Anda di halaman 1dari 18

REFERAT

VARISELA

Oleh Aldi Fauzan Lazuardi 110.2009.019

Pembimbing dr. Didi Su riadi! S . ""

"e ani#eraan Ilmu Pen$a%i# %uli# dan "elamin Fa%ul#a& "ed'%#eran (ni)er&i#a& *ar&i Rumah Sa%i# (mum Daerah Subang

201+
PE,DA-(L(A,

Varicella merupakan salah satu penyakit sangat menular yang dapat menular dengan sangat cepat. Varicella dapat merupakan penyakit kongenital, menyerang bayi baru lahir, menyerang anak kurang dari 10 tahun terutama usia 5 sampai 9 tahun, bahkan orang dewasa. Pada anak sehat penyakit ini biasanya bersifat jinak, jarang menimbulkan komplikasi dan hanya sedikit yang menderita penyulit, tetapi pada status imunitas yang menurun, seperti bayi baru lahir, imunodefisiensi, tumor ganas, dan orang dewasa yang mendapat pengobatan imunosupresan sering menimbulkan komplikasi bahkan menyebabkan kematian.1 Varicella adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh irus Varicella zoster !V"V# yang dapat bermanifestasi menjadi aricella !chickenpox# dan reakti asi latennya menimbulkan herpes $oster !shingles#. %ejala klinis aricela dapat ditemukan pada kulit kepala, muka, badan, biasanya sangat gatal, berupa makula kemerahan, yang kemudian dapat berubah menjadi lesi&lesi esikel. 'edangkan, herpes $oster umumnya menimbulkan lesi esikular yang terdistribusi unilateral sesuai dengan perjalanan saraf sensori terinfeksi. (

)nfeksi aricella primer !cacar air# susah dibedakan dengan cacar sampai akhir abad ke&19. Pada tahun 1*+5, 'teiner menunjukkan bahwa cacar air disebabkan oleh cairan esikula yang berasal dari pasien dengan akut aricella. ,bser asi klinis mengenai hubungan antara aricella dan herpes $oster dibuat pada tahun 1*** oleh on -okay, ketika anak&anak yang tidak terbukti memiliki kekebalan terhadap aricella setelah kontak dengan herpes $oster. V"V diisolasi dari kedua cairan esikular yang berasal dari cacar air dan lesi $oster dalam kultur sel oleh .homas /eller pada tahun 1950. Penelitian laboratorium irus itu selanjutnya menyebabkan pengembangan aksin aricella hidup yang dilemahkan di 1epang pada 19+0&an. Vaksin ini berlisensi untuk digunakan di 2merika 'erikat pada 3aret 1995.4

TI,.A(A, P(STA"A

A. De/ini&i Varisela adalah suatu penyakit infeksi akut primer menular, disebabkan oleh Varicella "ooster Virus !V"V#, yang menyerang kulit dan mukosa, dan ditandai dengan adanya esikel& esikel.1 0. E idemi'l'gi 5sia Pada orang yang belum mendapat aksinasi, 906 kasus terjadi pada anak&anak

dibawah 10 tahun, 56 terjadi pada orang yang berusia lebih dari 15 tahun. 'ementara pada pasien yang mendapat imunisasi, insiden terjadinya aricella secara nyata menurun. 4 )nsiden 'ejak diperkenalkan adanya juta kasus aricella setiap tahunnya.4 .ransmisi Varisela menular melalui sekret saluran pernapasan, percikan ludah, terjadi kontak dengan lesi cairan esikel, pustula, dan secara transplasental. )ndi idu dengan $oster juga dapat menyebarkan arisela. 3asa inkubasi 11&(1 hari. Pasien menjadi sangat infektif sekitar (0 8 0* jam sebelum lesi kulit timbul sampai lesi menjadi krusta biasanya sekitar 5 hari. .etapi bentuk erupsi kulit yang berupa krusta tidak menularkan irus.1,(,4,5 3usim aksin aricella pada tahun 1995, insiden terjadinya

aricella terbukti menurun. 7imana sebelum tahun 1995, terbukti di 2merika terdapat 4&0

7i daerah metropolitan yang beriklim sedang, dimana epidemi aricella sering terjadi pada musim dingin dan musim semi. 'edangkan di )ndonesia irus menyerang pada musim peralihan antara musim panas ke musim hujan atau sebaliknya.4

1. E#i'l'gi Varisela disebabkan oleh Varicella Zoster Virus !V"V# yang termasuk dalam kelompok 9erpes Virus. Virus ini berkapsul dengan diameter kira&kira 150&(00 nm. )nti irus disebut capsid yang berebntuk ikosahedral, terdiri dari protein dan 7:2 berantai ganda. -erbentuk suatu garis dengan berat molekul 100 juta dan disusun dari 1;( isomer. <apisan ini bersifat infeksius.1,4 V"V dapat ditemukan dalam cairan esikel dan dalam darah penderita. Virus ini dapat diinokulasikan dengan menggunakan biakan dari fibroblas paru embrio manusia kemudian dilihat dibawah mikroskop elektron. 7i dalam sel yang terinfeksi akan tampak adanya sel raksasa berinti banyak !multinucleated giant cell# dan adanya badan inklusi eosinofilik jernih !intranuclear eosinophilic inclusion bodies#. 1,0,5 V"V menyebabkan penyakit arisela dan 9erpes "oster. =edua penyakit ini memiliki manifestasi klinis yang berbeda. Pada kontak pertama dengan manusia menyebabkan penyakit arisela atau cacar air, karena itu arisela dikatakan sebagai infeksi akut primer. Penderita dapat sembuh, atau penderita sembuh dengan irus yang menjadi laten !tanpa manifestasi klinis# dalam ganglia sensoris dorsalis, jika kemudian terjadi reakti asi maka irus akan menyebabkan penyakit 9erpes $oster.1,4,0

D. Pa#'gene&i& Varicella disebabkan oleh V"V yang termasuk dalam famili irus herpes. Virus

masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran napas dan orofaring. V"V merupakan irus yang menular selama 1&( hari sebelum lesi kulit muncul. Penularan terjadi melalui droplet kepada membran mukosa orang sehat misalnya konjungti a. 3ultiplikasi irus di tempat tersebut diikuti oleh penyebaran irus dalam jumlah sedikit melalui darah dan limfe ! iremia primer#. Virus V"V dimusnahkan oleh sel sistem retikuloendotelial, yang
4

merupakan tempat utama replikasi irus selama masa inkubasi. 'elama masa inkubasi infeksi irus dihambat sebagian oleh mekanisme pertahanan tubuh dan respon yang timbul. 3asa inkubasi berlangsung sekitar 10 hari, dimana mulai menghilang (0 jam sebelum irus akan menyebar ke kelenjar limfe, ruam kulit, pada penderita kemudian menuju ke hati dan sel&sel mononuklear. V"V yang ada dalam sel mononuklear terjadinya immunocompromised, irus menghilang lebih lambat yaitu (0&+( jam setelah timbulnya ruam kulit. Virus& irus ini bermigrasi dan bereplikasi dari kapiler menuju ke jaringan kulit dan menyebabkan lesi makulopapular, esikuler, dan krusta. )nfeksi ini menyebabkan timbulnya fusi dari sel epitel membentuk sel multinukleus yang ditandai dengan adanya inklusi eosinofilik intranuklear. Perkembangan esikel berhubungan dengan peristiwa ballooning, yakni degenerasi sel epitelial akan menyebabkan timbulnya ruangan yang berisi oleh cairan. Penyebaran lesi di kulit diketahui disebabkan oleh adanya protein ,>?0+&kinase yang berguna pada proses replikasi irus.(,4,0 )nfeksi V"V pada ganglion dorsalis merupakan akibat penjalaran lesi mukokutan melalui akson sel neuron pada infeksi primer atau disebabkan oleh penularan dari sel mononuklear terinfeksi sebelum terjadinya ruam&ruam pada kulit. >eakti asi V"V simptomatik dapat menyebabkan timbulnya lesi esikular pada kulit yang terdistribusi hanya pada dermatom tertentu mengikuti saraf sensori tertentu. .erjadi proses inflamasi, nekrosis, dan disrupsi morfologi dari sel neuron dan nonneuron menyebabkan myelitis, defisit fungsi motorik, dan neuralgia postherpetik !P9:#.(

E. 2ambaran "lini&

3asa inkubasi antara 10 sampai 1; hari setelah paparan, dengan kisaran 10 sampai (1 hari. 3asa inkubasi dapat lebih lama pada pasien dengan defisiensi imun dan pada pasien yang telah menerima pengobatan pasca paparan dengan produk yang mengandung antibodi terhadap aricella.0 'tadium prodromal Pada anak kecil jarang terdapat gejala prodromal. 'ementara pada anak yang lebih besar dan dewasa, ruam yang seringkali didahului oleh demam selama (&4 hari, kedinginan, malaise, anoreksia, nyeri punggung, dan pada beberapa pasien dapat disertai nyeri tenggorokan dan batuk kering.4,0 'tadium erupsi Pada pasien yang belum mendapat aksinasi, ruam dimulai dari muka dan kulit

kepala, dan kemudian menyebar secara cepat ke badan dan sedikit ke ekstremitas. <esi baru muncul berturut&turut, dengan distribusi terutama di bagian sentral. >uam cenderung padat kecil&kecil di punggung dan antara tulang belikat daripada skapula dan bokong dan lebih banyak terdapat pada medial daripada tungkai sebelah lateral. .idak jarang terdapat lesi di telapak tangan dan telapak kaki, dan esikula sering muncul sebelumnya dan dalam jumlah yang lebih besar di daerah peradangan, seperti daerah yang terkena sengatan matahari.0 %ambaran dari lesi aricella berkembang secara cepat, yaitu lebih kurang 1( jam, dimana mula&mula berupa makula eritematosa yang berkembang menjadi papul, esikel, pustul, dan krusta. Vesikel dari aricella berdiameter (&4 mm, dan berbentuk elips, dengan aksis panjangnya sejajar dengan lipatan kulit. Vesikel biasanya superfisial dan berdinding tipis, dan dikelilingi daerah eritematosa membentuk gambaran seperti mutiara atau titik embun di kelopak mawar !pearl or dewdrop on a rose petal #. @airan esikel cepat menjadi keruh karena masuknya sel radang, sehingga mengubah esikel menjadi pustul. <esi kemudian mengering, mula&mula di bagian tengah sehingga menyebabkan umbilikasi dan kemudian menjadi krusta. =rusta akan lepas dalam 1&4 minggu, meninggalkan bekas&bekas cekung kemerahan yang akan berangsur menghilang. 2pabila terjadi superinfeksi dari bakteri maka dapat terbentuk jaringan parut. <esi yang telah menyembuh dapat meninggalkan bercak hipopigmentasi yang dapat menetap selama beberapa mingguAbulan.0

Vesikel juga terdapat di mukosa mulut, hidung, faring, laring, trakea, saluran cerna, kandung kemih, dan agina. Vesikel di mukosa ini cepat pecah sehingga seringkali terlihat sebagai ulkus dangkal berdiameter (&4 mm.0 %ambaran khas dari aricella adalah adanya lesi yang muncul secara simultan ! terus& menerus #, di setiap area kulit, dimana lesi tersebut terus berkembang. Pada kasus sekunder karena paparan di rumah gejala klinisnya lebih berat daripada kasus primer karena paparan di sekolah, hal ini mungkin disebabkan karena paparan di rumah lebih intens dan lebih lama sehingga inokulasi irus lebih banyak.0 7emam biasanya berlangsung selama lesi baru masih timbul, dan tingginya demam sesuai dengan beratnya erupsi kulit. 1arang di atas 49 o@, tetapi pada keadaan yang berat dengan jumlah lesi banyak dapat mencapai 00,5o@. 7emam yang berkepanjangan atau yang kambuh kembali dapat disebabkan oleh infeksi sekunder bakterial atau komplikasi lainnya. %ejala yang paling mengganggu adalah gatal yang biasanya timbul selama stadium esikuler.0 Varisela yang menyerang wanita hamil sangat jarang !0,+ tiap 1000 kelamilan#. 'ekitar 1+ 6 anak yang dilahirkan dari wanita yang mendapat arisela pada (0 minggu pertama kehamilannya akan menderita kelainan bawaan berupa bekas luka dikulit !cutaneous scarr#, mikrosefali, berat badan lahir rendah, hipoplasia tungkai, kelumpuhan, atrofi tungkai, kejang, retardasi mental, korioretinitis, mikropthalmia, atrofi kortikal, katarak dan defisit neurologis lainnya. 7efisit neurologis yang mengenai sistem persarafan autonom dapat menimbulkan kelainan kontrol sphingter, obstruksi intestinal, 9orner sindrom. 1ika wanita hamil mendapatkan arisela dalam waktu (1 hari sebelum ia melahirkan, maka (5 6 dari neonatus yang dilahirkan akan memperliharkan gejala arisela kongenital pada waktu dilahirkan sampai berumur 5 hari, biasanya arisela ringan sebab antibodi ibu yang sempat dihantarkan transplasental dalam bentuk )g% spesifik masih ada dalam tubuh neonatus sehingga jarang mengakibatkan kematian. -ila seorang wanita hamil mendapatkan arisela pada 0&5 hari sebelum ia melahirkan, maka neonatusnya akan memperliharkan gejala arisela kongenital pada umur 5&19 hari. 7isini perjalanan arisela sering berat dan menyebabkan kematian pada (5&40 6 karena mereka mendapatkan irus dalam jumlah yang banyak tanpa sempat mendapatkan antibodi yang dikirimkan transplasental. /anita hamil dengan arisela pneumonia dapat menderita hipoksia dan gagal nafas yang dapat berakibat fatal bagi ibu maupun fetus.4,0,+
7

'eorang anak yang ibunya mendapat arisella selama masa kehamilan, atau bayi yang terkena arisela selama bulan awal kelahirannya mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita herpes $oster dibawah ( tahun.4,0

F. Diagn'&a )ari3ella Varicella biasanya mudah didiagnosa dari anamnesis perubahan pada karakteristik dari ruam yang timbul, terutama apabila ada riwayat terpapar aricella (&4 minggu sebelumnya, pemeriksaan fisik dari ruam yang spesifik !bentuk dan jumlah efloresensi# pada satu waktu dapat ditemukan berbagai macam stadium lesi, terdapat komplikasi atau tidak, 2. Pemeri%&aan Lab'ra#'rium <esi pada aricella dan herpes $oster tidak dapat dibedakan secara histopatologi. Pada pemeriksaan menunjukkan sel raksasa berinti banyak dan sel epitel yang mengandung badan inklusi intranuklear yang asidofilik. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan pewarnaan .$anck, dimana bahan pemeriksaan dikerok dari dasar esikel yang muncul lebih awal, kemudian diletakkan di atas object glass, dan difiksasi dengan ethanol atau methanol, dan diwarnai dengan pewarnaan hematoBylin&eosin, %iemsa, Papanicolaou, atau pewarnaan Paragon. 0 7i samping itu Varicella $oster irus !V"V# polymerase chain reaction !P@># adalah metode pilihan untuk diagnosis aricella. V"V juga dapat diisolasi dari kultur jaringan, meskipun kurang sensitif dan membutuhkan beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya. -ahan yang paling sering digunakan adalah isolasi dari cairan esikuler. V"V P@> adalah metode pilihan untuk diagnosis klinis yang cepat. >eal&time P@> metode tersedia secara luas dan merupakan metode yang paling sensitif dan spesifik dari tes yang tersedia. 9asil tersedia dalam beberapa jam. 1ika real&time P@> tidak tersedia, antibodi langsung metode !7?2# neon dapat digunakan, meskipun kurang sensitif dibanding P@> dan membutuhkan pengambilan spesimen yang lebih teliti.1 -erbagai tes serologi untuk antibodi terhadap aricella tersedia secara komersial

termasuk uji aglutinasi lateks !<2# dan sejumlah en$yme&linked immunosorbent tes !C<)'2#. 'aat ini tersedia metode C<)'2, dan ternyata tidak cukup sensitif untuk mampu mendeteksi serokon ersi terhadap aksin, tetapi cukup kuat untuk mendeteksi orang yang memiliki kerentanan terhadap V"V. C<)'2 sensitif dan spesifik, sederhana untuk melakukan, dan
8

banyak tersedia secara komersial. 7i samping itu <2 juga tersedia secara sensitif, sederhana, dan cepat untuk dilakukan. <2 agak lebih sensitif dibandingkan C<)'2 komersial, meskipun dapat menghasilkan hasil yang positif palsu, dan dapat menyebabkan kegagalan untuk mengidentifikasi orang&orang yang tidak terbukti memiliki imunitas terhadap aricella. 7imana salah satu dari tes ini akan berguna untuk skrining kekebalan terhadap aricella.1 -. Tera i .opikal Pada anak normal aricella biasanya ringan dan dapat sembuh sendiri. 5ntuk tidak digunakan.

mengatasi gatal dapat diberikan kompres dingin, atau lotion kalamin. @ream dan lotion yang mengandung kortikosteroid dan salep yang bersifat oklusif sebaiknya =adang diperlukan antipiretik, tetapi pemberian golongan salisilat sebaiknya dihindari karena sering dihubungkan dengan terjadinya sindroma >eye. 3andi rendam dengan air hangat dapat mencegah infeksi sekunder bakterial. 0 2nti irus pada anak Pengobatan dini aricella dengan pemberian acyclo ir !dalam (0 jam setelah timbul ruam# pada anak imunokompeten berusia (&1( tahun dengan dosis 0B(0 mgAkg--Ahari selama 5 hari menurunkan jumlah lesi, penghentian terbentuknya lesi yang baru, dan menurunkan timbulnya ruam, demam, dan gejala konstitusi bila dibandingkan dengan placebo. .etapi apabila pengobatan dimulai lebih dari (0 jam setelah timbulnya ruam cenderung tidak efektif lagi. 9al ini disebabkan karena aricella merupakan infeksi yang relatif ringan pada anak&anak dan manfaat klinis dari terapi tidak terlalu bagus, sehingga tidak memerlukan pengobatan acyclo ir secara rutin. :amun pada keadaan dimana harga obat tidak menjadi masalah, dan kalau pengobatan bisa dimulai pada waktu yang menguntungkan pasien !dalam (0 jam setelah timbul ruam#, dan ada kebutuhan untuk mempercepat penyembuhan sehingga orang tua pasien dapat kembali bekerja, maka obat anti irus dapat diberikan. 0 Pada remaja dan dewasa Pengobatan dini aricella dengan pemberian acyclo ir dengan dosis 5B*00 mg

