Anda di halaman 1dari 43

PENGKAJIAN SISTEM IMUNOLOGI

Disusun oleh Kelompok VII : 1. Eko Winarto 2. Harmilah 3. Umi Istianah 4. Reni Sulist o!ati ". #r$i Vir$ona % &. Rahma!ati

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH UNIVERSITAS INDONESIA 2006
BAB I PENDAHULUAN 1

A. LATAR BELAKANG 'u(uh manusia selalu memiliki )ara untuk melin*un$i *iri *ari in+asi su(stansi asin$ seperti mikroor$anisme. Sistem pertahanan an$ kompleks telah (erkem(an$ untuk men)e$ah seran$an ini se)ara konstan. Sistem pertahanan pa*a manusia ter*iri *ari mekanisme *an respon non spesi,ik serta respon imun spesi,ik. Imuno)ompeten)e a*a (ila s stem imun tu(uh *apat men$i*enti,ikasi *an men$inakti,kan atau men$han)urkan su(stansi asin$. %ila s stem imun ti*akkompeten *an kuran$ responsi+e- maka *apat ter.a*i in,eksi (erat- pen akit immuno*e,isiensi *an ke$anasan. %ila sistem imun (ereaksi (erle(ihan- akan ter.a*i $an$$uan / $an$$uan hipersensiti+itas- seperti aler$i *an pen akit autoimmun. Untuk *apat menetapkan masalah kepera!atan an$ terkait *en$an sistem imun- pera!at perlu melakukan pen$ka.ian sistem imun an$ sistematismen)akup anamnesa- pemeriksaan ,isik- *an pemeriksaan *ia$nostik. B. TUJUAN 'U0U#1 U2U2 2em(erikan $am(aran tentan$ pen$ka.ian lan.ut sistem imunolo$i 'U0U#1 KHUSUS 1. 2em(erikan $am(aran tentan$ komponen *an ,un$si sitem imun 2. 2em(erikan $am(aran tentan$ anamnesa an$ *iperlukan pa*a sistem imun 3. 2em(erikan $am(aran tentan$ pemeriksaan ,isik an$ *iperlukan pa*a sistem imun 4. 2em(erikan $am(aran tentan$ pemeriksaan *ia$nostik pa*a sistem imun ". 2em(erikan $am(aran *ia$nosa kepera!atan $an$$uan sistem imun &. 2em(erikan $am(aran tentan$ pen$ka.ian lan.ut pa*a $an$$uan / $an$$uan sistem imun seperti #IDS *an S3E an$ mun)ul pa*a

BAB II PENGKAJIAN UMUM SISTEM IMUNOLOGI

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI Sistem imunolo$i ter*iri *ari sel *arah khusus 4lim,osit *an monosit5 *an struktur khusus- termasuk *iantaran a no*us lim,e- spleen- th mus- (one marro!- tonsiltonsil- a*enoi*- *an appen*iks. Darah merupakan (a$ian terpentin$ *ari sistem proteksi ini. 2eskipun *arah *an sistem imun memiliki per(e*aan- ke*uan a pa*a *asarn a salin$ (erhu(un$an karena sel / seln a memiliki asaln a an$ sama- aitu sumsum tulan$ (elakan$. Selain itu sistem imun men$$unakan aliran *arah untuk mentransport komponen sistem imun ke tempat in+asin a. B. IMUNITAS Imunitas men$arah pa*a kemampuan tu(uh untuk mela!an in+asi or$anisme *an toksin- sekali$us men)e$ah kerusakan .ariin$an *an or$an. Untuk melaksanakan ,un$si ini se)ara e,isien- sistem imun men$$unakan 3 4ti$a5 strate$i *asar- aitu : 1. (arier ,isik *an kimia!i terha*ap in,eksi 2. respon pera*an$an 3. respon keke(alan %arier ,isik- seperti kulit *an mem(ran mukosa men)e$ah in+asi hampir semua or$anisme ke *alam tu(uh. 6r$anisme an$ melakukan penetrasi pa*a (arier an$ pertama akan men)etuskan respon pera*an$an *an keke(alan. Ke*ua respon meliputi sel / sel 4semua +ariasi *ari sel primiti, *alam sumsum tulan$ (elakan$5.

Cells o !"e I##$%e S&s!e#

T'(e I#$%'!)s Se)ara umum- pertahanan host terha*ap su(stansi asin$ a*alah sama. Se(alikn a- mikroor$anisme khusus atau molekul *apat men$akti+asi respon imun spesi,ik *an men$a!ali keterli(atan sekumpulan sel / sel imun. Respon spesi,ik ini *iklasi,ikasikan se(a$ai keke(alan humoral atau cell-mediated. Respon ini *ipro*uksi oleh 3 mpho) tes 4sel % *an sel '5 I#$%'!)s H$#o*)l Dalam respon ini- in+asi anti$en men e(a(kan sel % mem(elah *an (er*i,,erensite ke sel plasma. #ki(atn a setiap sel plasma mempro*uksi *an mensekresi se.umlah (esar anti$en spesi,ik imuno$lo(ulin 4I$5 ke *alam aliran *arah. Immuno$lo(ulin ter*iri *ari " tipe / I$#- I$D- I$E- I$7- *an I$2. Setiap tipe melaksanakan ,un$si an$ khusus *an (er(e*a : 1. I$#- I$7- *an I$2 melin*un$i terha*ap in+asi (akteri *an +irus 2. I$D (ertin*ak se(a$ai reseptor anti$en *ari sel % 3. I$E men e(a(kan respon aler$i

I#$%'!)s Cell-mediated Keke(alan .enis ini melin*un$i tu(uh *ari in,eksi (akteri- +irus- *an .amur. 0u$a menolak transplantasi sel *an tumor. Respon imun ini *iperankan oleh makro,a$ an$ memproses anti$en an$ kemu*ian *iarahkan ke sel '.
1. %61E 2#RR6W most o, the )ells o, the immune s stem are stem )ells. 4. %:392;H689'ES in the (one marro! an* *i,,erentiate into plasma immuno$lo(ulins 4anti(o*ies5. >. ':HE3;ER 392;H689'ES 'hese spe)iali<e* ':l mpho) tes an* %: l mpho) tes to per,orm their ,un)tions. 2. S'E2 8E33S potential to *i,,erentiate an* mature into the immune s stem. ". ':392;H689'ES in the (one marro! (ut mi$rate to the th mus to mature into ': l mpho) tes. ?. ;3#S2# 8E33S 3. 'H92US #n or$an lo)ate* in the )hest !hi)h instru)ts immature l mpho) tes to (e)ome mature ': l mpho) tes. &. ':SU;;RESS6R 'hese spe)iali<e* l mpho) tes =suppress= ': there( turn o,, the immune response. @. I22U16736%U3I1S 'he site in the (o* !here 'hese )ells ha+e the

pro*u)e* as immature or *i,,erent )ells o, the

'hese l mpho) tes arise 'hese l mpho) tes arise 392;H689'ES

)ells !hi)h in turn pro*u)e !here the are instru)te* helper l mpho) tes an*

'hese )ells *e+elop ,rom 'hese hi$hl spe)iali<e* %:l mpho) tes an* are the protein mole)ules- also kno!n as anti(o*ies- ,it ,orei$n anti$ens- su)h as polio- like a lo)k an* ke . 'heir +ariet is so eAtensi+e that the )an (e pro*u)e* to mat)h all possi(le mi)roor$anisms in our en+ironment. immuno$lo(ulins.

l mpho) tes =help= other )ells that make

C. Pe%+,)-')%

.. R'/)&)! ,ese")!)% Se,)*)%+ Keluhan umum an$ *ialami oleh pasien an$ men$alami $an$$uan imunolo$i termasuk *iantaran a ,ati$ue atau kekuran$an ener$i- kepala terasa rin$anserin$ men$alami memar- *an pen em(uhan luka an$ lam(at. #.ukan pertan aan untuk men*apatkan in,ormasi pen akit pasien- seperti : a ( #pakah an*a men a*ari a*an a pem(esaran no*us limphB #pakah an*a pernah men$alami kelemahan atau n eri sen*iB 0ika i aKapan an*a pertama kali merasakan keluhan terse(utB #pakah hal itu menimpa se(a$ain *ari tu(uh an*a atau ke*uan aB ) * ;ernahkah *alam !aktu *ekat ini an*a men*erita rash- per*arahan a(normal- atau slow healing soreB ;ernahkah an*a men$alami $an$$uan pen$lihatan- *emam- atau peru(ahan *alam pola eliminasiB 2. R'/)&)! Kese")!)% D)"$l$ Eksplorasi pen akit utama an$ pernah *i*erita oleh pasien- pen akit rin$an an$ ter.a*i se)ara (erulan$- ke)elakaan atau )e*era- tin*akan operasi- *an aler$i. 'an akan .ika ia pernah men$alami tin*akanC prose*ur an$ (er*ampak terha*ap sistem imun- seperti trans*usi *arah atau transplantasi or$an 0. R'/)&)! Kel$)*+) 1)% Sos')l Klari,ikasi .ika pasien memiliki ri!a at kanker *alam keluar$a atau $an$$uan hematolo$i atau imun. 'an akan tentan$ lin$kun$an *imana ia (eker.a *an tin$$al utnuk mem(antu menentukan .ika ia terpapar oleh (ahan kimia (er(aha a atau lainn a. 2. Pe#e*',s))% F's', E,ek *ari $an$$uan sistem imun (iasan a sulit untuk *ii*enti,ikasi *an *apat (er*ampak pa*a semua sistem tu(uh. %erikan perhatian khusus pa*a kulitram(ut- kuku- *an mem(ran mukosa. an$ le(ih *etail tentan$

