Anda di halaman 1dari 25

BAB I Pendahuluan Pada tanggal 5 maret 1999 pemerintah dan DPR Republik Indonesia melahiran Undang undang No.

5 tahun 1999 tentang larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak ehat. !alapun sudah diresmian pada tahun 1999 namun Undang"undang ini baru berlaku se#ara e$ekti$ setahun kemudian pada tanggal 5 september %&&&. e'alan dengan re$ormasi politis dan ekonomi( Undang" undang ini diharapakan mampu mendorong gairah persaingan usaha di dalam negeri )ang bisa dikatakan berhenti atau bahkan mundur. *aik se#ara langsung maupun tidak langsung kata +monopoli, sudah sangat memberikan dampak - kesan buruk bagi mas)arakat. .ali ini disebabkan karena di dalam pengertiann)a sendiri moopoli #enderung ingin menguasai semua di ba/ah 1 pimpinan - brand guna mendapatkan hasil )ang maksimum dan dapat menentukann)a se#ara suka"suka. 0palagi produk )ang dimonopoli itu produk kebutuhan pimer. Dapat dipastikan mereka dapat mengeruk keuntungan )ang sebesar"besarn)a. Mas)arakat tidak ada pilihan lain ke#uali membeli produk monopoli itu sendiri 12ani !id'a'a31994(45 Perlu diketahui ( se#ara Umum praktek Monopoli sangat di takuti( terutama pada negara negara )ang mulai memasuki arena perdagangan dunia )ang bebas( karena 6 1. Monopoli di kha/atirkan akan meninggikan harga dan membatasi 'umlah produksi 1output 5 di bandin dengan pasar dengan persaingan3 %. Monopoli dianggap pun)a kemampuan untuk berproduksi pada suatu tingkat 'umlah )ang keuntungann)a paling besar( dan ini berarti pendapat dari monopolist diperoleh dengan mengambil tenaga beli konsumen 1mas)arakat53 4. Monopoli dapat men#egah alokasi sumber da)a ekonomi )ang optimal( karena monopolist akan berproduksi pada tingkat di mana bia)a rata"rata paling rendah 1tidak e$isien5( berbeda dengan pasar persaingan usaha sempurna3

7. Prakek monopoli menetukan harga 'ual sepiha( menghambat perbaikan teknologi( membatasi perusahaan masuk industritersebut dan karena berkuasa dalam psara monopolist bisa mempermainkan pasar 18ego/o31999(1%5 BAB II ISI Konsepsi dan Pengertian Dasar Mengenai Persaingan Usaha Persaingan Usaha Dalam konsepsi persaingan usaha( dengan asumsi bah/a $aktor )ang mempengaruhi harga adalah permintaan dan pena/aran( dengan kondisi lain berada dalam #eterius paribus( persaingan usaha akan dengan sendirin)a menghasilkan barang atau 'asa )ang memiliki da)a saing )ang palig baik( melalui mekanisme produksi )ang e$isien dan e$ekti$( dengan mempergunakan seminimum mungkin $aktor"$aktor produksi )ang ada. Dalam sistem ekonomi pasar )ang demikian( persaingan memiliki beberapa pengertian 6 1. Persaingan menun'ukan ban)akn)a pelaku usaha )ang mena/arkan - memasok barang atau 'asa tertentu ke pasar )ang bersangkutan. *an)ak sedikitn)a pelaku usaha )ang mena/arkan barang atau 'asa ini menun'ukan struktur pasar 1market structure5 dari barang atau pasar tersebut. %. Persaingan merupakan suatu proses di mana masing"masing perusahaan berupa)a memperoleh pembeli -langgan bagi produk )ang di 'ualn)a( )ang antara lain dapat dilakukan dengan 6 a. Menekan harga b. Persaingan bukan harga #. *erusaha se#ara lebih e$isien Dengan ini sesungguhn)a( dari sisi produsen( hakikat )ang diharapkan dari adan)a persaingan usaha tersebut adalah ter#apain)a low-cost production ( atau efisiensi. 0gar persaingan usaha di lingkungan produsen dapat terpelihara dan ber'alan dengan baik( maka di

berlakukanlah kebi'akan persaingan )ang dapat memberikan sausana )ang kondusi$ untuk men#iptakan persaingan )ang baik. Dengan penggunaan kebi'akan persaingan )ang baik ini diharapkan dapat mendorong penggunaan sumber da)a ekonomi lebih e$isien guna melindungi kepentingan mas)arakat. 18ego/o31999(7"95 0. Persaingan Usaha ehat Persaingan Usaha ehat adalah adan)a liberalisasi perdangan dunia bebas dan adil 1$ree trade and $air trade5(dimana pangsa pasar suatu komoditi se#ara ekonomis semata"semata ditentukan oleh keunggulan komoditi itu sendiri.Dan pada UU No. 5 Thn 1999 pasal % disebutkan bah/a pelaku usaha di Indonesia dalam men'alankan kegiatan usahan)a berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum. *. Persaingan Usaha Tidak ehat Menurut UU No. 5 Thn 1999 pasal 1 a)at 9 disebutkan bah/a persaingan usaha tidak sehat adalah persaingan antar pelaku usaha dalam men'alankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang dan atau 'asa )ang dilakukan dengan #ara tidak 'u'ur atau mela/an hukum atau menghambata persaingan usaha.

Ru'ukan .ukum Persaingan usaha adalah untuk memastian bah/a ekonomi )ang berdasarkan pada persaingan usaha( dengan asumsi bah/a melalui persaingan usaha )ang sehat( para produsaen akan ber'uang untuk men#apai kepuasan konsumen melalui produk )ang berkualitas( pen#iptaan harga )ang murah dengan penggunaan sumber"sumber produksi )ang seke#il mungkin 1:elhorn3 19;9( 755. Melalui persaingan )ang sehat di antara sesama produsen( konsumen dimungkinkan memperoleh barang dan 'asa )ang terbaik( )ang sesuai dengan keinginan dan kemampuann)a. e#ara ekonomis( persaingan usaha )ang sehat akan memaksimalkan kese'ahteraan konsumen dengan meningkatkan dua hal( )aitu 6 1. Alocative efficiency 1)aitu membuat barang atau 'asa )ang dikehendaki oleh mas)arakat( )ang di tun'ukan oleh kemauan konsumen untuk memba)arn)a53

