Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel yang terdapat pada payudara. Payudara terdiri dari lobulus-lobulus, duktusduktus, lemak dan jaringan konektif, pembuluh darah dan limfe. Pada umumnya kanker berasal dari sel-sel yang terdapat di duktus, beberapa diantaranya berasal dari lobulus dan jaringan lainnya. Kanker payudara merupakan keganasan yang menyerang hampir sepertiga dari seluruh keganasan yang dijumpai pada wanita. Problem kanker payudara menjadi lebih besar lagi karena lebih 70% penderita datang ke dokter pada stadium yang sudah lanjut ( aryono, !00"#. Kasus kanker payudara di $awa %engah sebesar !&.0'&.000 kasus, pada tahun !00( sebesar ()0& kasus (0,0!%#, mengalami peningkatan pada tahun !00) sebesar **.!*( kasus (0,0+%#, pada tahun !007 tidak terjadi peningkatan yaitu sebesar **.!*( kasus (0,0+%#, kemudian meningkat lagi pada tahun !00& sebesar *+.0*" kasus (0,0(%#. ,enurut -inkes emarang (!007#, pada tahun !007 terdapat &7" kasus yang terdiri dari kriteria remaja berumur ** . !+ tahun sebanyak !& kasus (',!%#, sedangkan pada usia !( . ++ tahun berjumlah +00 kasus (+(,(%# dan pada usia +( tahun ke atas +(* kasus ((*,'%#. Pre/alensi tertinggi kasus kanker payudara adalah di Kota urakarta sebesar 7&.(0) kasus (0,!&%# (-epkes, !00&#. Pada stadium dini, kanker payudara dapat disembuhkan, tetapi di 0ndonesia penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. 1kibatnya penanganan kanker payudara hanya berkisar pada tujuan /aliatif atau meringankan gejalanya saja. 2al ini yang menyebabkan insidens, morbiditas serta angka kematian (mortalitas# masih tetap tinggi. 1pabila sebelumnya ada

upaya pen3egahan primer dan deteksi dini atau pen3egahan sekunder, angkaangka tersebut dapat ditekan (Persi, !000#. 0nsiden kanker payudara meningkat sesuai dengan bertambahnya usia (4uwia, !00'#. 1kan tetapi, usia muda juga bukan jaminan aman dari kanker payudara (5ayasan Kanker 0ndonesia, !00&#. %ingginya angka kejadian kanker payudara mengakibatkan tidak sedikit pula penderita kanker payudara yang berujung pada kematian ( aryono, !00"#. $ika saja tanda dan gejala kanker payudara dapat ditemukan sedini mungkin maka tingkat kesembuhan akan semakin tinggi. alah satu langkah pen3egahan sekunder adalah dengan melakukan deteksi dini atau skrining. Kanker akan memiliki prognosis yang lebih baik jika terdeteksi pada stadium dini. -eteksi dini kanker ialah usaha untuk mendeteksi penyakit atau kelainan, dengan menggunakan tes, pemeriksaan, atau prosedur tertentu yang dapat digunakan se3ara 3epat untuk membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat, benar-benar sehat dengan tampak sehat tetapi sesungguhnya menderita kelainan. %ujuan dari deteksi dini ini untuk menemukan se3ara dini, yaitu kanker yang masih dapat disembuhkan, untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas kanker (0mam, !00"#. 4angkah deteksi dini payudara yang umum dilakukan oleh masyarakat adalah Periksa Payudara endiri ( 1-160# atau 7reast elf 89amination (7 8#, pemeriksaan klinis atau :lini3al 7reast 89amination (:78# dan mamografi (;i3tor, !00&#. Penatalaksanaan kanker payudara telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, tetapi angka kematian dan kejadian kanker payudara masih tetap tinggi karena pasien ditemukan dalam stadium lanjut. Kanker payudara akan mendapatkan penanganan se3epatnya dan akan memberikan harapan kesembuhan serta harapan hidup yang lebih baik apabila kanker payudara dideteksi sejak dini ( upit, !00!#. %erdapat tiga 3ara utama untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara, yaitu 1-160 (Periksa Payudara endiri# atau breast selfe9amination, sebaiknya mulai biasa dilakukan pada sekitar usia !0 tahun, minimal sekali sebulan. 1-160 dilakukan ' hari setelah haid berhenti atau 7