a. Inspeksi 15 o(ser+asi terha*ap pallor- ) anosis- *an .aun*i)e. 0u$a )ek a*an a erithema an$ men$in*ikasi in,lamasi lokal *an plethora. 25 E+aluasi inte$ritas kulit. 8atat tan*a *an $e.ala in,lamasi atau in,eksiseperti kemerahan- pem(en$kakan- panas- ten*erness- pen em(uhan luka an$ lama- *raina$e luka- in*uration 4pen$erasan .arin$an5 *an lesi. 35 8ek a*an a rash *an )atat *istri(usin a 45 6(ser+asi tekstur *an *istri(usi ram(ut- )atat a*an a alope)ia. "5 Inspeksi kuku terha*ap !arna- tekstur- lon$itu*inal striations- on )hol sis*an )lu((in$. &5 Inspeksi mem(ran mukosa oral terha*ap plak- lesi- oe*em $usikemerahan- *an per*arahan >5 Inspeksi area *imana pasien melaporkan pem(en$kakan kelen.ar atau DlumpE terutama a(normalitas !arna *an pem(esaran no*us l mp an$ +isi(le ?5 6(ser+asi respirator @5 Ka.i sirkulasi rate- ritme- *an ener$i Inspeksi a*an a an$ *ikeluarkan saat phenomenon melakukan upa a (erna,as. 8atat posisi pasien saat (erna,as. peri,er. Ra nau*Es 4+asospasme arteriol pa*a .ari tan$an F kaki /terka*an$ telin$ *an hi*un$: se)ara intermitten5 1G5Inpeksi in,lamasi pa*a anus atau kerusakan permukaan mukosa (. ;alpasi 15 ;alpasi na*i peri,er- *imana seharusn a simetris *an re$uler 25 ;alpasi a(*omen- i*enti,ikasi a*an a pem(esaran or$an *an ten*erness 35 ;alpasi joint- )ek pem(en$kakan. 'en*erness- *an n eri 45 ;alpasi no*us l mph super,isial *i area kepala- leher- aAilla- epitro)hlearin$uinal *an popliteal. 0ika saat palpasi reveals pem(esaran no*us atau kelainan lain- )atat lokasi- ukuran- (entuk- permukaan- konsistensi-

kesimetrisan-

mo(ilitas-

!arna-

ten*erness-

suhu-

pulsasi-

*an

+askularisasi *ari no*us. ). ;erkusi ;erkusi anterior- lateral- *an posterior *ari thoraA. %an*in$kan satu sisi *en$an sisi lainn a. %un i *ull men$in*ikasikan a*an a konsoli*asi *apat *ihasilkan oleh u*ara an$ ter.e(ak seperti pa*a asthma (ron)hial. *. #uskultasi 15 #uskultasi *iatas paru untuk men$e)ek suara tam(ahan an$ a(normal. Whee<in$ (isa *itim(ulkan oleh asthma atau respon aler$i. 8ra)kles *ise(a(kan oleh in,eksi saluran perna,asan seperti pneumonia. 25 #uskultasi (un i .antun$ *iatas pre)or*ium. #uskultasi normal reveals han a (un i .antun$ 1 *an 2. 35 #uskultasi a(*omen untuk (un i (o!el. 7an$$uan autoimmun an$ men e(a(kan *iare- (un i (o!el menin$kat. S)lero*erma 4pen$erasan *an pene(alan kuit *en$an *e$enerasi .arin$an konekti,5 *an $an$$uan autoimmun lainn a an$ men e(a(kan konstipasi- (un i (o!el menurun 3.Pe#e*',s))% D')+%os!', a. #$lutinin- He(rileC8ol* N'l)' %o*#)l He(rile a$litinin 8ol* a$lutinin R)s'o%)l He(rileC)ol* a$lutini a*alah anti(o*i an$ men e(a(kan a$re$asi sel *arah merah *alam suhu panas atau *in$in. Hal ini *iper)a a *ise(a(kan oleh or$anisme in,eksus an$ mempun ai $rup anti$enik sama *en$an : ti*ak a*a pen$$umpalan pa*a titer I 1:1?G : ti*ak a*a pen$$umpalan pa*a titer I 1:1& an$ (iasa ter.a*i pa*a pneumonia. Hiperesonan 4menin$katn a (un i perkusi5

(e(erapa

an$ *iteui oleh R%8. 1ormaln a- a$lutinin ter.a*i pa*a

konsentrasi serum kuran$ *ari 1:3G pen$en)eran He(rile a$lutinin ter.a*i pa*a in,eksi salmonella- ri)ketsia- (ruselosis *an tularemia- neoplasmaCleukimia 8ol* a$lutinin ter.a*i pa*a in,eksi m )oplasma pneumonia- in,ulensa mononukleosis- R#- limpoma- hemolitik anemia. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' Haktor an$ mempen$aruhi teter a$lutinin a*alah (e(erapa anti(iotik 4peni)ilin *an se+alosporin5 an$ mempen$aruhi )ol* a$lutinin. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan pa*a pasien (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama ;en$aturan temperatur pentin$ untuk pemeriksaan iniJ untuk )ol a$lutinin tu(e *ihan$atkan sampai suhu 3> G ) se(elum *iisi *en$an spesimen. Untuk ,e(rile a$lutinin- tu(e *i *in$inkan. Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. ;astikan spesimen *ikirimkan se$era ke la(oratorium sehin$$a ti*ak ter.a*i homolisis. 3akukan pne*in$inan pa*a )ol* a$lutinin *an pemanasan untuk ,e(ril a$litinin. ;astikan pasien ti*ak terpapar pa*a temperatur a(normal- an$ akan mempen$aruhi hasil tes. (. #)Kuire* immuno*e,i)ien) s n*rome #IDS serolo$ 4#IDS s)reenin$- HIV anti(o* tes- !estern (lot tes untuk HIV *an anti(o* - E3IS# untuk HIV *an anti(o* 5 'ipe tes 1ilai normal R)s'o%)l : *arah an$ *i*apat *ari pun$si +ena se(an ak > ml : ti*ak a*a HIV anti$en atau anti(o*i

10

#IDS serolo$i tes *i$unakan untuk men*eteksi anti(o*i HIV- +irus an$ men e(a(kan #IDS. HIV *iketahui se(a$ai Human ':l photropi) +irus tipe III 4H'3V:III5 atau 3 mpha*enopath :aso)iate* +irus 43#V5. Karena *ampak sosial *an me*is tes positi, HIV anti(o*i- hasil tes *an interpretasi harus akurat. In*i+i*u an$ terin+eksi HIV setelah EI# s)reenin$ positi, *iulan$ *an tes lain 4!estern (lot atau IH#5 untuk mem+ali*asi hasil positi,. E3IS# untuk tes anti(o*i HIV *alam serum atau plasma karena ini ti*ak men*eteksi anti$en +irus- sehin$$a ti*ak *apat men*eteksi se(elum anti(o*i te(entuk. Sensiri+itas E3IS# tes (erkisar @@L untuk *arah *ari oran$ terin,ekasi HIV 12 min$$u atau le(ih. Kemun$kinan ,alse ne$ati, (ila in,eksi ter.a*i pa*a min$u pertama. ;24 anti$en )apture asa *apat men*eteksi le(ih )epat *ari 2:& min$$u setelah in,eksi F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' ")s'l se*olo+' AIDS4 Halse positi, #utoimun *isease- limpoplori,erati, *isease- leukimialimpoma- sipilis- alkoholik Halse ne$ati, pa*a masa a!al inku(asi atau akhir #IDS I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan pa*a pasien (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Ikuti pentun.uk institusi untuk men.elaskan kerahasiaan *an in,orme* )onsent Ke(an akan pasien akan )emas saat tes- pertahankan pen.elasan an$ ti*ak men$hakimi *an (erikan !aktu pa*a klien untuk men$ekspresikan perasaann a ;erhatikan uni+ersal pre)aution untuk (a*an *an *arah- pakai sarun$ tan$an saat men$am(il *arah. Sarun$ tan$an an$ ro(ek memun$kinkan se(a$ai temapt masuk +irus Setelah pemeriksaan

11

%erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. Ikuti ke(i.akan institusi untuk men ampaikan hasil tes. Hasil ti*ak *i(erikan le!at telpon 0ika hasil tes positi,- .elaskan pa*a pasien (ah!a *imun$kinkan aki(at paparan *ari +irus *alam tu(uh. Hasil positi, ti*ak men$in*ikasikan pasien ter.an$kit #IDS karena ti*ak semua pasien *en$an anti(o*i positi, *iikuti *en$an #IDS Ka.i paien terha*ap $e.ala #IDS seperti *emam- kelelahan- kehilan$an (erat (a*an- anoreksia- *iare- pem(en$kakan kelen.ar leher. 2inta klien untuk men$i*enti,ikasi kontak seksual an$ memun$kinkan mereka untuk *iin,ormasikan *an *i tes. ;asitkan klien memahami .ika ti*a men$$unakan proteksi saat hu(un$an seksual *en$an pasan$ann a akan menempatkan pasan$ann a pa*a reiko tin$$i HIV. ). #nti)ar*iolipin anti(o* 4a83- #8#5 'ipe tes 1ilai normal I$7 anti)ar*iolipin anti(o*i M23 $C3 I$2 anti)ar*iolipin anti(o*i M11m$C3 : *arah ":> ml *ari pun$si +ena