%. Productive efficiency 1)aitu menghasilkan barang atau 'asa dengan harga produksi serendah mungkin( )ang mempergunakan sumber da)a seminimum mungkin5. Dalam rangka men#iptkan iklim )ang kondusi$ bagi persaingan usaha )ang sehat( hukum persaingan usaha bergantung sepenuhn)a kepada sistem operasional pasar untuk 6 a. Menentukan 'enis barang atau 'asa )ang akan dihasilkan3 b. *agaimana sumber"sumber da)a )ang ada tersebut dapat dialoasikan dengan baik dalam suatu proses produksi3 dan #. <epada siapa hasil produksi akan didistribusikan 1:elhorn319;9( 75"795 Perlu di#atat bah/a meskipun dikatakan se#ara makro persaingan usaha )ang sehat bertu'uan untuk memaksimalkan kese'ahteraan konsumen( tetapi keberadaan persaingan usaha )ang sehat itu sendiri tidak dengan sendirin)a men#iptakan distribusi pendapatan )ang maksimal. =adi meskipun persaingan usaha )ang sehat berusaha untuk men#iptakan keadilan pada sisi konsumen dan produsen se#ara timbal balik( namun persaingan usaha belum tentu atau tidak menghasilkan keadilan dalam distribusi pendapatan. edangkan )ang disebut dengan permintaan adalah 'umlah barang atau 'asa )ang ingin atau mempu untuk dibeli konsumen. .ubungan antara harga dan barang - 'asa )ang diminta konsumen dilukiskan dalam kur>a permintaan. :aris singgung antara kur>a permintaan dan pena/aran menghasilkan harga 'ual bagi produsen atau harga beli pada konsumen. .ukum persaingan usaha bermaksud untuk men'aga dan memastikan bah/a harga beli atau harga n'ual )ang sebenarn)a ter'adi dipasar tidak berada terlalu 'auh dari titik singgung kedua kur>a permintaan dan pena/aran tersebut. Tu'uan Pembentukan UU No. 5 tahun 1999 Pada pasal 4 disebutkan bah/a tu'uan pembentukan UU ini adalah untuk 6 a. Men'aga kepentingan umum dan meningkatkan e$isiensi ekonomi nasiopnal sebagai salah satu upa)a untuk meningkatkan kese'ahteraan rak)at3

b. Me/u'udkan iklim usaha )ang kondusi$ melalui pengaturan persaingan usaha )ang sehat sehingga men'amin adan)a kepastian kesempatan berusaha )ang sama bagi pelaku usaha besar( pelaku usaha menengah( dan pelaku usaha ke#il3 #. Men#egah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat )ang ditimbulkan oleh pelaku usaha3 dan d. Ter#iptan)a e$ekti$itas dan e$isiensi dalam kegiatan usaha. Monopoli menggambarkan suatu keadaan dimana terdapat seseorang atau sekelompok orang )ang menguasai suatu bidang tertentu se#ara mutlak( tanpa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk ikut ambil bagian. Monopoli diartikan sebagai suatu hak istime/a 1previlege5( )ang menghapuskan persaingan bebas( )ang tentu pada akhirn)a 'uga akan men#iptakan penguasaan pasar. Pengertian monopoli dalam *lacks Law Dictionary6 +Monopoly is a previlege or peculiar advantage vested in one or more persons or companies, consisting in the e clusive right !or power" to carry on a particular #usiness or trade, manufacture a particular article, or control the sale of the wholesupply of a particular commodity. Persaingan usaha tidak sehat adalah suatu bentuk )ang dapat diartikan se#ara umum terhadap segala tindakan ketidak'u'uran atau menghilangkan persaingan dalam setiap bentuk transaksi atau bentuk perdagangan dan komersial.0dan)a persaingan tersebut mengakibatkan lahirn)a perusahaan"perusahaan )ang mempun)ai keinginan )ang tinggi untuk mengalahkan pesaing" pesaingn)a agar men'adi perusahaan )ang besar dan paling ka)a. Pada tanggal 5 Maret 1999 oleh Pemerintah Republik Indonesia dan DPR( akhirn)a mengeluarkan suatu peraturan perundang"undangan tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dalam suatu Undang"undang( )aitu Undang-undang No. 5 tahun 1999. 2ang Dalam UU tersebut dimaksud dengan Monopoli adalah +penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang atau atas penggunaan jasa tertentu oleh suatu pelaku atau suatu kelompok pelaku usaha,. edangkan )ang dimaksud dengan persaingan usaha tidak sehat adalah + persaingan antar pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha., Perangkat .ukum )ang 0da ebelum 8ahirn)a UU No. 5 Tahun 1999 tentang 8arangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak ehat.

No 1

0turan Perundang" Undangan <U. Pidana 1!.>. 5

Pasal Pasal 4;% bis

Isi 8arangan dan an#aman pidana bagi pihak )ang melakukan perdagangan #urang etiap perbuatan )ang melanggar hukum dan memba/a kerugian pada orang lain me/a'ibkan orang )ang menimbulkan kerugian tersebut untuk memberi ganti rugi. Monopoli di bidang pertanahan harus

*.!.

Pasal 1495

4 7

UU P0 No.5 Tahun 199&

Pasal 14

di#egah. UU No. 19 Tahun 199%- UU Pasal ;1 dan ;%0n#aman pidana bagi perbuatan #urang No.17 Tahun 199? tentang dalam pemakaian merek Men#egah pemusatan atau penguasaan industri oleh salah satu kelompok atau perorangan dalam bentuk monopoli Merek UU No. 5 Tahun 19;7 tentang Pasal ? 145 Perindustrian

)ang merugikan mas)arakat UU No 1 Tahun 1995 tentang Pasal 1&7 0)at Men#egah kemungkinan ter'adin)a Perseroan Terbatas 1 monopoli atau )ang merugikan mas)arakat akibat penggabungan( peleburan dan pengambil alihan perusahaan Melarang adan)a ketentuan )ang menghambat adan)a persaingan sehat dalam pasar modal Men#egah pembentukan struktur pasar pasar )ang dapat melahirkan persaingan )ang tidak /a'ar dalam bentuk monopoli( oligopoli( dan monopoli )ang merugikan usaha ke#il. Penggabungan( peleburan dan pengambilalihan perusahaan( han)a dapat dilakukan dengan memperhatikan kepentingan Pasal 15 115 mas)arakat dan persaingan sehat Mer'er dan konsolidasi han)a dapat dilakukan setelah ada i@in dari Menkeu.

UU No. ; Tahun 1995 tentang Pasal 1& Pasar Modal

UU No. 9 Tahun 1995 tentang Pasal ; 1b5 Usaha <e#il

Peraturan Pemerintah 1PP5 No. %? Tahun 199; tentang Penggabungan( Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan

Pasal 711b5

Terbatas 1& Peraturan Pemerintah 1PP5 No. ?& Tahun 199% tentang *ank Umum.

0kan tetapi( dalam upa)a men#iptakan iklim persaingan )ang sehat( tern)ata masih belum ada putusan pengadilan Indonesia mengenai perbuatan #urang )ang dibuat berdasarkan gugatan perdata atas dasar Pasal 1495 *.!. atau perkara pidana )ang menggunakan Pasal 4;% bis <U. Pidana. 2urisprudensi )ang ada han)alah perkara"perkara merek dagang sehingga )urisprudensi di bidang persaingan #urang dan monopoli usaha dalam rangka untuk mengatasi kelemahan aturan prundang"undangan )ang berlaku melalui keari$an hakim se'auh ini belum pernah ditemukan..al tersebut memperlihatkan bah/a penegak hukum memiliki pemahaman )ang terbatas dalam memahami aspek"aspek di luar hukum. 0kibat dari kelemahan penagak hukum maka praktek"praktek monopoli sampai saat ini masih serin ter'adi dan se#ara terus menerus merugikan mas)arakat. e#ara umum( materi dari Undang"undang tentang 8arangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak ehat ini mengandung 9 1enam5 bagian pengaturan )ang terdiri dari 6 1. per'an'ian )ang dilarang. %. kegiatan )ang dilarang. 4. posisi dominan. 7. <omisi Penga/as Persaingan Usaha 5. penegakan hukum 9. ketentuan lain"lain Dapat dipahami mengapa dalam pasar bebas harus di#egah penguasaan pasar oleh satu( dua( atau beberapa pelaku usaha sa'a 1monopoli dan oligopoli5( karena dalam pasar )ang han)a dikuasai oleh se'umlah pelaku usaha maka terbuka peluang untuk menghindari dan mematikan beker'an)a mekanisme pasar 1market me#hanism5 sehingga harga"harga ditetapkan se#ara sepihak dan merugikan konsumen. Pelaku usaha yang jumlahnya sedikit dapat membuat berbagai

kesepakatan untuk membagi wilayah pemasaran, mengatur harga, kualitas dan kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan (kartel) guna memperoleh keuntungan )ang setinggi" tinggin)a dalam /aktu )ang relati$ singkat. Persaingan di antara para pelaku usaha 'uga dapat te'adi se#ara #urang 1un$air #ompetition5 sehingga merupakan konsumen( bahkan negara. Aleh karena itu( pengaturan hukum untuk men'amin terselenggaran)a pasar bebas se#ara adil mutlak diperlukan. Meskipun monopoli harus di#egah tapi sampai saat ini belum ada suatu perangkat hukum maupun bisnis )ang mampu untuk men#egah ter'adin)a praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. *ahkan monopoli )ang dilakukan oleh *UMN saat ini )ang #enderung merugikan mas)arakan ketimbang memberi man$aat sulit untuk di a/asi. <eterbukaan in$ormasi )ang kurang men)ebabkan praktek monopoli semakin mera'alela dan mas)arkat"pun tidak mampu berbuat apa"apa karena tidak mengetahuin)a. =ika berbi#ara mengenai monopoli( kita tidak dapat melepas perhatian kita dengan ge'ala perkembangan konglomerasi )ang ban)ak menimbulkan reaksi dari kalangan mas)arakat dan para ahli. Pendapat mereka pun tidak selaman)a sama. uara sumbang mengenai monopoli memang ban)ak terdengar. 0dan)a kelompok tertentu )ang memonopoli suatu bidang atau produk tertentu mulai men'angkiti dan me/abah di Indonesia. ebagai bentuk penguasaan pangsa pasar atas produk tertentu( monopoli bukan sa'a dapat menarik keuntungan sebesar" besarn)a tetapi dapat mengganggu sistem dan mekanisme perekonomian )ang sedang ber'alan sebagai akibat distorsi ekonomi )ang ditaburkann)a( seiring dengan semakin besarn)a penguasaan atas pangsa pasar dan produk tertentu. ebuah atau beberapa perusahaan )ang memonopoli produk tertentu dapat menentukan harga suatu produk sesuka hatin)a( karena mekanisme pasar tidak ber'alan lagi. 0palagi produk )ang dimonopoli kebutuhan primer. Dapat dipastikan mereka akan mengeruk keuntungan )ang sebesar"besarn)a. Mas)arakat tidak ada pilihan lain ke#uali membeli produk monopoli itu. Monopoli dapat ter'adi dalam setiap sistem ekonomi. Dalam sistem ekonomi kapitalisme dan liberalisme( dengan instrumen adan)a kebebasan pasar( kebebasan keluar masuk tanpa restriksi( serta in$ormasi dan bentuk pasarn)a )ang atomistik monopolistik telah melahirkan monopoli sebagai anak kandungn)a. 0dan)a persaingan tersebut mengakibatkan lahirn)a perusahaan" perusahaan )ang se#ara naluriah ingin mengalahkan pesaing"pesaingn)a agar men'adi )ang paling besar( paling hebat( dan paling ka)a.

Dalam sistem ekonomi sosialisme dan komunisme( monopoli 'uga ter'adi dengan bentuk )ang khas. Dengan nilai instrumental peren#anaan ekonomi )ang sentralistik mekanistik dan pemilikan $aktor produksi se#ara kolekti$( segalan)a dimonopoli negara dan diatur dari pusat. edangkan di Indonesia dengan sistem e onomi pan!asila" kita men#oba menghilangkan #iri" #iri negati$ )ang terkandung dalam sistem liberalisme dan sosialisme. Biri"#iri negati$ seperti free figh li#eralism( )ang membenarkan eksploitasi terhadap manusia( etatisme di mana negara besrta aparatur ekonomi negara bersi$at dominan serta mendesak dan meminimumkan potensi dan da)a kreasi unit ekonomi di luar sektor negara( dan pemusatan ekonomi pada salah satu kelompok dalam bentuk monopoli )ang merugikan mas)arakat.C1%D Landasan uridis Philoso!is Dalam UU No 5 Tahun 1999 disebutkan pula tentang landasan 2uridis Philoso$is dalam bidang perekonomian Indonesia )aitu ketentuan Pasal 44 a)at 115 UUD 1975( sebagai landasan pokok )ang kuat bagi perekonomian Indonesia. 8andasan 2uridis philoso$is ini sebelumn)a telah di#anangkan dalam landasan kebi'akan ekonomi Indonesia dalam era pemerintahan Arde *aru. <ebi'akan tersebut telah digariskan dalam Tap MPR RI No. EEII-MPR -1999 )ang mengatur tentang Pembaharuan <ebi'aksanaan Fkonomi( <euangan dan Pembangunan. Dalam Pasal ? 1#5 Tap MPR RI No. EEII-MPR -1999 lebih lan'ut disebutkan( bah/a + dalam demokrasi ekonomi di $ndonesia, sudah tidak ada tempat #agi monopoli yang merugikan masyarakat.,C14D Namun sa)ang Tap MPR tersebut dilanggar sendiri oleh re@im Arde *aru dengan praktek <orupsi( <olusi dan Nepotisme"n)a. Dalam pasal 44 Undang"undang dasar 1975 dapat kita lihat #iri"#iri positi$ )ang hendak kita #apai dan mempertahankan dalam sistem perekonomian kita. Pere onomian disusun se#agai usaha #ersama atas asas e eluargaan" "abang produksi yang penting bagi negara dan mengenai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara serta bumi dan air beserta kekayaan alam yang terkandung didalamnya digunakan sebesar#besarnya untuk kemakmuran rakyat. =adi se#ara implisit( UUD 1975 'uga mengakui adan)a monopoli berupa penguasaan sektor"sektor )ang menguasai ha'at hidup orang ban)ak. Ini terealisasi dari penguasaan )ang dilakukan oleh badan usaha milik negara atas bidang tertentu. Misaln)a P8N menguasai listrik( Pertamina memonopoli min)ak dan gas bumi( PT <ereta 0pi menguasai perkretaapian. </ik <ian :ie men'elaskan kriteria"kriteria ter'adin)a monopoli )ang dii@inkan oleh :*.N 6

