Anda di halaman 1dari 6

TINJAUAN KASUS A.

Pengkajian

1.

Identitas Klien : Tuan A : 17/11/1970 : Laki-laki : 40 tahun : Buruh bangunan : Jl. Kedinding 78, Surabaya : Islam : Jawa : Emfisema

Nama TTL Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Alamat Agama Suku bangsa Diagnosa 2.

Riwayat Sakit dan Kesehatan 1. Keluhan Utama : sesak napas. 2. Riwayat Penyakit Sekarang : Tuan A tinggal bersama istri dan dua anaknya. Tuan A mengeluh sesak napas, batuk, dan nyeri di daerah dada sebelah kanan pada saat bernafas. Banyak sekret keluar ketika batuk, berwarna kuning kental. Tuan A tampak kebiruan pada daerah bibir dan dasar kuku. Tuan A merasakan sedikit nyeri pada dada. Tuan A cepat merasa lelah saat melakukan aktivitas.

3. Riwayat Penyakit dahulu : Tuan A selama 3 tahun terakhir mengalami batuk produktif dan pernah menderita pneumonia 4. Riwayat Keluarga : Tidak Ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama atau berhubungan dengan klien saat ini. 3. Pemeriksaan Fisik 1. Tanda-Tanda Vital : S N TD RR : 37,40C :102 x/mnt :130/80 mmHg : 30 x/mnt

1. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pada klien dengan sinusitis meliputi pemeriksaan fisik umum per system dari observasi keadaan umum, pemeriksaan tanda-tanda vital,

Rambut dan hygiene kepala rambut pasien hitam tidak berbau,keadaan rambut pasien tumbuh subur, dan kulit kepala pasien bersih tidak berketombe.

mata (kanan / kiri) posisi mata pasien simetris,konjungtiva pasien anemis dan sklera pasien berwarna putih.

Penciuman (hidung) : tidak gangguan Mulut dan tenggorokan

a) b) c) d) e)

Nafsu makan : anoreksi disertai mual BB : menurun Porsi makan : tidak habis Mulut : bersih Mukosa : lembab

Telinga a) b) c) Pendengaran (telinga) : tidak ada gangguan Kesadaran: gelisah Reflek: normal

Dada / thorax a) b) c) d) e) f) Bentuk dada : barrel chest Pola nafas : tidak teratur Suara napas : mungkin redup dengan ekspirasi mengi Batuk : ya, ada sekret Retraksi otot bantu napas : ada Alat bantu pernapasan : O2 masker 6 lpm

Jantung a) b) c) Nyeri dada : ada, skala 6 Akral : lembab Tekanan darah: 130/80 mmHg (hipertensi)

d) 4.

Saturasi Hb O2 : hipoksia

Diagnosa Keperawatan Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan alveoli yang reversible. Gangguan pola napas berhubungan dengan ventilasi alveoli. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan adanya sekret. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen.

5.

Intervensi Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan alveoli yang reversible.

Tujuan : Pertukaran gas pasien kembali normal Intervensi : Ajari klien tentang teknik penghematan energi. Bantu pasien untuk mengidentifikasi tugas-tugas yang bisa diselesaikan. Kolaborasikan pemberian oksigen sesuai indikasi Berikan penekan SSP (anti ansietas sedatif atau narkotik) dengan hati-hati sesuai indikasi Rasional : Pasien dapat bernapas dengan lancer. Membantu ekspansi paru yang optimal. Evaluasi tingkat kemapuan pasien dan mempermudah perawat dalam merencanakan kriteria latihan lanjutan. Meningkatkan keadekuatan jalan napas.

Pola pernapasan tidak efektif berhubungan dengan ventilasi alveoli

Tujuan : Tidak terjadi perubahan dalam frekuensi pola pernapasan. Intervensi : Latih klien napas perlahan-lahan, bernapas lebih efektif. Jelaskan pada klien bahwa dia dapat mengatasi hiperventilasi melalui kontrol pernapasan secara sadar. Kolaborasikan pemberian obat-obatan sesuai indikasi dokter (ex. bronkodilator) Rasional : Ventilasi alveoli normal. Tidak terjadi gangguan perubuhan fungsi pernapasan. Untuk melatih ketahanan jalan napas, serta memungkinkan untuk melatih batuk efektif. Mampu mengurangi ansietas klien dalam menghadapi hiperventilasi. Usaha untuk menstabilkan pola napasklien .

Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan meningkatnya sekret atau produksi mukus.

Tujuan : Mengatasi masalah ketidakefektifan jalan napas Intervensi : Berikan posisi yang nyaman (fowler/ semi fowler) Anjurkan untuk minum air hangat Bantu klien untuk melakukan latihan batuk efektif bila memungkinkan Lakukan suction bila diperlukan, batasi lamanya suction

http://yulifitri34.wordpress.com/2012/12/10/askep-enfisema/