R)s'o%)l #nti,o,,olipi* anti(o*i termasuk #8#s *an lupus antikoa$ulan. #8#s 4I$7 *an I$25 *i*apatkan sekitar 4GL pa*a pasien *en$an S3E. Dinamakan lupus antikoa$ulan- karena *iperlihtakan N >"L pasien *en$an S3E *an *apat se(a$ai antikoa$ulan untuk memperpan.an$ ,os,olipi* *epen*en koa$ulasi tes 4;''5. 2eskipun *emikian ini i*ak *iasosiasikan *en$an kon*isi ter.a*in a per*arahan. ;asien *en$an S3E *en$an #8#s positi, *an lupus antikoa$ulan (eresiko tin$$i untuk mem(entuk anti,os,olipi* anti(o*i sin*rom. 2ani,estasi klinik sin*rom ini a*alah: trom(osis arteri *an 12

+ena- neuropsikiatrik *isease- a(ortus spontan rekuren- trom(ositopenia. Stroke pa*a usia *e!asa mu*a *apat *ihu(un$kan *en$an penin$katan le+el anti(o*i ini. Ke*ua anti(o*i ini (isa *i*apatkan pa*a *ru$ in*u)e lupus- pa*a non:outoimune *isease seperti sipilis *an in,eksi akut *an proses penuaan normal. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' Halse positi, pa*a pasien *en$an in,eksi sipilis- ter.a*i )ross reaksi *en$an ra*iola(el anti(o*i an$ *i$unakan *alam RI# atau anti(o*i *i$unakan pa*a E3IS#. Hase transisi #8#s *apat ter.a*i pa*a pasien *en$an in,eksi- #IDSin,lamasi- outoimun *isease atau kanker I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. *. #l*olase 'ipe tes N'l)' %o*#)l De!asa : 3.G / ?.2 Si(le :3ehnin$er UC*l atau 22 / "@ mU *alam suhu 3>G) 4SI unit5 #nak : sekitar 2 kali nilai *e!asa %a i : 4 kali nilai *e!asa an$ *i$unakan *alam $likolisis $likosa sama 'es al*olase (an ak *i$unakan untuk : *arah an$ *i*apat **ari +ena pun$si se(an ak > ml an$

R)s'o%)l #l*olase a*alah en<im *i(an ak .arin$an *en$an en<im aspartat amino trans,erase 4#S'5 *an 8;K. #l*olase a*a tu(uh. men$i*enti,ikasi mus)ularChepatoseluler in.uri atau *estruksi. 13

#l*olase

menin$kat

pa*a

mus)ular

atropi-

*ermatom ositis

*an

polim ositis- proses $an$rene- trauma muskulus- mus)ular in,eksi- hepatitis kronik- o(strukti, .aun*i)e- sirosis hepar. #l*olase normal pa*a neurolo$ $ra+is- multiple s)lerosis. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' hasil tes *iantaran a in.eksi intrmuskuler se(elum tes I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan pa*a pasien (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Hin*ari pem(erian in.eksi intra muskuler karena akan menin$katkan le+el serum al*olase Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. e. #ntim o)ar*ial anti(o* 4#2#5 'ipe tes N'l)' %o*#)l R)s'o%)l #2# tes *i$unakan untuk men*eteksi outoumun an$ men e(a(kan in.uri *an pen akit pa*a miokar*ial: pen akit .antun$ rematik- )ar*iom opatisin*rom post torakotomi- post m o)ar*ial in,ark. 'es ini .u$a ti*ak han a untuk outoimun tetapi .u$a untuk monitorin$ respon treatmen. ;enelitian menun.ukan a*an a serum anti(o* termasuk komplemen *alam area lesi. #ntim o)ar*ial anti(o* *i*apatkan pa*a 2GL: 4GL pa*a pasien post m o)ar*ial atau in,ark m o)ar*ial 4*ressens sin*rom5. #2# .u$a men*eteksi )ar*iom opati meskipun peran ini pa*a akhirn a ti*ak *iketahui. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% : *arah +ena : ne$ati+e 4.ika positi,- serum *ien)erkan5 *isease seperti poliom elitis- mistenia

14

Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama

Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. ,. #ntinu)lear anti(o* 4#1#5 'ipe tes N'l)' %o*#)l R)s'o%)l #outo anti(o* *iarahkan kepa*a (ahan inti sel lain 4anti nu)lear anti(o* 5 atau material sitoplasma 4anti) toplasmi) anti(o* 5. #1# *i$unakan untuk *ia$nosa (erma)am:ma)am pen akit outoimun- tetapi an$ pokok a*alah untuk s)reenin$ S3EJ tes serum lain harus untuk kon,irmasi *ia$nosa karena pen akit rematik lain 4s)lero*erma- R#5 *ihu(un$kan .u$a *en$an #1#. Halse ne$ati+e pa*a "L pasien S3E . Hu(un$an antara titer penin$katan #1# tes *en$an (eratn a pen akit a*alah proporsional. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' Halse positi, pa*a pen$a(atan *en$an klorotia<i*- $ri<eo,ul+in- hi*rala<inpeni)ilin- pro)ainami*- *an o(at lain. Halse ne$ati, pa*a pen$o(atan *en$an steroi*. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. In*ikasikan *alam hasil la(oratorium a*an a pen$aruh o(at:o(atan 15 : *arah +ena pun$si > ml : titer M 1:2G

Karena pasien ini selalu *alam kon*isi imuno)omprom. Instruksikan pa*a pasien *en$an pen akit autoimun untuk )ek tan*a in,eksi pa*a tempat +ena pun$si. $. 8omplement assa 'ipe tes : *arah +ena pun$si > ml N'l)' %o*#)l 'otal komplemen >" / 1&G UCml atau >" / 1&G UC3 4SI unit5 83 84 R)s'o%)l ;en$ukuran komplemen *i$unakan terutama untuk men*ia$nosa an$ioe*ema *an monitor akti,itas pen akit pa*a pasien S3E ne,ritismem(ranoproli,erati, ne,ritis- post strep tokokal ne,ritis- *an pen akit lain an$ *iperantarai imun. Serum komplemen a*alah kelompok protein $lo(ulin an$ se(a$ian a*alah en<im. En<im ini mem,asilitasi respon imunolo$ik *an in,lamasi. Sistem komplemen merusak sel asin$ *an men$isolasi anti$en asin$. 'otal komplemen terka*an$ *i (eri la(el 8H"Gter(uat *ari @ ma or komponen: *ar 81 sampai 8@. #kti,asi komplemen klasik *i mulai ketika I$2 atau I$7 anti(o*i terikat *en$an 81K- su( komplemen *ari 81. 81 men$akti,kan 84 selan.utn a sampai 8@. Satu *iakti,kan- komplemen menin$katkan permia(ilitas +askuler- anti(o*i *an W%8 *ikrimkan *ari *aerah ke area imunCanti$en komplek. %e(erapa komplemen menin$katkan kemotaktik- pa$ositosis- ikatan imun anti(o*i ke anti$en. 83 *an 84 komponen *apat *ikuantitati,kan oleh pen$hitun$an *en$an pen$ukuran imunolo$ik lan$sun$. 83 men$am(il peran ma or *ari total komplemen. Kekuran$an komplemen *apat kon$enital seperti pa*a an$ioe*ema here*iter- pen akit an$ *ihu(un$kan *en$an penin$katan an$ men$akiti,kan 82 *an : "" / 12G m$C*l atau G."" / 1.2G $rC3 4SI unit5 : 2G / "G m$C*l atau G.2G / G."G $C3 4SI unit5

16

anti(o*iCanti$en 4serum si)knes- S3E- penolakan transplantasi $in.al(e(erapa (entuk $lomerulone,ritis5. Komponen komplemen naik men$ikuti onset ma)am:ma)am in,lamasi kronik atau kerusakan .arin$an akut. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' Haktor an$ mempen$aruhi le+el 83 a*alah suhu ruan$an. 0ika *itin$$al *alam suhu kamar le(ih *ari 1 .am le+el komplemen men.a*i ren*ah. Hal ini men$haruskan pen$iriman sampel se$era- *an *imasukan *alam lemari pen*in$in. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si.

h. 8:rea)ti+e protein 48R;5 'ipe tes N'l)' %o*#)l R)s'o%)l 8:reakti, protein 48R;5 a*alah non spesi,ik- reaktan ,ase akut an$ *i$unakan untuk men*ia$nosa in,eksi (akterial *an pen akit in,lamasi 4akut rematik ,e+er *an RS5. 8R; .u$a menin$kat pa*a nekrosisi .arin$an. 8R; *alah protein a(normal akut. Hasil tes positi, an$ *ipro*uksi oleh li,er selama proses in,eksi menun.ukan ke.a*ian- tetapi ti*a menun.ukan : *arah > ml *en$an pun$si +ena peri+er : MG.? m$C*l

pen e(a( *ari reaksi in,lamasi akut. Sintesis 8R; *ikenalkan *en$an anti$en:imun kopleks- (akteri- ,un$i- *an trauma. Hun$si 8R; analo$ *en$an I$7- ke)uali 8R; a*alah (ukan anti$en spesi,ik. 8R; (erinteraksi *en$an sistem komplemen. 'es 8R; le(ih sensiti, *an in*ikator respon

17

)epat *i(an*in$kan *en$an ESR. ;*a peru(ahan ,ase akut in,lamasi- 8R; menun.ukan penin$katan le(ih a!al *an *en$an intensitas le(ih *i(an*in$kan *en$an ESR. 8R; ti*ak tampak ketika proses in,lamasi *itekan *en$an a$en antiin,lamasi- salisilat atau steroi*. Den$an *emikian 8R; (ukanlah hal an$ (aik untuk monitorin$ status pen akit. F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' Haktor an$ mempen$aruhi hasil pemeriksaan 8R; men.a*i ,alse positi, a*alh IUD aki(at a*an a proses in,lamasi I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si.

i. 8r o$lo(ulin 'ipe tes N'l)' %o*#)l R)s'o%)l 8r o$lo(ulin a*alh serum imuno$lo(ulin a(normal an$ *ipresipitasikan pa*a suhu ren*ah *an re*issol+e *en$an pemanasan. 8r o$lo(uli* *apat presipitasi *en$an (loo* +essels *ari .ari ketika terpapar u*ara *in$in. ;asien seperti ini *apat menunnukan pupura- arthral$ia- atau ra nau*Es ,enomena 4n eri- sianosis- .ari an$ *in$in5. Serum )r o$lo(ulin an$ le(ih tin$i *ari " m$Cml *iasosiasikan *en$an multipel m eloma- ma)ro$lo(ulinemia- *an leukimia. artritis. 8r o$lo(ulin antara 1 / " m$Cml *iasosiasikan *en$an rematoi* : *arah pun$si +ena peri,er 1G ml : ti*ak ter*eteksi a*an a )r o$lo(ulin

18

3e+el kuran$ *ari 1 m$Cml *apat *iasosiasikan *en$an S3ER#- in,eksius mononukleus 4I25- hepatitis +iral- en*okar*itis- sirosis *an $lomerulone,ritis. 8r o$lo(ulin i*iopatik atau primer ti*ak *iasosiasikan *en$an pen akit primer.

I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Instruksikan pa*a pasien untuk O,astP ? .am se(elum men$ikuti tes- .ika *iin*ikasikan *ari la(oratorium. Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. 8r o$lo(ulin *apat *ise(a(kan oleh pen akit an$ *iasosiasikan *en$an *e,ek koa$ulasi. 6(ser+asi tempat pun$si +ena terha*ap kemun$kinan hematom 0ika )r o$lo(ulin tre*eteksi- instruksikan pasien men$hin*ari suhu *in$in- untuk meminimalkan $e.ala Ra nau*Es ;henomenon. .. Epstein:%arr +irus titer 4E%V5 'ipe tes : *arah pun$si +ena peri,er ":1G ml N'l)' %o*#)l R)s'o%)l Epstein:%arr +irus 4E%V5 men$in,eksi ?GL populasi US. Setelah in,eksi+irus *ormant tetapi *apat *iakti,kan kem(ali. E%V *apan men$hasilkan in,eksi monoklonal 4I25- an$ *apat terlihat pa*a anak:anak- rema.a *an *e!sa. 2ani,estasi klinis (erupa ,ati$ue akut- *emam- n eri ten$$orokanlimpa*enopati *an splenome$ali. Hasil la(oratorium menun.ukan a*an a 'iter I 1:1G non *ia$nostik 'iter 1:1G / 1:&G in*ikasi in,eksi saat un*etermin 'iter Q 1:32G menun.ukan in,eksi akti,

19

limpositosis- limposit atipik- transien serum heterophil anti(o*i *itunnukan oleh E%V ,ase akut. Viral 8apsi* #nti$en 4V8#5 *apat men.a*i I$7 atau I$2. Inti E%V inti anti$en terletak *i nukleus limposit an$ terin,eksi. #nti$en E%V an$ lain a*alah earl anti$en 4E#5. #*a 2 tipe E# aitu E#:D 4*i,us *i sitoplasma limposit5- E#:R 4restri)te*5 ter(atas *i salah satu area sitoplasma. Interpretasi anti(o* E%V *i*asarkan pa*a asumsi: Setelah in,eksi E%V- anti:V8# anti(o*i tampak pertama kali #nti:E# anti(o*i men$ikuti anti:V8# anti(o*i a!al *alam ke.a*ian sakit. #nti:E# anti(o*i titer le(ih *ari ?G menun.ukan 2 tahun setelah in,eksi monoklonal akut- men$in*ikasikan E%V kronis. Selama pemulihan- anti:V8# *an anti:E# anti(o*i menurun*an anti E%1# anti(o*i terlihat. #nti:E%1# terlihat selama hi*up an$ menun.ukna pernah terin,eksi se(elumn a. Setelah pemulihan- anti V8# *an anti:E%1# anti(o*i tetap nampak tetapi *alam rentan$ ren*ah. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. Instruksikan pasien *en$an in,,eksi mononukleus untuk me$ikuti aspek pera!atan *iri: (e* rest selama perio*e panas- $unakan anal$esik 4aspirin5 untuk keti*akn amanan umum *an *emam- *an $unakan pele$a ten$$orokan *an (erkumur *en$an air han$at untuk men$atasi ten$$orokan sakit. k. Er thro) te se*imentation rate 4ESR5 'ipe tes : *arah pun$si +ena peri,er ":1G ml 20

N'l)' %o*#)l 2eto*e !ester$ren R)s'o%)l Er thro) te Se*imentation Rate 4ESR5 a*alah tes non:spesi,ik untuk men*eteksi pen akit an$ *ihu(un$kan *en$an akut atau kronik in,eksiin,lamasi 4pen akit +askuler kola$en5- neoplasma- nekrosis .arin$an in,ark. ESR men$ukur en*apan R%8 *alam larutan saline atau plasma *alam perio*e spesi,ik. Karena in,lamasi- neoplasma- in,eksi *an nekrosis menin$katkan protein 4terutama ,i(rino$en5 *an men e(a(kan turun *en$an )epat. an$ men$isi plasma- R%8 )en*erun$ (ertumpuk satu *en$an an$ lain.- an$ menin$ktakan (erat ;ria I 1" mmC.am

;erempuan I 2G mmC.am #nak I 1G mmC.am %a i G:2 mmC.am

F),!o* &)%+ #e#(e%+)*$"' 'erlam(at melakukan testin$J hasil ren*ah akan ter.a*i ketika spesimen *i(iarkan (er*iri le(ih *ari 3 .am se(elum tes ESR ;olisitemia akan menurunkan nilai ESR ;en akit an$ menin$katkan prtein akan menun.ukan penin$katan semu ESR. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan Kehamilan 4trimester 2 *an 35 men e(a(kan ele+asi hasil 2enstruasi- men e(a(kan ele+asi hasil %e(erapa anemia akan men e(a(kan penin$katan palsu nilai

21

0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. l. Human l mpho) te anti$en 4H3#5 'ipe tes : *arah +ena sekitar 1G ml *alam heparin. N'l)' %o*#)l R)s'o%)l Human l mpho) te anti$ens 4H3#s5 (era*a *i permukaan W%8 *an semua nukleus sel *i .arin$an lainn a.- H3# selalu men*eteksi le(ih mu*ah permukaan lim,osit. Ke(era*aan *an kehilan$an anti$en ini *i.elaskan oleh 4 $en kromosom &. Kontrol $en lain menun.ukan atau menutupi a*an a H3#:#- %- 8 atau D. Sistem H3# anti$en *i$unakan untuk men$in*ikasikan kompati(ilitas .arin$an *en$an transpalntasi .arin$an. 0ika H3# anti$en *onor ti*ak kompati(el *en$an resipien- resipien akan mem(uat anti(o*i untuk anti$en terse(ut *an memper)epat penolakan. Sur+i+al transplanatsi .arin$an menin$kat .ika ke)o)okan H3# (aik. H3# sistem .u$a *i$unakan untuk mem(antu men*ia$nosa (e(erapa pen akit. 8ontohn aJ H3#:%2> menun.ukan ?GL pasien *en$an reiters sin*rom. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. : ne$ati,

22

m. Human ':)ell l mphotropi) +irus ICII anti(o* 4H'3V5 'ipe tes : *arah +ena > ml N'l)' %o*#)l R)s'o%)l %e(erapa tipe H'3V- retro+irus- a,,e)t human. Virus en*emik *i 0epan$pulau Kari(ia- #merika selatan- *an #,rika. H'3V:I *i asosiasikan *en$an ':sel leukimia *e!asaClimpoma *an pen akit neurolo$ik seperti Spastik tropikal paraparesis. H'3VRII *i asosiasikan *en$an a*ult hair )ell leukimia. 2eskipun H'3V *an HIV ke*uan a a$en HIV- *an ke*auan a retro+irusin,eksi H'3V ti*ak *ihu(un$kan *en$an #IDS. 'ransmisi H'3V hampir sama *en$an transmisi HIV 4)airan tu(uh terkontaminasi- o(at IV- kontak seksual- men usui5. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. n. Imuno$lo(ulin ele)trophoresis 47amma 7lo(ulin Ele)trophoresis5 'ipe tes : *arah pun$si +ena > ml N'l)' %o*#)l I+G4 De!asa :"&":1>&" m$C*l #nak: 4:12 tahun 2:3 tahun 1 tahun &:@ (ulan : 4&G:1&GG m$C*l : 42G:12GG m$C*l : 34G:12GG m$C*l : 22G:@GG m$C*l : ne$ati+e

