Anda di halaman 1dari 58

KONTRAK KULIAH, GBPP DAN SAP

MATA KULIAH PERBANDINGAN HUKUM PERDATA KODE MATA KULIAH / SKS WB.62022 / 2 SKS

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

GARIS BESAR POKOK PERKULIAHAN


JUDUL MATA KULIAH KODE MATA KULIAH/SKS DESKRIPSI SINGKAT : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 / 2 SKS : Ilmu yang akan membahas mengenai Perbandingan Hukum Perdata Sistem Hukum Anglosaxon dan Sistem Hukum Eropa Kontinental, maupun Perbandingan Hukum Perdata Barat, Hukum Islam dan Hukum Adat : Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris.

TIU

No 1

TIK

Pokok Bahasan 1. 2.

Mahasiswa mampu Pengantar memahami dan menjelaskan Perbandingan mengenai Pengantar Hukum Perdata Perbandingan Hukum Perdata

3. 4. 5.

Estimasi Waktu Pengertian Perbandingan 1 x tatap muka Hukum Tujuan Perbandingan Hukum dan Kebutuhan untuk Perbandingan Hukum : a. Kebutuahan Teoritis a. Kebutuhan Praktis Fungsi dan Kegunaan Perbandingan Hukum Proses Perbandingan Hukum Perbandingan Sistematika Hukum a. Sistematika Hukum di berbagai Negara b. Sistematika Hukum Adat b. Sistematika Hukum Islam Sub Pokok Bahasan

Sumber Kepustakaan 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999. 1. Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum

Mahasiswa mampu Kebudayaan Dan 1. Pengertian Kebudayaan memahami dan menjelaskan Hukum 2. Faktor-faktor yang mengenai Kebudayaan dan Mempengaruhi Kebudayaan:

2 x tatap muka

Hkum dan Membedakan Hukum Dan Hak Hukum dan Hak 3. 4. 5. 6. 7. 8.

c. Faktor Alam d. Pandangan e. Sejarah f. Pandangan Hidup Hubungan Hukum dan Kebudayaan Pengertian Hukum a. Hukum sebagai Sistem b. Hukum sebagai Kaidah Pengertian Hak Timbulnya Hak Ciri-ciri Hak dan Isi daripada Hak Hubungan Hukum dengan Hak

2.

3.

4.

5.

6.

(Suatu Pengantar). Liberty Yogyakarta, 1986. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. Kontjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan Jakarta, 1979. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. Ronny Hanitijo

7.

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Sejarah / Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon Dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi Dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon Dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon Dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental

Sejarah / 1. Sejarah Hukum Inggris 2 x tatap a. Keadaan Sebelum Abad 13 Perkembangan muka b. Timbulnya Sistem Equality Sistem Hukum c. Faktor-faktor yang Anglosaxon Mempengaruhi Dengan Sistem Perkembangan Hukum Hukum Eropa Inggris Kontinental 2. Sejarah Hukum Romawi Jerman Perbandingan a. Pertumbuhan Hukum Konsepsi Dan Romawi Jerman Struktur Hukum b. Perkembangan Hukum di Sistem Hukum Perancis Anglosaxon c. Perkembangan Hukum di Dengan Sistem Belanda Hukum Eropa 3. Konsepsi Keluarga Hukum Kontinental Anglosaxon (Inggris) 4. Konsepsi Keluarga Hukum Perbandingan Eropa Kontinental (Romawi Sumber Hukum Jerman)

1.

2.

3.

4.

Soemitro, Studi Hukum dan Masyarakat, Alumni Bandung, 1985. Satjipto Rahardjo, Hukum, Masyarakat dan Pembangunan, Alumni Bandung, 1976 R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata,

Sistem Hukum 5. Struktur Hukum Anglosaxon Anglosaxon (Inggris) Dengan Sistem a. Common Law dan Equity Hukum Eropa b. Organisasi Peradilan di Kontinental Inggris 6. Struktur Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) a. Hukum Privat dan Hukum Publik b. Unifikasi Hukum Perdata dan Hukum Dagang c. Teknik Kodifikasi 7. Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris) a. Yurisprudensi b. Statuta Law c. Custom atau Kebiasaan d. Reason (Akal Sehat) 8. Sumber Hukum sistem Hukum Eropa Kontinental : a. Penemuan Hukum Perundang-undangan PP b. Hukum Kebiasaan c. Yurisprudensi d. Ilmu Hukum 9. Asas Hukum 10. Penafsiran Hukum

Sinar Grafika Jakarta, 1999. 5. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 6. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999.