hingga *0 hari dari haid 1nda. Kedua, lakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan atau (3lini3al breast e9amination#. -an ketiga, lakukan ,amografi, yaitu pemeriksaan penunjang dengan <-ray pada payudara. %ujuannya untuk memastikan ada-tidaknya perubahan pertanda kanker payudara yang tidak terlihat saat pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini 3ukup efektif untuk wanita berusia di atas +0 tahun. e3ara epidemiologi, orang melihat tendensi penyakit ini familial, artinya seorang wanita dengan ibu penderita kanker payudara mempunyai kemungkinan lebih banyak mendapat kanker payudara daripada wanita-wanita dari ibu yang tidak menderita penyakit tersebut. =anita yang infertil juga lebih tinggi kemungkinan mendapat kanker payudara daripada wanita yang fertil (Prawirohardjo, !00&#. B. Tujuan *. %ujuan >mum ,empelajari konsep teori dan asuhan keperawatan pasien dengan kanker payudara. !. %ujuan Khusus a. ,engetahui definisi kanker payudara b. ,engetahui penyebab kanker payudara 3. ,engetahui pathogenesis atau patofisiologi kanker payudara d. ,engetahui manifestasi klinis kanker payudara e. ,engetahui klasifikasi kanker payudara f. ,engetahui pathway kanker payudara g. ,engetahui komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh kanker payudara h. ,engetahui pemeriksaan diagnosti3 kanker payudara i. ,engetahui penatalaksanaan kanker payudara j. ,engetahui asuhan keperawatan penyakit kanker payudara

'

BAB II KONSEP TEORI

A. Pengertian Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker tertua pada manusia. Penyakit kanker payudara telah dikenali sejak jaman mesir kuno ? *)00 ,, walaupun pada saat itu belum ada definisi mengenai kanker. 8dwin mith Papyrus melaporkan ada & kasus tumor yang disertai ulkus pada daerah payudara yang diterapi dengan 3ara dibakar dengan api. Pada abad *7 seorang ahli bedah Peran3is $ean 4ouis Petit (*)7+ . *7(0# menemukan kasus kanker payudara yang disertai pembesaran limfonodi didaerah aksila. Kemudian ahli bedah dari kotlandia 7enjamin 7ell (*7+" . *&0)# melakukan operasi pengangkatan kelenjar payudara beserta otot.otot dada dan limfonodi aksila, baru kemudian dipopulerkan oleh =illiam tewart 2alsted (*&&!# melakukan 2alsted 6adikal ,aste3tomy dan prosedur ini tetap populer sampai tahun *"70 ( hirley, !00(#. 1da beberapa pendapat tentang Kanker payudara yang dikemukan oleh para ahli. ,enurut sutriston (*""!#, kanker payudara merupakan neoplasma spesifik tempat terla@im perempuan yang merupakan penyebab utama kematian perempuan karena kanker. ,enurut :arpenito (*"""#, kanker payudara adalah gangguan dalam pertumbuhan sel normal, berkembang 3epat dan menginfiltrasikan jaringan limfe dan pembuluh darah dalam payudara. edangkan menurut 4uwia (!00(#, kanker payudara adalah kanker yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara. -ari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kanker payudara adalah perubahan sel-sel yang mengalami perubahan tidak normal dan tidak terkontrol pada kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang serta pembuluh darah dalam payudara.

B. Etiologi Perlu diketahui bahwa hingga saat ini etiologi kanker payudara belum diketahui se3ara pasti, namun diduga bahwa penyebabnya sangat multifa3torial yang saling mempengaruhi. ,enurut 6amli (*"""# dan ,anan (*"""# ada ' hal yang memiliki pengaruh penting terhadap kanker payudara A *. Baktor genetik Baktor genetik berpengaruh dalam peningkatan terjadinya kanker payudara.Pada per3obaan tikus dengan galur sensitif kanker, melalui persilangan genetik didapatkan tikus yang terkena kanker.1da faktor turunan pada suatu keluarga yang terkena kanker payudara. Kelainan ini diketahui terletak dilokus ke3il di kromosom *7C!* pada kanker payudara yang timbul saat usia muda. !. 2ormon Kelebihan hormon estrogen endogen atau lebih tepatnya terjadi ketidak seimbangan hormon terlihat sangat jelas pada kanker payudara. 7anyak faktor resiko yang dapat disebutkan seperti masa reproduksi yang lama, nulipara, dan usia tua saat mempunyai anak pertama akan meningkatkan estrogen pada siklus menstruasi. =anita pas3a menopause dengan tumor o/arium fungsional dapat terkena kanker payudara karena adanya hormon estrogen berlebihan. uatu penelitian menyebutkan bahwa kelebihan jumlah estrogen di urin, frekwensi o/ulasi, dan umur saat menstruasi dihubungkan dengan meningkatnya resiko terkena kanker payudara. 8pitel payudara normal memiliki reseptor estrogen dan progesteron.Kedua reseptor ditemukan pada sebagian besar kankerpayudara.7erbagai bentuk growth promoters (transforming growthfa3tor-alphaDepitehlial growth fa3tor, platelet-deri/ed growth fa3tor#, fibroblast growth fa3tor dan growth inhibitor disekresi oleh sel kanker payudara manusia. 7anyak penelitian menyatakan bahwa growth promoters terlibat dalam mekanisme autokrin dari tumor. Produksi EBtergantung pada hormon estrogen, sehingga