23

2:" (ulan 1 (ulan I+A4

: 2GG:>GG m$C*l : 2"G:@GG m$C*l

De!asa : ?":3?" m$C*l #nak: 4:12 tahun 2:3 tahun 1 tahun &:@ (ulan 2:" (ulan 1 (ulan I+M4 De!asa :"":3>" m$C*l #nak: @:12 tahun 1:? tahun &:@ (ulan 2:" (ulan 1 (ulan I+D 1)% I+E R)s'o%)l ;rotein serum ter*iri *ari al(umin *an $lo(ulin. %e(erapa tipe $lo(ulinsalah satu *iantaran a a*alah $amma $lo(ulin. #nti(o*i (erisi $ama $lo(ulin protein an$ *inamakan imuno$lo(ulin 4anti(o*i5. I$7 mem(erikan >"L *ari semua serum imuno$lo(ulin- merupakan ma oritas anti(o*i serum sirkulatin$. I$# 1"L *alam imuno$lo(ulin tu(uh *an terutama *i*alam sali+a- kolostrum- sekresi respirasi *an $astrointestinal. I$2 a*alah imuno$lo(ulin terutama (erespon terha*ap $rup #%6 *arah *an rematoi* ,aktor. I$2 ti*ak mele!ati plasenta- .a*i .ika a*a penin$katan I$2 pa*a (a i (aru lahir menun.ukan a*an a in,eksi intrauterin. 4ru(ela- sitome$alo+irusatau S'I5. I$E selalu memperantarai respon aler$i *an *iukur untuk : "G:2"G m$C*l : 4":2GG m$C*l : 3":12" m$C*l : 2":1GG m$C*l : 2G:?G m$C*l 4 #'%'#)l : 2":3"G m$C*l : 1?:1"G m$C*l : 1":11G m$C*l : ?:?G m$C*l : 4:?G m$C*l : 1:4 m$C*l

24

men$etahui pen akt aler$i. I$D

an$ mem(erikan .umlah terke)il *alam

imuno$lo(ulin .aran$ *ie+aluaisi atau *i*etektsi. Serum imun elektri,oresis *i$unakan untuk men*etksi *an monitorin$ pen akit- termasuk hipersensiti,itas- *e,isiensi imun- pen akit autoimunpen akit kronik- m eloma multipel- in,eksi +iral kronik- in,eksi ,etal intrauterin. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si.

o. 3 mpho) te immunophenot pin$ 'ipe tes : *arah pun$si +ena 1G ml *alam so*ium heparin- " ml *alam ED'# N'l)' %o*#)l Sel Sel ' 'helper 48D45 ' suppressor 48D?5 Sel % 1atural killer )ell 8D4C8D? rasio N1.G R)s'o%)l P*ose%!)se 567 &G:@" &G:>" 2":3G 4:2" 4:3G J$#l)" sel89l ?GG:2"GG &GG:1"GG 3GG:1GGG 1GG:4"G >":"GG

Semua lim,osit (erasal *ari sel stem *alam sumsum tulan$. 3im,osit an$ matan$ *i (one marro! *inamakan lim,osit sel %. 3im,ositt ini men e*iakan humoral anti(o* 4mempro*uksi anti(o* 5. 3im,osit an$ mature *i th mus *inamakan lim,osit '- *an (erespon terha*ap imunitas seluler. 8D4 helper *an 8D? supresor merupakan )ontoh lim,osit '. 3im,osit kimia asin$ atau kanker. an$ ti*ak mempun ai ' atau % *inamakan natural killer )ell *an pen eran$ (ahan

25

F),!o* &)%+ #e%+")#:)! Variasi *iurnalJ meskipun ini ti*ak selalu si$ni,ikan- mun$kin a*a (e(erapa se(a( ketika lim,osit ren*ah. Hasil an$ le(ih tin$$i *ihitun$ ketika *iperkirakan akhir pa$i. lim,osit 1ikotin *an akti,itas (erat *apat menurunkan lim,osit- meskipun *ata ini pa*a akhitSrn a masih men.a*i pertan aan. St eroi* *apat menin$katkan .umlah lim,osit 6(at imunosupresi akan menurunkan .umlah lim,osit. Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama ;ertahankan sikap ti*ak men$hakimi terha*ap praktek seksual pasien %erikan !aktu (a$i pasien untuk mn$ekspresikan perasaann a terkait *en$an kemun$kinan hasil tes Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. #n.urkan pasien untuk memperhatikan tempat +ena pun$si. ;asien *en$an #IDS atau resipien or$an a*alah imuno)ompromi *a( mu*ah untuk in,eksi 2inta pasien untuk men*iskusikan harapann a terha*ap in,ormasi pro$nosa an$ *apat *itun.ukan *ari hasil tes ini. p. 2ononu)leosis spot tes 'ipe tes : *arah +ena >:1G ml N'l)' %o*#)l R)s'o%)l : 1:2? titer ;en akit +iral a an$ a*a- *apat menurunkan .umlah total

I#(l',)s' ,e(e*)/)!)%

26

2ononukleus spot tes mem(antu *alam men*ia$nosa in,eksi mono nukleus- pen akit an$ *ise(a(kan oleh E%V. Serin$ oran$ *e!asa mu*a terin,eksi mononukleosis. ;enampakan klinis a*an a *emam- parin$itislimpa*enopati- splenome$ali. Setelah 2 min$$u onset pen akit- (an ak pasien *itemukan I$2 hetero,il anti(o*i *alam serumn a. Ketika anti(o*i se)ara serial *ien)erkan sampai 1:"&- in,eksi monoklonal men.a*i le(ih kuat terlihat. 2eskipun ,alse positi, *apat ter.a*i pa*a pasien *en$an pen akit lain an$ men e(a(kan penin$katan hetero,il anti(o*i 4sepeerti limpoma *an S3E5. Hetero,il anti(o*i normaln a terlihat pa*a se(a$ian (esar in*i+i*u terin,eksi in,elksi monoklonal. 2onospot tes *ilakukan *en$an menam(ahkan serum pasien *en$an eKuine R%8 *alam sli*e. 0ika ter.a*i a$lutinasi- (erarti a*a hetero,il anti(o*i *alam serum pasien terse(ut- an$ men$in*ikasikan in,eksi E%V. Sekitar 3GL *ari kasusu I2 memiliki hetero,il anti(o*i ne$ati,. Saat suspe) I2*isarankan monospot tes atau E%V serolo$i *iulan$. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si. K. Rheumatoi* ,a)tor 4RH5 'ipe tes : *arah pun$si +ena > ml N'l)' %o*#)l 1e$ati, 4M&G UCml *en$an nephelometri) testin$5 P)s'e% L)%s') :'s) se;)*) %&)!) #e%$%-$,)% (e%'%+,)!)% %'l)' R)s'o%)l an$

27

Rematoi* Haktor 4RH5 tes *i$unakan untuk men*ia$nosa R#- in,lamasi kronik pa*a se(a$ian (esar persen*ian. ;a*a pen akit ini- I$7 anti(o*i *ipro*uksi oleh lim,osit *alam mem(ran sino+ial (ertin*ak se(a$ai anti$en. I$7 *an I$2 anti(o*i lain (ereaksi *en$an anti$en ini untuk mempro*uksi kompleks imun. Kompleks imun ini men$aksti,kan sistem komplemen *an sistem in,lamasi an$ men e(a(kan kerusakan sen*i. RH tes men$i*enti,ikasi I$2 anti(o*i. Hampir ?GL pasien *en$an R# mempun ai titer RH positi,. RH harus *i.umpai *alam titer pen$en)eran le(ih (esar *ari 1:?G. 0ika kuran$ *ari 1:?G menun.ukan pen akit auto imun seperti S3E *an s)lero*erma. I#(l',)s' ,e(e*)/)!)% Se(elum pemeriksaan 0elaskan prose*ur pemeriksaan pa*a pasien. Katakan (ah!a pemeriksaan ti*ak memerlukan !aktu an$ lama Setelah pemeriksaan %erikan tekanan pa*a (ekas +ena pun$si untuk men)e$ah per*arahan. #!asi a*an a per*arahan pa*a tempat +ena pun$si.

D. DIAGNOSA DAN PERENCANAAN Dia$nosa kepera!atan untuk pen akit *e,isiensi imun san$at (er+ariasi san$at ter$antun$ *ari in*i+i*u *an $an$$uann a. Se(a$ai )ontoh- *ia$nosa kepera!atan untuk anak / anak *an *e!asa *en$an *e,isiensi imun 4seperti T: linke* a$amma$lo(ulinemia *an +aria(le *e,isiensi pa*a umumn a5 *apat termasuk pola na,as ti*ak e,ekti,- $an$$uan (ersihan .alan na,as *an $an$$uan pertukaran $as ketika seseoran$ men$alami in,eksi perna,asan. Dia$nosa kepera!atan potensial an$ rele+an terha*ap pen akit imuno*e,isiensi an$ men*erita ter)antum *alam ta(le 1 Ren)ana asuhan kepra!atan spesi,ik untuk in*i+i*u pentakit imuno*e,isiensi .u$a san$at ter$antun$ pa*a asal pen akit *an

28

pen$o(atann a. Se(a$ai )ontoh- in*i+i*u *en$an *e,isiensi ,un$si sel % seperti T:linke* a$amma$lo(ulinemia *io(ati se)ara perio*i) *en$an in,use intra+ena immuno$lo(ulin. T):le . N$*s'%+ 1')+%oses o* I##$%o1e ';'e%;& 1'se)ses ;otensial intoleransi akti+itas ;otensial $an$$uan (o* ima$e ;otensial kopin$ keluar$a ti*ak e,ekti, ;otensial kopin$ in*i+i*u ti*ak e,ekti, ;otensial $an$$uan tum(uh kem(an$ ;otensial in,eksi ;otensial *e,i)it pen$etahuan ;otensial $an$$uan nutrisi : kuran$ *ari ke(utuhan tu(uh ;otensial n eri ;otensial $an$$uan inte$ritas kulit

29

BAB III PENGKAJIAN LANJUT PADA GANGGUAN SISTEM IMUNOLOGI A. H$#)% I##$%o1e ';'e%;& V'*$s < A;=$'*e1 I##$%o1e ';'e%;& S&%1*o#e 5HIV < AIDS7 De '%'s' #IDS a*alah suatu pen akit +irus an$ men e(a(kan kolapsn a sistem imun *an (a$i ke(an akan pen*erita- kematian *alam " tahun setelah *ia$nosis 48or!in hal >?- 2GG15.