selama 5 hari menurunkan jumlah lesi, penghentian terbentuknya lesi yang baru, dan

menurunkan timbulnya ruam, demam, dan gejala konstitusi bila dibandingkan dengan placebo. 'ecara acak, pemberian placebo dan acyclo ir oral yang terkontrol pada orang dewasa muda yang sehat dengan aricella menunjukkan bahwa pengobatan dini !dalam waktu (0 jam setelah timbulnya ruam# dengan acyclo ir oral ! 5B*00 mg selama + hari # secara signifikan mengurangi terbentuknya lesi yang baru, mengurangi luasnya lesi yang terbentuk, dan menurunkan gejala dan demam. 7engan demikian, pengobatan rutin dari aricella pada orang dewasa tampaknya masuk akal. 3eskipun tidak diuji, ada kemungkinan bahwa famciclo ir, yang diberikan dengan dosis 500 mg per oral setiap * jam, atau alacyclo ir dengan dosis 1000 mg per oral setiap * jam mudah dan tepat sebagai pengganti acyclo ir pada remaja normal dan dewasa, -anyak dokter tidak meresepkan acyclo ir untuk aricella selama kehamilan karena risiko bagi janin yang dalam pengobatan belum diketahui. 'ementara dokter lain merekomendasikan pemberian acyclo ir secara oral untuk infeksi pada tri semester ketiga ketika organogenesis telah sempurna, ketika mungkin ada peningkatan terjadinya resiko pneumonia aricella, dan ketika infeksi dapat menyebar ke bayi yang baru lahir. Pemberian acyclo ir intra ena sering dipertimbangkan untuk wanita hamil dengan aricella yang disertai dengan penyakit sistemik. 9

I. "'m li%a&i Pada anak&anak, aricella jarang disertai komplikasi. =omplikasi tersering umumnya disebabkan oleh infeksi sekunder bakterial pada lesi kulit, yang biasanya disebabkan oleh stafilokokus atau streptokokus, sehingga terjadi impetigo, furunkel, selulitis, atau erisipelas, tetapi jarang terjadi gangren. )nfeksi fokal tersebut sering menyebabkan jaringan parut, tetapi jarang terjadi sepsis yang disertai infeksi metastase ke organ yang lainnya. Vesikel dapat menjadi bula bila terinfeksi stafilokokus yang menghasilkan toksin eksfoliatif.0 Pneumonia, otitis media, dan meningitis supurati a jarang terjadi dan responsif terhadap antibiotik yang tepat. -agaimanapun juga, superinfeksi bakteri umum dijumpai dan berpotensi mengancam kehidupan pada pasien dengan leukopenia.0 Pada orang dewasa demam dan gejala konstitusi biasanya lebih berat dan berlangsung lebih lama, ruam aricella lebih luas, dan komplikasi lebih sering terjadi. Pneumonia aricella primer merupakan komplikasi tersering pada orang dewasa. Pada beberapa pasien
10

gejalanya asimptomatis, tetapi yang lainnya dapat berkembang mengenai sistem pernafasan dimana gejalanya dapat lebih parah seperti batuk, dyspnea, tachypnea, demam tinggi, nyeri dada pleuritis, sianosis, dan batuk darah yang biasanya timbul dalam 1&; hari sesudah timbulnya ruam. 0 Varicella pada kehamilan mengancam ibu dan janinnya. )nfeksi yang menyebar luas dan aricella pneumonia dapat mengakibatkan kematian pada ibu, tetapi baik kejadian aricella tampaknya meningkat secara signifikan pada aricella selama kehamilan, tidak, jika tidak secara maupun keparahan pneumonia aricella pneumonia berat, tetapi