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Orang Dan Badan Hukum Sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian

Orang Dan Badan Hukum Sebagai Subyek Hukum Adopsi Perbandingan Hukum Perjanjian

3 x tatap 1. R. Soeroso, 1. Orang a. Manusia sebagai Subyek muka Perbandingan Hukum Hukum Perdata, b. Pengecualian sebagai Subyek Sinar Grafika, 1999. Hukum 2. Hardja Wijaya, c. Ketidakwenangan Subyek Hukum Perdata Buku Hukum ke 1 tentang d. Ketidakcakapan Subyek Perorangan dan Hukum Hukum Keluarga, 2. Badan Hukum sebagai Subyek PHPM Unibra, 1979. Hukum 3. Redaksi RK, Dasar a. Syarat-syarat Badan Hukum Hukum Perseroan b. Dasar-dasar Hukum sebagai Terbatas, Rineka Badan Hukum Cipta, 2004. c. Macam-macam Badan 4. Sri Rejeki Hartono, Hukum Bentuk-bentuk d. Teori Badan Hukum Kerjasama dalam 3. Pengertian dan Ruang Lingkup Dunia Usaha, FH Adopsi UNTAG 17 Agustus 4. Macam-macam Adopsi 1945, Semarang, 1984 5. Adopsi dalam Hukum Barat 5. Purnadi Purbocaroko (KUH Perdata) & Agus Broto Susilo, a. Perkembangan Adopsi Azas-azas Hukum dalam Hukum Barat Perdata Internasional b. Adoptant (Orang tua angkat) 6. Djaya S. Meliana, Adoptandus (anak angkat) Pengangkatan Anak 6. Adopsi dalam Hukum Adat (Adopsi) di Indonesia,

a. Sistem Pengangkatan Anak b. Pengangkatan Anak di Indonesia c. Kekuatan Hukum 7. Adopsi dalam Hukum Islam a. Pengertian Adopsi menurut Hukum Islam b. Perkembangan Adopsi 8. Akibat Hukum dari Adopsi a. Status anak d. Warisan 9. Pengertian Perjanjian dan Perikatan 10. Azas-azas dalam Perjanjian 11. Syarat Sahnya Perjanjian 12. Perjanjian dan Hukum Inggris (Anglosaxon) Trust Agency

Tarsito Bandung 1982. 7. Bastian Tafel B, Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat, CV. Rajawali, Jakarta, 1983. 8. Amir Martosedono, Apa dan Bagaimana Undang-Undang Perkawinan No. 1 / 1974. Dara Prize, Semarang 1987. 9. UU Perkawinan No. 1 / 1974 10. KUH Perdata (BW) 11. Purwahid Patrik, Hukum Perdata I, Azas-azas Hukum Perikatan, FH UNDIP Semarang, 1992. 12. Wiryono Projodikoro, Azas-azas Hukum Perjanjian Sumur, Bandung, 1981 13. R. Soebekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya

Paramita 1999. 5 Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Lembaga Catatan Sipil Dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris

Jakarta,

3 x tatap 1. R. Soeroso, Lembaga Catatan 1. Lembaga Catatan Sipil muka Sipil Dan Domisili a. Pengertian Catatan Sipil Perbandingan Hukum Hukum b. Tujuan Lembaga Catatan Perdata, Sinar Perkawinan Sipil Grafika, 1999. b. Fungsi Lembaga Catatan 2. Kitab UndangHukum Waris Sipil Undang Hukum c. Macam Akta Catatan Sipil Perdata (BW) 2. Ketentuan Pidana 3. Aloysius R. Entah, 3. Domisili Hukum Perdata (Studi a. Pengertian tentang Domisili Perbandingan b. Domisili menurut BW (KUH Ringkas), Liberty Perdata) Yogyakarta, 1989. c. Domisili menurut Hukum 4. UU No. 14 / 2006 Inggris (Anglosaxon) tentang 4. Penentuan Domisili Suatu Badan Kependudukan Hukum 3. R. Subekti, 5. Perkawinan menurut Hukum Perbandingan Hukum Adat (KUH Perdata) Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, Syarat Perkawinan 1988. Harta Perkawinan 4. Moh. Idris Ramulyo, 6. Perkawinan menurut Hukum Hukum Perkawinan, Adat Hukum Kewarisan, Syarat Perkawinan Hukum Acara Harta Perkawinan Peradilan Agama dan 7. Perkawinan menurut Hukum

Islam Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 8. Perkawinan menurut UU No. 1 / 1974 Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Akibat Perkawinan 9. Hukum Perkawinan dan Hukum Harta Kekayaan 10. Sendi-sendi Dasar Hukum Waris Adat dan Waris Islam a. Hukum Waris Adat b. Hukum Waris Islam 11. Hukum Waris menurut KUH Perdata Barat

Zakat menurut Hukum Islam, Sinar Grafika, Jakarta, 1992. 5. Undang-Undang No. 1 / 1974 tentang Perkawinan 6. Kitab UndangUndang Hukum Perdata KUH Perdata (BW) 7. R. Otje Salman, Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Hukum Waris, Alumni Bandung, 1993.