1. monopoli diberikan kepeda penemu barang baru( seperti oktroi dan paten( maksudn)a untuk memberikan insenti$ bagi pemikiran )ang kreati$ dan ino$ati$3 %. monopoli )ang diberikan oleh pemerintah kepada *UMN( la@imn)a karena barang )ang diproduksi menguasai ha'at hidup orang ban)ak3 4. monopoli )ang diberikan kepada perusahaan s/asta dengan kredit pemerintah3 7. monopoli dan kedudukan monopolistik )ang diperoleh dengan #ara natural( karena monopolis menang dalam persaingan )ang dilakukan se#ara sehat. Dalam hal demikian memang tidak apa"apa( namun masukn)a siapa sa'a ke dalam in>estasi )ang sama harus terbuka lebar3 5. monopoli atau kedudukan )ang monopolistik )ang diperoleh se#ara natural karena in>estasin)a terlampau besar( sehingga han)a satu sa'a )ang berani dan bisa merealisasikan in>estasin)a. Meski demikian( Pemerintah harus tetap bersikap persuasi$ dan kondusi$ dalam meme#ahkan monopoli3 9. monopoli atau kedudukan monopolistik ter'adi karena pembentukan kartel o$ensi$3 ?. monopoli atau kedudukan monopolistik )ang ter'adi karena pembentukan kartel de$ensi$3 ;. monopoli )ang diberikan kepada suatu organisasi dengan maksud membentuk dana bagi )a)asan( )ang danan)a lalu dipakai untuk tu'uan tertentu( seperti kegiatan sosial dan sebagain)a. Ma!am-ma!am #entu dan !ara ter$adin%a monopoli 1. M&N&P&'( B( 'A) UUD 1975 pasal 44 'uga membenarkan adan)a monopoli 'enis ini( )aitu dengan memberikan monopoli bagi negara untuk menguasai bumi dan air dan keka)aan alam )ang terkandung di dalamn)a serta #abang"#abang produksi )ang menguasai ha'at hidup orang ban)ak. Dengan demikian menurut UUD 1975( sektor )ang menguasai ha'at hidup orang ban)ak seperti perlistrikan( air minum( kereta api dan sektor"sektor lain )ang karena si$atn)a )ang memberik pala)anan untuk mas)arakat dilegitimasi untuk dimonopoli dan tidak diharamkan.

a)angn)a masih ban)ak pihak )ang men)alahartikan maksud mulia )ang dikandung UUD 1975 kita( seperti asas kekeluargaan dita$sirkan sebagai +keluarga sendiri. ehingga sering kita lihat pada suatu institusi atau perusahaan han)a kerabat mereka sa'a )ang dilibatkan. Pemberian hak"hak istime/a dan eksklusi$ atas penemuan baru( baik )ang berasal dari hak #ipta( hak paten( merk dagang( dan lain"lain 'uga merupakan bentuk monopoli )ang diakui oleh undang"undang. 1. M&N&P&'( B( NA*U+, 2aitu monopoli )ang lahir dan tumbuh se#ara alamiah karena didukung oleh iklim dan lingkungan )ang #o#ok. <ita dapat melihat bentuk monopoli seperti ini )aitu tumbuhn)a perusahaan"perusahaan )ang karena memiliki keunggulan dan kekuatan tertentu dapat men'adi raksasa bisnis )ang menguasai seluruh pangsa pasar )ang ada. Mereka men'adi besar karena memiliki si$at"si$at )ang #o#ok dengan tempat di mana mereka tumbuh. elain itu karena berasal dan didukung bibit )ang unggul serta memiliki $aktor"$aktor )ang dominan. 1. M&N&P&'( B( 'I-,NS, Monopoli ini diperoleh melalui lisensi dengan menggunakan mekanisme kekuasaan. Monopoli 'enis inilah )ang sering menimbulkan distorsi ekonomi karena kehadirann)a mengganggu keseimbangan 1eGuilibrium5 pasar )ang sedang ber'alan dan bergeser kearah )ang diingini oleh pihak )ang memiliki monopoli tersebut. 1. Monopoli arena *er#entu n%a Stru tur Pasar A i#at Perila u dan Si.at Manusia i$at"si$at dasar manusia )ang menginginkan keuntungan besar dalam /aktu )ang singkat dan dengan pengorbanan dan modal )ang seke#il mungkin atau sebalikn)a( dengan menggunakan modal 1#apital5 )ang sangat besa untuk memperoleh posisi dominan guna menggusur para pesaing )ang ada. =enis monopoli )ang dimaksud pada poin 145 dan 175 dapat mengganggu beker'an)a mekanisme pasar dan harus dilarang. ementara itu( 'enis monopoli pada poin 115 dan 1%5 tetap perlu dia/asi dan diatur agar pada suatu /aktu kekuatan ekonomi )ang dimilikin)a tidak akan disalahgunakan. 0dan)a Undang"undang tentang 8arangan dan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak ehat merupakan rambu"rambu dan batasan dalam mengakses +kue, pembangunan sehingga si besar tidak dengan seenakn)a mengambil bagian si ke#il. *atas"batas )ang 'elas akan merupakan

pagar agar salah satu pihak melihat pihak lain bukan sebagai saingan tetapi sebagai mitra untuk beker'a sama. ebelumn)a usaha"usaha kearah itu sudah dilakukan pemerintah. Misaln)a mengan'urkan sistem *apak 0ngkat. Perusahaan"perusahaan )ang besar dian'urkan untuk men'adi +bapak, dan mendidiki anak"anakn)a agar men'adi besar dan berguna bagi nusa dan bangsa. <onsep ini tampakn)a #ukup ideal bila semua pihak terpanggil untuk men'adi bapak dan mengasuh seorang anak untuk diasuh. =ika sudah men'adi bapak ban)ak 'uga )ang belum benar"benar men'adi seorang bapak )ang baik karena mereka masih mengharapkan sesuatu dari anak"anakn)a. elan'utn)a pemerintah 'uga pernah mengan'urkan agar perusahaan konglomerat mengalihkan sebagian ke#il sahamn)a kepada koperasi. Maksudn)a 'uga agar 'urang antara )ang besar dan )ang ke#il tidak terlalu 'auh dan si ke#il tidak terlalu diku#ilkan. dan mempun)ai undang"undang persaingan usaha( memilih e!isiensi, e!ekti!itas kegiatan usaha, dan kesejahteraan umum$rakyat (konsumen) sebagai tu'uan utama dari kebi'akanmaupun undang"undang persaingan usahan)a. edangkan di Indonesia tu'uan undang"undang persaingan usaha ini dapat dibagi men'adi % 1dua5 bagian( )aitu tu'uan umum dan tu'uan khusus 3 a. b. e#ara umum tu'uann)a adalah men'aga kelangsungan persaingan antar pelaku usaha itu sendiri agar tetap hidup dan diakui keberadaann)a. e#ara )uridis tu'uan undang"undang persaingan usaha di Indonesia telah diatur dalam Pasal 4 UU No. 5 Tahun 1999( )aitu6 1. Men'aga kepentingan umum serta melindungi konsumen %. Menumbuhkan iklim usaha )ang sehat3 4. mn'amin kepastian kesempatan berusaha )ang sama bagi setiap orang3 7. Men#egah praktik"praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat )ang ditimbulkan oleh pelaku usaha 5. Men#iptakan e$ek>i$itas dan e$isiensi dalam kegiatan usaha dalam rangka meningkatkan e$isiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upa)a meningkatkan kese'akteraan rak)at

Kerang a Dasar Pengaturan UU Nomor 5 *ahun /009 elan'utn)a( 'ika kita lebih seksama mempela'ari Undang"undang Nomor 5 Tahun 1999 tersebut( maka kandungan substansi )ang diaturn)a meliputi hal"hal sebagai berikut. 1. Perumusan istilah atau konsep"konsep dasar )ang terdapat atau dipergunakan dalam undang"undang maupun aturan pelaksanaan lainn)a( agar dapat diketahui pengertiann)a( Pasal 1 memuat perumusan dari 19 istilah atau konsep dasar( )aitu pengertian a. monopoli( b. praktik monopoli #. pemusatan kekuatan ekonomi d. posisi dominan e. pelaku usaha $. persaingan usaha tidak sehat g. per'an'ian h. persekongkolan atau konspirasi i. pasar '. pasar bersangkutan k. struktur pasar l. perilaku pasar m. pangsa pasar n. harga pasar o. konsumen p. barang G. 'asa

r. komisi s. penga/as persaingan usaha t. pengadilan negeri %. Perumusan kerangka politik anti monopoli dan persaingan usaha tidak sehat( berupa asas dan tu'uan pembentukan undang"undang( sebagaimana dalam Pasal % dan Pasal 4. 4. Perumusan ma#am per'an'ian )ang dilarang dilakukan pengusaha. Pasal 7 sampai dengan Pasal 19 memuat ma#am per'an'ian )ang dilarang tersebut )aitu per'an'ian 6 a. oligopoli b. penetapan harga #. pembagian /ila)ah pemasaran( d. pemboikotan e. kartel $. oligopsoni g. integrasi >ertikal h. per'an'ian tertutup i. per'an'ian dengan pihak luar negeri 7. Perumusan ma#am kegiatan )ang dilarang dilakukan pengusaha. Pasal 1? sampai dengan Pasal %% memuat ma#am kegiatan )ang dilarang tersebut( )aitu monopoli( monopsoni( penguasaan pasar( dan persekongkolan3 5. Perumusan ma#am posisi dominan )ang tidak boleh dilakukan pengusaha. Pasal %5 sampai dengan Pasal %9 memuat ma#am posisi dominan )ang tidak boleh dilakukan tersebut( )aitu 6 a. 'abatan rangkap

b. pemilikan saham #. serta penggabungan( peleburan( dan pengambilalihan 9. Masalah susunan( tugas dan $ungsi <omisi Penga/as Persaingan Usaha. Pasal 4& sampai dengan Pasal 4? memuat perumusan status( keanggotaan( tugas( /e/enang( dan pembia)aan <omisi Penga/as Persaingan Usaha. ?. Perumusan tata #ara penanganan perkara persaingan usaha oleh <PPU. Pasal 4; sampai dengan Pasal 79 memuat perumusan a. penerimaan laporan( b. pemeriksaan pendahuluan dan pemeriksaan lan'utan #. pemeriksaan terhadap pelaku usaha dan alat"alat bukti( 'angka /aktu pemeriksaan d. Putusan <omisi e. <ekuatan putusan komisi $. Upa)a hukum terhadap putusan komisi ;. <etentuan sanksi )ang dapat di'atuhkan kepada pelaku usaha )ang telah melanggar ketentuan dalam undang"undang. Pasal 7? sampai dengan Pasl 79 memuat ma#am sanksi )ang dapat di'atuhkan kepada pelaku usaha( )aitu 6 a. administrati$ b. pidana pokok #. pidana tambahan 9. Perumusan perbuatan atau per'an'ian )ang dike#ualikan dari ketentuan undang"undang dan monopoli oleh *adan Usaha Milik Negara dan-atau badan atau lembaga )ang dibentuk atau ditun'uk oleh pemerintah. Pasal 5& memuat ketentuan )ang dike#ualikan

dari undang"undang dan Pasal 51 memuat ketentuan monopoli oleh *adan Usaha Milik Negara. 1&. .al"hal )ang men)angkut pelaksanaan undang"undang( )aitu perumusan ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Pasal 5% mengatur bah/a pelaku usaha )ang telah membuat dan-atau melakukan kegiatan dan-atau tindakan )ang tidak sesuai dengan undang"undang diberi /aktu untuk men)esuaikan selama 9 1enam5 bulan se'ak undang" undang diberlakukan. edangkan Pasal 54 mengatur mulai berlakun)a undang"undang( )aitu terhitung se'ak 1 1satu tahun sesudah undang"undang diundangkan oleh pemerintah( )aitu tepatn)a 5 maret %&&&. Dalam pengaturan persaingan ditetapkan norma larangan memiliki dua si$at )ang harus dimasukkan dalam pengaturan undang"undang( )aitu larangan )ang bersi$at per se illegal dan )ang bersi$at rule o! reason. *erbagai literatur tentang hukum persaingan usaha sering disinggung mengenai rule of reason dan per se tersebut. Dalam literatur tersebut rule of reason dan per se dibahas serba sedikit untuk memberikan pemahaman dan perbandingan hukum persaingan usaha 1competition law5 )ang berlaku di 0merika. Dikemukakan dalam literatur tersebut bah/a kedua prinsip tersebut merupakan pendekatan untuk melakukan penilaian terhadap perbuatan"perbuatan )ang dilarang oleh herman 0#t( Bla)ton 0#t( Hederal Trade Bommission 0#t Antitrust Law 10sril itompul( 19993 9( Fl)ta R)as :inting( %&&13 %;5. Pengertian %ule o! %eason dan Per Se %ule 0sri itompul mende$inisikan rule of reason adalah suatu pendekatan dengan menggunakan pertimbangan akan akibat suatu perbuatan( apakah mengakibatkan praktek monopoli dan akan menimbulkan kerugian dipihak lain. edangkan usanti 0di Nugroho rule of reason adalah pertimbangan )ang digunakan untuk menentukan suatu perbuatan )ang dituduhkan melanggar hukum persaingan dimana penggugat dapat menun'ukkan akibat"akibat )ang menghambat persaingan( atau kerugian n)ata terhadap persaingan. Dari dua de$inisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bah/a rule of reason merupakan 1a5 suatu pertimbangan hakim untuk menentukan apakah suatu perbuatan tertentu melanggar hukum persaingan atau tidak( 1b5 prinsip )ang akan digunakan untuk menentukan perbuatan tertentu melanggar atau tidak didasarkan pada akibat

)ang mun#ul dari perbuatan )aitu menghambat persaingan atau melahirkan kerugian pada pelaku usaha lain. Per se rule dide$inisikan oleh 0sril itompul suatu pendekatan dimana perbuatan din)atakan sebagai pelanggaran dan dapat dihukum tanpa perlu melakukan pertimbangan apakah perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian atau menghambat persaingan. edangkan usanti mende$inisikan per se rule sebagai larangan )ang 'elas dan tegas tanpa mens)aratkan adan)a pembuktian mengenai akibat"akibatn)a atau kemungkinan akibat adan)a persaingan. Dari kedua de$inisi dapat disimpulkan bah/a )ang dimaksud dengan per se rule adalah perbuatan tersebut se#ara 'elas dan tegas akan dianggap pelanggaran oleh hakim tanpa melihat apakah terdapat akibat )ang merugikan atau menghambat persaingan. )amsul Maari$ 1%&&%5 mengemukakan bah/a )ang dimaksud dengan rule of reason adalah bah/a suatu larangan )ang baru berlaku apabila suatu kegiatan usaha dapat menimbulkan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. 8arangan bersi$at Per se adalah larangan )ang memang se#ara alamiah dilarang tanpa perlu dikaitkan dengan dampak kegiatan tersebut pada persaingan karena pada dasarn)a memang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat. Para ahli hukum persaingan usaha Indonesia dalam memberikan de$inisi rule of reason dan per se rule dapat melakukann)a se#ara tepat namun han)a sebatas memberikan de$inisi tanpa melihat latar belakang kemun#ullann)a. De$inisi rule of reason dan per se rule diberikan atas dasar keputusan hakim )ang memutuskan kasus"kasus persaingan usaha di 0merika. <arena dalam herman 0#t mengatur perilaku )ang din)atakan melanggar hukum 1illegal5 atau berusaha untuk melakukan monopoli usaha perdagangan. <eputusan hakim sangat berpengaruh dalam per'alanan hukum persaingan usaha di 0merika( putusan sangat berperan dalam pembentukan hukum )ang didukung oleh sistem hukum )aitu common law bah/a hakim adalah pembuat hukum 1%udge made law5. *ah/a rule of reason dan per se lahir akibat dari sistem common law( dan hal ini sepenuhn)a disadari oleh para penulis hukum persaingan usaha. *ahkan usanti 1%&&13 415 dengan tegas mengatakan bah/a3 Dalam hu#ungannya dengan penerapan peraturan hukum yang #erkaitan dengan monopoli, Mahkamah agung Amerika &erikat mempunyai peranan yang sangat penting. Pandanganpandangan para hakim agung mengenai praktek-praktek #isnis yang mengarah kepada

monopoli selalu mengalami peru#ahan dan peru#ahan terse#ut secara umum merefleksikan perkem#angan-perkem#angan yang #erlangsung dalam #idang ekonomi dan politik. <esadaran penulis akan arti penting rule of reason dan per se dalam hukum persaingan di 0merika tidak di/u'udkan dalam men#ari pengertian kedua prinsip tersebut dalam kerangka per'alanan se'arah hukum persaingan. 'ule of reason dan per se bagi para penulis seolah"olah menganggap keberadaann)a han)a sekedar untuk menentukan suatu perbuatan atau kegiatan dalam rumusan UU Persaingan Usaha termasuk dalam klasi$ikasi tertentu. Padahal dalam pembentukan kedua prinsip tersebut mun#ul dari pena$siran hakim )ang termuat dalam suatu putusan pengadilan. <eputusan hakim untuk substansi kasus )ang sama dapat didekati dengan prinsip )ang berbeda( dengan kata lain apabila di suatu /aktu misaln)a hori(ontal price fi ing menggunakan analisa dengan per se standar tetapi /aktu )ang berbeda digunakan rule of reason. C9D <etiadaan pemahaman )ang komprehensi$ terhadap rule of reason dan per se akhirn)a men'erumuskan kepada pemahaman terhadap UU Persaingan Usaha. Aleh ban)ak pihak bah/a keberadaan rule of reason dan per se terdapat pada ketentuan atau pasal"pasal dalam UU Persaingan Usaha. herman 0#t han)a mengatur dua hal( )aitu 1a5 bah/a kontrak( persekongkolan atau ker'asama )ang bertu'uan untuk mengadakan pembatasan perdagangan din)atakan sebagai pelanggaran hukum dan 1b5 setiap orang )ang melakukan praktek monopoli atau melakukan konspirasi untuk melakukan monopoli din)atakan bersalah. Dari bun)i ketentuan e#tion 1 herman 0#t tidak mengemuka prinsip rule of reason dan per se. Diantara kedua prinsip tersebut )ang pertama kali mun#ul adalah prinsip rule of reason )ang merupakan hasil pena$siran hakim pada saat mengadili kasus &tandard )il *ompany of +ew ,ersey v. -nited &tates 119915. Pada kasus tersebut hakim berpendapat bah/a pena$siran )ang kaku terhadap ketentuan dalam e#tion 1 herman 0#t tidak dapat diberlakukan dalam per'an'ian bisnis pada umumn)a. 0pabila dilakukan demikian 1pena$siran )ang kaku5 maka akibatn)a semua per'an'ian atau ker'asama adalah melanggar e#tion 1 herman 0#t( dan hal tersebut bukan )ang dimaksudkan oleh pembuat undang"undang 1<ongres5. *ah/a )ang dimaksud membatasi perdagangan 1restraint of trade5 adalah per'an'ian-kontrak-ker'asama membatasi perdagangan se#ara tidak masuk akal 1unreasona#ly restraintt of trade5 1Da>id Reit@el( %&&13 9955.

uatu ketentuan )ang bersi$at per se illegal tidak diperlukan lagi pembuktian dampak larangan tersebut sehingga 'ika ada pelaku usaha )ang melakukan sesuatu )ang din)atakan )ang se#ara eksplisit dilarang undang"undang( pelaku usaha tersebut din)atakan melanggar( tanpa perlu membuktikan hasil atau akibat tindakan )ang dilakukan. ementara itu( ketentuan )ang bersi$at rule o$ reason memerlukan bukti suatu tindakan )ang dilakukan pelaku usaha( apakah tindakan tersebut tergolong antipersaingan atau merugikan mas)arakat. Tu'uan utama 1prin#ipal ob'e#ti>es Undang"undang Persaingan Usaha adalah untuk mendorong timbuln)a persaingan dalam rang'a men#apai e$isiensi ekonomi 1e#onomi# e$$i#ien#)5 dan kese'ahteraaan konsumen 1#onsumer /el$are5. <epentingan publik 1publi# interest5( eperti isu tentang keadilan( pembangunan regional( dan pen)ediaan lapangan ker'a 1emplo)ment5( pemberda)aan perusahaan ke#il dan menengah 'uga merupakan bagian dari sasaran"sasaran )ang ingin di#apai melalui undang"undang persaingan. &' Larangan yang (ersi!at Per Se )legal 8arangan )ang bersi$at per se rule adalah bentuk larangan )ang tegas dalam rangka memberikan kepastian bagi para pelaku usaha dalam memaknai norma"norma larangan dalam persaingan usaha. Dalam praktik( pengaturan ini berguna agar pelaku usaha se'ak a/al mengetahui rambu" rambu larangan terhadap perbuatan apa sa'a )ang dilarang dan harus di'auhkan dalam praktik usahan)a guna menghindari mun#uln)a potensi resiko bisnis )ang besar di kemudian hari sebagai akibat pelanggaran terhadap norma"norma larangan tersebut. Perbuatan"perbuatan sebagai mani$estasi perilaku para pelaku usaha )ang se#ara tegas dilarang 1per se illegal5 antara lain menetapkan berbagai bentuk per'an'ian )ang dilarang 1*ab III5 dan kegiatan )ang dilarang 1*ab II5( tegasn)a aturan tersebut dapat ditemukan dalam Pasal 5 a)at 115( Pasal 9( Pasal 15( Pasal %7( Pasal %5( dan Pasal %9 UU No. 5 Tahun 1999. 0pabila para pelaku usaha tidak mampu mengandalikan dirin)a dan melanggar ketentuan hukum )ang mengaturn)a 1per se illegal5( maka <PPU #ukup membuktikan bah/a telah ter'adi pelanggaran. Dengan demikian pelaku usaha )ang bersangkutan sudah dianggap telah melakukan perbuatan )ang dilarang tanpa melihat lagi e$ek )ang ditimbulkann)a. Pelanggaran terhadap larangan )ang bersi$at per se( an#aman pidana pokokn)a lebih rendah dari pada pelanggaran terhadap larangan )ang bersi$at rule o$ reason 1>ide Pasal 7;5. .al ini dapat dipahami karena proses pembuktiann)a tidak serumit proses pembuktian terhadap larangan )ang bersi$at rule o$ reason. *' Larangan yang (ersi!at %ule o! %eason

Dalam lingkup doktrin rule o$ reason( 'ika suatu kegiatan )ang dilarang dilakukan oleh seorang pelaku usaha dilihat seberapa 'auh e$ek negati$n)a. =ika terbukti se#ara signi$ikan adan)a unsur )ang menghambat persaingan( baru diambil tindakan hukum. Biri"#iri pembeda terhadap larangan )ang bersi$at rule o$ reason( pertama dalah bentuk aturan )ang men)ebutkan adan)a pers)aratan tertentu )ang harus terpenuhi sehingga memenuhi kuali$ikasi adan)a potensi bagi ter'adin)a praktik monopoli dan atau praktik persaingan usaha )ang tidak sehat seperti )ang dapat ditemukan dalam Pasal 7( Pasal 9( Pasal 11( Pasal 1%( Pasal 14( Pasal 1?( Pasal 1;( Pasal 19( Pasal %&( Pasal %9( dan Pasal %; UU No. 5 Tahun 1999. Biri kedua adalah apabila dalam aturan tersebut memuat anak kalimat +patut diduga atau dianggap,. Pengaturan seperti itu dapat ditemukan dalam Pasal 7 angka 1%5( Pasal 14 angka 1%5( Pasal 1? angka 1%5( dan Pasal 1; angka 1%5. Perbuatan"perbuatan dan kegiatan )ang dilarang dalam Undang"undang No. 5 Tahun 1999 )ang bersi$at rule o$ reason antara lain apabila pelaku usaha melakukan beberapa hal berikut. 1. Per'an'ian )ang bersi$at oligopoli 1Pasal 75 %. Per'an'ian pembagian /ila)ah pemasaran atau alokasi pasar 1Pasal 95 4. Per'an'ian )ang bersi$at kartel 1Pasal 115 7. Per'an'ian )ang bersi$at trust 1Pasal 1%5 5. Per'an'ian )ang bersi$at oligopsoni 1Pasal 145 9. <egiatan usaha )ang melakukan praktik Monopoli 1Pasal 1?5 ?. <egiatan usaha )ang melakukan praktik monopsoni 1Pasal 1;5 ;. <egiatan penguasaan pasar 1Pasal 195 9. <egiatan men'ual di ba/ah harga pokok 1predator) pri#ing5 dalam Pasal %& 1&. =abatan rangkap dalam perusahaan"perusahaan )ang saling bersaing 1interlo#king dire#torate5 dalam Pasal %9 11. Penggabungan( peleburan( dan pengambilalihan perusahaan lain 1Pasal %;5

Perbuatan"perbuatan )ang dimaksud 'ika terbukti merupakan perbuatan )ang menghalangi persaingan 1antikompetiti$5 selain menghadapi sanksi administrati$ 1>ide Pasal 7?5 'uga dian#am sanksi pidana( baik pidana poko 1>ide Pasal 7; a)at 15 maupun pidana tambahan 1>ide Pasal 795. Dalam <amus *esar *ahasa Indonesia oligopoli diartikan sebagai 6 + <eadaan pasar )ang produsen pen'ual barang han)a ber'umlah sedikit sehingga mereka atau seorang dari mereka dapat mempengaruhi pasar., Aleh karena keterlibatan lebih dari satu pelaku usaha maka dalam oligopoli diperlukan adan)a kesepakatan antar pelaku usaha tersebut untuk menguasai pasar se#ara bersama"sama tanpa merugikan sesaman)a. <e'adian seperti itu baru akan ter'adi apabila beberapa perusahaan men)adari bah/a kebi'akan penentuan harga"harga mereka memiliki ketergantungan antarsesaman)a. <artel umumn)a dipraktikkan oleh asosiasi dagang 1trade aso#iations5 bersama para anggotan)a. *an)ak sekali hal )ang berman$aat dengan adan)a suatu asosiasi dagang( misaln)a upa)a men)usun suatu standar teknis atau upa)a bersama mengatasi polusi akan men'adi ringan bila diikuti para anggota. 0kan tetapi( baha)a )ang akan mun#ul bila kegiatan asosiasi tersebut ditu'ukan untuk mengatur harga karena akan menghambat serta menghalangi ter'adin)a suatu persaingan )ang sehat. Pen)ususn undang"undang 'uga melihat bah/a salah satu sarana untuk melakukan tindakan persaingan )ang tidak sehat adalam membuat per'an'ian atau kontrak dengan para pelaku usaha tertentu. Dalam hubungan ini( Pasal 1 a)at 1?5 memberikan de$inisi tentang per'an'ian sebagai berikut. + Perjanjian adalah suatu perbuatan satu atau lebih pelaku usaha untuk mengikatkan diri terhadap satu atau lebih pelaku usaha lain dengan nama apa pun, baik tertulis maupun tidak tertulis,.C79D Pertan)aan )ang kemudian mun#ul adalah apakah peraturan dalam hal peri@inan kegiatan )ang dibuat oleh pemerintah tidak terlepas dari tu'uan monopoli suatu pihak tertentu J( tentun)a hal tersebut pelu dipertan)akan mengingat peri@inan usaha merupakan sarana pengusaha untuk membuka suatu usaha men'adi lan#ar dan sah( tentun)a tingkat kesulitan pers)aratan tersebut harus men'adi pertimbangan penilaian apakah menguntungkan pihak"pihak tertentu atau tidak.

*entang Si.at Pelarangan *inda an Anti Monopoli dan Persaingan -urang No *inda an %ang dilarang Pasal 1. Alipoli 7 %. Penetapan .arga 5 s.d. ; 4. Pembagian !ila)ah 9 7. Pemboikotan 1& 5. <artel 11 9. Trust 1% ?. Aligopsoni 14 ;. Integrasi Iertikal 17 9. Per'an'ian Tertutup 15 1&. Per'an'ian 8uar Negeri 19 11. Monopoli 1? 1%. Monopsoni 1; 14. Penguasaan Pasar 19 s.d. %1 17. Persekongkolan %% s.d .%7 15. Posisi Dominan Umum %5 19. =abatan Rangkap %9 1?. Pemilikan aham %? 1;. Merger( 0kuisisi( dan <onsolidasi %; s.d. %9 <eterangan 6 persaingan usaha tidak sehat. " Per e dilihat dari tidak adan)a pers)aratan )ang mengakibatkan ter'adin)a praktek monopoli dan atau persaingan tidak sehat. " Rule o$ Reason Tidak Tegas karena dipergunakan kata"kata +Dapat, mengakibatkan ter'adin)a praktek monopoli dan atau persaingan tidak sehat. Per#andingan penentuan prinsip rule o! reason dan per se antara KPPU dengan Susanti Adi Nugroho +ule o. +eason KPPU Aligopoli Predator) pri#ing Pembagian /ila)ah <artel Trust Aligopsoni Susanti AligopoliKK Penetapan harga Pembagian /ila)ahK <artelK TrustK AligopsoniKK Per se rule KPPU Pri#e $iLing Diskriminasi harga Per'an'ian tertutup Persekongkolan Posisi dominan untuk Pasal %5 115 Posisi dominan Susanti Penetapan harga Per'an'ian tertutup persekongkolan +ule o. +eason 1 Per Se RR dengan Presumsi RR dan P RR tidak tegas RR RR tidak tegas RR tidak tegas RR dengan Presumsi RR tidak tegas P RR tidak tegas RR dengan Presumsi RR dengan Presumsi RR tidak tegas RR dan P RR dengan Presumsi RR tidak tegas RR RR tidak tegas

" Rule o$ Reason dilihat dari kata"kata +Mengakibatkan, ter'adin)a praktek monopoli dan atau

untuk Pasal %9 huru$ a dan b Integrasi >ertikal Integrasi >ertikalK Per'an'ian dengan Per'an'ian dengan pihak luar negeri Monopoli Monopsoni Penguasaan pasar =abatan rangkap Penggabungan( Peleburan dan Pengambilalihan Persekongkolan elan'utn)a( untuk mengetahui baik atau buruk dari apa )ang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang( termasuk dalam bidang bisnis. e#ara normati$"etis telah berkembang tiga teori dasar sebagai berikut 6C7;D 115 Teori Fthi#al Fgoism 1%5 Teori Fthi#al 0ltruism 145 Teori Utilitarianism 1Regan( Tom( 19;76%&5 Pen'elasan dari masing"masing teori adalah sebagai berikut 6 (&) Teori +thical +goism Terori ini han)a melihat terhadap si pelaku sendiri. Dalam hal ini teori tersebut menga'arkan bah/a benar atau salah dari sesuatu perbuatan )ang dilakukan oleh seseorang diukur dari apakah hal tersebut mempun)ai dampak )ang baik atau buruk terhadap orang tersebut itu sendiri. *agaimana dampak dari perbuatan tersebut bagi orang lain tidak rele>an( ke#uali 'ika akibat terhadap orang lain tersebut akan mengubah dampak terhadap si pelaku tersebut. (*) Teori +thical ,ltruism Teori ini lebih menitikberatkan kepada kepentingan dari pihak lain dari pihak )ang melakukan suatu perbuatan. Menurut teori ini( apakah seseorang telah melakukan sesuatu perbuatan )ang se#ara moral terbilang benar atau salah bergantung bagaimana dampak dari perbuatan tersebut terhadap pihak lainn)a. Perbuatan tersebut dianggap benar 'ika berdampak baik bagi pihak lain. Demikian 'uga sebalikn)a. *agaimana dampak dari perbuatan tersebut bagi si pelakun)a tidak pihak luar negeri MonopoliKK MonopsoniKK Penguasaan pasarK Posisi dominanKK *oikot

rele>an untuk dipertimbangkan( ke#uali 'ika bagaimana dampak terhadap pihak lain tersebut mempun)ai dampak )ang dapat membalikkan dampak terhadap si pelaku tersebut. (-) Teori Utilitarianism Teori ini lebih menitikberatkan kepada man$aat dari setiap tindakan terhadap seluruh atau sebagian besar orang. Menurut teori ini( benar atau salah sesuatu perbuatan diukur dari apakah perbuatan tersebut berdampak baik atau buruk kepada setiap orang( baik terhadap orang lain maupun terhadap dirin)a sendiri. Tindakan monopoli itu memang harus diatur oleh hukum( karena dengan praktek bisnis )ang berdasarkan atas monopoli mempun)ai ban)ak kelemahan. <elemahan"kelemahan tersebut adalah sebagai berikut 6C79D (a) .etinggian harga Dengan monopoli akan ter'adi suatu ketinggian harga"harga di pasar. Tinggin)a harga ini diakibatkan oleh tidak adan)a kompetisi pasar. .al ini akan mendorong timbuln)a in$lasi sehingga dapat merugikan mas)arakat se#ara luas. (b) +/cess pro!it <arena tidak ada saingan( maka dengan monopoli( suatu harga dapat ditentukan seenak"enakn)a( sehingga monopoli tersebut sangat berpotensial timbuln)a keuntungan )ang berlebih"lebihan( <arena itu pula( suatu monopoli dianggap sebagai suatu pranata ketidakadilan. (c) +ksploitasi Fksploitasi dapat ter'adi baik terhadap buruh dalam bentuk upah( tetapi terlebih"lebih terhadap konsumen( karena rendahn)a mutu produk dan hilangn)a hak pilih dari konsumen( karena tidak ada kompetisi di antara pihak produsen barang. (d) Pemborosan Perusahaan monopoli #enderung kepada pemborosan karena tidak beroperasi pada e>erage #ost )ang minimum. .al ini men)ebabkan ketidake$isienan perusahaan( dan akhirn)a #ost tersebut ditanggung konsumen. (e) +ntry barrier Monopoli akan menguasai pangsa pasar )ang besar. .al ini akan mengakibatkan perusahaan lain terhambat untuk bisa masuk ke bidang"bidang operasi perusahaan monopoli tersebut( dan gilirann)a nanti akan mematikan perusahaan ke#il dan-atau perusahaan pemula. (!) .etidakmerataan pendapatan

Monopoli dapat mengakibatkan timbuln)a unsur akumulasi modal dan pendapatan dari usaha monopoli.

BAB III P,NU*UP

Da.tar Pusta a is/anto(0rie %&&7. .ukum Persaingan -saha.*ogor 6 :halia Indonesis !id'a'a(:una/an %&&%.Merger dalam Perspektif Monopoli.=akarta6PT Ra'a :ra$indo Ibrahim(=ohn) %&&9. .ukum Persaingan -saha .Malang I<0PI =0TIM Huad)(Munir %&&7. .ukum Anti Monopoli. *andung 6PT Bitra 0dit)a *akti