kehamilan. 1anin dapat meninggal karena kelahiran prematur atau kematian ibu karena subtansial meningkatkan kematian janin. :amun demikian, pada aricella yang tidak disertai komplikasi, iremia pada ibu dapat menyebabkan infeksi intrauterin ! kongenital #, dan dapat menyebabkan abnormalitas kongenital. Varicella perinatal ! aricella yang terjadi dalam waktu 10 hari dari kelahiran # lebih serius daripada aricella yang terjadi pada bayi yang terinfeksi beberapa minggu kemudian. 0 3orbiditas dan mortalitas pada aricella secara nyata meningkat pada pasien dengan defisiensi imun. Pada pasien ini replikasi irus yang terus&menerus dan menyebar luas esikel baru, dan mengakibatkan terjadinya iremia yang berkepanjangan, dimana mengakibatkan ruam yang semakin luas, jangka waktu yang lebih lama dalam pembentukan penyebaran isceral klinis yang signifikan. Pada pasien dengan defisiensi imun dan diterapi dengan kortikosteroid mungkin dapat berkembang menjadi pneumonia, hepatitis, encephalitis, dan komplikasi berupa perdarahan, dimana derajat keparahan dimulai dari purpura yang ringan hingga parah dan seringkali mengakibatkan purpura yang fulminan dan aricella malignansi. 0 =omplikasi susunan saraf pusat pada aricella terjadi kurang dari 1 diantara 1000 kasus. Varicella berhubungan dengan sindroma >eye ! ensepalopati akut disertai degenerasi lemak di li er # yang khas terjadi ( hingga + hari setelah timbulnya ruam. 7ulu, dari 15&006 pada semua kasus sindroma >eye berhubungan dengan aricella, khususnya pada penderita yang diterapi dengan aspirin saat demam, dengan mortalitas setinggi 006. >eye sindrom terutama terjadi pada pasien yang menggunakan salisilat, sehingga pada arisela penggunaan arisela harus dihindari. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan '%,., '%P. serta ammonia. 2taksia serebri akut lebih umum terjadi daripada kelainan neurologi yang lainnya. Cncephalitis lebih jarang lagi terjadi yaitu pada 1 diantara 44.000 kasus, tetapi
11

merupakan penyebab kematian tertinggi atau menyebabkan kelainan neurologi yang menetap. Patogenesis terjadinya ataksia serebelar dan ensephalitis tetap jelas, dimana pada banyak kasus ditemukan adanya V"V antigen, V"V antibodi, dan V"V 7:2 pada cairan cerebrospinal pada pasien, yang diduga menyebabkan infeksi secara langsung pada sistem saraf pusat. 0 =omplikasi yang jarang terjadi antara lain myocarditis, pancreatitis, gastritis dan lesi ulserasi pada saluran pencernaan, artritis, asculitis 9enoch&'chonlein, neuritis, keratitis, dan iritis. Patogenesis dari komplikasi ini belum diketahui, tetapi infeksi V"V melalui parenkim secara langsung dan endo ascular, atau asculitis yang disebabkan oleh V"V antigen& antibodi kompleks, tampaknya menjadi penyebab pada kebanyakan kasus.1,0

.. Pen3egahan =arakteristik Vaksin aricella !Vari aB, 3erck# merupakan aksin irus hidup yang dilemahkan, yang berasal dari strain ,ka V"V. Virus aksin diisolasi oleh .akahashi pada awal tahun 19+0 dari cairan esikular yang berasal dari anak sehat dengan penyakit aricella. Vaksin aricella ini dilisensikan untuk penggunaan umum di 1epang dan =orea pada tahun 19**. Vaksin ini diijinkan di 2merika 'erikat pada tahun 1995 untuk orang&orang usia 1( bulan dan yang lebih tua.1 =eefektifan aksin 'etelah pemberian satu dosis tunggal aksin aricella antigen, 9+6 dari anak yang berusia 1( bulan sampai 1( tahun berkembang titer antibodi yang dapat terdeteksi. 'edangkan lebih dari 906 dari responden aksin antibodi dipertahankan setidaknya ; tahun. 7alam studi di 1epang, 9+6 dari anak&anak memiliki antibodi + sampai 10 tahun setelah aksinasi. Cfikasi aksin diperkirakan memiliki ketahanan +06 sampai 906 terhadap infeksi, dan 906 sampai 1006 terhadap penyakit sedang atau berat.1,5 7i antara remaja yang sehat yang berusia 14 tahun dan yang lebih tua, rata&rata +*6 antibodi berkembang setelah pemberian satu dosis, dan 996 antibodi berkembang setelah pemberian dosis kedua yang diberikan 0 sampai * minggu kemudian. 2ntibodi bertahan
12