KONTRAK PERKULIAHAN
JUDUL MATA KULIAH KODE MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU HARI PERTEMUAN TEMPAT PERTEMUAN A. B. C. : : : : : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA WB.62022 Tim Teaching Selasa C 104

MANFAAT KULIAH Perbandingan Hukum Perdata DISKRIPSI MASALAH Ilmu yang akan membahas mengenai perbedaan dan persamaan sistem hukum perdata yang berlaku. TUJUAN INSTRUKSIONAL Pada akhir perkuliahan Perbandingan Hukum Perdata, mahasiswa diharapkan akan mampu untuk memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Berbagai macam Sistem Hukum Perdata Persamaan dan perbedaan Sistem Hukum keluarga Anglosaxon (Inggris) dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental. Persamaan dan perbedaan Sistem Hukum Perdata menurut KUH Perdata, Hukum Islam dan Hukum Adat.

D.

STRATEGI PERKULIAHAN Metode perkuliahan adalah ceramah, diskusi dan kerja kelompok, agar mahasiswa menganalisa dan mendeskripsikan materi, maka dalam kuliah akan diberikan contoh. MATERI KULIAH Buku atau bahan bacaan yang akan disarankan untuk digunakan oleh mahasiswa antara lain : 1. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 2. Bastian Tafel B, Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat, CV. Rajawali, Jakarta, 1983 3. Kontjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan Jakarta, 1979. 4. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata 5. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata 6. R. Saryono, Bunga Rampai Perbandingan Hukum 7. Ronny Hanitijo Soemitro, Studi Hukum dan Masyarakat, Alumni Bandung, 1985 8. Satjipto Rahardjo, Hukum, Masyarakat dan Pembangunan, Alumni Bandung, 1976 9. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 10. Tahir Tungadi, Pentingnya Mempelajari Hukum Perdata 11. UU No. 14 / 2006 tentang Kependudukan dan Catatan Sipil 12. UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan 13. KUH Perdata (BW) TUGAS 1. Kuliah dimulai dengan jadwal tatap muka, diharapkan mahasiswa telah memiliki dasar-dasar ilmu mengenai hukum perdata, hukum adat, hukum perjanjian dan hukum perkawinan. 2. Mahasiswa membaca, merangkum dan menganalisa tentang Sistem Hukum Anglosaxon dan Sistem Hukum Eropa Kontinental. 3. Mahasiswa membaca dan menganalisa sejarah, konsepsi, sumber hukum Sistem Hukum Anglosoxan dan Sistem Hukum Eropa Kontinental.

E.

F.

4. Mahasiswa membaca dan menganalisa pasal-pasal mengenai perjanjian yang diatur dalam KUH Perdata, Hukum Islam (Al Quran, Hadits). 5. Mahasiswa membaca dan menganalisa UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 6. Mahasiswa menganalisa kasus-kasus waris menurut KUH Perdata, Hukum Islam, Hukum Adat. 7. Reponsi-responsi akan dilakukan pada tatap muka ke 5, ke 9 dan ke 12. 8. Evaluasi Tengah Semester dilakukan untuk materi tatap muka 1 6. 9. Evaluasi akhir Semester dilakukan untuk tatap muka 7 12 G. KRITERIA PENILAIAN / EVALUASI 1. Kriteria penilaian dalam kuliah hukum surat berharga adalah : A 4,0 AB 3,5 B 3 BC 3,5 C 2 D 1.0 E 0.0 2. Komponen yang akan dinilai pada akhir perkuliahan adalah : Ujian akhir semester bobot 50% Ujian tengah semester bobot 30% Responsi bobot 10% Tugas bobot 5% Kehadiran bobot 5%

H. JADWAL PERKULIAHAN No 1 MINGGU KE 1 POKOK BAHASAN Pengantar Perbandingan Hukum Perdata SUB POKOK BAHASAN PUSTAKA 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999. 1. Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Liberty Yogyakarta, 1986. 2. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Kontjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan Jakarta, 1979. 5. R. Subekti, Perbandingan Hukum

2, 3

1. Pengertian Perbandingan Hukum 2. Tujuan Perbandingan Hukum dan Kebutuhan untuk Perbandingan Hukum : a. Kebutuahan Teoritis b. Kebutuhan Praktis 3. Fungsi dan Kegunaan Perbandingan Hukum 4. Proses Perbandingan Hukum 5. Perbandingan Sistematika Hukum a. Sistematika Hukum di berbagai Negara b. Sistematika Hukum Adat c. Sistematika Hukum Islam Kebudayaan Dan 1. Pengertian Kebudayaan Hukum 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hukum Dan Hak Kebudayaan: d. Faktor Alam e. Pandangan f. Sejarah g. Pandangan Hidup 3. Hubungan Hukum dan Kebudayaan 4. Pengertian Hukum a. Hukum sebagai Sistem b. Hukum sebagai Kaidah 5. Pengertian Hak 6. Timbulnya Hak

