Anda di halaman 1dari 8

Pit dan fissure sealant adalah suatu cara untuk mencegah terjadinya karies pada permukaan oklusal gigi

yang rentan terhadap karies yaitu dengan melapisi atau memasukkan resin kedalam pit dan fissure gigi. Fissure sealant adalah suatu komponen dari bahan tumpatan komposit resin yang mengandung polimer organic yang berfungsi membantu memberikan retensi untuk penutupan pada permukaan email didaerah pit dan fissure.1,7 Indikasi pit dan fissure sealant adalah : 1. Adanya fissure oklusal yang dalam pada gigi molar dan premolar yang bebas karies.5,8 2. Pada gigi dengan permukaan yang utuh dimana permukaan kontralateral dari gigi telah mengalami karies atau direstorasi, oleh karena gigi pada posisi yang berlawanan dalam rongga mulut biasanya cenderung mengalami karies yang sama.8,10 3. Pasien tidak mampu memelihara kebersihan rongga mulutnya, misalanya pada anak-anak cacat.17 4. Adanya garis coklat tipis pada fissure tanpa adanya kerusakan-kerusakan dan perubahanperubahan yang tampak pada dinding fissure.13

Kontraindikasi untuk melakukan pit dan fissure sealant antara lain adalah : 1. Adanya restorasi pada permukaan gigi, terbentuknya bagian oklusal oleh karies dan adanaya karies pada permukaan lain gigi pada gigi yang sama.11 2. Pada kasus rampan karies dan adanya lesi interproksimal.15 3. Pasien yang tidak kooperatif.11 4. Fissure yang dangkal dimana kemungkinan besar karies tidak terjadi.15

Bahan bahan sealant yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi terdiri dari dua jenis yaitu bahan Glass ionomer cement dan resin Bis GMA. Glass ionomer cement mengandung gelas aluminosilikat dan asam poliakrilat yang merupakan bahan yang adhesif terhadap email dan dentin. Pengetsaan email tidak diperlukan, namun debris harus dibersihkan dari permukaan gigi dengan menggunakan bahan kondisioner asam poliakrilat yang ada dalam kemasannya. Penggunaan asam poliakrilat ini sebagai kondisioner dapat menjamin bersihnya permukaan gigi dari debris sehingga akan diperoleh ikatan yang baik. Kandungan fluor yang terdapat pada glass ionomer cement ini akan menimbulkan efek kariostatik.11 contoh dari bahan glass ionomer cement ialah ASPA, GIC Tipe

II dan ketac silver. Retensi penggunaanya bahan glass ionomer sebagai sealant setelah satu tahun menccapai 84% dan 78% setelah 2 tahun, serta mempunyai derajat kebocoran yang rendah yaitu 0,9.13,16 Resin Bis GMA tediri dari dua jenis yaitu bahan yang mengalami polimerisasi setelah pencampuran dan bahan yang mengalami polimerisasi hanya setelah penyinaran.12 Resin swapolimerisasi merupakan bahan yang mengalami polimerisasi atau pengerasan setelah pencampuran. Bahan ini lebih disuai para praktisi yang tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli alat sinar, contoh bahan ini adalah Delton dari Johnson dan Concise white sealant sinstem dari 3M. karena polimerisasi bahan ini akan segera setelah pencampuran maka waktu yang dibutuhkan terbatas, dan bahan ini harus tepat sekali peletakannya. Namun demikian bahan ini mempunyai keuntungan yaitu waktu yang memungkinkan terkontaminasinya email teretsa oleh saliva menjadi lebih sedikit.7,12 Resin polimerisasi cahaya merupakan bahan yang akan mengalami polimerisasi setelah penyinaran, contoh bahan ini adalah Nuva seal. Bahan ini tidak akan berpolimerisasi sebelum dilakukan penyinaran sehingga waktu untuk manipulasi bahan ini cukup banyak dan operator dapat mengendalikan pengerasannya. Tetapi pada pemakaian, bahan ini memerlukan biaya tambahan untuk membeli alat sinar dan pemeliharaanya.7,12,14 Kekuatan ikatan resin-email tergantung pada kemampuan resin mengalir kecelah yang terbentuk karena etsa dan kedasr pit dan fisur. Makin kental bahnnya, makin terbatas alirannya sehingga retensi yang terbentuk akan makin berkurang. Demikian juga pencampuran bahan atau aplikasi yang tidak tepat akan menyebabkan poreus dan bila hal ini terjadi di bagian permukaan yang teretsa dapat menyebabkan adaptasi yang tidak baik.12

Langkah-langkah dalam melakukan pit dan fissure sealant dengan menggunakan bahan resin sebagai berikut : 1. Membersihkan permukaan gigi Pit dan fisur pada permukaan gigi terlebih dahulu harus dibersihkan dengan pumis dan air menggunakan brush berkecepatan rendah. Kemudian debris dan sisa-sisa pumis harus dibersihkan dari permukaan pit dan fisur dengan semprotan udara dan air, lalu sonde digerakkan di sepanjang fisur. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan plak pada daerah yang lebih dalam

yang tidak dapat dibersihkan dengan penyikatan, permukaan pit dan fisur yang sudah bersih dikeringkan.7,12,17

2. Isolasi dan pengeringan gigi Isolasi daerah kerja merupakan tahap yang paling penting. Isolasi gigi dapat dilakukan dengan menggunakan rubber dam,cotton roll, gulungan kapas atau kasa penyerap. Permukaan gigi dikeringkan dengan semprotan udara dan posisi ejector, kapas atau kasa tetap dipertahankan samapai perwatan selesai.12,9,17

3. Etsa email Bila permukaan gigi sudah kering , permukaan oklusal gigi dietsa dengan asam posfat 37 % selama 30 detik dengan gulungan kapas kecil atau kuas kecil. Akhir-akhir ini lamanya aplikasi bahan etsa lebih pendek , karena itu sudah cukup untuk menghasilkan ikatan yang setara dengan yang dihasilkan lamanya etsa 60 detik yang rutin dilakukan beberapa tahun yang lalu. Keuntungan waktu etsa lebih pendek adalah hal tersebut memberikan kekuatan ikatan yang dapat diterima dalam segala keadaan, dan juga melindungi email serta menghemat waktu.3,16 Perluasan yang cukup dari daerah yang dietsa diperlukan untuk menjamin tepi sealant terletak pada email yang sudah dietsa. Perluasan daerah etsa dilakukan pada permukaan oklusal gigi melewati fisur sampai keujung cusp. Selama 30 detik email dijaga agar tetap basah oleh larutan asam posfat dan bebas dari kontaminasi saliva. Jika permukaan email yang dietsa terkontaminasi sebaiknya dilakukan pengetsaan kembali.3

4. Pencucian dan pengeringan permukaan gigi Permukaan gigi yang telah dietsa dibersihkan dengan semprotan air secra menyeluruh selam 15 detik. Kapas yang basah dikeluarkan diganti dengan kapas yang baru. Kemudian permukaan gigi yang sudah dietsa seluruhnya dikeringkan dengan semprotan udara selama 15 detik. Prosedur ini sangat penting karena jika ada kelembaban pada permukaan yang sudah dietsa maka akan menghalangi penetrsi resin ke email. Apabila permukaan gigi telah dibersihkan dan dietsa

denga baik maka akan terlihat permukaan oklusal berwarna putih. Apabila permukaan gigi tidak terlihat adanya warna putih, sebaiknya permukaan gigi dietsa kembali.6,9,12,17

5. Aplikasi sealant Pencampuran bahan sealant dilakukan sesuai dengan petunjuk pabrik dan diaplikasikan dengan menggunakan kuas kecil yang sudah disediakan oleh pabrik. Aplikasi sealant dilakukan pada salah satu ujung fisur dan dibiarkan mengalir keseluruh fisur. Penambahan bahan sealant pada fisur perlu dilakukan sampai fisur tertutup seluruhnya dan tepi sealant kira kira dua millimeter diatas bidang insisal cusp. Pertahankan isolasi sampai waktu polimerisasi selesai dan bahan sealant mengeras. Jika digunnakan light cured resin berikan penyinaran sesuai dengan waktu yang dianjurkan. Penting sekali untuk melakukan penyinaran sesuai dengan waktu yang ditentukan , karena pengerasan yang tidak lengkap akan menimbulkan kegagalan. Penyinaran biasanya dilakukan selama 60 detik dimana sinar diarahkan langsung diatasnya.9,12

6. Pemeriksaan oklusi Setelah sealant mengeras , permukaan oklusal harus diperiksa dengan memakai ujung sonde tumpul diatas permukaan sealant untuk memeriksa apakah seluruh permukaan fisur sudah tertutup. Jika ada permukaan atau bagian fisur yang belum tertutup sealant, maka harus ditambahkan sealant dengan segera dan biarkan berpolimerisasi. Pemeriksaan oklusi dilakukan dengan kertas artikulasi. Pada penggunaan bahan resin yang tidak berpartikel pengisi dapat dibiarkan adanya peninggian pada gigi yang dianggap akan abrasi sendiri, maka pada penggunaan bahan yang lebih baru yang mengandung partikel pengisi, akan lebih baik kalau bagian yang meninggi pada permukaan oklusal dihilangkan dengan menggunakan bur.12,15
Resin komposit diklasifikasikan berdasarkan viskositasnya, adalah : 1. Resin komposit flowable Resin komposit ini memiliki ukuran filler yang berkisar antara 0.04-1 m dan persentase komposisi atau muatan fillernya berkurang hingga 44-54%. Resin komposit flowable memiliki modulus elastisitas yang rendah, sehingga dapat digunakan pada bagian servikal. Oleh karena kandungan filler yang rendah, resin komposit ini menunjukkan tingginya pengerutan selama polimerisasi, daya tahan

pemakaian yang rendah, dan viskositas yang rendah. Kelebihannya yaitu mudah diadaptasikan, lebih fleksibel, radiopak, dan tersedia dalam warna yang berbeda. Resin komposit flowable dengan kandungan filler yang lebih rendah dapat digunakan untuk pit dan fisur sealant atau restorasi anterior yang kecil.

1. Resin komposit packable Pada akhir tahun 1996 diperkenalkan resin komposit packable atau resin komposit condensable.4 Resin komposit packable memiliki ukuran partikel filler yang tinggi,5,6 berkisar antara 0.7-2 m dan persentase komposisi atau muatan fillernya berkisar antara 48-65% volume. Komposisi filler yang tinggi dapat menyebabkan kekentalan atau viskositas bahan menjadi meningkat sehingga sulit untuk mengisi celah kavitas yang kecil. Tetapi dengan semakin besarnya komposisi filler juga menyebabkan bahan ini dapat mengurangi pengerutan selama polimerisasi, memiliki koefisien thermal yang hampir sama dengan struktur gigi, dan adanya perbaikan sifat fisik terhadap adaptasi marginal. Resin komposit ini juga diharapkan dapat menunjukkan sifat-sifat fisik dan mekanis yang baik karena memiliki kandungan filler yang tinggi. Kelebihan dari resin komposit packable yaitu mudah dirapikan, mudah mendapatkan kontak yang bagus, dan mudah membentuk anatomi oklusal, sedangkan kekurangannya yaitu sulit beradaptasi antara satu lapisan dengan lapisan lainnya, sulitnya penanganan, dan estetis yang kurang. Resin komposit ini diindikasikan untuk restorasi klas I, klas II dengan luas kavitas yang kecil, klas V, dan MOD. 10,11 Resin komposit jenis packable memiliki viskositas yang tinggi sehingga memiliki kekuatan fisik dan mekanis yang tinggi. Resin komposit jenis packable juga diindikasikan pada restorasi klas I. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipakai resin komposit jenis packable untuk penumpatan klas I.9,15

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan
Pit dan fissure merupakan daerah yang sangat sukar dibersihkan dan paling sedikt dipengaruhi flour sehingga makanan yang tertimbun dalm pi dan fissure dapat memberikan kondisi yang lebih mudah untuk terjadinya karies. Berbagai upaya pencegahan karies telah dilakukan . salah satunya adalah fit dan fissure sealant. Manfaat fissure sealant antara lain dapat menutup daerah pit dan fissure sehingga daerah ini tahan tahan terhadap asam yang berasal dari sisa makanan. Bahan yang digunakan dalam pengaplikasian pit dan fissure sealant adalah glas ionomer cemet dan resin Bis GMA.

3.2

Saran
Sebelum melakukan praktikum, diharapkan peserta praktikum mempelajari materi praktikum terlebih dahulu, dan selama praktikum, peserta diharapkan bekerja dengan teliti dan terampil sehingga praktikum dapat berjalan lancar.

DAFTAR PUSTAKA
1. Herijulianti, drg Eliza, dkk. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC 2. Tri Putri, Deby Kania. 2010. Petunjuk Praktikum Pre Klinik Ilmu Kesehatan Gigi Anak Blok 5 Semester Gasal. Banjarbaru: PSKG FK UNLAM. 3. Anusavice, Kenneth J, D.M.D., Ph.D. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta: EGC. 4. Andlaw, R.J., Rock W.P.,. 1992. Perawatan Gigi Anak Edisi 2. Jakarta: Widya Medika. 5. Kidd, E.A.M., B.G.N. Smith. 2000. Manual Konservasi Restoratif Menurut Pickard Edisi Ke-6. Jakarta: Widya Medika. 6. Tarigan, Rasinta. 1990. Karies Gigi Cetakan I. Jakarta: Hipocrates. 7. Kennedy DB. Paediatric operative dentistry. 3nd ed. Bristol : John Wright & Sons LTD, 1976: 168-86. 8. Harris NO, Cristen AG. Primary preventive dentistry. 2nd ed. California : Appleton & lange , 1987 : 235-86. 9. Andiaw RJ, Rock W.P mamual of paedodontics. 2nd ed. Edinburgh : Churchil Livingstone,1987: 55-8. 10. Elderton RJ. The dentition and dental care. Vol 3. Bristol : Heineman Medical Books,1990:1578. 11. Harmaini N. Dental anatomi.Medan,1994:29,47. 12. Kidd EAM, Joyston S. Dasar-dasar karies penyakit dan penanggulangannya. Alih bahasa : Narlan sumawinata dan Safrida Faruk. Jakarta : Penaerbit buku kedokteran EGC,1991 : 18-30, 46-65, 121-40. 13. Pahini ST, Tolidis K and Papadogiannis Y.Degree of mikroleage of some pit and fissure sealant : an in fitro study. Internasional Journal of paediatric Dentistry,1996 ;6:173-6 14. Panjaitan M. Ilmu pencegahan karies. Medan : USU Press, 1995 : 1-77 15. Pinkham JR.Pediantric dentistry. Philadelphia : WB saunders company,1998:379-97 16. Reunterving GK,van Dikjen JWV. A three-year follow up of glass ionomer cement and resin fissure sealant. Journal of dentistry for children ,1995 : March- April :108-10 17. Stallard RE.A text books of preventive dentistry. 2nd ed. Philadelphia :WB saunders Company, 1982 : 308-21.

1 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest