Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS MORBILI dengan BRONKOPNEUMONIA

Disusun Oleh : Birri Ifkar 030.06.061 Pembimbing : dr. Mas Wisnu Wardhana, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BEKASI PERIODE 4 NO EMBER ! "" #ANUARI $%"& 'AKULTAS KEDOKTERAN UNI ERSITAS TRISAKTI

LEMBAR PEN(ESAHAN Dengan hormat, Presentasi kasus pada kepaniteraan k inik I mu !esehatan Anak "S#D Bekasi periode $%o&em'er ( 11 )anuari *01$ dengan )udu +Mor'i i dengan Bronkopneumonia, -ang disusun o eh . %ama . Birri Ifkar %IM . 030.0/.061 0e ah disetu)ui dan diterima hasi pen-usunann-a o eh 1th . Pem'im'ing . dr. Mas Wisnu Wardhana Sp. A

Men-etu)ui,

2dr. Mas Wisnu Wardana, Sp. A3

BAB I ILUSTRASI KASUS


I) IDENTITAS Da*a Nama Umu, #enis Kelamin Alama* Agama Su-u bangsa Pendidi-an Pe-e,.aan Penghasilan Ke*e,angan Pasien An. ! *tahun Perempuan Is am 6a7a 0! 5 5 8u'ungan dengan orang tua . Anak kandung II) ANAMNESIS Di akukan se9ara Auto dan A oanamnesis pada hari Senin tangga / %o&em'er *013 a) Keluhan U*ama :s datang ke "S#D !ota Bekasi dengan ke uhan demam ; hari SM"S b) Keluhan Tambahan Batuk disertai sesak nafas * hari SM"S, mua muntah disertai penurunan nafsu makan 3 hari SM"S, tim'u 'er9ak5'er9ak kemerahan di se uruh tu'uh * hari sete ah tim'u demam 23hari SM"S3 'er9ak5'er9ak terasa gata dia7a i di 'e akang te inga a u men-e'ar ke anggota tu'uh 'agian 'a7ah,mata ter ihat merah dan 'erair. /) Ri0a+a* Pen+a-i* Se-a,ang Pasien datang dengan ke uhan demam se)ak ; hari SM"S. Demamn-a terus menerus sepan)ang hari,suhu naik turun tidak pernah men9apai norma ,suhu tertinggi diukur thermometer 3/,/ dera)at 9e 9ius. Demam tidak disertai o eh ke)ang. Menurut i'un-a, pasien )uga menge uh 'atuk, 'atuk terus menerus, 'erdahak tetapi su it untuk dike uarkan. Batuk tidak dipengaruhi aktifitas. Menurut i'un-a pasien )uga menge ukan pi ek. <e)a a terse'ut )uga disertai sesak napas se)ak * hari SM"S. Sesakn-a dirasakan ti'a5ti'a dan semakin ama semakin mem'erat, namun tidak disertai dengan 'un-i +ngik,. Pasien mengaku )uga merasa mua Semen)ak *
3

A+ah 0n. B 33 tahun 4aki5 aki Peka-on 6a-a Is am 6a7a D1 7iras7asta 5

Ibu %-. D */ tahun Perempuan Is am 6a7a SMA I'u "umah 0angga 5

hari SM"S sakit nafsu makan menurun, tapi masih mau untuk minum air putih .!eesokan harin-a, mun9u ruam5ruam 'er9ak merah di 'e akang kuping dan eher os serta di mu utn-a terdapat 'er9ak merah . Se ain itu, mata os men)adi kemerahan dan 'erair namun tidak terasa gata . Buang Air Besar 2BAB3 dan uang Air !e9i da am 'atas norma . "i7a-at ke)ang disangka . !e uhan pasien mengganggu aktifitas sehari5hari sehingga akhirn-a di'a7a 'ero'at ke I<D "S#D Bekasi dan angsung dira7at inap di 'angsa Me ati. Ri0a+a* Pen+a-i* Dahulu Pen+a-i* Umu, A ergi 5 =a9ingan 5 DBD 5 0h-poid 5 :titis 5 Parotis 5 !esan . :s tidak pernah Pen+a-i* Umu, Pen+a-i* Umu, Difteria 5 6antung 5 Diare 6 'u an <in)a 5 !e)ang 5 Darah 5 Maag 5 "adang paru 5 >ari9e a 5 0u'erku osis 5 Asma 5 Mor'i i 5 menga ami ha -ang sama se'e umn-a dan tidak pernah

dira7at karena pen-akit -ang 'erat. :s han-a menga ami diare ketika umur 6 'u an tetapi kondisin-a mem'aik sehinggak tidak per u pera7atan. d) Ri0a+a* Pen+a-i* Kelua,ga : 0idak ada anggota ke uarga -ang menga ami pen-akit -ang serupa. e) Ri0a+a* Kehamilan dan Kelahi,an : KEHAMILAN KELAHIRAN Mor'iditas kehami an Pera7atan antenata 0empat ke ahiran Peno ong persa inan =ara persa inan Masa gestasi 0idak ditemukan ke ainan Setiap 'u an periksa ke 'idan "umah 'ersa in Bidan Spontan 36 minggu Berat ahir *$00 g Pan)ang 'adan $? 9m !eadaan 'a-i 4ingkar kepa a tidak ingat 4angsung menangis %i ai apgar tidak tahu 0idak ada ke ainan 'a7aan Kesan . "i7a-at kehami an dan persa inan pasien 'aik

1) Ri0a+a* Pe,*umbuhan dan Pe,-embangan : Pertum'uhan gigi I Psikomotor 0engkurap Duduk Berdiri Ber)a an Bi9ara Ba9a dan 0u is Kesan . 3 'u an . 6 'u an . @ 'u an . 13 'u an . 1* 'u an .5 : "i7a-at pertum'uhan dan perkem'angan pasien sesuai usia. 2norma . 35$ 'u an3 2norma . 6 'u an3 2norma . @51* 'u an3 2norma . 13 'u an3 2norma . @51* 'u an3 . 6 'u an 2norma . ;5@ 'u an3

g) Ri0a+a* Ma-anan Umu, ASI4PASI Buah4bis-ui* Bubu, susu 6 6 6 6 5 Nasi *im 6 6 6 6 6 2bulan3 05* 5 6 *5$ 5 6 $56 5 5 65/ 5 5 /510 5 5 Kesan : ke'utuhan giAi pasien terpenuhi 9ukup 'aik h) Ri0a+a* Imunisasi : 7a-sin B8( DPT POLIO CAMPAK HEPATITIS B Dasa, 2umu,3 4ahir *'n $'n 6'n 4ahir * ' n $ ' n 4ahir 1 ' n 6 ' n Ulangan 2umu,3

Kesan : Imunisasi dasar tidak engkap

i) Ri0a+a* Kelua,ga A-ah I'u Anak pertama %ama 0n. B %-.D An. A Perka7inan ke Pertama Pertama 5 #mur 30 *? ? tahun !eadaan kesehatan Baik Baik 'aik Kesan : !eadaan kesehatan kedua orang tua da am keadaan 'aik.
5

.) Ri0a+a* Pe,umahan dan Sani*asi : 0ingga dirumah sendiri. 0erdapat tiga kamar. >enti asi 'aik, 9aha-a matahari 9ukup, air minum dan air mandi 'erasa dari air tanah. Kesan : !esehatan ingkungan tempat tingga pasien 9ukup 'aik. III) PEMERIKSAAN 'ISIK a) Keadaan umum b) Tanda i*al 5 5 5 5 5 5 5 !esadaran Brekuensi nadi 0ekanan darah Brekuensi pernapasan Suhu tu'uh Berat 'adan Pan)ang 'adan . 9ompos mentis . @6Cmenit . 100C?0 mm8g . 4%94meni* . &:;:<8 . 1; kg . @0 9m
5

. tampak sakit sedang

/) Da*a an*,<=<me*,i

5 D5S9ore E3 SD E* SD >" SD 1 F SD E 5* F5* SD F53 SD !esan. resko o&er7eight !eterangan Obese 2sangat gemuk3 Overweight 2gemuk3 Possible risk of overweight Berat 'adan sesuai Wasted 2kurus3 Severely wasted 2sangat kurus3

5 5

d) Ke=ala 5 5 5 5 5 5 Bentuk "am'ut Mata 0e inga 8idung Mu ut . normo9epha i . ram'ut hitam, tidak mudah di9a'ut, distri'usi merata . 9on)ungti&a anemis GCG, sk era ikterik 5C5, pupi isokor, "=4 GCG, "=04 GCG,la-,imasi 253 . normotia, mem'ran timpani intak, serumen 5C5 . 'entuk norma , sekret 5, nafas 9uping hidung 5C5 . 1a,ing hi=e,emis 5; T$6T$ . !<B tidak mem'esar, ke en)ar tiroid tidak mem'esar
7

e) Lehe,

1) Th<,a9 Paru5paru . . perderakan napas statis dan dinamis . &o9a fremitus sama pada kedua paru . sonor pada kedua paru . suara napas &esiku er, ,<n-hi 545 7heeAing 5C5

Inspeksi Pa pasi Perkusi Ausku tasi

6antung

. . 0idak tampak pu sasi i9tus 9ordis

o Inspeksi

o Pa pasi . 0era'a iktus 9ordis pada I=S >, 1 9m media inea midk a&iku a kiri o Perkusi Batas kanan Batas kiri Batas atas . . Se a iga > inea parasterna is kanan. . Se a iga >, 19m se'e ah media inea midk a&iku a kiri. . Se a iga II inea parasterna kiri.

Ausku tasi. Bun-i )antung I5II murni regu er, <a op 253, Murmur 253

g) Abd<men 5 5 5 5 Inspeksi Ausku tasi Pa pasi mem'esar Perkusi . shifting du ness 5, n-eri ketok 5 . ikterik 5, pete9hie 5,ruam di se uruh tu'uh dimu ai dari . akra hangat, sianosis 5, edema 5
8

. perut datar . 'ising usus 3HCmenit . supe , n-eri tekan 5, hepar dan ien tidak tera'a

h) Kuli* 'agian 'e akang te inga i) E-s*,emi*as

I ) PEMERIKSAAN NEUROLO(IS 1)Tanda Rangsang Sela=u* O*a!aku kuduk BrudAinski I 4asegue !ernig .5 .5 . E?0ICE?0I . E13;ICE13;I

BrudAinski II . 5C5 $)Ne,7us K,anialis %. I %. II A9ies &isus . 0idak di akukan . 0idak &a id dini ai

>isus 9ampus . 0idak di akukan 4ihat 7arna Bunduskopi . 0idak di akukan . 0idak di akukan

%. III, %. I>, dan %. >I !edudukan 'o a mata . :rtoposisi GCG <erak 'o a mata . !esan 'aik ke sega a arah GCG 2nasa , tempora ,

superior, inferior, nasa atas, nasa 'a7ah, tempora atas, tempora 'a7ah3 JHophta mus %-stagmus Pupi Bentuk . Bu at, isokor K 3mmC3mm . GCG . GCG
9

. 5C5 . 5C5

"ef eH 9aha-a angsung "ef eH 9aha-a tidak angsung

%. > =a'ang motorik =a'ang sensorik :phta mikus . 0idak &a id dini ai Maksi aris . 0idak &a id dini ai . BaikC'aik

Mandi'u aris . 0idak &a id dini ai %. >II Motorik or'itofronta is Motorik or'iku aris oku i 4ipatan naso a'ia Penge9apan idah %. >III >esti'u ar . %istagmus !ok earis . 0idak di akukan . Simetris . BaikC'aik . BaikC'aik . 0idak di akukan

. 0u i konduktif. 0idak di akukan 0u i perseptif. 0idak di akukan 0innitus . 0idak di akukan

%. IL dan %. L Arkus faring simetris, u&u a ditengah %. LI Mengangkat 'ahu Meno eh %. LII
10

. 0idak di akukan . BaikC'aik

Pergerakkan idah Atrofi Basiku asi 0remor a. Sistem Motorik

. Simetris, tidak ada de&iasi .5 .5 .5

Jkstremitas atas proksima 5dista

. Bergerak aktif

Jkstremitas 'a7ah proksima 5dista . Bergerak aktif '. <erakan In&o unter 0remor =horea Atetose Miok oni 9. 0rofik d. 0onus Propioseptif . 5C5 . 5C5 . 5C5 . Jutrofi GCG . %ormotonus GCG . 0idak dapat dini ai . 5C5

e. Sistem Sensorik

Jksterioseptif . 0idak dapat dini ai f. Bungsi Sere'e ar AtaHia 0es "om'erg Disdiadokokinesia 6ari5)ari 6ari5hidung 0umit5 utut . 0idak di akukan . 0idak di akukan . 0idak di akukan . 0idak di akukan . 0idak di akukan . 0idak di akukan

"e'ound phenomenon . 0idak di akukan


11

g. Bungsi 4uhur Astereognosia ApraHia Afasia h. Bungsi :tonom Miksi Defekasi Sekresi keringat i. "ef eks Pemeriksaan Bi9ep 0ri9ep Pate a A9hi es 8offmann50romner Ba'insk"ooting <rasp ) PEMERIKSAAN PENUN#AN( a. 4a'oratorium darah tangga ? %o&em'er *013 #enis Peme,i-saan 4JD 4eukosit 'asofi eosinofi 'atang segment imfosit monosit HEMATOLO(I Da,ah leng-a= &: mm "&;& ri'uCu4 Hi*ung .enis 0 M 0 M $ M ?@ M "? M ; M 0510 ;510 F1 153 *56 ;*5?0 *05$0 *5/
12

. 0idak di akukan . 0idak di akukan . 0idak dapat dini ai

. Baik . Baik . Baik

!anan G* G* G* G* 0idak di akukan G G G

!iri G* G* G* G* 0idak di akukan G

Hasil

Sa*uan

Nilai N<,mal

Jritrosit 8emog o'in 8ematokrit 0rom'osit <DS %atrium !a ium = orida '. "ontgen 0horaH PA

$,3? 11,; &$;A *63 ":? "&" &;4 A?