7. Ciri-ciri Hak dan Isi daripada Hak 8. Hubungan Hukum dengan Hak 6. 7. 3 4, 5, 6 Sejarah / 1. Sejarah Hukum Inggris a. Keadaan Sebelum Abad 13 Perkembangan b. Timbulnya Sistem Equality Sistem Hukum c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anglosaxon Perkembangan Hukum Inggris Dengan Sistem Hukum Eropa 2. Sejarah Hukum Romawi Jerman a. Pertumbuhan Hukum Romawi Jerman Kontinental b. Perkembangan Hukum di Perancis c. Perkembangan Hukum di Belanda Perbandingan Konsepsi Dan 3. Konsepsi Keluarga Hukum Anglosaxon (Inggris) Struktur Hukum Sistem Hukum 4. Konsepsi Keluarga Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) Anglosaxon Dengan Sistem 5. Struktur Hukum Anglosaxon (Inggris) a. Common Law dan Equity Hukum Eropa b. Organisasi Peradilan di Inggris Kontinental 6. Struktur Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) Perbandingan a. Hukum Privat dan Hukum Publik Sumber Hukum b. Unifikasi Hukum Perdata dan Hukum Sistem Hukum Dagang Anglosaxon 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. Ronny Hanitijo Soemitro, Studi Hukum dan Masyarakat, Alumni Bandung, 1985. Satjipto Rahardjo, Hukum, Masyarakat dan Pembangunan, Alumni Bandung, 1976 R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999.

c. Teknik Kodifikasi Dengan Sistem Hukum Eropa 5. Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris) Kontinental a. Yurisprudensi b. Statuta Law c. Custom atau Kebiasaan d. Reason (Akal Sehat) 6. Sumber Hukum sistem Hukum Eropa Kontinental : a. Penemuan Hukum Perbandingan Sumber Hukum Perundang-undangan Sistem Hukum PP Anglosaxon b. Hukum Kebiasaan Dengan Sistem c. Yurisprudensi Hukum Eropa d. Ilmu Hukum Kontinental 7. Asas Hukum 8. Penafsiran Hukum 4 7, 8, 9 Orang Dan Badan Hukum Sebagai Subyek Hukum Adopsi Perbandingan Hukum Perjanjian 1. Orang a. Manusia sebagai Subyek Hukum b. Pengecualian sebagai Subyek Hukum c. Ketidakwenangan Subyek Hukum d. Ketidakcakapan Subyek Hukum 2. Badan Hukum sebagai Subyek Hukum a. Syarat-syarat Badan Hukum b. Dasar-dasar Hukum sebagai Badan Hukum c. Macam-macam Badan Hukum d. Teori Badan Hukum 1. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, 1999. 2. Hardja Wijaya, Hukum Perdata Buku ke 1 tentang Perorangan dan Hukum Keluarga, PHPM Unibra, 1979. 3. Redaksi RK, Dasar Hukum Perseroan Terbatas, Rineka Cipta, 2004. 4. Sri Rejeki Hartono, Bentuk-bentuk Kerjasama dalam Dunia Usaha, FH UNTAG 17 Agustus 1945, Semarang,

3. Pengertian dan Ruang Lingkup Adopsi 4. Macam-macam Adopsi 5. Adopsi dalam Hukum Barat (KUH Perdata) a. Perkembangan Adopsi dalam Hukum Barat b. Adoptant (Orang tua angkat) Adoptandus (anak angkat) 6. Adopsi dalam Hukum Adat a. Sistem Pengangkatan Anak b. Pengangkatan Anak di Indonesia c. Kekuatan Hukum 7. Adopsi dalam Hukum Islam a. Pengertian Adopsi menurut Hukum Islam b. Perkembangan Adopsi 8. Akibat Hukum dari Adopsi a. Status anak b. Warisan 9. Pengertian Perjanjian dan Perikatan 10. Azas-azas dalam Perjanjian 11. Syarat Sahnya Perjanjian 12. Perjanjian dan Hukum Inggris (Anglosaxon) Trust Agency 5 10 Lembaga Catatan 1. Lembaga Catatan Sipil Sipil Dan Domisili a. Pengertian Catatan Sipil b. Tujuan Lembaga Catatan Sipil

1984 5. Purnadi Purbocaroko & Agus Broto Susilo, Azas-azas Hukum Perdata Internasional 6. Djaya S. Meliana, Pengangkatan Anak (Adopsi) di Indonesia, Tarsito Bandung 1982. 7. Bastian Tafel B, Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat, CV. Rajawali, Jakarta, 1983. 8. Amir Martosedono, Apa dan Bagaimana Undang-Undang Perkawinan No. 1 / 1974. Dara Prize, Semarang 1987. 9. UU Perkawinan No. 1 / 1974 10. KUH Perdata (BW) 11. Purwahid Patrik, Hukum Perdata I, Azasazas Hukum Perikatan, FH UNDIP Semarang, 1992. 12. Wiryono Projodikoro, Azas-azas Hukum Perjanjian Sumur, Bandung, 1981 13. R. Soebekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta, 1999.

1. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, 1999. 2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

(BW) c. Fungsi Lembaga Catatan Sipil 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Studi d. Macam Akta Catatan Sipil 2. Ketentuan Pidana Perbandingan Ringkas), Liberty 3. Domisili Yogyakarta, 1989. a. Pengertian tentang Domisili 4. UU No. 14 / 2006 tentang Kependudukan b. Domisili menurut BW (KUH Perdata) c. Domisili menurut Hukum Inggris (Anglosaxon) 4. Penentuan Domisili Suatu Badan Hukum 6 11, 12 Hukum Perkawinan Hukum Waris 1. Perkawinan menurut Hukum Adat (KUH Perdata) Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 2. Perkawinan menurut Hukum Adat Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 3. Perkawinan menurut Hukum Islam Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 4. Perkawinan menurut UU No. 1 / 1974 Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Akibat Perkawinan 5. Hukum Perkawinan dan Hukum Harta Kekayaan 6. Sendi-sendi Dasar Hukum Waris Adat dan Waris Islam 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Moh. Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam, Sinar Grafika, Jakarta, 1992. 3. Undang-Undang No. 1 / 1974 tentang Perkawinan 4. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata KUH Perdata (BW) 5. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, Jakarta, 1999. 6. R. Otje Salman, Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Hukum Waris, Alumni Bandung, 1993. 7. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW).

a. Hukum Waris Adat b. Hukum Waris Islam 7. Hukum Waris menurut KUH Perdata Barat

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 1

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Pengertian dan Latar Belakang perbandingan Hukum Perdata. : PENGANTAR PERBANDINGAN HUKUM PERDATA

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Pengertian Perbandingan Hukum 2. Tujuan Perbandingan Hukum dan Kebutuhan untuk Perbandingan Hukum : a. Kebutuahan Teoritis b. Kebutuhan Praktis 3. Fungsi dan Kegunaan Perbandingan Hukum 4. Proses Perbandingan Hukum 5. Perbandingan Sistematika Hukum a. Sistematika Hukum di berbagai Negara b. Sistematika Hukum Adat c. Sistematika Hukum Islam KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 1. 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 1 PENYAJIAN 1. Pengertian Perbandingan Hukum 2. Tujuan Perbandingan Hukum dan Kebutuhan untuk Perbandingan Hukum : a. Kebutuahan Teoritis b. Kebutuhan Praktis

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

3. Fungsi dan Kegunaan Perbandingan Hukum 4. Proses Perbandingan Hukum 5. Perbandingan Sistematika Hukum a. Sistematika Hukum di berbagai Negara b. Sistematika Hukum Adat c. Sistematika Hukum Islam PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 1. b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 2. 10 Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 2

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Latar Belakang Kebudayaan, Hubungan Hukum dan Kebudayaan. : KEBUDAYAAN DAN HUKUM

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Pengertian Kebudayaan 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan: a. Faktor Alam b. Pandangan c. Sejarah d. Pandangan Hidup 3. Hubungan Hukum dan Kebudayaan KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 2. 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 2 PENYAJIAN 1. Pengertian Kebudayaan 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan: a. Faktor Alam b. Pandangan c. Sejarah d. Pandangan Hidup 3. Hubungan Hukum dan Kebudayaan PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan :

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

10

Menjawab pertanyaan

Whiteboard & spidol 2

a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 2. b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 3.

Mengajukan pertanyaan

Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Liberty Yogyakarta, 1986. 2. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Kontjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Djambatan Jakarta, 1979.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 3

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Hubungan Hukum dan Hak : HUKUM DAN HAK

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Pengertian Hukum a. Hukum sebagai Sistem b. Hukum sebagai Kaidah 2. Pengertian Hak 3. Timbulnya Hak 4. Ciri-ciri Hak dan Isi daripada Hak 5. Hubungan Hukum dengan Hak KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 3 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 3 PENYAJIAN 1. Pengertian Hukum a. Hukum sebagai Sistem b. Hukum sebagai Kaidah 2. Pengertian Hak 3. Timbulnya Hak 4. Ciri-ciri Hak dan Isi daripada Hak 5. Hubungan Hukum dengan Hak PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) 2

pertemuan ke 3 b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 4. E. EVALUASI : Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

Transparansi

F.