T)%1) 1)% Ge-)l) a. 7e.ala mirip ,lu- termasuk *emam rin$an- n eri (a*an- men$$i$il- *apat mun)ul (e(erapa min$$u sampai (ulan setelah in,eksi. (. Selama perio*e latenoran$ an$ terin,eksi HIV mun$kin ti*ak

30

memperlihatkan $e.ala- atau pa*a se(a$ian kasus men$alami lim,a*enopati 4pem(en$kakkan kelen.ar $etah (enin$5 persisten. ). #ntara 2 sampai 1G tahun setelah in,eksi HIV- se(a$ian (esar pasien mulai men$alami (er(a$ai in,eksi oportunistikan$ men$is aratkan mun)uln a #IDS *an (erupa in,eksi ra$i pa*a +a$ina atau mulut *an (er(a$ai in,eksi +irus misaln a +arisela <oster 4)a)ar air *an )a)ar ular5- sitome$alo+irus atau herpes simpleks persisten. Wanita *apat men*erita in,eksi ra$i kronik atau pen akit ra*an$ pan$$ul. *. Setelah ter(entuk #IDS serin$ ter.a*i in,eksi saluran na,as- oleh or$anisme oportunistik ;neumo) tis )arinii. Dapat tim(ul tu(erkulosis an$ resisten (erma)am:ma)am o(at karena pasien #IDS ti*ak mampu melakukan respon imun an$ e,ekti, untuk mela!an (akteri !alaupun *i(antu anti(iotik. e. 7e.ala susunan sara, pusat a*alah *e,ek motorik- ke.an$- peru(ahan kepri(a*ian *an *emensia. ;asien *apat men.a*i (uta *an akhirn a koma. ,. Diare *an (erkuran$n a lemak tu(uh. Diare ter.a*i ak(iat in,eksi +irus *an proto<oa. In,eksi .amur 4thrush5 *imulut *an eso,a$us men e(a(kan n eri he(at se!aktu menelan *an men$un ah *an ikut (erperan men e(a(kan (erkuran$n a lemak *an $an$$uan pertum(uhan. $. %er(a$ai kanker mun)ul pa*a pasien #IDS aki(at ti*ak a*an a respons imun selular terha*ap sel:sel neoplastik. 9an$ serin$ ter.a*i a*alah kanker an$ se(enarn a .aran$ *i.umpai- Sarkoma kaposiaitu kanker sistem +askular an$ *itan*ai oleh lesi:lesi kulit (er!arna merah. Pe#e*',s))% D')+%os!', Stu*i *ia$nostik Dia$nosis In,eksi HIV. 'es skrinin$ an$ san$at (er$una untuk HIV a*alah 2asalah utama pa*a Hal ini menim(ulkan an$ terin,eksi untuk men*eteksi anti(o*i:anti(o*i HIV spesi,ik.

pemeriksaan ini a*alah ter*apatn a kelam(atan pa*a perten$ahan !aktu 2 (ulan setelah in,eksi se(elum anti(o*i *apat *i*eteksi. menun.ukkan anti(o*i HIV n a positi,. window period *imana hasil pemeriksaan pa*a in*i+i*u

;emeriksaan skrinin$ anti(o*i HIV

31

men$hasilkan hasil *en$an keakuratan an$ tin$$i. ;emeriksaan anti(o*i HIV sekaran$ ini *apat *ilakukan melalui pemeriksaan )airan oral *an urine. ;emeriksaan *arah untuk HIV ter(aru memakan !aktu )epat 42G menit5 *an (isa *ilakukan *i lin$kun$an ker.a. ;emeriksaan ini san$at *apat *iper)a a *an memun$kinkan untuk mem(erikan umpan (alik kepa*a klien untuk kemu*ian *apat *ikonsulkan men$enai pen$o(atan *an pen)e$ahann a. Dia$nosis HIV pa*a (a i (aru lahir *apat men.a*i suatu masalah tersen*iri. Semua in,ant an$ lahir *ari i(u an$ terin,eksi HIV pa*a pemeriksaan anti(o*i HIV pasti hasiln a positi,- karena anti(o*i si i(u mele!ati (arrier plasenta. #nti(o*i terse(ut tetap akan a*a pa*a in,ant sampai usian a *iatas 1? (ulan. Karena alasan itu- *eteksi *ini terha*ap in,eksi HIV pa*a in,ant ter$antun$ pa*a pemeriksaan anti$en HIV melalui pen$$unaan HIV D1# polymerase chain reaction 4;8R5- HIV R1# ;8R atau kultur +iral. ;emeriksaan: pemeriksaan terse(ut *apat se)ara pasti men*ia$nosa HIV pa*a in,ant (erusia 4 min$$u an$ terin,eksi. S!$1' l):o*)!o*'$# $%!$, '% e,s' HIV ;erkem(an$an in,eksi HIV *imonitor oleh .umlah sel ' 8D4 U. Sesuai *en$an perkem(an$an pen akit- (iasan a ter*apat penurunan .umlah sel ' 8D4 U an$ merupakan suatu tan*a ter.a*in a penurunan ,un$si imun. Walaupun .umlah sel ' 8D4U san$at pentin$- hal itu han a menampakkan (a$ian *ari $am(aran klinik. ;emeriksaan la(oratorium an$ men$ukur akti,itas +iral merupakan penilaian an$ le(ih (aik *ari status klinik *an perkem(an$an pen akit. Viral load/se.umlah muatan +irus merupakan .umlah partikel:partikel +irus pa*a suatu sampel *arah. Viral loa* *apat *itetapkan *en$an HIV R1# ;8R atau *en$an tes (ran)he*:)hain D1# 4(D1#5. ;emeriksaan ini men e*iakan in,ormasi an$ mem(antu menetapkan kapan memulai terapi- ke(erhasilan terapi *an apakah tu.uan:tu.uan klinik ter)apai. %erma)am:ma)am pemeriksaan la(oratorium untuk *arah an$ a(normal umum *itemukan pa*a kasus in,eksi HIV an$ ti*ak *apat *io(ati.

32

P*oses (e#e*',s))% S,*'%'%+ A%!':o1' HIV. %erikut ini lan$kah:lan$kah an$ *i$unakan *alam pemeriksaan anti(o*i *arah untuk HIV: a. EI# 4En<im immunoassa 5 an$ san$at sensiti, *i$unakan untuk men*eteksi serum anti(o*i se(a$ai ne$ati,. (. Konselin$ setelah *ilakukann a pemeriksaan harus meliputi pen$ka.ian terha*ap perilaku ). *. *iulan$. e. #pa(ila hasil pemeriksaan EI# ulan$an masih positi,- *ilakukan kem(ali pemeriksaan an$ le(ih spesi,ik untuk mene$askan hasil- seperti pemeriksaan Western Blot 4W%5 atau Immunofluorescence Assay 4IH#5. ,. ;emeriksaan W% men$$unakan anti$en HIV electrophorese on gel an$ su*ah *i(ersihkanan$ *iinku(asi *en$an sampel serum. Hal terse(ut *apat men*eteksi apa(ila ter*apat anti(o*i *i*alam serum. IH# *i$unakan untuk men$i*enti,ikasi HIV *i*alam sel:sel an$ terin,eksi. Darah *io(ati *en$an suatu anti(o*i ,luores)ent. $. h. Darah an$ reakti, *i keti$a lan$kah pertama *iatas *ilaporkan se(a$ai anti(o*i HIV an$ positi,. #pa(ila hasiln a ti*ak *apat *itentukan- maka lan$kah:lan$kah (erikut ini *iam(il: #pa(ila *ari hasil pen$ka.ian an$ le(ih *alam terha*ap risiko terin,eksi *itemukan (ah!a in*i+i*u ti*ak memiliki ri!a at akti,itas an$ (erisiko tin$$i- tenan$kan klien (ah!a *ia ti*ak mun$kin terin,eksi HIV *an an$ (erpi.ar 4,luores)ent5 untuk mela!an anti$en p1> atau p24 kemu*ian *iu.i *en$an men$$unakan mikroskop an$ (eresiko- terutama untuk men$etahui siapa sa.a an$ (erisiko terakhir 4recent risk5B #pa(ila risiko terakhir *itemukan- an.urkan untuk melakukan tes kem(ali setelah 3 min$$u- & min$$u *an 3 (ulan kemu*ian. #pa(ila *arah klien men$an*un$ EI# positi,- tes harus harus an$ men$ikat anti$en HIV pa*a ka)a pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sampel *arah an$ ne$ati, *ilaporkan .u$a