interaksi antara hormon disirkulasi, reseptor hormon pada sel kanker dan EB autokrinmerangsang sel tumor menjadi lebih progresif. '. Pengaruh lingkungan dan gaya hidup Pengaruh lingkungan diduga karena berbagai faktor antara lainA alkohol, diet tinggi lemak, dan infeksi /irus. 2al tersebut mungkin mempengaruhi onkogen dan gen supresi tumor dari kanker payudara. C. Patofi iologi :arsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem duktal, mula . mula terjadi hiperplasia sel . sel dengan perkembangan sel . sel atipik. el - sel ini akan berlanjut menjadi 3arsinoma insitu dan mengin/asi stroma. :arsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang 3ukup besar untuk dapat diraba ( kira . kira berdiameter * 3m#. Pada ukuran itu kira . kira seperempat dari 3arsinoma mammae telah bermetastasis. :arsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah ( Pri3e, yl/ia, =ilson 4orrairee ,, *""( # D. !anife ta i Klini Pasine biasanya dating dengan keluhan benjolan atau masa di payudara, rasa sakit, keluar 3airan dari putting susu, timbulnya kelainan kulit ( dimpling, kemerahan, ulserasi, peau dorange) pembesaran kelenjar getah bening, atau tanda metastasis jauh. etiap kelainan pada payudara harus dipikairkan ganas sebelum dibuktikan tidak. -alam anameses juga ditanyakan adanya fa3tor-faktor resiko pada pasien, dan pengarus siklus haid terhadap keluhan atau perubahan ukuran tumor. >ntuk meminimalkan pengaruh hormon estrogen dan progesterone, sebaiknya pemeriksaan dilakukan kurang lebih satu minggu dihitung dari hari pertama haid. %eknik pemeriksaan fisis adalah sebagai berikut A *. Posisi duduk

4akukan inspeksi pada pasien dengan posisi tangan jauh bebas kesamping dan pemeriksa berdiri didepan dalam posisi lebih kurang sama tinggi. Perhatikan keadaan payudara kiri dan kanan, simetris atau tidak F adakah kelainan papilla, letak dan bentuknya, retraksi putting susu, kelainan kulit berupa peau dorange, dimpling, ulserasi, atau tanda-tanda radang. 4akukan juga dalam keadaan kedua lengan diangkat ke atas untuk melihat apakah ada bayangan tumor dibawah kulit yang ikut bergerak atau adakah bagian yang tertinggal, dimpling dan lain-lain. !. Posisi berbaring ebaiknya dengan punggung diganjal bantal, lakukan palpasi mulai dari kranial setinggi iga kedua, sampai distal setinggi iga ke enam, serta daerah sub areolar dan papilla atau dilakukan se3ara sentrifugal, terakhir dilakukan penekanan daerah papilla untuk melihat apakah ada 3airan yang keluar. %etapkan keadaan tumornya, yaitu lokasi tumor berdasarkan kuadrannyaF ukuran, konsistensi, batas tegas atau tidakF dan mobilitas terhadap kulit, otot pektoralis atau dinding dada. '. Pemeriksaan KE7 regional didaerah A a. 1ksila, yang ditentukan kelompok kelenjar A *# ,amaria eksterna di anterior, dibawah tepi atau pektoralis !# '# b. ubskapularis di posterior aksila entral dipusat aksila

+# 1pi3al di ujung atas fasia aksilaris upra dan infrakla/ikula, serta KE7 leher utama +. Grang lain yang diperiksa unt melihat adanya metastasis yaitu hepar, lien, tulang belakang dan paru. ,etastasis jauh dapat bergejala sebagai berikut A a. Gtak A nyeri kepla, mual, muntah, epilepsy, ataksia, paresis, paralesis b. Paru A 8fusi, sesak napas 3. 2ati A kadang tanpa gejala, massa i3terus obstruksi d. %ulang A nyeri, patah tulang. (,ansjoer, !000#

E. Kla ifika i 7erdasarkan gambaran histologis, =2G membuat klasifikasi kanker payudara sebagai berikut. *. Kanker Payudara Hon 0n/asif a. Karsinoma intraduktus non in/asif Karsinoma intraduktus adalah karsinoma yang mengenai duktus disertai infiltrasi jaringan stroma sekitar. %erdapat ( subtipe dari karsinoma intraduktus, yaitu A komedokarsinoma, solid, kribriformis, papiler, dan mikrokapiler. Komedokarsinoma ditandai dengan sel-sel yang berproliferasi 3epat dan memiliki derajat keganasan dapat tinggi.Karsinoma jenis ini dapat meluas ke duktus ekskretorius utama, kemudian menginfiltrasi papilladan areola,sehingga menyebabkan penyakit Paget pada payudara. b. Karsinoma lobular insitu Karsinoma ini ditandai dengan pelebaran satu atau lebih duktus terminal dan atau tubulus, tanpa disertai infiltrasi ke dalam stroma. elsel berukuran lebih besar dari normal, inti bulat ke3il dan jarang disertai mitosis. !. Kanker Payudara 0n/asif a. Karsinoma duktus in/asif Karsinoma jenis ini merupakan bentuk paling umum dari kanker payudara.Karsinoma duktus infiltratif merupakan )(-&0% dari karsinoma payudara. e3ara histologis, jaringan ikat padat tersebar berbentuk sarang. el berbentuk bulat sampai poligonal, bentuk inti ke3il dengan sedikit gambaran mitosis.Pada tepi tumor, tampak sel kanker mengadakan infiltrasi ke jaringan sekitar seperti sarang, kawat atau seperti kelenjar. $enis ini disebut juga sebagai infiltrating du3tus 3ar3inoma not otherrwiser sper3ifierd (HG #,s3irrhous 3ar3inoma, infiltrating 3ar3inoma, atau 3ar3inoma simple9. b. Karsinoma lobular in/asif

&

$enis ini merupakan karsinoma infiltratif yang tersusun atas sel-sel berukuran ke3il dan seragam dengan sedikit pleimorfisme.Karsinoma lobular in/asi/e biasanya memiliki tingkat mitosis rendah. el infiltratif biasanya tersusun konsentris disekitar duktus berbentuk seperti target. el tumor dapat berbentuk signet-ring, tubuloal/eolar, atau solid. 3. Karsinoma musinosum Pada karsinoma musinosum ini didapatkan sejumlah besar mu3us intra dan ekstraseluler yang dapat dilihat se3ara makroskopis maupun mikroskopis. e3ara histologis, terdapat ' bentuk sel kanker.7entuk pertama, sel tampak seperti pulau-pulau ke3il yang mengambang dalam 3airan musin basofilik. 7entuk kedua, sel tumbuh dalam susunan kelenjar berbatas jelas dan lumennya mengandung musin. 7entuk ketiga terdiri dari susunan jaringan yang tidak teratur berisi sel tumor tanpa diferensiasi, sebagian besar sel berbentuk signet-ring. d. Karsinoma meduler el berukuran besar berbentuk polygonalDlonjong dengan batas sitoplasma tidak jelas.-iferensiasi dari jenis ini buruk, tetapi memiliki prognosis lebih baik daripada karsinoma duktus infiltratif.7iasanya terdapat infiltrasi limfosit yang nyata dalam jumlah sedang diantara sel kanker, terutama dibagian tepi jaringan kanker. e. Karsinoma papiler in/asif Komponen in/asif dari jenis karsinoma ini berbentuk papiler. f. Karsinoma tubuler Pada karsinoma tubuler, bentuk sel teratur dan tersusun se3ara tubuler selapis, dikelilingi oleh stroma fibrous.$enis ini merupakan karsinoma dengan diferensiasi tinggi. g. Karsinoma adenokistik $enis ini merupakan karsinoma in/asif dengan karakteristik sel yang berbentuk kribriformis. angat jarang ditemukan pada payudara. h. Karsinoma apokrin

"

Karsinoma ini didominasi dengan sel yang memiliki sitoplasma eosinofilik, sehingga menyerupai sel apokrin yang mengalami metaplasia. 7entuk karsinoma apokrin dapat ditemukan juga padajenis karsinoma payudara yang lain. ". Pat#$a% Pathway terlampir

&. Ko'(lika i Komplikasi potensial dari :a payudara adalah limfederma. 2al ini terjadi jika saluran limfe untuk menjamin aliran balik limfe ke sirkulasi umum tidak berfungsi dengan adekuat. $ika nodus eksilaris dan sistem limfe diangkat, maka sistem kolateral dan aksilaris harus mengambil alih fungsi mereka. 1pabila mereka diinstruksikan dengan 3ermat dan didorong untuk meninggikan, memasase dan melatih lengan yang sakit selama '-+ bulan. -engan melakukan hal ini akan membantu men3egah perubahan bentuk tubuh dan men3egah kemungkinan terbukanya pembengkakan yang menyulitkan (7runner dan uddarth, !00!#

H. Pe'erik aan Diagno tik *. ,amografiA memperlihatkan struktur internal payudara, dapat untuk mendeteksi kanker yang tak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal. !. EalaktografiA mamogram dengan kontras dilakukan dengan menginjeksikan @at kontras ke dalam aliran duktus. '. >ltrasoundA dapat membantu dalam membedakan antara massa padat dan kista dan pada wanita yang jaringan payudaranya keras, hasil komplemen dari mamografi. +. <eroradiografiA menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi tumor.

*0

(. %ermografiA mengidentifikasi pertumbuhan 3epat tumor sebagai Ititik panasI karena peningkatan suplai darah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi. ). -iafanografi (transimulasi#A mengidentifikasi tumor atau massa dengan membedakan bahwa jaringan mentransmisikan dan menyebarkan sinar. Prosedur masih diteliti dan dipertimbangkan kurang akurat daripada mamografi. 7. 3an :% dan ,60A teknik s3an yang dapat mendeteksi penyakit payudara, khususnya massa yang lebih besar atau tumor ke3il, payudara mengeras yang sulit diperiksa dengan mamografi. %eknik ini tidak bisa untuk pemeriksaan rutin dan tidak untuk mamografi. &. 7iopsi payudara (jarum atau eksisi#A memberikan diagnosa definitif terhadap massa dan berguna untuk klasifikasi histologi pentahapan dan seleksi terapi yang tepat. ". 1sai hormon reseptorA menyatakan apakah sel tumor atau spesimen biopsi mengandung reseptor hormon (estrogen dan progresteron#. Pada sel malignan, reseptor kompleks estrogen-plus merangsang pertumbuhan dan pembagian sel. Kurang lebih duapertiga semua wanita dengan kanker payudara reseptor estrogennya positif dan 3enderung berespon baik terhadap terapi hormon menyertai terapi primer untuk memperluas periode bebas penyakit dan kehidupan. *0. Boto dada, pemeriksaan fungsi hati, hitung sel darah dan s3an tulangA dilakukan untuk mengkaji adanya metastase. I. Penatalak anaan *. Pengobatan lokal kanker payudara %ujuan utama terapi lokal adalah menyingkirkan adanya kanker lokal. Prosedur yang paling sering digunakan untuk penatalaksanaan kanker payudara lokal adalah mastektomi dengan atau tanpa rekonstruksi dan bedah penyelamatan payudara yang dikombinasi dengan terapi radiasi.

**

a. ,astektomi radikal yang dimodifikasi A pengangkatan keseluruhan jaringan payudara dan nudus limfe aksilaris otot pektolaris mayor dan minor tetap utuh. b. 7edah dengan menyelamatkan payudara A klumpektomi mastektomi segmintal atau kuadrantektomi, reaksi kuadran payudara yang sakit dan pengangkatan nodus aksilaris. !. Pengobatan sistematik kanker payudara Kemoterapi diberikan untuk menyingkirkan penyebaran penyakit mekrometastatik. '. Pada stadium lanjut lakukan tindakan paliatif (7runner dan uddarth, !00!#

*!

BAB III KONSEP DASAR ASUHAN KEPERA)ATAN

A. Pengkajian Pengkajian pada klien dengan kanker payudara menurut -oenges, ,arilynn 8 (!000# diperoleh data sebagai berikutA *. 1ktifitasDistirahat EejalaA !. irkulasi %andaA kongestif unilateral pada lengan yang terkena (sistem limfe#. '. ,akananD3airan EejalaA kehilangan nafsu makan, adanya penurunan berat badan. +. 0ntegritas 8go EejalaA stresor konstan dalam pekerjaanDpola di rumah. tresDtakut tentang diagnosa, prognosis, harapan yang akan datang. (. HyeriDkenyamanan EejalaA nyeri pada penyakit yang luasDmetastatik (nyeri lokal jarang terjadi pada keganasan dini#. 7eberapa pengalaman ketidaknyamanan atau perasaan lu3u pada jaringan payudara. Payudara berat, nyeri sebelum menstruasi biasanya mengindikasikan penyakit fibrokistik. ). Keamanan %andaA massa nodul aksila. 8dema, eritema pada kulit sekitar. 7. eksualitas EejalaA adanya benjolan payudara, perubahan pada ukuran dan kesimetrisan payudara. Perubahan pada warna kulit payudara atau suhu, rabas puting yang tak biasanya, gatal, rasa terbakar atau puting meregang. 6iwayat menarke dini (lebih muda dari usia *! tahun#, menopause lambat (setelah (0 tahun#, kehamilan pertama lambat (setelah usia '( tahun#. ,asalah tentang seksualitasDkeintiman. kerja, aktifitas yang melibatkan banyak gerakan tanganDpengulangan, pola tidur (3ontoh, tidur tengkurap#.

*'

%andaA perubahan pada konturDmassa payudara, asimetris. Kulit 3ekung, berkerut, perubahan pada warnaDtekstur kulit, pembengkakan, kemerahan atau panas pada payudara. Puting retraksi, rabas dari puting (serosa, serosangiosa, sangiosa, rabas berair meningkatkan kemungkinan kanker, khususnya bila disertai benjolan# &. PenyuluhanDpembelajaran EejalaA riwayat kanker dalam keluarga (ibu, saudara wanita, bibi dari ibu atau nenek#. Kanker unilateral sebelumnya kanker endometrial atau o/arium. Pertimbangan 6en3ana PemulanganA -6E menunjukkan rata-rata lama dirawat + hari. ,embutuhkan bantuan dalam pengobatanDrehabilitasi, keputusan, akti/itas perawatan diri, pemeliharaan rumah. B. Diagno a Ke(era$atan 7erdasarkan analisa data menurut -oengoes (!000# dan 7runner J uddarth (*"""#, ditemukan diagnosa keperawatan sebagai berikut A *. Pra operasi 1nsietas berhubungan dengan diagnosis kanker, pengobatannya dan prognosis. !. Pas3a operasi a. Hyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan, trauma jaringan, interupsi saraf, diseksi otot. pengangkatan b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan ( radiasi #. 3. Eangguan 3itra tubuh berhubungan dengan mastektomi dan efek samping radiasi dan kemoterapi. d. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neorumuskular, nyeri, pembentukan edema. e. Kurang perawatan diri berhubungan dengan imobilitas parsial lengan atas pada tempat yang dioperasi.

jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, perubahan pada

*+

f. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi mengenai penyakitnya. C. Inter*en i etelah diagnosa keperawatan ditemukan, dilanjutkan dengan peren3anaan untuk setiap diagnosa keperawatan menurut -oengoes (!000# dan 7runner dan uddarth (*"""# sebagai berikut *. Pra operasi 1nsietas berhubungan dengan diagnosis kanker, pengobatannya dan prognosis. Kriteria Hasil : ,enunjukan rentang perasaan yang tepat Intervensi : a. 5akinkan informasi pasien tentang diagnosis, harapan inter/ensi pembedahan, dan terapi yang akan datang. b. $elaskan tujuan dan persiapan untuk tes diagnostik. 3. 7erikan perhatian, keterbukaan dan penerimaan juga pri/asi orang terdekat. d. 7erikan informasi tentang sumber komunitas bila ada. !. Pas3a operasi a. Hyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan, trauma jaringan, interupsi saraf, diseksi otot. Kriteria Hasil A %ampak rileks, mampu tidur atau istirahat dengan tepat, mengekspresikan penurunan nyeri. Intervensi A *# Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya, dan intensitas (skala 0-*0# !# -iskusikan sensasi masih adanya payudara normal. '# 7antu pasien menemukan posisi nyaman. +# 7erikan tindakan kenyamanan dasar tehnik relaksasi.

*(

(#

okong dada saat latihan nafas dalam. berat dan sebelum akti/itas dijadwalkan.

)# 7erikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri 7# 7erikan analgetik sesuai dengan indikasi. b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, perubahan pada elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan (radiasi#. Kriteria Hasil A ,eningkatkan waktu penyembuhan luka, menunjukan prilakuDtehnik untuk meningkatkan penyembuhanDmen3egah komplikasi. Intervensi : *# Kaji balutan luka, awasi jumlah edema, kemerahan, dan nyeri pada insisi dan lengan serta pantau suhu !# %empatkan pada posisi semi fowler pada punggung atau sisi yang tidak sakit dengan lengan tinggi dan disokong dengan bantal. '# $angan melakukan pengukuran %-, menginjeksikan obat atau memasukan 0; pada lengan yang sakit. +# -orong untuk menggunakan pakaian yang tidak sempit , beritahu pasien untuk tidak menggunakan jam tangan atau perhiasaan lain pada tangan yang sakit. (# 7erikan antibotik sesuai indikasi. 3. Eangguan 3itra tubuh berhubungan dengan mastektomi dan efek samping radiasi dan kemoterapi. Kriteria Hasil A ,enunjukan gerakan ke arah penerimaan diri dalam situasi, pengenalan dan ketidaktepatan perubahan dalam konsep diri tanpa menegatifkan harga diri, menyusun tujuan yang realistik dan se3ara aktif berpartisipasi dalam program terapi. Intervensi :

*)

*# 0dentifikasi masalah peran sebagai wanita, istri, ibu, wanita karier dan sebagainya. !# -orong pasien untuk mengekspresikan perasaan misal marah, bermusuhan dan berduka. '# -iskusikan tanda dan gejala depresi dengan orang terdekat. +# 5akinkan perasaan pasangan sehubungan dengan aspek seksual, dan memberikan informasi dan dukungan. d. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular, nyeri, pembentukan edema. Kriteria Hasil A ,enunjukan keinginan untuk berpartisipasi dalam terapi, menunjukan tehnik yang memampukan melakukan akti/itas, peningkatan kekuatan bagian tubuh yang sakit. IntervensiA *# %inggikan lengan yang sakit sesuai indikasi. !# -orong pasien untuk menggunakan lengan untuk kebersihan diri, makan, menyisir rambut, men3u3i muka. '# 7antu dalam akti/itas perawatan diri sesuai keperluan. +# %ingkatkan latihan sesuai indikasi, 3ontoh ekstensi aktif lengan dan rotasi bahu saat berbaring di tempat tidur, mengangkat lengan untuk menyentuh ujung jari di belakang kepala. e. Kurang perwatan diri berhubungan dengan imobilitas parsial lengan atas pada tempat yang dioperasi. Kriteria Hasil A ,enghindari kerusakan mobilitas dan pen3apaian perawatan diri hingga tingkat yang paling tinggi. Intervensi A *# -orong pasien untuk berparstisipasi se3ara aktif dalam perawatan pas3a operasi. !# -orong agar pasien bersosialisasi, terutama dengan orang- orang yang telah se3ara berhasil mengatasi keadaan serupa.