REFERENSI 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta Cetakan ke 13, 1999. 2. Ronny Hanitijo Soemitro, Studi Hukum dan Masyarakat, Alumni Bandung, 1985. 3. Satjipto Rahardjo, Hukum, Masyarakat dan Pembangunan, Alumni Bandung, 1976

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 4

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Sejarah dan Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental. : SEJARAH / PERKEMBANGAN SISTEM HUKUM ANGLOSAXON DENGAN SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Sejarah Hukum Inggris a. Keadaan Sebelum Abad 13 b. Timbulnya Sistem Equality c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Hukum Inggris 2. Sejarah Hukum Romawi Jerman a. Pertumbuhan Hukum Romawi Jerman b. Perkembangan Hukum di Perancis c. Perkembangan Hukum di Belanda KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 4 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 4 PENYAJIAN 1. Sejarah Hukum Inggris a. Keadaan Sebelum Abad 13 b. Timbulnya Sistem Equality c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Hukum Inggris 2. Sejarah Hukum Romawi Jerman a. Pertumbuhan Hukum Romawi Jerman

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

b. Perkembangan Hukum di Perancis c. Perkembangan Hukum di Belanda PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 4 b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 5 10 Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 5

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Perbedaan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris) dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental. : PERBANDINGAN KONSEPSI DAN STRUKTUR HUKUM SISTEM ANGLOSAXON DENGAN SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL HUKUM

2.

TIK

B.

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Konsepsi Keluarga Hukum Anglosaxon (Inggris) 2. Konsepsi Keluarga Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) 3. Struktur Hukum Anglosaxon (Inggris) a. Common Law dan Equity b. Organisasi Peradilan di Inggris 4. Struktur Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) a. Hukum Privat dan Hukum Publik b. Unifikasi Hukum Perdata dan Hukum Dagang c. Teknik Kodifikasi

D.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 5 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 5 PENYAJIAN 1. Konsepsi Keluarga Hukum Anglosaxon (Inggris) 2. Konsepsi Keluarga Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) 3. Struktur Hukum Anglosaxon (Inggris) a. Common Law dan Equity

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

b. Organisasi Peradilan di Inggris 4. Struktur Hukum Eropa Kontinental (Romawi Jerman) a. Hukum Privat dan Hukum Publik b. Unifikasi Hukum Perdata dan Hukum Dagang c. Teknik Kodifikasi PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 5. b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 6 10 Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999 2. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 3. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 6

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris) dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental (Romawi - Jermania). : PERBANDINGAN SUMBER HUKUM SISTEM HUKUM ANGLOSAXON DENGAN SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL 1

2.

TIK

B.

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris) a. Yurisprudensi b. Statuta Law c. Custom atau Kebiasaan d. Reason (Akal Sehat) 2. Sumber Hukum sistem Hukum Eropa Kontinental : a. Penemuan Hukum Perundang-undangan PP b. Hukum Kebiasaan c. Yurisprudensi d. Ilmu Hukum 3. Asas Hukum 4. Penafsiran Hukum KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 6 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 6 PENYAJIAN 1. Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon (Inggris)

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) 2

2.

PENUTUP

3. 4. 1.

2.

a. Yurisprudensi b. Statuta Law c. Custom atau Kebiasaan d. Reason (Akal Sehat) Sumber Hukum sistem Hukum Eropa Kontinental : a. Penemuan Hukum Perundang-undangan PP b. Hukum Kebiasaan c. Yurisprudensi d. Ilmu Hukum Asas Hukum Penafsiran Hukum Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 6 b. Tanya jawab dan diskusi Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 7

Transparansi

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Soenaryati Hartono, Kapita Selekta Perbandingan Hukum, Alumni Bandung, 1986. 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Suatu Study Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta, 1999.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 7

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum. : ORANG DAN BADAN HUKUM SEBAGAI SUBYEK HUKUM.

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Orang a. Manusia sebagai Subyek Hukum b. Pengecualian sebagai Subyek Hukum c. Ketidakwenangan Subyek Hukum d. Ketidakcakapan Subyek Hukum 2. Badan Hukum sebagai Subyek Hukum a. Syarat-syarat Badan Hukum b. Dasar-dasar Hukum sebagai Badan Hukum c. Macam-macam Badan Hukum d. Teori Badan Hukum KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 7 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 7 PENYAJIAN 1. Orang a. Manusia sebagai Subyek Hukum b. Pengecualian sebagai Subyek Hukum c. Ketidakwenangan Subyek Hukum d. Ketidakcakapan Subyek Hukum