33

an.urkan untuk melakukan pemeriksaan kem(ali 3 (ulan kemu*ian. 1amun apa(ila se(alikn a- tern ata *ari pen$ka.ian *itemukan (ah!a in*i+i*u memiliki ri!a at akti,itas an$ (erisiko tin$$i- ulan$i pemeriksaan anti(o*i pa*a 1- 2 *an & (ulanJ *iskusikan )ara untuk menurunkan risiko in,eksi untuk melin*un$i pasan$ann aJ pertim(an$kan untuk melakukan pemeriksaan untuk men*eteksi anti$en HIV. Pe%+,)-')% Ke(e*)/)!)% D)!) s$:&e,!' a. In,ormasi kesehatan an$ pentin$ iwayat kesehatan yang lalu : rute in,eksiJ hepatitisJ tu(erkulosaJ ri!a at (eper$ian ke *aerah lainJ ri!a at men*erita in,eksi +irus- .amur *an atau (akteri. !engo"atan: pen$$unaan o(at:o(at imunosupresi. (. ;ola kesehatan ,un$sional !ersepsi kesehatan # manajemen kesehatan$ %utrisi # meta"olik: penurunan (erat (a*an- anoreksia- mual- muntahJ lesiper*arahan atau ulserasi pa*a (i(ir- mulut- $usi- li*ah atau ten$$orokanJ sensiti, terha*ap makanan asam- asin atau pe*asJ kesulitan menelanJ kram perut- ruam pa*a kulit- lesi atau peru(ahan !arnaJ luka an$ ti*ak sem(uh. &liminasi: *iare (erkemih. Aktifitas latihan: kelelahan kronis- kelemahan otot- kesulitan (er.alanJ (atuk- na,as pen*ek. Istirahat # tidur: insomniaJ (erkerin$at *imalam hari- kelelahan . !ersepsi # kognitif $ sakit kepala- kaku pa*a leher- n eri *a*a- n eri pa*a rektaln eri retrosternalJ pen$lihatan ka(ur,otopo(iaJ *iplopiakehilan$an pen$lihatanJ $an$$uan pen*en$aranJ (in$un$- pelupa- kuran$ an$ terus menerus- peru(ahan karakter ,esesJ n eri

34

perhatian- peru(ahan status mental- kehilan$an memori- peru(ahan kepri(a*ianJ parestesia- hipersensiti, pa*a kaki- pruritis. !eran # hu"ungan$ suport sistem- sum(er keuan$an. 'eksual # reproduksi$ lesi pa*a $enital 4internal atau eksternal5- $atal atau rasa panas pa*a +a$ina- n eri saat (erhu(un$an intim- peru(ahan menstruasi- a*an a kotoran pa*a +a$ina atau penisJ melakukan tin*akan untuk men$ontrol kelahiran- kehamilan- kein$inan untuk memiliki anak *imasa an$ akan *atan$ (ekanisme koping # toleransi stres : tin$kat stres- rasa kehilan$an se(elumn a- pola kopin$- konsep *iri. D)!) o:&e,!' ). )mum$ lesu- *emam terus menerus- lim,a*enopati- kehilan$an massa tu(uh peri,er- tumpukan lemak *i*aerah trunkal *an pun$$un$ atasJ menarik *iri *ari kehi*upan sosial. *. Integumen$ penurunan tur$or kulit- kulit kerin$ atau *ia,oresisJ pu)atsianosisJ lesi- erupsi- peru(ahan !arna atau memar pa*a kulit *an mem(ran mukosaJ ekskoriasi pa*a +a$ina atau perianalJ alopesia- lam(atn a pen em(uhan luka. e. (ata$ ter*apatn a eksu*atJ lesi atau per*arahan pa*a retinaJ papile*ema. ,. !ernafasan$ takipnea- *ispnea- retraksi interkostalJ krakles- !hee<in$- (atuk pro*ukti, atau non pro*ukti,. $. *ardiovaskuler$ perikar*ial ,ri)tion ru(- murmur- (ra*ikar*ia- takikar*ia. h. !encernaan$ lesi pa*a mulut- melepuh 4HSV5- (intik:(intik (er!arna putih / a(u:a(u 4kan*i*a5- lesi putih an$ ti*ak terasa n eri pa*a aspek li*ah lateral 4leukoplakia (er(ulu5peru(ahan !arnaJ $in$i+itiskerusakan atau kehilan$an $i$iJ lesi an$ (er!arna kemerahan atau putih pa*a ten$$orokanJ suara (o!el hiperakti,- massa pa*a perut- hepatosplenome$ali. i. .. (uskuloskeletal$ kehilan$an massa otot. !ersarafan$ ataksia- tremor- kuran$ koor*inasiJ kehilan$an sensoriJ kata: kata an$ tertela- a,asiaJ kehilan$an in$atan- apati- a$itasi- *epresi- perilaku 35

an$ ti*ak tepatJ penurunan tin$kat kesa*aran- seran$an- paralisis- koma. k. l. eproduksi$ lesi atau kotor pa*a $enital- perut tera(a lem(ut sekun*er anti(o*i HIV assa positi, 4EI#5 atau E3IS#aki(at pera*an$an pel+is 4;ID5. *emungkinan temuan$ *iperkuat oleh W% atau IH#5J .umlah le+el +irus an$ *apat *i*eteksi oleh (D1# atau ;8R- penurunan 8D4U l m,osit- pem(alikan per(an*in$an 8D4 : 8D?J penurunan .umlah W%8- lim,openia- anemia- trom(ositopeniaJ keti*akseim(an$an elektrolitJ tes ,un$si hati a(normalJ penin$katan kolesterol- tri$liseri*a *an $lukosa *arah. D')+%os) Ke(e*)/)!)% &)%+ #$%+,'% #$%;$l a. (. ). *. e. ,. $. h. i. .. k. l. m. n. o. p. K. r. s. t. 1 eri akut #ntisipasi (er*uka 8emas Har$a *iri ren*ah kronis 7an$$uan (o* ima$e 7an$$uan pola ti*ur 7an$$uan proses pikir Kelelahan H perthermia Diare Keti*akseim(an$an nutrisi: kuran$ *ari ke(utuhan tu(uh 7an$$uan mukosa oral Keti*ake,ekti,an kopin$ *an mana.emen re$imen terapeutik Kuran$ pera!atan *iri Har$a *iri ren*ah situasional Isolasi sosial Distress spiritual Kete$an$an petu$as pem(eri pela anan kesehatan Kon,lik keputusan Keti*ake,ekti,an *enial 4menolak5

36

u. +. !. A. (er$una5

7an$$uan proses keluar$a Keti*akrelaan Kehilan$an kekuatan 7e.ala stres relokasi *an resiko sin*rom *isuse 4merasa ti*ak

B. S>STEMIC LUPUS ER>THEMATOSUS 5SLE7 De '%'s' S3E a*alah pen akit pera*an$an kronik multisistem $ *ihu(un$kan *$ keti*aknormalan sistem imun. S3E (erpen$aruh p* kulit- persen*ian F mem(ran serosa 4pleura- perikar*ium5- .antun$- $in.al- sistem hematolo$i F neurolo$i 43e!is et al- 2GG45 T)%1) 1)% Ge-)l) Keluhan umum a*alah *emam- penurunan %%- arthral$ia- kelemahan $ (erle(ihan. De*#)!olo+' a. 3esi pem(uluh *arah *i kulit *pt tim(ul *i semua lokasi- namun pl$ serin$ *i area kulit $ terpapar sinar matahari. Reaksi kulit $ (erat *pt t.* p* or$ $ ,otosensiti,. (. 'an*a rash kupu2 *i*aerah pipi- mele!ati area hi*un$ *ialami oleh "GL pasien *$ S3E 4lihat $am(ar *i(a!ah5. ). Ulser pa*a mulut atau mem(ran nasopharin$ t.* le(ih *ari V pasien *$ S3E. *. Umum t.*: $atal p* kulit kepala F ram(ut rontok sh$ t.* ke(otakan 4alopesia5 *$ atau tanpa lesi p* kulit kepala.

37

7(r.: Rash (er(entuk seperti kupu:kupu pa*a pen*erita S3E e. Ram(ut *pt tum(uh kem(ali selama masa pen em(uhan- tapi kehilan$an ram(ut *pt men.a*i permanen *i sekitar lesi. ,. Kulit kepala men.a*i kerin$- (ersisik F atro,i.

M$s,$los,ele!)l a. ;ol arthral$ia *$ kekakuan *i pa$i hari mrpkn keluhan pertama klien. (. #rthritis *ialami oleh N@GL pasien *$ S3E. ). 3upus $ *ihu(un$kan *$ arthritis umumn a t*k erosi, tp *pt men e(a(kan *e,ormitas spt *pt *ilihat (entuk leher an$sa p* .ari2 F pen impan$an ulnar. C)*1'o($l#o%)l a. 'akipnea F (atuk pa*a pasien *$ S3E menan*akan a*an a $$ pa*a paru. (. S3E *pt memper)epat t.*n a 8#D menin$kat. G'%-)l a. 3upus 1e,ritis 4315 t.* p* sktr "GL pA S3E. (. 2ani,estasi 31 (er+ariasi *ari proteinuria rin$an sampai (erat$lomerulone,ritis $ terus (erkem(an$. ). Hampir semua pasien S3E menun.ukk keti*aknormalan .arin$an renal p* hsl (iopsi renal atau hsl otopsi. S's!e# S&)*) a. Dpt t.* neuropati peri,er $ men$arah kp* *e,isit sensori F motorik (ahkan sin*rom otak or$anik aki(at *ari en*apan komplek imun *iantara .arin$an otak- $ *ikarakteristikkan *$ $$ proses pikir- *isorientasi- *e,isit memori F F risiko perkem(an$an 8#D .$

38

$.l2 psikiatrik spt *epresi (erat F psikosis W susah mem(e*akan neuro psikiatrik aki(at S3E *r mslh2 neurolo$ik S3ECpen e(a( lain. (. K*$2 stroke atau menin$itis aseptik *pt t.* .$ He#)!olo+' a. ;em(entukan anti(o*i *lm mela!an sel2 *arah spt eritrosit- leukosittrom(osit F ,aktor2 pem(ekuan merupakan )iri2 *ari S3E X anemialeukopenia rin$an- throm(ositopenia srt mun)ul p* klien *$ S3E. I% e,s' a. ;asien *$ S3E memiliki kerentanan $ tin$$i th* in,eksi- kemun$kinan (.* kerusakan p* kemampuann a mem,a$ositosis ser(uan (akteri. (. In,eksi $ pl$ umum t.* a*alah pneumonia *isertai *$ in,lamasi X pen e(a( utama kematian. ). Demam X hal serius $ mrpkn a!al $e.ala in,eksi. Pe#e*',s))% D')+%os!', a. Ri!a at *an pemeriksaan ,isik (. #nti(o*i: (. #nti(o*i anti:D1# ). #nti(o*i anti:Sm *. #nti(o*i antinuklear 4#1#5 e. 0umlah sel *arah len$kap ,. 3E sel prep $. Urinal sis h. T:ra pa*a persen*ian an$ terpen$aruh i. .. T:ra *a*a ;emeriksaan E87 untuk menetapkan keterli(atan ekstraartikuler $ *ise(a(kan oleh non

Pe%+,)-')% Ke(e*)/)!)% D)!) s$:&e,!'

39

a. In,ormasi kesehatan an$ pentin$ iwayat kesehatan yang lalu : paparan terha*ap ra*iasi ultra +iolet- o(at: o(atan- (ahan:(ahan kimia- in,eksi +irusJ stres ,isik atau psikolo$isJ a*an a pern ataan penin$katan akti,itas estro$en- meliputi le(ih a!aln a perio*e menstruasikehamilan o(at *an perio*e post oralpartumJ pola pen em(uhan *ari pen akit *an seran$an pen akit. !engo"atan: pen$$unaan kontrasepsi ;ro)ainami*e 4;ronest l5- H *rala<ie 4#presoline5- Isonia<i* 4I1H5- o(at:o(at anti seran$an- anti(iotik:anti(iotik 4a*a kemun$kinan memper)epat tim(uln a $e.ala S3E5J Kortikosteroi*- 1S#ID. (. ;ola kesehatan ,un$sional !ersepsi kesehatan # manajemen kesehatan$ ri!a at keluar$a kelemahan. %utrisi # meta"olik$ penurunan (erat (a*an- ulser pa*a mulut *an hi*un$J mual *an muntahJ Aerostomia 4kekerin$an kelen.ar sali+a5*is,a$iaJ ,otosensiti, *isertai tim(uln a rashJ serin$n a men$alami in,eksi. &liminasi$ penurunan output urineJ *iare atau konstipasi. Aktifitas latihan$ kekakuan *i pa$i hariJ pem(en$kakan sen*i *an *e,ormitasJ na,as pen*ek- * spneaJ kelelahan an$ (erle(ihan. Istirahat # tidur$ insomnia. !ersepsi # kognitif $ $an$$uan pen$lihatanJ +erti$oJ sakit kepalaJ pol arthral$iaJ n eri *a*a 4perikar*ial- pleuritik5J n eri a(*omenJ n eri persen*ianJ n eri- (er*e(ar- rasa *in$in pa*a .ari:.ari *isertai *en$an mati rasa *an rasa $eli 4tin$lin$5. 'eksual # reproduksi$ amenorhea- perio*e menstruasi an$ ti*ak teratur . (ekanisme koping # toleransi stres$ *epresi- menarik *iri. an$ men*erita pen akit:pen akit autoimunJ serin$n a men$alami in,eksiJ

D)!) o:&e,!'

40

a. Umum: *emam- limpa*enopati- e*ema pa*a perior(ital (. Inte$umen: alopesiaJ kerin$- kulit kepala (ersisikJ keratokon.un)ti+itis- ruam (er(entuk seperti kupu:kupu pa*a !a.ahJ eritema pa*a telapak tan$anurtikaria- periun$ual eritema- purura atau petekiaeJ ulser pa*a kaki. ). ;erna,asan: pleural ,ri)tion ru(- penurunan suara na,as. *. Kar*io+askuler: +askulitisJ peri)ar*ial ,ri)tion ru(J hipertensi- e*ema- aritmiamurmur- pu)at *an sianosis (ilateral *an simetris *i*aerah .ari:.ari 4,enomena Ra nau*Es5. e. ;en)ernaan: ulser pa*a mulut *an ,arin$J splenome$ali. ,. ;ersara,an: kelemahan !a.ah- neuropati peri,er- e*ema pa*a papil- *isartria(in$un$- halusinasi- *isorientasi- psikosis- tim(uln a seran$an- a,asiahemiparese. $. 2uskuloskeletal: miopati- miositis- artritis. h. ;erkemihan: proteinuria. i. Kemun$kinan:kemun$kinan *itemukan: anti:D1#Sm *an anti(o*i antinuklear 4#1#5J anemia- leukopenia- trom(ositopeniaJ penin$katan nilai en*apan eritrosit 4ESR5J sel 3E prep positi,J penin$katan serum kreatininJ mikroskopik hematuria- a*an a )etakan sel *alam urineJ hasil pemeriksaan A:ra *a*a ter*apat perikar*itis atau e,usi pleura. D')+%os) Ke(e*)/)!)% &)%+ #$%+,'% #$%;$l a. Kelemahan (erhu(un$an *en$an proses pen akit hari (. 1 eri akut (erhu(un$an *en$an proses pen akit *an keti*aka*ekuatan ukuran rasa n aman persen*ian ). 7an$$uan inte$ritas kulit (erhu(un$an *en$an ,otosensiti,- rash pa*a kulit *an alopesia *. Intoleransi akti,itas (erhu(un$an *en$an kelelahan arthral$ia- kelemahan *an an$ *imani,estasikan *en$an keluhan n eri pa*a an$ *imani,estasikan oleh kekuran$an ener$i- keti*akmampuan mempertahankan akti,itas sehari:

41

e. Keti*ake,ekti,an pan.an$.

mana.emenCpenatalaksanaan

re$imen

terapeutik

(erhu(un$an *en$an kuran$ pen$etahuan *ari pen$o(atan pen akit .an$ka BAB IV PENUTUP Sistem imunolo$i merupakan sistem an$ (erperan *alam pertahanan tu(uh manusia. Sistem ini ter*iri *ari sel *arah khusus 4 3im,osit *an 2onosit 5 *an struktur khusus seperti no*us lim,e- spleen- th mus- (one marro!- tonsil a*enoi* *an appen*iks. Imunitas tu(uh manusia ini meliputi imunitas humoral *an imunitas )ell:me*iate*. Untuk *apat mem(erikan asuhan kepera!atan an$ komprehensi, kepa*a klien *en$an $an$$uan sistem imunolo$i- *iperlukan pen$ka.ian an$ komprehensi, meliputi anamnesa terha*ap ri!a at kesehatan sekaran$- ri!a at kesehatan *ahulu *an keluar$a *an sosial- pen$ka.ian ,isik terha*ap (er(a$ai sistem tu(uh an$ *ipen$aruhi oleh sistem imunolo$i serta pemeriksaan *ia$nostik an$ meliputi pemeriksaan #$lutinin- #IDs Serolo$i- #8#- #l*olase#2#- #1#- 8omplement #ssa - 8R;- 8 ro$lo(ulin- E%V- ESR- H3#- H'3V7amma 7lo(ulin Ele)trophoresis3 mpho) te Immunophenot pin$2ono)leosis Spot 'est *an Rhemathoi* Ha)tor. Dia$nosa kepera!atan pen akit an$ mun$kin mun)ul pa*a klien *en$an $an$$uan sistem imunolo$i a*alah : Kelemahan (erhu(un$an *en$an proses an$ *imani,estasikan oleh kekuran$an ener$i- keti*akmampuan an$ *imani,estasikan akti,itas mempertahankan akti,itas sehari:hari- 1 eri akut (erhu(un$an *en$an proses pen akit *an keti*aka*ekuatan ukuran rasa n aman *en$an ,otosensiti,rash pa*a *en$an keluhan n eri pa*a persen*ian- 7an$$uan inte$ritas kulit (erhu(un$an kulit *an alopesia- Intoleransi (erhu(un$an *en$an arthral$ia- kelemahan *an kelelahan- *an Keti*ake,ekti,an mana.emenCpenatalaksanaan re$imen terapeutik (erhu(un$an *en$an kuran$ pen$etahuan *ari pen$o(atan pen akit .an$ka pan.an$.

42

DAFTAR PUSTAKA 8or!in- Eli<a(eth 0. 42GG15. Buku Saku Patofisiologi. #lih (ahasa %rahm U. ;en*it. E78. 0akarta. 3e!is- Sharon 2antik et al. 42GG45. Medical Surgical Nursing Vol. 2. 2os( 9ear %ook. St. 3ouis- 2issouri. 0a,,e- 2arie S. 41@@&5. Medical Surgical Nursing Care Plans (Nursing Diagnosis and nter!ention". #ppleton an* 3ar$e. 8onne)ti)ut. ;a$ana- Kathleen Deska- 1@@@. Diagnostic #esting and Nursing mplications$ % Case Stud& %pproac' (t' edition. 2os( In). St 3ouis 2issour Snelt<en- Su<anne 8. F %ren*a 7. %are. 41@@&5. Medical ) Surgical Nursing *t' edition. 3ippin)ot. ;hila*elphia. http:CC!!!.healthato<.)omChealthato<Cato<Cen) Cai*sRtest..sp. tan$$al akses ? Septem(er 2GG& http:CC!!!.me*i)inet.)omCrheumatoi*RarthritisCpa$e4.html. Septem(er 2GG& tan$$al akses ?

http:CChealth.reports.)omClupus:!ellness.html. tan$$al akses ? Septem(er 2GG& http:CCe+ol+e.else+ier.)omC(la)kCme*sur$C. tan$$al akses ? Septem(er 2GG&

43