*7

'# 7uat modifikasi progresif dalam program latihan pasien sesuai tingkat kenyamanan dan toleransi. +# 7eri pujian pada pasien ketika tampak kreatif atau rapih. f. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai penyakitnya. Kriteria Hasil A ,enyatakan pemahaman proses penyakit dan pengobatan melakukan prosedur yang perlu dengan benar dan menjelaskan alasan tindakan, melakukan perubahan pola hidup dan berpartisipasi pada program pengobatan.. Intervensi A *# Kaji proses penyakit, prosedur pembedahan, dan harapan yang akan datang. !# -iskusikan perlunya keseimbangan kesehatan, nutrisi, makan dan pemasukan 3airan yang adekuat. '# 1njurkan pasien untuk melindungi tangan dan lengan bila berkebun. 1njurkan menggunakan alat waspada medik. +# %unjukan penggunaan kompres intermiten sesuai kebutuhan. (# -orong pemeriksaan diri teratur pada payudara yang masih ada. D. I'(le'enta i Pelaksanaan merupakan tindakan mandiri dasar berdasarkan ilmiah, masuk akal dalam melaksanakan yang bermanfaat bagi klien yang diantisipasi berhubungan dengan diagnosa keperawatan dan tujuan yang telah ditetapkan (7ule3hek and :loskey *"&(#. Pelaksanaan merupakan pengelolaan dan perwujudan dari ren3ana keperawatan yang telah disusun pada tahap peren3anaan. %indakan keperawatan yang dilakukan pada klien dapat berupa tindakan mandiri maupun tindakan kolaborasi. -alam pelaksanaan tindakan langkah-langkah yang dilakukan adalah mengkaji kembali keadaan klien, /alidasi ren3ana keperawatan, menentukan kebutuhan dan bantuan yang diberikan serta menetapkan strategi tindakan

*&

yang dilakukan. elain itu juga dalam pelaksanaan tindakan semua tindakan yang dilakukan pada klien dan respon klien pada setiap tindakan keperawatan didokumentasikan dalam 3atatan keperawatan. -alam pendokumentasian 3atatan keperawatan hal yang perlu didokumentasikan adalah waktu tindakan dilakukan, tindakan dan respon klien serta diberi tanda tangan sebagai aspek legal dari dokumentasi yang dilakukan. >ntuk diagnosa keperawatan ansietas tindakan yang dilakukan yaitu meyakinkan informasi kepada pasien tentang diagnosis, menjelaskan tujuan dan persiapan untuk tes diagnostik. >ntuk diagnosa keperawatan nyeri tindakan yang dilakukan yaitu mengkaji keluhan nyeri, membantu pasien menemukan posisi yang nyaman, memberikan obat analgetik sesuai indikasi program dokter. >ntuk diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit tindakan yang dilakukan yaitu mengkaji balutan luka, menempatkan pada posisi semi fowler pada punggung atau sisi yang tidak sakit dengan lengan tinggi dan di sokong dengan bantal. >ntuk diagnosa keperawatan gangguan 3itra tubuh tindakan yang dilakukan yaitu mengidentifikasi masalah peran sebagai wanita, istri, ibu, wanita karier, mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya misal, marah, bermusuhan dan berduka. >ntuk diagnosa keperawatan kerusakan mobilitas fisik tindakan yang dilakukan yaitu membantu dalam akti/itas perawatan diri sesuai keperluan, meningkatkan latihan sesuai indikasi, misal ekstensi aktif lengan dan rotasi bahu saat berbaring di tempat tidur. >ntuk diagnosa keperawatan kurang perawatan diri tindakan yang dilakukan yaitu mendorong pasien untuk berpartisipasi se3ara aktif dalam perawatan pas3a operasi, memberikan pujian pada pasien ketika tampak kreatif dan rapih. >ntuk diagnosa keperawatan kurang pengetahuan tindakan yang dilakukan yaitu mengkaji proses penyakit, prosedur pembedahan dan harapan yang akan datang, mendiskusikan perlunya keseimbangan kesehatan, nutrisi, makan dan pemasukan 3airan yang adekuat.

