Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH KIMIA ANALITIK PEMICU II Potensiometri

Oleh: Kelompok 7

Anggota: 1. Chandra 2. Evania 3. Fitra 4. Klanita 5. Shella

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS INDONESIA 2013


[Type the company name]

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena berkat dan rahmat-Nya maka penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Adapun maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia. Makalah ini memiliki lingkup bahasan mengenai Potensiometri. Dalam pengerjaan makalah ini, penulis mendapatkan banyak bimbingan serta bantuan moral maupun material dari berbagai pihak sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Karenanya pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dian Nursanti, selaku dosen pembimbing mata kuliah Kimia Analitik dan orang-orang yang tidak dapat penulis sebutkan satu-satu. Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, dengan senang hati penulis menerima seluruh saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi perbaikan makalah ini. Akhir kata, penulis berharap agar makalah ini bukanlah buah karya terakhir. Semoga makalah ini dapat menjadi salah satu sumber referensi ilmiah yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Depok, 7 Oktober 2013

Tim Penyusun

[Type the company name]

Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................................... Daftar Isi .................................................................................................................... i ii

BAB I PENDAHULUAN
Potensiometri merupakan bagian dari ilmu kimia elektroanalitik yang merupakan metode pengukuran potensial yang menggunakan dua buah elektroda dimana aliran listrik (biasanya mendekati nol / tidak ada arus listrik) yang berada di antara elektroda tersebut diatur. Metode pengukuran potensial elektroda ini dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi dari suatu zat yang merupakan komponen dari sel yang digunakan dalam analisis potensiometri.

[Type the company name]

Secara sederhana sel yang digunakan dalam potensiometri dapat digambarkan sebagai berikut: Elektroda referensi Eref Jembatan Garam Ej analyte solution Elektroda indikator Eind

Elektroda acuan adalah elektroda yang potensial standarnya diketahui, konstan, dan mengikuti persamaan Nernst yaitu: Ecell = Eind Eref + Ej ......(1) Keterangan: Ecell : Potensial sel Eind : Potensial elektroda indikator Eref : Potensial elektroda acuan Ej : Potensial sambungan cair (liquid junction potential)

Elektroda pembanding ada beberapa macam, diantaranya elektroda kalomel (gambar 1) dan elektroda Ag/AgCl. Elektroda kalomel adalah elektrode yang terdiri dari lapisan Hg yang ditutupi dengan pasta Merkuri (Hg), Merkuri Klorida /Komel (Hg2Cl2) dan kalium klorida (KCl). Elektroda indikator adalah elektroda yang potensial elektrodanya bervariasi terhadap aktivitas analit yang diukur. Elektroda indikator dikelompokkan menjadi elektroda logam, elektroda inert, dan elektroda membran. Elektroda logam terbagi lagi menjadi elektroda logam jenis pertama, kedua dan ketiga. Dalam potensiometri terdapat beberapa metode, diantaranya potensiometri langsung, adisi sampel, adisi standar, dan titrasi potensiometri. Pada metode potensiometri langsung, elektroda indikator selalu dianggap sebagai katoda dan elektroda referensi sebagai anoda, yang dibutuhkan hanyalah pengukuran potensial sebuah indikator elektron ketika dicelupkan dalam larutan yang konsentrasinya tidak diketahui dan ketika dicelupkan dalam larutan yang konsentrasinya diketahui. Sedangkan pada metode adisi sampel yang dilakukan adalah sejumlah LARUTAN STANDAR YANG TELAH DIKETAHUI
POTENSIALNYA ditambahkan sedikit larutan sampel sehingga terjadi beda potensial. Kemudian untuk menentukan konsentrasinya digunakan persamaan: [Type the company name]

.. (2)

Keterangan: Cu = Konsentrasi sampel yang tidak diketahui; Cs = Konsetrasi ion dari larutan standar; Vu = Volume larutan sampel yang digunakan; Vs = Volume larutan standar yang digunakan; E1 = Potensial sel terukur tanpa ada larutan sampel; E2 = Potensial sel terukur setelah ada tambahan larutan sampel; S = Slope elektroda (yang diukur dengan menggunakan larutan standar). Sebaliknya pada metode adisi standar, sejumlah LARUTAN SAMPEL YANG INGIN DIKETAHUI POTENSIALNYA ditambahkan dengan sedikit larutan standar sehingga terjadi beda potensial dan selanjutnya mengikuti persamaan (2). Dan terakhir, metode titrasi potensiometri, pada metoda ini dilakukan proses titrasi terhadap larutan asam oleh larutan bersifat basa atau sebaliknya dan kemudian potensial diukur setelah penambahan sejumlah kecil volume titran secara kontinu dengan perangkat automatik. Titik akhir titrasi adalah ketika terjadi perubahan potensial yang tajam, ini dapat dilihat dari kemiringan kurva (slop). Reaksi yang terjadi pada titrasi potensiometri ini meliputi reaksi netralisasi, reaksi pembentukan kompleks, dan pengendapan.

A. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan mengenai potensiometri beserta konsep-konsep dasarnya 2. Tujuan Khusus Untuk menjelaskan apa itu potensiometri Untuk menjelaskan metode-metode potensiometri Untuk menjelaskan aplikasi potensiometri pada kehidupan

B. Ruang Lingkup

[Type the company name]

Makalah ini akan menjelaskan mengenai potensiometri dan metode-metode didalamnya. Contoh yang diambil pada pembahasan potensiometri adalah pengukuran kandungan logam pada perhiasan murah.

C. Perumusan Masalah 1. 2. 3. 4. Apakah potensi bahaya dari perhiasan murah? Prinsip dasar potensiometri Apa saja metode potensiometri? Bagaimana aplikasi potensiometri dalam pengukuran kandungan terhadap logam-logam pada perhiasan? 5. 6. 7. Jelaskan tentang metode TISAB. Bagaimana cara penghitungan potensiometri? Perbedaan dari masing-masing metode standard addition dan sample addition ?

D. Metode dan Teknik Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode Problem Based Learning (PBL). Setiap anggota kelompok membuat tugas yang diberikan yang berkaitan dengan pemicu dalam bentuk Laporan Tugas Mandiri (LTM), dan menjamin bahwa anggota kelompok memahami bahan yang dipelajarinya dengan menjelaskan bagiannya ke setiap anggota kelompok. Setelah seluruh materi dipahami, kegiatan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan pemicu dan membuat makalah.

BAB II PEMBAHASAN

1. Menurut anda mengapa penggunaan perhiasan murah di atas memiliki potensi bahaya jika ditinjau dari sisi jenis bahan yang digunakan? Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3 Dapat juga dikarenakan sifat toksiknya. Unsur-unsur logam berat adalah unsur yang mempunyai nomor atom dari 22 sampai 92 yaitu sejumlah unsur seperti merkuri (Hg), arsenik (As), timbal (Pb), kadmium (Cd), dan kromium (Cr). 6

[Type the company name]

Toksisitas

logam adalah

terjadinya

keracunan dalam

tubuh manusia yang

diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun. Zat-zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kulit, dan mulut. Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, tanah, air, dan udara. Kadar logam dalam tanah, air, dan udara umumnya rendah, namun dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, pertambangan logam, dan pemurnian logam.

Bahaya logam berat merkuri (Hg): Merkuri adalah logam non radioaktif yang paling beracun yang ada di lingkungan. Sangat beracun bagi manusia. Toksisitas Hg dapat disebabkan oleh dua bentuk senyawa kimia yaitu merkuri inorganik (Hg+(HgCl) dan Hg2+) dan merkuri organik (penil-Hg, metoksi-Hg dan alkil-Hg). Merkuri organik mempunyai daya racun yang lebih tinggi dari merkuri inorganik yaitu diperkirakan 4-31 kali lebih beracun dari bentuk merkuri inorganik. Manusia dapat terpapar merkuri melalui oral dan inhalasi. Sistem saraf pusat adalah target organ dari toksisitas metil merkuri, sehingga gejala yang terlihat erat hubungannya dengan kerusakan saraf pusat. Gejala yang timbul adalah: o Gangguan saraf sensorik: paraesthesia, kepekaan menurun dan sulit menggerakkan jari tangan dan kaki, penglihatan menyempit, daya pendengaran menurun, serta rasa nyeri pada lengan dan paha. o Gangguan saraf motorik: lemah, sulit berdiri, mudah jatuh, ataksia, tremor, gerakan lambat dan sulit bicara o Gangguan lain: gangguan mental, sakit kepala

Bahaya logam berat arsenik (As): Toksisitas senyawa arsenik dan sangat bervariasi. Minimal dosis akut arsenik yang mematikan pada orang dewasa diperkirakan 70-200 mg atau 1 mg/hari. Sebagian besar melaporkan keracunan arsenik tidak disebabkan oleh unsur arsenik, tapi oleh salah satu senyawa arsen, terutama arsenik trioksida, yang sekitar 500 kali lebih beracun daripada arsenik murni.

[Type the company name]

Mekanisme Masuknya Arsen dalam tubuh manusia umumnya melalui oral, dari makanan/minuman. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah. Gejala yang timbul akibat paparan arsenik adalah: o Toksisitas akut arsen biasanya memperlihatkan gejala sakit perut, gejala tersebut disebabkan oleh adanya vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) yang akan mengakibatkan terbentuknya vesikel pada lapisan submukose lambung dan usus. Gangguan tersebut mengakibatkan rasa mual, muntah, diare (kadang bercampur darah) dan sakit perut yang parah. Gas arsenik dapat mengakibatkan hemolisis dalam waktu 3-4 jam dan mengakibatkan nekrosis tubulus ginjal akut sehingga terjadi kegagalan ginjal. o Tanda-tanda toksisitas As yang akut juga terlihat jelas ialah dengan ditemukannya gejala rambut rontok kebotakan (alopesia) , tidak berfungsinya saraf tepi yang ditandai dengan kelumpukan anggota gerak bagian bawah,kaki lemas,persendian tangan lumpuh, dan daya reflex menurun o Toksisitas kronis arsen Gejala akan timbul dalam waktu 2 - 8 minggu sejak penderita mulai mengonsumsi air yang terkontaminasi tersebut. Gejala yang jelas terlihat adalah adanya kelainan pada kulit dan kuku, terciri dengan adanya hyperkeratosis, hiperpigmentasi, dermatitis dengan terkelupasnya kulit dan adanya warna putih pada persambungan kulit dan kuku.terjadinya kanker pada kulit, paru-paru, hati, kantung kencing, ginjal, dan kolon.

Bahaya logam berat timbal (Pb): Pengaruh toksisitas akut Pb agak jarang ditemui, tetapi pengaruh toksisitas kronik paling sering ditemukan. Pengaruh toksisitas kronis sering dijumpai pada pekerja tambang dan pabrik pemurnian logam, pabrik mobil (proses pengecatan), penyimpanan bateri, percetakan, pelapisan logam dan pengecatan sistem semprot Timbal yang masuk ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Hal itu disebabkan karena senyawa timbal dapat memberikan efek racun terhadap banyak fungsi organ yang terdapat dalam tubuh. Gejala yang timbul akibat paparan timbal adalah:

[Type the company name]

o Senyawa timbal yang terdapat dalam tubuh akan mengikat gugus aktif dan enzim ALAD. Enzim ALAD merupakan enzim jenis sitoplasma yang akan bereaksi secara aktif pada tahap awal sintesa dan selama sirkulasi sel darah merah berlangsung. Sehingga dapat meningkatkan kadar ALA dalam darah dan urine, meningkatkan kadar protophorphirin dalam sel darah merah, memperpendek umur sel darah merah, menurunkan jumlah sel darah merah, menurunkan kadar retikulosit (sel-sel darah merah yang masih muda). o Pengaruh keracunan timbal dapat menimbulkan kerusakan otak dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak. Sebagai akibat dari keracunan timbal adalah epilepsy, halusinasi, kerusakan pada otak besar, dan delirium (sejenis penyakit gula). o Timbal yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam aliran darah. Ikut sertanya senyawa timbal yang terlarut dalam darah ke sistem urinaria dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saluran ginjal. Kerusakan yang terjadi disebabkan terbentuknya intranuclear inclusion bodies yang disertai dengan membentuk amnociduria (terjadinya kelebihan asam amino dalam urine). o Efek pada sistem reproduksi dapat berupa gangguan produksi sperma, peningkatan resiko keguguran, kehamilan preterm, penurunan umur gestasi, berat lahir rendah dan gangguan perkembangan neurologi. o Timbal yang masuk ke dalam tubuh juga dapar merusak organ jantung. Namun sejauh ini perubahan otot jantung sebagai akibat dari keracunan timbal baru ditemukan pada anak-anak. Perubahan tersebut dapat dilihat dari ketidaknormalan EKG.

Bahaya logam berat kadmium (Cd): Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Gejala yang timbul akibat paparan kadmium adalah:

[Type the company name]

o kerusakan yang dapat terjadi pada ginjal akibat logam kadmium yaitu terjadinya asam amniouria dan glokosuria, dan ketidaknormalan kandungan asam urat kalsium dan fosfor dalam urine. o Keracunan yang disebabkan oleh peristiwa terhirupnya uap dan atau debu kadmium juga mengakibatkan kerusakan terhadap organ respirasi paruparu. o Efek keracunan kadmium juga dapat mebgakibatkan kerapuhan pada tulang. Gejala rasa sakit pada tulang sehingga menyulitkan untuk berjalan. Terjadi pada pekerja yang bekerja pada industri yang menggunakan kadmium. o Daya racun yang dimiliki oleh kadmium juga mempengaruhi sistem reproduksi dan organ-organnya. Pada konsentrasi tertentu kadmium dapat mematikan sel-sel sperma. Bahaya logam berat kromium (Cr): Kromium digunakan dalam pembuatan baja, batu bata dalam tungku, pewarna, pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam, penyamakan kulit, dan kayu. Penjualan produk atau bahan kimia yang mengandung kromium dan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya pembakaran ke udara, tanah, dan air. Partikel menetap di udara dalam waktu kurang dari 10 hari, akan

menempel pada partikel tanah, dan dalam air dengan sedikit larut. Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit. Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Gejala yang timbul akibat paparan kromium adalah:

Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, lambung, dan usus. Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru. Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, bisul, kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian

2. Laboratorium di tempat anda memiliki sebuah pH meter/volt meter, titrator dan sebuah elektroda standar kalomel jenuh serta elektroda indicator untuk analisis zat
[Type the company name]

10

besi. Dapatkah anda menjelaskan usulan tentang metode analisis elektrokimiawi untuk menentukan kandungan ion logam Cr (sebagai salah satu logam yang sering digunakan untuk bahan baku perhiasan) pada sample perhiasan yang diuji. Bagaimana anda menjelaskan kepada anggota tim lain, bahwa zat krom dapat dianalisis dengan teknik analisis tersebut. Apa alasan anda memilih teknik analisis ini dibandingkan teknik lain untuk menganalisis darah atau serum?

Untuk menentukan kadar zat krom dalam perhiasan digunakan prinsip potensiometri dimana konsentrasi suatu ion ditentukan melalui potensial dua elektroda yaitu elektroda acuan dan elektroda indicator. Elektroda indikator yang digunakan untuk analisis zat besi adalah jenis elektroda indikator membran dimana pada elektroda ini terdapat suatu membran yang menyaring ion-ion yang melewatinya sehingga elektroda ini sering disebut sebagai elektroda ion selektif (ISE). ISE ini menggunakan membran sebagai sensor. Sensor merupakan elektroda yang digunakan untuk analisis secara kuantitatif yang menunjukkan selektifitas terhadap aktivitas ion yang diukur dan ditandai dengan perubahan potensial secara reversibel (Evans, 1987). Sensor terdiri atas membran yang responsif secara selektif terhadap suatu spesi tertentu sehingga cocok untuk mendeteksi kadar ion tertentu dalam darah yang dalam kasus ini adalah Fe. Membran yang digunakan dalam kasus ini haruslah yang bersifat inert terhadap larutan uji (darah), selektif terhadap ion Fe, memiliki kepekaan yang baik, memenuhi nilai sensitivitas teoritis dan dapat dicetak sesuai dengan ukuran yang diinginkan (Pungor and Klara, 1970). Dalam penerapan prinsip potensiometri terdapat beberapa metode, seperti titrasi potensiometri, potensiometri langsung, standard-addition, sample-addition, dan electrode-calibration. Pengaplikasian metode-metode tersebut dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan instrument yang tersedia. Untuk mengetahui kadar Fe dalam darah, metode sample addition mungkin lebih cocok digunakan karena pada metode ini sample yang dibutuhkan tidak terlalu banyak (dengan catatan bahwa konsentrasi sampel tinggi). Metode dengan prinsip potensiometri ini cukup menguntungkan dalam penentuan konsentrasi suatu ion karena memerlukan biaya yang relatif rendah (voltmeter dan elektroda yang digunakan dapat dengan mudah didapatkan dengan harga yang relatif murah). Selain itu, metode dalam potensiometri melibatkan proses yang tidak sulit, sehingga tidak diperlukan keahlian khusus dalam melakukannya. Dan juga potensiometri pada dasarnya bersifat nondestruktif terhadap sampel, dalam artian
[Type the company name]

11

bahwa penyisipan elektroda tidak mengubah komposisi uji larutan, karena jika spesies yang direspon oleh elektroda indikator berpartisipasi dalam kesetimbangan larutan, maka aktivitasnya diukur ketika ia hadir, tanpa mengganggu kesetimbangan itu sendiri.

3.

Bagaimana anda menjelaskan rancangan analisis ion krom dengan metode potensiometri langsung? Lengkapi dengan informasi yang cukup jelas baik dari segi instrumentasi maupun prinsip dasar teoritis tentang metoda analisis ini. Pengukuran potensiometri langsung merupakan metode yang berlangsung cepat dan cocok dalam menjelaskan perubahan aktivitas pada kation dan anion. Perubahan aktivitas pada kation dan anion ini disebabkan oleh ditambahkannya jenis larutan lain ke dalam larutan standar yang sudah tersedia. Penambahan ini akan mengakibatkan perubahan aktivitas larutan, di mana larutan sudah bercampur. Prinsip yang digunakan dalam potensiometri langsung adalah perbandingan nilai antara potensial elektrode ketika dimasukkan dalam satu larutan standar dengan nilai potensial elektrode ketika ditambahkan satu atau lebih lagi larutan. Nilai perbandingan kedua potensial elektrode ini dapat dihubungkan dengan nilai konsentrasi dari masing-masing larutan, baik larutan standar (mula-mula) maupun larutan yang ditambahkan. Pengukuran potensiometri

langsung juga siap untuk diaplikasikan pada proses yang kontinu (berlangsung secara terus-menerus) dan pengambilan data analitis secara otomatis. Metode potensiometri langsung merupakan suatu metode potensiometri yang memanfaatkan prinsip perbedaan potensial antara sampel yang ingin diukur kadar ion natriumnya dengan suatu analit lain yang telah diketahui potensial dan konsentrasinya. Analit tersebut merupakan merupakan hasil kalibrasi. Secara umum, potensial sel dirumuskan dengan: Esel = Eind. - ( Eref + Eja ) (1) Dimana Esel adalah potensial sel, Eind adalah potensial pada elektroda indicator yang digunakan, dalam kasus ini Eind=EISE dan Eja adalah potensial liquid junction. Untuk menganalisis ion kromm dalam perhiasan, kita perlu menentukan elektroda yang akan digunakan. Untuk elektroda indicator sebaiknya digunakan elektroda ion selektif (ISE). Hal ini dikarenakan konsentrasi ion yang akan kita ukur adalah tertentu yaitu ion Natrium. Elektroda ion selektif yang digunakan untuk hasil yang akurat ada 2 yaitu glass membrane ISE dan Polymer membrane ISE. Notasi selnya: Elektroda ion selektif | sample || jembatan garam | elektroda pembanding
[Type the company name]

12

4. Bagaimana anda menjelaskan tentang yang anda baca di beberapa literatur bahwa bila menggunakan teknik potensiometri langsung perlu penambahan senyawa penjaga kekuatan ion dalam larutan atau TISAB(Total Ionic Strength Adjustmen Buffer), kapan tidak diperlukan TISAB dan untuk apa dilakukan teknik penambahan larutan standar atau larutan sampel tak diketahui (standard addition atau sample addition method)? Teknik potensiometri langsung adalah salah satu metode pengukuran potensiometri dimana menggunakan metode analisis pengukuran tunggal dari potensial sel untuk menentukan aktivitas suatu zat di dalam campuran yang setimbang. Metode ini membandingkan potensial elektrode indikator saat di larutan yang ingin dicari konsentrasinya, lalu membandingkan saat elektrode indikator yang sama dimasukkan ke dalam larutan lain yang diketahui konsentrasinya. Pada teknik potensiometri langsung, dapat terjadi suatu kendala dimana kekuatan ion antara larutan standar dan larutan sampel mempunyai perbedaan yang relatif besar. Hal ini tentu saja akan membuat proses analisis berjalan rumit. Kekuatan ion yang tidak sama antara larutan standar dengan larutan standar akan membuat suatu nilai potensial sel yang jauh dari kenyataannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara untuk menyeimbangkan kekuatan ion kedua larutan. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan TISAB (Total Ionic Strength Adjusment Buffer) yang merupakan senyawa buffer penjaga kekuatan ion suatu larutan. TISAB merupakan larutan yang mempunyai kekuatan ion yang relatif tinggi dimana ion-ion yang berada dalam larutan tersebut tidak akan mengganggu sama sekali proses analisis, atau dengan kata lain ion-ion yang ada merupakan ion-ion asing yang tidak akan terukur potensial selnya sehingga TISAB dapat menghilangkan perbedaan kekuatan ion dari 2 larutan. Idenya adalah dengan menambahkan TISAB secukupnya pada kedua larutan standar dan larutan sampel secara ekuivalen, sehingga didapatkan larutan-larutan baru dengan kekuatan ion yang sama. Perlu dicatat bahwa selama kedua larutan mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal penambahan TISAB, konsentrasi larutan standar yang baru tidak perlu dihitung kembali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, TISAB berfungsi untuk memastikan bahwa setiap larutan yang diukur mempunyai kekuatan ion yang sama dan menghindari terjadinya kesalahan pengukuran akibat perbedaan antara aktivitas ion yang terukur dengan konsentrasi ion yang sebenarnya dalam suatu larutan. Selain itu, TISAB juga dapat membuat nilai
[Type the company name]

13

potensial jungsi (Ejunc) menjadi lebih stabil, sehingga kesalahan pengukuran dapat dihindari dan waktu yang diperlukan untuk mencapai kestabilan akan menjadi lebih singkat. Untuk meniadakan penggunaan TISAB, ada suatu kondisi yang harus dipenuhi yaitu adalah ketika sampel dapat diencerkan tanpa membuat perbedaan yang signifikan antara aktifitas ion dengan konsentrasi ion. Namun demikian, dalam konteks ini diperlukan data mengenai kekuatan ion dari larutan sampel. Selain itu, pengenceran yang berlebihan harus dihindari demi upaya mencegah terjadinya pengukuran di luar batas kekuatan pengukuran elektroda. Dalam aplikasinya, dimana hanya diketahui aproksimasi dari konsentrasi larutan sampel, efek dari kekuatan ion dapat diabaikan. Dalam hal ini, terdapat suatu metode alternatif (teknik penambahan larutan standar) untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dari metode potensiometri langsung yaitu dengan menggunakan metode adisi baik adisi standar maupun adisi sampel. Adapun, metode adisi ini mempunyai beberapa keunggulan dibanding metode potensiometri langsung. Keunggulan-keunggulan tersebut, antara lain : Pada metode adisi, keberadaan kedua elektroda dipertahankan di dalam larutan selama proses berlangsung. Hal ini akan membuat perubahan yang sangat kecil bagi potensial sel pada bagian perbatasan cairan dari elektroda referensi (yang biasanya dapat dengan mudah berubah beberapa milivolt ketika elektroda-elektroda tersebut dipindahkan dari satu larutan ke larutan lainnya). Dalam hal ini, kesalahan pengukuran dapat dikatakan telah teratasi atau tidak ada. Kalibrasi dan pengukuran sampel dilakukan dalam waktu yang bersamaan, sehingga perbedaan kekuatan ion dan temperatur antara larutan standar dan larutan sampel yang digunakan dapat dikurangi dan pada akhirnya senyawa penjaga kekuatan ion dalam larutan tidak perlu dipergunakan. Begitu aproksimasi dari konsentrasi larutan sampel diketahui, kalibrasi bagi kemiringan dari kurva potensial sel terhadap volume larutan dapat dengan mudah disesuaikan. Caranya adalah dengan menganalisis konsentrasi dari larutan standar yang terletak pada jangkauan konsentrasi larutan sampel (pada temperatur yang sama) dan kemudian menyesuaikan kemiringan dari kurva dan dilakukan perhitungan kembali hingga didapatkan hasil yang benar. Prosedur penyesuaian ini dapat mudah dan 14

[Type the company name]

cepat software tertentu yang dikhususkan untuk penghitungan semacam ini. Metode ini memperbolehkan penggunaan elektroda-elektroda yang sudah dipergunakan sebelumnya, selama kurva yang dihasilkan setelah proses berlangsung stabil dan dapat dihitung kemiringannya. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa metode adisi ini dapat memberikan hasil yang lebih tepat dibandingkan dengan metode potensiometri langsung, meski menggunakan larutan sampel dengan kekuatan ionik yang lemah. Adapun kelemahan utama dari metode adisi ini adalah Pencampuran kedua larutan dengan pengukuran volume larutan standar dan larutan sampel harus dilakukan secara akurat. Memerlukan teknik perhitungan yang lebih rumit dibandingkan dengan metode potensiometri langsung, diperlukan prosedur yang memakan waktu dan kemampuan berhitung yang baik (walaupun telah ditemukan suatu program pada komputer yang dapat memudahkan perhitungan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan). Perhitungan hanya dapat dilakukan pada data-data yang berada pada jangkauan elektroda dan karena itu tidak dapat digunakan suatu larutan sampel dengan konsentrasi yang rendah. Aproksimasi dari konsentrasi larutan sampel harus diketahui sebelum memulai analisi dalam hal menentukan konsentrasi dan volume larutan standar yang sesuai bagi proses tersebut. Namun demikian, apabila konsentrasi dari larutan sampel tidak diketahui, hal tersebut dapat diatasi dengan mudah dengan cara mengukur terlebih dahulu konsentrasi larutan sampel dengan menggunakan metode potensiometri langsung. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa metode penambahan ini terdiri dari 2 jenis, yaitu : Metode Adisi Standar Metode adisi standar merupakan metode yang paling umum dipakai. Metode ini biasanya digunakan pada instrumentasi analisis seperti dalam atomic absorption spectroscopy and gas chromatography untuk mencari nilai konsentrasi subtansi (analit) dalam sampel yang tidak diketahui dengan perbandingan untuk susunan sampel yang diketahui konsentrasinya. Hal pertama yang dilakukan ialah mengukur
[Type the company name]

15

voltase sampel murni yang tersedia dalam volume yang besar ( sekitar 25, 50 atau 100 ml). Setelah pembacaan pertama selesai dilakukan, selanjutnya ditambahkan sedikit larutan standar pekat (sekitar 2, 5 atau 10 ml) dan dicampurkan hingga merata. Setelah larutan standar tersebut benar-benar tercampur dengan baik maka dilakukan pengukuran kedua dan kemudian dapat dilakukan perhitungan konsentrasi sampel. Keterbatasan dari metode ini ialah kita harus menyediakan sampel dalam volume yang cukup banyak. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk metoda ini adalah sebagai berikut: Siapkan beberapa aliquot identik, Vx dari sampel Menambahkan sejumlah volume tertentu secara bervariasi, Vs, larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya pada tiap aliquot Mengencerkan masing-masing larutan hingga volume tertentu Vt Mengukur dengan instrumen untuk mendapatkan respon instrument, S (potensial elektroda) Hitunglah konsentrasi sampel, Cu, dengan persamaan:
(Vu Vs).10 ( E 2 E1) / S Vs CuVu Cs

Dimana: Cu = konsentrasi analit dalam sampel yang tidak diketahui Cs = konsentrasi larutan standar Vs Vu = volume standar = volume sampel

E1 = potensial elektroda (mV) dalam larutan murni E2 = potensial elektroda (mV) setelah diadisi s = slop elektroda
E 2 E1 Log C 3 Log C1

Slop (m) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:


m

C3

, dan

C1V1 C 2V2 V1 V2

Dengan:

C1 dan V1 : konsentrasi dan volume larutan standar mula-mula C 2 dan V2 : konsentrasi dan volume larutan standar yang ditambahkan

[Type the company name]

16

C3

: konsentrasi campuran setelah penambahan larutan standar

Metode Adisi Sampel Metode Adisi Sampel umumnya hampir sama dengan metode adisi standar.

Perbedaannya hanya terdapat pada jenis larutan dengan volume yang lebih besar, atau lebih spesifiknya pada sejumlah kecil volume sampel (misalnya 1-10 ml) yang ditambahkan ke dalam volume standar yang lebih besar (25-100 ml). Metode ini paling baik digunakan ketika volume sampel yang kita miliki terbatas atau sampel dengan konsentrasi yang sangat tinggi (pada umumnya untuk bekerja dengan baik konsentrasi larutan harus di bawah 100ppm). Yang perlu diperhatikan ialah perlunya dilakukan pengenceran matriks sampel yang cukup sehingga sampel tersebut tidak secara signifikan memengaruhi kekuatan ionik larutan standar, tetapi perlu dipastikan juga bahwa konsentrasi sampel tersebut cukup untuk dideteksi dalam pembacaan mV dalam standar murni karena pada banyak kasus metoda ini tidak sesuai untuk sampel yang lebih kecil dari 100 ppm. Perhitungan dalam metode adisi sampel berdasarkan kurva/grafik antara potensial elektrode (mV) dan konsentrasi (ppm atau mol/L).:

,
Cu = Cs = Vs = Vu = E1 = E2 = m =

,( ,(

)
*( )

)+-

)-

konsentrasi dalam sampel yang tidak diketahui konsentrasi larutan standar volume larutan standar volume sampel potensial elektrode pada larutan murni (Mv) potensial elektrode setelah penambahan kemiringan

5. Bila anda menggunakan metode sample addition pada teknik potensiometri, bagaimana anda menjelaskan cara penentuan konsentrasi natrium pada sampel? Anda membaca suatu rumus hasil penurunan untuk menentukan konsentrasi suatu ion dengan metode sample addition adalah sbb :
( )

[Type the company name]

17

yang berasal dari rumus awal

Dimana, Cu = Konsentrasi sampel yang tidak diketahui (unknown); Cs = Konsetrasi ion dari larutan standar; Vu = Volume larutan sampel yang digunakan; Vs = Volume larutan standar yang digunakan; E1 = Potensial sel terukur tanpa ada larutan sampel; E2 = Potensial sel terukur setelah ada tambahan larutan sampel; S = Slope elektroda (yang diukur dengan menggunakan larutan standar); a1 dan a2 = keaktifan ion yang sama dengan konsentrasinya. Bagaimana anda mendapatkan persamaan di atas? Penurunan rumus bagi metode penambahan larutan sampel tak diketahui (sample addition) : Jawab :

6. Anda memperoleh data dari laboratium sbb: Vol lar. Na standar (750 mg/L) (ml) 200 100 50 25 12.5 6.25 3.125 1.563 Potensial Sel (mV) -35.6 -17.8 0.4 16.8 34.9 52.8 70.4 89.3

[Type the company name]

18

0.781 0.391 0.195

107.1 125.5 142.9

Bagaimana menentukan kemiringan kurva kalibrasi yang merupakan ukuran respons elektroda ion selektif yang digunakan? Dalam beberapa tahun terakhir, potensiometri telah menjadi hal yang penting dalam sebagian besar teknik analisis karena perkembangan elektroda selektif ion (ESI). Metode ini dapat digunakan secara langsung untuk menentukan konsentrasi suatu ion. Metoda potensiometris didasarkan pada pengukuran beda potensial yang terjadi antara sepasang elektroda dalam larutan yakni elektroda pembanding (EP) dengan elektroda indikator (EI) ion tertentu, dimana besarannya merupakan fungsi logaritma dari aktifitas ion tertentu yang ditunjuknya. Penentuan secara langsung suatu ion dalam larutan dimungkinkan dengan pemilihan elektroda indikator bagi ion yang dimaksud. Pada elektroda ion selektif sistem elektrodanya menggunakan suatu sistem penyekat khusus yang memungkinkan dia dapat respon selektif terhadap ion tertentu, dapat berupa membran gelas, kristal garam tertentu maupun resin penukar ion. ESI akan lebih merespon analit yang disensornya dibandingkan ion lain yang berada bersama-sama dalam sampel. Membran merupakan lapisan tipis bersifat semipermeabel yang memisahkan 2 fasa dengan permeabilitas yang terkontrol. Pada saat kontak dengan larutan analit, bahan aktif membran akan mengalami disosiasi menjadi ion-ion bebas pada antarmuka membran dengan larutan. Jika anion yang berada dalam larutan dapat menembus batas antarmuka membran dengan larutan yang tidak saling campur, maka akan terjadi reaksi pertukaran ion dengan ion bebas pada sisi aktif membran sampai mencapai kesetimbangan elektrokimia. Hubungan yang linear antara besaran dengan potensial dengan konsentrasi ion dapat dialurkan pada yaitu:

a.

Kurva semi logaritma dimana besaran konsentrasi ion pada absis dengan skala log-nya dan potensial sel (E) pada skala biasa

b.

Pada grafik biasa (mm block) antara beda potensial terhadap nilai minus logaritma konsentrasi ionnya

[Type the company name]

19

Elektroda ini mengandung membran gelas, kristal atau cairan yangmempunyai sifat perbedaan potensial antara membran dan elektrolit yang kontak dengan membran tersebut ditentukan oleh aktifitas dari ion tertentu. Elektroda membran yang paling tua dan paling banyak digunakan adalah elektroda gelas. Elektroda ini dikatakan selektif-ion karena hanya spesifik untuk ion H+. Elektroda ini dapat dilihat pada Gambar.

Elektroda gelas ini terdiri dari membran yang sangat tipis yang terbuat dari gelas yang permeabel terhadap ion H+.

Proses kalibrasi bertujuan menentukan grafik pembacaan mV versus log kegiatan (atau kegiatan yang sebenarnya pada logaritmik X-axis). Ini harus memberikan garis lurus selama rentang konsentrasi seluruh linier. Namun, seperti disebutkan di atas, aktivitas sulit untuk menentukan dalam solusi yang kompleks dan umumnya lebih berguna untuk unit konsentrasi plot. Dalam hal ini pengaruh koefisien aktivitas variabel dalam larutan dengan kekuatan ion yang tinggi dapat diminimalkan dengan menambahkan Buffer Kekuatan Penyesuaian Ionic untuk semua standar dan sampel. Kemiringan grafik kalibrasi adalah respon mV per dekade perubahan konsentrasi. Ini biasanya sekitar 54 mV / dekade untuk ion monovalen dan 27 untuk ion divalen dan akan memiliki nilai negatif untuk ion negatif - yaitu konsentrasi yang lebih tinggi berarti lebih banyak ion negatif dalam larutan dan karenanya tegangan yang lebih rendah. Rentang linear dari elektroda didefinisikan sebagai bagian dari kurva kalibrasi melalui mana regresi linier akan menunjukkan bahwa titik data tidak menyimpang dari linearitas oleh lebih dari 2 mV. Melalui regresi linier dapat ditentukan kemiringan kurva tersebut.

[Type the company name]

20

7. Bila anda memiliki sampel dengan konsentrasi yang relatif tinggi, metode penambahan mana yang anda gunakan? Standard addition atau sample addition? Jelaskan argumentasi anda.

Dalam kasus ini, metode penambahan yang lebih efektif dan efisien untuk dilakukan adalah metode adisi sampel. Penggunaan metode adisi sampel akan membuat proses berlangsung lebih efektif dan efisien : Konsentrasi ion larutan sampel yang tinggi akan lebih mudah disesuaikan terhadap larutan standar. Karena, jika konsentrasi dari larutan sampel terlalu tinggi maka dapat dilakukan penyesuaian berupa suatu pengenceran yang cukup bagi larutan sampel, sehingga konsentrasi larutan sampel tidak akan mengubah kekuatan ion larutan standar secara signifikan. Konsentrasi larutan sampel yang relatif tinggi juga menguntungkan dalam hal tidak diperlukannya larutan sampel dalam jumlah (volume) yang banyak sesuai dengan prinsip adisi. Sebaliknya, jika kita menggunakan metode adisi standar maka kita akan Memerlukan larutan standar dengan kadar yang cukup tinggi untuk membuat perubahan yang cukup signifikan pada potensial sel elektroda. Hal ini cukup sulit untuk dilakukan dan untuk melakukannya diperlukan larutan sampel dalam volume yang tidak sedikit. Maka dari itu, hal ini bertentangan dengan prinsip metode adisi, dimana larutan yang ditambahkan (larutan standar) harus mempunyai volume yang relatif jauh lebih kecil dari larutan awal, agar tidak terjadi perubahan kekuatan ion dari larutan awal (larutan sampel). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode adisi sampel lebih tepat digunakan daripada situasi dan kondisi yang diberikan daripada di soal diatas.

[Type the company name]

21

Daftar Pustaka
PUSTAKA BUKU Skoog, et.al. 2004. Fundamentals of Analytical Chemistry. Edisi Delapan. Belmont: Thomson Learning Inc.

PUSTAKA INTERNET Sahetapy, Jacqueline M.F. 2011. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/52474/2011jms.pdf

http://www.nico2000.net/Book/Guide8.html http://chemlab.truman.edu/CHEM222manual/pdf/ise.pdf
Anonim. 2012. Titrasi Potensiometri. [Elektronik]. http://selviozan.wordpress.com/2012/06/20/titrasi-potensiometri/#more-35 diakses tanggal 1 Oktober 2013

[Type the company name]

22