa. Tugas Akhir. Program D3 Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung. Bandung. Saha, U. K., S. Totla, dan D.Maity. 2008. Optimum Design Configuration of Savonius Rotor Through Wind Tunnel Experiments. Journal of Wind Engineering and Industrial Aerodynamics 96(3): 1359 1375. VIII. LAMPIRAN 7.1 Dokumentasi Kegiatan

Pengerolan bilah

Pemotongan profil flange

Pembuatan lubang pengikat

Pembubutan dudukan poros

Pembubutan silinder

Pembuatan piston

Pengelasan menara

Pengecatan menara

Pemotongan poros

7.2

Hasil perakitan alat Pengukuran kecepatan angin Laporan Keuangan Tabel 5. Biaya peralatan penunjang
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Jangka sorong Tang Obeng Jangka kayu Spidol permanen Total mata bor Bor tangan bekas Pisau jig saw Gerinda tangan bekas Gerinda potong Kuas Ampelas Jumlah 1 1 1 2 2 1 2 1 3 2 16 Total Satuan Buah Buah Buah Buah Buah Unit Buah Unit Buah Buah Buah Harga Satuan Rp 209.000 Rp 20.000 Rp 15.000 Rp 5.000 Rp 6.000 Rp 180.000 Rp 30.000 Rp 150.000 Rp 10.000 Rp 8.000 Rp 2.500

Proses pengujian

Total Rp 209.000 Rp 20.000 Rp 15.000 Rp 10.000 Rp 12.000 Rp 84.800 Rp 180.000 Rp 60.000 Rp 150.000 Rp 30.000 Rp 16.000 Rp 40.000 Rp826.800

Tabel 6. Biaya dokumentasi dan referensi


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Total Fotocopy Scan CD-R Pulsa modem Kertas HVS Total Jilid Label CD Warna tinta Cartridge Ongkos pembuatan animasi Jumlah 3 5 3 4 5 4 2 1 Total Satuan Kali Buah Paket Rim Buah Buah Buah Kali Harga Satuan Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 100.000 Rp 32.250 Rp 1.000 Rp 50.000 Rp 170.000 Rp 300.000 Total Rp 250.900 Rp 6.000 Rp 15.000 Rp 300.000 Rp 129.000 Rp 39.500 Rp 5.000 Rp 200.000 Rp 340.000 Rp 300.000 Rp1.585.400

Tabel 7. Biaya bahan habis pakai


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Total poros dural Pillow block Meteran Total pelat alumunium Total sistem pemipaan Total baut dan mur Rivet Lem korea G Meteran kain Semen Lem dexton Pegas tesan Autosol Poros ST37 Klem pipa listrik Plastik PE D75 Pembuatan menara Alumunium siku Total besi hollow Resibon slip Stip Thinner Total poros nilon Pipa acrylic Total acrylic Total electroda Total Besi reng Batu resibon Cat Total ST 60 Total Bantalan Kawat as ST37 5 buah O-ring D10x 3 Knees 5/8 Jumlah 8,9 3 1 Satuan Kg Buah Buah Harga Satuan Rp 55.000 Rp 20.000 Rp 12.200 Total Rp 491.000 Rp 60.000 Rp 12.200 Rp 2.685.000 Rp 316.500 Rp 277.500 Rp 28.000 Rp 10.000 Rp 2.500 Rp 55.000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 27.500 Rp 120.000 Rp 6.000 Rp 30.000 Rp 2.500.000 Rp 157.500 Rp 396.000 Rp 9.000 Rp 10.000 Rp 30.000 Rp 199.600 Rp 40.000 Rp 1.160.000 Rp 22.500 Rp 14.000 Rp 7.700 Rp 69.000 Rp 361.000 Rp 130.000 Rp 7.500 Rp 4.500 Rp 4.000 Rp9.263.500 Total Rp 50.000 Rp 30.000 Rp 40.000 Rp 280.000 Rp400.000 Total Rp 25.500 Rp 110.000 Rp 30.000 Rp 270.000 Rp 15.000 Rp455.500

280 1 1 10 1 4 1 3 6 1 1 3 1 1 4 1

Buah Buah Buah Kg Buah Buah Buah Meter Buah Buah Kali Batang Buah Buah Buah Buah

Rp 100 Rp 10.000 Rp 2.500 Rp 5.500 Rp 10.000 Rp 2.500 Rp 27.500 Rp 40.000 Rp 1.000 Rp 30.000 Rp 2.500.000 Rp 52.500 Rp 9.000 Rp 10.000 Rp 7.500 Rp 40.000

1 1,5

Buah Kg

Rp 7.700 Rp 46.000

1 5 1 Total

Meter Buah Paket

Rp 7.500 Rp 900 Rp 4.000

Tabel 8. Biaya perjalanan


No. 1 2 3 4 Nama Jumlah Satuan Transport pelat alumunium 1 Buah Transport acrilic 1 Buah Transport menara 1 Buah Bensin 62 Liter Total Nama Pemotongan acrylic Rol lingkaran besi hollow Biaya jasa bubut ST60 Pembuatan pompa model Perbaikan bejana ukur Jumlah 510 5 1 1 1 Total Satuan cm Kali Unit Unit Kali Harga Satuan Rp 50.000 Rp 30.000 Rp 40.000 Rp 4.500

Tabel 9. Biaya produksi


No. 1 2 3 4 5 Harga Satuan Rp 50 Rp 22.000 Rp 30.000 Rp 270.000 Rp 15.000