*"

E. E*alua i 8/aluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang mengukur seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan dapat ter3apai berdasarkan standar atau kriteria yang telah ditetapkan. 8/aluasi merupakan aspek penting didalam proses keperawatan, karena menghasilkan kesimpulan apakah inter/ensi keperawatan diakhiri atau ditinjau kembali atau dimodifikasi kembali. -alam e/aluasi prinsip obyektifitas, reliabilitas dan /aliditas dapat dipertahankan agar keputusan yang diambil tepat. 8/aluasi proses keperawatan ada dua yaitu e/aluasi proses ( formatif # dan e/aluasi hasil ( sumatif #. 8/aluasi proses adalah e/aluasi yang dilakukan segera setelah tindakan dilakukan dan didokumentasikan pada 3atatan keperawatan. edangkan e/aluasi hasil adalah e/aluasi yang dilakukan untuk mengukur sejauhmana pen3apaian tujuan yang ditetapkan, dan dilakukan pada akhir asuhan. eorang perawat harus mampu menafsirkan hasil e/aluasi dari masalah keperawatan klien yaitu sebagai berikut A *. %ujuan ter3apai 7ila klien menunjukkan perubahan perilaku dan perkembangan kesehatan sesuai dengan kriteria pen3apaian tujuan yang telah ditetapkan. !. %ujuan ter3apai sebagian 7ila klien menunjukkan perubahan dan perkembangan kesehatan hanya sebagian dari kriteria pen3apaian tujuan yang telah ditetapkan. '. %ujuan tidak ter3apai 7ila klien menunjukkan tidak ada perubahan perilaku dan perkembangan kesehatan atau bahkan timbul masalah baru. >ntuk e/aluasi diagnosa keperawatan ansietas hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan rentang perasaan yang tepat. >ntuk e/aluasi diagnosa keperawatan nyeri hasil yang diharapkan yaitu mengekspresikan penurunan nyeri. >ntuk e/aluasi diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit hasil yang diharapakan yaitu menunjukkan perilakuDtehnik untuk meningkatkan penyembuhanDmen3egah komplikasi. >ntuk e/aluasi diagnosa keperawatan gangguan 3itra tubuh hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan gerakan ke

!0

arah penerimaan diri dalam situasi pengenalan dan ketidaktepatan perubahan dalam konsep diri tanpa menegatifkan harga diri. >ntuk diagnosa keperawatan kerusakan mobilitas fisik hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan keinginan untuk berpartisipasi dalam terapi, menunjukkan tehnik yang memampukan melakukan akti/itas. >ntuk diagnosa keperawatan kurang perawatan diri hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan pen3apaian perawatan diri hingga tingkat yang paling tinggi. >ntuk diagnosa keperawatan kurang pengetahuan hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan pemahaman proses penyakit dan pengobatan melakukan prosedur yang perlu dengan benar dan menjelaskan alasan tindakan.

!*

BAB I+ PENUTUP

A. Ke i'(ulan 7erdasakan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa A *. Kanker payudara adalah sel tumor yang berkembang atau tumbuh tidak normal di daerah payudara maupun sekitarnya dan merupakan insiden tertinggi penyebab kematian wanita. !. Penyebab kanker payudara menjadi insiden atau pre/alensi tertinggi kematian wanita karena biasanya melakukan pemeriksaan setelah stadium lanjut. '. Pemeriksaan dini dengan dalam kehidupan sehari-hari. B. Saran aran-saran yang dapat kita kutip dari makalah ini adalah sebagai berikut A *. Perawat harus bisa menegakkan diagnosa keperawatan pada pasien kanker payudara dengan tepat dan juga harus dapat melakukan beberapa tindakan dan asuhan pada pasien kanker payudara sesuai dengan ad/is dokter dan diagnosa yang ditegakkan. !. Kita harus selau waspada dengan melakukan pemeriksaan dini dengan 1-160 dan se3ara rutin memeriksa payudara agar apabila terdapat kelainan, bisa langsung diobati sebelum mengalami tahap yang paling tinggi dan sebelum kanker payudara itu bermetastasis lebih jauh. '. ebagai seorang perawat harus dapat memberikan penyuluhan pemeriksaan dini dengan 1-160 pada masyarakat serta memberikan 1-160 di masyarakat kurang diterapkan

penekanan pada pentingnya pemeriksaan dini payudara.

!!

DA"TAR PUSTAKA 7runner J uddarth. !00!. 7uku 1jar Keperawatan ,edikal 7edah. 8d. &. $akarta A 8E: -oenges ,.. !000. 6en3ana 1suhan Keperawatan. 8d. '. $akarta A 8E: ,ansjoer, 1rif dkk. !000. Kapita 1es3ulapiusi elekta Kedokteran. $akarta A ,edia

,anuaba, 0da 7agus Eede. *""&. Sinopsis Obstetry Jilid I. 8E:. $akarta. Prawirohardjo, arwono. !00&. Pelayanan Kesehatan 5ayasan 7ina Pustaka, $akarta aternal dan !eonatal.

6amli ,. *""(. Kanker Payudara. $akarta A 7inarupa 1ksara hirley 0,. !000. 8pidemiologi Kanker Payudara dan Pengendaliannya. $akarta A ,edika

!'

Anda mungkin juga menyukai