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

PENUTUP

2. Badan Hukum sebagai Subyek Hukum a. Syarat-syarat Badan Hukum b. Dasar-dasar Hukum sebagai Badan Hukum c. Macam-macam Badan Hukum d. Teori Badan Hukum 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 7 b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 8

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, 1999. 2. Hardja Wijaya, Hukum Perdata Buku ke 1 tentang Perorangan dan Hukum Keluarga, PHPM Unibra, 1979. 3. Redaksi RK, Dasar Hukum Perseroan Terbatas, Rineka Cipta, 2004. 4. Sri Rejeki Hartono, Bentuk-bentuk Kerjasama dalam Dunia Usaha, FH UNTAG 17 Agustus 1945, Semarang, 1984

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 8

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Latar Belakang Adopsi dan Perbandingan Adopsi menurut KUH Perdata, Hukum Adat, Hukum Islam. : ADOPSI

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Pengertian dan Ruang Lingkup Adopsi 2. Macam-macam Adopsi 3. Adopsi dalam Hukum Barat (KUH Perdata) a. Perkembangan Adopsi dalam Hukum Barat b. Adoptant (Orang tua angkat) Adoptandus (anak angkat) 4. Adopsi dalam Hukum Adat a. Sistem Pengangkatan Anak b. Pengangkatan Anak di Indonesia c. Kekuatan Hukum Adopsi dalam Hukum Islam a. Pengertian Adopsi menurut Hukum Islam b. Perkembangan Adopsi Akibat Hukum dari Adopsi a. Status anak b. Warisan

5. 6.

D.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 8 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 8 PENYAJIAN 1. Pengertian dan Ruang Lingkup Adopsi 2. Macam-macam Adopsi 3. Adopsi dalam Hukum Barat (KUH Perdata) a. Perkembangan Adopsi dalam Hukum Barat b. Adoptant (Orang tua angkat) Adoptandus (anak angkat) 4. Adopsi dalam Hukum Adat a. Sistem Pengangkatan Anak b. Pengangkatan Anak di Indonesia c. Kekuatan Hukum 5. Adopsi dalam Hukum Islam a. Pengertian Adopsi menurut Hukum Islam b. Perkembangan Adopsi 6. Akibat Hukum dari Adopsi

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

a. Status anak b. Warisan PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 8 b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 9 10 Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika Jakarta 1999. 2. Purnadi Purbocaroko & Agus Broto Susilo, Azas-azas Hukum Perdata Internasional 3. Djaya S. Meliana, Pengangkatan Anak (Adopsi) di Indonesia, Tarsito Bandung 1982. 4. Bastian Tafel B, Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat, CV. Rajawali, Jakarta, 1983. 5. Amir Martosedono, Apa dan Bagaimana Undang-Undang Perkawinan No. 1 / 1974. Dara Prize, Semarang 1987. 6. UU Perkawinan No. 1 / 1974 7. KUH Perdata (BW)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 9

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Perbandingan Hukum Perjanjian / Perikatan. : PERBANDINGAN HUKUM PERJANJIAN

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Pengertian Perjanjian dan Perikatan 2. Azas-azas dalam Perjanjian 3. Syarat Sahnya Perjanjian 4. Perjanjian dan Hukum Inggris (Anglosaxon) Trust Agency KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 9 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 9 PENYAJIAN 1. Pengertian Perjanjian dan Perikatan 2. Azas-azas dalam Perjanjian 3. Syarat Sahnya Perjanjian 4. Perjanjian dan Hukum Inggris (Anglosaxon) Trust Agency PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 9

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi 2

b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 10 E. EVALUASI : Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. Purwahid Patrik, Hukum Perdata I, Azas-azas Hukum Perikatan, FH UNDIP Semarang, 1992. 2. Wiryono Projodikoro, Azas-azas Hukum Perjanjian Sumur, Bandung, 1981 3. R. Soebekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita Jakarta, 1999.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 10

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Lembaga Catatan Sipil dan Domisili dalam Kaitannya dengan Peristiwa mengenai Keperdataan Seseorang dan Perbuatan Melawan Hukum. : LEMBAGA CATATAN SIPIL DAN DOMISILI

2.

TIK

B.