selama minimal 1 tahun pada 9+6 dari pemberian aksin aricella setelah dosis kedua yang diberikan pada 0 sampai * minggu setelah dosis pertama.1 =ekebalan tampaknya bertahan lama, dan mungkin permanen di sebagian besar aksin. )nfeksi pada orang yang pernah mendapat aksin secara signifikan lebih ringan, dengan lesi sedikit !biasanya kurang dari 50#, banyak yang makulopapular daripada esikuler. 7imana kebanyakan orang yang pernah mendapat aksinasi sebelumnya tidak terjadi demam. 1,5 1adwal aksinasi dan penggunaan Vaksin aricella dianjurkan untuk semua anak tanpa kontraindikasi yang berusia 1( sampai 15 bulan. Vaksin ini dapat diberikan kepada semua anak pada usia ini terlepas dari riwayat aricella. 1 7osis kedua aksin aricella harus diberikan pada 0 sampai ; tahun kemudian. 7osis kedua dapat diberikan lebih awal dari 0 sampai ; tahun jika setidaknya 4 bulan telah berlalu setelah dosis pertama !yaitu, inter al minimum antara dosis aksin aricella untuk anak&anak berusia di bawah 14 tahun adalah 4 bulan#. :amun, jika dosis kedua diberikan setidaknya (* hari setelah dosis pertama, dosis kedua tidak perlu diulang. 7osis kedua aksin aricella ini juga dianjurkan bagi orang yang lebih tua, dimana aksin aricella diberikan pada usia 14 tahun atau lebih, 0 sampai * minggu kemudian. 1 'emua aksin aricella harus diberikan secara subkutan. Vaksin aricella telah

terbukti aman dan efektif pada anak&anak yang sehat bila diberikan pada saat yang sama sebagai aksin 33> di lokasi terpisah dan dengan jarum suntik yang terpisah. 1ika aksin aricella dan 33> tidak diberikan pada kunjungan yang sama, maka pemberian harus dipisahkan setidaknya (* hari. Vaksin aricella juga dapat diberikan simultan !tapi di lokasi terpisah dengan jarum suntik yang terpisah# dengan semua aksin anak lainnya. 1 Profilaksis pasca terpapar 7ata dari 2merika 'erikat dan 1epang dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa aksin aricella ternyata efektif sekitar +06 sampai 1006 dalam mencegah penyakit atau terjadinya keparahan penyakit jika digunakan dalam waktu 4 hari, dan mungkin sampai 5 hari, setelah paparan. 2@)P merekomendasikan aksin untuk digunakan pada orang yang
13

tidak terbukti memiliki kekebalan terhadap aricella atau pada orang yang terpapar aricella. 1ika paparan terhadap aricella tidak menyebabkan infeksi, aksinasi pasca paparan harus diberikan untuk memberi perlindungan terhadap paparan berikutnya. 1 /abah aricella yang terjadi dalam beberapa keadaan !misalnya, pada tempat

penitipan anak, dan sekolah# dapat bertahan sampai dengan ; bulan. .etapi aksin aricella diketahui telah berhasil digunakan untuk mengendalikan wabah. 2@)P merekomendasikan pemberian dosis kedua aksin aricella untuk pengendalian wabah. 1adi selama wabah aricella, orang&orang yang telah menerima satu dosis aksin aricella harus menerima dosis kedua, yang diberikan sesuai dengan inter al aksinasi yang telah berlalu sejak dosis pertama !4 bulan untuk orang yang berusia 1( bulan sampai 1( tahun dan setidaknya 0 minggu untuk orang yang berusia 14 tahun dan lebih tua#. 1

Cfek samping aksinasi Vaksinasi arisela memiliki efek samping diantaranya adalah D

>ingan o :yeri, bengkak saat aksinasi dilakukan !1D5# o 7emam !1D10# o >uam ringan yang menetap sampai 1 bulan setelah aksinasi !1D(0#. Pasien ini dapat menularkan terjadi. 'edang o :yeri, dan bengkak pada tempat dimana aksin disuntikkan !karena anak bergerak atau terkejut# yang disebabkan oleh panas !1D1000# -erat o Pneumonia !sangat jarang# arisela pada orang&orang yang dekat dengannya, namun hal ini jarang

14

o >eaksi serebral. 5mumnya reaksi allergi terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah penyuntikan. >ekasi allergi ini seperti tanda&tanda sulit sesak napas, serak, mengi, takikardi, pusing kepala, pucat atau radang tenggorokan, panas tinggi, dan perubahan perilaku.* ". Pr'gn'&i& Pada anak&anak sehat, prognosis arisela lebih baik dibandingkan orang dewasa. Pada neonatus dan anak yang menderita leukemia, imunodefisiensi, sering menimbulkan komplikasi sehingga angka kematian meningkat. )nfeksi primer aricella mempunyai tingkat kematian (&4 per 100.000 kasus dengan case fatality rate pada anak berumur 1&0 tahun dan 5& 9 tahun !1 kematian per 100.000 kasus#. Pada neonatus kematian umumnya disebabkan karena gagal napas akut, sedangkan pada anak dengan degenerasi maligna dan immunodefisiensi tanpa aksinasi atau pengobatan anti irus, kematian biasanya disebabkan oleh komplikasinya. =omplikasi tersering yang menyebabkan kematian adalah pneumonia dan ensefalitis.1

15

"ESI4P(LA,

Varicella merupakan infeksi akut primer oleh irus aricella $oster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh. 3asa inkubasi antara 10 sampai 1; hari setelah paparan, dengan kisaran 10 sampai (1 hari. -iasanya diawali dengan gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri kepala, kemudian disusul dengan timbulnya papula eritematosa yang dalam beberapa jam berubah menjadi esikel. 7imana esikel akan berkembang menjadi, pustul, dan kemudian menjadi krusta. Penyebarannya terutama di daerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ektremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran nafas bagian atas. =omplikasi yang tersering timbul adalah pneumonia. 7an pada pasien yang disertai dengan defisiensi imun menyebabkan komplikasi yang lebih berat. 5ntuk pengobatan dapat diberikan anti irus, dimana dosis oral yang diberikan pada anak yaitu 0B(0mgAkg-- selama lima hari. 7isamping itu dapat pula diberikan antipiretik, dan analgesik, serta bedak yang ditambah $at anti gatal untuk mencegah pecahnya esikel secara dini, dan mengurangi rasa gatal. Pencegahan dapat dilakukan dengan aksin aricella yang berasal dari galur yang dilemahkan. 7iberikan pada anak umur 1( bulan atau lebih, dan diberikan aksin ulangan 0&; tahun kemudian. 'ementara pada anak yang berusia 1( tahun dosis ulangan diberikan 0&* minggu setelah dosis pertama. Pemberian aksin ini dilakukan secara subkutan dengan dosis 0,5 ml.

16

DAFTAR P(STA"A

1. 'chmid, 7.'. E 1umaan, 2.,. (010. Impact of Varicella vaccine on Varicella zoster virus dynamics. @lin. 3icrobiol >e . Vol (4, :o.1. (. 3ueller, :.9., %ilden, 7.9., @ohrs, >.1., 3ahalingam, >. E :agel, 3.2. (00*. Varicella zoster virus infection: clinical features, molecular pathogenesis of disease, and latency. 2ugustF (;!4#D ;+58 iii. 4. -reuer, 1., %rose, @., :orberg, P., .ipples, %. E 'chmid, 7.'. (010. proposal for a

common nomenclature for viral clades that form the species varicella!zoster virus: summary of VZV. :omenclature 3eeting (00*, -arts and the <ondon 'chool of 3edicine and 7entistry, (08(5 1uly (00*. 1ournal of %eneral Virology !(010#, 91, *(18 *(*. 0. Patel, 3.'., %ebremariam, 2. E 7a is, 3.3. (00*. "erpes zoster related hospitalizations and expenditures before and after introduction of the varicella vaccine in the #nited $tates. Infect. @ontrol 9osp. Cpidemiol (00*F (9D115+&11;4. 5. >eynolds, 3.2., /atson, -.3., Plott&2dams, =.=., 1umaa, 2.,., %alil, =., 3aupin, ..1., "hang, 1.G. E 'ewards, 1.?. (00*. %pidemiology of varicella hospitalizations in the #nited $tates, 19958(005. .he 1ournal of )nfectious 7iseases (00*F 19+D '1(08;. ;. 7juanda, 2dhi. Ilmu &enyakit 'ulit dan 'elamin. Cdisi Cnam @etakan =edua, ?akultas =edokteran 5ni ersitas )ndonesia, 1akarta (010. +. /olff, =laus. 1ohnson, >ichard 2llen. (itzpatrick)s *olor tlas and $ypnosis of *linical +ermatology. siBth edition, (009.

17

*. /ilson, C., %oss, 3.2., 3arin, 3., 'hields, =.C., 'eward, 1.?., >asmussen, '.2. E 'harrar, >.%. (00*. Varicella vaccine exposure during pregnancy: data from ,- years of the pregnancy registry. .he 1ournal of )nfectious 7iseases (00*F 19+D'1+*8*0. 9. 'tephen C. ,Bman, 3ichael :. 'chmader, =enneth C. ?it$patrickHs 7ermatology in general medicine se enth edition, ol 1 and (, (00*, page 1**5&1*95

18