)utaCu4 gCd4 M ri'uCu4 KIMIA KLINIK mgCd4 mmo C4 mmo C4 mmo C4

$5; 1151$,; 3?5$? 1;05$00 605110 13;51$; 3,;5;,0 @$5111

Kesan : Bronkopneumonia Dup eH

13

Peme,i-saan ha,ian =ada =asien Sa'tu @ no&em'er *013 S. pasien masih meng uhkan adan-a demam,se ain itu disertai o eh 'atuk. Menurut ke uarga pasien,pasien masih terasa sesak 7a aupun sudah e'ih 'aik dari pada hari pertama masuk. Pasien masih 'e um mau untuk makan. :. !#. 0SS !es. =M B.%apas. $$HCmnt B.%adi. 10/ HCmnt S. 3/,6 =

5 #'un5u'un 'esar . tidak 9ekung 5 Mata . !e opak mata simetris, tidak 9ekung, sk era tidak ikterik, kon)ungti&a hiperemis. 5 8idung . mukosa hiperemis, sekret GCG, 7arna kuning agak kenta . 5 Mu ut . tonsi . 01501 hiperemis, mem'ran putih 253, faring hiperemis. 5 4eher . !<B tdk tera'a 5 0oraks . ronkhi GCG 5 A'domen . DB% 5 Jkstremitas . hangat 5 !u it. ruam maku a pd 'e akang te inga, eher, dada, perut, punggung ekstrimitas masih ada. A. Mor'i i stadium akhirCerupsi dengan 'ronkopneumonia P. I&fd !AJ% 3A 1;tpm Benutrion 10 tpm >itamin A 1H1 =inam 3H;00mg AAitromi9-n 1H$m Aminophi in *H1C* Sanmo 1;0 mg %e'u iAerC/)am Minggu 10 no&em'er *013 !e uarga pasien atas permintaan sendiri memutuskan untuk menghentikan pera7atan di "S#D Bekasi dan ditandatangani o eh %-. D se aku i'u kandung.
14

I) RESUME a) Anamnesis Pasien datang dengan ke uhan demam se)ak ; hari SM"S. Demamn-a terus menerus sepan)ang hari,suhu naik turun tidak pernah men9apai norma ,suhu tertinggi diukur thermometer 3/,/ dera)at 9e 9ius. Demam tidak disertai o eh ke)ang. Menurut i'un-a, pasien )uga menge uh 'atuk, 'atuk terus menerus, 'erdahak tetapi su it untuk dike uarkan. Batuk tidak dipengaruhi aktifitas. Menurut i'un-a pasien )uga menge ukan pi ek. <e)a a terse'ut )uga disertai sesak napas se)ak * hari SM"S. Sesakn-a dirasakan ti'a5ti'a dan semakin ama semakin mem'erat, namun tidak disertai dengan 'un-i +ngik,. Pasien mengaku )uga merasa mua Semen)ak * hari SM"S sakit nafsu makan menurun, tapi masih mau untuk minum air putih .!eesokan harin-a, mun9u ruam5ruam 'er9ak merah di 'e akang kuping dan eher os serta di mu utn-a terdapat 'er9ak merah . Se ain itu, mata os men)adi kemerahan dan 'erair namun tidak terasa gata . Buang Air Besar 2BAB3 dan uang Air !e9i da am 'atas norma . "i7a-at ke)ang disangka . !e uhan pasien mengganggu aktifitas sehari5hari sehingga akhirn-a di'a7a 'ero'at ke I<D "S#D Bekasi dan angsung dira7at inap di 'angsa Me ati. b) Peme,i-saan 1isiKeadaan umum Tanda i*al 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 !esadaran Brekuensi nadi 0ekanan darah Brekuensi pernapasan Suhu tu'uh Bentuk "am'ut Mata 0e inga 8idung . 9ompos mentis . @6Cmenit . 100C?0 mm8g . 4%94meni* . &:;:<8 . normo9epha i . ram'ut hitam, tidak mudah di9a'ut, distri'usi merata . 9on)ungti&a anemis GCG, sk era ikterik 5C5, pupi isokor, "=4 GCG, "=04 GCG,la-,imasi 253 . normotia, mem'ran timpani intak, serumen 5C5 . 'entuk norma , sekret 5, nafas 9uping hidung 5C5
15

. tampak sakit sedang

Ke=ala

Mu ut

. 1a,ing hi=e,emis 5; T$6T$ . !<B tidak mem'esar, ke en)ar tiroid tidak mem'esar . . perderakan napas statis dan dinamis . &o9a fremitus sama pada kedua paru . sonor pada kedua paru . suara napas &esiku er, ,<n-hi 545 7heeAing 5C5

Lehe, Th<,a9 Paru5paru

Inspeksi Pa pasi Perkusi Ausku tasi

/) Peme,i-saan =enun.ang 4a'oratorium darah #enis Peme,i-saan 4JD 4eukosit 'asofi eosinofi 'atang segment imfosit monosit Jritrosit 8emog o'in 8ematokrit 0rom'osit <DS %atrium !a ium = orida HEMATOLO(I Da,ah leng-a= &: mm "&;& ri'uCu4 Hi*ung .enis 0 M 0 M $ M ?@ M "? M ; M $,3? )utaCu4 11,; gCd4 &$;A M *63 ri'uCu4 KIMIA KLINIK ":? mgCd4 "&" mmo C4 &;4 mmo C4 A? mmo C4 0510 ;510 F1 153 *56 ;*5?0 *05$0 *5/ $5; 1151$,; 3?5$? 1;05$00 605110 13;51$; 3,;5;,0 @$5111 Hasil Sa*uan Nilai N<,mal

II) DIA(NOSIS KER#A Mor'i i dengan Bronkopneumonia


16

III) DIA(NOSIS BANDIN( IB) Jksantema su'itum "u'e a Demam 'erdarah dengue Bronkio itis 0B Paru PENATALAKSANAAN a. %on medikamentosa 0irah 'aring Jdukasi kepada orangtua tentang pen-akit -ang diderita B) I>BD !AJ% 3A 1;tpmCmakro Benutrion C 10 tpm mikro =inam * H ;00 mg Para9etamo 3 H 1 =th AAitromi9in 1H$m Aminophi in *H199 >it. A 1 H *00.000 I# =inam 3H;00 mg %e'u iAer. &ento in 1amp G na9 *99C/)am

'. Medikamentosa

PRO(NOSIS Ad &itam As fungsionam Ad sanationam . Du'ia ad 'onam . Du'ia ad 'onam . Du'ia ad 'onam

17

18

BAB II ANALISIS KASUS

Dasa, Diagn<sis: !oriAa Mata meradang,disertai 'atuk Demam tinggi da am 'e'erapa hari -ang diikuti tim'u ruam -ang khas

Pada kasus ditemukan ge)a a k inis -ang 9ukup )e as sehingga diagnosis dapat ditegakkan Keadaan umum Tanda i*al 5 5 Brekuensi pernapasan Suhu tu'uh . 4%94meni* . &:;:<8 . tampak sakit sedang

Demam merupakan tanda dari proses inf amasi -ang sedang ter)adi pada pasien sedangkan frekuensi pernafasan -ang meningkat merupakan suatu tanda dari kompensasi -ang ter)adi aki'at proses inf amasi di paru Ke=ala 5 5 Mata Mu ut . . suara napas &esiku er, ,<n-hi 545 7heeAing 5C5 . la-,imasi 253 . 1a,ing hi=e,emis 5; T$6T$Th<,a9

Paru5paru

Ausku tasi

"onkhi merupakan gam'aran k inis dari keadaan paru -ang pato ogis. Ada dua mekanisme dapat ter)adin-a 'ronkopneumonia. 1ang pertama dapat merupakan infeksi primer dari &irus itu sendiri. 1ang kedua ada ah karena infeksi sekunder -ang ter)adi aki'at imunitas -ang 'erkurang mengaki'atkan 'akteri dapat 'erkem'ang 'iak di paru5paru.

19

"ontgen thoraH PA

!esan . Bronkopneumonia Dup eH Ta*ala-sana: Pengo'atan 'ersifat simtomatik dengan pem'erian. Antipiretik Antitusif Antikonfu san Jkspektoran Per'aiki nutrisi pasien Pem'erian &itamin A Ta*ala-sana sebagai d<-*e, umum: Mampu mem'edakan mor'i i dengan pen-u it atau tanpa pen-u it Pem'erian 9airan dan ka ori -ang 9ukup Pengo'atan simtomatik seperti antipiretik,antitusif,ekspektoran, dan antikon&u san Pem'erian &itamin a sesuai umur Jdukasi ke uarga pasien mengenai pen-akit -ang diderita pasien.
20

6ika paien dating dengan pen-u it,pasien dira7at di 'angsa iso asi sistem pernafasan =ek komp ikasi -ang sudah ter)adi !onsu spesia is anak.

21

BAB III TIN#AUAN PUSTAKA


&)" MORBILI &)")" De1inisi Mor'i i ada ah pen-akit &irus akut, menu ar -ang ditandai dengan 3 stadium, -aitu stadium prodorma 2katara 3, stadium erupsi dan stadium kon&a isensi, -ang dimanifestasikan dengan demam, kon)ungti&itis dan 'er9ak kop ik.233 Mor'i i ada ah pen-akit anak -ang menu ar -ang aAim 'iasan-a ditandai dengan ge)a a5ge)a a utama ringan, ruam serupa dengan 9ampak ringan atau demam s9ar et, pem'esaran serta n-eri impa nadi.2$3

&)")$ E*i<l<gi >irus 9ampak merupakan &irus "%A fami i paramyxoviridae dengan genus Morbili virus. Sampai saat ini han-a diketahui 1 tipe antigenik -ang mirip dengan &irus Parainf uenAa dan Mumps. >irus 'isa ditemukan pada sekret nasofaring, darah dan urin pa ing tidak se ama masa prodroma hingga 'e'erapa saat sete ah ruam mun9u . Mor'i i 'erada di sekret nasofaring dan dida am darah, minima se ama masa tunas dan da am 7aktu -ang singkat sesudah tim'u ruam. Pen-e'aran &irus maksima ada ah me a ui per9ikan udah 2drop et3 dari mu ut se ama masa prodorma 2stadium katara 3. Penu aran terhadap penderita rentan sering ter)adi se'e um diagnosis kasus as in-a. :rang -ang terinfeksi men)adi menu ar pada hari ke @510 sesudah pema)anan, pada 'e'erapa keadaan dapat menu arkan hari ke5?. 0indakan pen9egahan dengan me akukan iso asi terutama di rumah sakit atau institusi ain, harus dipertahankan dari hari ke ? sesudah pema)anan sampai hari ke ; sesudah ruam mun9u . 2;3

Ben*u- i,us >irus mor'i i termasuk go ongan param-Ho&irus 'er'entuk 'u at dengan tepi -ang kasar dan 'ergaris tengah 1$0 nm dan di'ungkus o eh se u'ung uar -ang terdiri dari emak dan protein. Dida amn-a terdapat nuk eokapsid -ang 'u at on)ong terdiri dari 'agian protein -ang menge i ingi asam nuk eat 2"%A3, merupakan struktur he iH nuk eo protein dari
22

m-Ho&irus. Se u'ung uar sering menun)ukkan ton)o an pendek, suatu protein -ang 'erada dise u'ung uar mun9u se'agai hemag utinin.263

Mikrograf e ektron mengungkapkan 'aik &irus param-Ho&irus 9ampak, dan &irion dari po -oma&irus, mon-et &irus S>$0. Sum'er. Pusat Pengenda ian dan Pen9egahan Pen-akit

Ke*ahanan i,us >irus mor'i i ada ah organisme -ang tidak memi iki da-a tahan tinggi, apa'i a 'erada di uar tu'uh manusia ke'eradaan-a tidak keka . Pada temperatur kamar se ama 35; hari ia kehi angan 60M sifat infektisitasn-a, pada 3?09 7aktu paruh umurn-a * )am, pada ;609 han-a satu )am.2$,63>irus tetap aktif minima 3$ )am pada temperatur kamar, 1; minggu di da am penga7etan 'eku, minima $ minggu da am temperatur 3;I=, 'e'erapa hari pada suhu 0I=, dan tidak aktif pada p8 rendah.2?3 Pada media protein ia dapat hidup dengan suhu 5?0 09 se ama ;,; tahun, sedangkan da am emari pendingin dengan suhu 25$35256093 dapat hidup se ama ; 'u an apa'i a dimasukkan da am media protein dan han-a dapat hidup *minggu 'i a tanpa media protein.263 0anpa media protein &irus 9ampak dapat dihan9urkan o eh sinar u tra&io et. : eh karena se u'ungn-a terdiri dari emak maka termasuk mikroorganisme -ang 'ersifat eter a'i e, pada suhu kamar dapat mati da am *0M eter se ama 10 menit dan ;0M aseton da am 30 menit. >irus mor'i i sensitif pada 0,01M betapropiaceton da am setiap konsentrasi, pada suhu 3?09,akan kehi angan sifat infektisitasn-a da am* )am, 7a aupun demikian ia tetap memi iki antigenitas penuh. Da am 1C$000 forma in men)adi tidak efektif se ama ; hari, tetapi tidak kehi angan antigenitasn-a. 0ripsin memper9epat hi angn-a potensi antigenik.2$,?3

&)")& E=idemi<l<gi
23

Angka ke)adian 9ampak di Indonesia se)ak tahun 1@@0 sampai *00* masih tinggi, sekitar 30005$000 pertahun, demikian )uga frekuensi ter)adin-a !4B 9ampak meningkat dari *3 ka i pertahun men)adi 1?$. %amun 9ase fata iti- rate te ah dapat diturunkan dari ;,;M men)adi 1,*M. #mur ter'an-ak menderita 9ampak ada ah F1* 'u an, diikuti ke ompok umur 15$ dan ;51$ tahun.2*3 =ampak ada ah pen-akit -ang sangat menu ar. =ampak endemis di mas-arakat metropo itan dan men9apai proporsi untuk men)adi epidemi setiap *5$ tahun ketika terdapat 305$0M anak -ang rentan atau 'e um mendapat &aksinisasi. Pen-akit 9ampak dapat ter)adi dimana sa)a. !e'an-akan kasus 9ampak ter)adi pada akhir musim dingin dan a7a musim semi di negara empat musim dengan pun9ak kasus ter)adi pada 'u an Maret dan Apri . 4ain ha n-a di negara tropis dimana ke'an-akan kasus ter)adi pada musim panas. !etika &irus menginfeksi popu asi -ang 'e um mendapatkan keke'a an atau &aksinasi maka @05100M akan men)adi sakit dan menun)ukkan ge)a a k inis.

Ba-i -ang di ahirkan o eh i'u -ang pernah menderita mor'i i akan mendapat keke'a an se9ara pasif 2me a ui p asenta3 sampai umur $56 'u an dan sete ah umur terse'ut keke'a an akan mengurang sehingga si 'a-i dapat menderita mor'i i. Bi a seseorang 7anita menderita mor'i i ketika ia hami 1 atau * 'u an, maka ;0M kemungkinan akan menga ami a'ortus, 'i a ia menderita mor'i i pada trimester I,II atau III maka ia akan mungkin me ahirkan seorang anak dengan ke ainan 'a7aan atau seorang anak dengan BB4" atau ahir mati atau anak -ang kemudian meningga se'e um usia 1 tahun. 23,$3 Bi a si i'u 'e um pernah menderita mor'i i maka 'a-i -ang di ahirkann-a tidak mempun-ai keke'a an terhadap mor'i i dan dapat menderita pen-akit ini sete ah ia di ahirkan. Bi a seorang 7anita menderita mor'i i ketika ia hami 1 atau * 'u an, maka ;0M kemungkinan akan menga ami a'ortusN 'i a ia menderita mor'i i pada trimester pertama, kedua atau ketiga maka ia mungkin me ahirkan seorang anak dengan ke ainan 'a7aan atau seorang anak dengan 'erat 'adan ahir rendah atau ahir mati atau anak -ang kemudian meningga se'e um usia 1 tahun. 6ika 'a-i menderita 9ampak, i'u dan 'a-i 'o eh diiso asi 'ersama dan diper'o ehkan di'eri ASI. I'u dengan 9ampak sete ah me ahirkan men-usui, dan neonatus mendapat pen-akit ringan -ang didapat. Anti'odi da am sekret mungkin terkandung da am susu da am $; hari.263

&)")4 Pa*<1isi<l<gi
24

=ampak merupakan infeksi &irus -ang sangat menu ar, dengan sedikit &irus -ang infeksius sudah dapat menim'u kan infeksi pada seseorang. 4okasi utama infeksi &irus 9ampak ada ah epite sa uran nafas nasofaring. Infeksi &irus pertama pada sa uran nafas sangat minima . !e)adian -ang e'ih penting ada ah pen-e'aran pertama &irus 9ampak ke )aringan imfatik regiona -ang men-e'a'kan ter)adin-a &iremia primer. Sete ah &iremia primer, ter)adi mu tip ikasi ekstensif dari &irus 9ampak -ang ter)adi pada )aringan imfatik regiona maupun )aringan imfatik -ang e'ih )auh. Mu tip ikasi &irus 9ampak )uga ter)adi di okasi pertama infeksi. Se ama ; hingga ? hari infeksi ter)adi &iremia sekunder -ang ekstensif dan men-e'a'kan ter)adin-a infeksi 9ampak se9ara umum. !u it, kon)ungti&a, dan sa uran nafas ada ah tempat -ang )e as terkena infeksi, tetapi organ ainn-a dapat terinfeksi pu a. Dari hari ke511 hingga 1$ infeksi, kandungan &irus da am darah, sa uran nafas, dan organ ain men9apai pun9akn-a dan kemudian )um ahn-a menurun se9ara 9epat da am 7aktu * hingga 3 hari. Se ama infeksi &irus 9ampak akan 'erep ikasi di da am se endote , se epite , monosit, dan makrofag.2/3 Daerah epite -ang nekrotik di nasofaring dan sa uran pernafasan mem'erikan kesempatan serangan infeksi 'akteri sekunder 'erupa 'ronkopneumonia, otitis media, dan ainn-a. Da am keadaan tertentu, adeno&irus dan herpes &irus pneumonia dapat ter)adi pada kasus 9ampak.210,113

a. Pirogenik. Drop et Infe9tion 2&irus masuk3 O >irus memasuki a iran darah O Sampai dan mempengaruhi pusat suhu da am hipota amus O 0itik sete pusat suhu meningkat O
25

Suhu tu'uh meningkat O 8ipertermia pengaruhi ner&us &agus PQpusat O masuk ke pusat muntah di medu a o' ongata.2103 5 anoreHia 5 ma aise '. Ber9ak !op ik Pro iferasi se 5se endote kapi er di da am korium O 0er)adi eksudasi serum dan kadang5kadang O eritrosit da am epidermis R ruam ku it O Di kon)ungti&a ter)adi reaksi peradangan umum R !on)ungti&itis

9. Sa . =erna 8iperp asi )aringan imfoid terutama pada O usus 'untu PQmukosa usus teriritasi O ke9epatan sekresi 'ertam'ah O
26

Pergerakan usus meningkat PQdiare

0a'e . Patogenesis infeksi 9ampak tanpa pen-u it 8ari 0 Manifestasi >irus 9ampak da am drop et kontak dengan permukaan epite nasofaring atau kemungkinan kon)ungti&a Infeksi pada se epite dan mu tip ikasi &irus Pen-e'aran infeksi ke )aringan imfatik regiona >iremia primer Mu tip ikasi &irus 9ampak pada epite sa uran nafas di tempat infeksi pertama, dan pada "JS regiona maupun daerah -ang )auh >iremia sekunder Manifestasi pada ku it dan tempat ain -ang 'er&irus, termasuk sa uran

15* *53 35; ;5? ?511

nafas 1151$ >irus pada darah, sa uran nafas dan organ ain 1;51? >iremia 'erkurang a u hi ang, &irus pada organ menghi ang Sum'er.Beigin et al.Textbook of Pediatric Infectious iseases! ;th ed!*00$.

&)")C (e.ala Klinis Stadium inku'asi Masa inku'asi 9ampak 'er angsung kira5kira 10 hari 2/ hingga 1* hari3. Wa aupun pada masa ini ter)adi &iremia dan reaksi imuno ogi -ang ekstensif, penderita tidak menampakkan ge)a a sakit. !emudian tim'u ge)a a5ge)a a -ang di'agi da am 3 stadium, -aitu. 1. Stadium katara 2prodorma 3. Stadium ini 'er angsung se ama $5; hari disertai gam'aran k inis seperti demam, ma aise, 'atuk, fotofo'ia, kon)ungti&itis, dan 9or-Aa. Men)e ang akhir dari stadium katara dan *$ )am se'e um tim'u enantem, terdapat 'er9ak kop ik 'er7arna putih ke a'u se'esar u)ung )arum dan dike i ingi o eh eritema. Be9ak kop ik -ang merupakan tanda patognomonik untuk 9ampak mun9u pada hari ke510S1 infeksi. Be9ak kop ik ada ah suatu 'intik putih
27

kea'uan se'esar 'utiran pasir dengan areo a tipis 'er7arna kemerahan dan 'iasan-a 'ersifat hemoragik. 0ersering ditemukan pada mukosa 'uka di depan gigi geraham 'a7ah tetapi dapat )uga ditemukan pada 'agian ain dari rongga mu ut seperti pa atum, )uga di 'agian tengah 'i'ir 'a7ah dan karunku a akrima is. Mun9u 1 ( * hari se'e um tim'u n-a ruam dan menghi ang dengan 9epat -aitu sekitar 1*51/ )am kemudian. Pada akhir masa prodroma , dinding posterior faring 'iasan-a men)adi hiperemis dan penderita akan menge uhkan n-eri tenggorokkan. <aris me intang kemerahan -ang terdapat pada kon)ungti&a dapat men)adi penun)ang diagnosis pada stadium prodroma . <aris terse'ut akan menghi ang 'i a se uruh 'agian kon)ungti&a te ah terkena radang. <am'aran darah tepi eukopeni dan imfositosis. *. Stadium erupsi Pada 9ampak -ang tipika , ruam akan mun9u sekitar hari ke51$ infeksi -aitu pada saat stadium erupsi, 'er angsung se ama ; sampai 10 hari. "uam mun9u pada saat pun9ak ge)a a gangguan pernafasan dan saat suhu 'erkisar 3@,;I=. 0im'u enantem atau titik merah di pa atum durum dan pa atum mo e. !adang ( kadang ter ihat 'er9ak kop ik. 0er)adi eritem 'entuk maku opapu er disertai naikn-a suhu 'adan. Diantara ma9u a terdapat ku it -ang norma . Mu a5mu a eritema tim'u di'e akang te inga, 'agian atas atera tengkuk sepan)ang ram'ut dan 'agian 'e akang 'a7ah. !adang5kadang terdapat perdarahan ringan pada ku it. "asa gata , muka 'engkak. "uam men9apai anggota 'a7ah pada hari ke 3, dan menghi ang sesuai urutan ter)adin-a. 0erdapat pem'esaran ke en)ar getah 'ening di sudut mandi'u a dan di daerah eher 'e akang. Sedikit terdapat sp enomega i, tidak )arang disertai diare dan muntah.>ariasi -ang 'iasa ter)adi ada ah B a9k Meas ess, -aitu mor'i i -ang disertai dengan perdarahan di ku it, mu ut, hidung, dan traktus digesti&us. 3. Stadium kon&a esensi Jrupsi 'erkurang menim'u kan 'ekas -ang 'er7arna e'ih tua atau hiperpigmentasi 2ge)a a patognomonik3 -ang ama ke amaan akan hi ang sendiri. Se ain itu ditemukan pu a ke ainan ku it 'ersisik. 8iperpigmentasi ini merupakan ge)a a patognomonik untuk mor'i i. Pada pen-akit5pen-akit ain dengan eritema atau eksantema ruam ku it menghi ang tanpa hiperpigmentasi. Suhu menurun sampai norma ke9ua i 'i a ada komp ikasi.235;,/3 Pemun9u an tanda dan ge)a a dari 9ampak se'agai 'erikut.

28

o o o o o o

8ari 051 8ari *53 8ari $5; 8ari 6 8ari ?5/ 8ari 10

. Prodroma mu ai . Ber9ak !op ik mun9u . "uam mor'i iform mun9u . Ber9ak !op ik menghi ang . "uam sangat he'at . "uam mu ai menghi ang

&)")@ Diagn<sis Diagnosis 9ampak 'iasan-a 9ukup ditegakkan 'erdasarkan ge)a a k inis. Pemeriksaan a'oratorium )arang di akukan. Pada stadium prodroma dapat ditemukan se raksasa 'erinti 'an-ak dari apusan mukosa hidung. Serum anti'odi dari &irus 9ampak dapat di ihat dengan pemeriksaan "emagglutination#inhibition 28I3, complement fixation 2=B3, neutrali$ation% immune precipitation% hemolysin inhibition% J4ISA, sero ogi IgM5Ig<, dan fluorescent antibody 2BA3. Pemeriksaan 8I di akukan dengan menggunakan dua sampe -aitu serum akut pada masa prodroma dan serum sekunder pada ? ( 10 hari sete ah pengam'i an sampe serum akut. 8asi dikatakan positif 'i a terdapat peningkatan titer se'an-ak $H atau e'ih.
2?3

Serum IgM merupakan tes -ang 'erguna pada saat mun9u n-a ruam. Serum IgM akan

menurun da am 7aktu sekitar @ minggu, sedangkan serum Ig< akan menetap kadarn-a seumur hidup. Pada pemeriksaan darah tepi, )um ah se darah putih 9enderung menurun. Pungsi um'a di akukan 'i a terdapat pen-u it en9epha itis dan didapatkan peningkatan protein, peningkatan ringan )um ah imfosit sedangkan kadar g ukosa norma .2@3 &)")? Diagn<sis Banding Diagnosis 'anding mor'i i diantaran-a . 1. "oseo a infantum. Pada "oseo a infantum, ruam mun9u saat demam te ah menghi ang. *. "u'e a. "uam 'er7arna merah muda dan tim'u e'ih 9epat dari 9ampak. <e)a a -ang tim'u tidak se'erat 9ampak. 3. A ergi o'at. Didapatkan ri7a-at penggunaan o'at tidak ama se'e um ruam mun9u dan 'iasan-a tidak disertai ge)a a prodroma .21*3
29

&)"): K<m=li-asi Pada pen-akit 9ampak terdapat resistensi umum -ang menurun. !eadaan ini men-e'a'kan mudahn-a ter)adi komp ikasi sekunder seperti. 1. Bronkopnemonia Merupakan sa ah satu pen-u it tersering pada infeksi 9ampak. Dapat dise'a'kan o eh in&asi angsung &irus 9ampak maupun infeksi sekunder o eh 'akteri 2Pneumococcus% Streptococcus% Staphylococcus% dan "aemophyllus influen$a3. Ditandai dengan adan-a ronki 'asah ha us, 'atuk, dan meningkatn-a frekuensi nafas. Pada saat suhu menurun, ge)a a pneumonia karena &irus 9ampak akan menghi ang ke9ua i 'atuk -ang masih akan 'ertahan se ama 'e'erapa ama. Bi a ge)a a tidak 'erkurang, per u di9urigai adan-a infeksi sekunder o eh 'akteri -ang mengin&asi mukosa sa uran nafas -ang te ah dirusak o eh &irus 9ampak. Penanganan dengan anti'iotik diper ukan agar tidak mun9u aki'at -ang fata . *. !omp ikasi neuro ogis !ompi kasi neuro ogis pada mor'i i seperti hemip egi, parap egi, afasia, gangguan menta , neuritis optik dan ensefa itis. 3. Jnsefa itis mor'i i akut Jnsefa itis mor'i i akut ini tim'u pada stadium eksantem, angka kematian rendah. Angka ke)adian ensefa itis sete ah infeksi mor'i i ia ah 1.1000 kasus, sedangkan ensefa itis sete ah &aksinasi dengan &irus mor'i i hidup ada ah 1,16 tiap 1.000.000 dosis. $. SSPJ 2Subacute Scleroting panencephalitis3 SSPJ -aitu suatu pen-akit degenerasi -ang )arang dari susunan saraf pusat. Ditandai o eh ge)a a -ang ter)adi se9ara ti'a5ti'a seperti keka9auan menta , disfungsi motorik, ke)ang, dan koma. Per)a an k inis am'at, 'iasan-a meningga da am 6 'u an sampai 3 tahun sete ah tim'u ge)a a spontan. Meskipun demikian, remisi spontan masih dapat ter)adi. Biasan-a ter)adi pada anak -ang menderita mor'i i se'e um usia * tahun. SSPJ tim'u sete ah ? tahun terkena mor'i i, sedang SSPJ sete ah &aksinasi mor'i i ter)adi 3 tahun kemudian. Pen-e'a' SSPJ tidak )e as tetapi ada 'ukti5'ukti 'ah7a &irus mor'i i memegang peranan da am patogenesisn-a. !emungkinan untuk menderita SSPJ sete ah &aksinasi mor'i i ada ah 0,;51,1 tiap 10.000.000, sedangkan sete ah infeksi 9ampak se'esar ;,*5@,? tiap
30

10.000.000. ;! Immunosuppresive measles encephalopathy Didapatkan pada anak dengan mor'i i -ang sedang menderita defisiensi imuno ogik karena keganasan atau karena pemakaian o'at5o'atan imunosupresif.233 &)")A Pena*ala-sanaan 0idak ada terapi anti&irus spesifik -ang tersedia. >irus 9ampak rentan in &itro untuk ri'a&irin, -ang te ah di'erikan o eh rute intra&ena dan aeroso untuk mengo'ati anak5anak -ang terkena dampak parah dan immunocompromised dengan 9ampak. %amun, tidak ada u)i 9o'a terkontro te ah di akukan, dan ri'a&irin tidak disetu)ui o eh #S Bood and Drug Administration untuk pengo'atan 9ampak. Pengo'atan 'ersifat suportif dan simptomatis, terdiri dari istirahat, pem'erian 9airan -ang 9ukup, sup emen nutrisi, anti'iotik di'erikan 'i a ter)adi infeksi sekunder, anti kon&u si apa'i a ter)adi ke)ang, antipiretik 'i a demam, dan &itamin A. Vitamin A. Pengo'atan anak5anak dengan 9ampak di negara5negara 'erkem'ang te ah dikaitkan dengan mor'iditas menurun dan angka kematian. !onsentrasi serum rendah &itamin A )uga te ah ditemukan pada anak5anak di AmerikaSerikat, dan anak5anak dengan pen-akit 9ampak -ang e'ih parah memi iki &itamin A konsentrasi rendah. >itamin A di'erikan untuk mem'antu pertum'uhan epite sa uran nafas -ang rusak, menurunkan mor'iditas 9ampak )uga 'erguna untuk meningkatkan titer Ig< dan )um ah imfosit tota .2?3 :rganisasi !esehatan Dunia saat ini merekomendasikan &itamin A untuk semua anak dengan 9ampak akut, ter epas dari %egara tempat tingga mereka. >itamin A untuk pengo'atan 9ampak di'erikan seka i sehari se ama * hari, pada dosis 'erikut.

*00 000 I# untuk anak5anak usia 1* 'u an atau e'ihN 100 000 I# untuk 'a-i 6 sampai 11 'u an, dan ;0 000 I# untuk 'a-i 'erusia kurangdari 6 'u an. 0am'ahan 2-aitu, sepertiga3 dosis usia tertentu harus di'erikan * sampai $ minggu kemudian anak5anak dengan tanda5tanda k inis dan ge)a a kekurangan &itamin A.Bormu asi parentera dan ora &itamin A tersedia di AmerikaSerikat.

Indikasi ra7at inap 'i a hiperpireksia 2suhuE3@,;I=3, dehidrasi, ke)ang, asupan ora su it
31

atau adan-a pen-u it. Pengo'atan dengan pen-u it disesuaikan dengan pen-u it -ang tim'u .*

Pengo'atan !omp ikasi Bronkopneumonia, di'erikan anti'iotik ampisi in 100 mgC!gBBChari da am $ dosis intra&ena dikom'inasikan dengan k oramfeniko ?; mgC!gBBChari intra&ena da am $ dosis, sampai ge)a a sesak 'erkurang dan pasien dapat minum o'at per ora . Anti'iotik di'erikan sampai tiga hari demam reda. Apa'i a di9urigai infeksi spesifik, maka u)i tu'erku in di akukan sete ah anak sehat kem'a i 235$ minggu kemudian3 o eh karena u)i tu'erku in 'iasan-a negatif 2anergi3 pada saat anak menderita 9ampak. Jnteritis, pada keadaan 'erat anak mudah )atuh da am dehidrasi. Pem'erian 9airan intra&ena dapat dipertim'angkan apa'i a ter)adi enteritis G dehidrasi. &)")"% Imuni*as D Pen/egahan S*,u-*u, an*igeniImunog o'u in ke as IgM dan Ig< distimu asi o eh infeksi 9ampak. !emudian IgM menghi ang dengan 9epat 2kurang dari @ minggu sete ah infeksi3 sedangkan Ig< tingga tak ter'atas dan )um ahn-a dapat diukur. IgM menun)ukkan 'aru terkena infeksi atau 'aru mendapat &aksinasi. Ig< menandakan pernah terkena infeksi. IgA sekretori dapat dideteksi dari sekret nasa dan han-a dapat dihasi kan o eh &aksinasi 9ampak hidup -ang di emahkan, sedangkan &aksinasi 9ampak dari &irus -ang dimatikan tidak akan menghasi kan IgA sekretori.263 Imuni*as *,ans=lasen*al Ba-i menerima keke'a an transp asenta dari i'u -ang pernah terkena 9ampak. Anti'odi akan ter'entuk engkap saat 'a-i 'erusia $ ( 6 'u an dan kadarn-a akan menurun da am )angka 7aktu -ang 'er&ariasi. 4e&e anti'odi materna tidak dapat terdeteksi pada 'a-i usia @ 'u an, namun anti'odi terse'ut masih tetap ada. 6anin da am kandungan i'u -ang sedang menderita 9ampak tidak akan mendapat keke'a an materna dan )ustru akan tertu ar 'aik se ama kehami an maupun sesudah ke ahiran.2/3 Imunisasi
32

Imunisasi 9ampak terdiri dari Imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif dapat 'erasa dari &irus hidup -ang di emahkan maupun &irus -ang dimatikan. >aksin dari &irus -ang di emahkan akan mem'eri proteksi da am )angka 7aktu -ang ama dan protektif meskipun anti'odi -ang ter'entuk han-a *0M dari anti'odi -ang ter'entuk karena infeksi a amiah. 1. Imunisasi aktif. Ini di akukan dengan pem'erian + i&e attenuated meas es &a99ine, Mu a5mu a digunakan strain Jdmonston B, tetapi karena +strain, ini men-e'a'kan panas tinggi dan eksantem pada hari ke tu)uh sampai hari kesepu uh sete ah &aksinasi, maka strain Jdmonston di'erikan 'ersama5sama dengan g o'u in5gama pada engan -ang ain. Sekarang digunakan strain S9h7arA dan Moraten dan tidak di'erikan g o'u in5 gamma. Pada pen-e idikan sero ogis tern-ata 'ah7a imunitas terse'ut mu ai mengurang /5 10 tahun sete ah &aksinasi. Dian)urkan untuk mem'erikan &aksin mor'i i terse'ut pada anak 'erumur 1; 'u an -aitu karena se'e um umur 1; 'u an diperkirakan anak tidak dapat mem'entuk anti'odi se9ara 'aik karena masih ada anti'odi dari i'u. 0etapi dian)urkan pu a agar anak -ang tingga di daerah endemis mor'i i dan terdapat 'an-ak tu'erku osis di'erikan &aksinasi pada umur 6 'u an dan re&aksinasi di akukan pada umur 1; 'u an. Diketahui dari pene itian 4innemann dkk. 21@/*3 pada anak -ang di&aksinasi se'e um umur 10 'u an tidak ditemukan anti'odiN 'egitu pu a sete ah re&aksinasi kadang5kadang titer anti'odi tidak naik se9ara 'ermakna. Di Indonesia saat ini masih dian)urkan mem'erikan &aksin mor'i i pada anak 'erumur @ 'u an ke atas. >aksin mor'i i terse'ut di atas dapat pu a di'erikan pada orang -ang a ergi terhadap te ur, karena &aksin mor'i i ini ditum'uhkan da am 'iakan )aringan )anin a-am -ang se9ara antigen ada ah 'er'eda dengan protein te ur. 8an-a 'i a terdapat suatu pen-akit a ergi se'aikn-a &aksinasi ditunda sampai * minggu sem'uh. >aksin mor'i i )uga dapat di'erikan kepada penderita tu'erku osis aktif -ang sedang mendapat tu'erku ostatika. >aksin mor'i i tidak 'o eh di'erikan kepada 7anita hami , anak dengan tu'erku osis -ang tidak dio'ati, penderita eukemia dan anak -ang sedang mendapat pengo'atan imunosupresif. >aksin mor'i i dapat di'erikan se'agai &aksin mor'i i sa)a atau se'agai &aksin meas es5mumps5ru'e a 2MM"3. Di Indonesia digunakan pu a &aksin mor'i i 'uatan Perum Biofarma -ang terdiri dari &irus mor'i i -ang hidup dan sangat di emahkan, strain S9h7arA dan ditum'uhkan da am )aringan )anin a-am dan kemudian di'eku5keringkan. 0iap dosis dari &aksin -ang sudah di arutkan mengandung &irus mor'i i tidak kurang dari 1000 0=ID;0
33

dan neomisin B su fat tidak e'ih dari ;0 mikrogram. Pem'erian se9ara su'kutan dengan dosis 0,;m pada umur @ 'u an. >aksin terse'ut sensitif terhadap 9aha-a dan panas, )uga harus disimpan pada suhu $I=, sehingga harus digunakan se9epatn-a 'i a te ah dike uarkan dari emari pendingin. Dapat ter)adi anergi terhadap tu'erku in se ama * 'u an sete ah &aksinasi. Bi a seseorang te ah mendapat inmunog o'u in atau transfusi darah maka &aksinasi dengan &aksin mor'i i harus ditangguhkan sekurang5kurangn-a 3 'u an. >aksin ini )uga dapat di'erikan pada penderita tu'erku osis aktif -ang sedang mendapat tu'erku osita. Akan tetapi &aksin ini tidak 'o eh di'erikan pada 7anita hami , anak dengan tu'erku osis -ang tidak dio'ati, penderita eukemia dan anak -ang sedang mendapat pengo'atan imunosupresif.2?3 #ntuk men9egah demam, kepada semua anakC'a-i di'erikan Aspi et, dan semua 'a-iCanak -ang di&aksinasi diam'i darahn-a *H, se'e um &aksinasi dan 3 minggu sete ah &aksinasi. Indikasi kontra pem'erian imunisasi 9ampak 'er aku 'agi mereka -ang sedang menderita demam tinggi, sedang mendapat terapi imunosupresif, hami , memi iki ri7a-at a ergi, sedang mempero eh pengo'atan imunog o'u in atau 'ahan5'ahan 'erasa dari darah.263 <e)a a sampingan -ang pa ing 'an-ak terdapat ada ah demam ; sampai 1* hari sete ah &aksinasi. Demam 'iasan-a hi ang da am 1 sampai ; hari. Sedangkan ge)a a sampingan -ang 'erat ter)adi pada * kasus, masing5masing 1 anak dengan ke)ang dan <J dehidrasi 'erat, dan 1 anak dengan hiperpireksi. *. Imunisasi pasif. Imunisasi pasif dengan kumpu an serum orang de7asa, kumpu an serum kon&a esens, g o'u in p asenta atau gamma g o'u in kumpu an p asma ada ah efektif untuk pen9egahan dan meringankan 9ampak. =ampak dapat di9egah dengan menggunakan imunog o'u in serum dengan dosis 0,*; m4Ckg di'erikan se9ara intramusku er da am ; hari sete ah terinfeksi tetapi e'ih 'aik sesegera mungkin. Proteksi sempurna terindikasi untuk 'a-i, anak dengan pen-akit kronis dan untuk kontak di'angsa rumah sakit anak.2;3 3. Iso asi Penderita rentan menghindari kontak dengan seseorang -ang terkena pen-akit 9ampak da am kurun 7aktu *0530 hari, demikian pu a 'agi penderita 9ampak untuk diiso asi se ama *0530 hari guna menghindari penu aran ingkungan sekitar.
34

&)")"" P,<gn<sis Prognosis 'aik pada anak dengan keadaan umum -ang 'aik, tetapi prognosis 'uruk 'i a keadaan umum 'uruk, anak -ang sedang menderita pen-akit kronis atau 'i a ada komp ikasi.233Angka kematian kasus di Amerika Serikat te ah menurun pada tahun5tahun ini sampai tingkat rendah pada semua ke ompok umur, terutama karena keadaan sosioekonomi mem'aik.2$3

Da1*a, Pus*a-a ") Eilliam E) 8u,,en* Pedia*,i/ Diagn<sis D T,ea*men*) $"s* edi*i<n) USA: Ma/(,a06Hill Edu/a*i<n) $%"$) $) S<eda,m< SP; (a,na H; Handineg<,< SR; Ism<edi.an*< e*)al) Ped<man Pela+anan Medis IDAI) #ilid ") #a-a,*a: IDAI) $%%A) Hal &&6C &) S*a1 Penga.a, Ilmu Keseha*an Ana- 'a-ul*as Ked<-*e,an Uni7e,si*as Ind<nesia) Bu-u A.a, Ilmu Keseha*an Ana-) <lume $) #a-a,*a: Bagian Ilmu Keseha*an Ana- 'a-ul*as Ked<-*e,an Uni7e,si*as Ind<nesia) $%%?) 4) Be,h,man RE) Nels<n Te9*b<<- <1 Pedia*,i/s) "?*h edi*i<n) EB Saunde,s 8<m=an+)$%%&) C) Mald<nad< F) Ilmu Keseha*an Ana-) #a-a,*a: E(8) $%%$) @) Kenne*h T<da, Uni7e,si*+ <1 Eis/<nsin6Madis<n De=a,*men* <1 Ba/*e,i<l<g+) Measles) A7ailable Online a* 000)ba/*)0is/)edu4*hemi/,<bial0<,ld4Measles).=g) A//essed <n $? se=*embe, $%"&) ?) S<egi.an*< S) Bu-u Imunisasi di Ind<nesia) "s* ed) #a-a,*a: Pengu,us Pusa* I-a*an D<-*e, Ana- Ind<nesia) $%%") :) 8he,,+ #D) Measles =)$$:& ! $$A:) A) S<egi.an*< S) 8am=a-) In: Suma,m< S; S<eda,m< P 2ed3) Bu-u A.a, Ilmu
35

i,us) In: 'eigin; 8he,,+; Demmle,; Ka=lan) Te9*b<<- <1 <l &) Philadel=hia: Saunde,s) $%%AG

Pedia*,i/s In1e/*i<us Disease) @*h edi*i<n)

Keseha*an Ana- In1e-si D Pen+a-i* T,<=is) "s* ed) #a-a,*a: Balai Pene,bi* 'KUI) $%%$G =) "$C) "%) SM' Ilmu Keseha*an Ana- 'K Unai,) Ped<man Diagn<sis D Te,a=i) Su,aba+a: Bag4SM' Ilmu Keseha*an Ana- 'K Unai,4RSU D,) S<e*<m<) $%%@)

36