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Lembaga Catatan Sipil a. Pengertian Catatan Sipil b. Tujuan Lembaga Catatan Sipil c. Fungsi Lembaga Catatan Sipil d. Macam Akta Catatan Sipil 2. 3. Ketentuan Pidana Domisili a. Pengertian tentang Domisili b. Domisili menurut BW (KUH Perdata) c. Domisili menurut Hukum Inggris (Anglosaxon) Penentuan Domisili Suatu Badan Hukum

4. D.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 10 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 10 PENYAJIAN 1. Lembaga Catatan Sipil a. Pengertian Catatan Sipil b. Tujuan Lembaga Catatan Sipil c. Fungsi Lembaga Catatan Sipil

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

PENUTUP

d. Macam Akta Catatan Sipil 2. Ketentuan Pidana 3. Domisili a. Pengertian tentang Domisili b. Domisili menurut BW (KUH Perdata) c. Domisili menurut Hukum Inggris (Anglosaxon) 4. Penentuan Domisili Suatu Badan Hukum 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 10 b. Tanya jawab dan diskusi 2. Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 11

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, 1999. 2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW) 3. Aloysius R. Entah, Hukum Perdata (Studi Perbandingan Ringkas), Liberty Yogyakarta, 1989. 4. UU No. 14 / 2006 tentang Kependudukan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 11

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Hukum Perbandingan menurut UU No. 1 / 1974, KUH Perdata, Hukum Islam, Hukum Adat. : HUKUM PERKAWINAN.

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Perkawinan menurut Hukum Adat (KUH Perdata) Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 2. Perkawinan menurut Hukum Adat Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 3. Perkawinan menurut Hukum Islam Syarat Perkawinan Harta Perkawinan 4. Perkawinan menurut UU No. 1 / 1974 Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Akibat Perkawinan KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 11 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 11 PENYAJIAN 1. Perkawinan menurut Hukum Adat (KUH Perdata)

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi 2

2. 3. 4.

PENUTUP

1.

2.

Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Perkawinan menurut Hukum Adat Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Perkawinan menurut Hukum Islam Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Perkawinan menurut UU No. 1 / 1974 Syarat Perkawinan Harta Perkawinan Akibat Perkawinan Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada pertemuan ke 11 b. Tanya jawab dan diskusi Memberikan tugas membaca bahan perkuliahan untuk pertemuan ke 12

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

E.

EVALUASI

: Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

F.

REFERENSI 1. R. Subekti, Perbandingan Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1988. 2. Moh. Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat menurut Hukum Islam, Sinar Grafika, Jakarta, 1992. 3

3. Undang-Undang No. 1 / 1974 tentang Perkawinan 4. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata KUH Perdata (BW)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


MATA KULIAH KODE MATA KULIAH WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN A. TUJUAN 1. T I U : PERBANDINGAN HUKUM PERDATA : WB.62022 : 2 x 50 Menit : 12

: Pada akhir semester mahasiswa dapat memahami, menjelaskan dan mendeskripsikan mengenai Pengertian Perbandingan Hukum Perdata, Kebudayaan dan Hukum, Hukum dan Hak, Sejarah/Perkembangan Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Konsepsi dan Struktur Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Perbandingan Sumber Hukum Sistem Hukum Anglosaxon dengan Sistem Hukum Eropa Kontinental, Orang dan Badan Hukum sebagai Subyek Hukum, Adopsi, Perbandingan Hukum Perjanjian, Lembaga Catatan Sipil dan Domisili, Hukum Perkawinan, Hukum Waris. : Pada akhir perkuliahan, mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai Perbandingan Hukum Waris menurut Hukum Perdata Barat, Hukum Islam dan Hukum Adat. : HUKUM WARIS

2. B.

TIK

POKOK BAHASAN

C.

SUB POKOK BAHASAN : 1. Hukum Perkawinan dan Hukum Harta Kekayaan 2. Sendi-sendi Dasar Hukum Waris Adat dan Waris Islam a. Hukum Waris Adat b. Hukum Waris Islam 3. Hukum Waris menurut KUH Perdata Barat KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN PENGAJARAN WAKTU KEGIATAN (menit) MAHASISWA 10 Mendengarkan Mencatat MEDIA Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

D.

PENDAHULUAN 1. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan ke 12 2. Menjelaskan arti penting mempelajari materi tersebut. 3. Menjelaskan kompetensi menurut TIU dan TIK untuk pertemuan 12 PENYAJIAN 1. Hukum Perkawinan dan Hukum Harta Kekayaan 2. Sendi-sendi Dasar Hukum Waris Adat dan Waris Islam a. Hukum Waris Adat b. Hukum Waris Islam 3. Hukum Waris menurut KUH Perdata Barat PENUTUP 1. Menutup pertemuan dengan : a. Merangkum sub topik pada

80

Mendengarkan Mencatat

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) Transparansi

10

Menjawab pertanyaan Mengajukan pertanyaan

Whiteboard & spidol Over Head Projector (OHP) 2

pertemuan ke 12 b. Tanya jawab dan diskusi E. EVALUASI : Evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Ujian Tengah Semester untuk materi pertemuan 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ujian Akhir Semester untuk materi pertemuan 7, 8, 9, 10, 11, 12

Transparansi

F.

REFERENSI 1. R. Soeroso, Perbandingan Hukum Perdata, Sinar Grafika, Jakarta, 1999. 2. R. Otje Salman, Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Hukum Waris, Alumni Bandung, 1993. 3. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW).